Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA RAGEMANUNGGAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS SETU II BEKASI: Risk Factor Analysis of Stunting in Toddlers in Ragemanunggal Village, Setu II Bekasi Public Health Center Working Area Astuti, Suji; Lia Idealistiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1611

Abstract

Pendahuluan : Salah satu masalah gizi yang sering menjadi perhatian pada anak adalah stunting. Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar, sehingga stunting dapat berdampak buruk bagi balita. Tujuan : Menganalisis faktor risiko stunting pada balita di Desa Ragemanunggal wilayah kerja Puskesmas Setu II Bekasi. Metode : Jenis penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang responden dimana pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil : penelitian menemukan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Ragemanunggal wilayah kerja Puskesmas Setu II Bekasi yaitu faktor berat badan lahir (p value = 0,010) dan riwayat penyakit menular (p value = 0,008). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu riwayat ASI ekslusif (p value = 0,219) dan pendapatan (p value = 1,000) Kesimpulan : faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat penyakit infeksi. Oleh karena itu, diharapkan orang tua memperhatikan kebutuhan nutrisi balita, serta selalu memeriksakan kesehatan balita ke pelayanan kesehatan supaya masalah diare, kecacingan dan TB dapat segera diatasi.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP STRES KERJA DAN KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD CILEUNGSI TAHUN 2022: The Relationship Between Workload to work Stress and Job Satisfaction of Nurses in The Central Surgery Installation of Cileungsi Hospital in 2022 Pegacahyadi; Lia Idealistiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1645

Abstract

Pendahuluan : Peran perawat sebagai penghubung penting dalam suatu Rumah Sakit salah satunya yaitu perawat kamar bedah, Perawat dituntut agar meningkatkan kemampuannya dan jika kemampuan tersebut terus-menerus dipergunakan maka dapat menyebabkan stress. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap stres kerja dan kepuasan kerja perawat di ruang instalasi bedah sentral RSUD Cileungsi Tahun 2022. Metode: penelitian kuantitatif dengan rancangan Descriftive, menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan metode Total sampling, Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 30 orang responden yang sudah menyetujui serta menandatangani informed concent penelitian dan sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, Analisis penelitian ini dilakukan pengujian uji analisis Chi Square. Dari jumlah sampel 30 responden. Hasil: Hasil uji analisis Chi Square hubungan beban kerja terhadap stress kerja didapatkan nilai P – Value 0,000<(0,05) dan hubungan beban kerja terhadap kepuasan kerja perawat P – Value 0,000<(0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja terhadap kepuasan kerja perawat di RSUD Cileungsi. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menganalisis factor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi stress kerja dan kepuasan kerja pada perawat kamar bedah seperti factor lingkungan fisik maupun factor organisasi kerja
PENGARUH LAMA KERJA DAN BEBAN KERJA PERAWAT TERHADAP BURNOUT: The Influence of Long Work and Nurse Workload on Burnout Pujiarti, Peni; Lia Idealistiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1654

Abstract

Pendahuluan : Di Andalusia Spanyol dilaporkan dari 674 (80%) perawat yang diteliti rata-rata memiliki tingkat burnout syndrome yang tinggi. Di Indonesia hasil penelitian juga menunjukan sebagian besar perawat di RSUD Ungaran mengalami kejadian burnout syndrome dengan persentase 50,8%. Perawat yang memiliki masa kerja lebih lama akan mengalami kelelahan emosional sebagai bagian dari dimensi burnout. Ketidakseimbangan antara beban kerja dan jumlah tenaga perawat juga menyebabkan overload beban kerja. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh lama kerja dan beban kerja perawat terhadap burnout. Metode Penelitian : Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di Ruang rawat inap RSUD Tugu Koja Jakarta sebanyak 30 orang, teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Hasil Penelitian : Distribusi frekuensi sebagian besar perawat mengalami burnout ringan (56,7%), lama kerja < 5 tahun (63,3%) dan beban kerja sedang (56,7%). Ada ada pengaruh yang signifikan antara lama kerja perawat terhadap burnout (p=0,002) . Ada pengaruh yang signifikan antara beban kerja perawat terhadap burnout (p=0,01) Kesimpulan dan Saran : Ada pengaruh yang signifikan antara lama kerja dan beban kerja perawat terhadap burnout. Rumah sakit hendaknya memperhatikan beban kerja yang diberikan, dan sesuai dengan kemampuan perawat.
Efektivitas Pemeriksaan Fisik Dan Edukasi Pada Premenopause Dan Lansia Dengan Tingkat Kecemasan Di Wilayah Puskesmas Cimarga Lisna Syahriawati; Lia Idealistiana
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Objective: Changes that occur physically, psychologically and sexually cause women who are facing menopause to be anxious and worried. Excessive anxiety can have bad effects on the body. Methods: research with a cross sectional study approach, for the educational variable, the type of research used is quasi-experimental. The research design uses two group measurements (observations) with a Pretest Posttest design. Sampling used a minimum experimental research sample according to Gay and Diehl, namely 20 samples per group, a total of 40 people. The sampling technique used was purposive sampling Results & Conclusion: 1) The level of anxiety in premenopausal and elderly people after a physical examination of blood pressure is dominant at the level of mild anxiety with normal blood pressure physical examination results, namely 17 people (37.0%). 2) The level of anxiety in premenopausal and elderly people after a physical temperature examination, the level of mild anxiety with normal examination results was the highest, namely 20 people (43.5%). 3) The level of anxiety in premenopausal and elderly people after Hb examination mostly showed a mild level of anxiety with normal examination results, totaling 13 people (28%). 4) The level of anxiety in premenopausal and elderly people after the GDS physical examination was carried out showed that mild levels of anxiety dominated the normal GDS examination results with a figure of 14 people (30.4%). 5) The mean value of the pretest results for the intervention group was 2.74, the mean value of the posttest results was 1.91. The results of the Wilcoxon test were significant, p-value 0.001 <0.05, which means there was a difference in pretest and posttest anxiety levels in the intervention group. 6) The results of the Mann Whitney test are significant p-value .032 < 0.05. This means that there is an influence of physical examination and education on changes in anxiety levels in premenopausal and elderly people.
Analisis Faktor Resiko Terjadinya BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pada Bayi Baru Lahir di RS Citra Sari Husada Karawang Marlina, Rina; Idealistiana, Lia
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.16887

