Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Siswa Kelas IV SD Gmim 1 Tomohon Ni Kd Novi Christiani; Fonny Katili; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v3i4.206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Gmim 1 Tomohon melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada dua siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan/ tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan dengan perhitungan presentase dan rata-rata hasil belajar yang di capai siswa. Penelitian ini dilakukan dikelas IV dengan jumlah siswa 32 orang. Hasil pada siklus I menunjukkan bahwa 63,65%, hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran belum mencapai KKTP yang ditetapkan yaitu 75. Oleh karena itu, dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah tindakan pada siklus II, maka ketuntasan belajar meningkat menjadi 91,90%. Maka dapat di simpulkan bahwa penggunaan model Problem Based Learning pada materi Wujud Zat dan Perubahannya secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penerapan Model Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS di Kelas V SD Negeri 2 Tomohon Jilda Manangin; Jeffry Sony Junus lengkong; Margareta Oktavia Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.300

Abstract

Tujuan dari kajian ini ialah untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPAS dengan materi “Karakteristik Geografis Wilayah Indonesia” di kelas V SD Negeri 2 Tomohon dengan menerapkan model Project Based Learning (PjBL). Metode kajian yang dipergunakan yakni Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang tersusun atas 2 siklus, tiap siklus tersusun atas empat tahapan yakni dari perencanaan sampai refleksi. Subjek kajian ini ialah keseluruhan siswa kelas V SD Negeri 2 Tomohon jumlahnya 28 peserta didik yang tersusun atas 15 perempuan serta 13 laki-laki. Teknik dalam mengumpulkan data ini mempergunakan lembar tes evaluasi. Teknik analisa data yang dipergunakan ialah teknik analisa hasil belajar. Hasil kajian menunjukkan bahwa di kelas V SD Negeri 2 Tomohon hasil belajar siswa di siklus I senilai 64,67 serta hasil belajar siklus II senilai 81,25. Oleh karenanya, di kelas V SD Negeri 2 Tomohon, implementasi model PjBL bisa mengoptimalkan hasil belajar IPAS.
Analisis Penggunaan Media Audiovisual pada Mata Pelajaran IPAS di Kelas 4 SD GMIM Kinilow Priscillia Eva Maria Rondonuwu; Marien Pinontoan; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.362

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah pemanfaatan media audiovisual pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas IV SD GMIM Kinilow. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya penggunaan media belajar yang memikat dan interaktif guna meningkatkan daya perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek dalam penelitian ini mencakup kepala sekolah, guru kelas IV, serta siswa kelas IV SD GMIM Kinilow yang berjumlah 18 orang. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informasi yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual pada mata pelajaran IPAS di kelas IV SD GMIM Kinilow memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif, antusias, dan mudah memahami materi yang diajarkan. Guru juga merasa terbantuh dalam menjelaskan materi karena media audiovisual mampuh menarik perhatian siswa untuk belajar. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran IPAS di kelas IV SD efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran apabila didukung oleh sarana yang memadai dan kompetensi guru yang baik.
Penerapan Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Advent Tondano Amelia Putri Nurrhamad Lehu; Richard D. H. Pangkey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.416

