Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR INDONESIA DAN VIETNAM Juliana Margareta Sumilat; Denysa Caroles
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary education plays a strategic role in shaping high-quality human capital that is adaptable to global change. Indonesia and Vietnam, two rapidly developing Southeast Asian countries in the education sector, have adopted different approaches to primary education curricula, both oriented toward 21st-century learning goals. This study compares the primary school curricula of Indonesia and Vietnam, focusing on educational structure, curriculum content, pedagogical strategies, language of instruction, and implementation challenges. Using a qualitative method based on literature analysis of national policies, international reports, and academic studies, the findings show that Indonesia’s Merdeka Curriculum emphasizes flexibility, project-based learning, and character building, while Vietnam’s 2018 General Education Curriculum follows a competency-based and cross-disciplinary integration model with an outcome-based assessment system. Both countries face similar implementation issues such as regional disparities, teacher readiness, and digital learning integration. The study suggests that regional collaboration and mutual learning can contribute to improving the quality and equity of primary education in Southeast Asia.
Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Fase A di SD GMIM Rurukan: indonesia Stefin Bawiling; Deysti T. Tarusu; Margareta O. Sumilat
Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Teknologi Pendidikan
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memahami akan peran guru dalam pembentukan karakter peserta didik fase A di SD GMIM Rurukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukan bahwa guru fase A di SD GMIM Rurukan melaksanakan peran mereka sebagai seorang guru bukan hanya sebagai pemberi ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai seorang yang membentuk karakter peserta didik terlebih khsus di fase A melalui peran guru sebagai teladan, guru sebagai motivator, guru sebagai inspirator, guru sebagai fasilitator, dan guru sebagai evaluator. Selain itu lingkungan belajar juga mempengaruhi akan pembentukan karakter peserta didik fase A sehingga peran guru dalam berkolaborasi dengan keluarga dan masyarakat sangat diperlukan, dengan mengajak keluarga dan masyarakat berperan aktif dalam proses pembentukan karakter. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan guru memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter peserta didik fase A di SD GMIM Rurukan, guru menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama melalui keteladanan guru dalam berperilaku dan sikap sopan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan motivasi yang positif berupa pujian dan pemberian reward atau penghargaan, menjadi seorang yang menginspirasi bagi peserta didik melalui tingkah laku dan memberikan contoh yang baik, penggunaan metode pembelajaran yang menarik dan tepat dalam proses pembelajaran dan mengaitkan materi dengan nilai-nilai karakter yang tepat untuk diajarkan, serta melakukan evaluasi karakter yang berkelanjutan.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Kelas IV SD Katolik V Tomohon Thesya Susan Wales; Margareta Oktavia Sumilat; Sarah Stefana Nancy Tombokan
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 2 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i2.4322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SD Katolik V Tomohon. Penelitian ini dijalankan melalui skema Penelitian Tindakan Kelas yang digulirkan dalam dua putaran intervensi. Pada masing-masing putaran, rangkaian kegiatan penelitian dibangun melalui empat fase berurutan, meliputi penyusunan rancangan, eksekusi tindakan, pelaksanaan pencermatan, dan penelaahan reflektif. Partisipan yang dilibatkan ialah 29 peserta didik kelas IV. Penjaringan data ditempuh lewat uji capaian belajar, instrumen observasi terhadap performa guru dan keterlibatan siswa, serta dokumentasi pendukung. Seluruh data yang terkumpul kemudian ditafsirkan dengan memadukan olah deskriptif bercorak kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menegaskan bahwa penggunaan Problem Based Learning memberikan daya ungkit yang kuat terhadap peningkatan performa akademik IPAS pada topik Keragaman Sosial Budaya di Indonesia. Indikasinya tampak jelas pada rerata capaian siswa yang semula hanya berada pada angka 65,3 dalam siklus pertama, lalu terdongkrak menjadi 78,4 pada siklus kedua. Pola peningkatan yang sama juga tercermin pada taraf ketuntasan belajar, yang pada mulanya hanya menyentuh 51,72%, kemudian melesat tajam hingga 96,55% pada putaran berikutnya. Perbaikan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan bergerak seiring dengan semakin intensnya partisipasi, keterlibatan, dan dinamika keaktifan siswa sepanjang proses pembelajaran. Atas dasar itu, dapat dipastikan bahwa model Problem Based Learning layak dinyatakan efektif sebagai strategi untuk mengerek hasil belajar IPAS peserta didik kelas IV SD Katolik V Tomohon.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SD NEGERI III TONDANO: PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS KELAS IV SD NEGERI III TONDANO Angel S.Z Mengko; Rorimpadey, Widdy H.F.; Margareta O. Sumilat
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13827

