Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN GERAK DASAR LOMPAT MELALUI AKTIVITAS BERMAIN  UNTUK KELAS V SEKOLAH DASAR. Dinata, Vega Candra
Ordik Vol 11, No 1 (2013): Vol. 11 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Ordik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penjasorkes dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006 poin ke tiga menyebutkan ”meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar”, dalam  Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SK-KD) dalam Permendiknas No 22 Tahun 2006, kelas I sampai kelas V semester satu di sekolah dasar (SD) menekan pembelajaran gerak dasar bukan teknik dasar. Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, secara garis besar  kelulusan mata pelajaran penjasorkes pada sekolah dasar menekankan pembelajaran  gerak dasar. Hasil survey pelaksanaan pembelajaran gerak dasar di kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik jarang  dilaksanakan atau dikembangkan, meskipun pernah, pelaksanaannya  sederhana. Metode pengembangan yang dirujuk dan digunakan dalam  pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain di sekolah dasar adalah menggunakan model Dick & Carey. Model Dick & Carey dimulai dengan (1) mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran; (2) melaksanakan analisis pembelajaran; (3) mengenal tingkah laku awal dan karakteristik siswa; (4) merumuskan tujuan khusus; (5) mengembangkan butir tes acuan; (6) mengembangkan strategi pembelajaran;(7)  memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran; (8) merancang dan melaksanakan evaluasi formatif; (9) merevisi bahan pembelajaran; dan (10) merancang dan melaksanakan evaluasi sumatif. Pada model Dick & Carey terdapat 10 tahapan desain pembelajaran, tetapi pada model pengembangan penelitian ini hanya digunakan 9 tahapan. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa pengembangan pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas merevisi bahan pembelajaran atau menguji coba produk.  Hasil uji coba pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD menghasilkan 26 tugas gerak.Dengan rincian pembelajaran gerak dasar tanpa alat berjumlah enam tugas gerak, pembelajaran gerak dasar menggunakan alat berjumlah dua puluh tugas gerak.Uji efektifitas pengembangan pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari analisis FCE dan Lembar Observasi Kelas Dikjasor terbukti efektif. (a) Uji efektivitas menggunakan analisis Mann-Whitney Test hasilnya signifikan karena nilai Asymp. Sig. menunjukkan 0.0001; (b) Uji efektivitas pembelajaran gerak dasar lompat melalui aktivitas bermain untuk kelas V SD dari Lembar Observasi Kelas Dikjasor kelompok eksperimen mendapatkan nilai 77.48% mendapat kategori “baik”, kelompok kontrol mendapatkan nilai 66.49% masuk dalam kategori “baik”. Nilai efektivitas kelompok eksperimen lebih tinggi 10.99% dari kelompok kontrol.   Kata kunci: pembelajaran gerak dasar lompat, aktivitas bermain
Evaluation of the blended learning implementation based on model quality and student-athlete learning motivation Prakoso, Bayu Budi; Dinata, Vega Candra; Priambodo, Anung; Hariyanto, Agus; Ristanto, Kolektus Oky
Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 6 No 2 (2020): Jurnal SPORTIF: Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.177 KB) | DOI: 10.29407/js_unpgri.v6i2.14462