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi gotong royong di kelas IV SD Advent Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Advent Tondano yang berjumlah 20 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri atas observasi untuk mengukur aktivitas siswa dan guru, serta tes tertulis dalam bentuk esai untuk mengukur hasil belajar kognitif siswa. Hasil penelitian pada Siklus I menunjukkan rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 65 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 55%, yang berarti belum memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan yaitu 75. Keterlaksanaan aktivitas siswa mencapai 57,81% (kategori kurang) dan aktivitas guru sebesar 67,18% (kategori cukup). Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada Siklus II dengan mengoptimalkan sintaks PBL dan meningkatkan intensitas bimbingan kelompok, rata-rata hasil belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 84 dengan tingkat ketuntasan klasikal mencapai 95%. Selain itu, persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 87,5% (kategori sangat baik) dan aktivitas guru mencapai 92,18% (kategori sangat baik). Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi gotong royong siswa kelas IV SD Advent Tondano.
The Influence of Teacher Creativity on the Learning Motivation of Public Elementary School Students in Tomohon City Margareta Oktavia Sumilat; Joulanda A.M. Rawis; Jeffry S.J. Lengkong; Orbanus Naharia
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to examine the influence of teacher creativity on the learning motivation of public elementary school students in Tomohon City using the Structural Equation Modeling (SEM) approach. The research applied a quantitative explanatory design. The population included all fifth- and sixth-grade students from 21 public elementary schools in Tomohon City. Using the Lemeshow formula with a 95% confidence level, the study obtained a sample of 384 respondents. Data were gathered through a Likert-scale questionnaire containing 8 indicators of teacher creativity and 10 indicators of learning motivation. The data were analyzed using AMOS through descriptive statistics, measurement model analysis, and structural model evaluation. The results showed that teacher creativity was categorized as very high, with an average score of 4.444, while students’ learning motivation was also classified as very high, with a mean score of 4.392. In addition, the SEM analysis demonstrated that the proposed model achieved a good fit. The findings further confirmed that teacher creativity had a positive and significant influence on students’ learning motivation, as indicated by a standardized path coefficient of 0.471 and a significance level of p < 0.001. Therefore, the study concludes that enhancing teacher creativity can effectively increase students’ learning motivation
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD GMIM III Woloan Alvrin Kadore; Widdy H.F. Rorimpandey; Margareta O. Sumilat
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) materi perubahan wujud benda melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan. Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pembelajaran yang masih berpusat pada guru, serta penggunaan metode konvensional yang kurang memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud benda. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa serta tes hasil belajar untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar siswa mencapai 52,5% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 31,25%. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 83,43% dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%. Demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi perubahan wujud benda pada siswa kelas IV SD GMIM III Woloan.
The Effect of Teacher Creativity on the Learning Motivation of Public Elementary School Students in Tomohon City Margareta Oktavia Sumilat; Joulanda A.M. Rawis; Jeffry S.J. Lengkong; Orbanus Naharia
International Journal of Education, Information Technology, and Others Vol 9 No 2 (2026): International Journal of Education, information technology   and others
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of teacher creativity on the learning motivation of public elementary school students in Tomohon City by using Structural Equation Modeling (SEM). This research employed a quantitative explanatory approach. The population consisted of all fifth- and sixth-grade students from 21 public elementary schools in Tomohon City. The sample size was determined using the Lemeshow formula at a 95% confidence level, resulting in 384 respondents. Data were collected through a Likert-scale questionnaire consisting of 8 indicators of teacher creativity and 10 indicators of learning motivation. Data analysis was carried out using AMOS through descriptive analysis, measurement model testing, and structural model testing. The findings revealed that teacher creativity was in the very high category with a mean score of 4.444, while students’ learning motivation was also in the very high category with a mean score of 4.392. The SEM results indicated that the proposed model had a good level of fit. Furthermore, teacher creativity had a positive and significant effect on students’ learning motivation, with a standardized path coefficient of 0.471 and a significance value of p < 0.001. This study concludes that improving teacher creativity can strengthen students’ learning motivation
Efektivitas Penggunaan Media Big Book Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Literasi Awal dan Motivasi Belajar siswa kelas 1 sekolah dasar Juliana Margareta Sumilat; GoriusGeor GoriusGeor
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i1.6613

Abstract

Model Data Envelopment Analysis untuk Mengukur Efisiensi Manajemen Satuan PAUD dalam Mendukung Capaian Numerasi Anak Usia Dini Fera Luicia Tampi; Sumilat, Margareta Oktavia; Raflesia, Citra
Jurnal Pendidikan Matematika : Judika Education Vol. 9 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika:Judika Education
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/a7rqg431

Abstract

This study aims to develop an output-oriented BCC-DEA mathematical model to measure the relative efficiency of early childhood education management in supporting children’s numeracy. A quantitative methodological study used deterministic simulation of 20 synthetic Decision Making Units (DMUs). Inputs comprised program expenditure per child, teacher ratio, media index, and stimulation hours; outputs comprised the numeracy index and the percentage of children meeting developmental criteria. The results identified seven efficient and 13 inefficient DMUs, with a mean pure technical efficiency of 0.9494. PAUD-09 appeared most frequently as a peer, followed by PAUD-17 and PAUD-18. Inefficient DMUs required output improvements of approximately 2.19%–20.72% with unchanged inputs, and sensitivity analysis showed very high correlations with the baseline model. BCC-DEA is therefore able to generate measurable efficiency, benchmarking, and improvement-target information; empirical use requires homogeneous DMUs, validated numeracy instruments, and data-quality audits.   Keywords: BCC-DEA; Early Childhood Management; Early Numeracy; Educational Efficiency; Mathematical Modelling