Sri Kayati Widyastuti
Laboratorium Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Jl. PB. Sudirman, Denpasar Bali

Published : 84 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Prevalensi dan Faktor Risiko Strongyloides papillosus pada Kambing-Kambing di Kota Denpasar Handojo, Chindi Meilina; Apsari, Ida Ayu Pasti; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.245

Abstract

Kambing merupakan salah satu ternak yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Namun, dalam pengembangannya terdapat beberapa kendala, salah satunya adalah penyakit parasitik yang disebabkan oleh nematoda gastrointestinal Strongyloides papillosus. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi infeksi nematoda ini pada kambing, di antaranya adalah; umur, jenis kelamin, jumlah kambing per kandang, ras/breed serta sistem perkandangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi infeksi S. papillosus dan hubungannya dengan faktor risiko yang memengaruhi infeksi pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar. Sejumlah 150 faeses berbeda dari kambing yang dipelihara di Kota Denpasar diambil sebagai sampel pada penelitian ini. Pemeriksaan sampel dilakukan dengan metode apung dan data yang diperoleh dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat berupa uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi S. papillosus pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar adalah 24,7%. Uji chi-square mendapatkan bahwa umur dan jumlah kambing per kandang memiliki hubungan dengan prevalensi infeksi cacing S. papillosus, sedangkan jenis kelamin, breed serta sistem perkandangan tidak berhubungan dengan prevalensi infeksi cacing S. papillosus.
Laporan Kasus: Anemia Mikrositik Hipokromik pada Anjing yang Terinfeksi Tungau Sarcoptes sp. secara General Rumpaisum, Natalia Irene; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.255

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes sp. Tujuan penulisan artikel ini untuk memberikan informasi mengenai dampak dari infeksi skabies pada anjing yang menyebabkan anemia mikrositik hipokromik serta pengobatan dan penanganan yang tepat diberikan kepada anjing kasus skabies. Seekor anjing kasus berjenis kelamin jantan, dan berumur empat tahun, dengan bobot badan 9,4 kg dan memiliki masalah kulit berupa eritema pada bagian telinga, hiperkeratosis pada bagian kepala, kaki depan, abdomen, hiperpigmentasi, squama, skar, krusta dan alopesia. Masalah kulit pada anjing telah berlangsung selama delapan bulan sebelum dilakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan kerokan kulit dengan metode superficial skin scraping ditemukan adanya larva tungau Sarcoptes sp dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan anjing mengalami anemia mikrositik hipokromik, neutofilia dan limfositopenia. Berdasarkan serangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita infeksi skabiosis. Pengobatan dilakukan dengan pemberian ivermectin 0,2 mL dan sabun belerang/sulfur sebagai terapi kausatif. Chlorpheniramine maleate (CTM) satu tablet dan hematodin 1,8 mL sebagai terapi simptomatik, minyak ikan/fish oil satu kapsul sebagai terapi suportif memberikan hasil yang baik dengan ditandai perubahan pada area lesi yang menunjukkan kesembuhan. Pengobatan yang telah dilakukan selama 42 hari menunjukan kondisi anjing mengalami kesembuhan ditandai dengan hilangnya squama, crusta, eritema, hiperkeratosis pada daerah punggung, wajah, telinga, leher, kaki depan, kaki belakang, pelvis dan rambut anjing tumbuh kembali normal.
Kadar Glukosa Darah Sapi Bali Tidak Bunting di Sentra Pembibitan Sapi Bali Sobangan, Badung, Bali Purwitasari, Made Santi; Widyastuti, Sri Kayati; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.870

Abstract

Glukosa merupakan monosakarida yang dibutuhkan dalam jumlah yang banyak oleh sapi bali untuk kebutuhan hidup pokok, pertumbuhan tubuh, pertumbuhan fetus, pertumbuhan jaringan tubuh dan produksi susu. Rendahnya glukosa darah dapat menyebabkan penurunan produktivitas sapi bali terutama sapi bali betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesehatan ternak sapi bali dengan cara menghitung kadar glukosa darah sapi bali betina tidak bunting di Sentra Pembibitan Sapi Bali Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan sampel darah 12 ekor sapi bali betina tidak bunting dengan umur di atas dua tahun dan secara klinis sehat. Sampel darah diambil melalui vena jugularis menggunakan venoject berukuran 21G. Darah diambil dua kali yaitu sebelum pemberian pakan (0 jam) dan 2 jam setelah pemberian pakan. Sampel darah diperiksa menggunakan glukometer Nesco Multicheck 3 in 1 (glukosa, asam urat, dan kolestrol). Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar glukosa darah yang sangat berbeda antara sapi bali tidak bunting pada waktu sebelum pemberian pakan (0 jam) yaitu 43,11 ± 2.98 mg/dL dan pada 2 jam setelah pemberian pakan yaitu 66,44 ± 2.87 mg/dL.
Laporan Kasus: Glaukoma pada Mata Kiri Anjing Cihuahua Nggaba, Erlin; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.370

