Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Pupuk Ekofarming terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Zahro, Adinda Husna Fatia; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1611

Abstract

Penggunaan pupuk organik akan meningkatkan kandungan bahan organik tanah yang akan memperbaiki kesuburan tanah dan memperbaiki pertumbuhan pada tanaman. Selain itu, bahan organik berfungsi sebagai perekat yang akan meningkatkan kemantapan struktur tanah dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air, sehingga ketersediaan air tanah bagi tanaman akan meningkat. Eco farming merupakan salah satu pupuk organik yang dibuat dari bahan organik seperti kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, ampas tebu dan sabut kelapa) dan limbah industri yang menggunakan bahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi yang sesuai untuk diberikan kepada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Juni-Agustus 2023 di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Jl. Lapangan Golf . Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial yang terdiri dari dosis P0 (kontrol), P1 (25 ml eco farming), P2 (50 ml eco farming) dan P3 (75 ml eco farming). Adapun parameter yang memiliki dampak signifikan berupa jumlah bunga dan kadar klorofil.
Pengaruh Pemberian Ekoenzim dari Limbah Kulit Jeruk terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Nelvia, Repi; Rahmadina, Rahmadina; Idris, M.
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1744

Abstract

Ekoenzim merupakan campuran bahan organik yang dibuat dengan memfermentasi limbah sayuran dan buah, yang ditambahkan air dan gula. Tujuan dari campuran ini adalah untuk menyuburkan tanaman dan tanah, membasmi hama, serta meningkatkan cita rasa dan kualitas buah. Sayuran hortikultura dari keluarga Solanaceae termasuk cabai rawit (Capsicum frutescens L.), yang buahnya kecil dan pedas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ekoenzim optimal pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dan terdiri dari beberapa perlakuan, antara lain: P0 = kontrol; P1 = 5 ml ekoenzim + 1 liter air; P2 = 15 ml ekoenzim + 1 liter air; dan P3 = 30 ml ekoenzim + 1 liter air . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekoenzim dari limbah kulit jeruk berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, panjang akar, berat basah, berat kering, dan kadar klorofil tanaman. Konsentrasi yang memberikan hasil  terbaik terhadap tinggi tanaman adalah 30 ml ekoenzim + 1 liter air.
Respon Pemberian Pupuk Organik Eco Farming terhadap Hasil Pertumbuhan Tanaman Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Sundari, Lia; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1746

Abstract

Eco Farming merupakan salah satu pupuk organik yang terbuat dari limbah organik yang berfungsi  dalam memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman serta meningkatkan pH pada tanah masam yang kurang dari 6 menjadi pH normal 7,05. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk organik Eco Farming terhadap hasil pertumbuhan tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) dan mengetahui konsentrasi pemberian pupuk organik Eco Farming yang efektif digunakan, sehingga menghasilkan tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) yang optimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompook (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (150ml/L), P2 (300ml/L), dan P3 (450ml/L). Analisis data menggunakan uji Anova pada taraf nyata (signifikan) yang digunakan yaitu ?=0.05 dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diperoleh bahwa respon pemberian pupuk organik Eco Farming berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah klorofil daun, panjang polong per tanaman dan berat polong per tanaman dan menghasilkan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan tanaman kacang panjang terdapat pada P2 dengan konsentrasi 300ml/L, sedangkan P1 konsentrasi 150ml/L dan P3 konsentrasi 450 ml/L pertumbuhannya sedang dan pertumbuhan yang paling rendah terdapat pada kontrol.  
Pengaruh Pemberian Kolkisin terhadap Kromosom Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica) Kultivar Bourbon dan Kultivar Sigarar Utang Lubis, Habib Jailani; Idris, M; Idami, Zahratul
BIO-CONS : Jurnal Biologi dan Konservasi Vol. 6 No. 1 (2024): BIO-CONS: Jurnal Biologi dan Konservasi
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/biocons.v6i1.1764

