Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN BANGKINANG KOTA WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2017 Milda Hastuty; Suci Nugrahi Utami
Jurnal Doppler Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.386 KB)

Abstract

Masa balita sering disebut golden age atau masa keemasan. Pada masa ini daya tahan tubuh balita belum terbentuk sempurna sehingga mudah terkena berbagai macam penyakit, salah satunya diare. Diare merupakan penyakit yang masih perlu diwaspadai menyerang balita, karna jika terjadi diare berkepanjangan maka akan dapat menyebabkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan Ibu dengan kejadian diare pada balita di Kelurahan Bangkinang Kota. Desain penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita yang berjumlah 314 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 176 orang. Teknik sampel yang digunakan Simple Random Sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh p value = 0,000, hal ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan Ibu dengan kejadian diare pada balita. Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk dapat meningkatkan pengetahuannya tentang diare pada balita agar kejadian diare tidak lagi meningkat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BALITA DI POSYANDU DESA KASANG WILAYAH KERJA UPTD KESEHATAN LUBUK JAMBI KECAMATAN KUANTAN MUDIK TAHUN 2019 Milda Hastuty
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) sepertipenyakit TBC, Difteri, Pertusis, Tetanus, Polio, Hepatitis B, dan Campak. Desa Kasang merupakan desa dengan capai imunisasi dasar terendah di Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Lubuk Jambi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada balita di desa Kasang Kecamatan Kuantan Mudik. Kelengkapan imunisasi dasar bisa disebabkan barmacam faktor. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Juni 2019. Sampel pada penelitian ini adalah sebagian ibu balita di desa Kasang yang berjumlah 118 ibu balita. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner. Analisa data menggunakanan sistem komputerisasi dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,000, dan faktor pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p-value 0,000. Dari penelitian ini diharapkan UPTD kesehatan Lubuk Jambi lebih banyak melakukan penyuluhan secara berkala di Desa, guna untuk peningkatkan pengetahuan dan informasi masyarakat tentang Kesehatan khususnya imunisasi dasar lengkap. Kata Kunci : Pengetahuan, Pekerjaan, Imunisasi dasar
PENYEBAB RENDAHNYA CAKUPAN ASI EKSKLUSIF DI KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU: PENELITIAN KUALITATIF Nila Kusumawati Elison; Dhini Anggraini Dhilon; Milda Hastuty; Winda Sari Wahyuni
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Riau masih berada pada posisi dua terbawah dalam hal cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia nol sampai dengan enam bulan, yaitu hanya 35,01%. Dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Riau, Kabupaten Kampar termasuk salah satu yang terendah, yaitu 28,18%. Dari 21 Kecamatan di Kabupaten Kampar, Puskesmas Kuok menempati posisi kelima terendah dengan cakupan ASI eksklusif sebesar 16,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab ibu tidak memberikan ASI eksklusif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh stakeholders yang terlibat pada ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kuok. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang ibu, 2 orang suami responden, 5 orang ibu responden dan2 orang kakak responden. Hasil dari penelitian ini adalah ASI yang tidak keluar dan kondisi bayi. Diharapkan agar ibu dapat menjaga kesehatan, dan mengikuti penyuluhan pada saat hamil tentang ASI eksklusif agar lebih tahu lagi cara mengatasi kenapa ASI tidak keluar.
HUBUNGAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI UPTD PUSKESMAS KAMPAR TAHUN 2018 Milda Hastuty
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara global, sekitar 1 (satu) dari 4 (empat) atau sekitar 26% anak di bawah 5 tahun mengalami stunting. Di provinsi Riau angka kejadian stunting juga mengalami penurunan menjadi 27%. Pada wilayah kerja Puskesmas Kampar terdapat 2 lokus stunting yaitu desa Ranah Singkuang dan Pulau Jambu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan anemia ibu hamil dengan kejadian stunting pada balita di UPTD Puskesmas Kampar tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan case control menggunak data sekunder. Populasinya seluruh balita yang mengalami stunting. Sampel kasus diambil menggunakan teknik total sampling dan sampel kontrol menggunakan teknik systematic random sampling dengan jumlah 53 responden kasus dan 53 responden kontrol. Analisa data penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini yaitu variabel anemia dengan nilai P-value = 0,017. Berdasarkan hasil penelitian bahwa anemia ibu hamil memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita. Diharapkan kepada petugas kesehatan Puskesmas Kampar lebih mengoptimalkan sosialisasi terhadap ibu hamil dan balita agar bisa mencegah anemia dan stunting serta bekerjasama dengan keluarga, Katoma dan Katoga yang ada di Desa tersebut.
HUBUNGAN KEJADIAN ANEMIA DAN KEBIASAAN MINUM SUSU DENGAN KEJADIAN DISMENOREA DI SMA NEGERI 2 BANGKINANG KOTA Milda Hastuty
Jurnal Doppler Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah menstruasi yang sering dialami oleh remaja adalah dismenorea. Prevalensi dismenorea di Indonesia sebesar sebesar 64,2%, yang terdiri dari 54,9% mengalami dismenorea primer dan 9,4% mengalami dismenorea sekunder. Faktor risiko yang berkaitan dengan dismenorea adalah menarce usia dini, riwayat keluarga dengan keluhan dismenorea, indeks masa tubuh yang tidak normal, kebiasaan memakan makanan cepat saji, durasi perdarahan saat haid, terpapar asap rokok, konsumsi kopi dan alexythimia, kebiasaan minum susu dan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan kejadian Anemia dan kebiasaan minum susu dengan kejadian dismenorea di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan penelitian Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini siswi kelas II di SMA Negeri 2 Bangkinang Kot a yang berjumlah 134 orang dengan teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan easy touch GCHb . Pengolahan data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden mengalami anemia 69 orang (51,5%), kebiasaan minum susu 62 orang (46,3%) dan lebih dari separuh mengalami dismenorea sebanyak 73 orang (54,5%). Hasil uji Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara anemia dan kebiasaan minum susu dengan kejadian dismenorea di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota. Untuk itu bagi pihak sekolah untuk dapat melakukan penyuluhan-penyuluhan tentang dismenorea agar dapat mencegah terjadinya dismenorea.
FAKTOR RIWAYAT KEHAMILAN IBU YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING DI DESA RANAH SINGKUANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2020 Milda Hastuty; Dhini Anggraini Dhilon
Jurnal Doppler Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi dimana terjadi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi berada di dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi dilahirkan. Akan tetapi, kondisi stunting baru akan muncul setelah anak berusia 2 tahun. Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2020 menyatakan bahwa sejak Januari hingga Desember 2019, penderita Stunding atau Gizi Buruk pada Balita mencapai 16.275 Balita. Kondisi ini sangat memperihatinkan, dimana Kabupaten/ Kota yang paling banyak balita menderita Stunting, yakni Kabupaten Kampar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor riwayat Kehamilan Ibu yang berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Kampa Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Hasil uji statistik dengan nilai p value 0,042 yang berarti ada hubungan usia ibu saat hamil dengan kejadian stunting, nilai p value 0,003 yang berarti ada hubungan status gizi saat hamil dengan kejadian stunting, nilai p value 0,163 yang berarti tidak ada hubungan usia kehamilan ibu dengan kejadian stunting, nilai p value 0,005 yang berarti ada hubungan tinggi badan ibu dengan kejadian stunting.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA DI PT.PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN BANGKINANG TAHUN 2016 MILDA HASTUTY
Jurnal Ners Vol. 2 No. 1 (2018): APRIL 2018
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.496 KB) | DOI: 10.31004/jn.v2i1.184