Abstract

Glaukoma merupakan kondisi tekanan intraokular (intraocular pressure/IOP) mengalami peningkatan karena obstruksinya sirkulasi aqueous humor. Hewan kasus adalah anjing ras Cihuahua dengan jenis kelamin betina, berumur enam tahun dengan berat badan 1,9 kg dan rambut berwarna coklat muda. Pemilik melihat hewan kasus mengalami kekurusan, mata kiri berair (hiperlakrimasi), kemerahan, bengkak, dan keruh/memutih. Hewan sempat diberikan terapi berupa injeksi antibiotik (penicilline-streptomicine) dan antiinflamasi (dexamethason), serta obat topikal berupa erlamycetin. Pascapengobatan dengan obat topikal selama tiga hari dengan pemberian dua kali sehari, hewan kasus tidak kunjung membaik, bahkan semakin parah. Pemilik memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada pemeriksaan klinis teramati mata kiri mengalami exophthalmos, vaskularisasi pada sklera, terdapat refleks kedipan tetapi palpebrae tidak dapat menutupi mata secara sempurna saat berkedip, kekeruhan (opaque) menyeluruh pada kornea, bentuk kornea lebih cembung/menajam, tidak ada refleks pupil terhadap cahaya, tidak berespons terhadap manace test. Hasil IOP test sebesar 40 mmHg. Berdasarkan data tersebut, anjing kasus didiagnosis menderita glaukoma dengan prognosis buruk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian brinzolamide 1% tetes mata dan timolol maleate 0,25% tetes mata sebanyak satu tetes dua kali sehari selama dua minggu. Setelah dua minggu pascapengobatan, tidak terjadi perubahan yang berarti pada tanda klinis mata hewan kasus. Hasil IOP test pada mata kiri mengalami penurunan menjadi 30 mmHg.
Laporan Kasus: Penanganan Katarak pada Anjing Pomeranian dengan Pemberian Antioksidan Berkualitas Tinggi Areningrat, Putu Ayutia; Widyastuti, Sri Kayati; Anthara, Made Suma
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.465

Abstract

Katarak merupakan penyebab umum kebutaan pada anjing ras Pomeranian. Katarak adalah suatu kondisi pada mata yaitu cahaya tidak dapat menembus lensa mata atau hilangnya transparansi lensa mata (opacity). Hewan kasus adalah seekor anjing ras Pomeranian dengan jenis kelamin jantan, umur delapan tahun, berat badan 5,6 kg, warna rambut coklat kehitaman. Bola mata bagian kiri terutama bagian lensa anjing kasus berwarna putih terang. Adanya abnormalitas pada mata sebelah kiri pada anjing Pomeranian ini mulai terlihat pada empat bulan lalu. Hewan kasus belum pernah diberikan pengobatan apapun. Pengujian refleks palpaebrae di kedua mata anjing terlihat mata kiri masih menunjukkan refleks palpaebrae. Pada pengujian refleks pupil di kedua mata anjing, mata sebelah kiri tidak menunjukkan adanya refleks pupil terhadap cahaya. Pada pemeriksaan fluorescein terlihat tidak adanya warna yang terserap dikedua mata anjing yang menunjukkan bahwa tidak terdapat ulcer di kedua mata anjing kasus. Berdasarkan tanda klinis, hasil pemeriksaan menggunakan ophtalmoskop serta hasil pemeriksaan menggunakan tes fluorescein, anjing kasus didiagnosa katarak. Prognosa hewan kasus adalah dubius. Anjing kasus diberikan suplemen herbal yaitu eyevit® sebanyak dua tablet sehari yang setara dengan 160 mg ekstrak bilberry kering, ?-carotene 10 mg, Vitamin E 80 mg, lutein 500 mg, zeaxanthin 120 mcg, selenium 30 mcg dan zinc 10 mg. Suplemen dengan kandungan antioksidan tersebut dapat memperlambat perkembangan katarak.
Laporan Kasus: Cystolithiasis Disertai Hematuria pada Kucing Kampung Jantan Nirhayu, Nirhayu; Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha; Erawan, I Gusti Made Krisna; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (3) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.3.532

