Claim Missing Document
Check
Articles

Aktivitas Infusa Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yuli Permatasari; Lizma Febrina; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.452 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun tapak dara (Catharanthus roseus L.) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih. Penelitian ini merupakan desain eksperimental laboratorium dengan menggunakan tikus putih sebanyak 15 ekor yang diinduksi aloksan 120 mg/kgBB setiap dua hari sekali secara intraperitonial. Tikus dibagi menjadi lima kelompok, antara lain kelompok kontrol negatif (Aquades), kelompok kontrol positif (Glibenklamid), serta kelompok uji yang diberikan infusa daun tapak dara 25%, 45% dan 65%. Data hasil penurunan kadar glukosa darah dianalisis dengan menggunakan uji ANOVA dua arah dan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antar kelompok uji sehingga dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur Duncan (BNJD). Hasil penelitian menunjukkan infusa daun tapak dara pada konsentrasi 25%, 45% dan 65% memberikan aktivitas terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih.
Karakterisasi dan Identifikasi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit Daun Sukun (Artocarpus altilis) Eko Nur Setiawan; Nur Mita; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.15 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.44

Abstract

Telah dilakukan penelitian “Karakterisasi dan Identifiksi Metabolit Sekunder Isolat Jamur Endofit Daun Sukun (Artocarpus Altilis)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakterisasi isolat jamur endofit yang diisolasi dari daun sukun dan golongan metabolit sekunder yang dimiliki oleh isolat jamur endofit tersebut. Karakterisasi isolat jamur endofit dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Untuk identifikasi metabolit sekunder isolat jamur endofit dilakukan dengan uji reaksi kimia dan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dengan pereaksi semprot spesifik. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua isolat jamur endofit (IFE1P dan IFE2HK) dari daun sukun. Hasil karakterisasi secara makroskopis menunjukkan, bahwa pada isolat IFE1P memiliki koloni berwarna putih dengan tekstur granular, permukaan berbentuk konsentris dan elevasi halus serta bentuk penonjolan timbul. Secara mikroskopis isolat IFE1P memiliki hifa aseptat dengan hialin, konidia dan konidiofor. Pengamatan secara makroskopis menunjukan, bahwa pada isolat IFE2HK memiliki koloni berwarna hijau kehitaman dengan tekstur menyerupai beludru, berbentuk bulat dengan tepi bergelombang dan elevasi halus dengan penonjolan berbentuk bukit. Secara mikroskopis isolat IFE2HK memiliki hifa septat berbentuk rhizoid dan terdapat konidiospora. Kedua isolat jamur endofit memiliki metabolit sekunder yang hampir serupa seperti tanaman inangnya, yaitu flavonoid, polifenol, triterpen, dan steroid. Senyawa saponin hanya terdapat pada isolat IFE1P dan tidak teridentifikasi pada isolat IFE2HK.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Penderita Hipertensi Di Puskesmas Wonorejo Tahun 2015 Jovi Sovia Mega; Victoria Yulita Fitriani; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.119 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.50

Abstract

Hipertensi adalah kenaikan tekanan darah dalam arteri yang melebihi batas normal dan kenaikan ini bertahan pada keadaan istirahat dengan batas normal teratas tekanan sistolik 140 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Di Indonesia, tingkat kesadaran akan kesehatan masih rendah sehingga jumlah pasien yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi dan yang tidak mematuhi minum obat kemungkinan lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien hipertensi dan mengetahui pola pengobatan pasien hipertensi. Metode penelitian ini dilakukan secara prospektif dan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Wonorejo menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (57%), mayoritas pasien berumur 60-69 tahun (43%), memiliki penyakit penyerta (47.2%), lama menderita hipertensi selama 1-5 tahun (33,33%), tidak ada riwayat hipertensi keluarga (53,33%), berdasarkan gaya hidup, pasien yang kurang melakukan akivitas fisik (53,33 %), pasien yang biasa mengkonsumsi makanan asin (66,66%), pasien yang biasa merokok (26,67%) dan (0%) tidak ada yang mengkonsumsi alkohol. Pola pengobatan pemilihan golongan dan jenis obat yang sering digunakan adalah golongan diuretik, ACE inhibitor, penghambat kanal kalsium dan agonis ?2 sentral. Jenis obat yang digunakan yaitu Furosemid (10%), Captopril (26,66 %), Amlodipin (56,66 %), Nifedipin (6,66 %), Reserpine (6,66 %) dan Clonidine (3,33 %).
Efek Antihiperglikemik Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) dan Daun Jambu Biji (Psidium guajava L) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Aloksan Amila Rahmah; Arsyik Ibrahim; Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.953 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.54

