Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR STATIK MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI HIGH ENERGY IODIUM-131 (I131) Rima Ramadayani; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 3: Juli 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.802 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.3.170-176.2014

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan studi awal uji perangkat kamera gamma dual head model pencitraan planar statik menggunakan sumber radiasi high energy Iodium-131 (I131) di PTKMR BATAN, Jakarta Selatan.  Pada penelitian dilakukan pengujian perangkat untuk mengetahui akumulasi sumber radiasi menggunakan teknik ROI (Region of Interest) dan model yang digunakan planar statik.  Variabel penelitian yang digunakan adalah phantom (phantom linier dan phantom BAR) variasi jarak 5 cm, 10 cm dan 15 cm selama 5 menit dan data diolah menggunakan Statistica 6.0. Untuk variasi jarak didapatkan hasil laju cacahan tanpa kolimator lebih tinggi dibandingkan menggunakan kolimator, sedangkan laju cacahan menggunakan phantom BAR lebih tinggi dibandingkan phantom linier. Hasil semua cuplikan untuk pengujian perangkat kamera gamma tidak jauh berbeda karena akumulasi sumber radiasi tersebar merata.Kata kunci : Iodium-131, Jarak, Kamera Gamma Dual Head, Kolimator HEGP, Phantom, Planar Statik.AbstractThe research conducted a preliminary study testing dual head gamma camera device models static planar imaging using high energy radiation sources Iodine-131 (I131) in PTKMR BATAN, South Jakarta. In research conducted testing device to determine the accumulation of radiation sources using techniques ROI (Region of Interest) and the models used planar static. The variables used in this study is the phantom (phantom linear and phantom BAR) variation distance of 5 cm, 10 cm and 15 cm for 5 minutes and the data processed using Statistica 6.0. For distance variation of counts rate showed no higher than using a collimator collimator, whereas the rate of shredded using phantom  BAR higher than phantom linear. The results of all samples for testing gamma camera device is not much different because of the accumulation of radiation sources spread evenly.Keyword : Iodium-131, Distance, Camera Gamma Dual Head, HEGP Collimator, Phantom, Planar
STUDI AWAL UJI PERANGKAT KAMERA GAMMA DUAL HEAD MODEL PENCITRAAN PLANAR (STATIK) MENGGUNAKAN SUMBER RADIASI MEDIUM ENERGY RADIUM-226 (RA226) Resky Maulanda Septiani; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 2: April 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.815 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.2.109-114.2014

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang uji perangkat kamera gamma telah dilakukan di bidang Teknik Nuklir Kedokteran (TNK) Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis perangkat kamera gamma dual head model pencitraan planar (statik) menggunakan sumber radiasi medium Energy Ra226. Data penelitian diperoleh dari hasil pencacahan Ra226 dengan aktivitas 0,08 mCi selama 5 menit pada jarak 5 cm, 10 cm, dan 15 cm. Penelitian ini menggunakan kamera gamma Dual Head Mediso S Series As-105061-S, kolimator MEGP, phantom linier dan phantom BAR. Data diolah menggunakan program Statistica 6.0. Hasil penelitian menunjukkan laju cacahan tanpa kolimator MEGP lebih besar dibandingkan menggunakan kolimator MEGP dan laju cacahan menggunakan phantom BAR lebih besar dibandingkan menggunakan phantom linier. Studi awal uji kamera gamma dual head menggunakan sumber radiasi medium energy Ra226, menunjukkan bahwa kamera gamma memberikan tanggapan yang baik dalam mencacah.Kata kunci: kamera gamma, Ra226, kolimator MEGP, phantom linier, phantom BAR, planar (statik).ABSTRACTPreliminary test of dual head gamma camera has performed at TNK PTKMR-BATAN, South Jakarta. The purpose of this study is examine and analyze the dual head gamma camera planar (static) imaging models using a medium energy radiation source Ra226.  The data were obtained from the enumeration of Ra226 with activity 0.08 mCi for 5 minutes at a distance of 5 cm, 10 cm, and 15 cm. This study uses a Dual Head Gamma Camera Mediso S Series As-105061-S, collimator MEGP, linear phantom and BAR phantom. The data were processed using Statistica 6.0 program. Results showed the total count without collimator MEGP greater than using the collimator MEGP and the total count using a linear phantom greater than using BAR phantom. Preliminary test of dual head gamma camera using a medium energy radiation source of Ra226, showed that the gamma camera is able to provide good response in enumerating.Keywords: gamma camera, Ra226, collimator MEGP, linear phantom,  BAR phantom, planar (static).
PERBANDINGAN DOSIS RADIASI DI UDARA TERHADAP DOSIS RADIASI DI PERMUKAAN PHANTOM PADA PESAWAT CT-SCAN Suwarni -; Dian Milvita; Heru Prasetio; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.051 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom pada pesawat CT-Scan.  Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi CTDI dari pengukuran dosis radiasi yang dipancarkan oleh pesawat CT-Scan di udara dan di permukaan phantom. Penelitian ini menggunakan detektor pencil ion chamber untuk pengukuran dosis radiasi di udara dan TLD-100 untuk pengukuran dosis radiasi di permukaan phantom. Dari hasil pengukuran diperoleh dosis radiasi di udara lebih besar dibandingkan dengan dosis radiasi di permukaan phantom. Dari perbandingan dosis radiasi di udara terhadap dosis radiasi di permukaan phantom hasil yang diperoleh masih berada dalam nilai batas dosis yang dikeluarkan oleh BAPETEN (SK.BAPETEN No. 08-P/ka-BAPETEN/1-2011).
Verifikasi Dosis Radiasi Teknik Penyinaran 3D-CRT pada Pasien Kanker Payudara Menggunakan Film EBT3 di Rumah Sakit UNAND Andrea Wessha; Dian Milvita; Muhammad Ilyas
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.516 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.2.184-190.2021