Abstract

Cystolithiasis merupakan keadaan ditemukan urolith/kalkuli di dalam vesika urinaria. Masalah tersebut umum dan sering terjadi pada kucing. Seekor kucing lokal jantan berumur satu tahun dengan bobot badan 4,6 kg diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan disuria dan hematuria. Pemeriksaan ultrasonografi ditemukan adanya bentukan pasir pada vesika urinaria. Pemeriksaan sedimentasi urin menunjukkan adanya kristal struvit. Kucing didiagnosis menderita cystolithiasis akibat struvit. Hewan kasus ditangani dengan cara pemberian kombinasi cefotaxim (20 mg/kg BB, q12h, selama tujuh hari), dexametasone (0,1 mg/kg BB, q12h, selama tujuh hari), dan kapsul kejibeling dengan kandungan sericocalycis folium 100 mg, sonchi folium 125 mg, orthosiphonis folium 125 mg (satu kapsul, q24h, selama tujuh hari). Setelah pengobatan selama tujuh hari, urinasi menjadi lancar, tidak adanya indikasi rasa sakit saat urinasi dan tidak adanya hematuria.
Laporan Kasus: Babesiosis pada Anjing Pomeranian Septianingsih, Ni Luh Putu Diah; Widyastuti, Sri Kayati; Suartha, I Nyoman
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.622

Abstract

Babesiosis atau piroplasmosis merupakan penyakit parasit didalam sel darah merah akibat infeksi protozoa dari genus Babesia. Kejadian babesiosis pada anjing umumnya disebabkan oleh Babesia canis dan B. gibsoni. Caplak merupakan vektor penting dalam penyebaran penyakit protozoa darah. Jenis caplak daerah tropis dan subtropis yang mejadi vektor penyakit adalah Rhipicephalus sanguineus. Hasil pegamatan ditemukan kasus babesiosis pada anjing pomeranian, berjenis kelamin jantan, usia satu tahun dengan gejala klinis penurunan nafsu makan dan ditemukan infeksi caplak di seluruh tubuhnya. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan Capillary Refill Time >2 detik, mukosa mulut pucat, peningkatan suhu tubuh dan dehidrasi. Hasil pemeriksaan Complete Blood Count (CBC) diinterpretasikan bahwa anjing mengalami anemia mikrositik hiperkromik, leukositosis, eritrositopenia dan trombositopenia. Hasil pemeriksaan mikroskopik ulas darah menunjukkan adanya infeksi protozoa Babesia sp. yang ditandai dengan stadium merozoit dengan bentuk piriform secara khas berpasangan membentuk buah pir (the pear shaped form) dan tropozoit berbentuk lingkaran pada eritrosit. Terapi yang diberikan yaitu ivermectin (0,2-0,5 mg/kg BB, q: 7-14 hari, SC) setiap seminggu selama empat kali, diphenhydramine (1 mg/kg BB, q: 8-12 jam, SC), Clindamycin (25 mg/kg BB, q: 12 jam, PO) diberikan selama 14 hari dan hematopoetik sekali sehari 1 tablet yang diberikan selama 7 hari. Kondisi anjing membaik setelah 14 hari.
Laporan Kasus: Ringbone pada Kuda Warmblood Sembiring, Messy Saputri; Widyastuti, Sri Kayati; Erawan, I Gusti Made Krisna; Rukisti, Eniza; Dumayanti, Jeanni
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (5) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.5.771

Abstract

Ringbone adalah pertumbuhan tulang abnormal yang terdapat pada os. phalanx proximal, os. phalanx media dan os. phalanx distal. Penyakit ini dapat menimbulkan ketimpangan, rasa sakit dan pembengkakan disekitar tulang phalanx. Hewan kasus adalah seekor kuda Warmblood bernama Wulinda, berumur 12 tahun, berjenis kelamin betina dan berwarna dark bay. Hewan kasus mengalami gangguan sistem muskuloskeletal berupa ketimpangan dan rasa nyeri pada kaki depan kiri. Pada pemeriksaan klinis ditemukan kelainan berupa krepitasi dan respon sakit pada area phalanx kaki depan kiri. Pemeriksaan hematologi lengkap menunjukkan leukopenia, anemia normositik hipokromik, penurunan prokalsitonin dan penurunan aktivitas trombosit, sedangkan pemeriksaan kimia darah terkait pertulangan menunjukkan hasil normal. Pada pemeriksaan rontgen ditemukan pertumbuhan tulang abnormal pada os. phalanx proximal dan os. phalanx media. Kuda kasus didiagnosa mengalami ringbone. Pengobatan dilakukan dengan zoledronic acid, gentamicin, dexamethasone, meloxicam, Hematodin®, Biodin®, Curcuma Plus® dan hydrotherapy. Sebulan setelah pengobatan, kuda kasus sembuh dari ketimpangan, sikap berdiri kembali normal dan kuda kembali dapat ditunggangi dengan baik.
Laporan Kasus: Keberhasilan Penanganan Hematuria karena Urolithiasis dengan Manajemen Diet dan Suplemen Glukosamin Humaira, Sarah; Widyastuti, Sri Kayati; Batan, I Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.926

