Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Diorama pada Pembelajaran Subtema Ayo Cintai Lingkungan di Sekolah Dasar Arie Megawatie Sa'bani; Akhmad Nugraha; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.554 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7139

Abstract

Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pengintegrasian mata pelajaran atau tematik terpadu  yang   menginspirasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar. Hal ini tercantum dalam  Permendikbud No. 24 Tahun 2016 menegasakan bahwa Kurikulum 2103 untuk sekolah dasar didesain dengan menggunakan pembelajaran tematik terpadu kecuali mata pelajaran matematikan dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Pemberian pengalaman belajar merupakan hal penting, karena peserta didik akan belajar secara lebih bermakna. Media merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pembelajaran bermakna. Namun fakta dari hasil studi pendahuan ke dua sekolah dasar di Kota Tasikmalaya yaitu SDN 1 Cibeureum, dan SDN Citapen, diperoleh informasi terkait penggunaan media yang hanya sebatas pada media praktis dan didominasi penggunaan media gambar. Berdasarkan hal tersebut, peneliti bermaksud melakukan penelitian pengembangan yang pada akhirnya dihasilkan produk berupa media pembelajaran diorama pada pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan dengan menggunakan metode penelitian design based research model reeves.  Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik kelas IV yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan angket/kuisioner. Rancangan produk dinyatakan layak diujicoba berdasarkan hasil validasi ahli. Kegiatan uji coba dilakukan sebanyak dua kali di sekolah yang berbeda. Uji coba yang pertama dilakukan di SDN 1 Cibeureum dan uji coba dua di SDN Citapen. Hasil uji coba menunjukan bahwa media yang dikembangkan mendapatkan respon positif dari seluruh siswa, dan dapat menjadi solusi bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Produk akhir berupa media pembelajaran diorama pada pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan untuk kelas IV Sekolah Dasar. Kata kunci: Media Diorama, pembelajaran subtema ayo cintai lingkungan. 
E-MODUL BERBASIS EDUCATION FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT TOPIK HIDROPONIK UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Rizal Fauzi; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 4 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.483 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i4.54034

Abstract

Analisis Desain Kognitif Video Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi Ilmiah Kelas VI SD Mimin Rasmiati; Seni Apriliya; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.766 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.36285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain kognitif video pembelajaran yang terdapat dalam aplikasi Ruangguru topik “Teks Eksplanasi” Subtopik “Menulis Teks Eksplanasi Ilmiah”.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode analisis konten. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi nonpartisipan menggunakan instrumen analisis desain kognitif terhadap empat video pembelajaran dalam aplikasi Ruangguru, mencakup aspek akurasi (kesalahan fakta, kesalahan pengucapan, dan kesalahan penulisan), aspek kelengkapan (pengantar tugas, tujuan, dan fokus tutor pada pemilihan alat dan mengatur kebutuhan penonton), aspek ketepatan (fokus pada konten yang tepat, detail yang ditambahkan mampu membantu penonton untuk mengerjakan materi yang lainnya, dan video tidak over backsound, efek dan lainnya). Sumber data penelitian yaitu empat video pembelajaran topik “Teks Eksplanasi” Subtopik “Menulis Teks Eksplanasi Ilmiah” dalam aplikasi Ruangguru. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek akurasi video terdapat kesalahan penulisan pada judul pada video kedua dan kesalahan pengucapan oleh tutor pada video ketiga. Aspek kelengkapan video, mengenai pengantar tugas dan tujuan dipaparkan berbeda dalam masing-masing video, dalam pemilihan alat dalam video sama, yakni dengan tampilan berupa gambar dan tulisan. Aspek ketepatan keempat video fokus pada konten yang tepat dan detail yang ditambahkan pada masing-masing video membantu penonton untuk mengerjakan materi yang lainnya. Dalam pemaparan materi, suara tutor dapat terdengar jelas dikarenakan tidak terdapat gangguan lagu, suara latar belakang atau kebisingan lain dan efek yang digunakan tidak berlebihan sesuai dengan kebutuhan, seperti pada awal ketika pembukaan, transisi bahasan, dan penutup pada video. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat atau mengembangkan video pembelajaran yang berkualitas ditinjau dari desain kognitif.
Analisis Hambatan Pembelajaran (Learning Obstacle) Siswa Pada Materi Luas Daerah Persegi Panjang Zeerin Tastbita; Epon Nur'aeni L; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25323

