Claim Missing Document
Check
Articles

Efek Antidiare Ekstrak Daun Sembung (Blumea Balsamifera L.) Terhadap Mencit Putih Elly Kendali Larasati; Islamudin Ahmad; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiare dan dosis efektif ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera) sebagai antidiare.Pemberian dosis ekstrak dan kontrol negatif diberikan secara oral pada mencit dan setelah tiga puluh menit diberikan oleum ricini pada mencit jantan sebagai pengiduksi diare, dengan menggunakan 3 replikasi setiap dosisnya. Data analisis menggunakan anava satu arah dilanjutkan dengan uji lanjutan BNJD untuk mengetahui dosis efektif ekstrak daun sembung (Blumea Balsamifera) sebagai antidiare, Dosis efektif ekstrak daun sembung sebagai antidiare pada dosis 250 mg/KgBB.
Analisis Karakteristik dan Kejadian Drug Related Problems pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Temindung Samarinda Dwi Sri Handayani; Rolan Rusli; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi, dan jenis-jenis serta persentase Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi pada pasien hipertensi di Puskesmas Temindung Samarinda. Penelitian bersifat deskriptif, pengambilan data dilakukan secara prospektif pada pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi. Data diambil pada periode bulan Februari 2014 melalui rekam medik, wawancara dan pemberian kuisioner.Dari data tersebut selanjutnya dianalisis karakteristik pasien dan adanya kejadian drug related problems (DRPs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderitahipertensi terbanyak adalah pasien wanita dengan usia 41 hingga 60 tahun, pasien yang memiliki gaya hidup kurang sehat 23,80 %, pasien yang memiliki riwayat hipertensi keluarga 63,49 %. Kejadian Interaksi obat7,5 %, Adverse Drug Reaction 37,5 %, dan ketidakpatuhan pasien 37,5 %.
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Sempaja Samarinda Adam M. Ramadhan; Arsyik Ibrahim; Ayi Indah Utami
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i2.21

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi yang meliputi ketepatan obat, ketepatan dosis, dan kepatuhan pasien dalam meminum obat di Puskesmas Sempaja Samarinda periode bulan Juni 2014. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan metode pengumpulan data prospektif yaitu melakukan wawancara menggunakan kuisioner MMAS kepada 32 pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Sempaja Samarinda.Pola pengobatan hipertensi yang paling sering digunakan di puskesmas Sempaja Samarinda yaitu Captopril dari golongan ACEI, penggunaan obat menunjukkan ketepatan pemilihan obat dan dosis telah sesuai dengan JNC VII dimana Captopril dari golongan ACEI dan Amlodipine dari golongan CCB diberikan tunggal pada pasien hipertensi stage 1, dan dapat dikombinasi untuk pasien hipertensi stage 2.Dengan dosis dan frekuensi pemberian Captopril 25 mg, 2 × 1; Amlodipine 10 mg, 1× 1; Bisoprolol 5 mg, 1 × 1; HCT 25 mg 1 × 1; dan ISDN 30 mg, 3 × 1. Berdasarkan tingkat kepatuhan pasien persentase skor kepatuhan terbanyak yaitu kepatuhan rendah sebesar 50%, kepatuhan sedang sebesar 25 % dan kepatuhan tinggi 25%. Hasil pengujian kepatuhan pasien menggunakan kuesioner MMAS-8menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kepatuhan pasien dalam meminum obat dengan penurunan tekanan darah pasien.
Efek Antimitosis Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherina americana L. Merr) Terhadap Sel Telur Bulu Babi (Tripneustes gratilla Linn.) Ahmad Efendi; Islamudin Ahmad; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.24

Abstract

Bawang dayak (Eleutherina americana L. Merr) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai obat tradisional, salah satunya adalah sebagai obat anti kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui IC50 dari ekstrak n-heksan, etil asetat dan etanol umbi bawang dayak (Eleutherina americana L. Merr) dengan metode penghambatan mitosis zigot bulu babi (Tripneustes gratilla Linn.).Hasil uji aktivitas antimitosis menunjukkan ekstrak n-heksan memiliki nilai IC50 16,03 ppm, sedangkan pada ekstrak etilasetat dan etanol berturut-turut adalah 2,07 ppm dan 4,67 ppm. Data hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etilasetat memiliki aktivitas antimitosis paling kuat dibandingkan dengan ekstrak n-heksan dan etanol.
Bioaktivitas Ekstrak Metanol dan Fraksi n-Heksana Daun Sungkai (Peronema canescens JACK) terhadap Larva Udang (Artemia salina Leach) Islamudin Ahmad; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.27

Abstract

Penelitian bioaktivitas ekstrak methanol dan farksi n-heksana daun sungkai (Peronema canesens JACK) dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) telah dilakukan pengujiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak, dan bagaimana bioaktivitasnya terhadap Artemia salina Leach. Penelitian ini menggunakan metode brine shrimp lethality test dimana data penelitiannya diperoleh dengan mengamati jumlah hewan uji yang mati, kemudian data tersebut diolah dengan menggunakan tabel Reed and Muench. Hasil pengujian ekstrak daun sungkai dengan metode brine shrimp lethality test bersifat bioaktif terhadap larva Artemia salina Leach. Dengan nilai LC50. dari ekstrak methanol adalah 387,257 ppm dan n-heksana adalah 107,399 ppm.
Kandungan Metabolit Sekunder dan Efek Penurunan Glukosa Darah Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L) Pada Mencit (Mus musculus) Anak Agung Gede Prawira Yuda; Rolan Rusli; Arsyik Ibrahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i3.28

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul “Kandungan Metabolit Sekunder dan Efek Penurunan Glukosa Darah Ekstrak Biji Rambutan (Nephelium lappaceum L)Pada Mencit (Mus Musculus)” bertujuan untuk mengetahui metabolit skunder, aktivitas dan dosis efektif ekstrak biji buah rambutan terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit. Hasil pengujian metabolit sekunder menunjukan bahwa biji rambutan mengandung senyawa fenol, flavonoid dan tannin. Penelitian dilakukan dengan pemberian dosis ekstrak yaitu 0,05 mg/20g, 0,09 mg/20g dan 0,18 mg/20g BB Mencit, serta kontrol negatifnya Na CMC yang diberikan per oral setiap satu kali sehari selama 7 hari. Pengukuran glukosa dilakukan pada hari ke-0, ke-4 dan ke-8 menggunakan alat Glukosameter. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik ANAVA satu arah, dilanjutkan dengan uji BNJD. Hasil ANAVA satu arah dan dilanjutkan dengan BNJD menunjukan bahwa dosis 0,09 mg/BB Mencit merupakan dosis efektif sebagai penurunan kadar glukosa darah.
Kajian Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum) sebagai Bahan Aktif Antiseptik dalam Sediaan Sabun Padat : Study of Concentration of Red Betel Leaf Extract (Piper crocatum) as Antiseptic Active Ingredient in Solid Soap Lisna Meylina; Arsyik Ibrahim; Laode Rijai
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i6.1001

Abstract

Sirih merah (Piper crocatum) merupakan salah satu tanaman yang diketahui secara empiris berkhasiat sebagai antiseptik. Melihat potensi tersebut, memungkinkan sirih merah untuk dikembangkan lebih jauh dalam produk sediaan farmasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun sirih merah sebagai bahan aktif dalam sediaan sabun padat yang efektif sebagai antiseptik serta mengetahui kestabilan fisik dari sediaan tersebut. Pengujian efektivitas antiseptik dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar dan pengujian stabilitas fisik (busa dan pH) yang diukur dan diamati selama 4 minggu. Hasil efektivitas antiseptik sediaan diperoleh hasil yang baik terhadap ketiga mikroba uji (Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans) dimana diperoleh konsentrasi ekstrak daun sirih merah yang paling efektif sebagai antiseptik adalah 1% (F2) dibandingkan dengan kontrol negatif. Hasil dari pengujian stabilitas fisik selama 4 minggu diperoleh kestabilan busa yang baik serta pH sediaan yang stabil.
Co-Authors Adam M. Ramadhan Aditya Fridayanti Ahmad Efendi Aisyah Anasia Apriani Ali istiansyah Amila Rahmah Anak Agung Gede Prawira Yuda Angga Cipta Narsa Arna Ningsih Arwin Widi Astutik Aulia Nisa Ayi Indah Utami Ayu Ulfa Sari Barly Sugara Beria Kundharindi Bohari Yusuf Cakra Segara Jaya Christina Ade Febriana Delvia, Fila Dewi Rahmawati Dian Suasana Dwi Sri Handayani Eko Nur Setiawan Elly Kendali Larasati Ema Via Mawadah Eva Hairdiana Umar Fachry Abda El Rahman Fajar Prasetya Fajar Prasetya Fathiah Olpah Siara Fila Delvia Firzan Nainu Fitriyani Fitriyani Florensius Rinaldi F Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Helen Natalia Yuluci Herman Herman Ika Ayu Mentari Ika Rahayu Ilham Firdaus Rizky Perkasa Indah Hairunisa Indah Woro Utami Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jovi Sovia Mega Kurnia Rizki Ramadani Laode Rijai Laode Rijai Lisna Meylina Lisna Meylina Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marsanti Marsanti Merry Handayani Mirhansyah Ardana Neta Novalia Nilam Cahaya Nisa Naspiah Novalia Debora Nur Aida Febriana Nur Mita Nurhidayati Febriana Nurul Annisa Nurul Fauziah Ragil Dwi Atmojo Redemptus Patria Adeliriansyah Rere Maulidina Rio Saddam Pratama Ririn Pangaribuan Risa Yusnita Risna Agustina Rita Yuniati Rolan Rusli Rusli Rusli Sattrio Desrianto Prabowo Selvi Jumiatul Astati Septi Anggraini Septi Anggraini Siti Ulfah Hidayah Sulistiarini, Riski Utami Wahyu Hidayanti Vebry Aeyni VICTORIA YULITA FITRIANI Vita Olivia Siregar Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Wisnu Cahyo P Wisnu Cahyo Prabowo Yuli Permatasari Yunita Setianingsih Yurika Sastyarina Yurika Sastyarina Yuriska Yudistia Ningrum