p-Index From 2021 - 2026
8.555
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Sport and Fitness Journal Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Jurnal Sport Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Jurnal Pengabdian Mandiri Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal Physical Therapy UNISA Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Physical Therapy Journal of Indonesia Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Kesehatan Health Care : Journal of Community Service Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat FISIO MU: Physiotherapy Evidences Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Holistik Jurnal Kesehatan DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Keseimbangan Berdasarkan Jenis Kelamin pada Anak Usia 10-12 Tahun di SD Muhammadiyah 08 Dau Putri Kusumaningtyas; Atika Yulianti; Nurul Aini Rahmawati
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.2157

Abstract

Dalam melakukan aktivitas setiap hari individu membutuhkan kemampuan untuk mempertahankan posisi agar tetap terjaga, kemampuan tersebut ialah keseimbangan. Keseimbangan ialah salah satu komponen utama untuk setiap individu beraktivitas sehari-hari seperti berdiri, berjalan, berlari, berolahraga, dan aktivitas lainnya. Keseimbangan menjadi salah satu dari macam motorik, yaitu motorik kasar. Perkembangan motorik pada anak memiliki peran sangat penting pada proses perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Jika terdapat keterlambatan perkembangan tersebut mengakibatkan penurunan kemandirian anak pada saat beraktivitas. pada penelitian ini menggunakan Pediatric Balance Scale (PBS) untuk mengetahui tingkat keseimbangan pada anak. Penelitian ini memilik tujuan untuk mengetahui tingkat keseimbangan pada siswa-siswi berusia 10-12 tahun. Sejumlah 116 sampel siswa menggunakan cross sectional sebagai penelitian. Keseimbangan merupakan variabel bebas sedangkan variabel terikat yaitu usia dan jenis kelamin. Perolehan dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnov variabel usia bernilai 0,162 untuk usia 10, 0,096 untuk usia 11 dan 0,061 untuk usia 12 tahun. Dan variabel jenis kelamin didapatkan hasil 0,001 untuk laki-laki dan 0,000 untuk perempuan, sehingga satu variabel berdistribusi tidak normal. Uji untuk jenis kelamin menggunaan mann-whiteney, didapatkan nilai 0,000 (<0,05). Didapatkan bahwa adanya tingkat kesimbangan pada siswa-siswi. Sedangkan tingkat keseimbangan pada usia 10, 11, dan 12 tahun tidak ditemukan adanya perbedaan.
Comparative Analysis of Lower Limb Muscle Strength Based on Gender and Children Aged 10-12 Year at Muhammadiyah Elementary School 08 Dau Wahyudi SW, M. Ricky; Atika Yulianti; Ali Multazam
JURNAL KEPERAWATAN DAN FISIOTERAPI (JKF) Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF)
Publisher : Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkf.v7i1.2189

Abstract

Background: The growth and development of children aged 0-12 years are individuals who experience a very rapid growth and development process. However, in this modern era, technological developments have resulted in children becoming very lazy and reluctant to do physical activity. This can affect the development of motor skills. Muscle strength is a crucial aspect in human physical development. Muscle strength, especially in the lower leg muscles, can be influenced by several factors such as age and gender. Objective: to determine the comparison of leg muscle strength based on gender and children aged 10-12 years at SD Muhammadiyah Malang. Method: The research used was cross-sectional by taking a sample of 116 respondents. Meanwhile, the test used uses a comparison test. Results: One way ANOVA test showed p-value = 0.79 (<0.05) which shows that there is no significant difference at the age level of 10, 11 and 12 years on leg muscle strength in children. And Mann Whitney p-value = 0.00 (<0.05) which shows that there are differences based on male and female gender. Conclusion: Comparative analysis of lower leg muscle strength based on gender and age 10-12 years at SD Muhammadiyah 08 Dau did not provide significant results regarding differences in lower leg muscle strength based on age 10, 11, 12 years. Meanwhile, there are differences in lower leg muscle strength based on gender.
Pengaruh Kombinasi Towel Curl dan Core Exercise terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis pada Anak Flat Foot Usia Prasekolah Saskia Meidi; Atika Yulianti; Nurul Aini Rahmawati
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5550

