Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Persepsi Guru Terhadap Transisi dari Pembelajaran Tematik ke Pembelajaran Berbasis Proyek di SDI Al Ghaffaar Malang Karengga, Fakhintan Ilza; Nasir, Muhammad; Azizah, Azizah; Susilawati, Samsul; Wibowo, Agus Mukti
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5086

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia, yang mengedepankan pembelajaran berbasis proyek sebagai jawaban atas tantangan Kurikulum 2013, menempatkan guru sebagai penentu keberhasilan transisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara spesifik persepsi guru SDI Al Ghaffaar terhadap transisi dari pembelajaran tematik Kurikulum 2013 ke pembelajaran berbasis proyek Kurikulum Merdeka. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transisi pembelajaran tematik dalam Kurikulum 2013 ke pembelajaran proyek Kurikulum Merdeka mengubah persepsi guru terkait aspek-aspek pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek dipandang lebih efektif dalam memicu keaktifan belajar, menumbuhkan kemandirian, merangsang kreativitas, meningkatkan motivasi belajar dan memperkuat karakter siswa. Meskipun demikian, implementasi pembelajaran berbasis proyek menghadirkan sejumlah tantangan signifikan, termasuk kompleksitas persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran berbasis proyek; kebutuhan peningkatan kompetensi guru; adanya variasi individual siswa dalam kemampuan memecahkan masalah, tingkat motivasi, minat belajar, keterampilan kolaborasi serta potensi munculnya kebosanan dan kurang fokus; dan keterbatasan ketersediaan sumber daya pendukung pembelajaran. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya dukungan proaktif dari sekolah melalui pelatihan dan pembimbingan guru, serta penyediaan sumber daya secara berkala menjadi faktor penentu keberhasilan transisi ini.
Penerapan Metode Eksperimen Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Energi dan Perubahannya Nugraha, Sulaiman Wahyu; Wibowo, Agus Mukti
Experiment: Journal of Science Education Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/experiment.v2i2.25876

Abstract

Energy and its changes are one of the materials taught in primary education. Learning about energy and its changes is very much related to everyday life so it is very important to master. The learning outcomes of energy and change are still quite low. The low-energy learning outcomes and changes are caused by the use of methods that do not follow the characteristics of the research material. Essay tests are used to determine understanding or learning outcomes based on the material students learn after doing activities. This study was conducted to determine the implementation of experimental methods on energy and change learning. Action Research was conducted on 21 grade IV students as a research sample. The action is carried out three times to obtain maximum results. Action results using the experimental method showed that there was a gradual increase in learning outcomes from the first, second, and third cycles
Pengembangan e-LKPD Live Worksheet Berbasis Project Based Learning Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Kepedulian Energi Siswa Wahab, Dewi Anita Silvina; Turmudi, Turmudi; Wibowo, Agus Mukti
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 9, No. 4 (Oktober 2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v9i4.5542

