Claim Missing Document
Check
Articles

PEMETAAN LAJU DOSIS RADIASI MENGGUNAKAN TLD-100 DENGAN SUMBER RADIASI COBALT-60 DI INSTALASI RADIOTERAPI RSUP DR. M. DJAMIL PADANG Suryawati Arifin; Dian Milvita; Nunung Nuraeni; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.715 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pemetaan laju dosis radiasi menggunakan Thermoluminisence Dosemeter-100 (TLD-100) dengan sumber radiasi Cobalt-60 telah dilakukan di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis laju dosis radiasi dan memperkirakan efek dosis radiasi. Pengambilan data dilakukan pada 14 titik pengukuran. TLD-100 dipasang di dalam dan luar ruang penyinaran serta di ruang kerja instalasi radioterapi selama 1 bulan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju dosis radiasi di instalasi radioterapi berkisar antara 0,21 – 1.839,26 mSv per tahun.Laju dosis radiasi di luar ruang penyinaran berkisar antara 0,21 – 1,20 mSv per tahun. Laju dosis radiasi ini masih berada di bawah batas ambang efek deterministik. Efek radiasi yang diterima pekerja dan masyarakat adalah efek stokastik.Kata kunci : radioterapi, TLD-100, efek stokastik AbstractThe mapping of radiation dose rates using thermoluminescence dosimetre-100 (TLD-100) with Cobalt-60 radiation sources has been done at the Radiotherapy Installation Dr. M. Djamil Hospital Padang. This research purpose is to measure and analyze the radiation dose rate and to estimate the radiation dose effect. The data collected at 14 measuring points. TLD-100 were placed inside and outside the radiation room as well as at the radiotherapy installation workroom during  1 month. The results showed the radiation dose rate ranged from 0.21 to 1839.26 mSv per year. The radiation dose rate outside the radiation room ranged from 0.21 to 1.20 mSv per year. This radiation dose rate remained under the threshold dose of deterministic effects. The radiation effects accepted by workers and the public are stochastic effects. Keywords : radiotherapy, TLD-100,stochastic effects
Analisis Kurva Profile Dose Menggunakan Lapangan Radiasi Elektron pada Pesawat LINAC Tipe Clinac-Cx di Rs Unand Nanang Sumitra; Dian Milvita; Muhammad Al Jabbar Kanie
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.79 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.1.73-78.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis kurva profile dose menggunakan lapangan radiasi elektron pada pesawat LINAC tipe Clinac-CX di RS Unand. Penelitian ini menggunakan berkas elektron energi 9, 12, 15,18 MeV pada lapangan radiasi no off-set, off-set 1 cm, off-set 3 cm yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh energi dan lapangan radiasi terhadap nilai symmetri, flatness dan penumbra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai symmetry dan flatness pada tiap energi dan lapangan radiasi masih dalam batas toleransi yang ditetapkan oleh AAPM TG-40 yaitu 3%. Begitu juga dengan nilai penumbra yang diperoleh masih dalam batas toleransi yaitu (10-15) mm. Research on the analysis of profile dose curves has been carried out using electron radiation fields on LINAC Clinac-CX type aircraft at Unand Hospital.  This study uses electron beam energy 9, 12, 15.18 MeV using a radiation field no off-set, off-set 1 cm, off-set 3 cm which aims to determine the effect of energy and radiation field on the symmetry, flatness and penumbra values. The results showed that the symmetry and flatness values in each energy and radiation field were still within the tolerance limits set by the AAPM TG-40 at 3%. As well the penumbra value obtained is still within the tolerance range of 10-15 mm.
