Carolus Paulus Paruntu
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu, Manado 95115, Sulawesi Utara, Indonesia

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik komunitas mangrove desa Motandoi kecamatan Pinolosian Timur kabupaten Bolaang Mongondow Selatan provinsi Sulawesi Utara Paruntu, Carolus; Windarto, Agung; Rumengan, Antonius
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 5, No 2 (2017): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.5.2.2017.16619

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan sumber daya alam daerah pesisir yang  mempunyai manfaat sangat luas baik secara ekologis, ekonomis, maupun sosial. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan karakteristik atau struktur komunitas mangrove di desa Motandoi, Kecamatan Pinolosian Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara.  Parameter struktur komunitas mangrove yang diukur adalah kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode line transect kuadrat yang telah dicatat pada form mangrove, diolah lebih lanjut untuk memperoleh data spesies, kerapatan spesies, frekuensi spesies, luas areal tutupan, nilai penting suatu spesies dan keanekaragaman spesies. Selain data primer, diperoleh juga data sekunder dengan penulusuran pustaka. Hasil menunjukkan bahwa ada tiga spesies yang ditemukan, yaitu Rhizophora mucronata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 85,19%; 45,45%; 97,81%; 228,45%; 0,14; 0,07; 0,73, Rhizophora apiculata dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 10,37%; 36,36%; 1,45%; 48,18%; 0,24; 0,11; 0,01, dan Bruguiera gumnorrhiza dengan nilai RD; RF; RC; IV; H’; E; dan D, masing-maisng adalah 4,44%; 18,18%; 0,74%; 23,37%; 0,14; 0,07; 0.00.  Vegetasi mangrove di desa Motandoi didominasi oleh tiga spesies yang berasal dari family Rhizophoraceae, yaitu  Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata dan Bruguiera gumnorrhiza, namun spesies yang paling dominan adalah Rhizophora mucronata.  Tidak ditemukannya beberapa spesies yang diperkirakan hadir di lokasi penelitian, bukan berarti mereka tidak ada sama sekali, tetapi bisa disebabkan karena survei ini tidak secara khusus dirancang untuk menemukan seluruh spesies mangrove.
NEMATOSIT DAN TIGA MACAM WARNA KARANG Galaxea fascicularis (Linnaeus) DITEMUKAN DI TERUMBU KARANG PANTAI MALALAYANG KOTA MANADO Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 2, No 1 (2014): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.2.1.2014.7343

Abstract

Nematosit dan tiga macam warna karang G. fascicularis (Gs, B dan Wt) ditemukan berlimpah di terumbu karang sekitar Nusantara Diving Center (NDC) lama di pantai Malalayang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, diteliti di Laboratorium Biologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi.  Tiga dari 25 nematosit yang dikenal dalam filum Cnidaria, diamati dalam tiga macam warna karang G. fascicularis, yaitu MpM, MbM dan HI.  Tipe MpM ditemukan paling dominan terdapat dalam bagian ujung tentakel normal dari tiga macam warna karang spesies ini.  MpM dari warna karang Wt memiliki bentuk kapsul nematosit yang lebih kecil dan tangkai-tangkai lebih pendek dibandingkan dengan yang ada pada warna karang Gs atau B, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip.  Penelitian sekarang ini memperlihatkan bahwa tipe nematosit dan karakteristik tubuh dari tiga macam warna karang G. fascicularis adalah berbeda antara Gs atau B dengan Wt, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip.  Penelitian sekarang ini mengusulkan bahwa ketiga macam warna karang  G. fascicuaris (Gs atau B dengan Wt) adalah spesies yang berbeda berdasarkan morfologi nematosit dan karakteristik tubuhnya.  Penelitian selanjutnya tentang dimensi dan komposisi nematosit, DNA dan pengaruh faktor lingkungan habitat terhadap bermacam warna karang G. fascicularis adalah penting untuk memastikan apakah mereka spesies yang sama atau berbeda.
INTRASPECIFIC VARIATION IN THE REPRODUCTIVE EFFORT AMONG THREE POPULATIONS OF AN INTERTIDAL GASTROPOD, Nerita japonica (Dunker) Paruntu, Carolus
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.608 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.1.2012.105

Abstract

The aim of the present research is to figure out the reproductive effort of Nerita japonica occurring in three different intertidal habitats of Amakusa Shimoshima Island, western Kyushu, Japan. Rocky shore population and other two stony shore populations (the upper stony shore and the lower stony shore) were described based on: (a) its mean mature gonad dry weight, (b) reproductive effort, and (c) the relationship between reproductive effort and body size. Data recorded in the period of spawning season. The results revealed that there were mean mature gonad dry weight and reproductive effort variations among three snail populations. Mean mature gonad dry weight and reproductive effort were larger for the Rocky shore population, intermediate for lower stone shore population, and smaller for the upper stone shore population. In one out of three populations, i.e., the upper stone shore population, reproductive effort of mature females increased significantly with an increase in body size. The data showed that reproductive effort is related to adult body size of N. japonica. There was an intraspecific variation in reproductive effort among three populations of N. japonica over even small geographic distances. Keywords: mature body size, mature gonad dry weight, reproductive effort, intraspecific variation, Nerita japonica.  Variasi Indeks Kematangan Gonad Interspesies pada Tiga Populasi Gastropoda Intertidal, Nerita japonica (Dunder)) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan indeks kematangan gonad dari gastropoda intertidal, Nerita japonica yang hidup di tiga habitat yang berbeda di Pulau Shimoshima Amakusa, Kyushu bagian barat, Jepang. Parameter yang diamati pada setiap populasi adalah: (a) nilai rata-rata berat kering gonad matang, (b) indeks kematangan gonad, dan (c) hubungan antara indeks kematangan gonad dan ukuran tubuh. Data dicatat pada periode musim pemijahan. Ketiga populasi memperlihatkan nilai rata-rata berat kering gonad yang matang dan indeks kematangan gonad yang berbeda. Populasi pantai berbatu memiliki nilai rata-rata berat kering matang gonad dan indeks kematangan gonad yang paling besar, diikuti oleh nilai dari populasi pantai berbatu bagian bawah dan populasi pantai berbatu bagian atas memiliki nilai yang paling kecil. Selanjutnya, satu dari tiga populasi, yaitu populasi pantai berbatu bagian atas memperlihatkan indeks kematangan gonad dari individu-individu betina N. japonica berhubungan dengan ukuran tubuhnya. Sekalipun indeks kematangan gonad dari individu-individu N. japonica meningkat secara signifikan dengan bertambahnya ukuran tubuh, namun terdapat variasi intraspesifik pada N. japonica dalam hal indeks kematangan gonad menurut habitat walaupun secara geografis berdekatan.Kata kunci: ukuran tubuh matang kelamin, berat kering gonad matang, indeks kematangan gonad, variasi intraspesifik, Nerita japonica.
NEMATOSIT DARI TIGA SPESIES KARANG SCLERACTINIA, GENUS POCILLOPORA Paruntu, Carolus; Rifai, Husen; Kusen, Janny D
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 9, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.305 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.9.2.2013.4177