Abstract

Hewan kasus adalah seekor kucing persilangan Persia jantan, berumur satu tahun, bobot badan 3,5 kg. Hewan menunjukkan gejala klinis hematuria, oliguria, dan stranguria. Ketika dipalpasi pada daerah caudoventral abdomen terjadi distensi pada vesika urinaria. Pada saat ditekan bagian abdomen hewan tampak kesakitan. Hasil pemeriksaan organoleptik menunjukkan bahwa urin berwarna merah, keruh, dan berbau pesing yang tajam. Pemeriksaan kimia urin menunjukkan pH 6, leukosit (-), protein trace, bilirubin (-), urobilinogen (1+), eritrosit (4+), keton (-), glukosa (2+), nitrit normal, dan berat jenis urin 1,040. Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan adanya eritrosit dan kalkuli yaitu struvit dan kalsium oksalat. Pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya retensi urin vesica urinaria. Dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, hewan didiagnosis menderita urolithiasis. Penanganan pertama yang dilakukan adalah pemberian terapi cairan dengan Ringer Laktat 50 mL/kg/hari dan pemasangan kateter urin ukuran 1,0/1,0 x 130 mm yang bertujuan untuk memudahkan melakukan pembilasan/flushing pada kucing kasus. Pengobatan yang diberikan berupa terapi antibiotik cefotaxime dengan dosis 22 mg/kg BB (0,8 mL, IV, q24h), terapi suportif glukosamin (PO, q12h), dan pakan kucing rendah magnesium untuk mengurangi pembentukan kalkuli struvit. Perawatan selama tujuh hari menunjukkan perubahan positif yang signifikan, yaitu kucing bisa urinasi dengan normal dan tidak adanya hematuria.
Prevalensi Infeksi Eimeria spp. yang Tinggi pada Kambing yang Dipelihara di Kota Denpasar Pamungkas, Pandu Adjie; Apsari, Ida Ayu Pasti; Widyastuti, Sri Kayati
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (6) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.6.861

