p-Index From 2021 - 2026
8.288
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Sport and Fitness Journal Jurnal Ergonomi Indonesia (The Indonesian Journal of Ergonomic) Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Jurnal Sport Science Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF) PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Penelitian Inovatif Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sains dan Teknologi Physiotherapy Health Science (PhysioHS) Jurnal Pengabdian Mandiri Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Dedikasi Saintek Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Journal Physical Therapy UNISA Jurnal KeFis : Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi Physical Therapy Journal of Indonesia Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat (IJPM) GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat) Jurnal Kesehatan Health Care : Journal of Community Service Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak Bersama Masyarakat Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian Dan Solidaritas Masyarakat FISIO MU: Physiotherapy Evidences Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Holistik Jurnal Kesehatan DEDIKASI SAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA LANSIA DENGAN KASUS FROZEN SHOULDER DI DUSUN LOWOKSARI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO Dheya Pratnya Kusuma; Nanik Zainiyah; Atika Yulianti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 4: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Has a Community Health Center which plays an important role in public health. Patient visits at the physiotherapy polyclinic in Lowoksari Hamlet, Ngenep Village for shoulder pain cases from 2023 were 25 patients, while in 2024 it increased by 50 patients. The most common case is shoulder pain with the third highest number of cases. Characterized by complaints of pain in the shoulder which hinders daily activities. Objective: This program was carried out to provide education and demonstrate exercises in cases of shoulder pain in order to reduce and prevent complaints. Method: What was used was education in the form of counseling and distributing posters to the elderly in Lowoksari hamlet, Ngenep village, Malang city. Conclusion: What was obtained from measuring the increase in understanding using pre-test and post-test questionnaires was that there was a significant increase in understanding regarding training with an average pre-test score of 10 and an average post-test score of 85.5
PENYULUHAN FISIOTERAPI TENTANG PENANGANAN MENURUNNYA KESEIMBANGAN AKIBAT DARI FLAT FOOT PADA ANAK-ANAK DI POSYANDU GPA KARANGPLOSO Khaerunnisa, Fadhilah; Nanik Zainiyah; Atika Yulianti
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 4 No. 6: Juni 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flat foot is a flat foot shape caused by the loss of the medial longitudinal arch (inner sole of the foot). Flat feet can disrupt a person's balance because in this condition there is weakness in the internal muscles of the feet. Signs and symptoms that will arise due to flat feet are abnormal walking patterns that cause fatigue and problems with balance. Objectives: his counseling is carried out with the aim of providing education to children about flat feet, especially regarding the meaning, causes, as well as prevention strategies and physiotherapy exercises to reduce the number of flat foot disorders in children. Method: Posters are used as a tool to educate children about health problems related to flat feet. Consisting of 10 children, they were given a pretest and posttest before and after in the form of questions to measure children's understanding of the counseling material that had been delivered. Results: The counseling went well, and the children's understanding increased after attending physiotherapy education about flat feet. This outreach activity, carried out at Posyandu GPA Karangploso, Malang Regency, helps children understand more about flat feet and how to prevent and do physiotherapy exercises related to flat feet, such as heel raises exercise and towel curl exercise.. Conclusion:. To help children know and how to deal with flat feet, outreach activities have been carried out at Posyandu GPA Karangploso, Ngenep Village, Malang Regency. This counseling explains the heel raises exercise and towel curl exercise, which can be done at home to help with health problems related to flat feet. The majority of children who took part in this counseling said that they did not know what the effects of flat foot were or how to avoid it.
PENGARUH NEURO SENSO DAN SENSORI INTEGRASI TERHADAP PERILAKU HIPERAKTIF PADA ANAK AUTIS DI YAYASAN TUMBUH KEMBANG ANAK PELANGI CENTER NGANJUK Salsabila, Salma Radya; Yulianti, Atika; Lubis, Zidni Imanurrohmah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47524