Uji Kesesuaian Pesawat CT – Scan 64 Slice Merek Philips di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Padang Menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 Khairunnisak Khairunnisak; Dian Milvita; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.955 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.4.355-361.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat CT-Scan 64 slice merek Philips menggunakan detektor unfors raysafe X2 di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas.  Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya, uji akurasi tegangan, uji liniearitas keluaran radiasi, uji indeks dosis CT (CTDI), uji posisi meja pemeriksaan dan uji kesesuaian laser penanda. Hasil yang didapatkan yaitu akurasi tegangan memiliki rata-rata % error sebesar 0,86%; liniearitas keluaran radiasi memiliki CL (Coefisient of Linearity) sebesar 0,010; indeks dosis CT (CTDI) dengan rata-rata CTDI100 sebesar 15,0536; Δz posisi meja pemeriksaan sebesar 0; uji laser penanda Δlaser  ≤ tebal slice minimum yaitu 0,5 mm. Pesawat        CT–Scan 64 slice merek Philips dalam kondisi andal menurut Paraturan BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011.Kata kunci : pesawat CT-Scan, uji kesesuaian, unfors raysafe x2
Analisis Hasil Pengukuran Tissue Maximum Ratio (TMR) terhadap Variasi Kedalaman Target dan Luas Lapangan Penyinaran Menggunakan Pesawat LINAC Tipe Clinac-CX Vinny Alvionita; Dian Milvita
Jurnal Fisika Unand Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.341 KB) | DOI: 10.25077/jfu.7.2.97-101.2018

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman target dan luas lapangan penyinaran terhadap penerimaan dosis radiasi pada fantom menggunakan pesawat terapi Linear Accelerator (LINAC) tipe Clinac CX. Penelitian dilakukan dengan variasi kedalaman (0-30) cm dengan interval 1 cm dan 18 variasi luas lapangan penyinaran dimulai dari (5x5) cm2 hingga (39x39) cm2 dengan interval 2 cm. Variasi kedalaman dan luas lapangan dilakukan untuk mendapatkan nilai Tissue Maximum Ratio (TMR). TMR merupakan rasio dosis radiasi di kedalaman tertentu terhadap dosis radiasi di kedalaman maksimum. Pada penelitian ini digunakan berkas energi foton sebesar 6 MV dan 10 MV, dengan teknik penyinaran Source Surface Distance (SSD). Penelitian ini dilakukan di dalam fantom air sebagai pengganti pasien menggunakan detektor ionisasi chamber. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa semakin besar kedalaman target maka semakin besar pula nilai TMR yang diterima fantom hingga mencapai kedalaman maksimum (zmaks). Setelah melewati kedalaman maksimum (zmaks) nilai TMR yang didapatkan cenderung menurun. Selanjutnya semakin bertambah luas lapangan penyinaran maka semakin bertambah nilai TMR yang didapatkan. Nilai zmaks yang didapatkan untuk berkas foton berenergi 6 MV berkisar (1,35 – 1,75) cm, dan untuk berkas foton berenergi 10 MV berkisar (2,25-2,55) cm. Nilai zmaks ini berada dalam batas yang ditetapkan oleh Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yaitu 1,5 cm untuk energi 6 MV dan 2,5 cm untuk energi 10 MV. Kata kunci: fantom air, LINAC, Source Surface Distance (SSD), Tissue Maximum Ratio (TMR).
Uji Kesesuaian Pesawat Fluoroskopi Intervensional merek Philips Allura FC menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 di Rumah Sakit Universitas Andalas Rika Susanti; Dian Milvita; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.739 KB) | DOI: 10.25077/jfu.6.3.232-239.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat fluoroskopi intervensional merek Philips Allura FC menggunakan detektor unfors raysafe x2 di instalasi radiologi rumah sakit Universitas Andalas. Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya uji kualitas citra, uji kolimasi, uji akurasi tegangan, uji kualitas berkas sinar-X, uji laju dosis tipikal pasien, uji kebocoran tabung sinar-X dan uji laju dosis input image intensifier. Hasil yang didapatkan yaitu untuk uji kualitas citra ≥ 1,6 lp/mm; uji kolimasi : (1) uji kesesuaian selisih lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X sebesar 0,077% dan 0,25%, (2) uji kesesuaian lapangan berkas sinar-X dengan image intensifier sebesar 0,797% dan 0,503%, (3) uji kesesuaian titik pusat image intensifier dengan monitor sebesar 0,173%; uji akurasi tegangan dengan % error sebesar 4,02%; uji kualitas berkas sinar-X sebesar 5,14 mmAl pada tegangan 80 kVp; uji dosis tipikal pasien sebesar 6,81 mGy/menit dan 11,87 mGy/menit; uji kebocoran tabung sinar-X sebesar 0,159 mG/jam dan uji laju dosis input image intensifier sebesar 69,54 μGy/menit dan 45,84 μGy/menit. Hasil uji dibandingkan dengan nilai lolos uji yang ditetapkan oleh Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011. Hasil yang diperoleh yaitu pesawat fluoroskopi intervensional merek Philips Allura FC dalam kondisi andal.Kata kunci : Uji Kesesuaian, Fluoroskopi Intervensional, Unfors Raysafe X2
PENGARUH DIAMETER PHANTOM DAN TEBAL SLICE TERHADAP NILAI CTDI PADA PEMERIKSAAN MENGGUNAKAN CT-SCAN Dinda Dyesti Aprilyanti; Dian Milvita; Heru Prasetio; Helfi Yuliati
Jurnal Fisika Unand Vol 2 No 2: April 2013
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.922 KB) | DOI: 10.25077/jfu.2.2.%p.2013

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh diameter phantom dan tebal slice terhadap nilai CTDI pada pemeriksaan menggunakan CT-Scan. CTDI merupakan metode yang digunakan untuk menghitung jumlah dosis radiasi yang diterima oleh pasien akibat pemeriksaan menggunakan CT-Scan. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data CTDI pada phantom menggunakan detektor Unfors Xi Set dan pengambilan data CTDI pada pasien yang terdiri dari 15 orang pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) semakin besar diameter phantom dan tebal slice yang digunakan maka semakin kecil nilai CTDI yang dihasilkan, begitu juga sebaliknya. (2) Nilai CTDI yang diterima phantom pada posisi detektor arah jam 12, 9 dan 3 lebih besar dari nilai CTDI pada posisi detektor arah jam 6 dan posisi pusat. (3) Nilai CTDI pada phantom lebih kecil dari nilai CTDI berdasarkan SK-BAPETEN No. 01-P/Ka-BAPETEN/I-03. (4) Nilai CTDI pada phantom lebih besar dari nilai CTDI pada pasien, tetapi keduanya masih berada di bawah nilai batas dosis yang direkomendasikan oleh BAPETEN.
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI Dira Rizki Martem; Dian Milvita; Helfi Yuliati2; Dyah Dwi Kusumawati
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.605 KB) | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pengukuran dosis radiasi di Ruangan Radiologi II Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah Padang menggunakan Surveymeter Unfors-Xi.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan pada 10 titik pengukuran yang di tempatkan di dalam ruangan maupun di sekitar ruangan.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran panoramik dan intraoral.  Hasil pengukuran dosis radiasi digunakan untuk menentukan efektivitas perisai radiasi.  Hasil penelitian menunjukkan interval dosis radiasi pada penyinaran panoramik sebesar 0,37 – 55,69 nGy dan pada penyinaran intraoral sebesar 0,074 – 43,76 nGy.  Perisai radiasi Ruangan Radiologi II termasuk perisai yang baik, mampu mengurangi radiasi sebesar 99,33% saat penyinaran panoramik dan 99,83% saat penyinaran intraoral.Kata kunci : dosis radiasi, Surveymeter Unfors-Xi, efektivitas perisai radiasi ABSTRACTResearch on measurement of radiation dose in Radiology Room II in the Dental Hospital of  Baiturrahmah Padang using Surveymeter Unfors-Xi has been done.  Measurement of radiation dose was conducted at 10 measurement points either in the room or around the room. Measurement of dose radiation was applied at panoramic and intraoral irradiation. The result of dose radiation measurement was used to determine shielding effectiveness of radiation. The result showed that dose interval of panoramic irradiation is 0.37-55.69 nGy and the dose interval of intraoral irradiation is 0.074-43.76 nGy. The radiation shield of Radiology Room II has a good radiation shield, which is able to diminish 99,33% and 99,83% of radiation on panoramic and intraoral irradiation, respectively.Keywords : radiation dose, Surveymeter Unfors-Xi, shielding effectiveness of radiation
Analisis Uptake Tiroid Menggunakan Teknik ROI (Region Of Interest) pada Pasien Hipertiroid Arizola Septi Vandra; Dian Milvita; Fadil Nazir