Abstract

This study aims to improve pupils’ learning outcomes in the subject of Integrated Natural Sciences (IPAS) through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Year 4 at SD Negeri III Tondano. The research subjects consisted of 14 Year 4 pupils. The method used was Classroom Action Research (CAR), conducted over two cycles, with each cycle comprising the planning, implementation, observation and reflection stages. Data collection was carried out using observation techniques to observe learning activities and tests to measure students’ learning outcomes. The data obtained were analysed using a quantitative descriptive approach to determine the improvement in learning outcomes based on the scores achieved by the students. The results of the study showed a significant improvement in students’ learning outcomes. In Cycle I, the average student learning outcome reached 71.43% with a learning achievement rate of 57.14%, indicating that some students had not yet met the minimum achievement criteria. Following improvements to teaching in Cycle II through the optimisation of the PBL model, the average student learning outcome increased to 91.07% with a higher level of achievement. These findings indicate that the implementation of the Problem-Based Learning model is effective in improving student learning outcomes in the IPAS subject in Year 4 at SD Negeri III Tondano.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Negeri 8 Tondano: Penelitian Dev Andhika Sandiang; Marien Pinontoan; Margareta Oktavia Sumilat
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6680

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS, khususnya materi kenampakan alam, melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada peserta didik kelas IV SD Negeri 8 Tondano. Metode yang diterapkan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian melibatkan 28 siswa yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi serta pemberian tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan berpedoman pada persentase ketuntasan belajar siswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model STAD memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar. Pada siklus I, rata-rata capaian belajar siswa berada pada angka 65,89% dengan tingkat ketuntasan sebesar 35,71%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 86,07% dan seluruh siswa berhasil mencapai ketuntasan belajar dengan persentase 100%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 8 Tondano.
Penerapan  Model Talking Stick Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ips Kelas Iv Sd Inpres Wailan ; Rommi Y. Mongdong; Margareta Sumilat
Jurnal Sekolah Dasar Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Sekolah Dasar
Publisher : LPPM Universitas Buana Perjungan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/n8160811

Abstract

Tujuan Penelitian ini meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS melalui Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Talking Stick di kelas IV SD INPRES WAILAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Tindakan Kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah seperti : 1. Perencanaan, 2. Tindakan, 3. Observasi, dan 4. Refleksi, dengan dua siklus. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes tertulis, untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Teknik analisis data menggunakan Teknik persentase dengan rumus sebagai berikut: KB T/Tt x 100%. Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di kelas IV SD INPRES WAILAN, dengan jumlah siswa 10 orang. Hasil Penelitian pembelajaran IPS pada siklus I yaitu memperolehan hasil pada siklus I adalaH 60,5% belum mencapai standar ketuntasan. Selanjutnya pada hasil Penelitian siklus II menunjukkan mencapai nilai rata-rata kelas 85% dengan demikian tidak perlu lagi dilakukan perbaikan tindakan pembelajaran sehingga siklus berikutnya sudah tidak dilanjutkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Cooperative Learning tipe talking stick dapat menimbulkan hasil belajar siswa tentang materi sejarah kerajaan hindu di Indonesia di kelas IV SD INPRES WAILAN. Kesimpulan di atas dikemukakan beberapa saran sebagai berikut : 1. Dalam menggunakan model Cooperative Learning tipe Talking Stick diharapkan agar supaya bisa memperhatikan langkah-langkah atau fase pembelajaran Cooperative Learning tipe Talking stick dengan baik agar bisa menghasilkan kegiatan belajar mengajar yang maksimal. 2. Bagi guru disarankan dapat menerapkan model Cooperative Learning tipe Talking Stick dalam pembelajaran IPS siswa dikelas IV SD INPRES WAILAN. 3. Kepada guru SD diharapkan dapat memahami dengan benar bagaimana menerapkan model Cooperative Learning tipe Talking Stick agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa khusus nya pada materi sejarah kerajaan Hindu di Indonesia dan dalam pembelajaran IPS pada umumnya. Kata Kunci : Strategi Guru, Quantum Learning, Hasil Belajar, IPS
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Ni Kd Novi Christiani; Fonny Katili; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD Negeri 2 Tomohon Jilda Manangin; Jeffry Sony Junus lengkong; Margareta Oktavia Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.300

Abstract

Tujuan dari kajian ini ialah untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS dengan materi “Karakteristik Geografis Wilayah Indonesia” di kelas V SD Negeri 2 Tomohon dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Metode kajian yang dipergunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang tersusun atas 2 siklus, tiap siklus tersusun atas empat tahapan yakni dari perencanaan sampai refleksi. Subjek kajian ini ialah keseluruhan siswa kelas V SD Negeri 2 Tomohon jumlahnya 28 peserta didik yang tersusun atas 15 perempuan serta 13 laki-laki. Teknik dalam mengumpulkan data ini mempergunakan lembar tes evaluasi. Teknik analisa data yang dipergunakan ialah teknik analisa hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa di kelas V SD Negeri 2 Tomohon hasil belajar siswa di siklus I senilai 64,67 serta hasil belajar siklus II senilai 81,25. Oleh karenanya, di kelas V SD Negeri 2 Tomohon, implementasi model PjBL bisa mengoptimalkan hasil belajar IPAS.
Analisis Penggunaan Media Audiovisual pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas 4 SD GMIM Kinilow Priscillia Eva Maria Rondonuwu; Marien Pinontoan; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.362

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan media audiovisual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SD GMIM Kinilow. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penggunaan media belajar yang memikat dan interaktif guna meningkatkan daya perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa kelas IV SD GMIM Kinilow yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD GMIM Kinilow memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang diajarkan. Guru juga merasa terbantuh dalam menjelaskan materi karena media audiovisual mampuh menarik perhatian siswa untuk belajar. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh sarana yang memadai dan kompetensi guru yang baik.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.