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dalam komunikasi dan interaksi sosial, serta sering disertai perilaku eksesif seperti hiperaktivitas. Salah satu upaya intervensi untuk menurunkan perilaku hiperaktif pada anak dengan ASD adalah melalui terapi kombinasi neuro senso dan sensori integrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi terapi tersebut dalam menurunkan tingkat perilaku hiperaktif pada anak autis. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan ASD yang menunjukkan perilaku hiperaktif. Instrumen yang digunakan adalah ADHD Test untuk mengukur tingkat hiperaktivitas. Intervensi dilakukan selama 1 bulan dengan frekuensi tiga kali per minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat perilaku hiperaktif setelah pemberian terapi kombinasi neuro senso dan sensori integrasi, dengan nilai p < 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi ini efektif dalam menurunkan perilaku hiperaktif pada anak dengan ASD. Intervensi ini dapat menjadi salah satu pendekatan non-farmakologis yang direkomendasikan dalam menangani gejala hiperaktif pada anak autis
Baby massage dan sensory play meningkatkan motorik kasar bayi usia 6-12 bulan Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry; Yulianti, Atika; Rahmawati, Nurul Aini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.782

Abstract

Background: During the golden age, various stimulations must be optimized, especially gross motor development. If the baby experiences gross motor delays, it can cause long-term effects, such as coordination disorders and decreased ability to adapt to the environment. Motor delays can occur due to several factors, including parenting patterns, maternal knowledge, health and nutritional status, environmental culture, and socio-economic status. Baby massage and sensory play are alternatives that can be used to stimulate infant growth and development. Purpose: To determine the effect of a combination of baby massage and sensory play on gross motor development in infants aged 6-12 months. Method: This study used a quasi-experimental design with a non-equivalent group design approach. The number of research samples was 30 infants aged 6-12 months who were taken using purposive sampling techniques according to the inclusion and exclusion criteria. The influence test used was the wilcoxon test for the experimental group and the paired sample t test for the control group, then both groups were compared using the Mann Whitney test. Results: The significance value for the intervention group was 0.010 (<0.05), indicating that the data were not normally distributed. The significance value for the control group was 0.006 (<0.05), indicating that the data were normally distributed. The criteria for assessing the effect of these significance values ​​indicate that the combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants aged 6-12 months. The comparison test showed an Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.690 (>0.05). The criteria for assessing the comparison test indicate that there is no comparison between the effect of the combination of infant massage and sensory play exercises on gross motor development in infants aged 6-12 months. Conclusion: The combination of infant massage and sensory play exercises has an effect on gross motor development in infants. Stimulation is necessary to optimize infants' gross motor skills; otherwise, their gross motor development will be delayed.                   Keywords: Baby; Baby Massage; Gross Motor; Sensory Play.   Pendahuluan: Pada masa golden age berbagai stimulasi harus dioptimalkan, terutama perkembangan motorik kasar. Apabila bayi mengalami keterlambatan motorik kasar, dapat menimbulkan efek jangka panjang, seperti gangguan koordinasi dan penurunan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan. Keterlambatan motorik dapat terjadi karena beberapa faktor antara lain, pola asuh orang tua, pengetahuan ibu, status kesehatan dan gizi, budaya lingkungan, dan status sosial ekonomi. Baby massage dan sensory play merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menstimulasi tumbuh kembang bayi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Metode:  Penelitian ini menggunakan rancangan quasi experimental design dengan pendekatan non-equivalent group design. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 bayi berusia 6-12 bulan yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Uji pengaruh yang digunakan adalah uji wilcoxon untuk kelompok intervensi dan uji paired sample t test untuk kelompok kontrol, kemudian kedua kelompok dilakukan uji perbandingan menggunakan uji mann whitney. Hasil: Berdasarkan nilai signifikansi pada kelompok intervensi didapatkan sebesar 0.010 (< 0.05), berarti data tidak berdistribusi normal, sedangkan nilai signifikansi kelompok kontrol 0.006 (<0.05), berarti data berdistribusi normal. Kriteria penilaian uji pengaruh nilai signifikansi tersebut memiliki arti terdapat pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Pada uji perbandingan, menunjukkan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.690 (>0.05). Kriteria penilaian uji perbandingan nilai signifikansi tersebut, memiliki arti tidak ada perbandingan pengaruh kombinasi baby massage dengan sensory play exercise terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan. Simpulan: Ada pengaruh kombinasi baby massage dan sensory play terhadap perkembangan motorik kasar pada bayi. Pemberian stimulasi diperlukan untuk mengoptimalkan motorik kasar bayi, jika tidak perkembangan motorik kasar bayi akan mengalami keterlambatan.   Kata Kunci: Bayi; Baby Massage; Motorik Kasar; Sensory Play.
Efektivitas Pemberian Modalitas Fisioterapi TENS, Stretching, dan Strengthening pada Kasus Trigger Finger Digiti III Dextra Putri Nadzifatun Tri Maghfuroh; Atika Yulianti
Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Harmoni Sosial : Jurnal Pengabdian dan Solidaritas Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/harmoni.v2i4.2243

