Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Hyperdocs Bagi Guru Dalam Merancang Project-Based Learning Walanda, Daud Karel; Napitupulu, Mery; Poba, Detris
Patria : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2: September 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/patria.v5i2.9819

Abstract

Ketika pembelajaran harus dilaksanakan dari rumah dan tidak dapat melakukan pembelajaran secara normal maka platform hyperdocs dapat digunakan untuk merancang lembar kerja yang transformatif dan interaktif. Fitur yang disedikan oleh hyperdocs sangat mendukung guru untuk merencanakan langkah-langkah belajar project-based learning namun tetap terorganisir. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru SMA mengenai bagaimana cara merancang project-based learning dengan menggunakan hyperdocs. Pembelajaran berbasis proyek yang akan dirancang oleh guru-guru SMA diharapkan dapat menggantikan lembar kerja tugas manual. Hasil rancangan juga akan lebih menarik karena akan menumbuhkan kreativitas guru, serta menciptakan kolaboratif baru antara siswa. Subjek sasaran adalah guru SMA Labschool UNTAD Palu (n = 15). Metode pelaksanaannya diawali dengan melakukan observasi untuk mendapatkan informasi awal mengenai mitra. Selanjutnya, dilakukan pelatihan yang terdiri dari presentasi, bimbingan teknis, evaluasi, dan pengolahan data. Kuisioner (15 item) dan instrumen wawancara terbuka (6 item) yang telah divalidasi digunakan untuk mengetahui persepsi guru. Hasil pelatihan menunjukan respon positif guru terhadap materi, kegiatan dan manfaat dari pelatihan mengenai pemanfaatan HyperDocs dalam merancang project-based learning. Pengabdian ini memberikan manfaat bagi guru-guru dalam memanfaatkan platform hyperdocs untuk merancang instrumen yang dapat digunakan dalam pembelajaran.
The Diffrences in Student’s Grade Point Average (GPA) Based on SBMPTN of UTBC and UTBK and External Motivation in Choosing PMIPA Majors of Tadulako University Lumbantobing, Ria; Napitupulu, Mery; Ratman, Ratman
Jurnal Universitas Tadulako Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : FKIP Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j25490192.2023.v7.i1.pp42-47

Abstract

This study aims to describe the differences in student's GPAs at the Mathematics and Natural Science Education (PMIPA) Department of Tadulako University who enter through the Joint Selection to Enter State Universities (SBMPTN) pathway with the Print-Based Written Test (UTBC) in 2018 and Computer-Based Writing Examination (UTBK) systems in 2019, describe the relationship of external motivation of students in choosing majors with GPA based on the SBMPTN (UTBC and UTBK) pathway. The samples used were all students at the PMIPA Study Program of Tadulako University who entered through the UTBC SBMPTN pathway in 2018 as many as 134 students and 130 students of UTBK 2019. There is an insignificant difference in the students' GPA through the UTBC and UTBK SBMPTN pathway. The students of UTBK have a higher GPA in the second semester than the students of UTBC, with the average GPA of UTBC students is 3.407, and the average GPA of UTBK students is 3.525. There is no relationship between students' external motivation in choosing a major against students' GPA at the PMIPA department of Tadulako University, but factors of interest and self-will influence it.
Karakteristik Fisikokimia Sirup Glukosa dari Sagu (Metroxylon sp) Lokal Papua yang Diproduksi Secara Enzimatis Napitupulu, Mery; Sarungallo, Zita; Situngkir, Risma U; Iriani, Fitri; Hutagaol, Jhon; Ginting, Dewi
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.130

