Claim Missing Document
Check
Articles

KUALITAS TELUR AYAM ISA BROWN UMUR 95 MINGGU YANG DIBERI RANSUM KOMERSIAL DENGAN TAMBAHAN GRIT KULIT KERANG SEBAGAI SUMBER KALSIUM Ningsih N. W. A.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 2 (2020): Vol. 8 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.145 KB) | DOI: 10.24843/JPT.2020.v08.i02.p13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas telur ayam Isa Brown umur 95 minggu yang diberi ransum komersial dengan tambahan grit kulit kerang sebagai sumber kalsium. Penelitian dilaksanakan selama 4 minggu di Desa Pesedahan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem Bali dan dilanjutkan analisis sampel di Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Rancangan yang digunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu ayam yang diberikan ransum komersial (P0), ayam yang diberikan ransum komersial ditambah 1% kulit kerang (P1), ayam yang diberikan ransum komersial ditambah 2% grit kulit kerang (P2) dan ayam yang diberikan ransum komersial ditambah 3% grit kulit kerang (P3). Variabel yang diamati meliputi berat telur, indeks telur, tebal kulit telur, berat kulit telur, warna kuning telur, pH telur dan Haugh Unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum komersial dengan tambahan grit kulit kerang 1%, 2% dan 3% sebagai sumber kalsium dapat menghasilkan berat telur, indeks telur, tebal kulit telur, berat kulit telur, warna kuning telur, pH telur dan haugh unit telur yang berbeda tidak nyata (P>0,05) daripada ayam yang yang diberikan ransum komersial (P0). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum komersial dengan tambahan grit kulit kerang sebagai sumber kalsium tidak dapat meningkatkan berat telur, indeks telur, tebal kulit telur, berat kulit telur, warna kuning telur pH telur dan Haugh Unit. Kata kunci : kalsium, grit kulit kerang, isa brown, telur
BERAT RECAHAN KARKAS ITIK BALI JANTAN UMUR 8 MINGGU YANG DIBERI RANSUM DENGAN BIOSUPLEMEN MENGANDUNG BAKTERI UNGGUL ASAL RAYAP Suparman I K.A; G.A.M.K Dewi; I W. Wijana; I N.S Sutarpa
Jurnal Peternakan Tropika Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berat recahan karkas itik bali jantan umur 8 minggu yang diberi ransum biosuplemen dengan memanfaatkan inokulan bakteri unggul asal rayap. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali selama 12 minggu. Itik yang digunakan dalam penelitian yaitu itik bali umur 2 minggu. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan dengan memanfaatkan limbah isi rumen sapi bali sebanyak 20% dan inokulan bakteri unggul asal rayap yang berbeda sebanyak 0,5% sesuai dengan perlakuan. Perlakuan yang digunakan yaitu RB (ransum basal tanpa biosuplemen), RBio0 (ransum basal dengan biosuplemen), RBio1 (ransum basal dengan biosuplemen dan inokulan bakteri unggul asal rayap terbaik 1), RBio2 (ransum basal dengan biosuplemen dan inokulan bakteri unggul asal rayap terbaik 2), dan RBio1-2 (ransum basal dengan biosuplemen dan inokulan bakteri unggul asal rayap terbaik 1 dan terbaik 2). Peubah yang diamati dalam penelitian yaitu berat sayap, berat paha, berat dada dan berat punggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum tanpa dan dengan biosuplemen memberikan pengaruh berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap berat sayap, berat paha, berat dada dan berat punggung itik bali jantan umur 8 minggu. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ransum dengan biosuplemen mengandung bakteri unggul asal rayap yang berbeda memberikan pengaruh yang tidak berbeda terhadap berat recahan karkas (sayap, paha, dada dan pungung) itik bali jantan umur 8 minggu.