Abstract

Kolkisin merupakan suatu alkaloid berwarna putih yang diperoleh dari umbi tanaman Colchichum autumnale L. (Famili Liliaceae). Senyawa ini dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada pembelahan sel sehingga terbentuknya individu poliploidi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati jumlah dan bentuk kromosom tanaman kopi arabika kultivar Bourbon dan kultivar Sigarar Utang setelah pemberian kolkisin dengan konsentrasi 0,1%, 0,2% dan0,3%. Bentuk kromosom terhadap kultivar Bourbon dan kultivar Sigarar Utang disajikan dalam bentuk karyotipe untuk memperjelas bentuk kromosom sesuai dengan letak sentromernya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah kromosom dari tanaman kopi arabika kultivar Bourbon dan kultivar Sigarar Utang dengan jumlah  22 pasang set kromosom homolog konsentrasi 0,1% dan 0,2% dan 21 pasang set kromosom homolog dengan konsentrasi 0,3% serta tanaman kopi arabika kultivar Sigarar Utang mengalami mutasi menjadi 48 kromosom. Bentuk kromosom dari tanaman kopi arabika kultivar Bourbon dan kultivar Sigarar Utang adalah metasentrik, submetasentrik, telosentrik, dan akrosentrik.
Ethnobotany of Rubiaceae Family Plants Used As Traditional Medicine in Tanjung Gusta Village Sunggal District, Deli Serdang Regency Siregar, Rivahni; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 10, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus March 2024
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v10i1.5463

Abstract

Medicinal plants are all types of plants that are known to contain compounds that are useful and efficacious to prevent, alleviate or cure a disease. Rubiaceae is one of the flowering plant tribes. This study aims to determine the type of plant, how to use, and the value of ICS (Index Culture Significance) on plants of the Rubiaceae family in Tanjung Gusta Village, Sunggal District, Deli Serdang Regency, which was conducted in May - July 2022. The research method used a descriptive survey conducted by means of field surveys and interviews. The results showed that the types of plants of the Rubiaceae family used as traditional medicine in Tanjung Gusta village are noni (Morinda citrifolia L.), asoka flower (Ixora coccinea), gambier (Uncaria acida), quinine (Cinchona pubeschens), cat's claw (Uncaria tomentosa). How to use noni by squeezing the juice, for asoka flowers by brewing, for gambier by mashing, for quinine which is used is the skin, and for cat's claw by boiling. The highest ICS value is obtained from the noni plant (Morinda citrifolia L) with a value of 24 and the lowest ICS value is obtained from the Asoka plant (Ixora coccinea) and also the quinine plant (Cinchona pubeschens) which both have the lowest ICS value with a value of 12.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Audina, Nida; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8471

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) atau lebih dikenal dengan nama kubis bunga hijau paling mirip dengan kembang kol hanya berbeda warnanya, masih satu keluarga dengan petsai, lobak, caisim, dan sawi. Tanaman kirinyuh dapat dijadikan pupuk organik cair karena memiliki kandungan hara yang cukup tinggi yaitu Nitrogen 3,90%, Posfor 0,27%, dan Kalium 1,69% sehingga biomassa gulma ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh dan konsentrasi paling baik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.). Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, adapun perlakuannya yaitu pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh dengan 4 perlakuan P0, P1, P2, P3. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA dengan bantuan aplikasi SPSS 26 dan uji anova berpengaruh nyata maka pengujian lanjut dengan analisis Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh berpengaruh nyata terhadap penambahan tinggi tanaman Brokoli serta konsentrasi 20% (200 ml pupuk organik cair daun kirinyuh + 800 ml air) memberikan pengaruh paling efektif.
ETNOBOTANI TANAMAN OBAT DI DESA DAMULI PEKAN KECAMATAN KUALUH SELATAN KABUPATEN LABUHANBATU UTARA Syafira, Haiyu Asy; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7513