Abstract

Research surveillance in the United States states that 80% of occupational dermatitis is irritant contact dermatitis characterized by the presence of erythema (redness), edema (swelling) mild and cracked after the exposure of contents material from outside.Research to know the relationship of personal hygiene with incidence of disease skin (irritant contact dermatitis) to workers in PT. Industry and Trade Bangkinang in 2016. Cross Sectional research design, this research was conducted in Desember 2016 at PT. Industry and Trade Bangkinang.Sampel in this study are workers in PT. Industry and Trade Bangkinang numbering 92 people. Sample technique used Simple Random Sampling .. The data obtained were analyzed by chi square test. The results showed there was a personal hygiene relationship with irritant contact dermatitis on workers obtained p value = 0,036. For PT. Industry and Trade Bangkinang is expected to be a reference especially in designing rules, and policies for workers to prevent the occurrence of skin diseases (irritant contact dermatitis) by improving good personal hygiene and achieving a healthy work environment for its workers.
EFEKTIFITAS REFLEKSI TITIK ACUPRESURE PADA TITIK LAKTASI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PMB NISLAWATY DESA RIDAN PERMAI KECAMATAN BANGKINANG KOTA TAHUN 2020 NISLAWATY NISLAWATY; MILDA HASTUTY; NENENG FITRIA NINGSIH
Jurnal Ners Vol. 5 No. 2 (2021): OKTOBER 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v5i2.1778

