Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Transformasi Guru sebagai Fasilitator Pembelajaran di Era Digital Afriani, Gusma; Soegiarto, Ita; Suyuti, Suyuti; Amarullah, Ahmad; Aristanto, Aristanto
Global Education Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Global Education Journal (GEJ)
Publisher : Civiliza Publishing, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/gej.v2i1.332

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has changed the educational landscape, encouraging the transformation of the role of teachers into learning facilitators in the digital era. This research aims to explore this transformation phenomenon by exploring shifts in learning paradigms, identifying challenges faced by teachers, evaluating strategies for solving them, and analyzing their impact on student learning. The research method used is a qualitative approach, by collecting data, including in-depth interviews with teachers who actively use technology in learning and direct observation in classes that apply a technology-based approach. The research results show that the transformation of the teacher's role involves a shift in focus from a teacher-centered learning model to a more student-oriented approach, where the teacher acts as a learning facilitator who encourages active student involvement and collaboration. Challenges such as lack of digital skills and gaps in technology access among students are major barriers to adopting these new roles. However, resolution strategies such as training and professional development, collaboration with colleagues, and differentiation of learning have proven effective in overcoming these challenges. The impacts of this transformation include increased student engagement, creativity, critical thinking, and collaboration in digital learning. In conclusion, the transformation of teachers as learning facilitators in the digital era is a complex process that requires in-depth understanding, appropriate strategies, and ongoing support to achieve optimal learning outcomes in an ever-evolving context.
Pendampingan Penulisan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Guru Sosiologi di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sosiologi DKI Jakarta Suyuti; Septiandini, Devi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakata dan Riset Pendidikan Volume 2 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v2i1.161

Abstract

The Community Service (PkM) activities that will be carried out with the Jakarta State University grant for the 2023 fiscal year depart from the road map of the research and community service program as an implementation of the tridarma of higher education at Jakarta State University related to the field of education, especially the development of teacher professionalism and the road map of the Sociology Education study program which aims to assist in writing class action research (PTK) for sociology teachers who are members of the DKI Jakarta subject teacher deliberation (MGMP). Through teacher communities such as MGMP, teachers can use it to improve the quality of teaching from preparation to evaluation and quality improvement through class action research. However, the problem that is currently present is that there are still few teacher communities that utilize the forum to improve their teaching capacity, one of which is experienced by teachers in the DKI Jakarta MGMP Sociology community. Therefore, in this community service activity, training on classroom action research will be carried out to improve the quality of learning by sharing experiences and knowledge related to classroom action research. This community service activity is in partnership with the Education Office and the DKI Jakarta MGMP Sociology Community. The process of activities that will be carried out by this service team with a mentoring system, mentoring activities begins with organizing focus group discussions to explore more deeply related to constraints and mapping the ability of teachers to make class action research. In mentoring, all teachers who are members of the DKI Jakarta Sociology MGMP will participate. It is expected that the output of this activity will result in a mentoring video on YouTube, teacher work, and intellectual property rights from making class action research
Pengembangan Literasi Kewirausahaan Digital Pada Komunitas Dasawisma, Kampung Baru Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara Hamid, Abdul Rahman; Septiandini, Devi; Siswanto, Achmad; Suyuti, Suyuti
Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): SATWIKA: Volume 1, Number 2, December 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.556 KB) | DOI: 10.21009/satwika.010201

