Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analysis of the Relationship between Nutritional Status and Stress with the Menstrual Cycle in Adolescent Girls Iseu Siti Aisyah; Neni Neni; Andy Muharry
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 7 No. 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (Salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v7i3.1305

Abstract

The causes of menstrual cycle irregularities in adolescents are multifactorial, including nutritional status and stress levels. Irregular menstrual patterns, if left unaddressed, may have long-term implications for reproductive health. This study aimed to analyze the association between nutritional status and stress levels with menstrual cycle patterns in 127 adolescent girls aged 13–15 years from three private junior high schools within the service area of Bantar Community Health Center, Tasikmalaya City. A cross-sectional design was employed. Nutritional status was assessed using anthropometric measurements, stress levels were evaluated through the DASS questionnaire, and data on menstrual cycle regularity and intervals were collected via a structured questionnaire. Chi-square analysis indicated a significant correlation between nutritional status and menstrual cycle patterns (p-value = 0,027), with adolescents experiencing malnutrition showing a higher proportion of menstrual irregularities compared to those with normal nutritional status. Fisher’s exact test also demonstrated a significant association between stress levels and menstrual cycle patterns (p-value = 0,043), with adolescents exhibiting high stress levels having an increased risk of menstrual cycle disturbances. These findings underscore that imbalanced nutritional status and elevated stress levels can disrupt hormonal function and compromise menstrual cycle regularity in adolescent girls. Therefore, monitoring nutritional status and implementing stress management strategies are essential to support regular menstrual cycles and promote reproductive health in this population.
Sekolah Keluarga Menikah Dini (Siaga Dini): Program Penyuluhan Kehidupan Berkeluarga pada Keluarga Penyintas Perkawinan Anak di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Tin Herawati; Susri Adeni; Risda Rizkillah; Ismayanti Pratiwi; Iseu Siti Aisyah; Octaria Intan Cahayani; Firyal Azahrin Putri Nareswari
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2532

Abstract

Perkawinan anak merupakan permasalahan sosial yang banyak terjadi di Indonesia dan berdampak terhadap aspek sosial, ekonomi, serta psikologis keluarga. Pasangan yang menikah di usia anak umumnya rentan mengalami konflik, perceraian, serta pengasuhan yang kurang optimal. Kabupaten Tasikmalaya menjadi daerah dengan angka dispensasi nikah dan perceraian tertinggi di Jawa Barat, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak agar mampu menjalankan fungsi keluarga secara optimal. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang berisi materi mengenai komunikasi dan interaksi keluarga, manajemen keuangan, pengasuhan dan stimulasi, gizi untuk tumbuh kembang anak, implementasi fungsi keluarga, dan merawat kesehatan reproduksi.  Kegiatan dilakukan dengan media modul, diskusi, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui pre-test dan post-test serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan pada Bulan Oktober 2025 dengan melibatkan 50 keluarga penyintas perkawinan anak. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan, yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai post-test sebesar 14.9 poin. Peserta berpartisipasi aktif selama kegiatan serta pada sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas keluarga penyintas perkawinan anak dalam memahami peran dan fungsi keluarga sebagai bagian dari upaya untuk penguatan kualitas keluarga dan tumbuh kembang anak.