p-Index From 2021 - 2026
5.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMENUHAN NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Hidayat, Samsul; Rahmania Kusumawati, Ita
USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 6 No. 2 (2023): USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Prodi  Ahwal al-Syakhsiyah STAI Darussalam Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various legal consequences of Sharia law seem to not be implemented by the actors of divorce, especially child support. This ultimately has a negative impact on children as victims of their parents' separation. This research aims to determine how divorced parents fulfill child support obligations for children who are currently studying at three pesantrens (Islamic boarding schools) in the Nganjuk area. The three pesantrens are: Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi'in Ar-Ridlo in Tanjunganom Village, Tanjunganom District, Nganjuk Regency; Pondok Modern Darul Ihsan in Payaman Village, Nganjuk District, Nganjuk Regency; and Pondok Pesantren Gedongsari in Tegaron Village, Prambon District, Nganjuk Regency. This research is a descriptive field research using a phenomenological approach. Primary data sources were obtained through interviews and documentation of the actors of broken homes, children as victims, and the pesantren ustadz as their caregivers, supported by secondary data in the form of literature or scientific works. The results of this study found that almost all fathers (former husbands), who are obligated to provide child support, do not provide it. The party that ends up providing child support after divorce is the mother.
Revitalitas Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Membentuk Karakter Siswa di Era Digital Rahman, David; G, Gusmaneli; Hidayat, Samsul
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 5 (2025): Volume 3, Nomor 5, June 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15757959

Abstract

The development of technology in the digital era has a significant impact on the behavior and mindset of students. In this context, the revitalization of Islamic educational values is an urgent need to shape the character of students who have noble morals and integrity. Islamic education based on the teachings of the Qur'an and Hadith contains values such as honesty, responsibility, discipline, and social concern that are very relevant to the challenges of the times. This study aims to explore the strategic role of Islamic educational values in shaping students' character amidst the influence of a digital culture that tends to be free and permissive. Through a descriptive qualitative approach and literature study, it was found that the consistent application of Islamic values in the educational environment can be a moral fortress for students. This revitalization effort requires synergy between families, schools, and communities in internalizing Islamic values through role models, strengthening the curriculum, and using technology wisely. Thus, Islamic education has a vital role in shaping a generation that is spiritually, emotionally, and socially intelligent in the digital era.
Negotiating Taboos and Tradition: Multicultural Wisdom in the Coastal Muslim Communities of Pangkalan Buton Village Hidayat, Samsul; Kurniawan, Syamsul; Nurhaliza, Feni; Maimunah
IBDA` : Jurnal Kajian Islam dan Budaya Vol. 23 No. 1 (2025): IBDA': Jurnal Kajian Islam dan Budaya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/ibda.v23i1.13490

Abstract

This article examines the reflection of the multicultural wisdom of coastal Muslim communities in Pangkalan Buton, West Kalimantan. This study adopts a phenomenological approach, utilizing data gathered through direct observation and in-depth interviews. The data analysis process encompasses collection, condensation, and presentation. The findings reveal that the taboos in Pangkalan Buton represent a fusion of Islamic teachings and local values. These taboos operate not exclusively as social norms but as a mechanism for preserving cultural identity in social changes. The community interprets Islam flexibly, adapting its principles to align with local culture and shaping behavioral patterns that foster social harmony. Consequently, taboos have become vital to daily life, striking a balance between religious beliefs and local traditions. The results indicate that many of these taboos correspond with Islamic teachings, illustrating a moderate approach to Islam that accommodates local wisdom. In Pangkalan Buton Village, Islam is accepted flexibly, integrating religious teachings with local customs to promote social harmony.
Aplikasi Jamiko pada Jajanan Tradisional Pengusaha Mikro Berbasis Android Hidayat, Samsul; Rohmah, Mimin Fatchiyatur; Ristono, Joko
SUBMIT: Jurnal Ilmiah Teknologi Infomasi dan Sains Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Universitas Islam Majapahit Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/submit.v2i2.1865

