Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penggunaan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terfermentasi Dalam Ransum Terhadap External Offal Broiler Suartiniyanti N. L. A.; G. A. M. K. Dewi; M. Dewantari
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terfermentasi dalam ransum terhadap external offal broiler. Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali yang berlangsung selama 5 minggu. Broiler yang digunakan sebanyak 90 ekor. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan dan 6 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Ketiga perlakuan tersebut adalah RKBN0 : ransum tanpa kulit buah naga merah sebagai kontrol, RKBN1 : ransum dengan kulit buah naga merah difermentasi 5 %, dan RKBN2 : ransum dengan kulit buah naga merah difermentasi 7%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu bobot kepala, leher, kaki, dan bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RKBN0, RKBN1, dan RKBN2 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot kepala, leher, kaki, dan bulu broiler umur 5 minggu. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebanyak 5% dan 7% tidak berpengaruh terhadap bobot kepala, leher, kaki, dan bulu broiler umur 5 minggu. Kata kunci : kulit buah naga, fermentasi, ransum, external offal, broiler
PERFORMA BROILER YANG DIBERIKAN LARUTAN KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DAN ASAM (Tamarindus indica L.) PADA AIR MINUM WARDANI, N. P. K.; G. A. M. K. DEWI; D. P. M. A. CANDRAWATI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 1 (2022): Vol 25, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.v25.i01.p06

Abstract

This experiment was conducted to find out performance of broiler was given turmeric, tamarind, and mixed turmeric and tamarind on drinking water used Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments dan 5 replications. The treatments are given without turmeric and tamarind (A), 2% turmeric (B), 2% tamarind (C), and mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D). The observed variables are initial body weight, final body weight, daily body weight, feed consumption, water comsuption, and FCR. The results indicated that was given 2% turmeric (B), 2% tamarind (C) and mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D) significantly increased (P<0,05) of final body weigth, daily body weight, water comsuption, and FCR but different significantly (P>0,05) of feed comsuption compared to the control (A). Based on concluded that was given 2% turmeric (B), 2% tamarind (C) and mixed of 1% turmeric and 1% tamarind (D) on water drinking able to provide the same ration consumption, but can increased of final body weight, daily body weight and efficient in untilizing rations while broiler was given mixed 1% turmeric and 1% tamarind (D) can increased water comsuption.
TYPES OF DIRECTIVE SPEECH ACTS FOUND IN THE SEA BEAST MOVIE SCRIPT Kristina Dewi Sutriani; I.B. Gde Nova Winarta
MATAPENA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 5 No. 02 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pragmatics is a branch of linguistics that studies the relationship between the context outside the language and the meaning of speech through interpretation of the situation in which it is spoken. There are many aspects of pragmatics; one of them is dealing with speech acts. Speech acts consist of many categories; one of them is directive speech act. This study aims to identify the directive speech act performed in “The Sea Beast” movie. Likewise, it will find out how often the directive speech act performed and which type of directive speech act that are most frequently used in the movie. This study used qualitative method in which data collection is done by watching the movie, analyzing the body movement and the dialogues of each character, and reading the script. A total of 50 directive speech acts were successfully identified. The result of analysis showed that the directive speech act of command is the most frequently used in the movie which had 15 data. The least frequently used directive speech act is warning which had 1 data. The study also revealed the importance of directive speech act in keeping the flow of storyline of the movie. This study is expected to give some useful insights in understanding what directive speech acts is. Keywords: pragmatics, directive speech act, The Sea Beast movie
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM BROILER UMUR 0-4 MINGGU Dewi N. M. A.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biji pepaya melalui air minum terhadap penampilan ayam broiler umur 0-4 minggu. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Selanbawak, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali yang dilaksanakan selama 4 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan berisikan 5 ekor ayam broiler sehingga jumlah total ayam broiler yang digunakan adalah 80 ekor. Perlakuan yang diberikan yaitu ayam broiler yang diberi air minum tanpa ekstrak biji pepaya (A), ayam broiler yang diberi perlakuan 1% ekstrak biji pepaya pada air minum (B), ayam broiler yang diberi perlakuan 2% ekstrak biji pepaya pada air minum (C), ayam broiler yang diberi perlakuan 3% ekstrak biji pepaya pada air minum (D). Variabel yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir, dan FCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ekstrak biji pepaya 1% (B), 2% (C) dan 3% (D) melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dari perlakuan A (tanpa ekstrak biji papaya) terhadap konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan berat badan, berat badan akhir, dan FCR ayam broiler. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 1%, 2%dan 3% ekstrak biji pepaya melalui air minum tidak berpengaruh nyata terhadap peningkatan penampilan ayam broiler umur 4 minggu.Kata Kunci: Ayam broiler, Ekstrak biji pepaya, Penampilan ayam broiler
