Sri Kayati Widyastuti
Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar Bali

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkah Laku Harian Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) di Bali Safari and Marine Park, Gianyar YUDARINI, NURI DWI; WIDYASTUTI, SRI KAYATI; SOMA, I GEDE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.706 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkah laku harian gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di penangkaran Bali Safari and Marine Park, Gianyar. Dua ekor gajah sumatera berjenis kelamin betina (Rini dan Juleha) diamati pada pukul 09.00 – 17.00 wita selama 20 hari. Data tingkah laku harian dikumpulkan dengan metode pengamatan focal animal sampling selama 20 menit dengan mencatat kejadian tingkah laku setiap kurun waktu 30 detik. Selama 20 hari pengamatan, sehari sebelumnya dilakukan pengenalan terhadap satwa gajah dan lokasi pengamatan sehingga akan didapat suatu tingkah laku harian gajah sumatera.Dari hasil pengamatan diperoleh 500 data focal animal sampling dengan total 20500 kejadian tingkah laku. Hasil pengamatan tingkah laku harian pada kedua ekor gajah sumatera di BSMP menunjukkan bahwa gajah memiliki proporsi tingkah laku paling banyak untuk makan (43,76%), istirahat (26,20%), pergerakan (15,73%), berkubang (7,53%), lain-lain (4,84%), salt lick (1,40%) dan minum (0,54%).Untuk proporsi tingkah laku makan di BSMP memiliki proporsi yang sama dengan tingkah laku makan yang ada di habitat aslinya. Proporsi tingkah laku pergerakan dan berkubang di BSMP menunjukkan hasil presentase lebih kecil dari proporsi tingkah laku di habitat asli. Sedangkan, proporsi tingkah laku istirahat di BSMP menunjukkan presentase lebih tinggi dibandingkan di habitat aslinya. Dan untuk proporsi tingkah laku salt lick dan minum di BSMP menunjukkan hasil yang dengan presentase tingkah laku di habitat aslinya.
Kadar Glukosa Darah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) Obesitas di Pura Luhur Uluwatu Bali Aryana, Carissa Saraswati Putri; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (4) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.602 KB)

Abstract

darah pada monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) obesitas di Pura Luhur Uluwatu, Badung, Bali. Sampel yang digunakan adalah dua belas serum darah monyet ekor panjang obesitas. Obesitas monyet ekor panjang ditentukan dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Monyet ekor panjang dengan bobot badan lebih dari 8 kg dan IMT di atas 33,92 kg/m2 dikategorikan obesitas. Pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan mesin automatic biochemistry analyzer by Indiko- Thermo Scientific. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah monyet ekor panjang di Uluwatu berkisar antara 44-208 mg/dL dengan rata-rata 120,58±46,94 mg/dL. Monyet ekor panjang dengan IMT tertinggi (61,51 kg/m2) memiliki kadar glukosa darah 124 mg/dL sedangkan kadar glukosa tertinggi yaitu 208 mg/dL dimiliki oleh monyet ekor panjang dengan IMT 52,00 kg/m2. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua monyet ekor panjang obesitas di Pura Luhur Uluwatu memiliki kadar glukosa darah yang tinggi.
Prevalensi dan Distribusi Plak Gigi pada Gigi Anjing (Canis familiaris) di Daerah Denpasar – Bali Utama, Iwan Harjono; Widyastuti, Sri Kayati; Kartikasari, Citra Dewi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (5) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.965 KB)

