Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kombinasi Pestisida Nabati Terhadap Serangan Hama Thrips Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Hijau (_Vigna radiata_ L.) Lubis, Wisuda Pramarta; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8530

Abstract

Produktivitas kacang hijau menurut data BPS Sumatera Utara tahun 2021 sejak tahun 2019 hingga 2021 mengalami penurunan yaitu dengan rata-rata 2,52%. Penyebab menurunnya produktivitas kacang hijau salah satunya adalah terjadinya serangan hama thrips. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasai serangan hama thrips adalah menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pestisida nabati kombinasi serai dan kenikir terhadap hama thrips pada pertumbuhan vegetatif tanaman kacang hijau serta untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yaitu konsentrasi (P0 = kontrol ; P1 = 100 ml ekstrak serai dan kenikir/L air; P2 = 200 ml ekstrak serai dan kenikir/L air; P3 = 300 ml ekstrak serai dan kenikir/L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3(300 ml/L) berpengaruh sangat nyata pada intensitas serangan sebesar 14,91%, persentase serangan sebesar 25,35% dan indeks luas daun sebesar 0,46cm. Adapun pada setiap perlakuan P0,P1,P2,P3 tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan kadar klorofil daun.
Propagasi In Vitro Kaliandra Merah (Calliandra calothyrsus Meisn.) II: Induksi Perakaran Tunas dan Aklimatisasi Planlet Muhammad Idris; Auzia Asman; Deni Sorel; Edi Joniarti; Ulfa Mohtar; Harmailis Harmailis; John Nefri; Salvia Salvia
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.10341

Abstract

Red calliandra is one of woody plants that has been extensively developed as biofuel. Tissue culture techniques are employed to produce a large and uniform quantity of seedlings in a relatively short period. Previous stages of in vitro initiation and multiplication of shoot from calliandra explants have shown promising results. The shoots that were multiplied by in vitro technique need to be induced for rooting process to produce plantlets. These plantlets are then prepared for the subsequent acclimatization process. This research was conducted in two stages; root induction of shoots using a modification of MS half-strength media (MS ½) supplemented with 1-4 mg/L 1-naphthaleneacetic acid (NAA), and acclimatization of the plantlets into soil media. The results shown that MS ½ medium and media supplemented with 1 mg/L NAA were suitable for root induction, particularly to induce the root length. Furthermore, MS ½ media supplemented with 1-2 mg/L NAA stimulates the increment of plantlet height and leaves numbers. Plantlets which were transferred into soil exhibit robust growth during 3-weeks of acclimatization process, up to 100% plantlets survived during this stage. These results underscore the potential of tissue culture techniques in providing large scale calliandra seedlings production for future biofuel development.
Tanggap Pertumbuhan dan Pengakumulasian Metabolit Sekunder pada Tumbuhan Heliofitik Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) terhadap Paparan Ultraviolet Idris, Muhammad; Putri, Shintiya Rahmadhani; Suwirmen, Suwirmen
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99127