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mengevaluasi penerapan blended learning berbasis schoology berdasarkan kualitas model dan motivasi belajar mahasiswa-atlet dalam kegiatan diseminasi produk penelitian dan pengembangan. Empat universitas bersedia menjadi tempat diseminasi dengan jumlah mahasiswa-atlet yang terlibat sebanyak 59 orang (39 laki-laki dan 20 perempuan). Kualitas model diukur menggunakan angket untuk mengungkap utility, feasibility, accuracy, dan propriety. Sedangkan motivasi diukur menggunakan angket untuk mengungkap motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Content validity ratio (CVR) dan persentase digunakan untuk menganalisis kualitas model. Data motivasi dianalisis menggunakan deskriptif statistik, t-test, dan One-Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat validitas pengukuran kualitas model berdasarkan utility, feasibility, accuracy, dan propriety telah terpenuhi dengan nilai rata-rata indeks CVR sebesar 0.98 dan nilai kualitas sebesar 92% (baik sekali). Motivasi intrinsik masuk dalam kategori baik (47.3), ekstrinsik masuk dalam kategori baik (67.1), dan motivasi total masuk dalam kategori baik (114.4). Motivasi mahasiswa-atlet ditinjau dari daerah (F(3, 55)= 0.451, p= 0.718), gender (t(57)= 0.714, p= 0.478), dan jenis cabang olahraga (t(57)= 0.531, p= 0.597) dinyatakan sama. Artinya, model blended learning berbasis schoology dapat memelihara motivational climate untuk mahasiswa-atlet dalam berbagai kondisi dan jenis latar belakang.
REVITALISASI KONSERVASI TOGA (Tanaman Obat Keluarga) UNTUK MEMBANGUN WISATA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI HIJAU Dinata, Vega Candra; Permata Sari, Dhita Ayu
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p36-43

Abstract

Kondisi alam Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto memiliki Landscape alam yang alami dan pernah menjadi wilayah unggulan Toga (Tanaman Obat Keluarga) hingga meraih juara Tingkat Nasional Tahun 2016. Kurangnya perhatian terhadap dukungan dari pihak-pihak terkait program pelestarian Toga menjadi terabaikan. Sementara itu, budidaya tanaman obatan-obatan mempunyai prospek yang menjanjikan untuk dapat meningkatan perekonomian masyarakat. Tanaman obat telah dibudidayakan oleh masyarakat Desa Kebontunggul, terutama jenis yang masih langka. Seiring dengan program Desa Kebontunggul untuk memaksimalkan potensi alam sebagai desa wisata alam, maka konservasi Toga sangatlah tepat untuk meningkatkan pencitraan publik sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat (perekonomian hijau). Prospek wilayah desa Kebontunggul ke depan akan dikembangkan menjadi wahana edukasi untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, stakeholder, mahasiswa, dan pengelola Wisata Lembah Bencirang. Hasil kegiatan ini adalah terwujudnya konservasi toga yang dilengkapi dengan katalog berbagai toga di Wisata Lembah Bencirang. Saran untuk pengembangan konservasi toga sebagai wujud wisata edukasi adalah mengembangkan rencana bisnis untuk mempromosikan konservasi toga dan produk-produk toga yang dapat dijual. Warga merespons positif terhadap kegiatan ini yang terlihat dari 92% warga mendukung, 97% warga memahami tema kegiatan, 100% warga merasakan kebermanfaatan kegiatan dan berharap kegiatan ini dilanjutkan di tahun berikutnya.
REVITALISASI KONSERVASI TOGA (Tanaman Obat Keluarga) UNTUK MEMBANGUN WISATA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN EKONOMI HIJAU Vega Candra Dinata; Dhita Ayu Permata Sari
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p36-43

Abstract

Kondisi alam Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto memiliki Landscape alam yang alami dan pernah menjadi wilayah unggulan Toga (Tanaman Obat Keluarga) hingga meraih juara Tingkat Nasional Tahun 2016. Kurangnya perhatian terhadap dukungan dari pihak-pihak terkait program pelestarian Toga menjadi terabaikan. Sementara itu, budidaya tanaman obatan-obatan mempunyai prospek yang menjanjikan untuk dapat meningkatan perekonomian masyarakat. Tanaman obat telah dibudidayakan oleh masyarakat Desa Kebontunggul, terutama jenis yang masih langka. Seiring dengan program Desa Kebontunggul untuk memaksimalkan potensi alam sebagai desa wisata alam, maka konservasi Toga sangatlah tepat untuk meningkatkan pencitraan publik sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat (perekonomian hijau). Prospek wilayah desa Kebontunggul ke depan akan dikembangkan menjadi wahana edukasi untuk mengenal jenis-jenis tanaman obat di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, stakeholder, mahasiswa, dan pengelola Wisata Lembah Bencirang. Hasil kegiatan ini adalah terwujudnya konservasi toga yang dilengkapi dengan katalog berbagai toga di Wisata Lembah Bencirang. Saran untuk pengembangan konservasi toga sebagai wujud wisata edukasi adalah mengembangkan rencana bisnis untuk mempromosikan konservasi toga dan produk-produk toga yang dapat dijual. Warga merespons positif terhadap kegiatan ini yang terlihat dari 92% warga mendukung, 97% warga memahami tema kegiatan, 100% warga merasakan kebermanfaatan kegiatan dan berharap kegiatan ini dilanjutkan di tahun berikutnya.
MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PJOK SELAMA KEGIATAN PLP SECARA DARING Iffati Farikha; Vega Candra Dinata
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2022): July
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i8.201