Abstract

Trigger finger is a condition where the flexor tendons stiffen from excess pressure, causing pain, stiffness, and limited range of motion when straightening a bent finger. The purpose of this study was to evaluate the effects of three weeks of physiotherapy interventions, including TENS, massage, stretching, and strengthening, on patient recovery. One patient with trigger finger disease in the right third digiti was the subject of this case study. The results obtained were a decrease in pain on movement T0: 9 to T2: 6, pain on pressure T0: 8 to T2: 5, an increase in the strength of the right wrist and hand muscles from T0: 3 to T2: 4 and the left part from T0: 4 to T2: 5, and an increase in the range of motion of the metacarpohalangeal joint of the right finger III from T0: S = 30 ̊ - 0 ̊ - 50 ̊ to T2: S = 30 ̊ - 0 ̊ - 60 ̊ and the proximal interphalangeal of the right finger III from T0: S = 0 ̊ - 0 ̊ - 90 ̊ to T2: S = 30 ̊ - 0 ̊ - 105 ̊. Thus, the provision of physiotherapy intervention to patient Mr. S is said to be effective in reducing the condition of the problem experienced.
Edukasi dan Pemberian Senam Anti Hipertensi Pada Komunitas Lansia di Posyandu ILP Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah; Yulianti, Atika; Zainiyah, Nani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3208

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir dalam siklus kehidupan manusia yang ditandai dengan proses penuaan. Proses ini menyebabkan penurunan fungsi tubuh baik secara fisik maupun psikologis, yang dikenal sebagai proses degeneratif. Salah satu dampak umum dari proses degeneratif pada lansia adalah timbulnya penyakit hipertensi. Banyak lansia tidak menyadari bahwa mereka mengalami hipertensi, karena kondisi ini hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Hipertensi dapat memengaruhi kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan dan pengendalian tekanan darah melalui langkah-langkah seperti pemeriksaan darah secara berkala, peningkatan pengetahuan tentang hipertensi, penerapan gaya hidup sehat, pengelolaan stress, serta menghindari kebiasaan buruk yang dapat dirangkum dalam konsep C.E.G.A.H. Selain menjaga pola makan yang sehat, penerapan gaya hidup sehat juga perlu diimbangi dengan aktivitas fisik atau olahraga. Salah satu bentuk olahraga yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengontrol hipertensi pada lansia adalah senam anti hipertensi. Senam ini bermanfaat dalam meningkatkan aliran darah dan memperbaiki asupan oksigen ke otot, terutama otot jantung, sehingga dapat membantu menjaga kestabilan tekanan darah.
Edukasi Pencegahan Low Back Pain pada Pekerja Bengkel dan Vulkanisir Ban Di Kabupaten Kutai Barat Sari Oktaviani, Dea; Yulianti, Atika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i2.3953

