Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa Bahrul Ulum, Zaki; asep tutun usman; ade, Ade Holis
Jurnal PGMI UNIGA Vol 3 No 1 (2024): Jurnal PGMI UNIGA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/pgmi.v3i2.42079

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan kepada strategipembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam peningkatan pembelajaran siswa dalam membaca permulaan. Kemampuan membaca permulaan siswa di MI Al-Mubdi Kecamatan Singajaya Kabupaten Garut sangatrendah. Hal ini disebabkan karena Tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda serta masih kurangnya pengetahuan siswa tentangtandabaca dan belummampumembedakan huruf vocal dankonsonan serta belum mampu dalam pengejahan. Peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa merupakan salah satu focus utama dalam Pendidikan dasar. Strategi guru dalam hal ini berperan penting untuk memastikan siswa mampu membaca dengan lancer dan baik. Peneliti ini mengidentifikasi dan menganalisis berbagai strategi yang diterapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode ini bertujuan mengumpulkan data secara mendalam, kemudian menganalisisnya untuk memahami karakteristik, pola, atau hubungan antar variable. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membacapermulaan siswa. Data dikumpulkan melalui; a) Observasi b) Wawancara, c) Analisis dokumen untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang fenomena yang diteliti. Menindaklanjuti temuan ini, maka strategi yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membacapermulaan siswayaitu dengan menggunakan strategi pembelajaran langsung(Direct instruction) dengan mengguakan metode pembelajaran pengulangan (Drill).   Kata kunci: Kemampuan membacapermulaan, strategipembelajaran langsung, metode drill.
Efektivitas Pemanfaatan Media Artificial Intelligence pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Garut: Pemdahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan referensi Muhamad Lutfi Alfayumi; Asep Tutun Usman; Nenden Munawaroh; Masripah
TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol. 8 No. 2 (2025): Tarlim : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/tarlim.v8i2.3157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemanfaatan media artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MAN 1 Garut. Pemanfaatan AI dalam pembelajaran PAI dinilai dapat membantu mewujudkan proses pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, serta mendorong personalisasi dan inovasi dalam penyampaian materi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yang memfokuskan pada pengalaman subjektif guru pada mata pelajaran rumpun PAI dan peserta didik dalam memanfaatkan AI pada proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian guru dan siswa telah memanfaatkan AI dalam mendukung proses pembelajaran, namun implementasinya belum optimal dikarenakan beberapa guru dan peserta didik masih belum memahami sepenuhnya akan teknologi, infrastruktur yang belum merata, serta minimnya kebijakan dan regulasi yang mengatur pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. Selain itu, tantangan lain yang dihadapi dalam penerapannya yakni adanya potensi ketergantungan siswa terhadap teknologi dan kurangnya pengawasan dalam pemanfaatan AI yang berpotensi menurunkan kemandirian belajar siswa. Oleh karena itu, diperlukan strategi perencanaan yang sistematis, pendampingan yang intensif oleh guru, serta dukungan kebijakan baik dari pihak sekolah dan pemerintah agar AI dapat dimanfaatkan secara bijak dan efektif dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan inovasi pembelajaran PAI berbasis teknologi di era digital. 