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai efek antihiperglikemik dari daun mengkudu (Morinda citrifolia Linn) dan daun jambu biji (Psidium guajava Linn). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihiperglikemik kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia Linn) dan daun jambu biji (Psidium guajava Linn) pada tikus putih. Desain penelitian ini adalah desain eksperimental dengan menggunakan tikus putih sebanyak 12 ekor yang diinduksi aloksan secara intraperitoneal dengan dosis 120 mg/ KgBB. Tikus dibagi menjadi empat kelompok, antara lain kelompok kontrol negatif (aquades), kelompok kontrol positif (Glibenklamid), dan dua kelompok uji diberikan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji dengan dua perbandingan dosis (2:1 dan 1:2). Pengukuran kadar glukosa darah tikus putih dilakukan pada hari ke-1 sebelum diinduksi aloksan yang sebelumnya dipuasakan terlebih dahulu selama 16 jam. Setelah diinduksikan aloksan, kemudian diukur kadar glukosa darah tikus dengan glukometer. Setelah mengalami peningkatan glukosa darah, hewan uji diberi perlakuan selama 7 hari. Berdasarkan uji ANAVA dua arah menunjukkan bahwa glibenklamid dan kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji memberikan hasil yang signifikan sehingga dilakukan uji lanjutan yaitu uji Beda Nyata Jujur Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun mengkudu dan daun jambu biji dengan perbandingan dosis 1:2 dan 2:1 memiliki efek menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih.
Aktivitas Ekstrak Temu Kunci (Boersenbergia pandurata Roxb. Schlecht.) terhadap Jamur Penyebab Pitiriasis Versikolor (Malassezia sp. Malassezia globosa & Malassezia furfur) Wahyu Widayat; Nisa Naspiah; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 2 (2015): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.712 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v2i1.58

Abstract

Malassezia merupakan jamur dimorfik lipofilik salah satu penyebab penyakit Pitiriasis Versikolor. Boesenbergia pandurata Roxb. Schlecht. merupakan salah satu suku jahe-jahean (Zingiberaceae) yang ditemukan di Asia Tenggara. Di Indonesia, tanaman ini dikenal sebagai "temu kunci". Secara etnobotani tanaman ini telah banyak dimanfaatkan, salah satunya sebagai pengobatan terhadap infeksi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai KHM dan KBM ekstrak etanol temu kunci, serta golongan senyawa yang memberikan aktivitas antijamur terhadap Malassezia sp., yaitu Malassezia globosa dan Malassezia furfur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode difusi agar (Disk diffusion), dilusi cair (Broth Dilution), dan KLT Bioautografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol B. pandurata memiliki nilai KHM pada konsentrasi 1% dan KBM pada konsentrasi 10%. Profil kromatogram menunjukan spot senyawa yang memberikan aktivitas, masing-masing berada pada rf 0.11-0.64, yang ditandai dengan zona bening pada rf tersebut. Senyawa kimia yang memberikan aktivitas tersebut merupakan golongan senyawa flavonoid, kalkon dan turunannya. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa B. pandurata sangat berpotensi sebagai antijamur penyebab Pitiriasis Versikolor.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Kanker Payudara Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Marsanti Marsanti; Christina Ade Febriana; Arsyik Ibrahim; Dewi Rahmawati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.215 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.60

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis penyakit kanker yang mematikan bagi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan pasien kanker payudara di instalasi rawat inap di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian yang digunakan berupa metode noneksperimental secara deskriptif. Penelitian ini melibatkan 43 orang pasien yang kemudian dikarakterisasikan berdasarkan jenis kelamin dan usia, kemudian dikelompokkan pola pengobatan yang dilakukan. Hasil yang di peroleh sebanyak 95% pasien berjenis kelamin perempuan dan 5% pasien berjenis kelamin laki-laki. Usia 20 sampai dengan 39 tahun sebanyak 45% dan 40 sampai dengan 50 tahun sebanyak 55%. Terapi pengobatan yaitu untuk kemoterapi sebanyak 68%, untuk pembedahan terdapat 18% dan kombinasi antara pembedahan dan kemoterapi adalah 14%, maka ketidak sesuaian terapi ini sebesar 39.53% dan kesesuaian terapi sebesar 60.47%. Pemilihan obat untuk terapi kanker payudara dengan kombinasi obat tertinggi dihasilkan pada kombinasi obat gemcikal - braxel sebanyak 76.64%. Sedangkan kombinasi nevelbi - braxel sebanyak 14.29% dan pada cyclophosphamide - dexorubin - 5 fluoro uracil 20%. Dari hasil ini didapatkan ketidak sesuaian terapi sebanyak 11.54% dan kesesuaian sebanyak 88.46%.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Diuretik Pada Pasien Asites Di Rawat Inap Rumah Sakit Islam Samarinda Tahun Periode Januari-Desember 2015 Beria Kundharindi; Arsyik Ibrahim; Welinda Dyah Ayu
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.387 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.62

