Claim Missing Document
Check
Articles

A NON-LINEAR HYPOCENTER LOCALIZATION ALONG THE ACTIVE PALU-KORO FAULT: A CASE STUDY CENTRAL SULAWESI Jayadi, Harsano; Th. Musa, Moh. Dahlan; Rachman, Gazali; Meidji, Icha Untari; Massinai, Muhammad Fawzy Ismullah; Warnana, Dwa Desa
Indonesian Physical Review Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v8i2.418

Abstract

The Central Sulawesi region is prone to earthquakes, as evidenced by its complex geological structure. Several plates and active fault movements in the vicinity cause this situation. One of the active faults that often causes earthquakes is the Palu-Koro active fault. The city of Palu is one of the areas passing through the Palu-Koro fault. The danger of this earthquake occurrence can be ascertained and assessed using a suitable earthquake location. Within the scope of our investigation, we used a non-linear approach to predict the hypocenter site in the vicinity of the Palu-Koro fault that is active. This Method use oct-tree importance sampling algorithm to generate spatial hypocenter locations. Using the AK135 minimal seismic velocity model, we manually re-picked the arrival times of wave P-waves and S-waves arrival timings of 3,852 and 3,690, respectively, collected by 24 BMKG observation sites from January 2011 to December 2015, utilizing the minimal 1D seismic velocity model from AK135. We employed criteria to ascertain the event's location, including a minimum of four stations exhibiting a distinct beginning of P and S wave arrivals, with a magnitude of at least 3Mw and an average depth ranging from 10 to 20 km. The outcomes of seismic event location identification exhibit improved clustering with inversion, revealing a zero-centered Gaussian distribution, where more time discrepancies, both positive and negative, correspond to increased estimating mistakes. According to this research, the Palu-Koro active fault line's primary shallow seismic zone is the most prominent feature in the area and confirms the existence of active land faults that cause earthquake events by conducting a process of determining a locally updated 1D velocity model that will be used to determine a more precise relocation of the hypocenter used to interpret the subsurface model of the research area.
Inversi 1-D Pada Data Magnetotellurik Di Lapangan X Menggunakan Metode Occam Dan Simulated Annealing Wijaya, R. Aldi Kurnia; Bahri, Ayi Syaeful; Warnana, Dwa Desa; Darmawan, Arif
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode magnetotellurik merupakan salah satu metode elektromagnetik pasif yang mengukur fluktuasi medan listrik (E) dan medan magnet (B) dengan tujuan untuk menentukan konduktivitas bawah permukaan. Proses inversi dilakukan untuk memodelkan kondisi bawah permukaan. Dalam penelitian ini proses inversi dilakukan dengan metode Occam dan Simulated Annealing. Metode Occam merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan linier sedangkan metode Simulated Annealing merupakan metode untuk menyelesaikan permasalahan non-linier menggunakan pendekatan global, berupa Guided Random Search. Untuk menyelesaikan permasalahan non-linier tersebut dibuat program berbasis Matlab yang dengan menggunakan algoritma Occam dan Simulated Annealing. Dalam penelitian ini digunakan data sintetik dan data hasil pengukuran di lapangan panas bumi X dengan menggunakan metode magnetotellurik. Tahapan dalam penelitian ini adalah pembuatan program, validasi menggunakan data sintetik, validasi dengan membandingkan hasil inversi program konvensional (WinGlink), dan analisa penampang 1-D. Hasil dari penelitian ini adalah analisa terhadap penampang cross section resistivitas 1-D hasil inversi sehingga diketahui sebaran konduktivitas di Lapangan X.