Jurnal Fisika Unand Vol 3 No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.939 KB) | DOI: 10.25077/jfu.3.1.%p.2014

Abstract

Telah dilakukan analisis uptake tiroid dari 12 orang pasien hipertiroid (struma difusa toksik dan non toksik). Diagnosis pasien dilakukan dengan thyroid scan  menggunakan kamera gamma dual head Skylight ADAC merek Philips. Masing-masing pasien disuntikkan radiofarmaka Tc99m pertechnetate sebanyak (3-5) mCi secara intravena ke lengan pasien. Thyroid scan dilakukan pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit pasca injeksi Tc99m pertechnetate. Hasil analisis menunjukkan bahwa uptake tiroid pasien struma difusa toksik berada di atas batas normal uptake tiroid. Rerata uptake tiroid pasien struma difusa toksik pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit secara berturut-turut  adalah 17.5%, 18.17% dan 18.33%. Tingginya nilai uptake menunjukkan bahwa pasien memiliki tiroid yang bersifat hiperaktif dan membutuhkan penanganan lebih lanjut terhadap kelainan fungsi tiroidnya. Uptake tiroid pasien struma difusa non toksik masih berada dalam batas normal, rerata uptake pada selang waktu 5, 10 dan 15 menit adalah 2.9%, 3.35% dan 3.38%. Tinggi rendahnya uptake tiroid bergantung pada kinerja kelenjar tiroid.
Analisis Dosis Radiasi Paru-Paru Pasien Kanker Payudara dengan Teknik Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) Berdasarkan Grafik Dose Volume Histogram (DVH) Ovia Febrietri; Dian Milvita; Fiqi Diyona
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.64 KB) | DOI: 10.25077/jfu.9.1.110-117.2020

Abstract

Telah dilakukan analisis dosis radiasi pada paru-paru enam orang pasien kanker payudara yang mendapat terapi radiasi sinar-X 6 MV dengan teknik penyinaran Three-Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT). Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi asas optimasi dan limitasi dalam proteksi radiasi dengan mengevaluasi dosis radiasi yang diterima target kanker berdasarkan ICRU Report 62, dan dosis yang diterima paru-paru pasien kanker payudara berdasarkan QUANTEC, serta mengetahui efek yang ditimbulkan pasca terapi. Pengambilan data dilakukan pada hasil kurva Dose Volume Histogram (DVH) yang didapatkan dari perencanaan penyinaran oleh dokter dan fisikawan medis di Rumah Sakit Universitas Andalas. Hasil penelitian yang didapatkan pengobatan pasien memenuhi asas optimasi karena mendapatkan dosis radiasi yang maksimal pada daerah target kanker. Nilai dosis radiasi yang diterima paru-paru pada tiga orang pasien tidak memenuhi asas limitasi karena melebihi aturan yang ditetapkan oleh QUANTEC, dan salah satu dari pasien mengalami pneumonitis. Hasil evaluasi dosis radiasi pada Planning Target Volume (PTV) dan paru-paru yaitu dosis radiasi yang diterima paru-paru pasien melebihi aturan QUANTEC dan menjadi salah satu risiko terjadinya pneumonitis. Radiation doses in the lungs of six breast cancer patients who received 6-MV X-ray radiation therapy with the Three Dimensional Conformal Radiation Therapy (3D-CRT) radiation technique has been analysed. This study aims to fulfill the principles of optimization and limitation in radiation protection by evaluating the radiation dose received by the cancer target based on ICRU Report 62, and the dose received by the breast cancer patient's lungs based on QUANTEC, as well as knowing the effects caused post-therapy. Data collection was performed on the results of the Dose Volume Histogram (DVH) curve obtained from radiation planning by doctors and medical physicists at Andalas University Hospital. The results of the study found that the treatment of patients fulfills the principle of optimization because they get the maximum radiation dose in the cancer target area. The value of the radiation dose received by the lungs in three patients did not meet the limitation principle because it exceeded the rules set by QUANTEC, and one of the patients had pneumonitis. The results of the radiation doses on the Planning Target Volume (PTV) and lungs, is the radiation dose received by the patient's lungs exceeds the QUANTEC rule and increases the risks of pneumonitis.