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang hambatan belajar pada materi luas daerah persegi panjang di sekolah dasar dan solusi untuk mengatasi hambatan pembelajaran. Pada umumnya dalam menyampaikan materi, guru mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku referensi namun hambatan belajar pada pembelajaran tidak diperhatikan. Hambatan belajar didefinisikan sebagai gangguan dari eksternal maupun internal yang dialami siswa sehingga menyebabkan kesulitan dalam suatu pembelajaran. Hambatan belajar ditemukan pada siswa dalam pembelajaran materi luas daerah persegi panjang. Maka dari itu, penting dilakukan sebuah penelitian untuk mengkaji hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar dan menentukani solusi mengatasi hambatan pembelajaran tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar, dan menentukan solusi mengatasi hambatan belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Siswa mengalami hambatan pembelajaran pada pemahaman konsep persegi panjang dan konsep luas daerah persegi panjang. Terlihat dari hasil studi pendahuluan, wawancara dan skala sikap siswa, dalam pembelajaran persegi panjang siswa mengalami didactical obstacle, ontogenic obstacle, dan  epistimological obstacle. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan belajar yaitu dengan merancang suatu desain didaktis pembelajaran. Racangan desain didaktis dapat dikemas menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat mengatasi hambatan pembelajaran yang dialami siswa sesuai dengan tahap kognitif siswa di kelas IV sekolah dasar.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Menggunakan Strategi React Perubahan Wujud Benda di Kelas V Sekolah Dasar Diana Apriyani; Ghullam Hamdu; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.579 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26176

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengembangkan LKS sebagai salah satu penunjang pembelajaran siswa mengenai perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar. LKS yang dikembangkan peneliti menggunakan strategi REACT, LKS yang dikembangkan mengacu pada tahapan strategi REACT, yaitu Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transfering. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Educational Design Research (EDR). Menurut Mc Knney reevers, terdapat 3 tahapan penelitian EDR yaitu : 1) Tahapan analisis dan eksplorasi 2) Tahap desain dan kontruksi 3) Tahapan evaluasi dan refleksi Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Citeureup di Kabupaten Ciamis , dengan melibatkan guru dan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan studi literature dan studi lapangan yaitu obhservasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuisioner respon siswa. Hasil Penelitian ini, menjadikan LKS sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Dari data hasil rancangan produk penelitian berdasarkan hasil validasi beberapa validator ahli bidang dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS menggunakan strtegi REACT perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar layak diujicobakan menjadi salah satu media yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi perubahan wujud benda. LKS berbasis startegi REACT dapat diajdikan alternatif guru sebagai media penunjang pembelajaran lhusunya materi perubahan wujud benda.
Pengembangan E-Modul Topik Penjernihan Air Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di Sekolah Dasar Firda Firda; Ghullam Hamdu; Akhmad Nugraha
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.3114

Abstract

This project seeks to create an e-module product for class v of elementary school on the subject of ESD-based water purification. DBR (Design Based Research), which takes the shape of a research design focusing on development, is the methodology employed in this study. A class V teacher interview was undertaken to determine the availability of modules in elementary schools prior to the development. The next step was to design a VFT (virtual field trip) product that featured an e-module after FGDs were conducted to examine the issues in the school. In order to design module products with the subject of ESD-based water purification, it is necessary to first analyze basic competencies (KD), identify indicators of achievement of competencies and learning objectives, gather necessary supplementary materials, examine the applications used to process and produce e-module media programs, and create a product prototype draft module. The KD that was examined included KD 3.8 and KD 4.8 for science, KD 3.4 and KD 4.4 for mathematics, and KD 3.2 and KD 4.2 for Indonesian. Canva is the program used to design modules. An internet tool called Canva can be used to make educational media. Validation comes next when the module has been finished being drafted by using the Canva program. Three expert teams carried out the validation. There are a number of things that need to be added and modified based on the findings of the validation.
Pengaruh Media Video Siklus Hidup Hewan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Mugarsari Sovia Elsani; Akhmad Nugraha; Yusuf Suryana
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 2 (2019): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ebj.v1i2.26823