Karakterisasi Reservoir Gas Biogenik Pada Lapangan “TG” Dengan Menggunakan Atribut Inversi IA Dan Dekomposisi Spektral Putri, Natassa Adi; Warnana, Dwa Desa; Wijaya, Priatin Hadi
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gas Biogenik merupakan gas yang relatif dangkal terbentuk pada ekosistem lautan yangdangkal. Telah banyak ditemukan hidrokarbon dengan jenis gas biogenik di Indonesia, salah satunyaadalah di Lapangan “TG”. Oleh karena itu, dibutuhkan karakterisasi reservoir pada lapangan ini untukmemvalidasi keterdapatan hidrokarbon dan mengetahui reservoir dari lapangan tersebut. Metode yangdigunakan adalah metode inversi seismik model based dengan parameter hard constraint untukmengetahui properti fisik dari reservoir Lapangan “TG” dan dekomposisi spektral dengan metodeContinuous Wavelet Transform (CWT) untuk mengetahui akumulasi dari gas biogenik di reservoirtersebut. Inversi seismik kemudian dikorelasikan dengan porositas sehingga membentuk penampangporositas pada daerah yang menjadi ketertarikan studi (interest) dan memiliki indikasi keterdapatan gasbiogenik. Didapatkan bahwa Impedansi Akustik tinggi yang menjadi daerah interest merupakan reservoirkarbonat dengan IA bernilai 4800-5300 (m/s)*(g/cc) dan dominan frekuensi pada frekuensi 16 Hz.
Eksplorasi Geomagnetik untuk Penentuan Keberadaan Pipa Air di Bawah Permukaan Bumi Utama, Widya; Warnana, Dwa Desa; Hilyah, Anik; Bahri, Ayi Syaeful; Syaifuddin, Firman; Rismayanti, Hasibatul Farida
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penerapannya, metode geomagnetik dipakai untuk memetakan struktur perlapisan di bawah permukaan atau deposit mineral logam yang bersifat feromagnetik. Metode ini tergolong pasif karena menggunakan medan magnet bumi sebagai sumbernya. Dalam penelitian ini, telah dilakukan pengukuran medan magnetik bumi untuk mengetahui keberadaan pipa air (hidrant) yang tertanam di bawah permukaan tanah, di taman BAAK kampus ITS. Pengukuran medan magnetik bumi dilakukan dalam bentuk jejaring titik ukur dengan lintasan sejumlah 10 dan jarak antar titik ukur adalah 5 m. Pada saat dilakukan pengukuran, terdapat lalu lalang beberapa kendaraan bermotor yang tidak bisa dihindari. Pengukuran medan magnetik dilakukan dengan menggunakan proton magnetometer. Sebagai titik referensi, dipilih sebuah titik Base Station (BS) yang bebas dari pengaruh benda logam. Data medan magnet terukur harus dikoreksi untuk memperoleh nilai anomali medan magnetik. Nilai anomali tersebut berasosiasi dengan keberadaan benda target eksplorasi geomagnetik. Koreksi yang dilakukan adalah koreksi diurnal (yang mengacu ke titik BS) dan koreksi standar IGRF (sebagai acuan, yaitu nilai medan magnet bumi normal). Peta kontur medan magnetik anomali diperoleh dengan software Surfer. Filtering dengan low pass filter dilakukan untuk menihilkan pengaruh magnetik yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan bermotor yang lewat selama masa pengukuran. Peta kontur tersebut diolah lebih lanjut dengan software Magpick dan Mag2DC untuk mempertegas keberadaan benda penyebab anomali magnetik. Berdasarkan hasil perhitungan model anomali, dapat diperoleh distribusi nilai suseptibilitas magnetik. Dengan demikian, dapat ditentukan secara kualitatif keberadaan benda anomali berdasarkan perbedaan nilai suseptibilitas di bawah permukaan tanah. Untuk pembangunan infrastruktur, metode geomagnetik dipakai sebagai langkah awal untuk memahami kondisi dan struktur pelapisan bawah tanah, serta dapat memberi arti efisiensi dalam perencanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur.