Abstract

Jenis pati sagu (Metroxylon sp.) yang tumbuh di Papua dan Papua Barat sangat beragam, yang berpotensi untuk diolah menjadi sirup glukosa dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mmenghasilkan sirup glukosa secara enzimatis dari pati sagu yang berasal dari 4 sentra produksi yaitu Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Wasior dan Serui; dan menentukan karakteristik fisikokimia dari pati sagu, serta sirup glukosa yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari empat jenis pati sagu dari empat lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari (P1), Kabupaten Teluk Bintuni(P2), Kabupaten Wasior (P3), dan Serui (P4). Produksi sirup glukosa dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan Glukoamilase. Hasil penelitian ini menunjukan sifat fisikokimia pati sagu asal 4 Kabupaten memiliki kadar air 12,36-13,44%, kadar abu 0,02-0,07% (basis kering, bk), kadar pati 81,49-84,19% (bk), amilosa 36,8-36,55% (bk), amilopektin 46,86-47,23% (bk), dan derajat asam 1,73-1,80 ml NaOH 1N/100g), telah memenuhi syarat mutu pati sagu SNI-1995. Proses pembuatan sirup glukosa pati sagu secara enzimatis melalui dua tahap yaitu likuifikasi menggunakan α-amilase 0,1% dengan suhu 90oC selama 50 menit, dan sakarifikasi menggunakan glukoamilase 0,08% pada suhu 50oC selama 24 jam, dilanjutkan dengan tahap evaporasi. Sirup glukosa yang dihasilkan memiliki warna coklat tua-agak kuning; aroma normal; rasa manis, dengan rendemen (66,09-71,11%), dengan kadar air (12,37-18,76%), kadar abu (0,05-0,06%), gula pereduksi (47,18-53,03 μg/ml), dan total padatan terlarut (51,10-69,05 oBrix) yang telah memenuhi standar SNI-2013. Semakin putih pati sagu cenderung menghasilkan warna sirup glukosa yang semakin terang.
PELATIHAN PENDEKATAN KOLABORATIF DAN INKLUSIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMAN 4 PALU Napitupulu, Mery; Walanda, Daud K; Poba, Detris; Napitupulu, Nurasyah D; Walanda, Ryka M
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4569

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran yang inklusi, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga diperlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan pendidik dalam mengimplementasikannya secara optimal. SMA Negeri 4 Palu, sebagai salah satu sekolah inklusi di Kota Palu, telah menerapkan Kurikulum Merdeka sejak tahun 2022 dengan pembelajaran berdiferensiasi. Oleh karena itu, desain strategi pembelajaran inklusif dan kolaboratif perlu terus diperbarui agar sesuai dengan perkembangan pendidikan. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep, tujuan, dan strategi Kurikulum Merdeka, serta melatih mereka dalam mengembangkan model pembelajaran yang responsif dan partisipatif. Program pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta, dengan menggunakan pendekatan kolaboratif dan inklusif. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara interaktif dan partisipatif, melalui diskusi, simulasi, serta praktik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan berbagai aspek keterampilan pendidik, dengan peningkatan pemahaman konsep pembelajaran inklusif sebesar 82%, keterampilan pembelajaran kolaboratif 76%, rasa percaya diri dalam mengelola kelas inklusi 52%, kemampuan mengidentifikasi kebutuhan individu siswa 67%, penggunaan metode pengajaran inklusif 88%, dan kemampuan menciptakan lingkungan kelas yang inklusif 61%. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara lebih inklusif dan kolaboratif.
Karakteristik Fisikokimia Sirup Glukosa dari Sagu (Metroxylon sp) Lokal Papua yang Diproduksi Secara Enzimatis Napitupulu, Mery; Sarungallo, Zita; Situngkir, Risma U; Iriani, Fitri; Hutagaol, Jhon; Ginting, Dewi
Agritechnology Vol 777 No 222 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.130

Abstract

Jenis pati sagu (Metroxylon sp.) yang tumbuh di Papua dan Papua Barat sangat beragam, yang berpotensi untuk diolah menjadi sirup glukosa dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mmenghasilkan sirup glukosa secara enzimatis dari pati sagu yang berasal dari 4 sentra produksi yaitu Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Wasior dan Serui; dan menentukan karakteristik fisikokimia dari pati sagu, serta sirup glukosa yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari empat jenis pati sagu dari empat lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari (P1), Kabupaten Teluk Bintuni(P2), Kabupaten Wasior (P3), dan Serui (P4). Produksi sirup glukosa dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan Glukoamilase. Hasil penelitian ini menunjukan sifat fisikokimia pati sagu asal 4 Kabupaten memiliki kadar air 12,36-13,44%, kadar abu 0,02-0,07% (basis kering, bk), kadar pati 81,49-84,19% (bk), amilosa 36,8-36,55% (bk), amilopektin 46,86-47,23% (bk), dan derajat asam 1,73-1,80 ml NaOH 1N/100g), telah memenuhi syarat mutu pati sagu SNI-1995. Proses pembuatan sirup glukosa pati sagu secara enzimatis melalui dua tahap yaitu likuifikasi menggunakan α-amilase 0,1% dengan suhu 90oC selama 50 menit, dan sakarifikasi menggunakan glukoamilase 0,08% pada suhu 50oC selama 24 jam, dilanjutkan dengan tahap evaporasi. Sirup glukosa yang dihasilkan memiliki warna coklat tua-agak kuning; aroma normal; rasa manis, dengan rendemen (66,09-71,11%), dengan kadar air (12,37-18,76%), kadar abu (0,05-0,06%), gula pereduksi (47,18-53,03 μg/ml), dan total padatan terlarut (51,10-69,05 oBrix) yang telah memenuhi standar SNI-2013. Semakin putih pati sagu cenderung menghasilkan warna sirup glukosa yang semakin terang.
Nickel Extraction from Morowali Laterite Ore with Chloride Acid (HCl) – Nitric Acid (HNO3) Solution Leonardo, Leonardo; Walanda, Daud K.; Napitupulu, Mery; Ningsih, Purnama
Jurnal Akademika Kimia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2024.v13.i1.pp1-6