Pengaruh Pemberian Kulit Buah Naga Terfermentasi Pada Ransum Terhadap Karkas Dan Potongan Karkas Komersial Ayam Lohmann Brown Umur 22 Minggu Jaya I M. B.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.456 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of rations containing fermented dragon fruit peel on carcass and commercial carcass piece of Lohmann Brown chicken carcasses aged 22 weeks. This research was carried out at the Teaching Farm of the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Bukit Campus. Jimbaran. Badung. – Bali for 4 weeks. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with three treatments namely: laying hens were given rations without fermented dragon fruit skins (R0), laying hens were given rations with 5 % fermented dragon fruit skins (R1), and laying hens were given commercial rations (R2). Each treatment was repeated five times, each replication consisted 3 Lohmann Brown chickens. The variables observed were cutting weight, carcass weight, carcass percentage, and percentage of commercial carcass cuts. The results showed that the treatments of R0, R1 and R2 were not significantly different (P> 0,05) on slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, and the percentage of commercial carcass pieces in the back, wings, and thighs. In the chest percentage variable treatment R0 is higher than R1 and R2 is significantly different (P <0,05). From the results of the study it can be concluded that the chicken ted 5 % dragon fruit fermented feel did not affect slaughter weight, carcass weight, carcass percentage, but it affected the percentage of 22 week old Lohmann Brown chicken breast carcass. Keywords: Lohmann Brown chicken, carcass, dragon fruit feel, commercial carcass pieces.
Pengaruh Ekstrak Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Dalam Air Minum Terhadap Kualitas Telur Ayam Isa Brown umur 25-30 Minggu Andriyani N. M. Y.; G. A. M. K. Dewi; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.887 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah naga (Hylocereus polyhizius) dalam air minum terhadap kualitas telur ayam Isa Brown umur 25-30 minggu.Penelitian ini dilaksanakan di Kandang Fakultas Peternakan, Kampus Bukit Jimbaran, berlangsung selama 5 minggu. Uji kualitas telur dilakukan di Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Kampus Sudirman, Denpasar.Rancangan penelitian yang digunakan adalah, Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 2 perlakuan ayam Isa Brown diberikan 0% ekstrak buah naga dalam air minum (R0) dan ayam Isa Brown diberikan 5% ekstrak buah naga dalam air minum (R1), masing-masing perlakuan diulang9 kalisetiap ulangan terdiri dari 3 ekor ayam petelur Isa Brown sehingga total ayam yang digunakan sebanyak 54 ekor. Variabel yang diamati adalah kualitas eksternal meliputi berat telur dan indeks telur, dan kualitas internal meliputi tebal kerabang telur, berat kerabang telur, pH, warna kuning telur, haugh unit (HU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur dan haugh unit (HU) perlakuan R1 nyata (P<0,05) lebih baikdi bandingkan dengan perlakuan R0. Sedangkan indeks telur dan pH telur pada perlakuan R0 tidaknyata (P>0,05) di bandingkan R1. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ayam Isa Brown dengan pemberian 5% ekstrak buah naga dalam air minum dengan ransum komersialmemberikan kualitas yang lebih baik terhadap berat telur, tebal kerabang telur, berat kerabang telur, warna kuning telur dan haugh unit (HU) dan tidak berpengaruh terhadap indeks bentuk telur dan pH telur. Kata kunci : Isa Brown, kualitas telur, ekstrak buah naga
