Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Dampak Blue Light Terhadap Kesehatan Mata Siswa Man Kota Cimahi Istianah Istianah; Muhammad Deri Ramadhan; Dena Khaerunnissa Azzis; Siti Mauludi Pitri; Siti Sepa Julianti; Dina Tazkia Patimah; Fauzan Nurhidayat; Irwan Juliheryana; Nabila Septiani Putri; Nazwa Kamila Hasan; Siti Nurfauziah; Sri Winangsih
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/tdgx5z75

Abstract

Miopia merupakan salah satu kelainan penglihatan yang paling banyak dialami oleh remajadan dipengaruhi oleh tingginya paparan blue light dari penggunaan gadget yang semakin meningkat. Kondisi ini dapat menurunkan ketajaman penglihatan sehingga berdampak pada proses belajar dan kualitas hidup siswa/i. Berdasarkan hasil survei awal, siswa/I MAN Kota Cimahi menunjukan kebutuhan penigkatan pemahaman terkait risiko dan pencegahan miopia. Kegiatan pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan tentang “Miopia Pada Remaja: Mencegah Dan Mengelola Rabun Jauh”. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, quiz, dan pembagian leaflet. Materi mencakup pengertian miopia, faktor risiko, dampak paparan blue light, tanda dan gejala, komplikasi, serta strategi pencegahan. Hasil kegiatan menunjukan meningkatnya antusiasme dan pemahaman peserta, yang ditandai dengan partisipasi aktif dalam diskusi serta kemampuan menjawab pertanyan dengan benar pada sesi evaluasi. Kegiatan ini penting dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam meminimalkan progresivitas miopia serta mendorong kebiasaan penggunaan gadget yang sehat pada remaja
Pendidikan Kesehatan Combustio Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja di SMK PU Negeri Bandung Muhammad Deri Ramadhan; Tentry Fuji Purwanti; Tsulits Alaziza Adiguna Fikhra; Elisa Sophia Nur Rohmani; Indri Setiawati; Linda Mayliana; Bella Noviyanti Ruhiyat; Elvira Malia Chandra; Wulandina Wulandina; Mega Nazwah Fadila; Vindi Intan Nurani; Arjun Hibbanuloh
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7my57306

Abstract

Combustio atau luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang terjadi akibat paparan langsung terhadap sumber panas seperti api, cairan atau lemak panas, uap panas, radiasi, listrik atau bahan kimia. Di indonesia sendiri angka kejadian luka bakar tergolong tinggi, dimana lebih dari 250 jiwa per tahun meninggal akibat luka bakar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penanganan luka bakar melalui pendidikan kesehatan di SMK Pekerjaan Umum Negeri Bandung dengan melibatkan 29 siswa/i. Metode yang diterapkan bersifat edukatif, meliputi pre-test, pemaparan materi menggunakan media PowerPoint dan leaflet, diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan signifikan, di mana pada pre-test (41,4% baik, 48,3% cukup, 10,3% kurang) menjadi (96,6% baik). Hal ini membuktikan efektivitas metode edukatif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang luka bakar dan penanganan awalnya. Pengabdian ini menegaskan pentingnya eduksi kesehatan di sekolah sebagai upaya preventif dan promotif, sehingga siswa dapat mencegah risiko serta menangani luka bakar secara tepat, berkontribusi pada keselamatan masyarakat.   
Luruskan Punggungmu Luruskan Masa Depanmu Cegah Skoliosis Sejak Dini di SMA Negeri 3 Cimahi Muhammad Deri Ramadhan; Sri Ulina; Vina Helviana; Silvia Agustina; Nadzira Alfi Wahyuni; Lintang Zahra Febrianti; Tiara Juliani; Dwi Lastin Nafisah; Agnes Marthen; Syndi Sofia Ristiana
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cyts5578

Abstract

This community health education activity was carried out to increase students’ knowledge and awareness regarding early detection and prevention of scoliosis, a spinal deformity commonly found in adolescents. The program targeted 34 students of SMA Negeri 3 Cimahi and aimed to provide accurate information about signs, risk factors, and preventive behaviors related to scoliosis. The method included preliminary assessment, coordination with school partners, health education through lectures, discussions, demonstrations of Adam’s Forward Bend Test, and distribution of educational leaflets. Evaluation was conducted through pre-test and post-test. The results showed a significant improvement, with 95% of students demonstrating better understanding of scoliosis symptoms and 90% being able to identify early detection steps. Students also displayed increased awareness of maintaining proper posture and reducing daily risk factors such as carrying heavy bags on one side. Overall, this activity effectively enhanced students’ knowledge and encouraged positive preventive behavior, supporting early scoliosis detection efforts in the school environment.  
Pendidikan Kesehatan tentang Skoliosis dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMA Muhamad Deri Ramadhan; Citra Natalia Waruwu; Refa Nafidzah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/gcv10595