Abstract

Media pembelajaran e-LKPD berbasis live worksheet dikembangkan sebagai problem solving dalam pembelajaran. Media pembelajaran e-LKPD berbasis live worksheet secara spesifik dikembangkan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam IPA materi sumber energi dan perubahannya kelas IV yang termuat dalam kurikulum merdeka. Tujuan penelitian ini (1) Mengembangkan e-LKPD live worksheet berbasis PjBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan kepedulian energi siswa kelas IV di MI Khadijah Kota Malang. (2) Mengetahui pengaruh e-LKPD live worksheet berbasis PjBL terhadap keterampilan berpikir kritis kelas IV di MI Khadijah Kota Malang. (3) Mengetahui pengaruh e-LKPD live worksheet berbasis PjBL terhadap kepedulian energi siswa kelas IV di MI Khadijah Kota Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari 5 fase yaitu fase inverstigasi awal, fase desain, fase realisasi atau konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi, dan fase implementasi. Penelitian ini dilaksanakan di MI Khadijah Kota Malang, subjek penelitian adalah kelas IV. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi dengan teknik analisis data Kualitatif dan Kuantitatif. Hasil penelitian adalah menghasilkan media e-LKPD live worksheet berbasis PjBL dapat diakses secara online dan telah memenuhi komponen media yang sangat layak dan valid untuk digunakan dengan hasil validitas dari ahli media sebesar 96% ahli materi sebesar 93%, ahli pembelajaran sebesar 95,6%. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat pengaruh e-LKPD live worksheet berbasis PjBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan kepedulian energi siswa kelas IV di MI Khadijah Kota Malang. Hasil nilai t-hitung untuk keterampilan berpikir kritis yaitu 27,577 dengan hasil signifikasi yaitu 0,000 < 0,05 sehingga H­0­ ditolak dan H­a diterima sehingga e-LKPD live worksheet berbasis PjBL dapat diterapkan oleh guru di dalam kelas untuk meningkatkat keterampilan berpikir kritis dan kepedulian energi siswa. 
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS STEAM MELALUI GENIALLY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR NILAI-NILAI PANCASILA SISWA Salsabila, Helga; Wibowo, Agus Mukti; Susilawati, Samsul
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6455

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbasis STEAM melalui platform Genially untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas IV MI Baipas Malang. Latar belakang penelitian adalah rendahnya ketersediaan bahan ajar digital yang mengakomodasi gaya belajar visual dan kebutuhan akan integrasi nilai Pancasila yang kontekstual. Menggunakan metode Research and Development (R&D) model Lee & Owens, penelitian ini mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, dan evaluasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan tes hasil belajar. Hasil validasi ahli menunjukkan media sangat layak digunakan. Uji efektivitas menggunakan N-Gain Score menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata pre-test 57,86 menjadi 95,21 pada post-test. Perolehan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,88 mengategorikan multimedia ini dalam kriteria "Sangat Efektif" dengan kategori peningkatan "Tinggi". Simpulan penelitian adalah multimedia berbasis STEAM ini efektif meningkatkan pemahaman nilai-nilai Pancasila dan motivasi belajar siswa sekolah dasarKata kunci:  Multimedia Interaktif; Genially; STEAM; Pendidikan Pancasila.
Developing Supplementary Book for Constructing Tests with Minimum Competency Assessment for Elementary Schools Teachers Sigit Priatmoko; Wiku Aji Sugiri; Agus Mukti Wibowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 1 (2022): June 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i1.9451

Abstract

AbstractThe government through the Ministry of Education and Culture launched a new policy that was quite controversial, abolishing the National Examination and replacing it with a new assessment mechanism, namely the Minimum Competency Assessment (Asesmen Kompetensi Minimum, abbreviated as AKM). The implementation of AKM has elicited various responses from schools, teachers, and the community. One of the responses that emerged was confusion regarding the concepts, mechanisms, and forms of questions in the AKM. This study aims to answer these issues, by developing a supplementary book for preparing AKM-based questions. This study is developmental research by adapting the Borg and Gall model. There were four stages in this study, including planning, developing, try-out, and dissemination. Data collection technique used questionnaires, interviews, and observations. Quantitative data from the questionnaire were analysed using percentage analysis techniques. While the qualitative data used were descriptive analysis techniques.  Based on the results of the validation and try-out had been carried out, this supplementary book can be said to be valid and worthy of distribution. The validity test and try-out of prospective users showed that the product that had been developed provides benefits for teachers. The supplementary book for preparing AKM-based questions is a product that can provide information about technical steps for teachers in developing learning evaluation models. However, some improvements still need to be made following the suggestions obtained from the validators and potential users.Keywords: minimum competency assessment, supplementary book, teacher, elementary school. AbstrakPemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan kebijakan baru yang cukup kontroversial, yaitu meniadakan Ujian Nasional dan menggantinya dengan mekanisme penilaian baru, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Implementasi AKM menuai berbagai tanggapan dari pihak sekolah, guru, dan masyarakat. Salah satu tanggapan yang muncul adalah kebingungan mengenai konsep, mekanisme, dan bentuk soal dalam AKM. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan tersebut, dengan mengembangkan buku pelengkap penyusunan soal berbasis AKM. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadaptasi model Borg and Gall. Ada empat tahapan dalam penelitian ini, yaitu perencanaan, pengembangan, uji coba, dan diseminasi. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dan observasi. Data kuantitatif dari kuesioner dianalisis dengan menggunakan teknik analisis persentase. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil validasi dan uji coba yang telah dilakukan, maka buku pelengkap ini dapat dikatakan valid dan layak edar. Uji validitas dan uji coba calon pengguna menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan memberikan manfaat bagi guru. Buku pelengkap penyusunan soal berbasis AKM merupakan produk yang dapat memberikan informasi tentang langkah-langkah teknis bagi guru dalam mengembangkan model evaluasi pembelajaran. Namun demikian, beberapa perbaikan masih perlu dilakukan mengikuti saran yang diperoleh dari validator dan calon pengguna.Kata kunci: asesmen kompetensi minimum, buku suplemen, guru, sekolah dasar.
Changing the Concept of Prospective Primary Education Teachers through Ethnoscience-based Critical Thinking Agus Mukti Wibowo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.10273