Abstract

ABSTRACT Newborn babies with low birth weight (LBW) are babies whose birth weight is less than 2,500 grams (up to 2,499 grams). Low birth weight (LBW) is the main cause of neonatal death in 2021 at 34.5%, followed by asphyxia at 27.8%. Several risk factors for LBW include maternal age, parity, and socio-economic status. To analyze the risk factors for LBW (Low Birth Weight) in newborn babies at Citra Sari Husada Hospital, Karawang. The research method used is quantitative with an observational approach, cross sectional research design. The population in this study were all mothers who had babies aged < 1 year at Citra Sari Husada Hospital Karawang from February to April 2024 totaling 260 people. The sampling technique is purposive sampling. The sample in this study was 73 samples according to the criteria. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with the Chi Square statistical test. Of the 73 respondents, the results showed that the majority were <20 and >35 years old with LBW (95.7%), and <20 and >35 years old with LBW (4.3%), the majority of ANC frequency was <6 times with LBW (100%), and ANC frequency < 6 times with BBLSR (0%), and the majority of parities are primiparas with LBW (97.7%), and primiparas with LBW (2.3%), multiparas with LBW (18.5 %), and multiparous with BBLSR (81.5%).The hypothesis test used was the Chi-Square test, with a p-value of 0.000 < 0.05, meaning that statistically there is a significant relationship between maternal age, frequency of ANC, and number of parities and LBW. Keywords: Factors, BBLR, Newborns  ABSTRAK Bayi baru lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang berat lahirnya kurang dari 2.500 gram (sampai dengan 2.499 gram). Berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab utama kematian neonatal pada tahun 2021 sebesar 34,5%, diikuti asfiksia sebesar 27,8%. Beberapa faktor risiko terjadinya BBLR antara lain usia ibu, paritas, dan status sosial ekonomi. Untuk menganalisis faktor risiko terjadinya BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) pada bayi baru lahir di RS Citra Sari Husada Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan observasional, desain penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia < 1 tahun di RS Citra Sari Husada Karawang pada bulan Februari sampai dengan April 2024 berjumlah 260 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 sampel sesuai dengan kriteria. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji statistik Chi Square. Dari 73 responden didapatkan hasil mayoritas usia <20 dan >35 tahun dengan BBLR (95,7%), dan usia <20 dan >35 tahun dengan BBLSR (4,3%), frekuensi ANC mayoritas < 6 kali dengan BBLR (100%), dan frekuensi ANC < 6 kali dengan BBLSR (0%), dan jumlah paritas mayoritas primipara dengan BBLR (97,7%), dan primipara dengan BBLSR (2,3%), multipara dengan BBLR (18,5%), dan multipara dengan BBLSR (81,5%). Uji hipotesis yang digunakan adalah uji Chi-Square, dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 artinya secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu, frekuensi ANC, dan jumlah paritas dengan BBLR. Kata Kunci: Faktor, BBLR, Bayi Baru Lahir
Hubungan Frekuensi Baby Spa Dengan Pertumbuhan Fisik Bayi Usia 6-12 Bulan Di Klinik Salsabila Mom & Baby Spa Kota Tangerang Tahun 2023 Hanafiah , Iis; Idealistiana , Lia
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.21841

