Articles
Peran Orangtua Dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus Di SDN Sukasetia
Novitasari, Selvi;
Mulyadiprana, Ahmad;
Nugraha, Akhmad
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 3 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i3.64422
Pendidikan ini merupakan hak seluruh setiap insan yang bernyawa,termasuk Anak berkebutuhan khusus yang merupakan orang-orang dengan keterbatasan. Pendidikan inklusi sebagai upaya dalam penyelenggaraan pendidikan bagi ABK. Akan tetapi dalam kenyataannya, tidak sedikit anak berkebutuhan khusus dimasukan ke sekolah reguler sehingga membuat anak tersebut mendapatkan tekanan dan juga ketidaksesuaian lingkungan yang menyebabkannya rendahnya dalam penerimaan diri sehingga semakin terpuruk. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mempelajari suatu kondisi tertentu secara intensif dan mendalam terkait peran orang tua dalam pembelajaran siswa berkebutuhan khusus sekolah dasar umum di SDN Sukasetia. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam proses pembelajaran ABK baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini dikarenakan orang tua merupakan orang terdekat bagi ABK dalam menjalani kehidupannya. Pendidikan yang didalamnya termasuk pembelajaran didapatkan oleh ABK bermula dari orang tua yang berada di lingkungan pertamanya yakni lingkungan keluarga. Dalam pemerolehan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus keterlibatan seluruh pihak yang berkaitan dengan pembelajaran dan juga lingkungan terdekat anak sangat dibutuhkan. Maka kolaborasi dan komunikasi senantiasa dijalin antara wali kelas dan orang tua terkait proses belajar anak berkebutuhan khusus. Kolaborasi yang senantiasa dilakukan oleh orang tua dan guru diantaranya (a) mengkomunikasikan perilaku ABK di dalam kelas kepada orang tua bergitupun sebaliknya, (b) mengamati dan memberitahukan kepada orangtua terkait kendala dan perkembangan ABK. Hal tersebut merupakan upaya khusus yang dilakukan sebagai bentuk pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Media Benda Konkret pada Materi Pecahan Senilai di Kelas IV SDN 2 Kersaratu
Diki Wahyudi;
Akhmad Nugraha;
Dina Syaflita
Indonesian Journal of Integrated Science and Learning Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Journal of Integrated Science and Learning
Publisher : Kilau Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60041/ijisl.v1i1.30
This study aims to improve student learning outcomes on equivalent fraction material in class IV SDN 2 Kersaratu by using concrete objects as media. The subjects in this action research were fourth grade students consisting of 4 male students and 3 female students. Data collection techniques are carried out through four stages, namely: (a) action planning; (b) implementation of actions; (c) observing actions; and (d) reflection. The research was conducted in three improvement cycles. The results of this action research show that student learning outcomes increase after learning is carried out using concrete object media. In cycle 1, only 2 students passed with a percentage of 28.57%. In cycle 2, the number of students who passed increased to 4 students with a percentage of 57.14%. In cycle 3, as many as 6 students completed with a percentage of 85.72%. The use of concrete object media effectively really helps students in understanding fractional material worth in this study. Thus, it is suggested to fourth grade teachers at SDN 2 Kersaratu to use concrete object media in learning this material in order to improve student learning outcomes.