Abstract

Nematosit dari tiga spesies karang Scleractinia, yaitu Pocillopora eydouxi, Pocillopora woodjonesi dan Pocillopora verrucosa yang mendiami terumbu karang di kawasan Pantai Malalayang, Manado, Pro­vinsi Sulawesi Utara diteliti dalam penelitian ini. Dari 25 tipe nematosit utama yang dikenal dalam filum Cnidaria, dua tipe di antaranya dijumpai pada ketiga spesies ini. Dua tipe utama nematosit, yaitu holotrichous isorhizas (HI) dan microbasic p-mastigophores (MpM) teramati pada P. eydouxi dan P. woodjonesi, dan hanya satu tipe, yaitu microbasic p-mastigophore (MpM) diamati pada P. verrucosa. Komposisi nematosit pada P. eydouxi serupa dengan P. woodjonesi, tetapi sangat berbeda dari P. verrucosa. Ukuran HI adalah berbeda antara P. eydouxi dan P. woodjonesi, dan juga ukuran MpM berbeda antara P. verrucosa dan P. eydouxi atau P. woodjonesi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa komposisi dan dimensi nematosit cenderung bervariasi di antara ketiga spesies ini, walaupun berada dalam satu genus.   Perbedaan-perbedaan dalam nematosit ini diusulkan untuk dapat digunakan dalam klasifikasi karang. Kata kunci: Pocillopora eydouxi, Pocillopora woodjonesi, Pocillopora verrucosa, nematosit, holotrichous isorhizas (HI), microbasic p- mastigophore (MpM).   Nematocysts of three Scleractinian corals, i.e., Pocillopora eydouxi, Pocillopora woodjonesi and Pocillopora verrucosa occurring in the reef of the coastal area of Malalayang, Manado, North Sulawesi Province were studied. Of the 25 major types of nematocysts recognized in the phylum of Cnidaria, two types were encountered in these three corals. Two major types of holotrichous isorhizas (HI) and microbasic p-mastigophores (MpM) were observed in P. eydouxi and P. woodjonesi, and only one type of microbasic p-mastigophore (MpM) was observed in P. verrucosa. The nematocyst composition of P. eydouxi was similar to that of P. woodjonesi, but markedly different from that of P. verrucosa. The size of HI was different between P. eydouxi and P. woodjonesi, and also the size of MpM was different between P. verrucosa and P. eydouxi or P. woodjonesi. The present observation showed that nematocyst composition and dimension might be varied among these three corals. It is suggested that the differences in the nematocysts could be used in the classification of corals. Keywords: Pocillopora eydouxi, Pocillopora woodjonesi, Pocillopora verrucosa, nematocysts, holotrichous isorhizas (HI), microbasic p- mastigophore (MpM).
Struktur Komunitas Moluska Di Vegetasi Mangrove Desa Kulu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Rau, Arnol R.; Kusen, Janny D.; Paruntu, Carolus P.
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol 1, No 2 (2013): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.1.2.2013.2123

Abstract

Di daerah mangrove terdapat biota akuatik yang hidup berasosiasi dengan mangrove antara lain moluska, krustasea dan ikan. Moluska sangat banyak ditemukan pada daerah mangrove di Indonesia. Jenis-jenis moluska ini ada yang menempati akar dan ada juga yang mendiami batang mangrove antara lain famili Littorinidae dan yang menempati daerah lumpur di dasar akar antara lain famili Ellobiidae dan Pottamidae. Tujuan dari pernelitian ini yaitu untuk mengidenifikasi moluska yang berasosiasi dengan vegetasi mangrove; mendeskripsikan struktur komunitas melalui analisa nilai indeks keanekaragaman, kekayaan jenis, kepadatan, frekuensi, dominasi dan indeks nilai penting. Metode yang digunakan yakni, metode kuadran, dengan cara meletakan lima buah kuadran 1 x 1 meter pada masing-masing stasiun. Terdapat 11 spesies dari 8 famili yaitu, Littoraria scabra, Nerita planospira, Chicoreus capucinus, Nerita undata, Chrithidea cingulata, Terebralia sulcata, Telecopiun telescopium, Polymesoda expansa, Isognomon ephippium, Saccostrea cucculata, Anomalocardia squamosa. Nilai indeks keanekaragaman yaitu 2,060, nilai indeks kekayaan yakni 2,387, kepadatan 0,660 ind/m², frekuensi kemunculan bervariasi antara 0,067-0,667, nilai indeks dominasi yakni 0,152 dan indeks nilai penting tertinggi yakni Littoraria scabra 75,67 dan terendah terdapat 3 spesies yakni Polymesoda expansa, Saccostrea cucculata dan Anomalocardia squamosa dengan nilai indeks 3,54.
Characteristics and potential development strategy for coastal women in the management of coastal resources in Manado City Rondonuwu, Deyne; Paruntu, Carolus P; Erens, Kaparang; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 1, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.1.2.2013.7282

