p-Index From 2021 - 2026
3.386
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Masalah-Masalah Hukum Journal of English Language Teaching JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN ILMU USHULUDDIN Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati JURNAL ILMIAH MANAJEMEN & BISNIS Jurnal Dinamika Hukum Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi Majalah Kulit, Karet, dan Plastik Biota AlphaMath: Journal of Mathematics Education MIX : Jurnal Ilmiah Manajemen Jurnal Kelautan Tropis BERITA BIOLOGI RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan) Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE) DIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat International Journal of Business Studies BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA) REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) JaManKu : Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Mediastima Journal of Creative Student Research Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial Lontar Physics Today Aspirasi : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan International Journal of Economic Research and Financial Accounting Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Hidroponik: Jurnal Ilmu Pertanian dan Teknologi dalam Ilmu Tanaman Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Jurnal Peradaban (Filsafat, Etika, dan Agama)
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENYEMPROTAN DINDING RUMAH PENDUDUK DI DESA JINTUNG DAN DESA SRATI KECAMATAN AYAH KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2006 Sunaryo Sunaryo; Rr.Anggun Paramita Djati; Hari Ismanto; Dian Indra Dewi
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 004 Nomor 1/Tahun III Juni 2007
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.827 KB)

Abstract

Desa Jintung dan Desa Slatri, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen merupakan daerah Reseptif malaria.Terjadi peningkatan kasus malaria pada bulan Juli dan Agustus 2006. Hasil Penyelidikan Epidemiologi di kedua wilayah tersebut telah terjadi penularan malaria setempat yang bersumber dari penderita malaria yang baru pulang dari luar jawa (import). Tersangka vektor yang teridentifikasi adalah Anophelesmaculatus, An.aconitus dan An.balabacensis yang ditemukan baik menggigit di dalam rumah dan di luar rumah. Untuk mengantisipasi terjadinya penularan malaria yang lebih luas di wilayah tersebut dilakukan upaya intervensi berupa penyemprotan rumah (IRS / indoor Residual Spraying) dengan cakupan pada seluruh rumah di Desa Jintung dan Slatri. Penyemprotan rumah dilakukan pada minggu ke IV bulan Agustus 2006, petugas penyemprot dari masyarkat/kader setempat yang dilatih oleh Dinas Kesehatan Kebumen dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan adalah Bifentrin 0, 10. Agar upaya pemberantasan vektor (IRS) dapat berhasil guna dan berdaya guna harus dilakukan dengan cara yang benar yaitu meliputi ketepatan dosis insektisida, kerataan residu insektisida yang menempel dipermukaan dinding serta cakupan rumah yang di semprot. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan penyemprotan rumah dilakukan upaya evaluasi, salah satunya dengan uji hayati (Bioassay).
DINAMIKA PENULARAN MALARIA DI KABUPATEN BIAK NUMFOR PROVINSI PAPUA Sunaryo Sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 002 Nomor 01/Tahun II Juni 2006
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.463 KB)