Abstract

Verifikasi dosis radiasi teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy  (3D-CRT) pada pasien kanker payudara telah dilakukan menggunakan film EBT3. Verifikasi dosis radiasi dilakukan di Rumah Sakit Universitas Andalas selama Agustus sampai September 2020. Pengukuran dosis radiasi menggunakan film EBT3 dilakukan untuk memverifikasi dosis radiasi terukur dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan protokol International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. Nilai dosis radiasi terukur diamati pada setiap lapangan penyinaran yaitu chest-wall dan supraclave. Verifikasi dosis radiasi dari penyinaran dosis radiasi yang terukur menggunakan film EBT3 mendapatkan nilai dosis radiasi yang lebih tinggi dari dosis radiasi TPS. Nilai dari pengukuran dosis radiasi menunjukkan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran chest-wall cenderung tinggi jika dibandingkan dengan dosis radiasi terukur pada lapangan penyinaran supraclave. Hasil pengukuran dosis radiasi yang tinggi pada lapangan penyinaran chest-wall disebabkan adanya penggunaan bolus. Berdasarkan hasil pengukuran dosis radiasi tersebut verifikasi dosis radiasi berdasarkan TRS 398 tidak terpenuhi. Diskrepansi dosis radiasi terukur pada setiap pengukuran melebihi standar toleransi TRS 398 yaitu (0-5)% Dose verification of Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) for breast cancer patient has been conducted using film EBT3. The dose radiation had been verificated in Andalas University Hospital from August to September in 2020. Dose radiation measurement using film EBT3 has been verified the dose radiation of Treatment Planning System (TPS) based on International Atomic Energy Agency (IAEA) Technical Report Series (TRS) 398. The measurable of dose radiation has been observed for chest-wall and supraclave. It was shown that the value of measurable dose radiation is higher than dose radiation in the TPS. The value of dose radiation measurement between chest-wall and supraclave showed different pattern. Measurable dose radiation on Chest-wall is tend to higher value than on supraclave. This pattern is may be due to that radiation treatment on chest-wall was using bolus. Furthermore, the dose radiation discrepancy using film EBT3 exceed the standard limitation base on TRS 398. Thus, the dose verification using film EBT3 is not properly enough for breast cancer patient.
ANALISIS BIODISTRIBUSI Tc99m PERTEKNETAT PADA KELENJAR TIROID PASIEN STRUMA UNI NODOSA DAN STRUMA MULTI NODOSA Fandi Aulia Ilham; Dian Milvita; Fadil Nasir; Chavied Varuna
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.072 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan analisis biodistribusi Tc99m perteknetat pada kelenjar tiroid pasien struma uni nodosa dan struma multi nodosa. Data diperoleh dari 20 orang pasien struma nodosa, terdiri dari 10 pasien struma uni nodosa dan 10 pasien struma multi nodosa. Radioisotop disuntikkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah intravena. Scan tiroid dilakukan menggunakan kamera gamma yang berjarak 10 cm dari tubuh pasien dengan tampilan anterior. Pemeriksaan dilakukan selama 5 menit setelah penyuntikan radioisotop. Hasil menunjukkan bahwa rerata biodistribusi Tc99m perteknetat pada pasien struma multi nodosa lebih tinggi dari pada struma uni nodosa. Rerata biodistribusi pada lobus kanan lebih tinggi dari pada lobus kiri.Kata kunci : biodistribusi, struma uni nodosa, struma multi nodosa, Tc99m perteknetat     AbstractAn analysis of bioditribution of Tc99m pertechnetate at thyroid gland struma uni nodosa and struma multi nodosa patients have been conducted. The data obtained from 20 struma nodosa patients, that consists of 10 struma uni nodosa and 10 struma multi nodosa patients. Radioisotope is injected into the patient's body through an intravenous blood vessels. Thyroid scanning is done using a gamma camera within 10 cm of the body of a patient with anterior view. Scanning is done for 5 minutes after injection of radioisotopes. The results showed that the average biodistribution pertechnetate Tc99m in multi nodosa patients higher than in the uni struma nodosa. Average biodistribution of right lobe is higher than left lobe. Kata kunci : biodistribution, struma uni nodosa, struma multi nodosa, Tc99m pertechnetate     
Penentuan Konsentrasi Radionuklida (226Ra, 210Pb, 210Po dan 40K) pada Tembakau Rokok yang Beredar di Kota Padang Menggunakan Spektrometer Gamma dan RAD7 Rizka Mutik Siyami; Dian Milvita; Kusdiana Kusdiana
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.761 KB) | DOI: 10.25077/jfu.10.3.344-350.2021