Abstract

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang banyak terjadi pada remaja, terutama skoliosis idiopatik, namun sering tidak terdeteksi sejak dini akibat rendahnya pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan postur tubuh. Kebiasaan duduk yang salah, membawa tas sekolah yang berat dan tidak ergonomis, serta kurangnya aktivitas fisik yang tepat menjadi faktor risiko yang sering dijumpai pada siswa sekolah menengah atas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai skoliosis serta upaya pencegahannya melalui pendidikan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan dengan penyuluhan, pemaparan materi, diskusi, dan kuis interaktif yang dilaksanakan pada siswa/i SMAN 3 Cimahi. Materi yang diberikan meliputi pengertian skoliosis, faktor risiko, tanda dan gejala, dampak, pencegahan, serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan postur tubuh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai skoliosis dan pentingnya menjaga postur tubuh yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan kesehatan ini diharapkan dapat membentuk sikap dan perilaku preventif pada remaja sehingga mampu mencegah terjadinya skoliosis atau mendeteksi kelainan sejak dini. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan merupakan upaya promotif dan preventif yang penting dalam meningkatkan kesadaran remaja terhadap kesehatan tulang belakang.
Stay Clean, Stay Confident! Lawan Dermatitis Atopik Sejak Remaja Lisbet Octovia Manalu; Muhamad Deri Ramadhan; Sinta Destianti; Siti Vivih Lutfiah; Unike Natasya Luis; Mega Elena Putri; Diva Febriany Syakira; Nurazizah Yulianasari; Putri Sela Junika; Siti Nur Asmayasari; Tiara Dwi Hermawati
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wdp4dj46

Abstract

Dermatitis atopik atau eksim atopik merupakan penyakit kulit kronis yang sering kambuh dan ditandai dengan rasa gatal. Kondisi ini umumnya muncul sejak bayi atau masa kanak-kanak dan sering dikaitkan dengan peningkatan kadar IgE serta riwayat keluarga yang memiliki alergi seperti rinitis alergi atau asma. Gejala utama meliputi kulit kering bersisik, ruam merah yang gatal, serta retakan kulit yang dapat mengeluarkan cairan atau darah. Penyakit ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup penderita. Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap dermatitis atopik karena aktivitas fisik tinggi, paparan lingkungan, dan kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan di SMA Pasundan 1 Cimahi dengan melibatkan 90 peserta. Metode yang digunakan adalah presentasi interaktif disertai pre-test dan post-test melalui platform Blooket. Materi mencakup pengenalan dermatitis atopik, faktor risiko, tanda dan gejala, serta langkah pencegahan sederhana seperti menjaga kebersihan kulit dan lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 86% menjadi 88% setelah intervensi. Meskipun peningkatan relatif kecil, hal ini menandakan adanya dampak positif terhadap pemahaman siswa. Edukasi kesehatan berbasis penyuluhan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai pencegahan dermatitis atopik. Disarankan agar program dilakukan secara berkelanjutan dengan metode yang lebih variatif untuk membentuk perilaku sehat yang konsisten.
Pendidikan Kesehatan Tentang Skoliosis pada Siswa-siswi di SMA Negeri 1 Cisarua M. Deri Ramadhan; Salsabila Dea Indri Nurul Aeni; Santia Santia; Titania Salsabilla; Andini Putri Islami; Annisa Dwi Rahmadini; Lyra Ameliani Nur Zahra; Muhammad Fiqri Abdilla; Alisa Nursaidah; Ananda Sakinah; Cindy Oktopiyani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5pwjmh43

Abstract

Skoliosis adalah kelainan yang terjadi pada tulang belakang yang umumnya dijumpai pada remaja, terutama saat mereka mengalami pertumbuhan yang cepat. Jika tidak terdeteksi dengan segera, kondisi ini dapat memengaruhi postur, kenyamanan, dan kualitas hidup. Kurangnya pemahaman remaja tentang risiko, gejala awal, dan cara pencegahan skoliosis menjadi salah satu faktor yang menghambat deteksi dan penanganan yang tepat waktu. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai skoliosis melalui pendidikan kesehatan dan penyaringan postur yang sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan November 2025 di SMA Negeri 1 Cisarua dengan melibatkan 30 siswa dari kelas XII. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi, pemanfaatan media visual, serta demonstrasi dari Adam’s Forward Bend Test sebagai alat untuk skrining awal. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam nilai rata-rata pengetahuan siswa, dari 51,1 pada pre-test menjadi 98,2 pada post-test. Selain peningkatan pengetahuan, siswa juga menunjukkan partisipasi yang aktif serta pemahaman yang lebih baik mengenai kebiasaan ergonomis dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan kesehatan yang disampaikan secara interaktif dan melalui skrining sederhana dapat meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja tentang pencegahan dan deteksi awal skoliosis.
EFEKTIVITAS EDUKASI DISLOKASI BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA REMAJA Ramadhan, Muhammad Deri Ramadhan; Pebiolla, Fanny; Heryani, Dewi; Hanifah, Nazwa Nur; Hadi, Khumaira Khalisa Hadi; Dini, Lingga; Amelianti, Mia; Dwi, Melisa; Nasrul, Muhamad
Jurnal LENTERA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Lentera
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v6i1.586