Abstract

Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat menembus lapisan ozon, UV-A dan sebagian kecil UV-B, yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Tumbuhan di daerah tropis umumnya terpapar intensitas cahaya tinggi, termasuk UV. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tumbuhan heliofit yang diperkirakan telah adaptif terhadap paparan UV. Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh paparan UV dilingkungan terhadap pertumbuhan dan akumulasi metabolit sekunder pada anakan karamunting. Penelitian ini dilaksanakan di kampus Universitas Andalas, Padang pada ketinggian sekitar 255 mdpl selama dua bulan (April-Juni, 2022). Metode eksperimental digunakan untuk menganalisis perbandingan respon antara anakan karamunting tidak terpapar dan terpapar UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan (uji t-test, p < 0,05) antara tumbuhan tidak terpapar dengan terpapar UV pada parameter pertambahan tinggi, jumlah daun, luas daun dan kandungan klorofil. Hasil analisis regresi terhadap tinggi anakan dan pertambahan tinggi selama perlakuan menunjukkan bahwa usia anakan yang digunakan sebagai sampel mempengaruhi respon terhadap paparan UV. Hasil analisis metabolit sekunder memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kandungan antosianin yang signifikan pada anakan karamunting yang terpapar UV namun tidak untuk kandungan flavonoid. Berdasarkan hal tersebut, pertumbuhan anakan karamunting secara umum tidak terpengaruh oleh paparan UV. 
Teknologi Insinerasi Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Perkotaan dan Pemulihan Energi: A Review Idris, M; Setyawan, Martomo; Mufrodi, Zahrul
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan peningkatan volume sampah perkotaan yang signifikan menjadi isu kritis di banyak kota besar, terutama karena kurangnya penerapan sistem pengelolaan sampah yang baik. Artikel ini menjelaskan bahwa salah satu solusi teknologi yang dapat digunakan adalah melalui proses insinerasi, sebuah metode pengolahan sampah dengan pembakaran pada suhu 850°C sampai 1200°C. Saat ini, proses insinerasi masih jarang diterapkan di negara berkembang. Gambaran umum tentang proses ini dan faktor-faktor yang memengaruhinya seperti suhu, komposisi sampah, laju alir udara, kadar air, waktu tinggal serta proses pencampuran bahan bakar dan udara memiliki peranan penting dalam meningkatkan efisiensi proses. Proses ini tidak hanya mengurangi volume sampah sampai 90% lebih, tetapi juga dapat menghasilkan energi panas yang dapat dikonversi menjadi energi listrik dan hasil samping pembakaran berupa abu dapat digunakan sebagai bahan konstruksi. Pemahaman mendalam ini diharapkan dapat membantu implementasi yang baik dari teknologi insinerasi dalam penanganan sampah di kota-kota besar, mengarah pada pengolahan sampah yang lebih efisien dan memulihkan energi yang dapat digunakan secara produktif.Kata kunci: efisiensi, energi, insinerasi, sampah.
Perbandingan Uji Kadar Vitamin C Dan Antioksidan Buah Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.,) Segar dan Dalam Kemasan Menggunakan Metode DPPH Di Kecamatan Marbau Hasibuan, Rahmayani; Rahmadina; Idris, M.
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 11 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v11i2.22277

Abstract

Red guava (Psidium guajava L.) has antioxidants that can prevent or inhibit the oxidation process inhibit the oxidation process. The purpose of the study was to determine the amount of comparison the highest vitamin C and antioxidant levels between fresh red guava and packaged red guava. red guava fruit in packaging. The research method used was quantitative quantitative method by free radicals DPPH (Diphenyl Picrylhydrazyl). The results of the study found that fresh red guava vitamin C guava has a level of 0.70 mg/100 grams higher than the packaged vitamin C of 0.43 mg/100 grams packaged at 0.43 mg/100 grams. IC50 value of red guava value of 194.22 ppm which is categorized as moderate, while the IC50 value in the packaging 516.59 ppm is categorized as very weak.
Pengaruh Interval Lama Penyungkupan dengan Kombinasi Media Tanam (Tanah, Arang Sekam, Kascing) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Aprilia, Tiara; Idris, M
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v7i2.12709

Abstract

This research aims to determine the effect of long exposure intervals and the combination of planting media on the growth and yield of lettuce (Lactuca sativa L.). The research method used was a Randomized Group Design (RAK) with two factors. The first factor is the exposure interval (S0 = control, S1 = 10 days, S2 = 20 days, S3 = 30 days), and the second factor is the planting medium (P0 = control, P1 = soil + vermicompost 1:1, P2 = soil + husk charcoal 1:1, P3 = soil + husk charcoal + vermicompost 1:1:2, P4 = soil + husk charcoal + vermicompost 1:2:1). Parameters observed included plant height, number of leaves, wet weight, and dry weight. Data analysis used Multivariate ANOVA and the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that a 30 days cover interval (S3) gave the best results on plant height, while a 10 days cover interval (S1) produced the highest number of leaves, wet weight, and dry weight. The planting medium influences plant height and number of leaves, with the best treatment being P3 for plant height and P1 for number of leaves. The best combination was found in S3P3 for plant height and S3P4 for number of leaves, while for wet and dry weight, S1P1 gave optimal results. The conclusion of this research is that a cover interval of 10–30 days and a combination of planting media have a significant effect on the growth and yield of lettuce plants. Keywords: Covering Interval, Combination of Planting Media (Soil, Charcoal Husk, Vermicompost), Lettuce
THE EFFECT OF A COMBINATION OF VEGETABLE PESTICIDES ON THRIPS PEST ATTACKS ON VEGETATIVE GROWTH OF GREEN BEANS (Vigna radiata L.) Lubis, Wisuda Pramarta; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8358