Abstract

Video media can help students in effectively understanding to abstract concepts. Many students did not perform their work and difficult to understand the abstract concept of the animals’ life cycle. The lack of understanding was caused by the lack interactive and conventional material delivery by the teacher. Teacher tried to improve students’ learning outcomes by developing strategies in learning science through videos. Therefore, this study aimed to describe the use of video media on the animals’ life cycle material on fourth grade learning outcomes. This quantitative research used quasi experimental design with pre-test and post-test by using a written test as instrument. The subjects of this study were students of class A and B of fourth grade of Mugarsari Elementary School. Based on the findings, the implementations of learning through videos positively enhance learning outcomes. By well-designed research plan and implementation of activities through learning videos, the students’ learning outcomes of experimental class improved. The the average score of experimental class learning outcomes by using video media is higher than the control class without using video media. Based on testing the hypothesis using the SPSS program version 20.0, t obtained 2.127 was higher than table of 2.034 with a significant level (α = 0.05). It concluded that there is a significant different on students’ understanding before and after learning by using video
Desain Didaktis Luas Daerah Segi Empat Sembarang Berbasis Model Pembelajaran SPADE Dwi Utami; Epon Nur’aeni; Akhmad Nugraha
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2020): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ebj.v2i1.26427

Abstract

This research was motivated preliminary studies results on non optimal the students’ ability of scalene rectangular area and the obstacle leraning experienced by students. The effort made by the teacher to overcome the learning obstacle is to design learning based on students’ needs and characteristics. In the implementation the teacher should adjust the design in accordance with the classroom situations and conditions. The purpose of this study were to describe the didactic design of scalene rectangular area based on the SPADE learning model for fourth grade students of elementary schools and  to describe the implementation and responses of teachers and students toward  the didactic design of scalene recrangular area based on the SPADE learning models in elementary schools. The research method used was a qualitative by DDR (Design Didactial Research) model consisting of three stages: prospective analysis, metapedadidactic analysis, and restropective analysis. This research was conducted in the fourth grade. The instrument of data collection used essay question on scalene rectangular area. The results of the study is a teaching materials in form of student activity sheets and lesson plans that were developed as alternatives in primary schools learning to minimize learning obstacles in mathematics learning in forth grade of elementary schools.
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP ANALISIS KONSEP PERUBAHAN WUJUD BENDA DI KELAS V Ikwal Hanafi; Akhmad Nugraha; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 2 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i2.62788

Abstract

Kompetensi Literasi dan Numerasi Berbasis Education for Sustainable Development di Sekolah Dasar Yayu Umul Umroh; Ghullam Hamdu; Akhmad Nugraha; Deni Hadiana
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v8i1.2364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi dan numerasi berbaisis Education For Sustainable Development (ESD) di Sekolah Dasar. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas 4 di salah satu SD di Kabupaten Tasikmalaya. Pengambilan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan test. Soal tes yang saat ini dibuat dan dikembangkan oleh guru masih belum mengukur kompetensi literasi dan numerasi, tingkat kemampuan berfikirnya masih rendah, dan masih belum berbasis Education For Sustainable Development (ESD). Berdasarkan tes yang dilakukan melalui soal tes literasi dan numerasi berbasis ESD yang kemudian dianalisis melalui pemodelan Rasch melalui person measure berdasarkan perbandingan nilai standar deviasi dan nilai logit menunjukan bahwa abilitas peserta didik dalam kompetensi literasi dan numerasi berbasis ESD masih rendah.