Abstract

AbstractA suitable environment as a learning resource can improve critical thinking skills. Increasing critical thinking skills will strengthen the concepts mastered or change the concepts if there is an error in understanding. The purpose of this study is to find out the change or shift of concepts through critical thinking of prospective teachers of primary school in ethnoscience-based learning. It is carried out using questionnaires and interviews to see the concept changes experienced by prospective primary school teachers through critical thinking in ethnoscience learning. The survey results and participant interviews show that the concept change in ethnoscience-based learning occurs because of an increase in critical thinking skills. This increase occurs because of relevant problems that critically encourage prospective primary school teachers to provide argumentation and analysis. The real problems that exist around us and are easy to find in everyday life are about the culture or the surrounding environment. A learning environment based on culture or local wisdom is one of the alternatives that can be used in science learning to increase concern for the environment and the surrounding culture.Keywords: ethnoscience, argumentation, critical thinking.Abstrak Lingkungan, budaya, dan kearifan lokal menjadi inspirasi, imajinasi, dan kreativitas dalam belajar. Lingkungan yang cocok sebagai sumber belajar dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis akan memperkuat konsep yang dikuasai atau mengubah konsep jika terjadi kesalahan dalam pemahaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan atau pegeseran konsep melalui berpikir kritis dari calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar dalam pembelajaran berbasis etnosains. Dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara untuk melihat perubahan konsep yang dialami oleh calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar melalui pemikiran kritis dalam pembelajaran etnosains. Hasil survei dan wawancara partisipan menunjukkan bahwa perubahan konsep pembelajaran berbasis etnosains terjadi karena adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis. Peningkatan ini terjadi karena adanya permasalahan relevan yang secara kritis mendorong calon guru madrasah ibtidaiyah/sekolah dasar untuk memberikan argumentasi dan analisis. Permasalahan nyata yang ada di sekitar kita dan mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah tentang budaya atau lingkungan sekitar. Lingkungan belajar berbasis budaya atau kearifan lokal merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran sains untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan budaya sekitar.Kata kunci: etnosains, argumentasi, berpikir kritis.
Need Analysis of Digital Microlearning Materials with Scaffolding for Generation Z Pre-Service Teachers in Islamic Primary Education Rizki Amelia; Agus Mukti Wibowo; Sigit Priatmoko; Wiku Aji Sugiri; Galih Puji Mulyoto
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.18811

