Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Yuridis Transparansi dalam Sistem Pengelolaan Royalti Musik di Indonesiamelalui Lembaga Manajemen Kolektif Nasional Mandala, Opan Satria; Assaori, M. Sofian; Tekayadi, Suntarajaya Kwangtama; Efendi, Saparudin; Zubaedi, Zubaedi
Jurnal Fundamental Justice Vol. 6 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v6i2.5203

Abstract

Pengelolaan royalti musik di Indonesia masih memunculkan persoalan keterbukaan informasi dan akuntabilitas, khususnya dalam mekanisme perhitungan, pengumpulan, dan distribusi oleh Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN). Regulasi yang ada belum sepenuhnya menjamin transparansi, sementara birokrasi dan minimnya pengawasan independen menurunkan kepercayaan pencipta lagu. Penelitian ini bertujuan menganalisis transparansi sistem pengelolaan royalti musik di Indonesia dengan fokus pada peran LMKN, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitasnya. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif (normative legal research) dengan menelaah hukum tertulis, literatur relevan, dan dokumen kebijakan terkait pengelolaan royalti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMKN berperan sentral dalam pengelolaan royalti, namun menghadapi lima tantangan utama: (1) Mekanisme perhitungan royalti tidak terbuka, menyulitkan verifikasi oleh pencipta lagu. (2) Data penggunaan lagu pada Sistem Informasi Lagu dan Musik (SILM) tidak terintegrasi dan sering tidak akurat. (3) Tidak adanya audit independen rutin untuk memastikan integritas distribusi. (4) Birokrasi yang kompleks menyebabkan keterlambatan pembayaran hingga berbulan-bulan. (5) Rendahnya pemanfaatan teknologi modern yang membatasi efisiensi. Kondisi ini berpotensi memicu sengketa hukum dan memperburuk ketidakpercayaan publik terhadap LMKN. Rekomendasi yang diajukan meliputi penerapan teknologi blockchain, kemitraan dengan platform digital untuk verifikasi data penggunaan, revisi regulasi guna memperkuat kewajiban keterbukaan informasi, serta pembentukan lembaga pengawas independen yang berkelanjutan. Implementasi langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem distribusi royalti yang lebih transparan, efisien, akuntabel, dan adil bagi seluruh pemangku kepentingan di industri musik Indonesia.
Pemberdayaan Komunitas Sahabat UMKM NTB Melalui Workshop Pembuatan P.T Perseorangan di Kota Mataram Putra, Eduard Awang Maha; Mandala, Opan Satria; Prayuda, Hilman; Alfurqan, Imam; Renda, Rapi
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS Vol. 2 No. 1: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat IPTEKS, Desember 2024
Publisher : CV. Global Cendekia Inti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71094/jppmi.v2i1.77

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are critical to driving economic growth, particularly by creating jobs, increasing household incomes, and reducing poverty. In Nusa Tenggara Barat (NTB), 786 registered MSMEs operate across various sectors such as trade, agriculture, and industry. However, many MSMEs face challenges due to a lack of legal business status, which limits their access to financing, market opportunities, and consumer trust. To address this issue, the Sahabat UMKM NTB Community, in collaboration with the government, organized a workshop focused on establishing Individual Limited Companies (PT Perseorangan). This initiative aimed to raise awareness about the importance of business legality, provide technical guidance on registration procedures, and offer hands-on assistance in obtaining legal business status. The program utilized socialization sessions, practical training, and continuous mentorship to support MSME actors in navigating the registration process via the DJAHU system. As a result, several MSMEs successfully obtained legal status, improving their credibility, access to financing, and market reach. This program underscores the significance of collaborative efforts between government, local communities, and technology in empowering MSMEs, enabling them to contribute more effectively to regional and national economic development.
MODEL PENDIDIKAN HUKUM PARTISIPATIF UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN HUKUM WARGA DESA RANGGEGATE Mandala, Opan Satria
JURDAR : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 2 (2024): JURDAR:Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILM USYARI'AH DARUSSALAM BERMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59259/jpm.v4i2.309

Abstract

Rendahnya kepedulian hukum masyarakat desa menjadi tantangan serius dalam menciptakan kehidupan sosial yang berkeadilan dan tertib hukum. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis efektivitas model pendidikan hukum partisipatif dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian hukum warga Desa Ranggegate. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembelajaran hukum secara langsung berkontribusi pada meningkatnya pemahaman terhadap hak dan kewajiban hukum, serta mendorong sikap kritis terhadap isu hukum di lingkungan sekitar. Model pendidikan hukum yang bersifat partisipatif terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial masyarakat desa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program edukasi hukum berbasis komunitas sebagai strategi berkelanjutan dalam membangun budaya sadar hukum di tingkat lokal.
Kepatuhan Regulasi Pariwisata Dan Strategi Kreatif Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Di Desa Wisata Sade Lombok Tengah Anggara, Bagas; Taufik, Muhammad; Satria Mandala, Opan; Sopian Hadi, Heri; Yudisa Putrajip, Mohamad; Wisnu Alfiansyah, Muhamad
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2944

