Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Science Literacy Skills in Science Subjects on Heat Material of Grade VII Students at Junior High School 10 Sampit Setiawan, Ronny; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
International Journal of Universal Education Vol. 3 No. 1 (2025): International Journal of Universal Education
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ijue.v3i1.10547

Abstract

The results of the 2022 PISA (Paris-Pelaksanaan Sains Indonesia/PISA) show that Indonesian students' scientific literacy remains low, including in heat. This study aims to analyze the scientific literacy skills of seventh-grade students at Junior High School 10 Sampit regarding scientific knowledge and attitudes. The study used a descriptive quantitative method with a sample of 55 students. Data were obtained through a scientific literacy test and a scientific attitudes questionnaire, then analyzed using descriptive percentages. The results show that scientific literacy achievement in the knowledge aspect was 41.21% (very poor category) and in the scientific attitudes aspect was 69.92% (sufficient category). The highest level of knowledge was in content (43.33%) and the lowest in epistemic (36.36%), while the highest level of scientific attitudes was in understanding environmental issues (72.00%) and the lowest level in interest in science and technology (69.23%). The main influencing factors were interest in learning science, limited practical work, and lack of experience working on scientific literacy-based problems. These findings indicate the need to improve practice-based learning strategies and practice problems.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Kelas V SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin Delviana, Novita Leony; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jppp.v2i2.9692

Abstract

Pendidikan seluruh potensi yang dimiliki manusia berkembang sehingga dapat menjadi manusia seutuhnya yaitu dengan mampu mengembangkan hati, pikiran dan perasaan. Pada tingkat sekolah dasar, Pembelajaran IPS perlu diberikan kepada semua peserta didik sejak jenjang Sekolah Dasar untuk membekali dengan kemampuan berfikir serta secara logis agar dapat membentuk pribadi siswa yang kreatif, kritis, inovatif dan mampu bekerja sama. Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Talking stick pada mata Pelajaran IPS untuk meningkat hasil belajar siswa kelas V di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan Subjek penelitian seluruh siswa kelas V berjumlah 15 orang di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin. Hasil penelitian ini menemukan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I mendapat perolehan nilai 53,34% dengan kategori Cukup sedangkan pada siklus II mendapat 83,34% dengan kategori Baik. Jika dilihat pada siklus II siswa banyak mengalami peningkatan. Hal ini bermakna pada siklus ini proses peningkatan hasil belajar siswa sudah mencapai ketuntasan dengan kategori Baik. Baik secara individual maupun kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa kelas V di SDN Binuang 10 Kabupaten Tapin dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick adalah Tuntas.
Penggunaan Teknik Diskusi Kelompok untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Pelajaran IPA Muana, Andrayu; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Perspektif Penelitian Pendidikan
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jppp.v2i2.11472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas teknik diskusi kelompok dalam meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas VI SD. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pada siklus pertama, siswa diperkenalkan pada teknik diskusi kelompok, yang menghasilkan peningkatan rata-rata nilai pemahaman dari 65 menjadi 75. Di siklus kedua, penambahan elemen permainan meningkatkan keterlibatan siswa, sehingga rata-rata nilai naik menjadi 85. Pada siklus ketiga, integrasi teknologi dalam diskusi kelompok menghasilkan rata-rata nilai 90. Selain peningkatan nilai akademis, penelitian ini juga mencatat perkembangan keterampilan sosial dan komunikasi siswa. Melalui observasi dan wawancara, ditemukan bahwa siswa menjadi lebih percaya diri dan aktif berpartisipasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik diskusi kelompok efektif tidak hanya dalam meningkatkan pemahaman konseptual, tetapi juga dalam menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan, mendukung perkembangan holistik siswa dalam lingkungan pendidikan.
PELATIHAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS BAGI TENAGA PENDIDIK Elhawwa, Tazkiyatunnafs
JIK-PkM: Jurnal Inovatif dan Kreatif hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): JIK-PkM, Januari 2026
Publisher : LPPM IAI Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/bhf2yw96

Abstract

English is the basis for the development of learning that must be improved. For participants, English Language Training is one of the efforts that can be made to improve English proficiency which is useful for supporting the ability to communicate both orally and in writing. This training was carried out for 40 hours (20 days x 2 hours) through several methods such as lectures, discussions, demonstrations/demonstrations, hands-on practice, and working on questions. The results of this community service activity received a positive response from the agency, especially because this program was in accordance with their needs. This could be seen from the motivation of the trainees to take part in the training process quite enthusiastically, indicating a desire to improve their ability to master English and understand the importance of English. Keywords: language skills; English training; basic skills.  
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan Dan Fungsinya) Berbantuan Smart Apps Creator Pada Kelas IV SD Negeri 2 Mendawai Fauziyyah, Ida; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Pionera, Mutiarani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1902