Abstract

Penyakit periodontal muncul akibat adanya plak pada gigi yang mengandung bakteri dan dapat menumpuk bila tidak dibersihkan. Penumpukan plak gigi terus menerus dapat menyebabkan timbulnya karang gigi, radang pada gusi (ginggivitis), bau mulut, karies pada gigi, hingga menyebabkan tanggalnya gigi. Hal ini mengindikasikan pentingnya data mengenai prevalensi dan distribusi plak gigi pada anjing yang dapat menjadi pedoman untuk menunjang peningkatan kesadaran kesehatan gigi hewan. Penelitian ini menggunakan 50 ekor anjing yang dipelihara di daerah Denpasar, Bali yang dianalisa menjadi 3 kelompok yaitu, kelompok umur, jenis anjing (ras dan non ras), serta jenis kelamin. Gigi anjing diamati pada tempat yang gelap dengan menggunakan Wood’s lamp untuk mengidentifikasi keberadaan plak gigi. Keberadaan plak gigi ditandai dengan adanya fluorecent merah yang mucul setelah gigi disinari dengan Wood’s lamp. Hasil memperlihatkan 42 anjing yang positif memiliki plak gigi, hasil menunjukan anjing yang berumur diatas 3 tahun memiliki prevalensi yang tinggi yakni sebesar 100% terhadap munculnya plak gigi dan pada anjing non ras didapat prevalensi yang juga tinggi sebesar 100% , namun jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap timbulnya plak gigi dengan hasil prevalensi yang hampir sama. Distribusi plak gigi terbesar terdapat pada gigi molar sebesar 84% dan berikutnya pada gigi premolar sebesar 82%. Sehubungan dengan prevalensi dan distribusi tersebut, perlu dilakukan sosialisasi bagi para pemilik hewan agar tidak mengabaikan kesehatan gigi dan mulut anjing.
Aktivitas Harian Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Bali Safari and Marine Park, Gianyar rayan, Nikmatur; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (5) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.091 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas harian orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus). Penelitian ini dilakukan di Bali Safari and Marine Park, Gianyar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode focal animal sampling pada dua ekor orangutan kalimantan jantan dewasa. Kedua ekor orangutan tersebut diamati aktivitasnya pada pagi hari pukul 09.00-12.00 Wita dan pada sore hari pukul 14.00-17.00 Wita selama 20 hari. Data aktivitas harian dicatat selama tiga jam dengan mencatat kejadian aktivitas setiap satu menit. Orangutan kalimantan di Bali Safari and Marine Park yang ditempatkan di habitat buatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beristirahat (63,75%), diikuti makan (23,38%), bergerak (9,07%), bermain (2,79%), agresif (0,53%), grooming (0,38%) dan seksual (0,11%). Orangutan kalimantan lebih banyak melakukan aktivitas pada sore hari dari pada pagi hari. Aktivitas harian orangutan kalimantan yang diamati di Bali Safari and Marine Park berturut-turut dari yang paling banyak ke aktivitas paling sedikit yaitu istirahat, makan, bergerak bermain, grooming, agresif, dan seksual.
Aktivitas Harian Musang Luwak (Paradoxurus hermaproditus) yang Dikandangkan Dewi, Ni Made Anindya Kumala; Widyastuti, Sri Kayati; Suatha, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (1) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.945 KB) | DOI: 10.19087/imv.2019.8.1.52

Abstract

Musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan satwa yang berpotensi dalam menghasilkan kopi luwak yang bercita rasa tinggi dan berharga mahal. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari aktivitas harian musang luwak yang dipelihara dalam kandang seluas 1,5 m x 1 m x 2 m. Pendataan aktivitas harian dilakukan pada musang luwak anakan berumur 6-9 bulan, jantan dewasa dan betina dewasa di dua lokasi di Agrowisata kopi luwak Taman Ayu dan Jambe Asri. Metode yang digunakan adalah metode focal animal sampling yang dilakukan pada pukul 18.00-22.00 WITA selama 20 hari. Selama 20 hari diperoleh 735 data/1focal animal sampling dengan total 34.323 kejadian aktivitas harian. Musang luwak secara umum melakukan beberapa aktivitas harian, antara lain yaitu istirahat, makan, berpindah tempat, comfort behaviour, social behaviour, sniffing dan vocalizing dengan lama waktu yang bervariasi. Dapat disimpulkan bahwa musang luwak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berpindah tempat.