Abstract

Dislocation is a joint injury that commonly occurs among adolescents due to physical activities and accidents in the school environment. Limited knowledge of first aid management for dislocation may lead to inappropriate initial handling and increase the risk of further injury. This community service activity aimed to improve vocational high school students’ knowledge of dislocation and first aid through audiovisual-based education. The activity was conducted at SMK Tunas Bangsa Ngamprah and involved 53 students. The implementation method included health education using PowerPoint presentations, educational videos, and posters, as well as knowledge evaluation through pre-test and post-test. The evaluation results showed an increase in the mean knowledge score from 45.5 in the pre-test to 93.5 in the post-test. This result indicates an improvement in students’ understanding of dislocation, its signs and symptoms, and appropriate first aid measures after participating in the educational activity. Audiovisual-based dislocation education can be used as a supportive approach in school health programs to enhance adolescents’ preparedness in dealing with musculoskeletal injuries.
Pendidikan Kesehatan Tentang Miopia Pada Remaja di Yayasan Bina Siswa Madani Manumara, Theophylia Melisa; Ramadhan, Muhammad Deri; Chairunnisa, Nayla; Rahmawati, Silvi; Aris, Siva Silfiyana; Santi, Mirna Laras; Setiasih, Gilda Titin; Afifah, Neng; Salsabila, Zahwa; Putri, Destiyani
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bndxjw89

Abstract

Miopia merupakan kelainan refraksi yang ditandai dengan bayangan objek jatuh di depan retina sehingga menyebabkan penglihatan jauh menjadi kabur. Prevalensi miopia cukup tinggi pada remaja usia sekolah menengah dan dipengaruhi oleh faktor genetik serta perilaku visual seperti membaca jarak dekat dan penggunaan gawai dalam waktu lama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan miopia melalui edukasi kesehatan mata di Yayasan Bina Siswa Madani. Metode yang digunakan adalah metode edukatif dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang kesehatan mata kepada 42 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan menggunakan post-test untuk menilai tingkat pemahaman siswa setelah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait miopia dan upaya pencegahannya, yang ditunjukkan oleh kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan post test dengan baik. Edukasi kesehatan mata terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai miopia, sehingga diharapkan dapat mendorong perilaku positif dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah progresivitas miopia. 
Upaya Pencegahan Stroke Sejak Dini pada Remaja melalui Intervensi Pendidikan Kesehatan di MA Darul Inayah Ramadhan, Muhammad Deri; Triwahyuni, Nova; Kusumah, Mochamad Gibran Adrian; Al - Fathir, Muhammad Ghibran; Ariyanti, Nadila; Amini, Aisyah; Khairinnissa, Almira; Ardana, Novia; Azizah, Helsa; Risdianto, Riki; Agustina, Imas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23703