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan serta menguji kelayakan media pembelajaran interaktif MARUNTING (Materi Struktur Tumbuhan dan Fungsinya) berbantuan Smart Apps Creator pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Mendawai. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Tahap analisis mencakup analisis kebutuhan, karakteristik peserta didik, dan media pembelajaran, yang menunjukkan perlunya media pembelajaran berbasis visual dan interaktif untuk meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa. Tahap desain dilakukan melalui penyusunan flowchart dan storyboard, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan produk dan validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa sebagai dasar perbaikan produk. Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba terbatas dan uji coba luas kepada siswa kelas IV, sedangkan tahap evaluasi bertujuan untuk menilai hasil uji coba serta respon peserta didik terhadap media yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif MARUNTING layak digunakan sebagai media pembelajaran dan mampu mendukung proses pembelajaran IPA secara lebih menarik, efektif, dan interaktif.
Reading in the Digital Age: An Empirical Examination of Digital Literacy's Significance for UIN Suska Riau Students Using SEM Path Analysis Pangoloan Soleman Ritonga; Arif Yasthophi; Paijan Rambe; Wimbi Apriwanda Nursiwan; Syahrul Amin; Nurhidayat Nurhidayat; Tazkiyatunnafs Elhawwa
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 6, No. 1, January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v6i1.23185

Abstract

The digital literacy is likely playing a crucial role on the reading interest in this digital age. This study aimed to determine the influence of digital literacy on the reading interest of UIN Suska Riau students. The sample of this study comprised of 82 students of UIN Suska Riau and the data were collected using questionnaires. The collected data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) Path Analysis 3.0 and SPSS 21. The results showed that digital literacy had a significant influence on the reading interest of UIN Suska Riau students. This showed that the path coefficient value of the original sample estimate (beta) was positive at 0.471, and the direction of the relationship between both variables was in the quite strong category. The effect of digital literacy on the reading interest was also significant in the 2-way test (t table = 1.97) with a t-statistic value of 8.105, which was greater than the t table, and a p-value lower than alpha 5% (0.000 < 0.05). Overall, the results of this analysis proofed that the digital literacy positively related to the rading interest and it significantly influenced the reading interest.
Implementation of the "Lauk Murik" Teaching Material in Science Lessons for Fifth Grade Students of State Elementary Schools 1 Kuluk Talawang Bulkani, Bulkani; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Weni, Fitri
Reflection Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wv7xgg84

Abstract

 In harmony with an environment rich in local wisdom, the environment also needs to be utilized as a source and medium for learning, because the learning process involves seeing, observing, and experiencing, so that students can understand things that exist in real life. The changing educational paradigm demands the use of teaching materials that are contextual, meaningful, and relevant to students' lives. This study aims to describe the implementation of the local teaching material "Lauk Murik" in Natural and Social Sciences (IPAS) learning for fifth-grade students at SD Negeri 1 Kuluk Talawang. The use of this teaching material was developed as an effort to integrate the local cultural context into learning, thereby increasing student engagement and strengthening conceptual understanding. The subject of this reserach was 31 students with 16 male and 15 female. The study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the "Lauk Murik" teaching material can enhance learning activities, facilitating students' understanding of IPAS concepts related to food, natural resources, and environmental sustainability. Furthermore, the integration of local cultural values ​​makes learning more relevant and meaningful. This study recommends the further development of local wisdom-based teaching materials in the IPAS subject in elementary schools
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR “LESTARI” BERBASIS POTENSI LOKAL BAGI SISWA KELAS IV SD Ervawaty, Ervawaty; Zannah, Fathul; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9686

Abstract

The background of this research is based on the minimal integration of the richness of local potential of Katingan Regency in national textbooks, so that the learning of science at SDN 4 Kasongan Lama becomes less contextual for fourth grade students. The focus of the research problem is directed at the development and testing of the validity, effectiveness, and efficiency of integrated thematic teaching materials entitled "LESTARI". The research procedure applies the Research and Development method through the ADDIE model which includes the stages of needs analysis, material structure design, prototype development, classroom implementation, and comprehensive evaluation. The validation results from material experts, media, and education practitioners indicate that this product is in the category of very feasible for use. Quantitative findings prove a significant increase in learning achievement, where the average student score jumped from 61.46 to 80.21. Statistical analysis through paired sample t-test produces a t-value of 19.25 which exceeds the t-table of 2.069, supported by the acquisition of an effect size of 3.93 which is classified as very large. The main conclusion confirms that the "LESTARI" teaching material is proven to be valid, effective, and efficient in supporting meaningful environment-based learning. The use of local content such as peat swamp ecosystems and Dayak culture not only optimizes cognitive achievement, but also successfully internalizes environmental care and ecological awareness in students from an early age in a sustainable, systematic, and holistic manner for the future sustainability of the Katingan environment.ABSTRAKLatar belakang penelitian ini berpijak pada minimnya integrasi kekayaan potensi lokal Kabupaten Katingan dalam buku teks nasional, sehingga pembelajaran IPAS di SDN 4 Kasongan Lama menjadi kurang kontekstual bagi siswa kelas IV. Fokus masalah penelitian diarahkan pada pengembangan serta pengujian validitas, efektivitas, dan efisiensi bahan ajar tematik terpadu berjudul "LESTARI". Prosedur penelitian menerapkan metode Research and Development melalui model ADDIE yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan struktur materi, pengembangan prototipe, implementasi kelas, hingga evaluasi menyeluruh. Hasil validasi dari para ahli materi, media, dan praktisi pendidikan menunjukkan bahwa produk ini berada pada kategori sangat layak untuk digunakan. Temuan kuantitatif membuktikan adanya peningkatan prestasi belajar yang signifikan, di mana nilai rata-rata siswa melonjak dari 61,46 menjadi 80,21. Analisis statistik melalui uji paired sample t-test menghasilkan nilai thitung sebesar 19,25 yang melampaui ttabel senilai 2,069, didukung perolehan effect size sebesar 3,93 yang tergolong sangat besar. Simpulan utama menegaskan bahwa bahan ajar "LESTARI" terbukti valid, efektif, dan efisien dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan yang bermakna. Penggunaan konten lokal seperti ekosistem rawa gambut dan budaya Dayak tidak hanya mengoptimalkan capaian kognitif, tetapi juga berhasil menginternalisasi karakter peduli lingkungan serta kesadaran ekologis siswa sejak usia dini secara berkelanjutan, sistematis, serta holistik bagi keberlangsungan masa depan lingkungan Katingan.  
Pengaruh Penerapan Metode Studi Kasus Terhadap Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPS Fajariah, Nur; Zannah, Fathul; Elhawwa, Tazkiyatunnafs
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 1 (2026): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v21i1.12744

