Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN NILAI TAMBAH PISANG ENGGANO Wismalinda Rita; Yusmaniarti Yusmaniarti; Elni Mutmainnah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKelurahan Sumber Jaya secara geografis terletak di pinggir samudra Indonesia. Kelurahan Sumber Jaya yaitu 602 hektar, yang sebagian besar wilayah merupakan dataran rendah, pesisir, dan kawasan rawa yang dijadikan  sawah dan tanah perkebunan/pertanian. Penduduknya merupakan penduduk asli daerah dengan tingkat pendidikan rata-rata hanya tamat SMP dan SMAKelurahan Sumber Jaya merupakan perkampungan yang terletak di pesisir pantai di Kota Bengkulu. Mayoritas penduduknya adalah penduduk asli Bengkulu yang menggantungkan hidup dari sumber alam yang dihasilkan di laut. Menjadi nelayan dan mengolah ikan kering. Pola hidup masyarakatnya masih kurang sehat. Masih banyak masyarakatnya yang BAB langsung ke Muara dan buang sampah ke laut. Sehingga perkampungannya terkesan kumuh dan kotor.Tahun 2016 pemerintah Kota Bengkulu menetapkan Kelurahan ini menjadi Kampung Bahari. Berbagai pembangunan fisik telah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tim pengabdian masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu ikut bertanggung jawab dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakatnya. Melalui pemberdayaan masyarakatnya dengan keterampilan peningkatan nilai tambah pisang Enggano. Karena selama ini pisang Enggano hanya dimanfaatkan sebagai pisang goreng. Dengan berbagai variasi menjadi keripik diharapkan dapat memberi nilai tambah pada pendapatan keluarga. terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga.            Metode pendekatan yang diterapkan dalam pengabdian ini adalah sosialisasi, pendidikan dan praktek pembuatan keripik pisang. Hasil evaluasi menunjukkan masyarakat antusias mengikuti dan termotivasi untuk mencoba berwirausaha dengan menjadi produsen keripik pisang berbagai varian rasa skala rumah tangga. Kata Kunci : pemberdayaan, Pisang, nilai tambah
The Weed Dynamics and Adaptation in Waterlogged Soybean Cultivation Systems in Swampy Areas: A Literature Review: Dinamika dan Adaptasi Gulma pada Sistem Budidaya Kedelai Jenuh Air di Lahan Rawa: Kajian Literatur Edi Susilo; Wismalinda Rita; Hesti Pujiwati
Agriculture Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Agriculture
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agrotek.v21i1.10094

Abstract

The potential for soybean development in swampy areas is enormous, but complex weeds still hamper productivity in waterlogged soil conditions. Similarly, in waterlogged soybean cultivation systems, selective pressure from soil hypoxia or anoxia significantly affects the spatial and temporal composition, dominance, and adaptation mechanisms of weeds. This study focuses on the characteristics of swampy land, weed dynamics in swampy land, and an analysis of the dominant adaptive weeds in terms of morphology, physiology, and reproduction in waterlogged conditions and their implications for the weed-soybean relationship. This study shows that, within in single ecosystem, hypoxic terrestrial weeds, phenotypically dominant hypoxic terrestrial weeds, and phenotypically subdominant hypoxic terrestrial weeds are antagonistic. This theory suggests that waterlogged land will reduce the population of hypoxic weeds as an ecosystem response. It also explains theoretically that waterlogged land will reduce hypoxic conditions and weeds. In waterlogged land, it simultaneously reduces hypoxic weeds and their population. Research on waterlogged land also shows that weed management in waterlogged soybean systems requires an integrated approach to water management, cultivation systems, mechanical control, and bioherbicide allelopathy, which is expected to suppress weed dominance and reduce the need for synthetic herbicides. This study also emphasizes that for the development and improvement of weed control in waterlogged soybean cultivation systems, it is necessary to focus more on weed ecology in swampy land.
Co-Authors Andreani Kinata Andreani Kinata Andri Firmansyah Aning Tri Subeqi Ardiansyah, Sandy Arifin, Ismail Betri Anita Betri Anita, Betri Bintang Agustina Pratiwi Catur Herizon Definiati P Dewi Winni Fauziah Dwatmadji Dwi Hermawati E Oktavidiati Edi Susilo Edi Susilo Edi Susilo Elly Mulyani Elni Mutmainnah Erpan Ramon Fadillah Sari Fatchur Rochman, Deyo Fitria Yulianti Frensi Riastuti Geofany, Andre Gunawan Saputra Harmawati, Lilis Heltiani, Nofri Hendri Bustamam Heriyati, Liza Herizon, Catur Hesti Pujiwati Hesti Pujiwati HESTI PUJIwATI Ina Asitalia Indra Warman Irawan, Pahmi Iskarnedi Jafrizal Jafrizal Jekson Fresli Kurniawan, Okisi L Malianti Leres Puspitasari Lezita Malianti M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Malianti, Lezita Mega Fatimah Rosana Meta Sonia Mini Asmarita Mohammad Chozin Muchlis, Rita Zurina N. Hidayah Neli Definiati Neli, Neli Nur Hidayah Nur Hidayah Nurhaita Nurhaita P, Definiati Parwito Parwito Parwito Parwito, Parwito Podesta, Fiana Poppy Siska Putri Pratama, Wahyudi Rahmat Setiaji RANI RANI, RANI Riastuti, Frensi Rismayani Rismayani RITA S. Ardiansyah SALAMUN Sandy Ardiansyah Sanju Diosi Arisca Sari Yanti Shinta Risti Astuti Sri Lilestina Nasution Sri Lilestina Nasution, Sri Lilestina Subeqi, Aning Tri Suharnas, Edwar Suliasih Suliasih Sumardi Sunaryadi Sunaryadi - Sunaryadi Sunaryadi Sunaryadi Sunaryadi Susi Handayani Susi Handayani Syafitasari, Juanda Tika Hardini Tila Watil Muslim Meini Widyaningsih, Sari Yusmaniarti zul efendi Zurina Muchlis, Rita