Abstract

Kabupaten Biak Numfor merupakan salah satu Kabupaten di kawasan Timur Indonesia yang mendapat bantuan Proyek lntensifikasi Pemberantasan Penyakit Menular - 4 Global Fund (IPM-4 GF). Bantuan proyek diarahkan untuk memberdayakan daerah dalam pengendalian malaria sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian di wilayah tersebut. Diharapkan pada tahun 2005 kasus malaria menurun lebih dari 25% dibandingkan pada tahun 2002. Masalah malaria di Kabupaten Biak selama kurun waktu 3 tahun terahir menunjukkan angka cukup tinggi, dilihat dari angka malaria klinis pada tahun 2001 (17.334 kasus), 2002 (13.423 kasus), dan 2003 (10.016kasus). Upaya untuk mengatasi malaria di wilayah Biak Numfor sudah banyak dilakukan, baik dengan penemuan penderita melalui kader Pos Malaria Desa maupun upaya pemberantasan vektor dengan penyemprotan rumah dan kelambunisasi. Namun demikian malaria masih menjadi masalah serius di wilayah tersebut. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah malaria perlu dilakukan survei secara komphrehensif guna menentukan pemilihan kegiatan intervensi pemberantasan vektor yang tepat guna, berhasil guna dan berdaya guna. Sehingga pepatah orang Papua yang mengatakan "Bukan orangPapua kalau tidak terkena malaria" akan dapat dihilangkan dari konsep tersebut. Pola penularan malaria ditiap satuan epidemiologi/ekologi berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan lingkungan, jenis dan perilaku nyamuk penular (vektor), perilaku penduduk dan mutu pelayanan kesehatan setempat. Secara umum wilayah epidemiologi/ ekologi kabupaten Biak Numfor terbagi menjadi wilayah pantai dan sebagian kecil merupakan perbukitan. Oleh karena itu penentuan/pemilihan kegiatan intervensi pemberantasan vektor harus dibedakan sesuai kondisi epidemiologi/ekologi wilayah tersebut. Disamping itu perlu dikaji pola penularan malaria di setiap satuan epidemiologi/ekologi melalui Survei Dinamika Penularan. Dinamika Penularan Malaria adalah pola penularan malaria di satuan wilayah epidemiologi/ekologi yang dipengaruhi oleh adanya penderita sebagai sumber penular dan faktor resiko penularan seperti vektor, perilaku penduduk lingkungan dan pelayanan kesehatan. Sedangkan Survei Dinamika Penularan adalah kegiatan yang dilaksanakan secara terpadu meliputi investigasi penderita malaria P.falciparum dan asal penularannya, survei penderita dan penduduk, survei vektor dan lingkungan pelayanan kesehatan serta faktor resiko lainnya, guna menentukan metode pemberantasan yang tepat.
LEPTOSPIROSIS PADA MANUSIA DI KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH Bina Ikawati; Sunaryo Sunaryo; Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 9 Nomor 1 Juni 2013
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.44 KB) | DOI: 10.22435/blb.v9i1.719

Abstract

ABSTRACT. Leptospirosis is one of infected diseases that caused by bacteria pathogen called Leptospira Sp,transmitted direct or indirect from infected animal to human, also known as zoonotic deseases. Indonesia includein middle category for leptospirosis incidence with 1-10 per 100.000 population.Leptospirosis in Central Java at2011 reported in Demak, Purworejo, Klaten, Pati, Wonogiri, Cilacap, Jepara District, Semarang District andSemarang City. Clinical leptospirosis in Banyumas District found but underreported. Aimed of this research wasto confirm leptospirosis at human in Banyumas district. Cross sectional design by case screening in 3 hospital and2 Primary Health Care at Juni-November 2012. Sera from patient examine by leptotec IgG IgM and MAT(Microscopic Aglutination Test), risk factor tracer had been done in patient from Banyumas. As much 25 clinicalleptospirosis examinated with laboratory test showed 6 serra positive by leptotec IgG IgM and with MAT(Microscopic Aglutination Test). MAT test showed 4 sera clinical leptospirosis that reactive with Leptospira Spand 1 negative but reactive at low titre 1:80. Risk factor of leptospirosis was flood and poor housing, bad hygienesanitation, bad waste management. Leptospirosis case confirmed in Banyumas
STUDI FAUNA NYAMUK Anopheles DI DUKUH KARANGSENGON, DESA SIGEBLOG, KECAMATAN BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2003 Bina Ikawati; Sunaryo Sunaryo; Bondan Fajar Wahyudi
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 003 Nomor 02/Tahun II Desember 2006
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.316 KB)

Abstract

Di Provinsi Jawa Tengah sampai dengan tahun 2002 terdapat 12 Kabupaten (34,28%) yang mempunyai masalah malaria. Angka kesakitan malaria per 1000 penduduk pada tahun 2002 sebesar 1,44 %o. Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu diantara Kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai masalah malaria cukup serius. Pada tahun 2002 telah tercatat 86 desa endemis. Jumlah penderita malaria pada tahun 2001 sebanyak 6.793 orang (API: 7,47%o) meningkat menjadi 13.401orang (API : 15,33 %o) pada tahun 2002 dan 90,2 % diantaranya merupakan penderita indigenous. (Laporan Dinkes Provinsi Jateng tahun 2002). Banjarmangu adalah salah satu kecamatan dengan permasalahan malaria sepanjang tahun. Desa Sigeblog memiliki API tertinggi pada tahun 2002 ,sebesar 169%o, dengan jumlah kasus malaria sebanyak 550 yang terkonsentrasi di Dukuh Karangsengon (Laporan DKK Banjarnegara tahun 2002). Penelitian tentang komunitas nyamuk Anopheles di pemukiman dan kandang hewan yang merupakan satu satuan ekologi sangat diperlukan karena bermanfaat guna menyusun strategi pengendalian nyamuk yang dapat berperan sebagai vektor penyakit. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari fauna nyamuk Anopheles di Dukuh Karangsengon, Desa Sigeblog, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, yang meliputi fluktuasi populasi tiap spesies, kepadatan populasi, dominasi spesies, prosentase nyamuk pernah bertelur (parousitas).
RAPID ASSESMENT MALARIA PASCA TSUNAMI DI KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM Sunaryo Sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 003 Nomor 02/Tahun II Desember 2006
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.605 KB)

Abstract

Bencana gempa bumi dan Tsunami yang melanda wilayah Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara pada tanggal 26 Desember 2004 merupakan Bencana Nasional yang terbesar setelah puluhan tahun terakhir. Kabupaten Aceh Jayamerupakan bagian wilayah NAD yang terkena Tsunami dengan kerusakan terparah. Tidak hanya mengakibatkan korban manusia, harta benda, infrastruktur yang ada semua rusak serta mengakibatkan perubahan ekologi lingkungan yang berdampak timbulnya penyakit tular vektor termasuk malaria. Jumlah kasus malaria meningkat dibandingkan tahun sebelumnya (Tahun 2004) dan puncak kasus terjadi pada bulan Pebruari 2005. Meningkatnya jumlah kasus malaria di Aceh Jaya merupakan salah satu dampak dari perubahan ekosistem diantaranya terbentuknya genangan air, sehingga pada saat musim hujan air menjadi payau dan merupakan tempat perkembangbiakan potensial bagi Anopheles. Survei vektor yang dilakukan Tim Assesment vector menemukan beberapa spesies Anopheles diantaranya An. sundaicus An.barbirostris, dan An. vagus. Keberadaan pengungsi, relawan dan anggota TNI yang datang dari berbagai daerah termasuk yang datang dari daerah endemis malaria menambah resiko terjadinya penularan malaria. Tugas pendampingan/Rapid Assesment malaria pasca bencana di Aceh Jaya dilakukan dalam rangka mengumpulkan data/informasi yang terkait dengan malaria serta memperbaiki/menata sistem surveilans malaria.
SURVEI EPIDEMIOLOGI PENINGKATAN KASUS MALARIA DI DESA JINTUNG KECAMATAN AYAH WILAYAH PUSKESMAS AYAH II AGUSTUS 2006 Hari Ismanto; Tri Ramadhani; Sunaryo Sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 003 Nomor 02/Tahun II Desember 2006
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1481.658 KB)

Abstract

Berdasarkan surat permohonan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen tanggal 24 Agustus 2006 tentang Penanggulangan KLB malaria di Desa Jintung Kecamatan Ayah dan Desa Jladri Kecamatan Buayan. Telah terjadi peningkatan kasus malaria pada bulan Juli dan Agustus di wilayah Puskesmas Ayah II, yaitu di Desa Jintung. Jumlah kasus malaria sampai tanggal 16 Agustus 2006 mencapai 27 penderita (hasil konfirmasi laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) dan kemungkinan sudah terjadi penularan setempat karena sebelumnya di Desa Jintung tidak pernah ada kasus malaria. Kasus malaria bermula adanya penduduk Desa Jintung yang merantau di Bangka dan pulang dalam kondisi sakit (dengan gejala klinis malaria). Untuk mengantisipasi terjadinya penularan yang lebih luas, Loka litbang P2B2 Banjarnegara beserta tim dari DKK Kebumen. Puskesmas Ayah II melakukan survei tindak lanjut untuk mendapatkan gambaran epidemiologi malaria di Desa Jintung. Wilayah Puskesmas Ayah II sehingga diharapkan dapat diketahui sumber dan cara memutuskan rantai penularannya.
SITUASI MALARIA DI DESA SANTUUN. KECAMATAN MUARA UYA KABUPATEN TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2010 Sunaryo sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 8 Nomor 1 Juni 2012
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.047 KB) | DOI: 10.22435/blb.v8i1.772