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh model pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi permasalahan secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode studi kasus terhadap pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS di kelas VIII MTs Negeri 1 Sukamara, serta peran jenis kelamin sebagai variabel moderator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (pretest-posttest control group design). Instrumen yang digunakan meliputi tes objektif (15 soal pilihan ganda) untuk mengukur pemahaman konsep, serta tes uraian berbasis studi kasus (3 soal) untuk mengukur keterampilan berpikir kritis, dilengkapi rubrik penilaian. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t dan uji interaksi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada hasil posttest siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata posttest pemahaman konsep siswa di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, dengan nilai maksimum masing-masing 90 dan 80. Selain itu, keterampilan berpikir kritis siswa juga meningkat secara signifikan setelah diterapkannya metode studi kasus. Uji interaksi jenis kelamin menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode studi kasus efektif diterapkan baik pada siswa laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode studi kasus mampu meningkatkan keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS.Temuan ini mendukung penerapan metode studi kasus sebagai strategi pembelajaran aktif dalam pembelajaran IPS yang membantu siswa memahami isu-isu nyata, memperdalam pemahaman, dan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Disarankan kepada guru IPS untuk menerapkan metode ini secara lebih luas dan mendalam.
Evaluasi Program "Pantun Seloka" (Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal) Jenjang Pendidikan Dasar: Evaluation Of The "Pantun Seloka" Program (Local Content Curriculum Development Training) For Basic Education Level Djakirudin, Veronica Ernita Yanuariyanti; Elhawwa, Tazkiyatunnafs; Pionera, Mutiarani
Anterior Jurnal Vol. 25 No. 2 (2026): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan belum optimalnya pelaksanaan regulasi yang mengatur kurikulum muatan lokal di Kabupaten Kotawaringin Barat yang disebabkan beberapa faktor. Program Pelatihan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Jenjang Pendidikan Dasar adalah salah satu pelaksanaan regulasi tersebut, namun pasca pelatihan belum ada evaluasi terhadap hasil pelatihan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi pelatihan tersebut dan hasilnya akan dijadikan sebagai bahan pengambilan keputusan selanjutnya, apakah pelatihan akan dilanjutkan, dilakukan perbaikan atau dihentikan. Program pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotawaringin Barat ini telah dari tahun 2023 sampai 2025 dengan peserta dari guru dan kepala sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Kotawaringin Barat. Evaluasi menggunakan model CIPP ( Context, Input, Proses, dan Output ) yang memberikan hasil secara menyeluruh . Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode evaluasi. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan wawancara kepada peserta pelatihan serta pejabat dinas pendidikan. Hasil penelitian model CIPP ini menunjukkan kategori baik pada seluruh tahapan evaluasi. Hal ini ditunjukkan dalam tahapan konteks terdapat kesesuaian antara program pelatihan dengan analisis kebutuhan pelatihan, tujuan, sasaran pelatihan, dan visi misi organisasi. Terdapat kesiapan input dalam strategi perencanaan yang meliputi materi, sumber daya manusia, sarana-prasarana, dan pendanaan dalam mendukung pelaksanaan pelatihan. Tahapan proses berjalan dengan baik, pelatihan dilaksanakan sesuai jadwal dan kedisiplinan peserta selama kegiatan. Dan pada tahapan evaluasi produk para peserta dapat memahami seluruh materi pelatihan dengan baik. Kesimpulan penelitian adalah Program Pelatihan memperoleh hasil dalam kategori baik, namun perlu ada perbaikan dokumen pendukungnya yang dapat dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi penyelenggara.