PENAMPILAN BROILER YANG DIBERI JUS KULIT BUAH NAGA MELALUI AIR MINUM Maheri N. W. R.; D. P. M. A. Candrawati; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 3 (2022): Vol. 10 No. 3 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus kulit buah naga melalui air minum terhadap penampilan ayam broiler yang telah dilaksanakan di Desa Buahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan selama 5 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan, empat ulangan dan masing-masing ulangan terdiri dari empat ekor ayam. Perlakuan yang diberi yaitu broiler diberi air minum tanpa jus kulit buah naga melalui air minum (P0), broiler yang diberi 2% jus kulit buah naga melalui air minum (P1), broiler yang diberi 4% jus kulit buah naga melalui air minum (P2), dan broiler yang diberi 6% jus kulit buah naga melalui air minum (P3). Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konsumsi air minum, berat badan akhir, pertambahan berat badan dan FCR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi ransum dan konsumsi air minum tidak berbeda nyata (P>0,05) dibandingkan ayam broiler yang mendapat perlakuan P0. Berat badan akhir perlakuan P2 dan P3 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan ayam yang mendapat perlakuan P0 dan P1. Pertambahan bobot badan ayam broiler yang mendapat perlakuan P1, P2, dan P3 nyata (P<0,05) lebih tinggi di bandingkan perlakuan P0, sedangkan nilai FCR keempat perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian jus kulit buah naga melalui air minum sama dapat meningkatkan konsumsi ransum, konsumsi air minum, dan nilai FCR sedangkan pemberian jus kulit buah naga dalam air minum pada level 2%-6% mampu meningkatkan berat badan akhir dan pertambahan berat badan.Kata Kunci: Jus kulit buah naga, broiler, performa
PENGARUH ADITIF EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) PADA AIR MINUM TERHADAP NILAI ORGANOLEPTIK DAGING AYAM JOPER LESTARIANTO A.; N. L. P. SRIYANI; G. A. M. K. DEWI
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 25 No 2 (2022): Vol. 25 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIP.2022.V25.i02.p08

Abstract

This research aims to determine the effect of papaya leaf extract (Carica papaya L) added to drinking water and the organoleptic value of joper chicken meat. This research was conducted at the Laboratory of Animal Product Technology and Microbiology, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University for 2 months from February to March 2021. This research used a complete random design (CRD) with 4 treatments and 4 replications assessed by 20 semi-trained panelists. The data were processed by non parametric kruskall wallis test if there was a significant differences, it was followed by man witney. The four treatments were: papaya leaf concentration as much as 0 ml as a control (P0), papaya leaf concentration as much as 25 ml (P1), papaya leaf concentration as much as 30 ml (P2), papaya leaf concentration as much as 35 ml (P3). The variables observed were the organoleptic test which included color, aroma, texture and tenderness, flavour, bitterness level, and total acceptance. The results showed that the effect of adding papaya leaf extract (Carica papaya L) to drinking water had a significant effect (P <0.05) on color, aroma, texture and tenderness, flavour, bitterness level, and total acceptance. The conclusion of this research is the addition of papaya leaf extract to drinking water which can affect the organoleptic quality of joper chicken meat. The optimal concentration of papaya leaves to produce good organoleptic quality is 30 ml, with sensory criteria of golden brown color, fishless aroma, increased tenderness and absence of bitter taste in meat.
PENGARUH KALSIUM-ASAM LEMAK SAWIT (CA-ALS) DAN KALSIUM TERHADAP BOBOT TELUR, TEBAL KERABANG DAN KEKUATAN KERABANG AYAM PETELUR LOHMAN DEWI, G. A. M. KRISTINA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 13 No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.484 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) dan kalsium (Ca) dalam ransum terhadap bobot telur, tebal kerabang, dan kekuatan kerabang ayam petelur Lohman, telah dilaksanakan selama 20 minggu. Rancangan percobaan yang digunkanan adalah rancangan acakl lengkap (RAL) pola faktorial. Sebagai faktor pertama adalah tingkat penggunaan kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) sebesar 5%, 10%, dan 15%. Faktor kedua adalah tingkat kalsium yang digunakan 2,75%, 3,00% dan 3,25% . Ayam yang digunakan sebanyak 280 ekor didistribusi kedalam 9 kombinasi perlakuan dan satu kontrol, setiap perlakuan terdiri atasb7 ulangan dan setiap ulangan terdiri atas 4 ekor ayam. Ransum yang digunakan mengandung energi metabolis 2620 kkal/kg dan protein kasar sebesar 16%. Ransum dan air minum diberikan secara adlibitum. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) sampai 15% dalam ransum ayam petelur Lohman dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai sumber asam lemak dan kalsium untuk menghasilkan bobot telur, dan ketebalan kerabang telur. Penggunaan Ca-ALS 15% akan lebih baik dengan penambahan 3,25% kalsium (Ca) dibanding 2,75%, 3,0% untuk meningkatkan kekuatan kerabang telur di awal dan akhir bertelur, diukur pada posisi vertikal atau horizontal. THE EFFECT OF CALCIUM–PALM FATTY ACID (Ca-PFA) AND CALCIUM FOR EGG WEIGHT, EGG SHELL THICKNESS, AND SHELL STRENGTH OF LOHMAN LAYING HENS ABSTRACK The aims of this experiment were to study the effect of calcium-palm fatty acid (Ca-PFA) and calcium in the ration for egg weigh, egg shell thickness, and shell strength of Lohman laying hens was done fot 20 weeks. A completly randomized design (CRD) with factorial used in this experiment, the first factor was 5%, 10%, 15% Ca-PFA and second factor was 2.75%, 3.00% and 3.25% calcium . The treatment consisted 7 replicates with 4 laying hens each and control, totally used 280 laying hens. All feed is iso caloric (ME: 2620 Kcal/kg) and iso protein (CP:16%). Feed and water were offered adlibitum. Result of this experiment showed that used of palm fatty acid (Ca-PFA) until 15% in rations Lohman laying hens to utilized fatty acid and calcium resources for increased egg weigh , egg shell tickness. But can be better with addition 3.25% calcium equal 2.75%, 3.0% increased egg shell strength in vertical or horizontal position, in beginning or finished of layed.