Abstract

Aplikasi toko online saat ini banyak digunakan untuk mempromosikan produk yang dijual dan menjadi salah satu media yang digunakan untuk jual beli produk. Produk yang dijual beragam dari produk pakai sampai produk konsumsi yang salah satunya merupakan jajan tradisional. Sistem Aplikasi Jamiko Pada Jajanan Tradisional Pengusaha Mikro Berbasis Android yang dapat memasarkan produk pengusaha mikro untuk mempromosikan produk dan jual beli produk secara digital, pembangunan aplikasi ini menggunakan android studio yang mudah dalam memperbaiki dan meng upgrade aplikasi. Dengan tujuan mengurangi tingkat pengangguran yang meningkat karena pandemi covid-19 di desa Sawahan serta berdampak pula pada tingkat minat pengusaha mikro meningkat pesat dan juga banyak pedagang baru yang menerapkan metode digital untuk memperkenalkan produknya sehingga untuk pengusaha mikro yang tidak mengerti akan cara memasarkan produk menggunakan media sosial ataupun digital mengalami kendala yang cukup serius yang dapat mengancam usaha mereka. Pengujian aplikasi menerapkan metode black box dengan hasil baik dan berjalan sesuai dengan perancangan yang dibuat. Berdasarkan hasil quesioner mencapai tingkat akurasi 87% dari pengguna aplikasi maka aplikasi tersebut tergolong baik dan layak untuk digunakan.
Penggunaan Lean Manufacturing dengan Metode Value Stream Mapping (VSM) dan Failure Mode Effect & Analysis (FMEA) untuk Mengurangi Risiko Kegagalan di PT. SAI Hidayat, Samsul; Sayuti, Muhamad; Sulastri, Fitri; Nindiani, Aina
Journal of Research and Technology Vol. 11 No. 1 (2025): JRT Volume 11 No 1 Juni 2025
Publisher : 2477 - 6165

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/jrt.v11i1.1609

Abstract

Penelitian ini berfokus pada proses produksi di PT. SAI dengan tujuan mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan menggunakan pendekatan Lean Manufacturing, terutama melalui Value Stream Mapping (VSM) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Data diambil dari bagian PPIC dan kepala produksi untuk menganalisis potensi risiko dan waste dalam produksi. Hasil analisis menunjukkan terdapat 12 subkriteria risiko yang diprioritas kan menggunakan SSIM, Reachability Matrix, Conical Matrix, dan MICMAC. Langkah selanjutnya adalah menerapkan FMEA untuk mengevaluasi tingkat keparahan, kemungkinan terjadi, serta deteksi risiko, menghasilkan Risk Priority Number (RPN). Rekomendasi perbaikan termasuk peningkatan komunikasi lintas departemen, pelatihan karyawan, dan penguatan kontrol kualitas. Penerapan VSM juga berhasil mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi produksi dari 68,18% menjadi 86,21%, serta mengurangi waktu tunggu. Penelitian ini menyarankan strategi yang efektif untuk pengelolaan risiko dan peningkatan produktivitas di PT. SAI.   
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL QUR'AN Hidayat, Samsul; Saruji, Saruji; Patimah, Siti; Murtafiah, Nurul Hidayati; Saputra, M. Indra
Cakrawala Pedagogik Vol 9 No 1 (2025): Cakrawala Pedagogik
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Pendidikan Syekh Manshur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51499/cp.v9i1.734

Abstract

Al-Qur’an merupakan sumber rujukan utama bagi umat Islam dalam berbagai persoalan, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Dari urusan pribadi hingga kenegaraan, dari urusan ibadah hingga urusan muamalah. Tidak dapat dipungkiri bahwa Al-Qur’an merupakan rujukan yang menjadi panutan bagi umat Islam sedunia. Termasuk dalam persoalan peningkatan mutu pendidikan Islam dari perspektif Al-Qur’an, kajian ini mengkaji bagaimana Al-Qur’an menonjolkan mutu pendidikan Islam, ayat-ayat yang mewakili dipetakan berdasarkan surat dan kesesuaian tema, dielaborasi lebih lanjut yang benar-benar mewakili pembahasan, dieksplorasi menggunakan tafsir yang dilakukan oleh para mufassirin, yang memiliki wawasan dan hak prerogatif dalam menjelaskan makna dan maksud yang terkandung dalam Al-Qur’an. Kemudian dianalisa dengan kondisi kekinian yang dapat diaplikasikan di lembaga pendidikan Islam. Analisis menggunakan teori-teori tentang mutu pendidikan Islam yang diambil dari berbagai literatur, karya ilmiah dan jurnal yang memenuhi pembahasan atau judul-judul yang bersinggungan dengan tema yang dibahas oleh penulis. Dengan demikian, terlihat jelas betapa Al-Qur'an memberikan solusi terhadap segala aktivitas yang dilakukan manusia, menjadikannya sebagai landasan utama dan semakin mengukuhkan Al-Qur'an sebagai barometer yang tidak terbantahkan dalam setiap konsep dan ideologi yang mesti dijadikan landasan bagi segala macam permasalahan yang dihadapi umat manusia.
Developing a Maqashid Shariah-Based Green Accounting Model for Forest Fire Mitigation in West Kalimantan Ningrum, Wulan Wahyu; Hidayat, Samsul; Azimi, Aulia; Jayati, Fitri
Tasharruf: Journal Economics and Business of Islam Vol 10, No 1 (2025): JUNE
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tjebi.v10i1.3582