Abstract

Etnobotani merupakan suatu ilmu mengenai tentang hubungan lingkungan alamnya seperti tumbuhan obat dengan masyarakat lokal. Tumbuhan Obat adalah tumbuhan yang bisa dimanfaatkan untuk obat penyembuh penyakit secara alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat, pemanfaatan tumbuhan obat, dan nilai ICS pada tumbuhan obat di Desa Damuli Pekan. Metode penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif serta teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari wawancara responden 30 orang didapatkan 18 tanaman obat yang masih digunakan masyarakat Desa Damuli Pekan, yaitu Ciplukan, Daun Beling, Kumis Kucing, Nanas, Jambu Biji, Daun Bakung, Daun Jarak, Kunyit, Daun Senggani, Manggis, Nangka Belanda/Sirsak, Daun Pandan Wangi, Rimbang, Belimbing, Sirih, Temulawak, Jahe Merah dan Lidah Buaya. Pemanfaatan tumbuhan obat di Desa Damuli Pekan Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara digunakan sebagai obat penyembuh penyakit, yaitu : Kolesterol, Ginjal, Masuk Angin, Darah Tinggi, Gatal-gatal / Cacar Air, Paru-paru, Diare, Demam Berdarah, Luka luar, yaitu : Tersayat, dan Terkena Cangkul, Obat Terkilir, Penyakit Dalam, Menghentikan Pendarahan Luka Luar, Gula Kering, Gula Basah, Lambung, Menormalkan Gula Darah, Obat Mata, Keputihan, Melancarkan Darah, dan Menyuburkan Rambut Kepala. Tumbuhan Ciplukan merupakan tumbuhan paling banyak manfaatnya digunakan sebagai obat klosterol, gula basah, masuk angin, darah tinggi, dan gatal-gatal. Nilai Index of Cultural Significanse (ICS) dari tumbuhan obat yang tertinggi terdapat 2 famili yang berbeda dan spesies yang berbeda yaitu famili Piperaceae tumbuhan Sirih (Piper betle L.) dengan nilai 72 dan famili Solanaceae Ciplukan (Physalis angulata L.) dengan nilai 63.
THE EFFECT OF A COMBINATION OF VEGETABLE PESTICIDES ON THRIPS PEST ATTACKS ON VEGETATIVE GROWTH OF GREEN BEANS (Vigna radiata L.) Lubis, Wisuda Pramarta; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8358

Abstract

The productivity of green beans according to BPS North Sumatra data for 2021 from 2019 to 2021 has decreased, with an average of 2.52%. One of the causes of decreased green bean productivity is the occurrence of thrips pest attacks. One alternative that can be done to overcome thrips pests is to use plant-based pesticides. This study aims to determine the effect of applying a combination of lemongrass and kenikir vegetable pesticides on thrips on the vegetative growth of green bean plants and to determine the most effective concentration of the use of vegetable pesticides. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD), namely concentrations (P0 = control; P1 = 100 ml of lemongrass and marigold extracts/L water; P2 = 200 ml of lemongrass and marigold extracts/L of water; P3 = 300 ml of lemongrass and marigold extracts and kenikir/L of water). The results showed that P3 (300 ml/L) treatment had a very significant effect on attack intensity of 14.91%, attack percentage of 25.35% and leaf area index of 0.46cm. Meanwhile, each treatment P0, P1, P2, P3 had no significant effect on plant height and leaf chlorophyll levels.
Studi Etnobotani Tumbuhan Pangan Yang Tidak Dibudidayakan Oleh Masyarakat Suku Karo Di Kecamatan Barus Jahe Sumatera Utara Wandini, Dwi Febiyanti; Idris, M; Idami, Zahratul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8650