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi radionuklida (226Ra, 210Pb, 210Po dan 40K) pada tembakau rokok di Kota Padang menggunakan spektrometer gamma dan RAD7.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi radionuklida pada tembakau rokok dan mengestimasi dosis efektif tahunan yang diterima perokok.  Pengukuran konsentrasi radionuklida dilakukan pada 3 merek tembakau rokok, diawali dengan preparasi sampel, kalibrasi spektrometer gamma dan RAD7, serta pengukuran konsentrasi radionuklida.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 226Ra terukur pada semua sampel dengan nilai tertinggi ialah (2,29 ± 0,56) Bq/kg.  Konsentrasi 210Po terukur pada semua sampel dengan nilai tertinggi yaitu 1,61 Bq/kg.  Konsentrasi 40K terukur di semua sampel tembakau rokok dengan nilai tertinggi ialah (1.069,05 ± 101,97) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida 210Pb tidak terukur pada semua sampel.  Estimasi dosis efektif tahunan yang diterima perokok paling tinggi berasal dari radionuklida 226Ra yaitu 36,1 μSv/tahun, estimasi dosis efektif tahunan total ialah 88,5 μSv/tahun.  Nilai konsentrasi radionuklida yang terukur melebihi batas konsentrasi radionuklida oleh IAEA TE 1788, sedangkan nilai estimasi dosis efektif tahunan yang didapatkan tidak melebihi batas dosis yang ditetapkan UNSCEAR 2010.
Analisis Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) Menggunakan Detektor Jejak Nuklir CR-39 Di Objek Wisata Lobang Jepang Bukittinggi Suriza Putri; Dian Milvita; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.245 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.2.250-256.2020

Abstract

Pengukuran konsentrasi gas radon telah dilakukan di objek wisata Lobang Jepang Bukittinggi. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui estimasi dosis efektif yang diterima pengunjung dan pemandu selama memasuki objek wisata tersebut. Pengukuran gas radon dilakukan dengan metode pasif menggunakan 50 detektor jejak nuklir CR-39 yang dipasang selama 14 hari di sepanjang lintasan objek wisata tersebut. Hasil pengukuran konsentrasi gas radon terkecil yaitu 2469,87 ± 174,65 Bq/m3 sampai dengan yang terbesar yaitu 80641,18 ± 5702,19 Bq/m3. Adapun estimasi dosis efektif gas radon terhadap pengunjung yaitu 1,4 x 10-2  mSv/tahun. Nilai ini tidak melebihi dari batas yang direkomendasikan oleh UNSCEAR tahun 2000. Akan tetapi, estimasi dosis gas radon yang diterima pemandu yang didapatkan melebihi dari batas rekomendasi UNSCEAR tahun 2000. The measurement of radon gas concentration has been done in tourism object Lobang Jepang Bukittinggi. This measurement aims to determine the estimated effective dose received by visitors and guides during entering the tourism object. The radon gas measurements are carried out by the passive method using 50 CR-39 nuclear track detectors installed for 14 days along the lines of the tourism object. The smallest results of the radon gas concentration measurement are 2469.87 ± 174.65 Bq/m3 up to the largest that is 80641.18 ± 5702.19 Bq/m3. Furthermore, the estimated effective dose of radon gas to visitors is 1.4 x 10-2 mSv/year. This value does not exceed the limit recommended by UNSCEAR in 2000. However, the estimated radon gas dose received by the guide obtained exceeds the UNSCEAR recommendation limit in 2000.
Analisis Sisa Radiofarmaka NaI-131 pada Pasien Pasca Terapi Kanker Tiroid Menggunakan Teknik Whole Body Scan Suci Fauzana; Dian Milvita; Fadil Nasir
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.089 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.307-310.2017