Abstract

Kurangnya produksi ASI merupakan alasan para ibu menghentikan ASI pada bayi mereka. Peningkatan pemberian ASI perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan bagi bayi dan ibu, upaya tersebut dapat dilakukan antara lain dengan cara pemberian ASI dini Salah satu cara untuk membantu meningkatkan produksi ASI adalah dengan memberikan terapi akuporesure pada titik laktasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisis Efektifitas Akupresure Pada Titik Laktasi terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Nifas di PMB Nislawaty Desa Ridan Permai Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2020. Berdasarkan jenisnya,peneliti ini adalah pra experiment (kegiatan percobaan yang bertujuan untukmengetahui suatu pengaruh yang timbul sebagaiakibat adanya perlakuan tertentu) dengan menggunakan one groups pretest-post test design, yaitu desain eksperimen yang menggunakan satu kelompok subyek serta melakukan pengukuran sebelum dan sesudah pemeberian perlakuan pada subyek. Adapun sampel penelitian ini adalah sebanyak 10 ibu nifas usia 0-16 hari. Hasil penelitian menunjukkan hasil terapi akupresure efektif dalam peningkatan produksi ASI pada responden. Rata-rata frekuensi sebelum diterapi 4,9 dengan standar deviasi 1,792. Sedangkan setelah diterapi didapakan rata-rata frekuensi ASI menjadi 3,7 dengan standar deviasi 2,300. Adapun hasil uji statistik paired sample t test diperoleh hasil Pvalue = 0,017 (P
MINI LOKAKARYA : PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG GIZI CALON IBU, IBU HAMIL, IBU MENYUSUI DAN BALITA DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KECAMATAN SALO Erlinawati Erlinawati; Milda Hastuty; Apriza Apriza
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.7984

Abstract

Salah satu gangguan kesehatan yang berdampak pada bayi yaitu stunting atau tubuh pendek akibat kurang gizi kronik. Stunting dapat terjadi sebagai akibat kekurangan gizi terutama pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu cara mencegah stunting adalah pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan kepada calon ibu dan ibu hamil. Berdasarkan permasalahan pengabdi melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada program mini lokakarya di Kecamatan Salo Kabupaten Kampar, kegiatan yang dilakukan yakni memberikan pendidikan kesehatan kepada calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan perangkat Desa. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat (PkM) dilaksanakan melalui metode ceramah diskusi dan metode demonstrasi/latihan, lokasi pengabdian masyarakat di Kantor Camat Kecamatan Salo Kabupaten Kampar. Sasaran adalah calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan perangkat Desa sumber data ; BKKBN Kecamatan Salo. Pelatihan ini diikuti oleh 10 calon ibu, 10 ibu hamil, 10 ibu menyusui dan 15 Perangkat Desa, total sasaran kegiatan adalah 45 orang. Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan senam hamil mayoritas (87,5 %) memiliki pengetahuan rendah, sedangkan sesudah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana mayoritas (88,9 %) pada kategori berpengetahuan tinggi. Pengetahuan perangkat desa sebelum diberikan pelatihan program pencegahan stunting mayoritas (80%) rendah, sedangkan sesudah diberikan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan, dimana mayoritas (80%) pada kategori pengetahuan tinggi.
PENYULUHAN TENTANG PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK DI DESA BANGUN SARI KECAMATAN KAMPAR KIRI HILIR Milda Hastuty; Dumasari Lubis; Sri Hardianti; Riani Riani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.10193

Abstract

Program imunisasi di Indonesia mewajibkan pada setiap bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap yang terdiri dari 1 dosis HB-0, 1 dosis BCG, 3 dosis DPT-HB-Hib, 4 dosis polio, dan 1 dosis campak. Data Riset Kesehatan Dasar (2018), menunjukkan bahwa 32,9% bayi di Indonesia tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap dan 9,2% bayi tidak melakukan imunisasi, proporsi imunisasi pada anak menurut jenis imunisasi HB-0 secara nasional sebesar 83,1%. Capaian imunisasi dasar lengkap secara provinsi belum mencapai target dengan pencapaian hanya 71% (target 92,5%). Hasil pelaporan Kecamatan Kampar Kiri Hilir pada tahun 2021 yaitu imunisasi lengkap 94,52 %, tidak pernah di imunisasi 1,19%, belum lengkap diimunisasi 4,29 %. Dari hasil pelaporan yang mencapai target terdapat pula yang belum mencapai target adalah wilayah kerja Posyandu imunisasi dasar lengkap 84,7% di Desa Bangun Sari, tidak di imunisasi 5,04% dan tidak lengkap imunisasi 10,23 %. Salah satu yang diketahui permasalahan tentang kelengkapan imunisasi adalah pengetahuan ibu dalam memberikan imunisasi dasar lengkap pada bayinya. Tujuan dari PKM ini memberikan penyuluhan kepada ibu yang mempunyai bayi di Posyandu Desa Bangun Sari Kecamatan Kampar Kiri Hilir. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 50 orang peserta. Para peserta sangat antusias dan materi tersampaikan dengan baik. Semoga dengan adanya penyuluhan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang kelengkapan imunisasi dasar.