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Bermain Peran Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Samsul Latif; Asep Tutun Usman; Acep Rahmat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 4 (2025): AGUSTUS - SEPTEMBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran bermain peran terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas VI SD. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan metode pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran yang menuntut pemahaman nilai-nilai moral dan keagamaan. Model pembelajaran bermain peran dipilih karena metode ini diyakini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar melalui pengalaman langsung, interaksi sosial, dan penghayatan nilai-nilai yang diajarkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design, di mana terdapat dua kelompok, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan pembelajaran dengan model bermain peran dan kelas kontrol yang dengan metode konvensional. Sampel penelitian adalah siswa kelas VI SD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar yang diberikan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan, serta dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test dan independent sample t-test untuk melihat perbedaan hasil belajar antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan model bermain peran dan yang diajar dengan metode konvensional. Rata-rata nilai post-test siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yang mengindikasikan bahwa penerapan model bermain peran memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan pencapaian belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Selain itu, model ini juga meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan kepada para pendidik untuk menerapkan model pembelajaran bermain peran dalam proses pembelajaran PAI, terutama dalam materi yang memerlukan pemahaman konsep secara mendalam dan penguatan nilai-nilai karakter. Penelitian ini juga merekomendasikan studi lanjutan dengan cakupan yang lebih luas, seperti pengaruh model ini terhadap aspek afektif dan keterampilan sosial siswa
PENERAPAN PEMBELAJARAN DIFERENSIASI DENGAN MODEL PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA Dais Nursa`adah; Asep Tutun Usman; Ani Siti Anisah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 01 (2025): Volume 10, Nomor 01 Maret 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i01.22762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran berdiferensiasi menggunakan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari 55 siswa kelas V MI Negeri 4 Garut. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis yang dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan hasil penelitian, uji Mann Whitney dengan nilai signifikansi 0,001, menunjukkan bahwa, penerapan pembelajaran diferensiasi berbasis PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensioal. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi berbasis PBL terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAN TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM Asep Tutun Usman; Yufi Muhamad Nasrullah; Wandi Hidayatulloh; Masripah, Masripah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah bahwa terdapat kondisi nyata yang dihadapi di lapangan bahwa pendidik memiliki banyak tantangan dalam proses pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Misalnya, seorang pendidik kesulitan dalam mengelola kelas dengan baik, kurangnya partisipasi siswa, kurangnya antusias siswa pada saat proses pembelajaran, dan kurangnya motivasi belajar. Maka, melalui model pembelajaran CTL pendidik dapat melatih siswa secara terus menerus sampai mencapai ketuntasan belajar, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat mempermudah dalam proses implementasi model pembelajaran CTL serta sumber informasi yang relevan dengan materi ajar dapat mudah ditemukan sehingga makna dan informasi dapat dipahami siswa dan dapat diintegrasikan dalam rutinitas sehari-hari. Apabila peserta didik paham dan sadar bahwa sejarah kebudayaan islam sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari, keadaan pribadi, sosial dan budayanya maka motivasi dalam mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam juga akan meningkat karena sifat alamiah manusia mempunyai rasa penasaran yang tinggi dan menggali ilmu pengetahuan sebagai sumber bekal dan pelajaran dalam membimbing alur kehidupan. Adapun tujuan penelitian ini untuk menghubungkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa dengan model pembelajaran CTL agar mendorong siswa untuk memahami dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang mereka pelajari untuk menyelesaikan masalah lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif secara deskriptif dengan menggunakan metode penelitian survei. Penelitian deskriptif dengan pendekatan survei ini digunakan untuk mengukur gejala-gejala yang ada tanpa menyelidiki mengapa gejala-gejala tersebut ada. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Pengaruh Model Pembelajaran Contextual teaching and learning (CTL) terhadap motivasi belajar siswa di kelas XI Madrasah Aliyah Negeri 1 Garut dengan bantuan hasil kriteria yang didapatkan “Sangat Baik”. Hal ini dapat dilihat dari nilai perhitungan nilai t hitung = 7,189 dibandingkan dengan nilai ttabel = 2,034 dengan taraf signifikan 0,05 atau 5%. Dengan demikian, ketentuan bahwa jika nilai t hitung ≥ ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dalam kasus ini, ternyata nilai thitung lebih besar dari nilai t tabel (7,189 lebih besar dari 2,034), dan taraf signifikan a adalah 5%. Hasilnya menunjukkan bahwa Motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL).
Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Asep Tutun Usman; Nenden Munawaroh; Pajar Prahmana; Iman Saifullah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 6 (2024): Agustus 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian adalah siswa yang kurang aktif dan berperan dalam belajar terkhusus dalam pembelajaran Sejarah kebudayaan Islam sehingga mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa sesuai capaian yang diharapkan, penelitian ini bertujuan dalam rangka untuk mengetahui apakah penerapan model Time Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pembelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI) di kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah , hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi selama kegiatan belajar berlangsung dengan menggunakan lembar observasi keaktifan belajar siswa, tes hasil belajar dan dokumentasi, data yang diperoleh dari lembar observasi siswa. keaktifan di analisis dengan menghitung persentase dari keseluruhan indikator yang diamat, Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase keaktifan belajar siswa pertama memperoleh 41% yang menyebabkan masuk kedalam kategori kurang baik, Tetapi, setelah menerapkan Model pembelajaran Team Games Tournamnent diketahui hasil hasil dari test lembar observasi rata-ratanya menjadi 87% siswa lebih berperan aktif dan dari keaktifan siswa ini mempengaruhi pemahaman terhadap materi pembelajaran sehingga meningkatkan nilai hasil belajar, dan juga Hal ini dapat dilihat dari hasil pretest awalnya 53,33 dan hasil postestnya memperoleh nilai rata-rata sebesar 83,33. Dari klasifikasi pengujian Ngain mendapat nilai 0,91 yang menandakan adanya peningkatan.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Bermuatan Kearifan Lokal Dalam Mengembangkan Sikap Kreatif Peserta Didik Sifa Ulfikriah; Asep Tutun Usman; Jafar Amirudin; Ijudin Ijudin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan, diantaranya yaitu kurikulum merdeka. Kurikulum merdeka ini memiliki program yaitu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai pancasila. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini memiliki 6 dimensi diantaranya yaitu 1) Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlakul karimah, 2) Mandiri, 3) Bergotong royong, 4) Berkebhinekaan global, 5) Bernalar kritis, dan 6) Kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sikap kreatif peserta didik sebelum dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, implementasinya, faktor pendukung dan penghambat serta pengembangan sikap kreatif peserta didik kelas IV MIN 4 Garut setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, pendidik kelas IV, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution drawing/verification). Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik trianggulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa 1) Sebelum diterapkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik itu kurang. 2) Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di MIN 4 Garut terlaksana dengan baik dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. 3) Faktor pendukung program ini yaitu sarana dan prasarana, peran pendidik, peserta didik, peran orangtua dan biaya. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu lahan yang belum tersedia, penyesuaian karakter peserta didik, kurangnya referensi kegiatan, keluhan peserta didik dan biaya. 4) Setelah dilaksanakannya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sikap kreatif peserta didik meningkat.
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN RAHMATAN LIL’ALAMIN PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK Teti Lestari; Iman Saifullah; Nenden Munawaroh; Asep Tutun Usman
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil’Alamin Pada Pembelajaran Aqidah Akhlakdi MAN 1 Garut,juga ingin mengetahui bagaimana faktor penunjang dan penghambat dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia pada pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Garut bagaimana strategi guru dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil’Alamin Pada Pembelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Garut, serta dampak dari Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil’Alamin Pada Pmbelajaran Aqidah Akhlak di MAN 1 Garut. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan di MAN 1, dalam Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terdapat beberapa permasalahan, dimana pada saat proses pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dinilai monoton dan tidak menyenangkan. Sehingga masih ada peserta didik yang kurang aktif dan tidak memperhatikan guru. Selain itu mereka juga cenderung menganggap bahwasannya mempelajari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) itu tidak penting. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap semangat mereka ketika proses pelaksanaan P5. Tujuan utama dari Profil Pelajar Pancasila ini diharapkan dapat menjaga nilai-nilai luhur serta moral anak bangsa, menyiapkan masyarakat dunia, perwujudan keadilan sosial serta, agar tercapainya kompetensi pada abad ke 21. Dalam dunia pendidikan atau lingkungan sekolah, Profil Pelajar Pancasila ini diharapkan dapat ditingkatkan dalam dua aspek yaitu Profil Pelajar Pancasila (P3) dan Profil Pelajar Rahmatan lil’Alamin (PPRA).