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang analisis sisa radiofarmaka NaI-131 pada 15 orang pasien pasca terapi kanker  tiroid menggunakan teknik Whole Body Scan di Instalasi Kedokteran Nuklir Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Terapi kanker tiroid dilakukan dengan cara pemberian radiofarmaka NaI-131 dengan dosis (85-150) mCi secara oral pada pasien, selanjutnya dilakukan scan seluruh tubuh pada pasien selama ± 30"  menit menggunakan instrumentasi kamera gamma dual head skylight ADAC merek Philips dan dicacah menggunakan teknik ROI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada keseluruhan pasien pasca terapi kanker tiroid rerata sisa radiofarmaka pada tubuh yaitu 4,742 mCi atau setara dengan 175,454 MBq. Nilai sisa radiofarmaka di dalam tubuh masih berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh PERKA BAPETEN No 17 tahun 2012 yaitu 1100 MBq.Kata kunci: NaI-131, sisa radiofarmaka, Whole Body Scan.
Pengukuran Konsentrasi Gas Radon (Rn-222) dan Gas Thoron (Rn-220) Menggunakan Detektor CR-39 pada Ruangan Kelas di Kota Lubuk Basung Morry Wulandarisman; Dian Milvita; Wahyudi Wahyudi
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1480.22 KB) | DOI: 10.25077/jfu.11.1.113-118.2022

Abstract

Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 pada ruangan kelas di Kota Lubuk Basung.  Penelitian bertujuan untuk menentukan data awal konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) dalam ruangan, kemudian ditinjau berdasarkan ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014.  Pengukuran konsentrasi gas radon (Rn-222) dan thoron (Rn-220) menggunakan detektor CR-39 sebanyak 50 buah yang dipasang selama 3 bulan pada 9 lokasi sekolah.  Detektor CR-39 selanjutnya dietsa menggunakan larutan NaOH 6,25N selama 7 jam pada suhu 70oC untuk memperjelas jejak partikel alfa dari detektor.  Jejak yang terdapat pada CR-39 dibaca menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400 kali.  Hasil pengukuran konsentrasi gas radon tertinggi yaitu 135±9,55 Bq/m3 dan terendah yaitu 38±2,65 Bq/m3 dengan rerata pada ruangan kelas yaitu 84,06±5,89 Bq/m3.  Konsentrasi gas thoron (Rn-220) tertinggi yaitu 109±7,71 Bq/m3dan terendah yaitu 8±0,57 Bq/m3 dengan rata-rata 61,62±4,38 Bq/m3.  Konsentrasi yang didapatkan tidak melebihi rekomendasi ICRP Publikasi No. 126 tahun 2014 sebesar 300 Bq/m3 untuk gas radon dan thoron.  
Penentuan Prosentase Washout Tc99m Perteknetat Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Nodul Tiroid Muthiah Hidayat; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.542 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.1.%p.2014

Abstract

Penelitian penentuan prosentase washout Tc99m perteknetat pada pasien nodul tiroid dengan teknik ROI (Region of Interest) telah dilakukan di salah satu Rumah Sakit di Jakarta dengan jumlah pasien 10 orang yang terdiri dari 2 laki-laki dan 8 perempuan.  Radiofarmaka yang digunakan adalah Tc99m perteknetat. Pencitraan menggunakan kamera gamma dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pencitraan 1 dengan rentang  (0-5) menit, pencitraan 2 dengan rentang (5-10) menit dan pencitraan 3 dengan rentang (10-15) menit setelah injeksi radiofarmaka. Hasil penelitian menunjukkan  prosentase washout tertinggi pada total tiroid, lobus kanan dan lobus kiri secara berturut-turut adalah 6.14%, 6.30% dan 5.98%, sedangkan prosentase washout terendah secara berturut-turut adalah 1.02%, 1.19% dan 3.51%.  Prosentase washout yang diperoleh berada dalam rentang (0 – 25) %. Hal ini terjadi karena waktu pencitraan yang tidak dapat berlangsung lama sehingga penurunan aktivitas radiofarmaka pada  kelenjar tiroid pasien masih sedikit.
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Ilyas muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi