Claim Missing Document
Check
Articles

Menganalisis Quiet Quitting dalam Dunia Akademik: Faktor Penyebab dan Implikasinya Bagi Mahasiswa Ramadani, Naisya Insani; Abdullah, Mirna Nur Alia; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.18972

Abstract

Fenomena quiet quitting tidak hanya terjadi di dunia kerja, tetapi juga semakin relevan di lingkungan akademik, khususnya di kalangan mahasiswa. Fenomena ini menggambarkan kondisi di mana mahasiswa tetap menjalankan kewajiban akademik secara minimal tanpa keterlibatan emosional atau usaha lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan quiet quitting dalam dunia akademik serta implikasinya terhadap efektivitas belajar mahasiswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode survei berbasis kuesioner, penelitian ini menemukan bahwa quiet quitting dalam konteks akademik dipengaruhi oleh faktor internal, seperti rendahnya motivasi pribadi, kelelahan mental, dan kondisi fisik, serta faktor eksternal seperti beban tugas yang berlebihan, tekanan sosial, dan metode pengajaran dosen yang monoton. Dampaknya mencakup rendahnya partisipasi dalam perkuliahan, kesulitan memahami materi perkuliahan, hingga menurunnya keterlibatan dalam aktivitas akademik. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan kolaborasi aktif antara mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif, mendukung, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa. Kata Kunci: Efektivitas belajar, Lingkungan akademik, Mahasiswa, Quiet quitting
Pertukaran Sosial: Pergeseran Nilai Tradisi Ngantat Petolong di Era Modernisasi Aulia, Nevia; Abdullah, Mirna Nur Alia; Nurbayani, Siti
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1700

Abstract

The ngantat petolong tradition is very beneficial for the community, but currently the ngantat petolong tradition has undergone changes in the implementation process, which has caused the values contained in it to shift. The purpose of this research is to find out how the changes in the value of the ngantat petolong tradition that occurred in Penandingan Village, and what factors caused the changes. This research uses a qualitative case study method with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The results showed that the value shift of the ngantat petolong tradition that occurred in the community, which was previously a tradition of mutual cooperation, became transactional. The factors that have a major influence on changes in the ngantat petolong tradition are advances in community knowledge and economic changes.
MEMBACA KEKERASAN SEKSUAL DI BALIK SERAGAM SEKOLAH: KAJIAN LITERATUR DALAM PERSPEKTIF HABITUS DAN KEKUASAAN SIMBOLIK Amalia, Amalia; Abdullah, Mirna Nur Alia; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 6 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i6.2025.2185-2192

Abstract

Kekerasan seksual di institusi pendidikan merupakan persoalan sosial yang kompleks, sering kali tersembunyi di balik struktur formal dan simbol-simbol otoritas seperti seragam, jabatan, dan budaya disiplin. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tersebut melalui telaah literatur dengan menggunakan perspektif sosiologi kritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus dan kekuasaan simbolik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap berbagai artikel ilmiah, laporan lembaga, serta teori-teori sosiologis yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan seksual di lingkungan sekolah tidak hanya merupakan tindakan individual, melainkan bagian dari konstruksi sosial yang dibentuk oleh habitus institusional dan relasi kuasa simbolik. Guru atau staf pendidik yang memiliki modal simbolik sering kali memanfaatkan posisinya untuk melakukan dominasi, sementara siswa berada dalam posisi yang sulit untuk melawan karena terbentuknya habitus kepatuhan dan budaya bungkam. Kajian ini menegaskan pentingnya membongkar mekanisme sosial dan simbolik yang memungkinkan kekerasan seksual terus terjadi dalam sistem pendidikan, serta perlunya pendekatan struktural dalam merumuskan upaya pencegahan.
CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA GEN Z: ANALISIS TEORI PILIHAN RASIONAL Rasnadipoetra, Ilman Diansyah; Mirna Nur Alia Abdullah; Muhammad Retsa Rizaldi Mujayapura
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i2.5394

