p-Index From 2021 - 2026
8.497
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Sport and Fitness Journal Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Jurnal Sport Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Journal of Social Research Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Jurnal Pengabdian Mandiri Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Physical Therapy Journal of Indonesia Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) Jurnal Kesehatan Health Care : Journal of Community Service Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat FISIO MU: Physiotherapy Evidences Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Holistik Jurnal Kesehatan DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship between Education Level of Health Workers and Perception of Physiotherapy Needs in Malang City Health Center Lubis, Zidni Imanurrohmah; Hyasintha, Nadya Fawwaz; Yulianti, Atika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol. 6 No. 2 (2025): Integrating Local Wisdom into Sustainable Physiotherapy Practices
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: This study aims to analyze the relationship between the education level of health workers and their perceptions of physiotherapy needs at Puskesmas Malang City. Perception, which is an individual's view or understanding of an object, is influenced by various factors, including education level. Methods: The method used was a quantitative approach with data collection through questionnaires distributed to health workers at the health center. Data analysis was conducted using the Chi-Square test to identify the relationship between education level and perception of physiotherapy needs. Results: The results showed that the significance value (p) was 0.439, which means p> 0.05, so there was no significant relationship between education level and perception of physiotherapy needs. Although most health workers had positive perceptions, this finding suggests that education did not directly influence their perceptions. Conclusion: This suggests that although education can improve knowledge, other factors such as work experience, training, and social environment also play a role in shaping health workers' perceptions of physiotherapy. This study is expected to provide useful information for the development of education and training programs for health workers in improving their understanding of physiotherapy, as well as encouraging better collaboration in health services.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas Dengan Program Brain Gym Pada Posyandu Lansia di Kecamatan Junrejo Kota Batu Rahmi, Maulida; Yulianti, Atika; Yasenda, Dhimas Radian
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.467

Abstract

Seiring bertambahnya usia, semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan merasa tua ialah masa hidup yang terakhir dimana seseorang akan mengalami kemunduran fisik salah satunya yaitu penurunan fungsi kognitif. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi kognitif yaitu dari farmakologis seperti obat-obatan dan non- farmakologis berupa aktivitas mental, aktivitas fisik, dan aktivitas sosial yang tidak memiliki efek samping seperti terapi musik, terapi stimulasi, dan Brain Gym. Maka dari itu, para lansia diberikan penyuluhan tentang latihan Brain Gym yang betujuan untuk mengantisipasi penurunan fungsi kognitif di posyandu lansia. Metode yang digunakan ialah dengan memberikan penyuluhan fisioterapi tentang latihan Brain Gym dengan poster dan leaflet sebagai media promosi, kegiatan berjalan dengan lancar. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Didapatkan hasil sebelum diberikan materi terdapat 0-5% lansia yang mengetahui tentang Brain Gym dan setelah dilakukan penyuluhan terdapat 85-95% lansia yang paham mengenai Brain Gym. Kegiatan dilakukan di komunitas lansia di Posyandu lansia RW 8 kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Kemudian data evaluasi menunjukkan bahwa dari 20 lansia didapatkan 17 lansia yang mengalami peningkatan terhadap pengetahuan tentang latihan brain gym serta memberikan gerakan-gerakan yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah dengan tujuan untuk membantu meningkatkan daya ingat dan meningkatkan konstrasi serta mencegah terjadinya penurunan kognitif secara signifikan.
Edukasi Fisioterapi  Untuk Manajemen Dismenore Pada Perkumpulan Ibu PKK FISIP UNSRI Meutia Siti Zahara; Atika Yulianti
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/400s6831

Abstract

Pendahuluan; Dismenore merupakan nyeri haid yang sering dialami oleh perempuan usia produktif dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode non-farmakologis yang efektif untuk mengatasi nyeri haid adalah fisioterapi, yang meliputi latihan peregangan, teknik relaksasi, serta terapi panas.  Tujuan: Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu-ibu anggota PKK FISIP Universitas Sriwijaya mengenai manajemen dismenore melalui fisioterapi. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah one group pre-post test, di mana peserta diberikan pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi untuk menilai efektivitas program. Materi edukasi disampaikan melalui presentasi menggunakan media poster, serta demonstrasi latihan fisioterapi. Hasil: Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai teknik fisioterapi dalam mengatasi nyeri haid. Kesimpulan: Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta keterampilan peserta dalam menerapkan metode fisioterapi untuk mengurangi nyeri dismenore secara mandiri.  
EDUKASI PENCEGAHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI Vika Khoiruna’im; Atika Yulianti; Maryono
Health Care : Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v3i1.100