Abstract

ABSTRAK Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat Kampung Baru Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara dalam mengembangkan literasi kewirausahaan digital. Kegiatan inti dilaksanakan di RT 007/RW 08 pada tanggal 13 November 2021. Metode yang digunakan yakni berupa pemaparan materi, diskusi dan praktik berupa demo memasak “rice bowl” sebagai bentuk dari literasi kewirausahaan digital. Kegiatan ini menjaring 20 orang ibu – ibu dari komunitas Dasawisma dan juga melibatkan mahasiswa dari program studi pendidikan sosiolgi dan program studi pendidikan tata boga sebanyak 5 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai literasi kewirausahaan digital melalui beberapa platform media sosial yang sudah familiar seperti Whatsapp, Facebook dan Instagram. Selain platfom media sosial tersebut, peserta juga diajarkan bagaimana mendaftarkan usahanya di platform seperti Go Food dan Grab Food. Pelatihan ini juga meningkatkan keterampilan memasak para peserta lewat demo masak yang diberikan oleh mahasiswa dengan memanfaatkan potensi lokal yakni menu berbahan dasar Kerang. ABSTRACT The purpose of this activity is to provide knowledge and skils to the people of Kampung Baru Nelayan, Cilincing,Jakarta Utara. In developing digital enterpreneurship literacy. The activity was held in RT 007/RW 08 on November 13, 2021. The method used was in the form of material presentation , discussion and practice in the form of a “rice bowl” cooking demonstration as a form of digital enterpreneurship literacy. The activity recruited 20 women from the Dasawisma community and also involved 5 students from Pendidikan Sosiologi and Pendidikan Tata Bog. The result obtained from this activity are increasing public knowledge about digital enterpreneurship literacy through several familiar social nedia platform such as WhatsApp, Facebook and Instagram. In addition to these social media platform, participants were also taught how to register their businesses on platforms such as Go Food and Grab Food. This training improves the cooking skills of the participants trough cooking demonstrations given by students by utilizing local potential, namely the menu made from shellfish.
MODEL DAN TEKNIK PEMBELAJARAN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN SOSIOLOGI KONTEMPORER Bielva Fitriana Nurhasanah; Seftyyani Tri Rahma; Artha Leena Citra Setyowati; Suyuti Suyuti
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5636

Abstract

Penelitian ini bertujuan merangkum model dan teknik pembelajaran paling relevan bagi pendidikan sosiologi kontemporer, yang menuntut proses belajar lebih kritis, kontekstual, dan berbasis teknologi. Kajian ini memakai metode library research seperti menelaah buku, jurnal, dan laporan riset terkini (2020‑2025) untuk memetakan tren, tantangan, dan solusi di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendekatan student‑centered seperti problem‑based learning (PBL) dan project‑based learning (PjBL) efektif menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital mahasiswa. Integrasi teknologi melalui blended learning, flipped classroom, dan pemanfaatan LMS guna untuk memperluas akses sumber belajar sekaligus menjadi objek kajian sosiologi digital. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, minimnya pelatihan guru, dan kesenjangan antara teori serta praktik sosial. Solusinya mencakup peningkatan kompetensi guru berbasis TPACK, penyesuaian kurikulum agar lebih kontekstual, serta kolaborasi sekolah danmasyarakat. Studi kasus PBL di Madrasah Aliyah An‑Nur Sumenep menegaskan efektivitas pendekatan ini: partisipasi siswa, skor pemahaman materi, dan kemampuan berpikir kritis meningkat signifikan. Simpulan penelitian menyatakan bahwa model pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan terdigitalisasi menjadi kunci agar pendidikan sosiologi mampu menjawab dinamika sosial masa kini dan membentuk lulusan yang peka, reflektif, serta siap menjadi agen perubahan.
PENERAPAN METODE ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA Ahfa, Fadhilatus Sholihah; Dimas Galih; Redo, Theresa Leda; Suyuti Suyuti
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5642