Abstract

Background: Baby's weight is an indicator in measuring baby's growth. One of the supporting factors that really determines physical growth is providing stimulation using Baby Solus Per Aqua (SPA) because it can increase the baby's appetite and thus influence the baby's physical growth. It is said to be routine if baby SPA is done twice a week. Purpose of writing: To determine the relationship between the frequency of baby SPA and the physical growth of babies aged 6-12 months at the Salsabila Mom & Baby SPA Clinic, Tangerang City in 2023. Research Method: This research is a quantitative analytical research with a case sectional design. The sample in this study was 60 respondents aged 6-12 months, divided into two, namely 30 respondents for the case group and 30 respondents for the control group using total sampling technique. The research instrument uses an observation sheet. The data is primary data analyzed using the square test. Research Results: The results of the univariate analysis showed that 50.0% of babies aged 6-12 months routinely and non-routinely did baby SPA, most of the babies aged 6-12 months with physical growth increased by 61.7%. The results of the bivariate analysis showed a relationship between the frequency of baby SPA and the physical growth of babies aged 6-12 months with a p value of 0.008. Conclusions and Suggestions: there is a relationship between the frequency of baby SPA and the physical growth of babies aged 6-12 months. Mothers of babies are expected to increase their knowledge about the benefits and how to do baby SPA so that mothers can do massage at home independently and do it regularly so that the baby's growth is optimal.
Efektivitas Program Edukasi dengan Exercise Pada Kelompok Pre Menopose dan Lansia di Wilayah Puskesmas Gunungkencana Tahun 2023 Solehah, Elly; Idealistiana, Lia
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.24784

Abstract

Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program edukasi dengan exercise pada kelompok pre menopause dan lansia di Wilayah Puskesmas Gunungkencana Tahun 2023. Metode penelitian: desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang yaitu ibu yang berusia diatas 40 tahun di wilayah Puskesmas Gunungkencana yang diperoleh melalui cluster random sampling. Adapun variabel yang diukur adalah tingkat pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan, kelompok usia ibu menopause dan program edukasi dengan exercise. Hasil penelitian: Dari hasil penelitian pengetahuan kurang ada 36 (87,8%) yang tidak efektif, sedang pengetahuan cukup yang  tidak efektif ada 13 (72,2%)  dan pengetahuan baik yang efektif ada 1 (100%) terhadap program edukasi dengan exercise. Kesimpulan ada pengaruh dengan adanya program edukasi dengan exercise pada kelompok pre menopause dan lansia terhadap gaya hidup ke arah yang lebih baik dalam menjalani masa tua.
PENGARUH DARK CHOCOLATE TERHADAP DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI INDONESIA TAHUN 2023 Idealistiana, Lia; Nofriyana, Nofriyana; Zahra, Haura
Jurnal Keperawatan PPNI Jawa Barat Vol 2 No 1 (2024): JURNAL KEPERAWATAN PPNI JAWA BARAT
Publisher : DPW PPNI Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70332/jkp.v2i1.18

Abstract

Latar Belakang : Dismenorea adalah nyeri siklik yang terjadi waktu haid, biasanya terjadi di daerah perut bagian bawah, pinggang hingga menjalar ke kaki. Di Indonesia sendiri angka kejadian dismenorea sebesar 107.673 jiwa (64, 25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54, 89%) mengalami dismenorhea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorhea sekunder. Penanganan dismenorea dapat dilakukan dengan cara non farmakologi salah satu nya dengan mengkonsumsi dark chocolate.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Dark Chocolate terhadap dismenorea pada remaja putri kelas IX SMPN 1 Teluknaga, kelas XI SMAN 75 Jakarta, kelas X SMAN 1 Cikarang Barat tahun 2023. Metode: Penelitian quasi-experiment ini menggunakan rancangan pre and post test with two group design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 34 responden. 17 responden kelompok yang diberikan 100 gram dark chocolate dan 17 responden kontrol. Penelitian  dilakukan  pada  bulan  Juli  2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar numeric rating scale. Data dianalisis menggunakan Paired T Test  dan Idependent T Test. Menggunakan 102 responden yang diambil dari 3 sekolah berbeda SMPN 1 Teluknaga, SMAN 75 Jakarta, SMAN 1 Cikarang Barat. Hasil: Rata-rata skor skala nyeri  sebelum diberikan dark chocolate 5 (nyeri sedang), sedangkan setelah diberikan rata-rata skor skala nyeri 3 (nyeri ringan), dan hasil analisis didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian dark chocolate terhadap nyeri disminorea pada remaja putri. Saran : Diharapkan remaja putri dapat mengonsumsi dark chocolate untuk meringankan nyeri disminorea yang dideritanya.
Edukasi Preventif Penyalahgunaan Napza Pada Remaja : Pendekatan Pengabdian Masyarakat Untuk Dampak Berkelanjutan di Desa Kademangan Idealistiana, Lia; Fauzi, Achmad; Anita, Nur; Ronny, Ronny; Maria, Dely; Ladopurab, Maksimus Bisa; Widianti, Mira Adita; A, Mella Yuria R.; Fauzia, Jimny Hilda; Avicena, Rasyid; Utami, Nazera Nur; Wulansari, Cita Reast; Rini, Pierlita; Rini, Tetra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i3.19275