Abstract

Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang didukung oleh fasilitas layanan yang disediakan oleh masyarakat, penguasaha dan pemerintah. Pariwisata memerlukan regulasi yang kuat untuk memastikan kegiatan yang berkelanjutan di destinasi tersebut. Tidak hanya regulasi yang kuat, tetapi juga diperlukan pemahaman lebih lanjut tentang layanan pariwisata berkualitas untuk melayani pelanggan dengan baik. Selain itu, regulasi dan layanan berkualitas adalah elemen penting yang perlu dipromosikan bagi pemandu wisata di Desa Sade Rembitan sehingga mereka dapat mengimplementasikan regulasi dan layanan berkualitas dengan baik bagi pengunjung yang berkunjung ke tempat tersebut. Kurangnya pemahaman tentang regulasi dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung sehingga tim kami melakukan workshop. Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kreativitas mengenai layanan berkualitas dan regulasi pariwisata. Pelatihan ini meggunakan metode ceramah. Workshop ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat berbasis pariwisata di Desa Sade Rembitan, Lombok Tengah. Dalam melaksanakan kegiatan, workshop menggunakan beberapa fase, termasuk koordinasi, workshop, dan studi literatur. Setelah menjalankan workshop, pemandu wisata di Desa Sade Rembitan memiliki kompetensi dalam hal tentang pemahaman regulasi dalam pariwisata dan cara kreatif untuk mengimplementasikan layanan berkualitas kepada pengunjung. Diharapkan workshop ini juga memberikan wawasan kepada praktisi pariwisata lainnya.
Eksplorasi Potensi Pengembangan Wisata Alam Menggunakan Pendekatan 4A dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Bagas Anggara; M.Taufik; Opan Satria Mandala
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i2.3515

Abstract

Gunung Jae, Sedau Village, West Lombok, using the 4A approach (Accessibility, Attractions, Amenities, and Activities) as a conceptual framework. Qualitative research method with a narrative approach was employed in this case study, focusing on a deep and contextual understanding of natural phenomena in the research area. The results indicate that Gunung Jae offers various attractive natural attractions, including camping grounds, lakes, and refreshing green landscapes. However, the study also identifies challenges such as facility limitations, the need for improved accessibility, and the expansion of better environmental management. In an economic context, the research highlights the importance of empowering the local community through skills training and small business development. Additionally, social and cultural aspects are also addressed by respecting the authenticity of local culture and promoting intercultural understanding. Proposed improvement measures include enhancing amenity facilities, improving accessibility, empowering the local community, environmental protection, and cultural diversity promotion. Thus, Gunung Jae Sedau has the potential to become a model of sustainable tourism that not only provides economic benefits but also preserves environmental sustainability and strengthens local social and cultural values. This research provides valuable insights for stakeholders, local governments, destination managers, and the local community to plan and implement high-impact, sustainable development strategies in natural tourist destinations.
Peran Strategis Rezim Hak Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Penguatan Ekonomi Kreatif Opan Satria Mandala; Teguh Iman Pribad; Muharis; Bagas Anggara; Muhammad Taufik
Commerce Law Vol. 4 No. 1 (2024): Commerce Law
Publisher : Departement Business Law, Faculty of Law, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/commercelaw.v4i1.4943

Abstract

Lombok Tengah memiliki potensi besar dalam industri kreatif, termasuk kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Namun, kurangnya pemahaman tentang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dapat menghambat pertumbuhan sektor ini dengan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam mengenai peran HKI dalam mendukung penguatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah. Metodeologi yang digunakan adalah Metode Normatif-Empiris dengan Pendekatan Undang-undang, Konseptual, Teori, Kasus, dan Interdisipliner. Hasil dan temuan dari analisis ini menyoroti beberapa poin penting. Pertama, pemahaman yang kurang tentang perlindungan HKI di Lombok Tengah berpotensi menghambat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, terutama dalam industri kerajinan tangan, seni pertunjukan, dan pariwisata. Kekurangan ini menyebabkan rentannya karya seni dan inovasi lokal terhadap pencurian dan penyalahgunaan oleh pihak lain, yang pada gilirannya dapat merugikan para pelaku ekonomi kreatif setempat. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual yang dapat memberikan insentif dan perlindungan yang lebih kuat bagi para pelaku ekonomi kreatif. Peran Pemerintah Daerah Lombok Tengah dalam skema pembiayaan ini sangat penting. Pemerintah daerah dapat memberikan dukungan finansial, memberikan fasilitas, serta mengkoordinasikan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang perlindungan HKI di kalangan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dengan adanya keterlibatan aktif Pemerintah Daerah, diharapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat yang optimal bagi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Lombok Tengah.
TRANSFORMATION OF PANCASILA EDUCATION BASED ON SASAMBO LOCAL WISDOM FOR THE DEVELOPMENT OF STUDENTS' SOCIAL CHARACTER IN THE DIGITAL ERA Ardiansyah, Suriadi; Satria Mandala, Opan
The Indonesian Journal of Social Studies Vol 8 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the transformation of Pancasila Education through the integration of SASAMBO local wisdom values (Sasak, Samawa, and Mbojo) in the formation of students' social character in the digital era. The novelty of this research lies in the development of a conceptual framework that connects SASAMBO's local values with digital-based social character competencies, which have not been elaborated much in the study of Pancasila Education. Using a qualitative approach with the literature study method, the analysis was carried out through thematic content analysis which included the process of identifying, categorization, and interpreting the main themes based on 41 selected scientific sources, including national-international journals, academic books, and education policy documents. Validation of findings is carried out through source triangulation to ensure data consistency and reliability. The results of the study show that the values of begawe (mutual cooperation), saleng pedi (empathy), and maja labo dahu (integrity) contribute significantly in strengthening the social character of students in the context of digital interaction. The integration of these values through project-based learning models and digital media results in more adaptive and contextual character strengthening patterns. Theoretically, this research enriches the perspective of Pancasila Education based on local wisdom; Practically, it offers a relevant implementation model to shape the social character of students in the digital era.