Abstract

Ternak kambing digemari peternak karena manajemen pemeliharaannya relatif mudah dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Kota Denpasar diketahui sebagai salah satu daerah yang sedang mengembangkan peternakan kambing. Ternak kambing harus didukung oleh sistem pemeliharaan yang memadai karena kambing dapat diserang oleh berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh Eimeria spp. Terdapat beberapa faktor risiko yang memengaruhi prevalensi Eimeria spp. diantaranya: umur, jenis kelamin, ras serta sistem perkandangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi Eimeria spp. pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar serta kaitannya dengan faktor risiko. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 150 sampel berupa feses yang diambil dari 210 kambing yang dipelihara di kota Denpasar. Metode pemeriksaan feses yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode apung dan data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Pada penelitian ini umur kambing dibagi menjadi umur muda (?1 tahun) dan umur dewasa (>1 tahun), jenis kelamin dibagi menjadi jantan dan betina, ras kambing dibagi menjadi etawa, peranakan etawa dan kacang dan sistem perkandangan yang digunakan adalah kandang beralaskan tanah dan kandang panggung. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa prevalensi Eimeria spp. pada kambing yang dipelihara di Kota Denpasar adalah sebesar 92,7%.
Co-Authors Abdul Azis Nasution Abdul Azis Nasution Abdul Azis Nasution Achoiro Wati Rasid Adiari, Ni Made Santi Rahayu Aditya Pratanto Ahmad Rohmadhon Holifatullah Aida Lousie Tenden Rompis Ainaya Luthfi Anindya Aldiansyah, Bagus Amar Wira Anak Agung Mas Putrawati Triningrat Anak Agung Sagung Kendran Anggi Windo Marta, Anggi Windo Annisa Budiani Annisa Putri Cahyani Areningrat, Putu Ayutia Arjentinia , I Putu Yudhi arsa, kadek adya Aryana, Carissa Saraswati Putri Aufa Prasetia, Ryan Ayu Fitriani Azmil Umur, Azmil Baiq Yunita Arisandi Bambang Pontjo Priosoeryanto Br Sitepu, Dinda Meilinda Brainna Kirayna Ginting Brigitta Cynthia Sida Pello, Brigitta Cynthia Budhy Jasa Widyananta Calista, Ruli Mauludina Djaya Putri Calvin Iffandi Calvin Iffandi Calvin Iffandi Dewa Ayu Dwita Karmi Dewi, Ni Made Anindya Kumala Diana Mustikawati Drevani Angelika Sachio Dumayanti, Jeanni DWI SURYANTO Ekklesia Prasetya El vira ERMITA TINTING BUNTU Eva Candra Ardia, Eva Candra Evi Marieti Hutagalung Fathiyah, Fitri Dewi Fatmawati Aras Febriyani R R Telnoni, Febriyani R R Fedri Rell Fransiska Septanila Pratiwi, Fransiska Septanila G Semiadi Gurning, Santri Devita Sari Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi Gusti Ayu Yuniati Kencana Handojo, Chindi Meilina Herbert . Herbert . Humaira, Sarah I Gede Galyes Pranadinata I Gede Made Andy Pratama I Gede Soma I Gusti Agung Arta Putra I Gusti Made Krisna Erawan I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Putu Suka Aryana I Ketut Berata I Ketut Suatha I Made Kardena I Made Kerta Pratama I Made Mahaputra I Made Suma Anthara i Nengah Wandia I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suarsana I Nyoman Suartha I Putu Gede Yudhi Arjentinia I Putu Sudiarta I Wayan Batan I Wayan Batan I Wayan Puspa Ari Laxmi I. N. Astika I.D. G.A.E. Putra Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Kade Suardana Ida Bagus Komang Ardana Ida Bagus Krisna Pradnyadana Ida Bagus Made Oka Ida Bagus Oka Winaya Ida Bagus Putu Putrawan Ikin Mansjoer imam sobari Imam Sobari Iwan Harjono Utama Iwan Harjono Utama Juli Yanti, Juli Kadek Karang Agustina Kartikasari, Citra Dewi Ketut Berata Loa, Gabriella Jenni Alfades Lopes, Yoseph Adedoni Tola Made Suma Anthara Made Suma Anthara Made Suma Anthara Muhamad Rifaid Aminy N iMade Sutari Dewi N. K.S. Diniari Nggaba, Erlin Ni Kadek Nila Pridayanti Ni Ketut Rai Purnami Ni Luh Eka Setiasih Ni Wayan Listyawati Palgunadi Ni Wayan Listyawati Palgunadi Nikmatur rayan Nindya Kusumawati Nirhayu, Nirhayu NURI DWI YUDARINI Nurul Faiziah Nurul Faiziah Pamungkas, Pandu Adjie Pappa, Suryadi Paramita, Ni Made Diana Pradnya Pero, Fransisco Victoriano Pratiwi, Zulva Hanif Prawira, Satria Yuda Purba, Dody Joel Puri Prihatiningsih, Nur Liliana Purwitasari, Made Santi Putri Virgania Putu Ayu Sisyawati Putriningsih R Taufiq P Nugraha R. A.T. Kuswardhani RACHEL YUNIAR CHRISTY Raden Putratama Agus Lelana Rasdiyanah . Rasdiyanah . Reni, Ida Yuni Erdia Risha Catra Pradhany Robertino Ikalinus, Robertino Rukisti, Eniza Rumpaisum, Natalia Irene Ryan Aufa Prasetia Saputra, I Nyoman Dwi Eka Sembiring, Messy Saputri Senja, Naomi Orima Septianingsih, Ni Luh Putu Diah Sheren Sherliyanti Maria Sene Sibang, I Nengah Anom Adi Nugraha Sri Milfa Sri Milfa Stanislaus Valens Miten Larantukan Sukoco, Hendro Syarif Lalu Hidayatullah Tjokorda Sari Nindhia Tonny Ungerer Tri Wahyudi Tyas Pandieka Yoga TYAS RETNO Vonny, Ni Ketut WAODE SANTA MONICA Wardani, Fahrisa Amalia Widarta Dwi Kusuma Widyasanti, Ni Wayan Helpina Winardi, Rian Wirdateti Wirdateti Wulandari, Chitra Dwi Yanne Yanse Rumlaklak Yulianto Yulianto Yunita Lestyorini Yunita Lestyorini Zaidany Alfanandyah, Zaidany