Abstract

ABSTRAK Kurangnya sosialisasi tentang dampak negatif NAPZA menjadi salah satu penyebab minimnya pengetahuan remaja tentang bahaya zat terlarang. Studi yang dilakukan oleh Marlatt dan Witkiewitz (2002) menunjukkan bahwa edukasi yang tepat di tingkat komunitas dapat membantu mencegah peningkatan penggunaan zat berbahaya pada remaja. Di Desa Kademangan, pemahaman tentang bahaya NAPZA masih rendah, dan sebagian besar remaja tidak memiliki keterampilan hidup untuk menghadapi tekanan lingkungan yang berisiko. Desa Kademangan memiliki angka penggunaan zat berbahaya (NAPZA) yang cukup tinggi, terutama di kalangan remaja yang berada pada fase rentan. Meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja tentang dampak dan bahaya penyalahgunaan Napza. Metode pelaksanaan yang di gunakan yaitu pendekatan partisipatif dan edukatif. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini dari 40 remaja menunjukan bahwa rata-rata  remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman dampak tentang penyalahgunaan Napza sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 15% dan sebanyak 18% remaja memiliki pemahaman kurang tentang dampak penyalahgunaan Napza, namun setelah diberikan edukasi pengetahuan dan pemahaman remaja meningkat menjadi 85% pengetahuan dan 80% pemahaman responden. Edukasi Preventif Penyalahgunaan Napza pada Remaja yang dilaksanakan di Desa Kademangan menunjukkan hasil yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja terkait bahaya penyalahgunaan Napza. Kata Kunci: NAPZA, Remaja, Pengetahuan  ABSTRACT Lack of socialization about the negative impacts of drugs is one of the causes of the lack of knowledge among teenagers about the dangers of illegal substances. A study conducted by Marlatt and Witkiewitz (2002) shows that appropriate education at the community level can help prevent an increase in the use of dangerous substances in adolescents. In Kademangan Village, understanding of the dangers of drugs is still low, and most teenagers do not have the life skills to face the pressures of a risky environment. Kademangan Village has a fairly high rate of use of dangerous substances (NAPZA), especially among teenagers who are in the vulnerable phase. Increase youth knowledge and awareness about the impacts and dangers of drug abuse. The implementation method used is a participatory and educational approach. The results of this community service from 40 teenagers show that on average teenagers have knowledge and understanding of the impact of drug abuse, most of them have less knowledge as much as 15% and as many as 18% of teenagers have less understanding about the impact of drug abuse, but after being given education Teenagers' knowledge and understanding increased to 85% knowledge and 80% understanding of respondents. Preventive education on drug abuse among teenagers carried out in Kademangan Village showed significant results in increasing teenagers' knowledge and understanding regarding the dangers of drug abuse. Keywords: NAPZA, Teenager, Knowledge
Efektivitas Pemberian Jus Buah Nanas dan Madu Terhadap Proses Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Post Partum Idealistiana, Lia; Utami , Andriani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42791

Abstract

Perineal wounds are injuries that occur during childbirth in the perineum due to pressure from the baby's head at birth, there are most women who experience perineal rupture during childbirth, approximately 50-60% of these women require stitches. Healing of perineal wounds can be done using pharmacological and non-pharmacological therapy, mothers who choose non-pharmacology can be done at home easily and cheaply, one of which is by giving pineapple juice and honey. This type of research is a descriptive analytical pre-experimental study with a pretest posttest non-equivalent group design with a hypothesis test using the Wilcoxon approach. The sampling technique is Total sampling. The results of the study of Perineal Wounds of Postpartum Mothers Before and After Giving Pineapple Juice and Honey on day 1, the significance value is 1,000 (> 0.05) and on days 2 to 7 the significance value (<0.05). The value of Asym.sig 2 failed < 0.05 means there is an average difference from day 4 to day 7 with a significance value of less than 0.05.