Abstract

Fisioterapi berperan penting dalam meningkatkan pemahaman pekerja konstruksi mengenai pencegahan Low Back Pain (LBP), yang sering terjadi akibat posisi kerja yang tidak baik. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam industri konstruksi, di mana kecelakaan kerja dan masalah kesehatan muskuloskeletal, termasuk LBP, masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan terkait gejala, penyebab, dan pencegahan LBP kepada 22 pekerja konstruksi melalui metode observasi dan wawancara. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 15 Maret 2025, menggunakan media leaflet dan kuesioner sebagai alat ukur efektivitas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan pekerja tentang LBP, di mana persentase pemahaman meningkat dari 40% sebelum penyuluhan menjadi 100% setelahnya. Temuan ini menekankan pentingnya pendidikan dalam mencegah LBP di kalangan pekerja konstruksi, serta perlunya penerapan pengetahuan yang diperoleh dalam praktik kerja sehari-hari.
Penyuluhan Fisioterapi Komunitas Dengan Program Brain Gym Pada Posyandu Lansia di Kecamatan Junrejo Kota Batu Rahmi, Maulida; Yulianti, Atika; Yasenda, Dhimas Radian
DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Al-Hijrah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58545/djpm.v4i1.467

Abstract

Seiring bertambahnya usia, semua orang akan mengalami proses menjadi tua dan merasa tua ialah masa hidup yang terakhir dimana seseorang akan mengalami kemunduran fisik salah satunya yaitu penurunan fungsi kognitif. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan fungsi kognitif yaitu dari farmakologis seperti obat-obatan dan non- farmakologis berupa aktivitas mental, aktivitas fisik, dan aktivitas sosial yang tidak memiliki efek samping seperti terapi musik, terapi stimulasi, dan Brain Gym. Maka dari itu, para lansia diberikan penyuluhan tentang latihan Brain Gym yang betujuan untuk mengantisipasi penurunan fungsi kognitif di posyandu lansia. Metode yang digunakan ialah dengan memberikan penyuluhan fisioterapi tentang latihan Brain Gym dengan poster dan leaflet sebagai media promosi, kegiatan berjalan dengan lancar. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Didapatkan hasil sebelum diberikan materi terdapat 0-5% lansia yang mengetahui tentang Brain Gym dan setelah dilakukan penyuluhan terdapat 85-95% lansia yang paham mengenai Brain Gym. Kegiatan dilakukan di komunitas lansia di Posyandu lansia RW 8 kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pada saat pelaksanaan yang terdiri dari 20 lansia memiliki respon yang baik pada saat penyuluhan diberikan. Kemudian data evaluasi menunjukkan bahwa dari 20 lansia didapatkan 17 lansia yang mengalami peningkatan terhadap pengetahuan tentang latihan brain gym serta memberikan gerakan-gerakan yang dapat dilakukan secara mandiri dirumah dengan tujuan untuk membantu meningkatkan daya ingat dan meningkatkan konstrasi serta mencegah terjadinya penurunan kognitif secara signifikan.
Edukasi Pencegahan Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil di Praktik Mandiri Bidan Susi Kota Magetan Haryanti, Ajeng; Yulianti, Atika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 9 (2025): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i9.82