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan metode pembelajaran aktif dalam pengajaran Sosiologi melalui analisis literatur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Konstruktivisme Piaget yang pentingnya keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana konsep dan prinsip pembelajaran aktif dapat diterapkan dalam pengajaran Sosiologi pada tingkat sekolah menengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan cara studi pustaka, di mana informasi diambil dari jurnal akademik, buku, dan artikel yang relevan. Pembahasan artikel ini mencakup empat bagian penting, yaitu: (1) konsep dan prinsip pembelajaran aktif dalam konteks pembelajaran Sosiologi, (2) karakteristik pembelajaran Sosiologi serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya, (3) studi kasus mengenai penerapan pembelajaran aktif dalam kelas Sosiologi berdasarkan kesimpulan dari berbagai sumber literatur, dan (4) menerapkan penerapan pembelajaran aktif terhadap efektivitas pembelajaran Sosiologi. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran aktif dapat meningkatkan keterlibatan siswa, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, dan menjadikan proses belajar lebih relevan serta bermakna. Dengan demikian, metode ini memiliki potensi untuk menjadi pendekatan yang tepat dan efektif dalam menghadapi tantangan pengajaran Sosiologi di zaman pendidikan yang terus berubah.
INTEGRASI COOPERATIVE LEARNING DALAM KURIKULUM MERDEKA: MEWUJUDKAN KELAS YANG AKTIF, INKLUSIF, DAN BERPUSAT PADA SISWA Mayyaza Nafilata; Rifdatul Andini; Suyuti Suyuti; Devi Septiandini; Ike Ariany
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 2 No. 2 (2025): September
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v2i2.5644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi model Cooperative Learning (CL) dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka guna mewujudkan kelas yang aktif, inklusif, dan berpusat pada siswa. Meskipun Kurikulum Merdeka telah diimplementasikan di berbagai jenjang pendidikan, pendekatan pembelajaran yang digunakan masih cenderung berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga belum sepenuhnya mencerminkan semangat “merdeka belajar”. Melalui pendekatan studi pustaka dan analisis terhadap temuan-temuan sebelumnya, penelitian ini menunjukkan bahwa Cooperative Learning memiliki potensi besar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Strategi seperti STAD (Student Teams Achievement Division) dan Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi siswa, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Namun, keberhasilan implementasi Cooperative Learning sangat dipengaruhi oleh kesiapan guru, fleksibilitas waktu belajar, serta dukungan kebijakan sekolah yang adaptif. Dengan demikian, integrasi pembelajaran kooperatif dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya menjadi pendekatan metodologis, tetapi juga bagian dari transformasi paradigma pembelajaran yang lebih demokratis dan inklusif.
Integrasi Isu Sosial Lewat Media Digital dalam Pembelajaran Sosiologi Kelas XII Jesslyn Putri Marella; Diandra Mayla Valiza; Nailal Ghinna; Suyuti Suyuti
WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti Dan Pengajar Ilmu Sosial Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/wissen.v3i3.1066

Abstract

The Society 5.0 era urges the transformation of sociology learning in senior high school (Grade XII) to become more adaptive to current social issues through digital media. This study aims to analyze strategies for integrating social issues via digital approaches and how these affect students’ understanding and participation. Using a qualitative descriptive method, data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and document analysis. Findings indicate that a combination of Learning Management Systems (LMS), gamification, digital collaboration (Padlet, Lumio), and social media significantly increases student engagement, up to 30%, especially in understanding issues such as urbanization, social inequality, and environmental degradation. Interactions among teachers, students, and digital content were actively formed in a virtual environment. However, challenges persist, including limited infrastructure, teachers’ digital literacy, students’ learning discipline, and the lack of local contextualization in teaching materials. This study highlights the importance of synergy between technology, pedagogy, and social sensitivity in issue-based digital learning.
STRATEGI PEMANFAATAN PLATFORM DIGITAL UNTUK OPTIMASI INTERAKSI TATAP MUKA DAN DARING DALAM BLENDED LEARNING Syifa El Sahla Jayadi; Siti Nurhalisa; Suyuti Suyuti
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 3 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v3i4.1191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana strategi platform digital untuk mengoptimalisasikan interaksi tatap muka dan daring dalam pembelajaran blended learning. Pembelajaran blended learning semakin populer karena kemampuannya menggabungkan interaksi tatap muka dan daring secara sinergis. Namun, tantangan utama terletak pada bagaimana memanfaatkan platform digital agar interaksi di kedua ranah tersebut tetap optimal. Artikel ini bertujuan menggali strategi pemanfaatan platform digital untuk mengoptimasi interaksi tatap muka dan daring melalui studi pustaka (library research). Teori Community of Inquiry (CoI) menjadi landasan analisis interaksi sosial, kognitif, dan pengajaran dalam lingkungan hibrida. Kajian metodologis dari Bliuc, Goodyear, dan Ellis (2007) menegaskan pentingnya desain penelitian yang memadukan kuantitatif dan kualitatif untuk memahami pengalaman belajar blended learning. Temuan utama menunjukkan bahwa platform seperti Google Classroom dan Moodle, bila didukung fitur diskusi real‑time dan analitik aktivitas, dapat meningkatkan keterlibatan sosial dan refleksi kritis siswa. Selain itu, penerapan model flipped classroom pada platform digital mendorong kemandirian dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Maka dari itu, strategi yang efektif meliputi pemilihan platform dengan fitur komunikatif, penyusunan aktivitas kolaboratif daring, serta penggunaan data analitik untuk memandu intervensi pengajaran.