Survei Sub Bottom Profile (SBP) untuk Mengidentifikasi Lapisan Sedimen pada Muara Sungai Bengawan Solo Menggunakan Stratabox Marine Geophysical Instrument Putri, Innanda Rizqiani; Warnana, Dwa Desa; Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendapan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo cukup besar, hal ini dikarenakan Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa. Sungai ini membawa banyak material sedimen sehingga akan terakumulasi pada muara sungai, yaitu pada muara Sungai Bengawan Solo di Pangkah - Gresik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa ketebalan sedimen pada muara Sungai Bengawan Solo dan juga mengidentifikasi kedalaman muara sungai. Ketebalan sedimen dan kedalaman muara dapat diidentifikasi dengan melakukan survei Sub Bottom Profile (SBP). Survei SBP ini memanfaatkan gelombang akustik yang ditembakkan ke bawah permukaan air. Bedasarkan data SBP yang telah dilakukan analisa, maka dapat diperoleh kedalaman sungai berkisar 0.5 - 6 meter, kedalaman muara sungai berkisar 0.3 - 0.8 meter, dan kedalaman muara sungai menuju ke laut berkisar 5 - 7 meter. Berdasarkan peta kontur ketebalan sedimen, dapat dianalisa bahwa ketebalan sedimen sekitar 1 meter.
Identifikasi Intrusi Air Laut Pada Air Tanah Menggunakan Metode Induced Polarization Studi Kasus Daerah Surabaya Timur Aryaseta, Bagas; Warnana, Dwa Desa; Widodo, Amien
Jurnal Geosaintek Vol. 2 No. 3 (2016)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar air tanah di wilayah kota Surabaya sudah mengalami intrusi air laut dan memiliki kadar garam yang tidak sesuai standar air minum. Permasalahan akifer air tanah yang sudah terintrusi air laut diidentifikasi menggunakan metode Induced Polarization dilengkapi dengan data sumur dan data resistivity sebagai data pelengkap. Pengukuran data sumur dilakukan di beberapa lima belas titik di Surabaya Timur yang hasilnya menunjukkan parameter-parameter air seperti salinitas, TDS, konduktivitas, dan pH. Pengukuran Induced Polarization dan Resistivity metode Wener-Schlumberger dilakukan di tiga lintasan di Surabaya Timur yang tersebar di daerah air asin, air payau rendah, dan air tawar. Penampang Chargeability dan Resistivity memiliki penetrasi kedalaman 9 m menunjukkan hasil yang cukup baik dalam mengidentifikasi akifer air tanah. Akifer dengan nilai resistivitas rendah (6.81 ohm.m) dan chargeabilitas rendah (<0.302 msec) besar kemungkinan merupakan air asin.
Analisis Inversi 2D Metode Occam Untuk Memodelkan Resistivitas Bawah Permukaan Data Magnetotellurik Budiraharjo, Satrio; Utama, Widya; Warnana, Dwa Desa; Darmawan, Arif
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengolahan data metode Magnetotellurik dikalangan mahasiswa, khususnya inversi2D sangat jarang ditemukan. Pemodelan struktur resistivitas bawah permukaan menggunakan dataMagnetotellurik umumnya saat ini menggunakan inversi 1D yang kemudian dilakukan pseudo-sectionterhadap resistivitas vertikal untuk menampilkan model dalam bentuk 2D. Untuk medium 2D solusipemodelannya menjadi lebih kompleks, dikarenakan parameter resistivitas tidak hanya bervariasiterhadap kedalaman namun juga dalam dimensi lateral. Program TGMT2D yang dibuat, menggunakanmetode inversi Occam yang ditest dengan model sintetik hasil forward modelling, dengan resistivitaslapisan pertama 50 ohm.m, lapisan kedua 1ohm.m, lapisan ketiga 100 ohm.m dan lapisan keempat 500ohm.m. Dari hasil inversi yang dilakukan didapatkan hasil yang mirip antara struktur resistivitas bawahpermukkan dengan model sintetik hingga kedalaman 4000m dari total kedalaman 6000m, dengan nilairesistivitas lapisan pertama 32-79 ohm.m, lapisan kedua 1.2-3.9 ohm.m, lapisan ketiga 2.5-79Ohm.m,dan lapisan keempat dengan 32-200 ohm.m.