Abstract

ABSTRAK Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan stroke dapat meningkatkan potensi kasus pada usia muda, sehingga diperlukan pendidikan kesehatan sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke di MA Darul Inayah. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode ceramah interaktif dan diskusi yang didukung dengan media edukatif berupa leaflet, poster, serta presentasi PowerPoint. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test yang diadaptasi dari Stroke Knowledge Test (SKT) versi Malay dengan jumlah peserta sebanyak 31 siswa kelas X dan XI. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dari 59,68% sebelum penyuluhan menjadi 80,97% setelah penyuluhan dengan selisih peningkatan sebesar 21,29%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan mengenai pengenalan dan pencegahan penyakit stroke efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran siswa terhadap pentingnya penerapan gaya hidup sehat sebagai upaya pencegahan sejak usia remaja. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Stroke, Pencegahan, Pengetahuan, Remaja.  ABSTRACT Stroke is one of the leading causes of death and disability worldwide, including in Indonesia, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population. The lack of knowledge among adolescents regarding risk factors and prevention efforts for stroke increases the potential for cases to occur at a young age, making early health education essential. The purpose of this study was to determine the effect of health education on improving students’ knowledge about the recognition and prevention of stroke at MA Darul Inayah. The method used in this study was an interactive lecture and discussion supported by educational media such as leaflets, posters, and PowerPoint presentations. Knowledge evaluation was carried out through pre-test and post-test adapted from the Malay version of the Stroke Knowledge Test (SKT) involving 31 students from grades X and XI. The results showed an increase in students’ knowledge from 59.68% before the session to 80.97% after the session, with an improvement of 21.29%. The conclusion of this study indicates that health education about the recognition and prevention of stroke is effective in enhancing students’ knowledge and awareness of the importance of adopting a healthy lifestyle as an early preventive effort during adolescence. Keywords: Health Education, Stroke, Prevention, Knowledge, Adolescent.
Co-Authors Afifah, Neng Agnes Marthen ahmad arifin Al - Fathir, Muhammad Ghibran Alifiyah, Syfa Rahma Nur Alisa Nursaidah Amelia Amelia Amelianti, Mia Amini, Aisyah Ananda Sakinah Andini Putri Islami Anisa, Sheila Nurul Annisa Dwi Rahmadini Ardana, Novia Aris, Siva Silfiyana Ariyanti, nadila Arjun Hibbanuloh Asyifa, Talitha Nur Azizah, Helsa Bella Noviyanti Ruhiyat Carla Youlanda Chairunnisa, Nayla Christantie Effendy Cindy Oktopiyani Citra Natalia Waruwu Dara Dinanti, Cristin Dena Khaerunnissa Azzis Destiya Dwi Pangestika Dila, Neng Dina Tazkia Patimah Dini, Lingga Dinna Alifia Diva Febriany Syakira Dwi Lastin Nafisah Dwi, Melisa Elisa Sophia Nur Rohmani Elvira Malia Chandra Erniansyah, Nidzar Fadila, Mega Nazwah Faqihudin, Muhammad Rizky Fauzan H, Muhammad Triananda Fauzan Nurhidayat Feronika, Adinda Siska Fikhra, Tsulits Alaziza Adiguna Fitriana, Nurul Fatwati Hadi, Khumaira Khalisa Hadi Hanifah, Nazwa Nur Hardianti, Rani Hardiyani, Tati Hernina Hernina Heryani, Dewi Imas Agustina, Imas Indri Setiawati Irwan Juliheryana ISTIANAH Istianah Istianah Istianah Istianah Istianah Istianah Jenab Septiani, Siti Jesen Juwita, Ninda Aina Kevin Rendyka Saputra Khairinnissa, Almira Kurniawan Kurniawan Kurniawan, Renaldi Kusmiran, Eny Kusumah, Mochamad Gibran Adrian Lerian, Sopia Nurma Yunita Linda Mayliana Lintang Zahra Febrianti Lisbet Octovia Manalu Lyra Ameliani Nur Zahra Manumara, Theophylia Melisa Maryati, Gina Mayliana, Linda Mega Elena Putri Mega Nazwah Fadila Mubarok, Diki Muhammad Fiqri Abdilla Mulyadi, Muhamad Nasrul Eka Nabila Septiani Putri Nadzira Alfi Wahyuni Najwa, Shakira Nambiar, Nisha Nasrul, Muhamad Nazwa Kamila Hasan Nirwanti, Elsa Sandari Ayudia Nita Amelia Novianti Setiawan, Marselina Nurazizah Yulianasari Nurvivi Fitri Arianty Permana Oveliya, Sulis Palupi, Rini Pangestika, Destiya Dwi Pebiolla, Fanny Pitriyani Pitriyani Purwanti, Tentry Fuji Putri Sela Junika Putri, Destiyani Rahmawati, Silvi Ramadhani, Adelia Puteri Refa Nafidzah Ridwan, Aa Risdianto, Riki Rohmani, Elisa Sophia Nur Ruhiyat, Bella Noviyanti Sabila, Salma Said, Faridah Binti Mohd Salsabila Dea Indri Nurul Aeni Salsabila, Salwa Nur Salsabila, Zahwa Santi, Mirna Laras Santia Santia Saparani, Aulia Selpiyanti Selpiyanti Setiasih, Gilda Titin Setiawati, Indri Silvia Agustina Sinta Destianti Siti Mauludi Pitri Siti Nur Asmayasari Siti Nurfauziah Siti Sepa Julianti Siti Vivih Lutfiah Sri Ulina Sri Wahyuni Sri Winangsih Syndi Sofia Ristiana Tentry Fuji Purwanti Theophylia Melisa Manumara Tiara Dwi Hermawati Tiara Juliani Tika Aliyah Titania Salsabilla Tohri, Tonika Triwahyuni, Nova Tsulits Alaziza Adiguna Fikhra Unike Natasya Luis Vina Helviana Vindi Intan Nurani Wati Nurmaulida, Risma Wendari, Sifa Aulia Windi Ispiyani Wizyanti Salma Azizah Wulandina Wulandina Wulandina, Wulandina Zaelani, Syapta Nanda Erika Zahra, Lutfia Zenina Noer Fadilah