Abstract

Kehamilan membawa perubahan fisik maupun psikologis dimana dapat menimbulkan ketidak nyamanan terutama trimester III seperti sering buang air kecil, gangguan pernafasan, nyeri punggung, susah buang air besar, sulit tidur, dispnea, ketidaknyamanan pada perineum, kram otot kaki, varises, edema pada kaki, mudah lelah, perubahan mood, dan kecemasan. Permasalahan nyeri punggung saat hamil sering terjadi khususnya pada trimester kedua dan ketiga. Nyeri punggung bawah selama kehamilan berdampak pada psikologis, kehidupan sosial, dan kualitas hidup ibu hamil. Pengukuran nyeri punggung bawah menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Nyeri punggung bawah mempengaruhi 60-80% keadaan ibu hamil, di Jawa Timur sekitar 65% ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah. Dua tahap dalam edukasi ini yaitu tahapan persiapan dan tahapan pelaksanaan. Menggunakan metode sosialisasi dengan memberikan pre-test dan post-test dengan beberapa pertanyaan kepada ibu hamil. Terdapat penurunan nyeri yang dirasakan setelah diberikan latihan peregangan, koreksi postur dan breathing exercise. Intervensi edukasi di fasilitas kesehatan seperti praktik mandiri bidan sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup ibu hamil dan mengurangi nyeri punggung bawah ibu hamil
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA LANSIA DENGAN KASUS FROZEN SHOULDER DI DUSUN LOWOKSARI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO Dheya Pratnya Kusuma; Nanik Zainiyah; Atika Yulianti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 4: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Has a Community Health Center which plays an important role in public health. Patient visits at the physiotherapy polyclinic in Lowoksari Hamlet, Ngenep Village for shoulder pain cases from 2023 were 25 patients, while in 2024 it increased by 50 patients. The most common case is shoulder pain with the third highest number of cases. Characterized by complaints of pain in the shoulder which hinders daily activities. Objective: This program was carried out to provide education and demonstrate exercises in cases of shoulder pain in order to reduce and prevent complaints. Method: What was used was education in the form of counseling and distributing posters to the elderly in Lowoksari hamlet, Ngenep village, Malang city. Conclusion: What was obtained from measuring the increase in understanding using pre-test and post-test questionnaires was that there was a significant increase in understanding regarding training with an average pre-test score of 10 and an average post-test score of 85.5
PENYULUHAN FISIOTERAPI TENTANG PENANGANAN MENURUNNYA KESEIMBANGAN AKIBAT DARI FLAT FOOT PADA ANAK-ANAK DI POSYANDU GPA KARANGPLOSO Khaerunnisa, Fadhilah; Nanik Zainiyah; Atika Yulianti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 6: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat foot is a flat foot shape caused by the loss of the medial longitudinal arch (inner sole of the foot). Flat feet can disrupt a person's balance because in this condition there is weakness in the internal muscles of the feet. Signs and symptoms that will arise due to flat feet are abnormal walking patterns that cause fatigue and problems with balance. Objectives: his counseling is carried out with the aim of providing education to children about flat feet, especially regarding the meaning, causes, as well as prevention strategies and physiotherapy exercises to reduce the number of flat foot disorders in children. Method: Posters are used as a tool to educate children about health problems related to flat feet. Consisting of 10 children, they were given a pretest and posttest before and after in the form of questions to measure children's understanding of the counseling material that had been delivered. Results: The counseling went well, and the children's understanding increased after attending physiotherapy education about flat feet. This outreach activity, carried out at Posyandu GPA Karangploso, Malang Regency, helps children understand more about flat feet and how to prevent and do physiotherapy exercises related to flat feet, such as heel raises exercise and towel curl exercise.. Conclusion:. To help children know and how to deal with flat feet, outreach activities have been carried out at Posyandu GPA Karangploso, Ngenep Village, Malang Regency. This counseling explains the heel raises exercise and towel curl exercise, which can be done at home to help with health problems related to flat feet. The majority of children who took part in this counseling said that they did not know what the effects of flat foot were or how to avoid it.
PENGARUH NEURO SENSO DAN SENSORI INTEGRASI TERHADAP PERILAKU HIPERAKTIF PADA ANAK AUTIS DI YAYASAN TUMBUH KEMBANG ANAK PELANGI CENTER NGANJUK Salsabila, Salma Radya; Yulianti, Atika; Lubis, Zidni Imanurrohmah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47524

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial, serta sering disertai perilaku eksesif seperti hiperaktivitas. Salah satu upaya intervensi untuk menurunkan perilaku hiperaktif pada anak dengan ASD adalah melalui terapi kombinasi neuro senso dan sensori integrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi terapi tersebut dalam menurunkan tingkat perilaku hiperaktif pada anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan ASD yang menunjukkan perilaku hiperaktif. Instrumen yang digunakan adalah ADHD Test untuk mengukur tingkat hiperaktivitas. Intervensi dilakukan selama 1 bulan dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat perilaku hiperaktif setelah pemberian terapi kombinasi neuro senso dan sensori integrasi, dengan nilai p < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi ini efektif dalam menurunkan perilaku hiperaktif pada anak dengan ASD. Intervensi ini dapat menjadi salah satu pendekatan non-farmakologis yang direkomendasikan dalam menangani gejala hiperaktif pada anak autis
Baby massage dan sensory play meningkatkan motorik kasar bayi usia 6-12 bulan Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry; Yulianti, Atika; Rahmawati, Nurul Aini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.782