Abstract

Malaria is still becoming public health problem in Tabalong District, South Kalimantan Province. Malaria case in Tabalong during 3 last years experiences improvement, and spread in four Sub District.The study aimed to explains the epidemiology of malaria in Santuun village, Muara Uya Sub District. Santuun village is most endemic area in Muara Uya Subdistrict, malaria control activity which have been done are passive case detection in Health Center / Hospital and entomological survey.Malaria distribution in Santuun village based on time related to rainfall, at high rainfall of malaria cases tend to increase. Most of malaria cases found at male group. Anopheles habit in Santuun is rainwater pond, sleazy pool, cracks, rice field. Anopheles which were found : An. aconitus, An. balabacensis, An. nigerimus, An. barbirostris, An. kochi, An. vagus, An.minimus.
GAMBARAN PEMAKAIAN INSEKTISIDA RUMAH TANGGA DI DAERAH ENDEMIS DBD KABUPATEN GROBOGAN TAHUN 2013 Sunaryo Sunaryo; Puji Astuti; Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 11 Nomor 1 Juni 2015
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.86 KB) | DOI: 10.22435/blb.v11i1.864

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Angkakesakitan DBD per 100.000 penduduk di Kabupaten Grobogan dari tahun 2011-2013 semakin meningkat. Penggunaaninsektisida sebagai upaya pengendalian vektor paling banyak dilakukan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan insektisida rumah tangga di Kabupaten Grobogan. Metode yang digunakan adalah surveidan wawancara dengan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar masyarakat menggunakan insektisida rumahtangga (86,33%) dengan intensitas penggunaan paling banyak sehari sekali (85,4%) dengan lama penggunaan lebih dari 5tahun (74,51%). Kandungan bahan aktif insektisida yang digunakan merupakan golongan sintetik piretroid. Hal inimerupakan salah satu faktor pendukung terjadinya kerentanan Ae. aegypti terhadap insektisida yang digunakan olehprogram.
STUDI EKOLOGI Anopheles balabacensis DI DAERAH DENGAN ATAU TANPA KEBUN SALAK DI KABUPATEN BANJARNEGARA Bambang Yunianto; Bina Ikawati; Sunaryo Sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 5 Nomor 2 Desember 2009
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.435 KB)

Abstract

Banjarnegara district is one of the district which have malaria problem in Central Java. According to SLPV survey (2000-2001), the pattern of malaria increasement is similar with the pattern of Anopheles balabacensis density. Besides, An. balabacensis is a potential vector at a recent infected area and the location with malaria outbreak (KLB). Until now there is no complete study about bioecology of An. balabacensis in Banjarnegara district. This is why we conduct the study about bioecology of An. balabacensis with three location based on endemicity strata, salak field present and An. balabacensis present. The result of this study is expected to give a basic information for vector control programme in order to cut malaria infection chain.This study was observational with ecological study design. Population of this research covered the community and breeding place of Anopheline mosquito which was found in research location. While the sample is the population of An. balabacensis and its breeding places that found in research location.Anopheles balabacensis was found in location with salak predominantly i.e. Kendaga Village, Banjarmangu Subdistrict with MBR 0,05; Prigi Village, Sigaluh Subdistrict MBR 0,03; while at location without salak predominantly in Badakarya Village, Punggelan Subdistrict An. balabacensis was not found. The presence of salak vegetation tends to influence the presence of An. balabacensis, because its leaves give a shaded breeding place for An. balabacensis. Suggestion for malaria program organizer are always be aware of the presence of malaria infection by tightening migration surveillances and eliminating water seepages. Spacing plant and setting the number of salak rib between 7 to 9, cultivating larvarous fish or giving altosid at wellspring contain mosquito larvae.
SURVEILANS MIGRASI SEBAGAI SISTEM KEWASPADAAN DINI MALARIA DI KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2006 Sunaryo Sunaryo
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 005 Nomor 02/Tahun III Desember 2007
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.526 KB)