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat, salah satunya sebagai tumbuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan, kategori pemanfaatan, dan cara pemanfaatan tumbuhan pangan yang tidak dibudidayakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan cara observasi dan wawancara terbuka. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam observasi adalah purpose sampling dan snowball sampling. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menyajikan dan mendskripsikan data yang dilakukan dengan menghitung ICF (Informant Consesus Factor) dan RFC (Relative Frecuency of Citation). Ditemukan sebanyak 31 spesies tumbuhan pangan yang tergolong dalam 21 famili. Organ tumbuhan pangan yang banyak digunakan yaitu bagian buah sebanyak 42,9%, Daun 34,3%, batang 11,4%, Bunga 5,7%, dan umbi 5,7%. Nilai ICF tertinggi dengan nilai 1 diperoleh dari kategori minuman. Sedangkan nilai RFC yang paling tinggi dengan nilai 1 diperoleh dari tumbuhan Physalis peruviana
PENGARUH PEMBERIAN SEKAM BAKAR PADI DAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa var. crispa) PADA SISTEM WALL PLANTER BAG Fanadillah, Yurike; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8414

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak pupuk  kandang kambing dan sekam padi yang harus diberikan pada tanaman selada merah  yang ditanam dengan sistem wall planter bag dan berapa banyak bahan organik yang harus diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan  eksperimen. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, Non Faktorial, yaitu dosis (P0 = kontrol ; P1 = sekam 0,5 kg + pukan kambing 125 gr ; P2 = sekam 1 kg + pukan kambing 250 gr ; P3 = sekam 1,5 kg + pukan kambing 375 gr. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memberikan hasil yang signifikan pada setiap parameter penelitian, dan dosis P3adalah dosis yang paling efektif menurut temuan penelitian.
Co-Authors . Mansyurdin Anita Ariani Anwar Fuadi, Anwar Anzharni Fajrina Apriani, Dwi Wahyuni Aprilia, Tiara Aqil, Nazliana Armansyah Armansyah Asif, M. Asman, Auzia Audina, Nida Auliasari, Putry Ayu Auzia Asman Bela, Aldi Okta Chairul Chairul Chairul Chaudhary, M. Cleopatra Deni Sorel Dola Ratna Yulizar Dwi Anggraini Edi Joniarti Eli Ratni Ermalianti, Ermalianti Erna Astuti Erni Febriyanti Eron Swandra Fanadillah, Yurike Farooq, U. Febriani, Annisa Vada Fitriah, Wani Gita Prima Yudha Hafizah, Ummi Hameed, R. Hanif, M. Khairul Hany, Iga Permata Harmailis Harmailis Harmailis, Harmailis Hasibuan, Rahmayani Iga Permata Hany Irda Nila Selvia Jelita Putri Adisti John Nefri Joniarti, Edi Jumiati, Melvy Kamarudin, Mohd Khairul Amri Kurnia, Meri Lashari, M. H. Lendrawati Lubis, Habib Jailani Lubis, Wisuda Pramarta Mardiana Puspasari Marta Linda Martomo Setyawan Mawarni, Devi Mohtar, Ulfa Muhammad Hanafi Murdifin Muthmainnah Muthmainnah Nabila, Sania Natalia, Ferli Nefri, John Nelvia, Repi Netty W Surya Netty W Surya Nisa, Chairul Ong, Russell Pratama, Yuda Rizky Putra, Aidil Jaya Putri, Shintiya Rahmadhani Qalbi, Raihanul Rahmadina Rahmadina, Rahmadina Rahmadini Payla Juarsa Rehman, Z. U. Rhomadoni, Firda Rizki Ridha Permata Sari Rizka Sefmaliza Salivia, Salivia Salvia Salvia Santhyami Santhyami Sari, Leli Mustika Sefmaliza, Rizka Simanjuntak, Putri Dea Firsta Siregar, Nuri Jannah Tussadiyah Siregar, Rivahni Siti Jamilatun Situmorang, Vickasyah Ramadani Solfiyeni Solfiyeni Sorel, Deni Sundari, Lia Suwirmen, Suwirmen Syafira, Haiyu Asy Syafira, Zara Tita Nopiyanti Totok Eka Suharto Ulfa Mohtar Vebianti, Rani Wandini, Dwi Febiyanti Wardhana, Budi Setya Wardhana1, Budi Setya Yamaly, Fadhil Yulianti, Sisi Zahratul Idami Zahro, Adinda Husna Fatia Zahrul Mufrodi, Zahrul Zozy Aneloi Noli