Abstract

Nickel is a metal of high strategic value for human needs to make stainless steel, batteries, and other products. The amount of nickel reserves in the world is about 72 % in rock oxides, and the rest is in sulfide rocks. However, only about 42 % of total nickel production in the world comes from laterite ore, while nickel sulfide is mainly produced. Research was conducted to determine the optimum nickel extraction parameters in a mixture of nitric acid and hydrochloric acid, and to determine the effect of the solvent volume ratio, temperature, and leaching time parameters on the nickel leaching results from laterite samples. This study uses the taguchi¬larger the better method with each factor having three levels of conditions, namely the volume ratio of the solvent using variations of 1: 1, 1: 2, and 2: 1 then variations in temperature of 30°C, 60 °C, and 90 °C as well as variations in the leaching time of 3 hours, 6 hours, and 12 hours. The optimum conditions for nickel extraction are a parameter ratio of 1:1, a temperature of 90 °C, and a leaching time of 6 hours. The results of atomic absorption spectrophotometer analysis showed that the concentration of Ni2+ at optimum conditions was 10.7895 ppm, and the recovery value was 2.54 %.
Analysis of Metal Content in Rocks Using X-Ray Fluorescence (XRF) Napitupulu, Mery; Maharani, Tiara; Walanda, Daud K.; Said, Irwan
Jurnal Akademika Kimia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24775185.2024.v13.i2.pp7-13

Abstract

Rocks in mining have different types and levels of metal from one another. This study aims to determine the levels of metals present in rocks found in illegal mining areas in the Dongi-Dongi region. The parameters tested are the type of metal contained in rocks from unlawful mining in the Dongi-Dongi area and the amount of metal content in rocks from illegal mining in the Dongi-Dongi area. The results showed that the metals contained in the five rock samples from gold mining in Dongi - Dongi were, respectively, iron (Fe), potassium (K), silicon (Si), calcium (Ca), titanium (Ti), arsenic (Ar), zirconium (Zr), manganese (Mn), rubidium (Rb), niobium (Nb), molybdenum (Mo), indium (In), strontium (Sr), tin II (Sn), and rubidium (Ru) with the highest metal percentage found in the fifth rock sample (E), namely iron (Fe) at 62.89 % and potassium (K) at 54.7 %. The high content of iron and potassium in Dongi-Dongi mining rocks has the potential to be utilized by the community, as these metals are widely used in various industrial fields.
Integrating Local Wisdom into Numeracy Literacy: An Analysis of Students’ Competence in the Number Domain in Sigi Regency, Indonesia Hajerina, Hajerina; Napitupulu, Mery; Lefrida, Rita; Walanda, Richard Albert
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i4.pp2139-2152

Abstract

Numeracy literacy is one of the basic competencies that support students' success in academic and social life. This study aims to analyze the numeracy literacy skills of junior high school students in Sigi Regency, Central Sulawesi Province, Indonesia, particularly in the domain of numbers, based on local wisdom such as the traditional Souraja buildings and agricultural practices of the residents of Sigi Regency. The sample comprised 120 eighth-grade students from six public junior high schools in Sigi Regency, representing diverse geographical characteristics (mountainous, rural, and urban) and varying educational performance levels. They were selected through purposive sampling and the mixed methods approach with an Explanatory Sequential Design as the research methodology. Data were collected using a numeracy literacy test developed using the AKM framework and numeracy competence indicators from the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (2023).  The results showed that only 10% of pupils reached the "Proficient" level. Most of them (65%) are in the ‘Basic’ or ‘Requiring Special Intervention’ group.  This decline in results is due to traditional teaching methods that fail to connect the material to the students' local environment.  Teaching math has not fully utilized local knowledge, such as how to do business in traditional markets and how to farm. These results indicate the need to revise the approach to teaching mathematics in schools, with an emphasis on integrating local knowledge into learning, namely, developing teaching methods that link mathematical concepts to students' daily lives, so that they are more relevant and engaging for students. In addition, this locally-based approach is expected to improve students' numeracy understanding and skills, especially for those who are still at a basic level or need special intervention. The development of a more contextual curriculum based on students' real experiences can also enrich the learning process and encourage significant improvement in academic outcomes.    Keywords: numeracy literacy, number domain, local wisdom of sigi. 
Karakteristik Fisikokimia Sirup Glukosa dari Sagu (Metroxylon sp) Lokal Papua yang Diproduksi Secara Enzimatis Napitupulu, Mery; Sarungallo, Zita; Situngkir, Risma U; Iriani, Fitri; Hutagaol, Jhon; Ginting, Dewi
Agritechnology Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 (Desember) 2024
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51310/agritechnology.v7i2.130