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pandangan mahasiswa Generasi Z tentang keputusan hidup ChildFree dalam pendekatan kualitatif dan kerangka teori yang dipilih secara rasional. Konsepsi Childfree sekarang dimulai sebagai pilihan hukum dalam masyarakat modern, terutama kehidupan generasi muda. Studi ini terdiri dari 20 siswa dari berbagai universitas semi-terstruktur di Indonesia. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling di mana siswa aktif antara usia 18 dan 25 siap untuk memahami masalah kebebasan anak dan memastikan pandangan reflektif. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan kedalaman dan relevansi data. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengklarifikasi motivasi dan implikasi sosial di balik keputusan untuk tidak memiliki anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak -anak yang disurvei dikaitkan dengan pertimbangan ekonomi tanpa anak, kemandirian pribadi, motivasi mental, dan persepsi ekologis. Yang lain menolak keputusan ini tentang alasan nilai -nilai budaya dan agama. Studi ini menyimpulkan bahwa keputusan umur anak -anak adalah hasil dari pertimbangan rasional dengan perhitungan kerugian, nilai pribadi dan pengaruh struktural. Penemuan ini memperkaya pemahaman kita tentang dinamika nilai keluarga di era digital dan membuka ruang penelitian baru yang terkait dengan identitas, gender, dan keputusan kehidupan generasi muda.
ANALISIS MARRIAGE IS SCARY: DALAM PERSPEKTIF TEORI PILIHAN RASIONAL JAMES S. COLEMAN Irvan, Mohammad; Mujayapura, Muhammad Retsa Rizaldi; Abdullah, Mirna Nur Alia
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 10 No. 2 (2025): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jp2sh.v10i2.4420

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena "Married is Scary" dalam perspektif Teori Pilihan Rasional yang dikembangkan oleh James Coleman. Fenomena ini mencerminkan ketakutan dan kekhawatiran individu terhadap institusi pernikahan, yang semakin meningkat di kalangan masyarakat modern. Dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam mengambil keputusan untuk menikah atau menghindari pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu cenderung melakukan kalkulasi untung-rugi sebelum membuat keputusan menikah, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan emosional. Faktor-faktor seperti ketidakstabilan ekonomi, ekspektasi sosial, serta pengalaman pribadi atau lingkungan berkontribusi pada munculnya ketakutan terhadap pernikahan. Dalam kerangka Teori Pilihan Rasional, individu bertindak berdasarkan kepentingan sendiri dengan menilai manfaat dan risiko pernikahan sebelum mengambil keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Married is Scary" merupakan fenomena sosial yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu tetapi juga oleh dinamika sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor ini dapat membantu dalam merancang kebijakan atau strategi untuk mengatasi ketakutan terhadap pernikahan di masyarakat modern.
Dinamika Teknologi dan Gaya Hidup dalam Pembentukan Habitus Generasional Baby Boomers hingga Gen Alpha Leswidyanti, Juwita Salwa; Ayswara, Annisa Tri; Abdullah, Mirna Nur Alia; Febriyanti, Vita
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.16318

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, kemajuan teknologi digital telah mengakselerasi perubahan yang sangat signifikan dalam aspek sosial, terutama dalam cara orang berinteraksi, mengembangkan nilai-nilai, dan menjalani kehidupan. Perbedaan pengalaman dengan teknologi pada setiap generasi, dari Baby Boomers sampai Generasi Alpha, mencerminkan adanya variasi dalam pola penyesuaian terhadap perubahan sosial yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dinamika perkembangan teknologi dan pergeseran gaya hidup dalam pembentukan habitus generasional di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan penelitian pustaka (library research), melalui analisis berbagai sumber ilmiah terkait untuk mengkaji hubungan antara teknologi, gaya hidup, dan karakteristik sosial antar generasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa teknologi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari struktur sosial yang membangun habitus melalui praktik sosial, pola komunikasi, serta kebiasaan digital yang berbeda di setiap generasi. Generasi Milenial, Generasi Z, dan Generasi Alpha menunjukkan tingkat adaptasi teknologi yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga muncul kesenjangan digital dan dinamika sosial antar generasi. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman tentang peran teknologi dalam membentuk habitus generasional sebagai cara untuk menjembatani perbedaan sosial di era digital.
Ritual Sakral Ke Identitas Budaya Dalam Tradisi Ruat Laut Di Desa Blanakan Inka Mariana; Siti Komariah; Mirna Nur Alia Abdullah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15061

