Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Penggunaan Antibiotik Penderita Diare pada Pasien Pediatrik di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Rita Yuniati; Nur Mita; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.298 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.73

Abstract

Diare merupakan kondisi dimana terjadi frekuensi defekasi lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Diare pada bayi dan anak-anak adalah pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam. Antibiotik diindikasikan untuk diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta pola penggunaan antibiotik penderita diare pada pasien pediatrik. Metode penelitian yang digunakan bersifat non eksperimental dengan pendekatan observasional secara prospektif. Data dianalisis secara deskriptif. Subjek penelitian adalah penderita diare pada pasien pediatrik yang menggunakan antibiotik sebanyak 42 pasien, yang kemudian dikarakterisasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan dan pekerjaan orang tua serta penggunaan antibiotik. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yaitu laki-laki (61,90%), perempuan (38,10%), pendidikan dan pekerjaan orang tua yaitu SLTA (47,62%) dan swasta (57,14%) serta usia 1-12 tahun (71,43%). Antibiotik yang digunakan adalah amikacin (2,13%), ampicillin (21,27%), cefotaxime (34,04%), ceftriaxone (21,27%), colistin (2,13%), cotrimoxazole (14,89%), meropenem (2,13%) dan metronidazole (2,13%). Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh disimpulkan bahwa penderita diare pada pasien pediatrik lebih banyak terjadi pada laki-laki dan antibiotik yang dominan digunakan sebagai terapi pengobatan diare adalah golongan cephalosphorin generasi ketiga yaitu cefotaxime.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Eescherichia coli Ali istiansyah; Dewi Rahmawati; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.858 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.85

Abstract

Penelitian ini menggunakan bawang tiwai yang memiliki aktivitas empiris sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan menentukan rendemen, aktivitas ekstrak etanol dan penentuan konsentrasi efektif ekstrak bawang tiwai terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli . Metode penelitian ini meliputi ektraksi, pengujian aktivitas dengan konsentrasi 0,5%,1%,2%,4%,8%,12% menggunakan metode agar cawan. Hasil penelitian ini menghasilkan rendemen ekstrak bawang tiwai sebesar 6,72 % , aktivitas ekstrak terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli pada konsentrasi 0,5%,1%,2%,4%,8%,12% dan konsentrasi efektif adalah 12% terhadap kedua bakteri uji.
Efek Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) Scheff. Boerl.) pada Mencit Putih (Mus musculus) Aisyah Anasia Apriani; Wisnu Cahyo Prabowo; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.617 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.93

Abstract

Salah satu tanaman yang digunakan masyarakat sebagai obat tradisional untuk asam urat adalah daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) Scheff. Boerl.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendeman dan metabolit sekunder daun mahkota dewa, mengetahui efek ekstrak etanol daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)Scheff. Boerl.) serta mencari dosis efektifnya sebagai antihiperurisemia pada mencit betina (Mus musculus), Uji ini dilakukan dengan cara membagi 21 ekor mencit dibagi menjadi 7 kelompok. Tiap kelompok mendapat perlakuan sebagai berikut: Kelompok 1: Kontrol Negatif (Na CMC 0,5%), Kelompok II: Kontrol Positif (Allopurinol dosis 100 mg/70Kg BB), Kelompok III-VII: Ekstrak etanol dosis 25, 50, 75, 100 dan 125 mg/Kg BB. Untuk memberikan kondisi Hiperurisemia, hewan coba diinduksi Kalium Oksonat 300 mg/Kg BB secara ip dan diberikan suspensi hati ayam 1,25 g/KgBB. Rendemen ekstrak etanol diperoleh sebesar 20,3 %. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) memiliki efek sabagai penurun asam urat. Analisis statistik dengan uji BNJD menunjukan dosis 50 mg/Kg BB adalah dosis efektif sebagai penurun kadar asam urat.
Aktivitas Ekstrak Etanol Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L. Var Glutinosa) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Mencit (Mus musculus) Dian Suasana; Welinda Dyah Ayu; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.212 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.100

Abstract

Diabetes melitus memiliki prevalensi yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun sehingga dibutuhkan obat yang efektif dengan efek samping minimal untuk menanggulangi sindroma metabolik ini. Salah satu tanaman yang secara empiris banyak digunakan masyarakat untuk pengobatan diabetes adalah beras ketan hitam (Oryza sativa L. var glutinosa). Penelitian ini bertujuan mengetahui rendemen, metabolit sekunder, aktivitas, dan dosis efektif dari ekstrak beras ketan hitam dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus) diabetik. Untuk meningkatkan kadar glukosa darah digunakan aloksan. Selanjutnya dilakukan pemberian ekstrak beras ketan hitam dengan variasi dosis 195 mg/kg BB; 390 mg/kg BB; 780 mg/kg BB, kontrol negatif, kontrol normal, dan Glibenklamid sebagai kontrol positif. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan pada hari ke- 0, 2, 4, 6, 8, dan 10 menggunakan glukometer. Hasil perhitungan rendemen ekstrak etanol beras ketan hitam diperoleh sebesar 1,44% dan terdeteksi metabolit sekunder berupa senyawa golongan fenol, saponin, flavonoid, alkaloid, dan tanin. Hasil analisis data kadar glukosa darah menunjukkan ekstrak etanol beras ketan hitam memiliki aktivitas dalam penurunan kadar glukosa darah (?<0.01) dengan dosis paling efektif 195 mg/kg BB yang bila dibandingkan dengan Glibenklamid diperoleh nilai ? > 0.05 dalam menurunkan kadar glukosa darah sehingga dapat disimpulkan ekstrak etanol beras ketan hitam memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar glukosa darah.
Efek Peluruhan Kalsium Batu Ginjal Ekstrak Metanol Daun Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.) Secara In Vitro Mardiah Hayati; Adam M. Ramadhan; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.991 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.122