PENGARUH PENGGUNAAN KALSIUM-ASAM LEMAK SAWIT (CA-ALS) TERHADAP PERFORMANS AYAM BROILER DEWI, G.A.M. KRISTINA
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 12 No 3 (2009)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.188 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian penggunaan kalsium-asam lemak sawit (Ca-ALS) terhadap performans ayam broiler telah dilaksanakan selama 4 minggu. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan ransum dan 5 ulangan. Setiap unit perlakuan terdiri dari 8 ekor, sehingga ayam yang digunakan berjumlah 160 ekor. Perlakuan yang dicobakan adalah R0, R1, R2 dan R3 berturut-turut mengandung 0, 5%, 10% dan 15% Ca-ALS. Ransum yang diberikan iso kalori dan iso protein (2985 kkal/kg dan 21% protein). Parameter yang diamati adalah pertambahan bobot badan, bobot badan akhir, konsumsi ransum, konversi ransum, persentase karkas, persentase organ dalam, lemak abdomen dan shank. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan apabila diantara perlakuan berbeda nyata (P
Co-Authors A. T. Umiarti Adiantara, I P. P. Adnyana IG.S Adnyana K.B Agustini M.A Anak Agung Gde Oka Parwata Anak Agung Sagung Kendran Andikayana I P. R. Andriyani N. M. Y. Anestika N.P.P. Aziz F. Camelia D, DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewi N. M. A. Eny Puspani Ermelia Maria F. R. Lodang Febryanti F. A. Fitriana N. Fransiska N. R. G. A. Wiranata Graciella O. Gusti Ayu Yuniati Kencana Heppi N. M. A. L. I G. A. A. Putra I Gede Mahardika I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Kayana I Gusti Nyoman Gde Bidura I K. A. Wiyana I M. Mudita I Made Nuriyasa I N. T. ARIANA I N.S Sutarpa I Nengah Suar Rusnadi I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I P. R. S. Diana I Putu Sudiarta I W. WIJANA I W. Wijana I W. Wijana I W. Wijana I W. Wijana I Wayan Wijana I. A. P. Utami I. K. Anom Wiyana I. W. Wijana I.A.P Utami I.B. Gde Nova Winarta Ida Ayu Okarini Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana IKU M. S. F. Jaya I M. B. K. A. Wiyana K. Karnama K.A. Wiyana Kartika M. W. A. Kurniawan A. L. Doloksaribu LAKSMI DEWI M. P. LESTARIANTO A. Lodang, Ermelia Maria F. R. Luh Yuni Surya Antari M. Wirapartha Made Dewantari Maheri N. W. R. Manaek C. L. Mayana M.I Muda K. G. P. N. S. SUTAMA N. W. Sitiari Ni Luh Putu Sriyani Ni Putu Kartika Wardani Ni Wayan Siti Ningsih N. W. A. Nova L. E. Padmini N. M. T Pasaribu C. A. Pusari N. W. Y. M. Putra I K. S. A. Putra I P. A. Y. R. R. Indrawati R. Rochi Raillah H. S. Ramadhani I. F. Rika R. Rusnadi I. N. S. Setiawan I K. A. Sitepu M. Sri Anggreni Lindawati Sri Kayati Widyastuti Suartiningsih N P.M Suartiniyanti N. L. A. Sucahya D.G.I Suda IN. SUHENDRA I P. N. D. Sujana I K. Y. Sukmaya I. B. M. G. Sumayani, N. K. E. Suparman I K.A Sutiyo R. A. Syamsi B. Trisnayuni N. M. A. ulum M. F. W. Wijana WARDANI, N. P. K. Warmana I W. G. T. WIBAWA I M. A. S Widyantara P. R. A Wijana IW. Wijana IW.