Abstract

Jenis pati sagu (Metroxylon sp.) yang tumbuh di Papua dan Papua Barat sangat beragam, yang berpotensi untuk diolah menjadi sirup glukosa dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mmenghasilkan sirup glukosa secara enzimatis dari pati sagu yang berasal dari 4 sentra produksi yaitu Kabupaten Manokwari, Teluk Bintuni, Wasior dan Serui; dan menentukan karakteristik fisikokimia dari pati sagu, serta sirup glukosa yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari empat jenis pati sagu dari empat lokasi di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari (P1), Kabupaten Teluk Bintuni(P2), Kabupaten Wasior (P3), dan Serui (P4). Produksi sirup glukosa dilakukan secara enzimatis menggunakan enzim α-amilase dan Glukoamilase. Hasil penelitian ini menunjukan sifat fisikokimia pati sagu asal 4 Kabupaten memiliki kadar air 12,36-13,44%, kadar abu 0,02-0,07% (basis kering, bk), kadar pati 81,49-84,19% (bk), amilosa 36,8-36,55% (bk), amilopektin 46,86-47,23% (bk), dan derajat asam 1,73-1,80 ml NaOH 1N/100g), telah memenuhi syarat mutu pati sagu SNI-1995. Proses pembuatan sirup glukosa pati sagu secara enzimatis melalui dua tahap yaitu likuifikasi menggunakan α-amilase 0,1% dengan suhu 90oC selama 50 menit, dan sakarifikasi menggunakan glukoamilase 0,08% pada suhu 50oC selama 24 jam, dilanjutkan dengan tahap evaporasi. Sirup glukosa yang dihasilkan memiliki warna coklat tua-agak kuning; aroma normal; rasa manis, dengan rendemen (66,09-71,11%), dengan kadar air (12,37-18,76%), kadar abu (0,05-0,06%), gula pereduksi (47,18-53,03 μg/ml), dan total padatan terlarut (51,10-69,05 oBrix) yang telah memenuhi standar SNI-2013. Semakin putih pati sagu cenderung menghasilkan warna sirup glukosa yang semakin terang.
Training on The Implementation of Practical Field Experience (PPL) Based On Lesson Study to Teachers of PPG FKIP Untad Partner Schools In East Palu-Mantikulore District, Palu City: Pelatihan Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Berbasis Lesson Study Kepada Guru-Guru Sekolah Mitra PPG FKIP Untad di Kecamatan Palu Timur-Mantikulore Kota Palu Sabang, Sri Mulyani; Arwansyah, Arwansyah; Tahril, Tahril; Walanda, Daud Karel; Napitupulu, Mery
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2190