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the need for digital teaching materials based on microlearning with scaffolding to support Generation Z pre-service elementary school teachers. The research method used was a quantitative descriptive survey, with data collected through an online questionnaire filled out by 216 Generation Z students, pre-service teachers in the Madrasah Ibtidaiyah Education Study Program (PGMI) at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. The study results indicate that most students have adequate access to digital devices and the internet and a strong preference for the blended learning method. Students also prefer short and interactive video-based teaching materials, which support flexibility in arranging time and place of study. These findings emphasize the importance of developing microlearning teaching materials for the characteristics of the digital native generation. Scaffolding is identified as a supportive approach in compiling microlearning-based teaching materials. Therefore, it can provide gradual guidance that helps students understand the material more deeply. All in all, this study provides insight into developing teaching materials that are adaptive, effective, and in line with learning needs in the digital era.Keywords: microlearning, scaffolding, Gen Z.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan bahan ajar digital berbasis microlearning dengan scaffolding untuk mendukung calon guru SD Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif kuantitatif, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang diisi oleh 216 mahasiswa Generasi Z calon guru Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki akses yang memadai terhadap perangkat digital dan internet serta preferensi yang kuat terhadap metode blended learning. Mahasiswa juga lebih menyukai bahan ajar berbasis video yang singkat dan interaktif, yang mendukung fleksibilitas dalam mengatur waktu dan tempat belajar. Temuan ini menekankan pentingnya pengembangan bahan ajar microlearning bagi karakteristik generasi digital native. Scaffolding diidentifikasi sebagai pendekatan yang suportif dalam menyusun bahan ajar berbasis microlearning. Dengan demikian, scaffolding dapat memberikan bimbingan bertahap yang membantu mahasiswa memahami materi lebih dalam. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan tentang pengembangan bahan ajar yang adaptif, efektif, dan sejalan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.Kata kunci: pembelajaran mikro, scaffolding, Gen Z.
DESIGNING AND VALIDATING A PROBLEM-BASED LEARNING GAMIFICATION MODEL TO ENHANCE TEACHING COMPETENCIES AMONG PROSPECTIVE ELEMENTARY ISLAMIC SCHOOL TEACHERS Wiku Aji Sugiri; Rizki Amelia; Sigit Priatmoko; Agus Mukti Wibowo; Tsaniyah Nafi&#039;ah
JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education) Vol 10, No 1 (2026): JMIE (JOURNAL OF MADRASAH IBTIDAIYAH EDUCATION)
Publisher : PD PGMI se Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32934/jmie.v10i1.862

Abstract

This research aimed to develop a Problem-Based Learning Gamification (PBLG) model that is valid and practical for prospective Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) teachers. The study employed a Research and Development (R&D) methodology. The developed model was rigorously validated by experts to assess its theoretical foundation, syntactic clarity, and component suitability. Expert validation results have indicated that the model has achieved a very high validity level of 98.12% (categorized as Highly Valid). The PBLG model has been proven to possess a strong theoretical basis and logical syntax, effectively integrating all stages of Problem-Based Learning (PBL) with significant gamification elements designed to enhance student motivation and active engagement. This model is academically sound and holds the potential to serve as an innovative instructional reference to support the development of prospective teachers' competencies within a problem-based learning context.
Needs Analysis of Integrated Ethno-Socioscientific Multimedia to Enhance Elementary Students’ Environmental Awareness Helga Salsabila; Agus Mukti Wibowo; Samsul Susilawati
Experiment: Journal of Science Education Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/experiment.v6i1.42073

Abstract

This research is driven by the "knowledge-behavior gap" among students at MI Baipas Malang, where high environmental knowledge does not translate into real-world action. The study aims to conduct a need assessment for developing multimedia based on Ethno-Socioscientific Issues (Ethno-SSI) to enhance students' environmental awareness. Adopting the Analysis phase of the Lee and Owens model, this qualitative descriptive study used student questionnaires and teacher interviews. Findings show that students are visual-digital learners who require interactive content linked to Malang’s local wisdom, such as water spring preservation (punden). Although school technology is supportive, current materials lack socioscientific dilemmas to trigger critical thinking. In conclusion, developing Ethno-SSI multimedia is urgently needed to bridge the gap between understanding and action through cultural relevance and digital technology. This analysis serves as the foundation for the upcoming design and implementation stages. Key Words: Need analysis; Ethno-Socioscientific Issues; Multimedia; Environmental Awareness;