Abstract

The period is marked by children who move by standing and high activity. Usually this period is called the golden age where there is a rapid increase in growth and development. The medial longitudinal arch is the largest arch of the foot, normally the longitudinal arc is caused by the pressure of body weight which is divided evenly with the entire sole of the foot. Flat foot is a problem that occurs in the arcus. The impact of children who experience flat feet is pain, balance disorders and walking. Flat foot will cause balance disorders, especially dynamic balance. This study aims to determine whether there is an effect of the combination of curl towels and core workouts on improving dynamic balance in flat feet in preschool children. This study uses quasi-experimental and uses a pre and post-test design. Samples were taken by purposive sampling as many as 66. Respondents will be given interventions in the form of curl towels and core workouts. The research instrument uses the clarke angle test and beam balance. The kolmogorov-smirnov test is used for normality testing, and the wilcoxon test for hypothesis testing. This study was conducted at Kartika Kindergarten and Bhayangkara Kindergarten.
PENGARUH BABY MASSAGE DAN SENSORY PLAY EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN Yulianti, Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i1.441

Abstract

Berat badan adalah salah satu acuan penting untuk menilai status gizi dan dapat digunakan sebagai tolak ukur pertumbuhan bayi. Berat badan sangat mempengaruhi tumbuh kembang pada bayi, jika bayi mendapat asupan gizi dan stimulasi yang baik maka pertumbuhan bayi akan sangat baik dan sistem imun akan lebih kuat, berbeda jika berat badan bayi rendah maka akan menghambat proses pertumbuhan pada bayi sehingga menyebabkan daya tahan tubuhnya turun dan sangat mudah terinfeksi penyakit. stimulasi melalui bayi Baby Massage dan Sensory Play Exercise bisa menjadi salah satu metode untuk meningkatkan berat badan pada bayi. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian baby massage dan sensory play exercise berpengaruh pada kenaikan berat badan bayi usia 6-12 bulan. Metode: penelitian ini memakai quasi-eksperimen, dimana membandingkan kenaikan BB pada dua kelompok bayi yang masing-masing kelompoknya terdiri dari 15 bayi, pengukuran BB dilakukan sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Analisis dilakukan dnegan menggunakan uji paired t-test untuk mengukur perubahan berat badan dalam satu kelompok, dan uji independent t-tes untuk membandingkan perbedaan berat badan antara kedua kelompok. Hasil penelitian ini uji pengaruh yang menggunakan paired t test, pada kelompok yang diberi baby massage saja p value 0,00 dan pada kelompok yang diberi kombinasi baby massage dan sensory play exercise p value 0,00, Sedangkan pada uji independent t test hasil yang didapatkan pada p value 0,107. Kesimpulan stimulasi menggunakan baby massage dan kombinasi baby massage dengan sensory play exercise berpengaruh pada berat badan akan tetapi tidak ada perbedaan pengaruh karena keduanya efektif dalam meningkatkan berat badan bayi usia 6-12 bulan.
EFEKTIVITAS KOMBINASI JUMP ROPE DENGAN LADDER DRILL TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK PADA ANAK DENGAN EKSTRAKURIKULER FUTSAL Yulianti, Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i1.442