Abstract

Asites adalah akumulasi cairan di dalam rongga peritoneum yang merupakan salah satu komplikasi penting pada pasien sirosis hati. Penelitian ini meliputi karakteristik pasien (jenis kelamin, umur dan pekerjaan) serta pola pengobatan diuretik. Metode yang digunakan ialah retrospektif dengan teknik pengambilan data secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan sebanyak 19 kasus. Hasil penelitian menunjukkan 15 kasus (79%) pasien asites berjenis kelamin laki-laki sedangkan 4 kasus (21%) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan umur diperoleh 2 kasus (10,5%) umur <40 tahun, 4 kasus (21%) umur 40-49 tahun, 11 kasus (58%) umur 50-59 tahun dan 2 kasus (10,5%) umur >60 tahun. Berdasarkan jenis pekerjaan diperoleh 9 kasus (47%) pegawai swasta, 3 kasus (16%) PNS, 3 kasus ibu rumah tangga, 2 kasus (11%) pengganguran, 1 kasus (5%) wiraswasta, 1 kasus (5%) petani. Pola pengobatan pada pasien asites berdasarkan standar European Association or the Study of the Liver diperoleh 9% kesesuaian penggunaan spironolakton dan 100% ketidaksesuaian penggunaan kombinasi spironolakton dan furosemid.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pasien Skizofrenia di Instalasi Rawat Inap RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda Helen Natalia Yuluci; Nur Mita; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.491 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.64

Abstract

Skizofrenia merupakan bentuk psikosis fungsional paling berat dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Di Indonesia, penyakit skizofrenia berkisar antara 0,3-1 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien skizofrenia dan mengetahui pola pengobatan antipsikotik pasien skizofrenia. Metode ini dilakukan dengan pendekatan secara prospektif dengan menggunakan hasil observasi. Hasil penelitian karakteristik pasien skizofrenia menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (62,26 %), usia pada masa dewasa awal, 26-35 (41,51 %), memiliki status perkawinan belum menikah (29,25 %), mayoritas jenis skizofrenia yang diderita adalah skizofrenia tak terinci (54,72 %), tidak memiliki pekerjaan (88,68 %), dengan lama gangguan 1-5 tahun (65,09 %). Terapi pengobatan antipsikotik yang sering digunakan dalam resep tunggal adalah antipsikotik atipikal, clozapin yang merupakan golongan dibenzodiazepin (59,28 %), dan pada resep kombinasi yang paling sering digunakan adalah golongan tipikal dan golongan atipikal, kombinasi haloperidol dan clozapin (36,4 %). Pola ketepatan dosis untuk obat klorpromazin 100% sesuai, trifluoresin 100% sesuai, haloperidol 97,2% sesuai dan 2,8% tidak sesuai, Clozapin 73,91% sesuai, dan 26,09% tidak sesuai, risperidon 96,3% sesuai dan 3,7% tidak sesuai. Berdasarkan hasil yang dapat disimpulkan, pasien skizofrenia akan diberi terapi antipsikotik generasi pertama, klorpromazin, triflurezin, haloperidol. Dan antipsikotik generasi kedua, clozapin dan risperidon.
Karakteristik dan Pola Penggunaan Obat Analgesik NSAID Pada Pasien Pasca Operasi Di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Kurnia Rizki Ramadani; Dewi Rahmawati; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.261 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.66

Abstract

Analgesik NSAID merupakan obat analgesik perifer yang dapat menghambat sintesis prostaglandin melalui penghambatan enzim siklooksigenase. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan mengkaji penggunaan obat analgesik NSAID sebagai obat anti nyeri pada pasien pasca operasi. Metode penelitian yang digunakan berupa metode non eksperimental secara deskriptif. Penelitian ini melibatkan 90 orang pasien yang kemudian dikarakterisasikan berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan terakhir dan jenis operasi. Kemudian dikelompokkan penggunaan obat analgesik NSAID. Hasil yang diperoleh sebanyak 54,44% berjenis kelamin laki-laki dan 45,56% berjenis kelamin perempuan. Usia remaja sebanyak 10%, dewasa 50% dan lansia 40%. Jenis operasi major sebanyak 56,66% dan operasi minor 43,33%. Dari pola penggunaan obat yang diperoleh 38,88% digunakan turunan pirazolin, 14,44% turunan asam karboksilat pirolizin, 5,55% turunan fenamat, 4,44% turunan asam propionat, 1,11% turunan para-aminofenol, 0% turunan asam asetat dan 35,55% penggunaan obat kombinasi. Dosis yang digunakan dari setiap terapi secara keseluruhan telah sesuai. Rute pemberian tunggal oral 11,11%; tunggal parenteral 54,4%; dan kombinasi keduanya 34,44%.
Karakteristik dan Pola Pengobatan Pada Pasien Pediatri Penderita ISPA Di Puskesmas Remaja Samarinda Redemptus Patria Adeliriansyah; Victoria Yulita Fitriani; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.947 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i1.70