Abstract

Batu ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang menempati urutan ketiga setelah infeksi saluran kemih dan kelainan prostat pada sekian banyak penyakit saluran kemih. Salah satu pengobatan untuk penderita batu ginjal dengan memanfaatkan tanaman sebagai pengobatan tradisional. Lagerstroemia speciosa Pers. telah digunakan secara tradisional sebagai tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, efek dan konsentrasi terbaik ekstrak metanol daun bungur terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Ekstrak dibuat dengan 6 variasi konsentrasi, yaitu 5%, 6,25%, 7,5%, 8,75%, 10% dan 12,5%. Identifikasi secara kualitatif menunjukkan bahwa batu ginjal mengandung kalsium, oksalat dan fosfat. Batu ginjal sebanyak 100 mg direndam dalam larutan ekstrak lalu diinkubasi selama 5 jam (37oC). Hasil filtrat diukur kadar kalsium menggunakan spektrofotometer UV-Visible pada ? 495 nm. Hasil regresi linear kurva baku y = 0,2723 + 0,09815x dengan nilai r = 0,9960. Rendemen ekstrak metanol yang diperoleh sebesar 12,71%. Hasil pengukuran rata-rata kadar kalsium terlarut dalam ekstrak metanol pada masing-masing konsentrasi adalah 36,600 ppm, 47,125 ppm, 86,100 ppm, 117,925 ppm, 191,975 ppm dan 119,625 ppm. Analisis data statistik dengan uji lanjutan BNJD menunjukkan bahwa konsentrasi 10% adalah konsentrasi terbaik dalam melarutkan kalsium batu ginjal secara in vitro sebesar 191,975 ppm.
Efek Peluruhan Kalsium Batu Ginjal Fraksi Etil Asetat Daun Nona Makan Sirih (Clerodendron thomsonae Balf.f.) Secara In Vitro Neta Novalia; Adam M. Ramadhan; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.773 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.124

Abstract

Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang menempati urutan ketiga dibidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat. Salah satu pengobatan tradisional untuk penderita batu ginjal adalah dengan daun nona makan sirih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, efek dan konsentrasi terbaik dari fraksi etil asetat daun nona makan sirih terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Batu ginjal sebanyak 100 mg direndam dalam fraksi etil asetat dimana fraksi etil asetat dibuat 5 variasi konsentrasi yaitu 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% kemudian diinkubasi selama 6 jam (37?C). Filtrat diukur kadar kalsium dengan spektrofotometer UV-Vis pada ? 495 nm. Rendemen fraksi etil asetat diperoleh sebesar 1,118%. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas terhadap kelarutan kalsium batu ginjal dan hasil pengukuran rata-rata kadar kalsium terlarut masing-masing sebesar 136,516; 149,767; 171,175; 194,933; dan 158,106 µg/mL dan konsentrasi terbaik yaitu 10% dengan kadar kalsium terlarut sebesar 194,933 µg/mL.
Metabolit Sekunder dan Efek Penyembuhan Luka Sayat Ekstrak Etanol Buah Pandan Duri (Pandanus tectorius Soland) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Nur Aida Febriana; Aditya Fridayanti; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.53 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.125

Abstract

Penelitian ini mengenai efek penyembuhan luka ekstrak etanol buah pandan duri (Pandanus tectorius Soland). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah rendemen, kandungan metabolit sekunder dan efek penyembuhan luka dari ekstrak etanol buah pandan duri (pandanus tectorius Soland) pada tikus putih. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat luka sepanjang 2 cm pada hewan coba yang telah dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak buah pandan duri 2,5%, ekstrak buah pandan duri 3,75% dan ekstrak buah pandan duri 5%. Pengamatan luka dilakukan selama 10 hari. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol buah pandan duri memiliki rendemen sebanyak 17,62% dan dengan kandungan metabolit sekunder berupa fenol, steroid dan alkaloid. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata panjang luka pada konsentrasi 2,5% sebesar 0,878, konsentrasi 3,75% sebesar 0,685 dan konsentrasi 5% yaitu 0,761. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variant) dua arah dan uji lanjutan Perbandingan Berganda Duncan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pandan duri dengan konsentrasi 3,75% efektif dalam menyembuhkan luka pada tikus dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Bioplacenton®.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Alpukat (Persea americana Mill) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Ayu Ulfa Sari; Nurul Annisa; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.927 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.157

