Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Kepatuhan Regulasi Pariwisata Dan Strategi Kreatif Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Di Desa Wisata Sade Lombok Tengah Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Satria Mandala, Opan; Sopian Hadi, Heri; Yudisa Putrajip, Mohamad; Wisnu Alfiansyah, Muhamad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2944

Abstract

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas layanan yang disediakan oleh masyarakat, penguasaha dan pemerintah. Pariwisata memerlukan regulasi yang kuat untuk memastikan kegiatan yang berkelanjutan di destinasi tersebut. Tidak hanya regulasi yang kuat, tetapi juga diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang layanan pariwisata berkualitas untuk melayani pelanggan dengan baik. Selain itu, regulasi dan layanan berkualitas adalah elemen penting yang perlu dipromosikan bagi pemandu wisata di Desa Sade Rembitan sehingga mereka dapat mengimplementasikan regulasi dan layanan berkualitas dengan baik bagi pengunjung yang berkunjung ke tempat tersebut. Kurangnya pemahaman tentang regulasi dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung sehingga tim kami melakukan workshop. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas mengenai layanan berkualitas dan regulasi pariwisata. Pelatihan ini meggunakan metode ceramah. Workshop ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat berbasis pariwisata di Desa Sade Rembitan, Lombok Tengah. Dalam melaksanakan kegiatan, workshop menggunakan beberapa fase, termasuk koordinasi, workshop, dan studi literatur. Setelah menjalankan workshop, pemandu wisata di Desa Sade Rembitan memiliki kompetensi dalam hal tentang pemahaman regulasi dalam pariwisata dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung. Diharapkan workshop ini juga memberikan wawasan kepada praktisi pariwisata lainnya.
Eksplorasi Potensi Pengembangan Wisata Alam Menggunakan Pendekatan 4A dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Bagas Anggara; M.Taufik; Opan Satria Mandala
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i2.3515

Abstract

Gunung Jae, Sedau Village, West Lombok, using the 4A approach (Accessibility, Attractions, Amenities, and Activities) as a conceptual framework. Qualitative research method with a narrative approach was employed in this case study, focusing on a deep and contextual understanding of natural phenomena in the research area. The results indicate that Gunung Jae offers various attractive natural attractions, including camping grounds, lakes, and refreshing green landscapes. However, the study also identifies challenges such as facility limitations, the need for improved accessibility, and the expansion of better environmental management. In an economic context, the research highlights the importance of empowering the local community through skills training and small business development. Additionally, social and cultural aspects are also addressed by respecting the authenticity of local culture and promoting intercultural understanding. Proposed improvement measures include enhancing amenity facilities, improving accessibility, empowering the local community, environmental protection, and cultural diversity promotion. Thus, Gunung Jae Sedau has the potential to become a model of sustainable tourism that not only provides economic benefits but also preserves environmental sustainability and strengthens local social and cultural values. This research provides valuable insights for stakeholders, local governments, destination managers, and the local community to plan and implement high-impact, sustainable development strategies in natural tourist destinations.
Peran Strategis Rezim Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Kreatif Opan Satria Mandala; Teguh Iman Pribad; Muharis; Bagas Anggara; Muhammad Taufik
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4943