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) adalah infeksi yang mengenai struktur saluran pernafasan diatas laring yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun virus. Penyakit ISPA merupakan penyakit yang sering menyerang masyarakat dan menempati urutan pertama penyebab kematian pada kelompok bayi dan balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola pengobatan ISPA yang diberikan pada pasien pediatri. Penelitian ini bersifat prospektif yang menggunakan kuisioner yang telah divalidasi untuk mengambil data dari pasien anak yang didiagnosa ISPA. Jumlah pasien yang diteliti sebanyak 15 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah pasien perempuan 80%, laki-laki 20%, balita 53%, anak-anak 47%, pekerjaan orang tua IRT 73%, pendidikan orang tua SMA sederajat 73%. Berdasarkan diagnosis dibagi menjadi 4 kelompok yaitu sinusitis akut (J01) 6,5%, faringitis akut (J02) 6,5%, tonsilitis akut (J03) 60%, dan ISPA tidak spesifik (J069) 27%. Pola ketepatan pengobatan pemberian antibiotik untuk kategori J01 dan J02 100 % tidak tepat, kategori J03 55,56% tepat dan 44,44% tidak tepat, kategori J069 100% tidak tepat dengan golongan antibiotik yang digunakan adalah golongan makrolida dan turunan penisilin. obat penunjang yang diberikan adalah kortikosterid, ß2-agonist, mukolitik, antihistamin, analgesik-antipiretik, ekspektoran, vitamin. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat disimpulkan, setiap pasien ISPA pediatrik akan diberi 2 terapi yaitu terapi antibiotik dan terapi penunjang.
Co-Authors Adam M. Ramadhan Aditya Fridayanti Ahmad Efendi Aisyah Anasia Apriani Ali istiansyah Amila Rahmah Anak Agung Gede Prawira Yuda Angga Cipta Narsa Arna Ningsih Arwin Widi Astutik Aulia Nisa Ayi Indah Utami Ayu Ulfa Sari Barly Sugara Beria Kundharindi Bohari Yusuf Cakra Segara Jaya Christina Ade Febriana Delvia, Fila Dewi Rahmawati Dian Suasana Dwi Sri Handayani Eko Nur Setiawan Elly Kendali Larasati Ema Via Mawadah Eva Hairdiana Umar Fachry Abda El Rahman Fajar Prasetya Fajar Prasetya Fathiah Olpah Siara Fila Delvia Firzan Nainu Fitriyani Fitriyani Florensius Rinaldi F Hadi Kuncoro Hajrah Hajrah Hanggara Arifian Helen Natalia Yuluci Herman Herman Ika Ayu Mentari Ika Rahayu Ilham Firdaus Rizky Perkasa Indah Hairunisa Indah Woro Utami Islamudin Ahmad Iswahyudi Iswahyudi Jaka Fadraersada Jovi Sovia Mega Kurnia Rizki Ramadani Laode Rijai Laode Rijai Lisna Meylina Lisna Meylina Lizma Febrina M Arifuddin M. Arifuddin Mahfuzun Bone Marsanti Marsanti Merry Handayani Mirhansyah Ardana Neta Novalia Nilam Cahaya Nisa Naspiah Novalia Debora Nur Aida Febriana Nur Mita Nurhidayati Febriana Nurul Annisa Nurul Fauziah Ragil Dwi Atmojo Redemptus Patria Adeliriansyah Rere Maulidina Rio Saddam Pratama Ririn Pangaribuan Risa Yusnita Risna Agustina Rita Yuniati Rolan Rusli Rusli Rusli Sattrio Desrianto Prabowo Selvi Jumiatul Astati Septi Anggraini Septi Anggraini Siti Ulfah Hidayah Sulistiarini, Riski Utami Wahyu Hidayanti Vebry Aeyni VICTORIA YULITA FITRIANI Vita Olivia Siregar Wahyu Widayat Welinda Dyah Ayu Wisnu Cahyo P Wisnu Cahyo Prabowo Yuli Permatasari Yunita Setianingsih Yurika Sastyarina Yurika Sastyarina Yuriska Yudistia Ningrum