Abstract

Abstrak Daya ledak adalah salah satu elemen dasar yang sangat vital dalam aktivitas olahraga, khususnya dalam olahraga futsal. Kegiatan eksrakurikuler futsal dapat menjadi sarana untuk mengembangkan fisik anak sejak usia dini. Kelompok usia 10-12 tahun merupakan periode penting untuk mengembangkan keterampilan dan kekuatan gerak dasar yang dapat mempengaruhi jangka panjang pada kemampuan atletik mereka. Pada usia ini fokus pada daya ledak dan kekuatan otot kaki sangatlah penting karena dapat berdampak signifikan terhadap performa di lapangan dan mengurangi resiko cedera. Salah satu cara untuk mengurangi risiko cedera saat berolahraga, khususnya futsal, adalah dengan memaksimalkan potensi eksplosif otot tungkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana anak-anak sekolah dasar yang bermain futsal sebagai kegiatan ekstrakurikuler meningkatkan daya ledak mereka melalui kombinasi lompat tali dan latihan tangga. Dua kelompok berpartisipasi dalam pre-test dan post-test dari desain penelitian. Penelitian ini difokuskan pada 30 anak-anak berusia antara 10 dan 12 tahun yang bermain futsal sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SDI Mohammad Hatta Kota Malang. Penelitian ini melibatkan dua kelompok subjek, yaitu kelompok perlakuan yang beranggotakan lima belas orang dan kelompok kontrol yang juga beranggotakan lima belas orang. Anak-anak yang bermain futsal sebagai kegiatan ekstrakurikuler memiliki daya ledak yang lebih besar pada kaki mereka berkat kombinasi latihan lompat tali dan latihan ladder drill, sebagaimana dibuktikan oleh uji Wilcoxon dan Mann-Whitney, yang menunjukkan peningkatan daya ledak otot-otot perlakuan yang signifikan (nilai p = 0,00). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan uji lompat jauh berdiri untuk menilai daya ledak.
EFEKTIVITAS KOMBINASI JUMP ROPE DENGAN LADDER DRILL TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN PADA ANGGOTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL Yulianti, Atika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : LPPMK STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/jikmh.v14i1.443

Abstract

Abstrak Kelincahan merupakan elemen penting yang diperlukan dalam olahraga futsal. Futsal menjadi salah satu pilihan kegiatan ekstrakurikuler bagi anak-anak. di sekolah dasar. Dalam ekstrakurikuler futsal, salah satu masalah utama yang muncul adalah koordinasi gerak yang belum berkembang optimal. Keterbatasan dalam koordinasi ini menyebabkan mereka kesulitan untuk bereaksi dengan cepat dan tepat terhadap situasi yang berubah-ubah di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi jump rope training dengan ladder drill pada peningkatan kelincahan pemain futsal SD Islam Mohammad Hatta Kota Malang. Metode penelitian yang dipilih adalah quasi-eksperimental dengan rancangan dua kelompok dengan diberi pre test beserta diberi post test. Dengan tujuan melakukan perbandingan perubahan kelincahan pemain yang mengikuti program latihan kombinasi dengan kelompok yang tidak. Sebanyak 30 anak berusia 10-12 tahun yang terlibat dalam ekstrakurikuler futsal di SD Islam Mohammad Hatta Kota Malang menjadi responden. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi dua kategori yang berbeda, dengan 15 individu berada pada kelompok perlakuan beserta sejumlah 15 individu pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan alat ukur Agility T-Test untuk menilai kelincahan, sementara untuk analisis datanya dilaksanakan melalui Wilcoxon dan Mann-Whitney. Melalui penelitian ini dihasilkan adanya peningkatan kelincahan yang signifikan, yang ditunjukkan oleh penurunan waktu tempuh pada Agility T-Test. Penelitian ini membuktikan bahwa kombinasi antara jump rope dan ladder drill efektif meningkatkan kelincahan pada anak dengan ekstrakurikuler futsal di SD Islam Mohammad Hatta Kota Malang.
Relationship between Education Level of Health Workers and Perception of Physiotherapy Needs in Malang City Health Center Lubis, Zidni Imanurrohmah; Hyasintha, Nadya Fawwaz; Yulianti, Atika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 6 No. 2 (2025): Integrating Local Wisdom into Sustainable Physiotherapy Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: This study aims to analyze the relationship between the education level of health workers and their perceptions of physiotherapy needs at Puskesmas Malang City. Perception, which is an individual's view or understanding of an object, is influenced by various factors, including education level. Methods: The method used was a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to health workers at the health center. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to identify the relationship between education level and perception of physiotherapy needs. Results: The results showed that the significance value (p) was 0.439, which means p> 0.05, so there was no significant relationship between education level and perception of physiotherapy needs. Although most health workers had positive perceptions, this finding suggests that education did not directly influence their perceptions. Conclusion: This suggests that although education can improve knowledge, other factors such as work experience, training, and social environment also play a role in shaping health workers' perceptions of physiotherapy. This study is expected to provide useful information for the development of education and training programs for health workers in improving their understanding of physiotherapy, as well as encouraging better collaboration in health services.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas Dengan Program Brain Gym Pada Posyandu Lansia di Kecamatan Junrejo Kota Batu Rahmi, Maulida; Yulianti, Atika; Yasenda, Dhimas Radian
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.467