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pandemi yang terjadi, sehingga pembelajaran dilakukan secara daring sesuai dengan peraturan yang ditetapkan untuk melakukan pembelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur minat belajar Pembelajaran PJOK selama Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) yang dilakukan secara daring di SMA Negeri 14 Surabaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran PJOK yang dilakukan selama daring. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu survey. Jumlah butir soal yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 18 butir soal yang akan dibagi menjadi 2 faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas X berjumlah 69 siswa dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa angket menggunakan Google Form dengan skala likert yang dibagikan langsung kepada responden. Kemudian data yang diperoleh diolah dengan menggunakan bantuan SPSS versi 26 dengan dilakukan teknik perhitungan uji deskriptif sehingga menghasilkan nilai rata-rata 64,37 yang akan dibagi menjadi 5 kategori, hasil yang diperoleh yaitu 4 siswa dengan kategori sangat tinggi (8%), 39 siswa masuk dalam kategori tinggi (62%), 25 siswa masuk dalam kategori sedang (30%), dan 1 siswa masuk dalam kategori sangat rendah (1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran PJOK secara daring (dalam jaringan) selama kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMA Negeri 14 Surabaya termasuk dalam kategori tinggi (62%).
Relevansi Program Learning Outcomes dengan kompetensi guru Pendidikan Jasmani Suroto Suroto; Sudarso Sudarso; Vega Candra Dinata; Bayu Budi Prakoso
Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2022): Altius: Jurnal Ilmu Olahraga dan Kesehatan
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/altius.v11i2.18381

Abstract

Program Learning Outcomes (PLO) disusun setiap program studi Pendidikan Jasmani sebagai indikator profil lulusan. Evaluasi pencapaian PLO secara internal dilakukan setiap semester untuk memeriksa penguasaan mahasiswa terhadap profil lulusan. Meskipun begitu, PLO mestinya dievaluasi secara eksternal untuk mengetahui relevansinya terhadap kompetensi yang dibutuhkan saat ini. Sehingga terjadi link and match antara proses pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi PLO kurikulum program studi Pendidikan Jasmani dengan kompetensi guru PJOK saat ini. Sebanyak 112 guru PJOK mengisi angket dalam bentuk google form sebanyak satu kali. Google form dibuka untuk menerima respons dari para guru selama 30 hari. Analisis data menggunakan deskriptif statistik dan persentase. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata PLO masuk kategori sangat relevan. Akan tetapi terdapat responden yang memberikan nilai di bawah relevan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa monitoring relevansi PLO perlu dilakukan sehingga didapatkan masukan yang riil dari lapangan untuk perbaikan secara berkelanjutan. Kompetensi pedagogi dan profesional yang berhubungan dengan integrasi ICT dengan pembelajaran perlu diperdalam oleh para calon guru PJOK.
Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Fun Games dan Deteksi Dini Gangguan Kejiwaan Anung Priambodo; Nanang Indriarsa; Sapto Wibowo; Vega Candra Dinata; Mochamad Ridwan
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 2, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v2i2.9971