KEMAMPUAN MUSIKALITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR KANAAN GLOBAL SCHOOL DI KOTA JAKARTA
Monica, Monica;
Respati, Resa;
Nugraha, Akhmad
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 7, No 2 (2023): Attadib: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32507/attadib.v7i2.1364
Salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan sendiri merupakan kemampuan kognitif yang tidak terpisahkan dari aktivitas pikiran manusia, salah satu hal yang membedakan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah kecerdasan yang dimilikinya. Howard gardner mengemukakan manusia mempunyai sembilan kecerdasan, pada penelitian ini akan membahas tentang kecerdasan musikal. Penelitian ini penting dilakukan karena kemampuan musikalitas merupakan kemampuan bawaan yang melekat pada diri anak dan sudah ada sejak manusia dilahirkan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat tes musikal dengan empat indikator seperti menirukan nada, menirukan ritme, menirukan melodi dan merespon ritme. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan cukup musikal (CM) sebanyak 44 siswa (31%), tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan musikal (M) sebanyak 74 siswa (53%) dan tingkat kemampuan musikalitas terkategorikan sangat musikal (SM) sebanyak 22 siswa (16%). Dengan demikiran dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar siswa sekolah dasar Kanaan Global School di Kota Jakarta terkategorikan Musikal dengan perolehan jumlah sebanyak 74 siswa (53%) dari 140 siswa secara keseluruhan.Kata kunci: Kecerdasan, Musikalitas, Pendidikan seni musik, Pembelajaran.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN SIKLUS HIDUP HEWAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA SISWA KELAS IV SDN MUGARSARI
Elsani, Sovia;
Nugraha, Akhmad;
Suryana, Yusuf
Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 2, No 2 (2020): Metaedukasi
Publisher : Universitas Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37058/metaedukasi.v2i2.2511
Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Mugarsari Kota Tasikmalaya bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar siswa SD di Mugarsari. Sekolah dasar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Mugarsari Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan model penelitian eksperimen semu. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis dalam bentuk obyektif, dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimenyang menggunakan media video lebih tinggi daripada kelas kontrol yang tidak menggunakan media video. Berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan program SPSS versi 20.0 diperoleh nilai thitung = 2.127 dan t tabel = 2.034 dengan tingkat signifikan (a = 0.05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas tersebut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) TERHADAP KEMAMPUAN MUSIKALITAS SISWA SEKOLAH DASAR
Euis Aminah Qodarwati;
Resa Respati;
Akhmad Nugraha
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/jcp.v8i4.2657
Penelitian ini dilatarbelakangi karena masih rendahnya kemampuan musikalitas peserta didik dikarenakan guru yang hanya menggunakan model pembelajaran konvensional dan hanya terdapat 90% siswa dalam kategori kurang musikal dan 10% siswa dalam kategori tidak musikal. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah tes, rubrik penilaian dan observasi. Data yang diperoleh berupa data hasil tes dan rubrik penilaian sebagai data primer dan hasil observasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif. Hipotesis penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan musikalitas peserta didik.
Pengembangan media pop-up book pada materi daur hidup hewan untuk siswa sekolah dasar
Nurparidah, Dewi Sinta;
Nugraha, Akhmad;
Merliana, Anggit
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v8i1.23038
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengadaan serta pengembangan media pembelajaran IPA di sekolah dasar khususnya materi daur hidup hewan kelas IV sekolah dasar. Oleh karena itu peneliti merancang serta mengembangkan media pembelajaran pop-up book. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book pada materi daur hidup hewan di kelas IV Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, and evaluation). Data dari penelitian ini dikumpulkan dari melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, penilaian para ahli, serta angket respon siswa pada saat uji coba dilaksanakan. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa media yang dirancang serta dikembangkan sangat layak dan praktis untuk digunakan pada pembelajaran di sekolah.
Analisis kebutuhan pengembangan e-modul berbasis 7th SDGs pada materi energi di sekolah dasar
Putri, Silvi Kharisma;
Nugraha, Akhmad;
Putri, Agnestasia Ramadhani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/collase.v8i1.23087
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan e-modul berbasis 7th SDGs pada materi energi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis kualitatif model Miles & Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan ajar yang tersedia di sekolah belum memenuhi kebutuhan peserta didik untuk dapat belajar mandiri interaktif karena masih menggunakan bahan ajar berbentuk cetak. Dengan demikian, dibutuhkan inovasi melalui pengembangan e-modul yang interaktif dan sesuai kebutuhan peserta didik. Diharapakan dengan adanya e-modul berbasis 7th SDGs dapat mendukung tercapainya tujuan SDGs yang ketujuh dan menyadarkan generasi penerus agar mampu menjaga ketersediaan energi agar dapat digunakan secara terus-menerus oleh generasi yang akan datang. Penelitian ini hanya membahas mengenai kebutuhan pengembangan, sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan e-modul berbasis 7th SDGs di sekolah dasar. Kata Kunci: Analisis Kebutuhan, E-Modul, 7th SDGs