Bentuk dan Kelainan Kuku Sapi Bali yang Dipelihara Dalam Kandang Berlantai Keras Alfanandyah, Zaidany; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (1) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.266 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati bentuk kuku sapi dan jenis-jenis kelainan yang ditemukan pada kuku sapi bali yang dipelihara pada kandang berlantai keras. Penelitian dilakukan pada sapi bali. Sebanyak 100 ekor sapi bali di Kecamatan Gianyar diamati kukunya secara acak. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, jenis kelainan kuku yang ditemukan pada sampel selanjutnya dikelompokkan dan ditabulasikan. Perhitungan persentase dilakukan berdasarkan lokasi terjadinya kelainan bentuk pada kuku yang ada pada sapi bali yang abnormal. Hasil menunjukkan bahwa dari 100 ekor sapi yang diamati terdapat 40 ekor sapi bali yg normal (6 jantan; 34 betina), dan 60 ekor sapi bali yang kuku kaki depan dan kaki belakangnya mengalami kuku panjang. Kuku panjang yang ditemukan pada sapi bali jantan ditemukan sebanyak 4% (> Lateral 3%; > Medial 1%) yang artinya, dari persentase kejadian kasus yang terjadi sebanyak 4% pada kuku bagian lateral sebanyak 3% dan pada kuku medial sebanyak 1% dan pada sapi bali betina ditemukan sebanyak 56% (> Lateral 24%; > Medial 32%) yang berarti dari 56% kejadian kasus, 24% terjadi pada kuku kaki bagian lateral dan 32% pada bagian medial.
Karakteristik Karang Gigi pada Anjing di Denpasar Bali Kusumawati, Nindya; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (3) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.451 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan karang gigi pada anjing yang datang ke Rumah Sakit Pendidikan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Denpasar Bali. Sebanyak 50 ekor anjing ras atau lokal diperiksa keberadaan karang giginya. Penilaian dilakukan terhadap warna, ketebalan, dan predileksi karang gigi. Hasil penelitian menunjukkan semakin tua umur anjing semakin tebal karang giginya (P<0,05). Keberadaan karang gigi tampak pada caninus, premolar IV, molar I, dan molar II pada maksila. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa anjing yang berumur lebih tua memiliki karang gigi yang berwarna lebih gelap dan karang gigi yang lebih tebal dibandingkan anjing yang berumur lebih muda.
Kelainan yang Dijumpai pada Kuku Kaki Depan Sapi Bali yang Dipotong di Rumah Pemotongan Hewan TINTING BUNTU, ERMITA; HARJONO UTAMA, IWAN; WIDYASTUTI, SRI KAYATI
Indonesia Medicus Veterinus Vol 1 (2) 2012
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.1 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati berbagai kelainan pada kuku kaki depan sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal (RPH) Kabupaten Badung. Diharapkan dari hasil penelitian ini diperoleh informasi terhadap adanya kelainan kuku kaki depan dari sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal Kabupaten Badung, Penelitian ini menggunakan sampel 100 ekor sapi bali yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan Mambal. Parameter yang diamati adalah kuku panjang, laminitis, abses pada band koroner dan kutil. Hasil penelitian menunjukkan adanya kelainan pada kuku kaki depan yaitu kuku panjang (44 kasus). Dari 100 ekor sapi bali yang diamati tidak ada bentuk abnormalitas lain pada kuku kaki depan.
Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang telah divasektomi di Wenara Wana Ubud Pradhany, Risha Catra; Widyastuti, Sri Kayati; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.914 KB)