Abstract

Pendidikan yang menyenangkan dengan berbagai interaksi antar teman, guru dan media pendidikan harus digantikan dengan pembelajaran jarrah jauh (PJJ) atau belajar di rumah (BDR). Kondisi ini tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga dampak negatif terutama ketika banyak peserta didik mengalami kejenuhan, kecemasan, depresi, kerinduan pada teman sekolah, dan juga kekuatiran karena kondisi perekonomian keluarga yang terdampak pandemic covid 19. Guru PJOK sebagai salah satu guru yang selama ini dikenal cukup dekat dengan peserta didik ketika berinteraksi di lapangan. Untuk itu diharapkan guru PJOK memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan mental peserta didik. Hasil yang hendak dicapai dalam pelatihan ini paling tidak ada 4 hal, yaitu: (1) jejaring komunitas guru PJOK di Mojokerto terintegrasi dengan Unesa, (2) rekomendasi penggunaan instrument untuk mendeteksi potensi gangguan kejiwaan peserta didik, dan (3) rekomendasi aktivitas dinamika kelompok untuk meningkatkan kesehatan mental peserta didik, dan (4) publikasi hasil pelatihan dalam konferensi atau jurnal ilmiah
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN TATAP MUKA 50% PADA MATA PELAJARAN PJOK DI SMK NEGERI 5 SURABAYA Zhazha Raftania; Vega Candra Dinata
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 1 No. 8 (2022): July
Publisher : PENERBIT LAFADZ JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v1i8.213

Abstract

Pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan banyak melakukan aktivitas fisik di lapangan. Tetapi dengan adanya pandemi pembelajaran dilakukan secara daring/online agar tetap bisa melakukan pembelajaran yang aman selama di rumah. Namun seiring bertambahnya pengaduan kesulitan pembelajaran daring dan sulit membuat pembelajaran efektif Pemerintahan Provinsi Jawa Timur mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka dengan dibatasi 50% siswa yang hadir di sekolah. Pembelajaran tatap muka diharapkan dapat menjawab permasalahan yang ditimbulkan selama pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran Tatap Muka 50% pada Mata Pelajaran PJOK di SMK Negeri 5 Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan sampel penelitian ini dari siswa SMK 5 Surabaya sebanyak 4 kelas yang terdiri dari 114 yaitu 109 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan, dari populasi 2.746 siswa. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Angket Formative Class Evaluation yang berisi 9 pertanyaan dibagikan melalui google form. Berdasarkan hasil data dari penelitian yang sudah dilakukan mengenai Efektivitas Pembelajaran Tatap muka 50% Pada Mata Pelajaran PJOK di SMK Negeri 5 Surabaya dari komponen result (hasil) mendapat skor 2,78 (5) sangat baik, dari komponen volition (kemauan) mendapat skor 2,82 (4) baik, dari method (metode) mendapat skor 2,54 (3) sedang, kemudian dapat dilihat dari cooperation (kerja sama) mendapat skor 2,81 (4) baik. Dari hasil keseluruhan komponen menunjukkan average (rata-rata) memperoleh skor 2,74 dengan nilai (4) dikategorikan baik
Web-based instruments for national competences of physical education teachers Suroto Suroto; Bayu Budi Prakoso; Anung Priambodo; Fifukha Dwi Khory; Vega Candra Dinata
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol 41, No 3 (2022): Cakrawala Pendidikan (October 2022)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v41i3.48911

Abstract

Several studies believe that the use of national standards as a benchmark for teacher quality can align education services to achieve national goals. In addition, the number of years of teaching experience can determine teacher productivity during the course of their profession. This article explores the results of developing a teacher competency measurement instrument based on the Indonesian national standards, and evaluating teacher competency based on gender, grade, and working period. A total of 277 Physical Education (PE) teachers participated in an online survey via the web http://risetpjokindonesia.com/ to measure teacher competency. The measurement results were analyzed using confirmatory factor analysis and Cronbach's alpha to test validity and reliability. T-test and one-way ANOVA were used to evaluate teacher competency based on gender, grade, and working period. The findings show that the measurements made are valid and reliable, so they can be used for similar measurements in the future. Gender, grade, and working period were found to affect teacher competency. The development of teacher competency based on working period provides input in the form of accuracy of the teacher professional development carried out and the limitation of the productive period of the teacher in carrying out his or her profession.
Kompetensi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dari perspektif masa kerja Sudarso Sudarso; Suroto Suroto; Setiyo Hartoto; Vega Candra Dinata
Multilateral : Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga Vol 22, No 1 (2023): February
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/multilateral.v22i1.15034