Video Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Outdoor Learning Di Sekolah Dasar
Zaina Al Fath;
Oyon Haki Pranata;
Akhmad Nugraha
Indonesian Journal of Primary Education Vol 2, No 1 (2018): Indonesian Journal of Primary Education: June 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v2i1.13753
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan video pelaksanaan pembelajaran berbasis outdoor learning. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memberikan tayangan hasil skenario perangkat pembelajaran berbasis outdoor learning; 2) menginformasikan perangkat pembelajaran yang telah diujicobakan yang dapat digunakan khalayak ramai khususnya dalam dunia pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research. Pengembangan metode ini terdiri dari empat tahap yaitu 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle yang ada dan inovasi teknologi 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Identifikasi dan analisis masalah dilakukan di beberapa sekolah dasar di kota Tasikmalaya, antara lain SDN 1 Cibeureum dan SDN Citapen. Kemudian hasil dari identifikasi dan analasis tersebut dikembangkan solusi dengan perancangan perangkat pembelajaran dan diujicobakan. Hasil ujicoba satu dilakukan untuk mendapatkan rancangan video pembelajaran. Video pembelajaran ujicoba satu ditayangkan kepada narasumber untuk melihat respon terhadap video pembelajaran berbasis outdoor learning. Setelah respon didapatkan terdapat perbaikan dan dilakukan ujicoba dua untuk validasi produk akhir, namun validasi ahli pun masih banyak perbaikan dan peneliti melakukan perbaikan kembali. Setelah diminimalisir kekurangan dari beberapa tahapan tersebut, hasil penelitian berupa 1) video pelaksanaan pembelajaran berbasis outdoor learning; 2) validasi oleh para ahli dinyatakan bahwa video pelaksanaan pembelajaran ini layak digunakan sebagai contoh implementasi pembelajaran pada kurikulum 2013 Edisi Revisi.
Peningkatan Pemahaman Konsep Rumus Luas Daerah Segitiga Menggunakan Multimedia Interaktif
Aji Mustajin;
Epon Nur’aeni L;
Akhmad Nugraha
Indonesian Journal of Primary Education Vol 3, No 1 (2019): Indonesian Journal of Primary Education: June 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ijpe.v3i1.18602
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil analisis studi pendahuluan yang peneliti lakukan di SD kelas IV yaitu masih terdapat permasalahan pada pelajaran matematika mengenai konsep rumus luas daerah segitiga. Permasalahan tersebut muncul antara lain dalam hal penggunaan media. Penggunaan media pada pembelajaran matematika sangat membantu siswa dalam memahami suatu konsep matematika. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti akan melakukan penelitian dengan menggunakan multimedia interaktif berbasis Adobe Flash. Adobe Flash merupakan program pengelola animasi yang banyak digunakan oleh para desainer animasi yang mampu membuat berbagai project menjadi sangat menarik. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri di wilayah Kota Tasikmalaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan bentuk desain Quasi Experimental berbentuk Nonequivalent Control Group Design dan teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan teknik tes berupa esay. Teknis analisis data menggunakan Microsoft Word 2010 dan aplikasi SPSS 16.0. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemahaman konsep siswa pada materi luas daerah segitiga mengalami peningkatan dengan menggunakan multimedia interaktif.
KEMAMPUAN MUSIKALITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR KANAAN GLOBAL SCHOOL DI KOTA JAKARTA
Monica, Monica;
Respati, Resa;
Nugraha, Akhmad
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19517
Salah satu tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Kecerdasan sendiri merupakan kemampuan kognitif yang tidak terpisahkan dari aktivitas pikiran manusia, salah satu hal yang membedakan antara manusia dengan makhluk hidup lainnya adalah kecer-dasan yang dimilikinya. Howard gardner mengemukakan manusia mempunyai sembilan kecerdasan, pada penelitian ini akan membahas tentang kecerdasan musikal. Penelitian ini penting dilakukan karena kemampuan musikalitas merupakan kemampuan bawaan yang melekat pada diri anak dan sudah ada sejak manusia dilahirkan. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan alat tes musikal dengan empat indikator seperti menirukan nada, menirukan ritme, menirukan melo-di dan merespon ritme. hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan cukup musikal (CM) sebanyak 44 siswa (31%), tingkat kemampuan musikalitas siswa terkategorikan musikal (M) sebanyak 74 siswa (53%) dan tingkat kemampuan musikalitas terkategorikan sangat musikal (SM) sebanyak 22 siswa (16%). Dengan demikiran dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar siswa sekolah dasar Kanaan Global School di Kota Jakarta terkategorikan Musikal dengan perolehan jumlah sebanyak 74 siswa (53%) dari 140 siswa secara keseluruhan.