Identifikasi Intrusi Air Laut Pada Air Tanah Menggunakan Metode Resistivitas 2D Studi Kasus Surabaya Timur Wardhana, Rizky Rahmadi; Warnana, Dwa Desa; Widodo, Amien
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Surabaya Timur telah mengalami intrusi air laut dan berdampak pada akuifer air tanah sehingga memiliki kualitas air dengan adanya kadar garam yang terdapat pada sumur penduduk sekitar. Masalah adanya dugaan intrusi air laut ini telah diidentifikasi dengan menggunakan metode geolistrik dengan menggunakan konfigurasi wenner-schlumberger yang terletak di kawasan Surabaya Timur yang bertujuan untuk mengidentifikasi adanya intrusi air laut. Pengambilan data telah dilakukan pada kawasan Surabaya Timur saja. Data sumur juga dilakukan pengambilan sampel untuk mendapatkan hasil parameter air berupa elevasi muka air tanah, Salinitas, TDS, pH, dan Konduktivitas. Akuisisi data geolistrik dilakukan pada 3 titik lokasi yaitu Sutorejo, Klampis, dan ITS dengan menggunakan metode Resistivitas 2D dan Induced Polarization. Tahapan dari pengolahan data menggunakan perangkat lunak Res2Dinv. Berdasarkan hasil interpretasi pada daerah peneltian Sutorejo, pada kedalaman 0.6-3,5 meter atau pada perlapisan paling atas diduga terjadi intrusi air laut dengan nilai resistivitas 0.734-6.31 ohm.m yang terdapat pada bagian tengah hingga Timur Laut. Dugaan ini juga didukung dari hasil penelitian dari metode Induced Polarization yang menujukkan nilai 0.202 msec pada kedalaman 0.6 - 3.5 meter.
Identifikasi Rekahan Dangkal Akibat Aktivitas Lumpur Sidoarjo Di Kecamatan Tanggulangin – Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Metode Ground Penetrating Radar (GPR) Prataman, Ilham Adi; Warnana, Dwa Desa; Syaifuddin, Firman
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rencana pengeboran sumur gas baru PT. Lapindo Brantas di Tanggulangin, Sidoarjo dinilai beresiko karena lokasinya yang dekat dengan pusat semburan yang telah rusak dan masih sangat rawan, sehingga masih ada potensi keluarnya semburan di area tanggul dan sekitarnya jika dibor. Selain itu, aktivitas lumpur sidoarjo menyebabkan kondisi bawah permukaan di daerah penelitian menjadi rentan terhadap resiko rekahan dan penurunan tanah. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian tentang kondisi bawah permukaan dangkal menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR) yang bertujuan untuk mendeteksi rekahan dangkal yang berada di sekitar daerah rencana pengeboran. Metode GPR dipilih karena dapat memetakan kondisi bawah permukaan yang dangkal secara terperinci dengan resolusi yang tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa pada daerah rencana pengeboran terdapat banyak rekahan berpola radial dengan arah barat daya-timur laut dan rekahan berpola melingkar (circular) yang berarah barat laut-tenggara. Kondisi tersebut membuat daerah bawah permukaan di sekitar lokasi rencana pengeboran menjadi tidak stabil dan berisiko karena dapat menyebabkan penurunan tanah di daerah sekitar dan dikhawatirkan dapat memperluas semburan lumpur panas pada daerah penelitian