Abstract

Forest and land fires in West Kalimantan have become a serious issue with significant ecological and socio-economic consequences, including ecosystem degradation, increased carbon emissions that exacerbate climate change, and health crises caused by toxic haze. Despite government regulations prohibiting land clearing by burning, fires remain frequent, particularly in the palm oil plantation sector. This study aims to explore the potential integration of maqashid sharia-based green accounting as an innovative approach to enhance corporate accountability while supporting sustainable forest fire mitigation. Green accounting incorporates environmental impacts into financial statements, while maqashid sharia provides an ethical foundation for environmental responsibility. Employing a qualitative method with a literature review approach, this research identifies gaps in the application of green accounting within Indonesia’s forestry and plantation sectors. The findings suggest that integrating green accounting and maqashid sharia could offer a comprehensive solution to recurring fires. However, implementation is constrained by inadequate regulation and limited economic incentives for sustainability. This study contributes theoretically by bridging environmental accounting and Islamic ethics, and offers practical implications for policy development. The proposed conceptual model reinforces the role of value-based governance and Islamic ethical principles in advancing environmental accountability, particularly in regions vulnerable to ecological degradation such as West Kalimantan.
Sacred Science vs. Secular Science: Carut Marut Hubungan Agama dan Sains Hidayat, Samsul
KALAM Vol 8 No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Religious Study, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/klm.v8i1.169

Abstract

Tulisan ini berupaya mengetahui pergumulan yang terjadi antara Agama dan Sains. Hipotesis yang diajukan adalah: Hubungan antara Agama dan Sains mengalami ketegangan dan variasi didalamnya. Ketegangan yang terjadi antara Sains dan Agama disebabkan karena perbedaan perspektif yang digunakan untuk memahami realitas sebagai sumber pengetahuan manusia. Kalau sains mendekati persoalan eksistensi melalui observasi dan eksperimen, sedangkan agama membangun landasan epistemologinya berdasarkan wahyu. Pada abad 19 dan sebagian besar abad 20, gagasan yang dominan adalah sains dianggap mampu memecahkan seluruh persoalan manusia, namun faktanya sains juga telah melahirkan senjata-senjata pemusnah massal dan polusi lingkungan, termasuk merusak keseimbangan aspek spiritual dan material dalam kehidupan manusia. Belakangan muncul para ilmuwan teolog dari beberapa agama yang berupaya mencari jalan tengah untuk menyelesaikan problematika kemanusiaan dan alam dengan menjembatani carut marut hubungan sains dan agama yang tampaknya belum berakhir.
From Students, For Students: Applying Constructivist Theory in Learning and Enhancing Religious Moderation Awareness Among Students Hidayat, Samsul; Wahab; Kurniawan, Syamsul; Sari, Nopita
Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 16 No 1 (2025): Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/002025162621400

Abstract

This paper aims to examine the application of constructivist theory in the learning process within the Islamic Religious Education Study Program at IAIN Pontianak and its impact on students' awareness of religious moderation. The research employs a library-based approach enriched by field investigations, including observation, interviews, and documentation. A descriptive method is used to analyze the implementation of constructivist theory in Islamic Religious education and its influence on students’ moderate attitudes. The findings indicate that constructivist-based learning not only enhances students’ theoretical understanding of religion but also fosters the development of moderate, inclusive, and tolerant attitudes toward diversity. By internalizing the values of moderate Islam, students are better equipped to resist extremist interpretations. The study concludes that the application of constructivist theory in the Islamic Religious Education Study Program at IAIN Pontianak plays a significant role in cultivating students’ awareness of religious moderation, thereby preparing them to become educators who promote peace, tolerance, and social harmony.
THE AMBIGUITY OF PEACE NARRATIVES IN RELIGIOUS COMMUNITIES OF WEST KALIMANTAN Hidayat, Samsul; Sulaiman
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.4394