Abstract

Populasi monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang tinggi di Wenara Wana Ubud memilikibeberapa dampak negatif, oleh karena itu vasektomi diaplikasikan sebagai langkah pengendalian populasimonyet ekor panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas harian monyet ekorpanjang yang telah divasektomi di Wenara Wana Ubud. Penelitian ini menggunakan metode focal animalsampling. Variabel yang diamati adalah feeding, foraging, grooming, moving, resting, aggression, playing,object play, dan mating. Pengamatan dilakukan pada pagi hari hingga sore hari selama 20 hari. Hasilpenelitian dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monyet ekor panjangmelakukan aktivitas resting (53,4%), diikuti feeding (16,40%), grooming (15,60%), moving (12,10%),foraging (1,20%), aggression (0,60%), object play (0,50%), mating (0,20%). Sedangkan aktivitas playingtidak ditemukan selama pengamatan. Dapat disimpulkan bahwa monyet ekor panjang yang telahdivasektomi menghabiskan sebagian besar waktunya untuk beristirahat.
Waktu Retraksi Bekuan Darah pada Sapi Bali Yanti, Juli; Utama, Iwan Harjono; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 4 (1) 2015
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.975 KB)

Abstract

Pemeriksaan hematologi dilakukan untuk melihat nilai abnormalitas pada sel darah, salah satu metode yang dilakukan yaitu waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali. Tujuannya untuk mengetahui nilai rata-rata waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali yang sehat secara klinis. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan di Rumah Potong Hewan Pesanggaran, Denpasar dengan menggunakan sampel 50 ekor sapi bali berjenis kelamin jantan dan betina. Sampel yang digunakan berupa darah yang berasal dari vena jugularis sapi yang telah dipotong dan dimasukkan ke dalan tabung tanpa antikoagulan dan dibiarkan sampai terjadinya retraksi bekuan darah berupa serum. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan waktu retraksi bekuan darah pada sapi bali rataan 50,76 (SD=12,045) menit. Nilai retraksi berdasarkan uji Wilcoxon tidak berpasangan bahwa nilai waktu retraksi bekuan darah antara sapi bali betina dan jantan terdapat perbedaan sangat nyata (P < 0,01). Retraksi bekuan darah pada jenis sapi lain memiliki nilai rataan yang berbeda.
Co-Authors Abdul Azis Nasution Abdul Azis Nasution Abdul Azis Nasution Achoiro Wati Rasid Adiari, Ni Made Santi Rahayu Aditya Pratanto Ahmad Rohmadhon Holifatullah Aida Lousie Tenden Rompis Ainaya Luthfi Anindya Aldiansyah, Bagus Amar Wira Anak Agung Mas Putrawati Triningrat Anak Agung Sagung Kendran Anggi Windo Marta, Anggi Windo Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Areningrat, Putu Ayutia Arjentinia , I Putu Yudhi arsa, kadek adya Aryana, Carissa Saraswati Putri Aufa Prasetia, Ryan Ayu Fitriani Azmil Umur, Azmil Baiq Yunita Arisandi Bambang Pontjo Priosoeryanto Br Sitepu, Dinda Meilinda Brainna Kirayna Ginting Brigitta Cynthia Sida Pello, Brigitta Cynthia Budhy Jasa Widyananta Calista, Ruli Mauludina Djaya Putri Calvin Iffandi Calvin Iffandi Calvin Iffandi Dewa Ayu Dwita Karmi Dewi, Ni Made Anindya Kumala Diana Mustikawati Drevani Angelika Sachio Dumayanti, Jeanni DWI SURYANTO Ekklesia Prasetya El vira ERMITA TINTING BUNTU Eva Candra Ardia, Eva Candra Evi Marieti Hutagalung Fathiyah, Fitri Dewi Fatmawati Aras Febriyani R R Telnoni, Febriyani R R Fedri Rell Fransiska Septanila Pratiwi, Fransiska Septanila G Semiadi Gurning, Santri Devita Sari Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yuniati Kencana Handojo, Chindi Meilina Herbert . Herbert . Humaira, Sarah I Gede Galyes Pranadinata I Gede Made Andy Pratama I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Putu Suka Aryana I Ketut Berata I Ketut Suatha I Made Kardena I Made Kerta Pratama I Made Mahaputra I Made Suma Anthara i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Sudiarta I Wayan Batan I Wayan Batan I Wayan Puspa Ari Laxmi I. N. Astika I.D. G.A.E. Putra Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Krisna Pradnyadana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Putu Putrawan Ikin Mansjoer imam sobari Imam Sobari Iwan Harjono Utama Iwan Harjono Utama Juli Yanti, Juli Kadek Karang Agustina Kartikasari, Citra Dewi Ketut Berata Loa, Gabriella Jenni Alfades Lopes, Yoseph Adedoni Tola Made Suma Anthara Made Suma Anthara Made Suma Anthara Muhamad Rifaid Aminy N iMade Sutari Dewi N. K.S. Diniari Nggaba, Erlin Ni Kadek Nila Pridayanti Ni Ketut Rai Purnami Ni Luh Eka Setiasih Ni Wayan Listyawati Palgunadi Ni Wayan Listyawati Palgunadi Nikmatur rayan Nindya Kusumawati Nirhayu, Nirhayu NURI DWI YUDARINI Nurul Faiziah Nurul Faiziah Pamungkas, Pandu Adjie Pappa, Suryadi Paramita, Ni Made Diana Pradnya Pero, Fransisco Victoriano Pratiwi, Zulva Hanif Prawira, Satria Yuda Purba, Dody Joel Puri Prihatiningsih, Nur Liliana Purwitasari, Made Santi Putri Virgania Putu Ayu Sisyawati Putriningsih R Taufiq P Nugraha R. A.T. Kuswardhani RACHEL YUNIAR CHRISTY Raden Putratama Agus Lelana Rasdiyanah . Rasdiyanah . Reni, Ida Yuni Erdia Risha Catra Pradhany Robertino Ikalinus, Robertino Rukisti, Eniza Rumpaisum, Natalia Irene Ryan Aufa Prasetia Saputra, I Nyoman Dwi Eka Sembiring, Messy Saputri Senja, Naomi Orima Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheren Sherliyanti Maria Sene Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha Sri Milfa Sri Milfa Stanislaus Valens Miten Larantukan Sukoco, Hendro Syarif Lalu Hidayatullah Tjokorda Sari Nindhia Tonny Ungerer Tri Wahyudi Tyas Pandieka Yoga TYAS RETNO Vonny, Ni Ketut WAODE SANTA MONICA Wardani, Fahrisa Amalia Widarta Dwi Kusuma Widyasanti, Ni Wayan Helpina Winardi, Rian Wirdateti Wirdateti Wulandari, Chitra Dwi Yanne Yanse Rumlaklak Yulianto Yulianto Yunita Lestyorini Yunita Lestyorini Zaidany Alfanandyah, Zaidany