Abstract

Characteristics and potential of women for coastal development strategies in the management of coastal resources in the coastal city of Manado were studied. The characteristic components of coastal women who participated, included: (1) the composition of coastal women based on the total number of inhabitants, level of education and type of employment, (2) women's income as a contribution to the family income of coastal fishermen, (3) the portion of government budget earmarked for women's empowerment in coastal areas, and (4) coastal women's participation in educational activities and training. The study formulated five women's potential coastal development strategies through SWOT analysis, namely: (1) managing coastal resources sustainably by coastal women, (2) increasing access to capital for the business development of coastal women, (3) increasing government budget allocations for coastal women's empowerment, (4) improving the education and skills of coastal women, (5) women's empowerment in the development of coastal area reclamation, waste management and the improvement of the quality of fishery commodities and handicrafts. The results of this study showed that the women in the coastal city of Manado as  resource managers are one of the great development potentials. However, this has not been well managed strategically and developed by the Government.  It is recommended to Manado City Government to be more focused on empowering coastal women in the management of coastal resources for the well-being of coastal communities and fishermen. Karakteristik dan strategi pengembangan potensi perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir di enam kelurahan pesisir Kota Manado, yaitu:  Kelurahan Bunaken, Tumumpa II, Tongkaina, Malalayang I Timur, Wenang Selatan dan Sario Utara dikaji.  Komponen karakteristik perempuan pesisir yang diuji, meliputi: (1) komposisi perempuan pesisir berdasarkan jumlah total jiwa, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan, (2) kontribusi pendapatan perempuan pesisir  terhadap pendapatan keluarga nelayan, (3) besarnya bantuan pemerintah dalam APBD terhadap pemberdayaan perempuan pesisir, dan (4) partisipasi perempuan pesisir dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan.  Ada lima strategi pengembangan potensi perempuan pesisir melalui analisis SWOT, yaitu: (1) mengelola sumber daya pesisir yang berkelanjutan berbasis perempuan pesisir, (2) meningkatan akses permodalan bagi pengembangan usaha perempuan pesisir, (3) meningkatkan alokasi APBD Pemerintah untuk pemberdayaan perempuan pesisir, (4) meningkatkan pendidikan dan ketrampilan perempuan pesisir, (5) memberdayakan perempuan pesisir dalam pembangunan kawasan reklamasi pantai, pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas komoditi hasil perikanan dan kerajinan.  Hasil kajian memperlihatkan bahwa perempuan pesisir Kota Manado dalam pengelolaan sumber daya pesisir merupakan salah satu potensi sumber daya yang besar, namun belum dikelola dan dikembangkan secara strategis oleh Pemerintah.  Untuk itu disarankan kepada Pemerintah Kota Manado agar lebih fokus dalam membangun perempuan pesisir dalam pengelolaan sumber daya pesisir untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.
Pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila Oreochromis niloticus salin pada padat penebaran yang berbeda Baring, Vira; Longdong, Sammy N. J.; Ngangi, Edwin L. A.; Sinjal, Hengky J.; Kalesaran, Ockstan J.; Paruntu, Carolus P.
e-Journal BUDIDAYA PERAIRAN Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/bdp.10.1.2022.35757

Abstract

This study aimed to determine the effect stocking density on growth and determine the effect on the survival of saline tilapia. The experiment was conducted at the Aquaculture Technology Laboratory and the time of the study was from February to August 2021. The experiment was designed according to a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications so that there were 12 experimental units. The factors tested were differences in stocking density of tilapia with treatment A: 10 fish/20 liters, treatment B: 15 fish/20 liters, treatment C: 20 fish/20 liters, and treatment D: 25 fish/20 liters. Growth data and survival rate (%) were analyzed using analysis of variance for RAL, then LSD test (Least Significance Different) was performed. Observations of water quality include temperature, DO, pH, and salinity. The result of the analysis of variance showed that the difference in stocking density had a significant effect on growth, but on the survival rate had an insignificant effect. The results of the BNT test on growth showed that treatment A was not significantly different from treatments B and C, but treatments A, B, and C were significantly different from treatment D. The temperature range during the experimental period was between 29 0C – 30.9 0C, DO ranged from 4.07 ppm – 6.80 ppm, pH between 6.78 – 7.95, and salinity 25 ppt
Variasi Intraspesifik dalam Kecepatan Tumbuh di antara Tiga Populasi Gastropoda Intertidal, Nerita japonica (Dunker) Carolus Paulus Paruntu
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i2.114

