Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Airlangga Development Journal

Hukum Berada Dalam Selisik Ragam Dimensi Kampus Merdeka Suparto Wijoyo
Airlangga Development Journal Vol. 4 No. 1 (2020): Airlangga Development Journal
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1232.26 KB) | DOI: 10.20473/adj.v4i1.20091

Abstract

Unversitas merupakan “habitat” dari “spesies” yang unik dengan kualifikasi terpelajar. Kampus tampil sebagai institusionalitas manajemen universitas. Ruas-ruas administratif diciptakan dengan wadah birokratik. Kampus mustinya mampu menguraiartikan dan mengartikulasikan “suara kampung” secara keilmuan. Kekuatan penalaran dan moral adalah identitas tunggal. Otokam harus diancangkan untuk mencapai “pendidikan kritis yang membebaskan.” Semua instrumen kelembagaan “ide universitas” ditambatkan pada titik yang sama: “Pelayanan dan pemberkatan atas lahirnya bayi-bayi unggul.” Dinamika perceraian sain dan filsafat, lengsernya rezim Newton, serta inovasi paradigmatik yang dewasa ini menghiasi belantara ilmu, adalah momentum tepat untuk merekonstruksi otokam. “Hukum bukanlah kosmos kaidah yang otonom”. Hukum ada dalam lilitan kompleksitas “warna”. Ia bukanlah “pelangi” yang atraktif. Hukum adalah suara norma dan realita, gemilang aturan dan fakta. Hukum itu normatif, sekaligus empiris. Penglihatan ini akan mampu mengkonstalasi dan mengkonstatir hukum tidak sekedar “adonan firman normatif”, tetapi juga manifestasi “totalitas fenomena empiris” yang eksis dalam entitas sosial. Pencampakan hukum dari salah satu “nuansa” (normatif saja atau empiris saja) adalah tonggak datangya malapetakan hukum. Pandangan arogan-segmental tentang hukum jelas “mendegradasi hukum” dan menjadikan hukum mengalami derita “beban sejarah” dalam lorong sains global. Kita tidak hendak mau mendendangkan “lonceng kematian hukum” atawa bergaya “kacamata kuda” bukan? Mari mempelajari hukum dalam “khazanah dan mozaik” norma dan fakta. Kalau otokam tidak “berwisata” ke sana, mari kita gelar sendiri kenduri kolosal otonomi berkarya di kantin sebelah. 
Reconstruction Of Good Corporate Governance In The Order To Realize Indonesia Incorporated As A Welfare Country (Regulatory-Deregulation-Reregulation Perspective Of The Jatimnomic Model) Suparto Wijoyo; Prawitra Thalib; Mohamad Nur Kholiq
Airlangga Development Journal Vol. 6 No. 1 (2022): AIRLANGGA DEVELOPMENT JOURNAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/adj.v6i1.33531

Abstract

The dynamic state administration reflects the crystallization of the idea that the presence of state governance called Good Corporate Governance (GCG) is a product of the development of the state's way of providing public services. The economic arrangement of the East Java model which can be called Jatimnomic in reconstructing GCG with the content of the corporate spirit. The purpose of this paper is to analyze the Good Corporate Governance (GCG) in order to realize Indonesia as a welfare state with the JATIMNOMIC model. The method used is a legal research type and uses a statute approach and a conceptual approach. The result of the discussion is that in realizing Good Corporate Governance (GCG) for People's Welfare, all state resources must be mixed in the formulation of national economic development policies that move in the wave of globalization with responsive leadership for a sustainable economy for the people's welfare. Reformative and solution construction of the national economy by making Indonesia a world economic supercorridor within the ASEAN (AEC) scope through the conception and implementation of what is called JATIMNOMIC.
LEADERSHIP STYLE THE REGENT OF LUMAJANG IN HANDLING POST DISASTER REHABILITATION AND RECONSTRUCTION : (CASE STUDY OF MOUNT SEMERU ERUPTION IN 2021) Hasana Bolqia; Wijoyo, Suparto; Hargono, Arief; Alfarizi, Muhammad Zikra
Airlangga Development Journal Vol. 9 No. 2 (2025): AIRLANGGA DEVELOPMENT JOURNAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/adj.v9i2.55064