Abstract

Seiring bertambahnya usia, semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan merasa tua ialah masa hidup yang terakhir dimana seseorang akan mengalami kemunduran fisik salah satunya yaitu penurunan fungsi kognitif. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi kognitif yaitu dari farmakologis seperti obat-obatan dan non- farmakologis berupa aktivitas mental, aktivitas fisik, dan aktivitas sosial yang tidak memiliki efek samping seperti terapi musik, terapi stimulasi, dan Brain Gym. Maka dari itu, para lansia diberikan penyuluhan tentang latihan Brain Gym yang betujuan untuk mengantisipasi penurunan fungsi kognitif di posyandu lansia. Metode yang digunakan ialah dengan memberikan penyuluhan fisioterapi tentang latihan Brain Gym dengan poster dan leaflet sebagai media promosi, kegiatan berjalan dengan lancar. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Didapatkan hasil sebelum diberikan materi terdapat 0-5% lansia yang mengetahui tentang Brain Gym dan setelah dilakukan penyuluhan terdapat 85-95% lansia yang paham mengenai Brain Gym. Kegiatan dilakukan di komunitas lansia di Posyandu lansia RW 8 kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Kemudian data evaluasi menunjukkan bahwa dari 20 lansia didapatkan 17 lansia yang mengalami peningkatan terhadap pengetahuan tentang latihan brain gym serta memberikan gerakan-gerakan yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah dengan tujuan untuk membantu meningkatkan daya ingat dan meningkatkan konstrasi serta mencegah terjadinya penurunan kognitif secara signifikan.
Edukasi Fisioterapi  Untuk Manajemen Dismenore Pada Perkumpulan Ibu PKK FISIP UNSRI Meutia Siti Zahara; Atika Yulianti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/400s6831

Abstract

Pendahuluan; Dismenore merupakan nyeri haid yang sering dialami oleh perempuan usia produktif dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi nyeri haid adalah fisioterapi, yang meliputi latihan peregangan, teknik relaksasi, serta terapi panas.  Tujuan: Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu anggota PKK FISIP Universitas Sriwijaya mengenai manajemen dismenore melalui fisioterapi. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah one group pre-post test, di mana peserta diberikan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi untuk menilai efektivitas program. Materi edukasi disampaikan melalui presentasi menggunakan media poster, serta demonstrasi latihan fisioterapi. Hasil: Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik fisioterapi dalam mengatasi nyeri haid. Kesimpulan: Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta keterampilan peserta dalam menerapkan metode fisioterapi untuk mengurangi nyeri dismenore secara mandiri.  
EDUKASI PENCEGAHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI Vika Khoiruna’im; Atika Yulianti; Maryono
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.100