Abstract

Daun alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak lama dikenal masyarakat indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif dari fraksi n-heksan, etil asetat dan n-butanol. Pengujian daun alpukat ini menggunakan metode disc diffusion dengan mengamati Konsentrasi Hambat Minimum dan Konsentrasi Bunuh Minimum. Bakteri yang diujikan adalah Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi fraksi yang digunakan yakni 0,5%, 1%, 3%, 5% dan 10%. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antibakteri pada semua fraksi daun alpukat yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar paper disk. Zona bening terbesar adalah 10,09 mm diperoleh dari fraksi n-heksan dengan konsentrasi 10% pada biakan bakteri Escherichia coli.
Aktivitas Antioksidan Fraksi N-Heksana Tumbuhan Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) Ema Via Mawadah; Arsyik Ibrahim; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.967 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.167

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antiokidan fraksi n-heksana tumbuhan Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) secara KLT Bioautografi. Hasil rendemen dari ektrak tumbuhan Patah Tulang adalah 8,576%, sedangkan rendemen fraksi n-heksana adalah 5,502%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol tumbuhan Patah Tulang mengandung steroid, tanin dan fenolik, sedangkan fraksi n-heksana mengandung steroid. Hasil dari uji aktivitas antioksidan fraksi n-heksana tumbuhan patah tulang menunjukkan adanya warna kuning pada spot noda yang telah disemprotkan DPPH, yang menunjukkan bahwa tumbuhan ini berpotensi memiliki aktivitas antioksidan.
Karakteristik dan Isolasi Bakteri Penghasil Antibiotik dari Tanah Bekas Pembuangan Sampah Eva Hairdiana Umar; Sabaniah Indjar Gama; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.26 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.168

Abstract

Isolasi dan karakterisasi bakteri penghasil antibiotik dalam sampel tanah bekas pembuangan sampah telah dilakukan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 10-15 cm dari permukaan tanah. Isolasi dilakukan dengan metode tuang dan meode sebar yang kemudiaan dipilih isolat yang memiliki zona bening disekitar koloni dan memiliki bentuk koloni yang berbeda untuk dimurnikan. Setelah dimurnikan, isolat bakteri di karakterisasi makroskopis dan mikroskopis. Hasil isolasi didapatkan 9 isolat, 4 isolat didapatkan dari metode tuang dan 5 isolat didapatkan dari metode sebar dimana kesembilan isolat yang didapatkan merupakan bakteri gram negatif. Dari 9 isolat yang didapatkan kemudian diujikan terhadap bakteri Eschercia colli dan Staphylococcus aureus hasilnya ditemukan 1 isolat yaitu isolat F yang memiliki daya hambat terhadap bakteri uji.
Co-Authors Adam M. Ramadhan Aditya Fridayanti Ahmad Efendi Aisyah Anasia Apriani Ali istiansyah Amila Rahmah Anak Agung Gede Prawira Yuda Angga Cipta Narsa Arna Ningsih Arwin Widi Astutik Aulia Nisa Ayi Indah Utami Ayu Ulfa Sari Barly Sugara Beria Kundharindi Bohari Yusuf Cakra Segara Jaya Christina Ade Febriana Delvia, Fila Dewi Rahmawati Dian Suasana Dwi Sri Handayani Eko Nur Setiawan Elly Kendali Larasati Ema Via Mawadah Eva Hairdiana Umar Fachry Abda El Rahman Fajar Prasetya Fajar Prasetya Fathiah Olpah Siara Fila Delvia Firzan Nainu Fitriyani Fitriyani Florensius Rinaldi F Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Helen Natalia Yuluci Herman Herman Ika Ayu Mentari Ika Rahayu Ilham Firdaus Rizky Perkasa Indah Hairunisa Indah Woro Utami Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jovi Sovia Mega Kurnia Rizki Ramadani Laode Rijai Laode Rijai Lisna Meylina Lisna Meylina Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marsanti Marsanti Merry Handayani Mirhansyah Ardana Neta Novalia Nilam Cahaya Nisa Naspiah Novalia Debora Nur Aida Febriana Nur Mita Nurhidayati Febriana Nurul Annisa Nurul Fauziah Ragil Dwi Atmojo Redemptus Patria Adeliriansyah Rere Maulidina Rio Saddam Pratama Ririn Pangaribuan Risa Yusnita Risna Agustina Rita Yuniati Rolan Rusli Rusli Rusli Sattrio Desrianto Prabowo Selvi Jumiatul Astati Septi Anggraini Septi Anggraini Siti Ulfah Hidayah Sulistiarini, Riski Utami Wahyu Hidayanti Vebry Aeyni VICTORIA YULITA FITRIANI Vita Olivia Siregar Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Wisnu Cahyo P Wisnu Cahyo Prabowo Yuli Permatasari Yunita Setianingsih Yurika Sastyarina Yurika Sastyarina Yuriska Yudistia Ningrum