Abstract

The productivity of green beans according to BPS North Sumatra data for 2021 from 2019 to 2021 has decreased, with an average of 2.52%. One of the causes of decreased green bean productivity is the occurrence of thrips pest attacks. One alternative that can be done to overcome thrips pests is to use plant-based pesticides. This study aims to determine the effect of applying a combination of lemongrass and kenikir vegetable pesticides on thrips on the vegetative growth of green bean plants and to determine the most effective concentration of the use of vegetable pesticides. This study used a non-factorial Randomized Block Design (RBD), namely concentrations (P0 = control; P1 = 100 ml of lemongrass and marigold extracts/L water; P2 = 200 ml of lemongrass and marigold extracts/L of water; P3 = 300 ml of lemongrass and marigold extracts and kenikir/L of water). The results showed that P3 (300 ml/L) treatment had a very significant effect on attack intensity of 14.91%, attack percentage of 25.35% and leaf area index of 0.46cm. Meanwhile, each treatment P0, P1, P2, P3 had no significant effect on plant height and leaf chlorophyll levels.
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.) Audina, Nida; Idris, M; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8471

Abstract

Brokoli (Brassica oleracea L.) atau lebih dikenal dengan nama kubis bunga hijau paling mirip dengan kembang kol hanya berbeda warnanya, masih satu keluarga dengan petsai, lobak, caisim, dan sawi. Tanaman kirinyuh dapat dijadikan pupuk organik cair karena memiliki kandungan hara yang cukup tinggi yaitu Nitrogen 3,90%, Posfor 0,27%, dan Kalium 1,69% sehingga biomassa gulma ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh dan konsentrasi paling baik untuk pertumbuhan vegetatif tanaman Brokoli (Brassica oleracea L.). Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, adapun perlakuannya yaitu pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh dengan 4 perlakuan P0, P1, P2, P3. Penelitian ini menggunakan uji ANOVA dengan bantuan aplikasi SPSS 26 dan uji anova berpengaruh nyata maka pengujian lanjut dengan analisis Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair daun kirinyuh berpengaruh nyata terhadap penambahan tinggi tanaman Brokoli serta konsentrasi 20% (200 ml pupuk organik cair daun kirinyuh + 800 ml air) memberikan pengaruh paling efektif.
Studi Etnobotani Tumbuhan Pangan Yang Tidak Dibudidayakan Oleh Masyarakat Suku Karo Di Kecamatan Barus Jahe Sumatera Utara Wandini, Dwi Febiyanti; Idris, M; Idami, Zahratul
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8650

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat, salah satunya sebagai tumbuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan, kategori pemanfaatan, dan cara pemanfaatan tumbuhan pangan yang tidak dibudidayakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Penelitian kualitatif dilakukan dengan cara observasi dan wawancara terbuka. Teknik pemilihan informan yang digunakan dalam observasi adalah purpose sampling dan snowball sampling. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menyajikan dan mendskripsikan data yang dilakukan dengan menghitung ICF (Informant Consesus Factor) dan RFC (Relative Frecuency of Citation). Ditemukan sebanyak 31 spesies tumbuhan pangan yang tergolong dalam 21 famili. Organ tumbuhan pangan yang banyak digunakan yaitu bagian buah sebanyak 42,9%, Daun 34,3%, batang 11,4%, Bunga 5,7%, dan umbi 5,7%. Nilai ICF tertinggi dengan nilai 1 diperoleh dari kategori minuman. Sedangkan nilai RFC yang paling tinggi dengan nilai 1 diperoleh dari tumbuhan Physalis peruviana
Pengaruh Kombinasi Pestisida Nabati Terhadap Serangan Hama Thrips Pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Kacang Hijau (_Vigna radiata_ L.) Lubis, Wisuda Pramarta; Idris, M.; Rahmadina, Rahmadina
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8530