Verifikasi Dosis Radiasi Kanker Menggunakan TLD-100 pada Pasien Kanker Payudara dengan Penyinaran Open System Merli Azizah; Dian Milvita; Sri Herlinda; Kri Yudi Pati Sandy
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.295 KB) | DOI: 10.25077/jfu.5.2.147-152.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang verifikasi dosis radiasi kanker menggunakan Thermoluminesence Dosimeter-100 (TLD-100) pada pasien kanker payudara. Tujuan dilakukannya verifikasi adalah untuk mengetahui kesesuaian antara dosis radiasi yang diterima pasien dengan dosis radiasi yang direncanakan, sehingga tidak mengalami kekurangan atau kelebihan dosis radiasi. Verifikasi dilakukan pada lima orang pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi dengan penyinaran open system. Pengukuran dosis radiasi menggunakan teknik Source to Surface Distance (SSD). Verifikasi diperoleh dengan menghitung deviasi ketepatan perhitungan dan pengukuran dosis radiasi. Langkah-langkah sebelum melakukan verifikasi dosis radiasi adalah mengkalibrasi TLD-100, mengukur dosis radiasi permukaan menggunakan TLD-100 dan melakukan verifikasi dosis radiasi. Hasil penelitian menunjukkan deviasi ketepatan dosis radiasi berkisar dari -0,12 sampai 13,17 %. Dengan demikian, dosis radiasi yang diterima oleh lima orang pasien kanker payudara sudah tepat karena masih berada dalam rentang ketidakpastian alat ukur.Kata kunci: dosis radiasi, open system, radioterapi, TLD-100, verifikasi
Co-Authors Abrar, Luthfia Aqila Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Ahmad Fauzi Pohan Ajirma Halimatussyakdiah Alimin Mahyudin Almahdi Mousa Almuhayar, Mawanda Almuslimiati Almuslimiati Almuslimiati, Almuslimiati Alvionita, Vinny Alya Nabilla Amatulhaq, Seruni Amel Oktavia S Amel Oktavia S. Andrea Wessha Andriani, Chintia Rahmi Anggi Effina Anindy Dwitika Fanis Annisa Yuliandari Aprizka Smartalova Syahda Arizola Septi Vandra Arizola Septi Vandra Asetiyo, Dini Asma Ul Husna, Indah Astuti Astuti - Azyyati Bahirah Azyyati Bahirah, Azyyati Candra, Ega Septryan Chavied Varuna Chavied Varuna Chavied Varuna, Chavied Chintia Rahmi Andriani Cindy Wulanda Harwin Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Darlina Darlina Darlina Darlina Dedi Mardiansyah Defira, Eli Delvihardini, Rani Despriani, Yola Devi Yunita Devi Yunita Dewanti, Wafi Muthia Dewi Kartikasari Dewi Kartikasari Dewi, Rahmawati Dian Fitriyani Dinda Dyesti Aprilyanti Dinda Dyesti Aprilyanti Dira Rizki Martem Dira Rizki Martem, Dira Rizki Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati Dyah Dwi Kusumawati, Dyah Effendi, Erawan Effina, Anggi Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Emidatul Manzil Eri Hiswara Eri Hiswara Ervy Primadila Fadhil Nazir Fadhil Nazir, Fadhil Fadil Nasir Fadil Nasir Fadil Nasir, Fadil Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fadil Nazir Fandi Aulia Ilham Fandi Aulia Ilham, Fandi Aulia Fani Anjelina Fanis, Anindy Dwitika Fathanah, Nurul Fauzana, Suci Febrietri, Ovia Fenta, Ira Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona Fiqi Diyona, Fiqi Fransischa Ramona Friska Wilfianda Putri Friska Wilfianda Putri, Friska Wilfianda Gatot Suhariyono Geby Sri Ayu Oktavia Hadi, Bagus Sidik Waskito Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah Hajjatun Khairah, Hajjatun Halimatussyakdiah, Ajirma Harli Handa Hidayat Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmayeni Harmayeni Harmayeni, Harmayeni Harwin, Cindy Wulanda Hasanah.Kr, Nurul Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hasnel Sofyan Hayu Tyas