Abstract

Tradisi Ruat Laut di Desa Blanakan merupakan praktik budaya masyarakat nelayan yang mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan modernisasi. Tradisi yang sebelumnya dimaknai sebagai ritual sakral bernuansa mistis kini mengalami pergeseran makna dan fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan pelaksanaan tradisi Ruat Laut di KUD Mina Fajar Sidik Desa Blanakan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap pengurus KUD, nelayan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tradisi Ruat Laut dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, meliputi perubahan pola pikir masyarakat nelayan, peran kelembagaan KUD Mina Fajar Sidik, modernisasi teknologi, pengaruh agama, serta perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Perubahan tersebut bersifat evolusioner dan fungsional, di mana nilai inti tradisi tetap dipertahankan dan berperan dalam memperkuat solidaritas sosial masyarakat nelayan Desa Blanakan.
BEHIND-THE-SCENES MASKS: FACTORS WHICH ENCOURAGES USERS TO FAKE ACCOUNTS ON SOCIAL MEDIA X Naisya Insani Ramadani; Salwa Laila Ayu Budiman; Ririn Maesaroh; Mirna Nur Alia Abdullah
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 11 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58487/akrabjuara.v11i2.2783

Abstract

This study aims to analyze the factors that encourage the use of fake accounts on social media X (Twitter) as part of digital social interaction practices. The research employs a descriptive quantitative approach, with data collected through a Likert-scale questionnaire distributed to active users who have used anonymous accounts. The results indicate that fake account usage is influenced by the need for security, the desire for freer self-expression, and the influence of digital environments where such practices are considered normal. Anonymous accounts are utilized to avoid social judgment, maintain real-life relationships, and provide alternative spaces for sharing personal experiences. These findings suggest that anonymity is not merely a technical condition but a social strategy for managing digital identity and adapting to the dynamics of online interaction
Fenomena SEABlings dalam Solidaritas Digital Generasi Z di Tengah Konflik Netizen Asia Tenggara dan KNETZ Raihan, Marsya; Hurul Aini, Mutiara; Hasan, Tholhah; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3169

Abstract

Artikel ini membahas munculnya solidaritas digital di kalangan netizen Asia Tenggara (SEAblings) dalam dinamika interaksi lintas negara di media sosial, yang sekaligus memperlihatkan bagaimana Generasi Z membentuk budaya komunikasi digital yang baru. Permasalahan penelitian berfokus pada penyebab terbentuknya solidaritas tersebut, bagaimana ia mencerminkan karakter budaya digital Gen Z, serta implikasi sosial budaya yang muncul dari konflik dengan komunitas lain seperti K-Netz. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna solidaritas digital lintas negara sekaligus membaca dinamika interaksi dan potensi konflik yang menyertainya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melalui observasi digital non-partisipatif di platform X dan TikTok, serta didukung wawancara mendalam dengan informan yang memahami fenomena tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola interaksi, narasi kolektif, dan bentuk solidaritas yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas digital muncul dari rasa kesamaan regional, pengalaman kolektif, dan respons terhadap stereotip eksternal, yang diperkuat oleh logika algoritma media sosial. Di sisi lain, solidaritas ini mencerminkan budaya digital Gen Z yang cepat, ekspresif, dan kreatif, namun juga berpotensi memicu konflik, polarisasi, dan reproduksi stereotip di ruang daring. Dengan demikian, solidaritas digital memiliki peran ganda sebagai penguat kohesi sosial sekaligus sumber ketegangan lintas budaya. Kata Kunci Solidaritas digital, Generasi Z, media sosial, budaya digital, konflik online
Fenomena Sosial Married is Scary sebagai Faktor Penguat dalam Penurunan Nuptialitas dan Fertilitas di Indonesia Agustin, Alifa Sahara; Anggrayani, Sista; Hasya, Vila; Abdullah, Mirna Nur Alia
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 8 No. 1 (2026): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v8i1.3174