Abstract

Abstract A lot of conflicts have occurred in West Kalimantan, and the latest was the anarchic treatment of the Ahmadiyya and the Gafatar. This study seeks to explain the ambiguity of peace narratives in a plural society in West Kalimantan, and to find out the community's response to such conflicts. This study is qualitative-descriptive research which was conducted through collecting observational data, making documentation, and doing literature studies, analyzing data using data display, reducing data and drawing conclusions. The results of this study showed that West Kalimantan is known for its plural society and for voicing for peace, but there are still various conflicts in the form of anarchy in religious communities. This study concluded that the response of the people of West Kalimantan is relatively different; some see conflict positively especially those who have interests in it, and negatively especially those who feel disadvantaged. The ambiguity of peace narratives can be seen when individual or group interests are the main consideration in peace-building. The advocated peace is merely an empty discourse in a plural society that is unable to manage conflict. The ambiguity of peace narratives, which is still rife with conflicts from religious anarchy, is caused by the religious leaders, the government and the religious communities not working together to build peace. Keywords: Ambiguity, Peace, Religion. Abstrak Berbagai konflik yang terjadi di Kalimantan Barat yang terakhir bentuk perlakukan yang anarkis terhadap kelompok Ahmadiyah dan Gafatar. Penelitian ini menjelaskan tentang keambiguan narasi perdamaian di tengah masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Serta melihat respon masyarakat terhadap konflik-konflik yang terjadi pada masyarakat majemuk di Kalimantan Barat. Penelitian ini termasuk ke dalam klister kualitatif-diskriptif dengan cara pengumpulan data observasi, dokumentasi, serta kajian-kajian pustaka, analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kalimantan Barat terkenal dengan mayarakat yang majemuk dan mensuarakan perdamaian akan tetapi masih ada berbagai konflik yang berbentuk keanarkisan masyarakat beragama. Kesimpulan penelitian ini bahwa respon masyarakat Kalimantan Barat sangat relatif, ada yang melihat konflik secara positif bagi yang mempunyai kepentingan dan berbentuk negatif bagi yang merasa dirugikan. Keambiguan narasi perdamaian nampak ketika kepentingan individu atau kelompok menjadi pertimbangan utama dalam merajut perdamaian. Perdamaian yang dijunjung tinggi hanya isu belaka dalam masyarakat majemuk yang tidak mampu mengelola konflik. Kembiguan narasi perdamain yang masih maraknya terjadi konflik dari keanarkisan umat beragama, hal ini disebabkan oleh para tokoh agama, pemerintah dan umat beragama tidak bergandengan untuk merajut perdamaian. Kata Kunci: Ambiguitas, Perdamaian, Agama.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abda Abda Abdullah, Muhammad Ridhuan Tony Lim Afiful Ikhwan Agung, Yusuf Ratu Agustang Ahmad Taufiq Al Faridzy, Muhammad N Andajani, Sih Aulia Azimi, Aulia Bahtiar, Fahmy Zuhda Chairunnisa, Riska Chandra Setiawan, Chandra Cukarestu, Yesica Daeng Ahmad Suaedi, Daeng Ahmad Dwi Septian, Fachur Rozy Eka Yuli Astuti Era Budi Prayekti Fatihah, Dhea Imroatul Fitriyanto, Andry Fuaturosida, Rika G, Gusmaneli Haiming, Wen Hajar, Andi Herpanus, Herpanus Hidayat, Topan I Made Wirawan Ida Bagus Wirawan Irfani, Amalia Isrofil, Fiqhy Iwan Ridwan Jayati, Fitri Khairunnisa, Dina Khozin, Khozin Maimunah Muhammad Miftah, Muhammad Muladi Mulyadi Mulyadi Murtafiah, Nurul Hidayati Nadirah, Ulfa Nasihin, Ihsan Nindiani, Aina Ningrum, Wulan Wahyu Nopita Sari Nugroho Adi Pramono, Nugroho Adi Nur Ardiansyah, Hendri Nur, Syarif Nuraedhi Apriyanto Nurhaliza, Feni Nurjannah, Syamratun Nurul Hidayat Nurul Laila, Nurul Prasetyo, Ryan Faza Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, David Rahmania Kusumawati, Ita Rianti, Marlia ristono, joko Riza, Amril Al Rohmah, Mimin Fatchiyatur RR. Ella Evrita Hestiandari Sabri Sabri Saputra, M. Indra Saragih, Eka Junila Saruji, Saruji Satria, Yayang Sayuti, Muhamad Siti Patimah Subagyo Adam Suhaimi Suhaimi Sulaiman Sulaiman Sulaiman Sulastri, Fitri Sunaryono Sunaryono, Sunaryono Suratman, Bayu Sutrisno, Sutrisno Syamsul Kurniawan Trisliatanto, Dimas Agung Wahab Widiati, Ari Yundari, Yundari Yuni Rahmawati Yus Mochamad Cholily Zulinda, Nia