Persentase dan Panjang Saluran Pencernaan Ayam Broiler yang Mendapat Ransum Mengandung Kulit Buah Naga Difermentasi Manaek C. L.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.535 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum mengandung kulit buah naga difermentasi terhadap persentase dan panjang saluran pencernaan broiler. Dilaksanakan selama 5 minggu.Perlakuan diberikan sejak ayam berumur 1 minggu. Broiler yang digunakan adalah tipe MB 202, diproduksi oleh PT Japfa Comfeed Tbk sebanyak 90 ekor dengan bobot badan homogen. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler umur 1 minggu. Perlakuan yang dicobakan pada penelitian ini adalah R0: ransum tanpa kulit buah naga difermentasi, R1 : ransum dengan kulit buah naga difermentasi sebanyak 5% dalam ransum, R2 : ransum dengan kulit buah naga difermentasi sebanyak 7% dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi persentase gizzard, persentase proventrikulus,persentase dan panjang usus halus (duodenum, jejenum, ileum), persentase dan panjang sekum.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum mengandung kulit buah naga difermentasi pada level 7% berpengaruh terhadap panjang duodenum dan panjang ileum.Tetapi pada level 5% dan 7% tidak berpengaruh terhadap persentase gizzard, persentase proventrikulus, persentase duodenum, persentase jejenum, persentase ileum, persentase sekum, panjang jejenum, dan panjang sekum.Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian tepung kulit buah naga difermentasi pada level 7% menghasilkan panjang duodenum dan panjang ileum lebih rendah dari kontrol (R0). Kata kunci:Broiler, fermentasi, kulit buah naga
Identifikasi Panjang Badan, Tinggi Gumba, Dan Tinggi Panggul, Kambing Peranakan Etawah Pada Peternakan Rakyat Di Kampung Bugis, Desa Serangan, Bali Ramadhani I. F.; L. Doloksaribu; G. A. M. K. Dewi
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.796 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dimensi tubuh yang mempengaruhi pertumbuhan kambing yang dipelihara di Kampung Bugis Desa Serangan, Bali. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara peternak kambing secara formal terstruktur serta wawancara informan kunci yang dilakukan dari bulan Juli hingga September 2018. Dua dari tiga peternak yang masih memelihara kambing terlibat dalam study ini. Masing-masing peternak memelihara kambingnya dengan sistem kandang kelompok dan memberikan hijauan ±10% dari berat badan/ekor/hari, namun satu peternak memberikan tambahan campuran probiotik dengan air minum secara ad libitum kepada kambingnya. Peubah yang diamati adalah panjang badan, tinggi gumba, dan tinggi panggul. Penelitian ini menunjukkan bahwa rataan total panjang badan dari kambing Kontrol 86,7 ± 2,4 cm adalah nyata lebih panjang dari 79,6 ± 2,4 cm dari kambing Perlakuan. Rataan total tinggi gumba kambing Kontrol 63,9 ± 0,8 cm adalah nyata lebih tinggi dari kambing Perlakuan 58,4 ± 2,2 cm. Rataan total tinggi panggul kambing Kontrol 63,4 ± 0,6 cm cendrung lebih tinggi daripada 59,5 ± 1,5 cm dari kambing Perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa rataan dimensi tubuh kambing Kontrol lebih besar dari kambing Perlakuan, disebabkan hanya ada dua cempe I0 Kontrol (25%) sementara ada 11 cempe I0 Perlakuan (61%). Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian campuran probiotik dengan air minum yang diberikan secara ad libitum memiliki peranan penting untuk menunjang pertumbuhan dimensi tubuh khususnya pada kambing usia yang lebih tua (I1, I3, I4, dan ompong).
Pengaruh Penyimpanan Terhadap Kualitas Telur Itik Warmana I W. G. T.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.042 KB)

Abstract

Telur merupakan produk yang mudah mengalami kerusakan dan penurunan kualitas akibat masuknya mikroba ke dalam telur selama penyimpanan, oleh karena itu dilakuakan penelitian penyimpanan telur itik selama 21 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap kualitas telur itik yang disimpan di dataran tinggi Bedugul. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 3 butir telur, sehingga telur yang digunakan sebanyak 60 butir telur itik. Variabel yang diamati yaitu kualitas eksterior dan interior telur, kualitas eksterior telur meliputi bobot telur dan indeks bentuk telur, kualitas interior telur meliputi tebal kerabang, berat kerabang, pH, warna kuning telur, dan (HU) Haugh Unit. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan yang nyata (P<0,05) pada interior yaitu pada berat kerabang, warna kuning telur, dan HU telur, sedangkan terhadap bobot telur, indeks bentuk telur, tebal kerabang, pH menunjukkan hasil tidak berbeda nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa perlakuan tanpa penyimpanan 0 hari, dan pada penyimpanan 7, 14, dan 21 hari pada telur itik secara interior mengalami penurunan kualitas pada berat kerabang, warna kuning telur, Haugh Unit (HU) namun telur masih layak dikonsumsi hingga lama penyimpanan 21 hari dalam suhu ruang serta masih menunjukkan nilai grade AA dan cemaran mikroba masih dibawah Standar Nasional Indonesia (SNI). Kata Kunci: Telur itik, kualitas telur itik, lama waktu penyimpanan telur. dataran tinggi
THE EFFECT OF SOUR SOY MILK AND FERMENTED CASSAVA TAPEADDED TO DRINKING WATER TOWARDPRODUCTION AND QUALITY OF CHICKEN MEAT I. A. Okarini; G. A. M. K. Dewi; I G. N. G. Bidura; S. A Lindawati; I N.S Miwada
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.196 KB) | DOI: 10.24843/ejpt.2020.v08.i01.p03

Abstract

Now there are many opportunities in the development of production and accompanied by an increase in the quality of broiler chicken meat carcasses through biotechnology engineering, namely the use of Lactic Acid Bacteria (LAB) as probiotics, sourced from a result of fermentation traditional cassava tape and sour soy milk.Completely randomized design (CRD) were used which consisted of six treatments and four replicates. Each replicate consist of five chickens. The chicken was raised for 5 weeks and then slaughtering was done two times or two chickens in each replicate, so we had 48 sample to be analyzed. The treatments are as follow: drinking water not added probiotic as control (A); 1% of cassava tape in 1 liter water (B); 2% of cassava tape in 1 liter water (C); 1% of sour soymilk in 1 liter water (D); 2% of sour soymilk in 1 liter water (E); 1% of cassava tape + 1% sour soymilk in 1 liter water (F). The experimental commercial diets for starter phase (aged 1-3 weeks) was given councentrate type CP 511 and CP 512 for finisher phase (aged 3-5 weeks). The experiment started used the chicken aged 1 week with average weight of 174 – 181 g/birds. In conclusion of the research, had potential benefits improved for carcass production and quality broiler chicken meat, showed that increase of total protein serum, hight density lipoprotein (HDL) and also increasing organoleptic characteristic, also effect significantly decrease of total cholesterol and low density lipoprotein (LDL). It was sugested consumed the broiler chicken carcass meat to improved safety and healthy consumers. Keywords: LAB probiotic; sour soy milk;cassava tape; production;quality; chicken meat
BOBOT OFFAL EKSTERNAL AYAM KAMPUNG PERSILANGAN WHITE GOLD X LANCY YANG DIBERI JUS KULIT BUAH NAGA (Hylocereus Polyrhizus) MELALUI AIR MINUM Fitriana N.; G. A. M. K. Dewi; I W. Wijana
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 3 (2020): Vol. 8 No. 3 Tahun 2020
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the study is to knowing effect of giving peel dragon fruit juice to weight of offal external in chicken through water White Gold X Lancy. This research had been conducted chicken that in animal husbandry in Cekomaria Street, Banjar Kedua, Peguyangan Kangin, Denpasar City, Bali during 8 weeks. The design used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 4 treatments and 4 repeating and in every repeating consisted of 3 crossbred chickens White Gold X Lancy. The treatments are, R0: Without addition of dragon fruit peel juice through drinking water, R1: Addition of 5% dragon fruit peel juice through drinking water, R2: Addition 10% of dragon fruit peel juice through drinking water and R3: Addition of 15% of dragon fruit peel juice through drinking water. The observed variables were head weight, neck weight, leg weight, blood weight, and hair weight. The results showed that treatments R1, R2, and R3 had a higher weight on the head, neck and legeach 4,71%, 4,21% and 8,83% than R0 significant different (P<0,05), but not significant different (P>0,05) weight on the bload and hair weight. Based on the result, it can be concluded that addition of dragon fruit peel as much as 5%, 10% and 15% affacted weight of head, neck and foot but not affected weight of blood and hair crossing chicken White Gold X Lancy aged 6-14 weeks. Keywords: Crossbred chicken, external offal, dragon fruit peel