Abstract

Lombok Tengah memiliki potensi besar dalam industri kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Namun, kurangnya pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dengan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai peran HKI dalam mendukung penguatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah. Metodeologi yang digunakan adalah Metode Normatif-Empiris dengan Pendekatan Undang-undang, Konseptual, Teori, Kasus, dan Interdisipliner. Hasil dan temuan dari analisis ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, pemahaman yang kurang tentang perlindungan HKI di Lombok Tengah berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam industri kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Kekurangan ini menyebabkan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain, yang pada gilirannya dapat merugikan para pelaku ekonomi kreatif setempat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat memberikan insentif dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Peran Pemerintah Daerah Lombok Tengah dalam skema pembiayaan ini sangat penting. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan finansial, memberikan fasilitas, serta mengkoordinasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan HKI di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan adanya keterlibatan aktif Pemerintah Daerah, diharapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah.
TRANSFORMATION OF PANCASILA EDUCATION BASED ON SASAMBO LOCAL WISDOM FOR THE DEVELOPMENT OF STUDENTS' SOCIAL CHARACTER IN THE DIGITAL ERA Ardiansyah, Suriadi; Satria Mandala, Opan
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 8 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the transformation of Pancasila Education through the integration of SASAMBO local wisdom values (Sasak, Samawa, and Mbojo) in the formation of students' social character in the digital era. The novelty of this research lies in the development of a conceptual framework that connects SASAMBO's local values with digital-based social character competencies, which have not been elaborated much in the study of Pancasila Education. Using a qualitative approach with the literature study method, the analysis was carried out through thematic content analysis which included the process of identifying, categorization, and interpreting the main themes based on 41 selected scientific sources, including national-international journals, academic books, and education policy documents. Validation of findings is carried out through source triangulation to ensure data consistency and reliability. The results of the study show that the values of begawe (mutual cooperation), saleng pedi (empathy), and maja labo dahu (integrity) contribute significantly in strengthening the social character of students in the context of digital interaction. The integration of these values through project-based learning models and digital media results in more adaptive and contextual character strengthening patterns. Theoretically, this research enriches the perspective of Pancasila Education based on local wisdom; Practically, it offers a relevant implementation model to shape the social character of students in the digital era.
Pelatihan edukasi budaya anti-korupsi partisipatif sebagai strategi penguatan akuntabilitas mahasiswa di perguruan tinggi Suriadi Ardiansyah; Novandi Firdaus Yusup; Opan Satria Mandala; Yorman Yorman; Muhammad Tahir; Nurhafni Nurhafni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37828

Abstract

AbstrakPraktik korupsi di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan serius dalam mewujudkan tata kelola kampus yang berintegritas, mengingat perguruan tinggi merupakan ruang strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan program edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif sebagai upaya penguatan sikap akuntabilitas mahasiswa. Mitra sasaran kegiatan adalah mahasiswa dari tiga fakultas di perguruan tinggi, dengan jumlah peserta sebanyak 120 orang yang dipilih secara purposif. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan edukatif yang dilaksanakan selama delapan minggu melalui pendekatan participatory learning, meliputi penyampaian materi konseptual, studi kasus kontekstual, diskusi reflektif, simulasi pengambilan keputusan etis, serta refleksi individu. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengukuran sikap akuntabilitas sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan menggunakan instrumen yang telah tervalidasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata sikap akuntabilitas mahasiswa dari 3,42 pada tahap awal menjadi 4,15 pada tahap akhir (skala 5), dengan selisih peningkatan sebesar 0,73 poin yang signifikan secara statistik (p < 0,01). Peningkatan terjadi pada indikator kejujuran, tanggung jawab, transparansi, dan keberanian melapor. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi budaya anti-korupsi berbasis pembelajaran partisipatif efektif dalam memperkuat akuntabilitas mahasiswa serta mendukung pengembangan budaya integritas dan tata kelola kampus yang baik. Kata kunci: edukasi anti‑korupsi; akuntabilitas; gratifikasi; participatory learning; perguruan tinggi. AbstractCorrupt practices in the university environment are still a serious challenge in realizing campus governance with integrity, considering that universities are strategic spaces in the formation of the character of the younger generation. This community service activity aims to develop and implement an anti-corruption cultural education program based on participatory learning as an effort to strengthen student accountability attitudes. The target partners of the activity were students from three faculties at universities, with a total of 120 participants who were selected purposively. The method of implementing activities in the form of training and educational assistance which was carried out for eight weeks through a participatory learning approach, included the delivery of conceptual materials, contextual case studies, reflective discussions, simulations of ethical decision-making, and individual reflection. Evaluation of activities is carried out through the measurement of accountability attitudes before and after the implementation of activities using validated instruments. The results showed an increase in the average score of student accountability attitudes from 3.42 in the initial stage to 4.15 in the final stage (scale 5), with a difference of 0.73 points in a statistically significant increase (p < 0.01). An increase occurred in the indicators of honesty, responsibility, transparency, and courage to report. These findings show that participatory learning-based anti-corruption culture education activities are effective in strengthening student accountability and supporting the development of a culture of integrity and good campus governance. Keywords: anti-corruption education; accountability; gratuities; participatory learning; colleges.