Abstract

Low Back Pain (LBP) is one of the most common musculoskeletal disorders experienced by workers engaged in physically demanding activities, such as those in automotive repair and tire retreading workshops. This condition is primarily caused by non-ergonomic postures, excessive lifting, and a lack of awareness of proper back stretching techniques. This community service program aimed to enhance workers’ knowledge and awareness of LBP prevention through physiotherapy education and simple exercise training. The activity was conducted at Sinar Ihsan Workshop and Tire Retreading in Kutai Barat Regency over three days in March 2025, involving 22 participants. The methods included educational counseling using leaflets, interactive discussions, and practical demonstrations of the William Flexion Exercise. The effectiveness of the program was evaluated using pre-test and post-test questionnaires to measure changes in participants’ understanding. Results showed a significant improvement in knowledge across all components from an average of 18.75% before the session to 100% after the training. Participants demonstrated enhanced understanding of the definition, causes, ergonomic work posture, and preventive exercise techniques for LBP. The program effectively increased workers’ awareness of the importance of maintaining correct posture and performing regular stretching exercises to prevent musculoskeletal injuries. This initiative highlights the role of physiotherapy-based education as an effective preventive approach for occupational health promotion. It is recommended that similar ergonomics and preventive physiotherapy training be continuously implemented among informal workers to minimize injury risks associated with repetitive physical activities.
Pemeriksaan Fisioterapi pada Resiko Jatuh di Posyandu Lansia Dusun Clangap Mojokerto Pratiwi, Baiq Reza Hariyati; Yulianti, Atika; Rahayu, Putri Sukma
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 (2023): IJPM - Desember 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.157

Abstract

Kejadian jatuh sering terjadi pada lanjut usia yang disebabkan adanya penurunan keseimbangan, penurunan kekuatan otot dan fleksibilitas otot, Jatuh dapat mempengaruhi kualitas hidup pada lansia, yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan aktivitas dan mobilitas, perubahan pada keseimbangan dan kontrol postural, kecemasan hingga depresi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengetahui tingkat resiko jatuh yang ada pada lansia, serta diharapkan dapat mendeteksi lebih dini terkait potensi jatuh yang dimiliki oleh lansia di dusun Clangap kabupaten Mojokerto. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pemeriksaan terkait resiko jatuh pada lansia. Pemeriksaan resiko jatuh dapat menggunakan time up and go (TUG) test. TUG test bertujuan untuk melihat dan mengukur status fungsional pada lansia, seperti keseimbangan dan resiko jatuh. Terdapat peningkatan pemahaman lansia terkait resiko jatuh setelah dilakukan penyuluhan, sedangkan hasil pemeriksaan resiko jatuh dengan TUG test mendapati hasil sebanyak 22 lansia (84,62%) memiliki resiko jatuh ringan, sedangkan 2 orang (7,69%) resiko jatuh sedang dan 2 orang lainnya (7,69%) tidak memiliki resiko jatuh.
Penyuluhan Fisioterapi K3 untuk Postur Kerja dan Pencegahan Nyeri Leher di PT Alhasanie, Kalimantan Timur Melisa Cindy Simbolon; Atika Yulianti
Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran Vol. 3 No. 4 (2025): Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan dan Kedokteran,
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/termometer.v3i4.5613

Abstract

Introduction: Musculoskeletal Disorders (MSDs) are common health issues that occur in the workplace, particularly due to prolonged computer use with poor ergonomic posture. This condition is frequently experienced by employees in the Office Department of PT. Alhasanie, who often complain of neck pain caused by muscle tension. Objective: To evaluate the effectiveness of occupational physiotherapy (K3) education in improving workers' understanding of neck pain and its prevention through education and stretching exercises. Method: The study involved providing education to 32 workers, with pre-test and post-test evaluations to measure their improvement in understanding. Results: The findings indicate a significant increase in workers' knowledge regarding risk factors, symptoms, and preventive exercises for neck pain after attending the education session. Conclusion: Occupational physiotherapy (K3) education is effective in raising workers' awareness of the importance of proper posture and stretching exercises to reduce muscle tension caused by prolonged sitting.
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Beresiko Diabetes Melitus Di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun Harianto, Tantia Dewi; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Yulianti, Atika
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 2, No.2, Juli 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v2i2.4962