Pengaruh Penggunaan Tepung Kulit Buah Naga yang Difermentasi dengan Khamir Saccharomyces cerevisiae dalam Ransum Terhadap Produksi Karkas Broiler Putra I K. S. A.; G. A. M. K. Dewi; I. A. P. Utami
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.22 KB)

Abstract

This study aimed to determine the effect of the use of fermented dragon fruit powder by using yeast Saccharomyces cerevisiae toward the production of carcass broiler. The research was conducted at Research Station of Faculty of Animal Husbandry Udayana University, Jimbaran, Badung, Bali, for 5 weeks. This research used broilers type MB 202taken from PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk which were 1 week old as many as 90 with a homogeneous weight. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with 3 treatments and 6 replications, in which each replication consisted of 5 broiler aged 1 week. The treatments tried in this study were RKBN0: the ration was without dragon fruit skin, RKBN1: the ration had 5% fermented dragon fruit skin, RKBN2: the ration had 7% fermented dragon fruit skin. The variables observed were the weight of carcass, percentage of carcass, chest weight, thigh weight, wing weight and weight of back. The results showed that the chest weight with treatment of RKBN1 and RKBN2 had significant effect (P<0.05) compared to RKBN0 treatment while the weight of carcass, percentage of carcass, thigh weight, wing weight and weight of back had no significant effect (P>0,05) compared to RKBN0 treatment. Based on the results of the study it can be concluded that the administration of 5% and 7% dragon fruit skin flour fermented by Saccharomyces cerevisiae has an effect on chest weight and does not affect the production of carcass and other carcass parts. Keywords: rations, dragon fruit, fermentation, carcass production, broiler
Co-Authors A. T. Umiarti Adiantara, I P. P. Adnyana IG.S Adnyana K.B Agustini M.A Anak Agung Gde Oka Parwata Anak Agung Sagung Kendran Andikayana I P. R. Andriyani N. M. Y. Anestika N.P.P. Aziz F. Camelia D, DESAK PUTU MAS ARI CANDRAWATI Dewi N. M. A. Eny Puspani Ermelia Maria F. R. Lodang Febryanti F. A. Fitriana N. Fransiska N. R. G. A. Wiranata Graciella O. Gusti Ayu Yuniati Kencana Heppi N. M. A. L. I G. A. A. Putra I Gede Mahardika I Gusti Ngurah Kade Mahardika I Gusti Ngurah Kayana I Gusti Nyoman Gde Bidura I K. A. Wiyana I M. Mudita I Made Nuriyasa I N. T. ARIANA I N.S Sutarpa I Nengah Suar Rusnadi I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Nyoman Suartha I Nyoman Sumerta Miwada I NYOMAN SUTARPA SUTAMA I P. R. S. Diana I Putu Sudiarta I W. WIJANA I W. Wijana I W. Wijana I W. Wijana I W. Wijana I Wayan Wijana I. A. P. Utami I. K. Anom Wiyana I. W. Wijana I.A.P Utami I.B. Gde Nova Winarta Ida Ayu Okarini Ida Ayu Pasti Apsari Ida Bagus Kade Suardana IKU M. S. F. Jaya I M. B. K. A. Wiyana K. Karnama K.A. Wiyana Kartika M. W. A. Kurniawan A. L. Doloksaribu LAKSMI DEWI M. P. LESTARIANTO A. Lodang, Ermelia Maria F. R. Luh Yuni Surya Antari M. Wirapartha Made Dewantari Maheri N. W. R. Manaek C. L. Mayana M.I Muda K. G. P. N. S. SUTAMA N. W. Sitiari Ni Luh Putu Sriyani Ni Putu Kartika Wardani Ni Wayan Siti Ningsih N. W. A. Nova L. E. Padmini N. M. T Pasaribu C. A. Pusari N. W. Y. M. Putra I K. S. A. Putra I P. A. Y. R. R. Indrawati R. Rochi Raillah H. S. Ramadhani I. F. Rika R. Rusnadi I. N. S. Setiawan I K. A. Sitepu M. Sri Anggreni Lindawati Sri Kayati Widyastuti Suartiningsih N P.M Suartiniyanti N. L. A. Sucahya D.G.I Suda IN. SUHENDRA I P. N. D. Sujana I K. Y. Sukmaya I. B. M. G. Sumayani, N. K. E. Suparman I K.A Sutiyo R. A. Syamsi B. Trisnayuni N. M. A. ulum M. F. W. Wijana WARDANI, N. P. K. Warmana I W. G. T. WIBAWA I M. A. S Widyantara P. R. A Wijana IW. Wijana IW.