Abstract

Malaria import masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Banjarnegara, dua tahun terakhir Proporsi malaria import meningkat lebih dari 50 %, bahkan pada bulan Maret 2006 di Kecamatan Pagedongan ada Kejadian Luar Biasa malaria. Surveilans migrasi merupakan salah satu cara menemukan penderita malaria di masyarakat, yaitu kegiatan pengambilan sediaan darah masyarakat yang datang dan pergi dari daerah endemis. Penelitian dilakukan dengan cara survei malaria pada penduduk migrasi di Kecamatan bermasalah malaria import di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penelitian dilakukan bulan Februari sampai bulan Nopember 2006. Hasil penelitian berupa informasi tentang pelaksanaan sistem surveilans migrasi dari tingkat desa sampai tingkat Kabupaten. Juru Malaria Desa (JMD) yang tinggal di desa endemis memiliki peran efektif untuk menjaring imigran yang datang dan pergi ke luar daerah untuk diperiksa Sediaan Darah malaria. Pada pelaksanaannya diperlukan pendanaan yang cukup untuk kompensasi JMD. Upaya altematif adalah memfungsikan Kader Desa/Posmaldes secara sukarela untuk membantu menjaring malaria import. Kebijakan Bupati tentang pentingnya survei migrasi melalui Surat Edaran/SK merupakan kekuatan politis untuk menggerakkan instansi pemerintah sampai tingkat desa. Membentuk jaringan informasi di tingkat RT/Dusun untuk memantau penduduk yang datang dan pergi ke luar daerah. Dari kegiatan surveilans migrasi yang dilaksanakan di kecamatan sampai tingkat desa, diharapkan dapat sebagai model yang dapat diadopsi oleh kabupaten lain yang memiliki situasi pennasalahan wilayah yang sama.
Co-Authors Achmad Prayoga Adi Suryanto Agus Raharjo Ahmad Ilham Baihaqi Ali Djunaedi Ali Ridlo Alvin Fahlevi Ambariyanto Ambariyanto Ananda Sabil Hussein Anggit Prabowo Arif Mansurrudin Asep Purwo Yudi Utomo Asnandi Nurfakih Aulia Aisa Aulia Arief Nasution Bagus handoko Bagus Pitra Aditya Bambang Yulianto Bambang Yunianto Bina Ikawati Bondan Fajar Wahyudi Cendana Mulya Chrisna Adi Suryono Dedi Suryanto Dedy Suryanto Dewi Puspita Ningsih Dian Indra Dewi Dinda Puspita Rini Doni Ambar Putra Dwi Lindah Permatasari Dyah Rahmawati Dyah Widiastuti Eka Fatmawati Tihurua El Syam, Robingun Suyud Erlin Rachman Erlin Rachman Erma Nurmalitasari Eva Eri Dia Eva Runi Khristiani, Eva Runi Faizal Noer Winda Farid Wadjdi Firdaus Firdaus Firman Catur Wibowo Gunawan Widi Santosa Hari Ismanto Harmono Harmono Hartanto Sunardi Hartono Hermawan Hermawan Hery Syahrial I Gusti Agung Komang Diafari Djuni Hartawan Igami Safitri Ikhwan Abdul Aziz Intan Masruroh Swastika Isa Sidharta Jarohman Raharjo Jauharul Fadli Juliadi Azhar Kurniawan Kalai Wanen Khajar Imaniar Kholifatun Nisya Kiki Farida Ferine Kristianto, Sonny La Ode Musa Rachmat M. Fachrul AS Margianto Margianto Marius Agung Sasmita Jati Marmi Marmi Mei Kartina Miftahuddin Miftahuddin Miftahul Jannah Minan Nur Rochman Mudinillah, Adam Muhammad Farchan Muntaha Mukhamad Rizqi Hamdilah Mutia Basinu Nova Pramestuti Nurkholish Majid NURUL HIDAYAT Nurul Humaidah Puji Wiratmo Raden Ario Rahmatiyah Rahmatiyah Ria Azizah Risnita Tri Utami Rizqi Aji Wirastomo Rossi Galih Kesuma Rr.Anggun Paramita Djati Saefudin Saefudin Sri Sedjati Sri Untari Syamsuddin Syamsuddin Syamsul Arifin Tahan Uji Tri Aji Pamungkas Tri Ramadhani U R Fitri Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali Wahyu Hari Winarno Wandha Stephani Widari Widari Widodo Hs. Yulius Basuki Adi Wibowo