Abstract

Latar belakang Di Indonesia angka kejadian diabetes melitus mencapai peringkat 5 dunia berdasarkan Federasi Diabetes Internasional. Diabetes melitus adalah kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemi). Kadar gula darah tinggi menimbulkan gejala yang dapat mempengaruhi kualitas tidur pada malam hari. Lansia sering mengalami kualitas tidur buruk karena proses penuaan. Kualitas tidur buruk berdampak pada kemampuan aktivitas sehari-hari. Tujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula sewaktu dengan kualitas tidur pada lansia beresiko diabetes melitus di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun. Metode penelitian penelitian bersifat desktriptif analitik menggunakan pendekatan observasional dengan disain penelitian cross sectional jumlah sampel 61 orang diambil dengan teknik Purposive Sampling dengan mengukur kadar gula darah sewaktu menggunakan glucotest dan memberikan kuisioner kualitas tidur Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dalam pengambilan data. Hasil hasil penelitian menggunakan Spearman rho didapatkan nilai signifikansi 0.001 atau p kurang dari 0.05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan antara kadar gula darah sewaktu dengan kualitas tidur pada lansia beresiko diabetes melitus di Posyandu Desa Kincang Wetan Kota Madiun.
Co-Authors Adila, Yunita Afif Zainuri Wafiq Afkan, Indah Aulia Ainun Ma'rufa, Siti Alfi Dian Nika Latifatul Toriq Ali Multazam Alif Andini Mualifah Anita Faradilla Rahim Aprilia, Dewi Nur Aprilla Tanazza, Syiar Ardi Aziz Anhar Ayulianda, Sielma Ajeng Daniya Nur Fadhilah Dara Pramudita Pratiwi Desinta Tria Ningrum Dewi Sawitri Dheya Pratnya Kusuma Diagusti, Dian Dian Diagusti Dianda Rizky Ayu Susanti Elita Hafi Dhiyah Elita Hafi Dhiyah Era Pujianti Fadhail, Maulana Ahsan Faradina Nuraini Farah Bella Halief Rahmadillah Akbar Harianto, Tantia Dewi Haryanti, Ajeng Hendrawan T. Hyasintha, Nadya Fawwaz Imanurrohmah Lubis, Zidni Itamala Sari Ketut Tirtayasa Khaerunnisa, Fadhilah Kurnia Izza Habiba Peluw Kurnia Putri Utami Mahiya Lintang Sahasika Maryono Melisa Cindy Simbolon Meutia Siti Zahara Mustafidah, Lina Nanda Dwi Amelia Nanik Zainiyah Nanik Zainiyah Ni Putu Desy Purnama Sari Nisa, Fiqih Khoirun Nisfah Merianti Nungki Marlian Yuliadarwati NUR AZIZAH FARAH BELLADEWANTI Y.A Nur Hamidah Nur Safitri Hazanah Nuraini, Faradina Nurhayati, Rina Nurhayati, Rini Nurlaili Ramdani Nurul Aini Rahmawati Nurul Fauziah Salsabila Putri Okti Umi Widhayati Pramudita Pratiwi, Dara Prasanti , Cyrilla Pratiwi, Baiq Reza Hariyati Pujianti, Era Purnama Sari, Ni Putu Desy Putri Kusumaningtyas Putri Nadzifatun Tri Maghfuroh Putri Sukma Rahayu Rahayu, Putri Sukma Rahmi, Maulida Ristia Dwi Syafitri Rosidatussholikhah, Rosidatussholikhah Rozamala Ma'arij Safun Rahmanto Salsabila Putri, Nurul Fauziah Salsabila, Salma Radya Saputri, Triasti Bintang Sari Oktaviani, Dea Saskia Meidi Siti Ainun Marufa Siti Ainun Marufa Siti Nur Rahimatus Shifa Sri Sunaringsih Ika Wardojo Sugijanto - Suryani, Dhea Armelia Syiar Aprilla Tanazza Tantia Dewi Harianto Ummah , Salma Nurul Untoro, Sophya Fadila Nisa Urbaningrum, Renalda Anggil Vika Khoiruna’im Wahyudi SW, M. Ricky Wiedyaningtyas, Chintya Kartika Putry Yasenda, Dhimas Radian Yulian Pristanti Sani Putri Yunita Adila Zainiyah, Nani Zainiyah, Nanik Zakiah Nastiti Zidni Imanurrohmah Lubis