Pemodelan Numerik Data Potensial Diri (Self Potential) Samudra, Bayu Tambak; Warnana, Dwa Desa
Jurnal Geosaintek Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kuantitatif dalam metode potensial diri terkadang masih ditemukan. Beberapa asumsi dan metode inversi digunakan dalam proses pembuatan modelnya agar dicapai error yang sekecil mungkin sehingga makin mendekati kondisi sebenarnya. Telah dilakukan ”Pemodelan Numerik Data Potensial Diri (Self Potential)” untuk menginterpretasi secara kuantitatif anomali dan parameter geometri dari anomalinya. Asumsi model yang digunakan adalah geometri sederhana dari data potensial diri. Program untuk pemodelan numerik ini dibuat di perangkat lunak MATLAB yang meliputi pemodelan kedepan dan pemodelan kebelakang. Metode inversi yang dipakai yaitu metode yang dikembangkan oleh El-Araby (2003). Program yang dibuat selanjutnya diuji pada data sintetik (3 data) dan data sekunder (3 data). Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, untuk data sintetik, hasil RMS error-nya sebagian besar dibawah 10%. Di samping itu, untuk data sekunder, hasilnya sesuai dengan referensi yang dipakai, dimana data sekunder 1 dan 2 saling memvalidasi karena berada pada daerah yang sama namun beda lintasan pengukuran yang jenis sumber anomalinya adalah bola karena berkaitan dengan mineral tembaga. Sedangkan untuk data sekunder 3, sumber anomalinya adalah vertical cylinder, yaitu rembesan yang berhubungan dengan potensial streaming yang terjadi di daerah bendungan.
Co-Authors Abdurahman Wafi Adhatus Solichah Ahmadiyah, Adhatus Solichah Adib Banuboro Adib Banuboro Afdhal, Ramsyi Faiz Ahmad Iqbal Hamami Ahmad Syahdi Al Khawarizmi Aisha, Fahrenzy Yona Al Viandari, Nourma Alfatih, Ismail Zaky Alpius Dwi Guntara Amien Widodo Anggi Arwin Pratama Anicetus Wihardjaka Annisa R. Varhana Arief Alihudien Arief Alihudien, Arief Arif Darmawan Arif Darmawan Ariyanti, Nita Ariyanti, Nita Arsyadi, Ahmad Qomaruddin Arsyadi, Ahmad Qomaruddin Ary Iswahyudi Arya Dwi Candra Aryaseta, Bagas Aryaseta, Bagas Asmarani, Pingky Kartika Asmaul Mufida Aviani, Nisya Bagus Jaya Santosa Bahri, Ayi Syaeful Bahri, Fuad Aulia Bayu Tambak Samudra Bayu Tambak Samudra Budiraharjo, Satrio C Cari Darmawan, Arif Darmawan Daryono, Mudrik Rahmawan Deby Nur Sanjaya Dhea Pratama Novian Putra Dhea Pratama Novian Putra Dhea Pratama Novian Putra Diana, Nur Ayu Diptya Mas Nugraha Eki Komara Elysa Nensy Irawan Erik Sapta Perbawa Fahrenzy Yona Aisha Fahrur Aslami Fajar, M. Haris Miftakhul Faqih Ulumuddin Farhan, Eta Farid Hendra Pradana Farid Marianto Farid Marianto Faza Nabeel Fikrizan Hilmy Andradit Firman Syaifudin Garini, Sherly A. Garini, Sherly Ardhya Hamami, Ahmad Iqbal Handaningtyas, Inggrid Hari Supriyanto Harsano Jayadi Herman Pratikno, Herman Heru Mirmanto Hibatullah, Muhammad Irsyad Hilyah, Anik Hutapea, Merry C. Ilham Adi