Abstract

Salah satu bencana alam terbesar berada di Kabupaten Lumajang yang berdampak 51 jiwa meninggal dunia 10,359 mengungsi dan dampak erupsi sampai menimbun dua Kecamatan, yaitu Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Upaya manajemen bencana menitikberatkan pada aspek-aspek yang dapat memulihkan keadaan masyarakat dan lingkungan dilihat dari model koordinasi terpadu secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gaya kepemimpinan Bupati Lumajang serta faktor penghambat dan penguat dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana erupsi gunung semeru tahun 2021. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu ini mixed methods. Metode pengumpulan data kualitatif diperoleh melalui triangulasi (observasi, wawancara, dan dokumentasi) menggunakan pendekatan triangulasi sumber (informan kunci, biasa dan tambahan), sedangkan kuantitatif menggunakan kuesioner. Temuan penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan Bupati Lumajang dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi adalah gaya kepemimpinan transformasional yang ditunjukkan dengan pemikiran inovatif, gaya komunikasi yang efektif, dan kecerdasan intelektual yang dimiliki dalam menangani segala proses yang direncanakan dan permasalahan yang timbul. Faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang dimiliki dalam menghadapi bencana alam, sementara komunikasi yang efektif dari pemimpin dan bawahan beserta masterplan yang menjadi acuan dalam pembangunan lokasi relokasi dengan baik menjadi faktor penguat proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kata kunci: Bencana, Kepemimpinan, Rehabilitasi, Rekonstruksi, Semeru.
Co-Authors Agus Kurniawan Airlangga, Bayu Aisyah R.r, Herini Siti Aldhi, Ian Firstian Alfarizi, Muhammad Zikra Anak Agung Istri Krisna Gangga Dewi Anedi, Achmad Edwyn Anom, Adhitya Panji Ardhana Christian Noventry Arief Hargono Attamimi, Munif Ave Maria Frisa K Bagong Suyanto Bagus Oktafian Abrianto CAHYADI, ERI Dian Okta Yoshinta Dita Elvia Kusuma Putri Dwi Hardaningtyas Eduardo Saratoga Wrahatnala Elisabeth Supriharyanti Fendy Suhariadi Fitriana, Zuhda Mila Gede Sanjaya Adi Putra Harijadi, Bambang Dwi Hariyono Hariyono Hasana Bolqia I Komang Putra I Made Aditya Pramartha I Made Sara I Wayan Gde Yogiswara Darma Putra Ian Firstian Aldhi Ibrahim, Abdullah Ikhsan Indaryanto, Adrid Indria Wahyuni Julian, Antoni Lestary, Yetty Dwi Luqman, Epy M. Luqman, Epy Muhammad M. Syaiful Aris Malae, Rafyan Mas Rahmah, Mas Mashuri, Moch. Ali Ma’ruf, Anwar Mitra Uktutias, Sendy Ayu Moch. Ali Mashuri Mohamad Nur Kholiq Ni Luh Ayu Megasari Ni Luh Putu Indiani Noventri, Ardhana Christian Nugraha, Xavier Nur Indah Apriani Tiban Pamoro, Giza'a Jati Prawitra Thalib Prayogo, Fatma Merve Putu Ayu Sita Laksmi Radian Salman Rao, Atif Rianda, Juan Safero Rosa Ristawati Rr. Herini Siti Aisyah Samudra, Bagas Hega Saputra, Hijrah Sayekti, Cenuk Setijaningrum, Erna Sinaga, Eduard Sitaresmi, Adhisty Soekarwo, Soekarwo Sri Pantja Madyawati, Sri Pantja Sugiarto, Windhu Suheryadi, Bambang Sutrisno, Aristianto Budi Suwanda, Rian Pramana Teofilus Teofilus, Teofilus Wilda Prihatiningtyas Zariyah, Aminatus Zuhda Mila Fitriana