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI KONTEN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MEMBACA SISWA Esa Sari Nugraha; Ani Siti Anisah; Ade Holis; Asep Tutun Usman
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 10 (2024): Desember 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi dengan adanya kesulitan yang di alami guru dalam menerapkan pemahaman membaca siswa dalam pembelajaran berdiferensiasi konten karena masih tahap penyesuaian, di karenakan pada saat penelitian dilakukan di kelas 3 Ismail baru menerapkan kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Konten Untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa (Penelitian Experimen Di Kelas 3 Ismail SDIT Atikah Musadad) Semester I Tahun Pelajaran 2023-2024. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Research), sedangkan desain penelitiannya menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Konten dan variabel terikat yaitu Pemahaman Membaca Siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas III Ismail dan kelas III Ishak SDIT Atikah Musadad yang berjumlah 52 siswa. Teknik pengambilan data menggunakan metode tes, observasi, dan dokumentasi. Instrumen untuk mengukur prestasi belajar menggunakan pre-test dan post-test yang berbentuk tes objektif. Teknik analisis data menggunakan t-test, yang sebelumnya telah diketahui homogenitas dan normalitasnya. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 68,00 dan nilai post-test sebesar 78,92. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pre-test sebesar 64,00 dan nilai post-test sebesar 70,92. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi two sided p sebesar <0.001 menyatakan lebih kecil 0,050. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil post-test kelompok eksperimen yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran berdiferensiasi konten memberi pengaruh terhadap pemahaman membaca siswa kelas III Ismail SDIT Atikah Musadad Garut
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Pembinaan Karakter Religius Peserta Didik Pada Gerakan Literasi Keagamaandi SMP IT Wasilah Intelegensia Garut Salma Karomah; Asep Tutun Usman; Nenden Munawaroh
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 2 (2025): Februari 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter religius merupakan pendidikan akhlak yang diajarkan kepada anak sejak usia dini lebih awal yang berlandaskan kepada nilai-nilai ajaran Islam. Lembaga pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam pengajaran karakter religius terutama pada jenjang menengah pertama. Sebagai landasan moral bagi pembentukan karakter religius bagi peserta didik, maka salah satu pendidikan karakter yang harus ditanamkan yaitu tentang literasi keagamaan. Untuk melaksanakan pendidikan karakter religius, lembaga pendidikan memerlukan suatu wadah atau cara yang dapat mencapai tujuan  agar dapat tercapai. Hal tersebut merupakan cara yang digunakan oleh SMP IT Wasilah Intelegensia yaitu kegiatan literasi keagamaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Kualitatif Deskriptif, penelitian ini dilakukan di SMP IT Wasilah Intelegensia Garut pada bulan Oktober 2023 sampai Maret 2024, subjek penelitian ini yaitu Guru Pendidikan Agama Islam, informan penelitian yaitu Kepala Sekolah dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan Triangulasi, dan dianalisis dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang gerakan literasi keagamaan sebagai strategi pembinaan karakter religius pada peserta didik di SMP IT Wasilah Intelegensia untuk: (1) mengetahui serta mendalami proses kegiatan literasi keagamaan, (2) mengetahui secara mendalam tentang upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan literasi keagamaan pada peserta didk, (3) mengetahui secara rinci faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kegiatan literasi keagamaan di SMP IT Wasilah Intelegensia. Penelitian ini dilakukan di SMP IT Wasilah Intelegensia dengan menggunakan metode atau pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengmpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses kegiatan literasi keagamaan dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu melalui proses perencanaan kegiatan literasi keagamaan, proses pelaksanaan kegiatan literasi keagamaan serta fasilitas yang mendukung berlangsungnya kegiatan literasi keagamaan di SMP IT Wasilah Intelegensia; (2) upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan kegiatan literasi keagamaan dengan 3 cara atau tahapan yang dilakukan yaitu melalui tahapan pembiasaan, tahapan pengembangan, dan tahapan pembelajaran; (3) faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan literasi keagamaan yaitu antusias dari sebagian besar peserta didik, dukungan dan motivasi dari guru dan pihak sekolah, dan fasilitas yang memadai, selain itu juga faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan literasi keagamaan di SMP IT Wasilah Intelegensia yaitu kurangnya kesadaran dan antusias dari sebagian peserta didik dalam mengikuti kegiatan keagamaan, dan pandemi yang terjadi pada tahun 2019 yang menjadi faktor penghambat dari pelaksanaan kegiatan literasi keagamaan di sekolah SMP IT Wasilah Intelegensia Garut.