Abstract

Produktivitas kacang hijau menurut data BPS Sumatera Utara tahun 2021 sejak tahun 2019 hingga 2021 mengalami penurunan yaitu dengan rata-rata 2,52%. Penyebab menurunnya produktivitas kacang hijau salah satunya adalah terjadinya serangan hama thrips. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasai serangan hama thrips adalah menggunakan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pestisida nabati kombinasi serai dan kenikir terhadap hama thrips pada pertumbuhan vegetatif tanaman kacang hijau serta untuk mengetahui konsentrasi paling efektif dari penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial, yaitu konsentrasi (P0 = kontrol ; P1 = 100 ml ekstrak serai dan kenikir/L air; P2 = 200 ml ekstrak serai dan kenikir/L air; P3 = 300 ml ekstrak serai dan kenikir/L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3(300 ml/L) berpengaruh sangat nyata pada intensitas serangan sebesar 14,91%, persentase serangan sebesar 25,35% dan indeks luas daun sebesar 0,46cm. Adapun pada setiap perlakuan P0,P1,P2,P3 tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan kadar klorofil daun.
Co-Authors . Mansyurdin Anita Ariani Anwar Fuadi, Anwar Anzharni Fajrina Apriani, Dwi Wahyuni Aprilia, Tiara Aqil, Nazliana Armansyah Armansyah Asif, M. Asman, Auzia Audina, Nida Auliasari, Putry Ayu Auzia Asman Bela, Aldi Okta Chairul Chairul Chairul Chaudhary, M. Cleopatra Deni Sorel Dola Ratna Yulizar Dwi Anggraini Edi Joniarti Eli Ratni Ermalianti, Ermalianti Erna Astuti Erni Febriyanti Eron Swandra Fanadillah, Yurike Farooq, U. Febriani, Annisa Vada Fitriah, Wani Gita Prima Yudha Hafizah, Ummi Hameed, R. Hanif, M. Khairul Hany, Iga Permata Harmailis Harmailis Harmailis, Harmailis Hasibuan, Rahmayani Iga Permata Hany Irda Nila Selvia Jelita Putri Adisti John Nefri Joniarti, Edi Jumiati, Melvy Kamarudin, Mohd Khairul Amri Kurnia, Meri Lashari, M. H. Lendrawati Lubis, Habib Jailani Lubis, Wisuda Pramarta Mardiana Puspasari Marta Linda Martomo Setyawan Mawarni, Devi Mohtar, Ulfa Muhammad Hanafi Murdifin Muthmainnah Muthmainnah Nabila, Sania Natalia, Ferli Nefri, John Nelvia, Repi Netty W Surya Netty W Surya Nisa, Chairul Ong, Russell Pratama, Yuda Rizky Putra, Aidil Jaya Putri, Shintiya Rahmadhani Qalbi, Raihanul Rahmadina Rahmadina, Rahmadina Rahmadini Payla Juarsa Rehman, Z. U. Rhomadoni, Firda Rizki Ridha Permata Sari Rizka Sefmaliza Salivia, Salivia Salvia Salvia Santhyami Santhyami Sari, Leli Mustika Sefmaliza, Rizka Simanjuntak, Putri Dea Firsta Siregar, Nuri Jannah Tussadiyah Siregar, Rivahni Siti Jamilatun Situmorang, Vickasyah Ramadani Solfiyeni Solfiyeni Sorel, Deni Sundari, Lia Suwirmen, Suwirmen Syafira, Haiyu Asy Syafira, Zara Tita Nopiyanti Totok Eka Suharto Ulfa Mohtar Vebianti, Rani Wandini, Dwi Febiyanti Wardhana, Budi Setya Wardhana1, Budi Setya Yamaly, Fadhil Yulianti, Sisi Zahratul Idami Zahro, Adinda Husna Fatia Zahrul Mufrodi, Zahrul Zozy Aneloi Noli