Abstract

Lesson Study is an approach to improving the quality of learning carried out by teachers collaboratively, with the main steps of designing learning to achieve goals, implementing learning, observing the implementation of the learning, and reflecting to discuss the learning studied and improve it and plan the next lesson. The main focus of implementing lesson study is student activities in class, with the assumption that student activities are related to teacher activities while teaching in class. In implementing PPL Education at UNTAD, the implementation of Lesson Study is integrated with the implementation of clinical supervision. The aim is to improve the quality of student learning outcomes and learning products. However, what is still experienced by the world of education today is that more than 50% of teachers do not understand and pay less attention to achieving and improving pedagogical and professional competence, including in schools in Palu City. To teach teachers to implement LS, it is not enough if teachers are introduced to what and how to implement it, but they also need to be introduced to why, what the long-term and short-term goals of implementation are. Teachers also need to be introduced to what the requirements are, what the difficulties and obstacles are in implementation, and that the main requirement for implementation is a commitment to benefit the nation's children. One of the critical characteristics of intelligent humans is that they not only know something but also how to respond and act on it.AbstrakLesson Study merupakan suatu pendekatan peningkatan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru secara kolaboratif, dengan langkah-langkah pokok merancang pembelajaran untuk mencapai tujuan, melaksanakan pembelajaran, mengamati pelaksanaan pembelajaran tersebut, serta melakukan refleksi untuk mendisukusikan pembelajaran yang dikaji tersebut dan menyempurkannya dan merencanakan pembelajaran berikutnya. Fokus utama pelaksanaan Lesson Study adalah aktivitas siswa di kelas, dengan asumsi bahwa aktivitas siswa tersebut terkait dengan aktivitas guru selama mengajar di kelas. Dalam penyelenggaraan PPL Kependidikan di UNTAD, penerapan Lesson Study diintegrasikan dengan penerapan supervisi klinis. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar dan produk belajar siswa. Namun yang masih dialami oleh dunia pendidikan sampai saat ini adalah lebih besar 50% guru yang kurang memahami dan kurang memperhatikan pencapaian dan peningkatan kompetensi pedagogik dan professional, termasuk di sekolah-sekolah yang ada di Kota Palu. Untuk membelajarkan guru melaksanakan LS tidak cukup bila guru dikenalkan pada apa dan bagaimana melaksanakannya, tetapi juga perlu dikenalkan mengapa, apa tujuan jangka panjang dan jangka pendek pelaksanaan. Guru juga perlu dikenalkan pada apa persyaratannya, apa kesulitan dan hambatan pelaksanannya, dan bahwa persyaratan utama pelaksanannya adalah adanya komitmen untuk memaslahatkan anak bangsa. Salah satu ciri kritis manusia cerdas yakni tidak hanya mengetahui sesuatu tetapi juga bagaimana menanggapi dan menindaklanjutinya.
Co-Authors Afadil Agustin Tiwow Alam Anshary Almahdali, Khafifah Anang Wahid M.Diah Areeya Milehman Arini Ramadani Arwansyah Arwansyah Ayla Cakrawala Budi Rahayu, Budi Cresna, Cresna Daud Karel Walanda Delviana Melego Detris Poba Dwijogo, Wasis D Enar, Rohmala Ersa W. Lakukua Fitriani Fitriani Galib, Stefhanny Ginting, Dewi Gleryl F. Novemly Hajerina Hajerina Hesti Rebo Hutagaol, Jhon I Komang Jati Purnawan I Nengah Kundera I W. A. Wirawan Ijirana Iriani, Fitri Jamaludin M Sakung Kasmudin Mustapa Kesumasari, Ni Made Kusuma, I Gede Yoga Nata Leonardo Leonardo Lis K. Djaledje Lumbantobing, Ria M., Erni Madjid, Nurhidayah Abd. Marungkil Pasaribu Masriana Masriana, Masriana Mesakh, Eka Putra Minarni Rama Jura Minarni Rama Jura Miryam B. Kalase Muhammad Agus Muljanto MUHAMMAD ALI Mujahida Mustari Munsyir, Muh Ibnu Napitupulu, Nurasyah D Ni Gusti Ayu Putu Eka Sri Wahyuni Nur Fahmi Nurasyah Dewi Napitupulu Nurdin Rahman Nurhikma Nurhikma Nuriadi, Nuriadi Nyoman Lina Finasti Parwati, Ni Kadek Fina Paulus Abram Hengky Poba, Detris Podala, Katherina Pongenda, Rudy Christiyanto Punaji Setyosari Purnama Ningsih Ratman Ratman Ratman Ratman Ratman Reny Reny Ria Lumbantobing Rita Lefrida Robert Tolly Ryka Marina Walanda Setiawan, I Ketut Ardi Siang Tandi Gonggo Siti Fathonah Septianingsih Siti Nuryanti Sitti Rahmawati Situngkir, Risma U Solika, Nafikatus Sri H. V. Pulukadang Sri Hastuti Virgianti Pulukadang Sri Mulyani Sabang Susilawati, Niluh Eka Tahril Taslima Tiara Maharani, Tiara Tri Santoso Walanda, Richard Albert Walanda, Ryka M Walanda, Ryka M. Widi Astuti Suleman Windi Anggraini Yuli Nurmayanti Yuliani Yuliani Zarnila, Zarnila Zita L. Sarungallo