Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Tinnitus Subjektif Pada Pekerja Bagian Produksi Di Industri Meubel Pt. Faninda Jaya: Analysis Of Factors Associated With Subjective Tinnitus In Production Workers In The Furniture Industry At Pt. Faninda Jaya Atila Balgis Masiaga; Laksmyn Kadir; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.9218

Abstract

Tinnitus subjektif merupakan persepsi suara yang tidak berhubungan dengan bunyi fisik, dan hanya dapat didengar oleh individu yang mengalaminya. Faktor risiko keluhan tinnitus subjektif bisa bersumber dari faktor individu maupun faktor pekerjaan. Faktor individu yakni usia, jenis kelamin, penggunaan obat, tekanan darah, kebiasaan merokok, dan kesehatan mental. Faktor pekerjaan ialah intensitas bising, masa kerja, lama kerja, pemakaian Alat Pelindung Telinga, dan paparan getaran. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang hubungan dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi di industri meubel PT. Faninda Jaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja di bagian produksi industri meubel PT. Faninda dengan penentuan sampel menggunakan Sampling jenuh (exhaustive sampling) yang berjumlah 52 orang. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kesalahan (?) = 5%. Hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi faktor intensitas bising (p-value = 0,025), faktor tekanan darah (p-value = 0,691), faktor masa kerja (p-value = 0,002), faktor lama kerja (p-value = 1,000), dan faktor usia (p-value = 0,009). Simpulan ada hubungan faktor intensitas bising, masa kerja, dan usia dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja bagian produksi industri meubel PT. Faninda Jaya. Dan tidak ada hubungan faktor tekanan darah dan lama kerja dengan keluhan tinnitus subjektif pada pekerja. Disarankan bagi pemillik PT. Faninda Jaya untuk mengelola manajemen K3 lebih baik, bagi pekerja untuk lebih menyadari kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Neurobehavioral Akibat Paparan Pestisida Pada Petani Jagung Di Desa Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo: Factors Associated with Neurobehavioral Disorders Consequences of Pesticide Exposure in Corn Farmers in Tabongo Village Dulupi District, Boalemo Regency Luthfita Datau; Irwan; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10364

Abstract

Gangguan neurobehavioral pada petani dapat mengakibatkan penurunan daya kognitif yang selanjutnya dapat menyebabkan penurunan kinerja bahkan penurunan hasil produksi pertanian. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang berhubungan dengan gangguan neurobehavioral akibat paparan pestisida pada petani jagung di Desa Tabongo. Jenis penelitian ini adalah observasioanal analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 498 petani dengan penemuan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh subjek penelitian berjumlah 213 petani. Data di analisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan gangguan neurobehavioral adalah lama penyemprotan (p=0,000), frekuensi penyemprotan (p=0,000), waktu paparan (p=0,000), masa kerja (p=0,000), dan penggunaan APD (p=0,000). Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara lama penyemprota, frekuensi penyemprotan, waktu paparan, masa kerja dan penggunaan APD dengan gangguan neurobehavioral. Saran bagi petani untuk menjaga kebersihan diri dan menggunakan APD dengan benar dan lengkap. Bagi pemerintah untuk memberikan penyuluhan mengenai pengaplikasian yang benar.
Analisis Spasial Faktor Risiko TB Paru Di Wilyah Kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo : Spatial Analysis of Pulmonary TB Risk Factors in the Working Area of the Central City Community Health Center, Gorontalo City Sri Panessa Mantu; Herlina Jusuf; Tri Septian Maksum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 3: Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i3.10694

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama dengan angka kesakitan dan kematian yang tinggi, khususnya di wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk besar. Peningkatan kasus TB paru menunjukkan perlunya pendekatan analisis yang tidak hanya melihat faktor risiko, tetapi juga pola sebaran kasus secara geografis. Analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) menjadi penting untuk mengidentifikasi klaster kasus dan mendukung perencanaan intervensi yang lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kejadian TB paru serta hubungan faktor risiko lingkungan fisik (kelembaban udara, pencahayaan, ventilasi, suhu udara, dan kepadatan hunian) dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif analitik dengan desain Cross sectional Study. Populasi adalah seluruh penderita TB Paru sebanyak 75 responden yang diperoleh melalui teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur dan Global Position System (GPS). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kelembaban udara (p-value = 0,024), pencahayaan (p-value = 0,004), ventilasi udara (p-value = 0,005), suhu udara (p-value = 0,016), dan kepadatan hunian (p-value = 0,024) dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Disarankan pemanfaatan hasil analisis spasial sebagai dasar penentuan wilayah prioritas intervensi, peningkatan PHBS, dan penguatan skrinning aktif TB paru.