Abstract

Penelitian survei ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kompetensi guru berdasarkan masa kerja. Sebanyak 56 guru PJOK SD (42 laki-laki dan 12 perempuan) menjadi subjek pengambilan data yang memanfaatkan Instrumen Pengukuran Kadar Keguruan Guru PJOK berbasis web (https://risetpjokindonesia.com). Empat kompetensi diukur yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional berdasarkan standar nasional pendidikan. Masa kerja diukur berdasarkan lamanya guru mengajar dalam hitungan semester. Pengukuran kompetensi masuk dalam kegiatan pengembangan keprofesionalan guru sehingga guru dapat didampingi saat mengisi instrumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif, persentase, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial berkorelasi positif dengan masa kerja. Membuktikan bahwa kompetensi sosial berkembang dengan seiring berjalannya waktu. Kompetensi pedagogik dan profesional berada pada kategori biasa dan baik. Sedangkan kompetensi kepribadian guru dalam kategori hebat. Pembahasan berfokus pada pemanfaatan data kompetensi guru untuk keperluan peningkatan keprofesionalan guru menuju reflective teacher. Selain itu, dibahas juga tentang komunitas guru menjadi wahana yang strategis dalam peningkatan keprofesionalan guru.
Co-Authors Abdul Ghofur Abdur Rohman ADE SETIAWAN, BOBBY Agus Hariyanto Alaska , Agung Ananda, Anggie Ratu Andika Andika Anggono, Galuh Febri Anhar, Fernando Abdullah ANSORI, SIGIT Anung Priambodo Ardiansyah , Aldi Asih Banjarani, Wukir Ayyubi, Achmad Firdhaus Al Bambang Ferianto Tjahyo Kuntjoro Bayu Budi Prakoso Budianto, Dandi Cahyono, Nugroho Dwi Demokratis, Titis Dhita Ayu Permata Sari Efendi, Candra Kurnia Fifukha Dwi Khory Frantio, Dymas Igo Gema Fitriady Hamdani Hamdani Hasan, Nuuri Iffati Farikha Irfan, Nabil IRMA FEBRIYANTI Islamudin, Muhammad Baihaqi Istighfar, Gilang Ahmad Al Iswiharjo, Elung Esa Karrera Wihda Lupita Khasanah, Novika Imamatul Khusairi, Akhmad Kolektus Oky Ristanto MASLIKAH, SITI Mawardani, Syalsabila Ira Mochamad Ridwan Mochamad Ridwan, Mochamad Muchamad Arif Al Ardha NANANG INDRIARSA Nanang Indriarsa Ningsih, Yuni Fitriyah Nur Ahmad Arief Nuriyana, Citra Eri Nurokhman, Muhammad Habibu Permata Sari, Dhita Ayu Prasetyo, Yosi Aji Prayuda Putra, Rizky Prihanto, Junaidi Budi Rafifa, Aqilah Rahmatulloh, Achmad David Ramadhani, Muhammad Rizki sandiko, sandiko Sapto Wibowo Sapto Wibowo Saputra, Aditya Galih Sarifudin, Vinka Rachmalia Kusuma Sasminta Christina Yuli Hartati SETIYO HARTOTO Slamet Riyadi Sudarso Sudarso Sufi, Ali Suroto Suroto Suroto Sya’ban, Faruqi Taufiq Hidayat Titis Demokratis Utama, Nindi Prasetya Wahyudi, Arif Dwi Wasono Aji, Febri Wicahyani, Sri Widodo, Atmojo Prayogo Wijayanto, Benny Witanto, Haryo Yoga Pratama, Bantas Pradipta Yulfadinata, Afifan Zainal Arifin Zainal Arifin Zaky Ismail, Ghulam Zhazha Raftania