Abstract

Fenomena married is scary mencerminkan perubahan persepsi generasi muda terhadap pernikahan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fenomena tersebut sebagai faktor yang memperkuat penurunan nuptialitas dan fertilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif untuk memahami pertimbangan individu dalam mengambil keputusan terkait pernikahan dan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap pernikahan dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, paparan media sosial, dan perubahan nilai. Ketidakstabilan finansial mendorong individu menunda pernikahan, sementara media sosial membentuk persepsi yang menekankan risiko dalam kehidupan rumah tangga. Selain itu, generasi muda cenderung memprioritaskan kesiapan diri serta kualitas hidup sebelum menikah. Kondisi ini meningkatkan kecenderungan penundaan pernikahan yang berdampak pada menurunnya angka kelahiran. Dengan demikian, fenomena married is scary tidak menjadi penyebab utama, tetapi berperan sebagai faktor yang memperkuat tren penurunan nuptialitas dan fertilitas di Indonesia.
Co-Authors Afra Aldilawulandari Annika Bharata Agustin, Alifa Sahara Aini, Mutiara Hurul Aini, Naila Noerita Alifa Izzatun NIsa Amalia Amalia Angelina, Tiara Anggiraksa, Nailah Anggrayani, Sista Arini Wijayanti Asti Lestari Asyila Lukman Thalib Aulia, Nevia Aulya Arzuliany Avvyat Anantya Ayswara, Annisa Tri Azizah, Sarah Nur Azka Safarah Ludisti Mauliani bagja waluya, bagja Baity, Salsabila Nur Carmelia Puteri Hendarsyah Detia Adzra Athifah Dewi, Nikita Shinta Difa, Taj Cyrila Aprila Syahda Dinda Arviana Puspitasari Elly Malihah Fadhilah, Nabila Lana Faiza Conita Chairiya Harahap Faiza, Naila Fatimah Syawalia Noptiani Febriyanti, Vita Frida Nurmarliana Handi, Ginar Zsalsabila Haryadi, Rahma Nur Isnaini Hasan, Tholhah Hasuna, Asma Nadia Hasya, Vila Hermawati, Lulu Hurul Aini, Mutiara Ida Ayu Putu Sri Widnyani Indra Abdul Majid Inka Mariana Irvan, Mohammad Isnaini Nurdiah Istiqomah Dzikrullah Joane Louis Lahasen Malau Junaheni Afifah Kenny Syalwatyarsa Khairunnisa, Firda Salsabila Khofifah, Winda Leo Farid Ruhiana Lestari, Asti Leswidyanti, Juwita Salwa Majid, Indra Abdul Masyudi, Ayudia Rostiara Meiziya Asira Deliyanti Morimoto, Elisabeth Mughni Nafia Nadhif Muhamad Iqbal Muhammad Firdhi Al Ghifary Muhammad Rafi Fauzi Muyajapura, Muhammad Retsa Rizaldi Nabila, Fadia Marsya Nadila Putri Budi Sugiarti Naisya Insani Ramadani Nazwa Naisniatunnisa Sholihah Nazwa Wafiq Nur Azizah Nurjamillah Nurjamillah Nurkhurairokh, Azzahra Nurmala, Sri Devi Poernama, Sandra Aulia Rahmadiani, Adisti Putri Rahmania, Shecha Raihan, Marsya Ramadani, Naisya Insani Rasnadipoetra, Ilman Diansyah Raya Elvaretta Maulana Ririn Maesaroh Rizal Ahmad Rasyad Rizaldi, Muhammad Retsa Rizqiyah, Kivi Anni Saeful R, Dadan Salsa, Salsa Bila Az Zahra Salsabila Afida Putri Salwa Laila Ayu Budiman Sekar Kirana Wulandari Shaffa, Salsa Zahira Shinthia, Devi Siallagan, Deasy Gita Amelia Siswahyudianto Siti Komariah Siti Komariah Siti Nurbayani Sukma, Nony Nuryani Sumayya, Siti Azzahra Tri Utami Febriyani Ulwan Naezi Rabbani M Noer Wilodati Wulan Asmi Nurapipah Yani Achdiani Yupi Anesti Zacky Akbar Saputro