Abstract

Background: During the golden age, various stimulations must be optimized, especially gross motor development. If the baby experiences gross motor delays, it can cause long-term effects, such as coordination disorders and decreased ability to adapt to the environment. Motor delays can occur due to several factors, including parenting patterns, maternal knowledge, health and nutritional status, environmental culture, and socio-economic status. Baby massage and sensory play are alternatives that can be used to stimulate infant growth and development. Purpose: To determine the effect of a combination of baby massage and sensory play on gross motor development in infants aged 6-12 months. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent group design approach. The number of research samples was 30 infants aged 6-12 months who were taken using purposive sampling techniques according to the inclusion and exclusion criteria. The influence test used was the wilcoxon test for the experimental group and the paired sample t test for the control group, then both groups were compared using the Mann Whitney test. Results: The significance value for the intervention group was 0.010 (<0.05), indicating that the data were not normally distributed. The significance value for the control group was 0.006 (<0.05), indicating that the data were normally distributed. The criteria for assessing the effect of these significance values ​​indicate that the combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants aged 6-12 months. The comparison test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.690 (>0.05). The criteria for assessing the comparison test indicate that there is no comparison between the effect of the combination of infant massage and sensory play exercises on gross motor development in infants aged 6-12 months. Conclusion: The combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants. Stimulation is necessary to optimize infants' gross motor skills; otherwise, their gross motor development will be delayed.                   Keywords: Baby; Baby Massage; Gross Motor; Sensory Play.   Pendahuluan: Pada masa golden age berbagai stimulasi harus dioptimalkan, terutama perkembangan motorik kasar. Apabila bayi mengalami keterlambatan motorik kasar, dapat menimbulkan efek jangka panjang, seperti gangguan koordinasi dan penurunan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Keterlambatan motorik dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain, pola asuh orang tua, pengetahuan ibu, status kesehatan dan gizi, budaya lingkungan, dan status sosial ekonomi. Baby massage dan sensory play merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Metode:  Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental design dengan pendekatan non-equivalent group design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 bayi berusia 6-12 bulan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji pengaruh yang digunakan adalah uji wilcoxon untuk kelompok intervensi dan uji paired sample t test untuk kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok dilakukan uji perbandingan menggunakan uji mann whitney. Hasil: Berdasarkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi didapatkan sebesar 0.010 (< 0.05), berarti data tidak berdistribusi normal, sedangkan nilai signifikansi kelompok kontrol 0.006 (<0.05), berarti data berdistribusi normal. Kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Pada uji perbandingan, menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play exercise terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi. Pemberian stimulasi diperlukan untuk mengoptimalkan motorik kasar bayi, jika tidak perkembangan motorik kasar bayi akan mengalami keterlambatan.   Kata Kunci: Bayi; Baby Massage; Motorik Kasar; Sensory Play.
Co-Authors Abimanyu, Fajar Abhyasa Adila, Yunita Afif Zainuri Wafiq Afkan, Indah Aulia Ainun Ma'rufa, Siti Alfi Dian Nika Latifatul Toriq Ali Multazam Anita Faradilla Rahim Aprilia, Dewi Nur Aprilla Tanazza, Syiar Ardi Aziz Anhar Ayulianda, Sielma Ajeng Dara Pramudita Pratiwi Desinta Tria Ningrum Dewi Sawitri Dheya Pratnya Kusuma Diagusti, Dian Dian Diagusti Dianda Rizky Ayu Susanti Elita Hafi Dhiyah Elita Hafi Dhiyah Era Pujianti Fadhail, Maulana Ahsan Faradina Nuraini Farah Bella Gamar Binti Non Shamdas Halief Rahmadillah Akbar Harianto, Tantia Dewi Haryanti, Ajeng Hendrawan T. Hyasintha, Nadya Fawwaz Imanurrohmah Lubis, Zidni Itamala Sari Ketut Tirtayasa Khaerunnisa, Fadhilah Kurnia Izza Habiba Peluw Kurnia Putri Utami Mahiya Lintang Sahasika Marufa, Siti Ainun Maryono Melisa Cindy Simbolon Merianti, Nisfah Meutia Siti Zahara Mualifah, Alif Andini Mustafidah, Lina Nanik Zainiyah Ni Putu Desy Purnama Sari Nisa, Fiqih Khoirun Norman, Annisa Lutfiyah Nungki Marlian Yuliadarwati NUR AZIZAH FARAH BELLADEWANTI Y.A Nur Hamidah Nur Safitri Hazanah Nuraini, Faradina Nurhayati, Rina Nurhayati, Rini Nurlaili Ramdani Nurul Aini Rahmawati Nurul Fauziah Salsabila Putri Okti Umi Widhayati Pramudita Pratiwi, Dara Prasanti , Cyrilla Pratiwi, Baiq Reza Hariyati Pujianti, Era Purnama Sari, Ni Putu Desy Putri Kusumaningtyas Putri Nadzifatun Tri Maghfuroh Putri Sukma Rahayu Putri, Titik Mardhiah Helmalia Rahayu, Putri Sukma Rahmi, Maulida Refilda, Erfil Ristia Dwi Syafitri Riswina, Tania Ica Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah Rozamala Ma'arij Safun Rahmanto Salsabila Putri, Nurul Fauziah Salsabila, Salma Radya Saputri, Triasti Bintang Sari Oktaviani, Dea Saskia Meidi Siti Ainun Marufa Siti Ainun Marufa Siti Nur Rahimatus Shifa Sugijanto - Suryani, Dhea Armelia Syiar Aprilla Tanazza Tantia Dewi Harianto Ummah , Salma Nurul Untoro, Sophya Fadila Nisa Urbaningrum, Renalda Anggil Vika Khoiruna’im Wahyudi SW, M. Ricky Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry Yasenda, Dhimas Radian Yulian Pristanti Sani Putri Yunita Adila Zainiyah, Nani Zainiyah, Nanik Zidni Imanurrohmah Lubis