Utami Helfi Yanti Helfi Yanti, Helfi Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati Helfi Yuliati2 Helfi Yuliati2, Helfi Helga Silvia Helga Silvia Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Heru Prasetio Hidayat, Harli Handa Hidayat, Maulidia I Gde Sukadana Iin Kurnia Iin Kurnia Ike Putri Liasari Imam Taufiq Imam Taufiq Imam Wahyudi Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indah Asma Ul Husna Indriani, Widia Ira Fenta Irma Dwi Rahayu Ivone Chirsnia Ivone Chirsnia Kanie, Muhammad Al Jabbar Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak Khairunnisak, Khairunnisak Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy Kri Yudi Pati Sandy, Kri Yudi Pati Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Latifah Aulia Rasyada Liasari, Ike Putri Luthfia Aqila Abrar M. Ali Shafii Mahmudi Rio Putra Mahmudi Rio Putra, Mahmudi Rio Manzil, Emidatul MARIA BINTANG Marzuki Marzuki Maulidia Hidayat Mawanda Almuhayar Maya Putri Sahfira Meqorry Yusfi Merli Azizah Merli Azizah, Merli Milda Utari Milda Utari, Milda Mohammad Ali Shafii Mona Vadila Mona Vadila Monaliza - Monaliza -, Monaliza Morry Wulandarisman Mousa, Almahdi Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Al Jabbar Kanie Muhammad Ilyas muhammad ilyas Muhammad Ilyas Muhammad Iqbal S Muhammad Rizqi Widisaputra Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mursiyatun Mustofa, Yahya Muthiah Hidayat Muthiah Hidayat Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Muthmainnah Mutya Handayani Mutya Handayani, Mutya Mutya Vonnisa Nabila Fauzi Syafitri Nanang Sumitra Nasution, Rihadatul Aisy Syofyani Nini Firmawati Nisa Oktania, Nisa Nisaul Chaira Yeni Nola Leona Gemi Nola Leona Gemi, Nola Novita, Rahmi Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurul Annisa Nurul Hasanah.Kr Oktavia S, Amel Oktavia, Amel Ovia Febrietri Pahrudin Pahrudin Pahrudin, Pahrudin Pardi Pardi Pardi Pardi, Pardi Pradana, Radhia Pratama, Ida Bagus Gede Putra Primadila, Ervy Putri Trisa Vinanda Putri, Rahmiatul Putri, Suriza Radhia Pradana Rahayu, Irma Dwi Rahmat Rasyid Rahmawati Dewi Rahmawati, Indy Rahmi Desi Martha Rahmi Desi Martha Ramacos Fardela Ramadhani, Santri Ramadhani, Syarifah Ramona, Fransischa Rasyada, Latifah Aulia Regiska, Nadia Relis, Septya Annisa Resky Maulanda Septiani Resky Maulanda Septiani, Resky Maulanda Ridwan, Ridwan Rika Susanti Rima Ramadayani Rima Ramadayani, Rima Rizka Mutik Siyami S, Amel Oktavia S, Muhammad Iqbal S., Amel Oktavia Sahfira, Maya Putri Santri Ramadhani Sari, Silvia Novita Sari, Suci Indah Seruni Amatulhaq Silvia Eka Putri Silvia Eka Putri, Silvia Eka Silvia Novita Sari Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Sri Herlinda Sri Herlinda Sri Herlinda, Sri Sri Mulyadi Sri Mulyadi Sri Mulyadi D.T. Basa Sri Oktamuliani Suci Fauzana Sumitra, Nanang Suriza Putri Suryawati Arifin Suryawati Arifin, Suryawati Suwarni - Suwarni - Suyati - Suyati Suyati Syafitri, Nabila Fauzi Syahda, Aprizka Smartalova Taufiq, Vara Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vadila, Mona Vadila, Mona Vara Taufiq Vinanda, Putri Trisa Vinny Alvionita Vinny Alvionita Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wessha, Andrea Widia Indriani Widisaputra, Muhammad Rizqi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandarisman, Morry Yahya Mustofa Yeni, Nisaul Chaira Yola Despriani Yosi Sudarsi Asril Yosi Sudarsi Asril, Yosi Sudarsi Yudayanti, Ila Yudayanti Yuliandari, Annisa Yulma Susanto, Riyan Yusfi, Meqqory Yusuf, Khalid Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi