Articles
Lembar Kerja Siswa Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Sandi Wahyuni;
Oyon Haki Pranata;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (778.246 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7239
Pengembangan lembar kerja siswa (LKS) ini dilatar belakangi dari anggapan guru bahwa lembar kerja siswa adalah kumpulan soal evaluasi yang dikerjakan oleh siswa. Salah satu karakteristik pembelajaran tematik yaitu pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman langsung menjadi latar belakang dalam pengembangan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning. Outdoor learning membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman melalui pengalaman sendiri sehingga pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research yang digunakan untuk menghasilkan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning. Produk lembar kerja siswa berbasis outdoor learning ini dirancang untuk dua kali pertemuan. Pertemuan pertama mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial. Pertemuan kedua mencakup mata pelajaran Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam dan Seni Budaya dan Prakarya. Rancangan lembar kerja siswa berbasis outdoor learning ini divalidasi oleh tiga ahli. Setelah divalidasi tiga ahli dan direvisi kekurangannya, kemudian dilakukukan uji coba sebanyak dua kali. Pada uji coba pertama dan kedua, rata-rata 98.75% siswa menyatakan penggunaan lembar kerja siswa membantu mereka dalam memahami materi. Pada uji coba pertama, hasil analisis lembar kerja siswa terhadap kesesuaian jawaban yakni 86.41%. Pada uji coba kedua, hasil analisis lembar kerja siswa terhadap kesesuaian jawaban yakni 98.71%. Lembar Kerja Siswa pada uji coba 2 kemudian direvisi menjadi produk akhir lembar kerja siswa berbasis outdoor learning.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV di Sekolah Dasar
Rina Rismawati;
Rustono WS;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.907 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi karena pada zaman sekarang ini masih ada sekolah yang menggunakan metode ceramah dimana pembelajaran hanya terpusat pada guru. Pada awal pembelajaran siswa tampak bersemangat namun setelah memasuki kegiatan inti siswa terlihat bosan dan mengantuk sehingga hasil belajar siswa pun tidak optimal.Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental), sedangkan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan variabel terikat yaitu hasil belajar IPS siwa kelas IV di Sekolah Dasar. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Langensari dan SDN Giriwangi Taraju Kabupaten Tasikmalaya. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara tidak terstruktur, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji-t, yang sebelumnya telah diketahui normalitas dan homogenitasnya.Pada kelompok ekperiemn yaitu kelas IV SDN Langensari diperoleh rata-rata nilai pre tes sebesar 42,5 dan rata-rata nilai pos tes sebesar 78,40. Pada kelompok kontrol yaitu kelas IV SDN Giriwangi diperoleh rata-rata nilai pre tes sebesar 45,76 dan rata-rata nilai pos tes sebesar 60. Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,003 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik dari pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah.
Desain Didaktis Keliling Persegi melalui Model Pembelajaran SPADE
Yauma Maulieda Amalya;
Epon Nur'aeni L;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (586.098 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25776
Penelitian ini dilatarbelakangiadanya learning obstacle yang dialami oleh siswa pada hasil studi pendahuluan terkait dengan materi konsep keliling persegi. Hambatan belajar tersebut menyebabkan proses pemahaman siswa pada materi keliling persegi mengalami hambatan, sehingga pemahaman konsep keliling persegi tidak dimiliki oleh siswa secara utuh. Untuk learning obstacle, guru harus mampu merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa terutama karakteristik siswa usia di sekolah dasar. Oleh karena itu, desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keliling persegi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : learning obstacle pada materi keliling persegi, desain didaktis pada materi konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE , implementasi desain didaktis pada materi keliling persegi konsep keliling persegi melalui model pembelajran SPADE, dan tentunya respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis ( Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap : prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Lokasi tempat dilaksankannya penelitian yaitu di SDN 1 Lewo Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dari hasil akhir penelitian adalah bahan ajar berupa LAS (Lembar Aktivitas Siswa) dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah dirancang sebagai alternatif dalam pembelajaran di sekolah dasar untuk mengatasi atau meminimalisir learning obtacle pada pembelajaran matematika khususnya konsep keliling persegi kelas IV Sekolah Dasar.
PENGARUH MEDIA PETA KONSEPTERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TENTANG STRUKTUR BUNGA
Ihsan Nugraha;
Dian Indihadi;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (422.413 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5246
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pembelajaran IPA di kelas IVB SDN 5 Imbanagara Raya Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis yang belum optimal sehingga media peta konsep berpeluang diimplementasikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media peta konsep terhadap hasil belajar siswa tentang stuktur bunga pada pembelajaran IPA di kelas IVB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode pre-eksperimen, sedangkan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah menggunakan teknik tes. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB sebanyak 20 orang siswa. Untuk menjelaskan varibel penelitian ini, maka peneliti menggunakan teori yang dijadikan dasar penelitian, diantaranya: hakikat belajar dan pembelajaran ilmu pengetahuan alam di SD, materi tentang struktur bunga, media pembelajaran, peta konsep, hasil belajar dan pembelajaran dengan menggunakan peta konsep. Hasil pengolahan dan analisis data, antara lain: 1) terdapat perbedaan kemampuan siswa pada saat sebelum dilakukan perlakuan (tretment) ditunjukkan dengan skor Pre-Test, 2) terdapat pengaruh media peta konsep dalam pembelajaran IPA mengenai struktur bunga beserta fungsinya yang ditunjukkan dengan rata-rata hasil Post-Test berada pada kategori sangat tinggi (16,85), sedangkan rata-rata hasil Pre-Test berada pada kategori sedang (8,55), hal tersebut dibuktikan dengan nilai rata-rata normal gain 0,75 (cukup efektif), 3) pengaruh penggunaan media peta konsep terhadap hasil belajar siswa tentang stuktur bunga pada pembelajaran IPA di kelas IVB SDN 5 Imbanagara Raya adalah sebesar 45,4%.
Pengaruh Metode Eksperimen terhadap Pemahaman Siswa tentang Gaya dapat Mengubah Gerak suatu Benda
Nurul Hasanah;
Yusuf Suryana;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.553 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7257
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya variasi metode pembelajaran oleh guru dalam kegiatan pembelajaran IPA di SD. Guru cenderung menggunakan metode ceramah atau hanya sekedar pemindahan konsep yang kemudian menjadi hapalan siswa. Sehingga suasana pembelajaran IPA menimbulkan kejenuhan pada diri siswa yang berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa. Selain itu, pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda masih rendah. Untuk mengatasi rendahnya pemahaman konsep siswa peneliti memilih dan menggunakan salah satu metode yang sesuai dengan karakteristik siswa SD yaitu metode eksperimen. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Sedangkan tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan metode eksperimen terhadap pemahaman siswa dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian jenis Quasi Eksperimen dengan desain penelitian berdasarkan Nonequivalent Control Group. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 2 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang digunakan peneliti adalah tes pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen. Pengumpulan data diperoleh dari data hasil pretest dan postest. Analisias data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif dengan bantuan Microsoft Excel 2007 dan program SPSS 16.0 dan analisis data kualitatif hasil observasi. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen sesuai dengan tahap pelaksanaannya, terdapat pengaruh dari metode eksperimen terhadap pemahaman konsep siswa tentang gaya dapat mengubah gerak suatu benda dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional.
Meningkatkan Kecerdasan Naturalis melalui Metode Observation, Investigation dan Experiment dalam Materi Tumbuhan dan Hewan
Irwan Faisal Rahman;
Yusuf Suryana;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (703.528 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12914
Penelitian ini bertujuan untuk mengethaui cara meningkatkan kecerdasan naturalis dengan menggunakan metode observation, investigation dan experiment dan apakah terdapat perbedaan peningkatan kecerdasan naturalis antara siswa yang diberikan perlakukan menggunakan metode observation, investigation dan experiment dengan siswa yang diberikan perlakuan menggunakan metode konvensional (ceramah). Penelitian ini dilaksankan di SD Negeri Sukamenak Indah dan SD Negeri Cidatar 02 pada bulan Mei – Juli 2018. Jenis penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Sampel penelitian ini 20 pada siswa SD Negeri Sukamenak Indah untuk kelas eksperimen, dan 20 siswa SD Negeri Cidatar 02 pada kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu Sampling Jenuh, instrument penelitian yang digunakan adalah berupa tes berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitas dan reabilitasnya. Adapun teknik pengumpulan data berupa tes (pretest-postest) berjumlah 20 soal dan lembar observasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan penelitian menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode diterapkan dapat meningkatkan kecerdasan naturalis pada pembelajaran IPA materi tumbuhan dan hewan. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 48 dan nilai post-test sebesar 81. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 53,5 dan nilai post-test sebesar 69,75. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,005 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode observation, investigation dan experiment memberikan peningkatan yang sigifikan terhadap kecerdasan naturalis siswa pada pembelajaran IPA materi tumbuhan dan hewan.
Penerapan Model Inkuiri Penemuan Terbimbing terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Sifat-sifat Cahaya
Arif Rahman;
Akhmad Nugraha;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (517.608 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7144
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA yang menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing di kelas eksperimen dengan model konvensional di kelas kontrol di kelas V SD Negeri Pahlawan Kota Tasikmalaya. Jenis metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Dari hasil analisis data, kelas eksperimen mengalami peningkatan pemahaman pada kategori sedang dari rata-rata 43,79 menjadi 68,10, sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan pemahaman pada kategori rendah dari rata-rata 43,97 menjadi 58,28. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata N-Gain, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 yang berarti pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing lebih baik dari pada menggunakan model konvensional.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Outdoor di Sekolah Dasar
Muhamad Rifqi Waldani;
Oyon Haki Pranata;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.585 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7305
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain pembelajaran berbasis outdoor pada kurikulum 2013 edisi revisi 2016 subtema ayo cintai lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Cibeureum dan SDN Citapen kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini ialah 1) mendapatkan informasi tentang desain pembelajaran yang biasa digunakan di Sekolah Dasar; 2) menghasilkan rancangan desain pembelajaran berbasis outdoor; 3) mendapatkan gambaran tentang penggunaan desain pembelajaran berbasis outdoor; 4) menghasilkan produk akhir desain pembelajaran berbasis outdoor. Penelitian ini dilakukan karena pembelajaran di beberapa sekolah dasar Kota Tasikmalaya terdapat kejenuhan dan kebosanan. Penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Design Based Research dengan menggunakan tahapan penelitian menurut Reeves, yaitu: 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif; 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle, yang ada dan inovasi teknologi; 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis; 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain pembelajaran yang telah dikembangkan valid dan dapat digunakan. Kevalidan ditunjukkan dari hasil validasi oleh validator ahli dan keterpakaian dari hasil uji coba sebanyak 2 kali uji coba dengan 4 kali pertemuan. Respon siswa kategori positif sebesar 96,88%. Respon guru pada uji coba menyatakan sudah bagus, mudah difahami dan dapat digunakan di sekolah dasar. Desain pembelajaran berbasis outdoor ini dapat dijadikan alternatif oleh guru dalam melakukan proses pembelajaran yang mengembangkan proses pembelajaran yang menarik dan bermakna.
Penggunaan Bahasa Gaul Pada Peserta Didik Sekolah Dasar
Diyan Suprapti;
Seni Apriliya;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.039 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39247
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya peserta didik sekolah dasar (SD) yang menggunakan variasi bahasa gaul. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan dan pemerolehan bahasa gaul berdasarkan gender pada peserta didik SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei menggunakan kuisioner 100 kosa kata bahasa gaul dengan partisipan 20 peserta didik laki-laki dan 20 peserta didik perempuan kelas VI di salah satu SD di kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukan peserta didik SD memahami dan menggunakan bahasa gaul untuk berkomunikasi. Peserta didik perempuan lebih aktif menggunakan bahasa gaul daripada peserta didik laki-laki. Bahasa gaul yang digunakan oleh peserta didik diperoleh dari media sosial seperti youtube dan tiktok serta dari komunikasi yang dilakukan di lingkungan sekitar. Terdapat tujuh bentuk bahasa gaul yang paling sering digunakan oleh peserta didik SD yaitu; (1) bentuk kata ganti, seperti kata ganti saya atau aku menjadi kata gua, (2) bentuk serapan, seperti kata epribadih yang berasal dari serapan bahasa Inggris kata everybody, (3) bentuk pemenggalan, seperti kata gosah pemenggalan dari kata ga usah atau tidak usah, (4) bentuk kontraksi, seperti kata mabar yang berasal dari frasa main bareng, (5) bentuk akronim, seperti kata OTW yang berasal dari kata On The Way (6) bentuk inversi, seperti kata kuy yang berasal dari kata “yuk”, (7) bentuk kreatif, seperti kata yoi yang berasal dari kata “iya”.
Analisis Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Kegiatan Kewirausahaan “Market Day” di SD IT Abu Bakar Ash-Shiddiq
Feby Febriyanti;
Ahmad Mulyadiprana;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (773.102 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32926
Penanaman dan pengembangan nilai-nilai karakter merupakan tanggung jawab bersama, baik itu di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Karakter akan terbentuk bila aktivitas dilakukan secara rutin dan berulang sehingga menjadi suatu kebiasaan, tidak hanya menjadi suatu kebiasaan bagi siswa tetapi sudah menjadi suatu karakter. Peneliti tertarik akan suatu kegiatan yang di laksanakan di SD IT Abu Bakar Ash-Shiddiq yaitu market day. Market day merupakan suatu kegiatan kewirausahaan di sekolah tersebut guna melatih siswa menerapkan nilai-nilai positif dari kegiatan tersebut menjadi suatu kebiasan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengapa sekolah tersebut bisa melaksanakan kegiatan market day termasuk bagaimana perencanaan, pelaksanaan, serta hasil atau efektivitas dari kegiatan tersebut apakah kegiatan tersebut berpengaruh terhadap karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Dalam pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan lembar studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan berupa analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan market day berpengaruh terhadap kebiasaan hingga karakter peserta didik. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai-nilai karakter yang peserta didik miliki berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan market day seperti jujur, disiplin, terampil, inovatif, bertanggung jawab dan berani.