Abstract

Fisioterapi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pekerja konstruksi mengenai pencegahan Low Back Pain (LBP), yang sering terjadi akibat posisi kerja yang tidak baik. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri konstruksi, di mana kecelakaan kerja dan masalah kesehatan muskuloskeletal, termasuk LBP, masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terkait gejala, penyebab, dan pencegahan LBP kepada 22 pekerja konstruksi melalui metode observasi dan wawancara. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2025, menggunakan media leaflet dan kuesioner sebagai alat ukur efektivitas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan pekerja tentang LBP, di mana persentase pemahaman meningkat dari 40% sebelum penyuluhan menjadi 100% setelahnya. Temuan ini menekankan pentingnya pendidikan dalam mencegah LBP di kalangan pekerja konstruksi, serta perlunya penerapan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik kerja sehari-hari.
Co-Authors Adila, Yunita Afif Zainuri Wafiq Afif Zainuri Wafiq Afkan, Indah Aulia Ainun Ma'rufa, Siti Alfi Dian Nika Latifatul Toriq Ali Multazam Anita Faradilla Rahim Aprilia, Dewi Nur Aprilla Tanazza, Syiar Ardi Aziz Anhar Ayulianda, Sielma Ajeng Daniya Nur Fadhilah Dara Pramudita Pratiwi Desinta Tria Ningrum Dewi Sawitri Dheya Pratnya Kusuma Diagusti, Dian Dian Diagusti Dianda Rizky Ayu Susanti Elita Hafi Dhiyah Elita Hafi Dhiyah Era Pujianti Fadhail, Maulana Ahsan Faradina Nuraini Farah Bella Gamar Binti Non Shamdas Halief Rahmadillah Akbar Harianto, Tantia Dewi Haryanti, Ajeng Hendrawan T. Hyasintha, Nadya Fawwaz Imanurrohmah Lubis, Zidni Itamala Sari Ketut Tirtayasa Khaerunnisa, Fadhilah Kurnia Izza Habiba Peluw Kurnia Putri Utami Mahiya Lintang Sahasika Maryono Melisa Cindy Simbolon Merianti, Nisfah Meutia Siti Zahara Mualifah, Alif Andini Mustafidah, Lina Nanik Zainiyah Nastiti, Zakiah Ni Putu Desy Purnama Sari Nisa, Fiqih Khoirun Norman, Annisa Lutfiyah Nungki Marlian Yuliadarwati NUR AZIZAH FARAH BELLADEWANTI Y.A Nur Hamidah Nur Safitri Hazanah Nur Safitri Hazanah Nuraini, Faradina Nurhayati, Rina Nurhayati, Rini Nurlaili Ramdani Nurul Aini Rahmawati Nurul Fauziah Salsabila Putri Okti Umi Widhayati Pramudita Pratiwi, Dara Prasanti , Cyrilla Pratiwi, Baiq Reza Hariyati Pujianti, Era Purnama Sari, Ni Putu Desy Putri Kusumaningtyas Putri Nadzifatun Tri Maghfuroh Putri Sukma Rahayu Putri, Titik Mardhiah Helmalia Putri, Yulian Pristanti Sani Rahayu, Putri Sukma Rahmi, Maulida Refilda, Erfil Ristia Dwi Syafitri Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah Rozamala Ma'arij Safun Rahmanto Salsabila Putri, Nurul Fauziah Salsabila, Salma Radya Saputri, Triasti Bintang Sari Oktaviani, Dea Saskia Meidi Siti Ainun Marufa Siti Ainun Marufa Siti Ainun Marufa Siti Nur Rahimatus Shifa Sri Sunaringsih Ika Wardojo Sugijanto - Suryani, Dhea Armelia Susanti, Dianda Rizky Ayu Syiar Aprilla Tanazza Tantia Dewi Harianto Ummah , Salma Nurul Untoro, Sophya Fadila Nisa Urbaningrum, Renalda Anggil Vika Khoiruna’im Wahyudi SW, M. Ricky Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry Yasenda, Dhimas Radian Yulian Pristanti Sani Putri Yunita Adila Zainiyah, Nani Zainiyah, Nanik Zidni Imanurrohmah Lubis