Pratama Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh Imam Gazali Indriani, Rista F. Indriani, Rista Fitri Innanda Rizqiani Putri Insani, Alif N. F. Ira M. Anjasmara, Ira M. Irene Malilung Sitanggang Irene Malilung Sitanggang Irshadibima, Raden Bagus Fauzan Irwan Setyowidodo, Bagus Jaya Santosa Ismail Zaky Al Fatih Ismail Zaky Alfatih Januarti Jaya Ekaputri Juan Pandu G.N.R. Juan Pandu Gya Nur Rochman Khairul Yadi Khairul Yadi Komara, Eki Kurniati, Nani Kusumaningrum, Ajeng Wardhani Lestari, Putri Rida Lestari, Wien Lila Yuwana Lutfi Zakariah M Haris Miftakhul Fajar M. Singgih Purwanto Marianto, Farid Mariyono, M. Meidji, Icha Untari Merry C. Hutapea Moch Lutfi Zakaria Moh Dahlan Th Musa Mohammad Singgih Purwanto Moses Laksono Singgih Muhammad Arif Budiman Muhammad Fawzy Ismullah Massinai Muhammad Irsyad Hibatullah Muhammad Noor Muhammad Reza Shalahuddin Noor Muthmainnah, Melania Suweni Muntini N R, Juan Pandu G Nabila, Debby Dea Naifah, Sonia Ratnaduhita Nurani Natassa Adi Putri Natassa Adi Putri Nefrizal Nefrizal Nefrizal Nefrizal Nila Sutra Nila Sutra Nizar Riyantiyo Noor, Muhammad Reza Shalahuddin Nourma Al Viandari Nur Jannah, Afni Nur Rochman, Juan Pandhu Gya Palgunadi, Kadek H. Palgunadi, Kadek Hendrawan Pegri Rohmat Aripin Prabawa, Septa Erik Pratama, Dandi S. Pratama, Ilham Adi Prataman, Ilham Adi Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Priatin Hadi Wijaya Wijaya Putra P fikri Muhammad Putra P, Muhammad Fikri Putra Sukandar, Eka Cahya Putra, Dhea P. N. Putra, Dhea Pratama Novian Putra, Riyan Afnanda Putri Rida Lestari Putri Rida Lestari Putri, Innanda Rizqiani Putri, Natassa Adi Putu Dana Karningsih Rachman, Gazali Raden Bagus Fauzan Rahmaningtyas, Ivana Rahmatun Inayah Ramadhani, Annisa V. Rashida, Ailsa Dahayu Ria Asih A. Soemitro Ria Asih A. Soemitro Ria Asih Aryani Soemitro Rindi Kusumawardani Rismayanti, Hasibatul Farida Rismayanti, Hasibatul Farida Rista Fitri Indriani Riyantiyo, Nizar Dwi Rizky Rahmadi Wardhana Rizky Rahmadi Wardhana Robi Alfaq Abdillah Robi Alfaq Abdillah Ry, Rexha Verdhora Samsul Hidayat Samudra, Bayu Tambak Satrio Budiraharjo Sherly Ardhya Garini Sherly Ardhya Garini Sidi, Amor K. Simanjuntak, Andrean Vesalius Hasiholan Sirait, Anne Meylani Magdalena Sorja Koesuma Sri Widiyantoro Suef, Mokhammad Sugeng Kurniawan Sugeng Kurniawan Suhartinah, Suhartinah Suriani, Putri Dwi Suryanto, Wiwit SUTIKNO Sutikno Sutikno Sutikno Sutra, Nila Sutra, Nila Syabibah Zakiyya Zukhrufah Syaeful Bahri Syaifuddin, Firman Syaifuddin, Firman Syaifudin, Firman Taufik Fajar Nugroho Totok Wijayanto Totok Wijayanto, Totok Triahandini, Agnis Trihanyndio Rendy Satrya Ulumuddin, Faqih Varhana, Annisa R. Viandari, Nourma Al Wardhana, Rizky Rahmadi Wardhana, Rizky Rahmadi Widya Utama Widya Utama Wihardjaka , Anicetus Wihardjaka, Anicetus Wijaya, R. Aldi Kurnia Wijaya, R. Aldi Kurnia Wiscahyo, Gelar yadi, Khairul Yani, Beta Fitri Yashar, Putri Nur Fadhilah Yudha Prasetyawan Yusri Prayitna Zakaria, Moch Lutfi Zukhrufah, Syabibah Zakiyya