Abstract

Untuk mengetahui kecepatan tumbuh Nerita japonica, maka diadakan penelitian pada populasi- populasi yang hidup pada tiga macam habitat yang berbeda di Pulau Shimoshima Amakusa, Kyushu bagian barat, Jepang. Parameter yang diamati adalah kecepatan tumbuh rata-rata, pola kecepatan tumbuh rata-rata musiman, dan hubungan antara kecepatan tumbuh dan ukuran tubuh diantara tiga populasi. Pengamatan dilakukan dalam waktu dua bulan selama satu tahun sehingga dapat diketahui variasi menurut musim. Ketiga populasi memperlihatkan kecepatan tumbuh yang berbeda. Populasi pantai rocky tumbuh paling pesat dan populasi pantai stony bagian atas paling lambat. Pola kecepatan tumbuh ketiga populasi, bervariasi menurut musim. Populasi pantai rocky memiliki kecepatan tumbuh maksimal pada periode pertumbuhan MeiJuli, sedangkan dua populasi pantai stony pada JuliSeptember. Pada bulan November−Maret tahun berikutnya ketiga populasi tumbuh sangat lambat. Kecepatan tumbuh ketiga populasi berkurang secara signifikan seiring bertambahnya ukuran tubuh, kecuali pada November−Maret tahun berikutnya, satu dari tiga populasi tidak memperlihatkan hubungan antara kecepatan tumbuh dan ukuran tubuh. Dapat disimpulkan terdapat variasi intraspesifik pada N. japonica dalam hal kecepatan tumbuh menurut musim dan habitat walaupun dengan jarak geografi yang pendek.
Coral Reef Conditions in Bahowo Waters Tongkaina, Sub District Bunaken, Manado North Sulawesi Podung, Thania Theresia; Roeroe, Kakaskasen A.; Paruntu, Carolus P.; Ompi, Medy; Schaduw, Joshian N. W.; Rondonuwu, Ari B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.37239

Abstract

Coral reefs are coastal ecosystems with the highest level of diversity with about one million species worldwide and are habitats for assemblages of millions of polyps that produce limestone to form their skeletons and develop into vast expanses of colonies. Corals are invertebrates belonging to the phylum Coelenterata (hollow animals) or Cnidaria. In order to preserve the coral reef ecosystem in the future in the Bahowo area, quantitative data is needed that can explain/describe the condition of coral reefs. The purpose of this study was to determine the condition of coral reefs, in this case, data on coral cover and associated biota in Bahowo waters. The data collection of this research used the UPT (Underwater Photo Transect) method. Analysis of the data in the form of research images using the CPCe (Coral Point Count with Excel extensions) application. The results of the analysis of the condition of coral reefs in Bahowo waters are in the damaged/bad category with live coral cover percentage data of 16.33%.Keywords: Live coral cover; Underwater photo transect (UPT); Coral reef condition; Bahowo watersAbstrakTerumbu karang merupakan ekosistem pesisir dengan tingkat keanekaragaman tertinggi dengan jumlah sekitar satu juta spesies di seluruh dunia dan merupakan habitat bagi kumpulan dari berjuta-juta hewan polip yang menghasilkan zat kapur membentuk skeletonnya dan berkembang menjadi hamparan koloni yang luas.  Karang adalah hewan tak bertulang belakang yang termasuk dalam filum Coelenterata (hewan berongga) atau Cnidaria.  Dalam rangka pelestarian ekosistem terumbu karang ke depan di daerah Bahowo, maka dibutuhkan data kuantitatif yang dapat menjelaskan/menggambarkan tentang kondisi terumbu karang.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terumbu karang, dalam hal ini data tutupan karang dan biota asosiasi di perairan Bahowo.  Pengambilan data penelitian ini menggunakan metode UPT (Underwater Photo Transect).  Analisis data berupa gambar penelitian menggunakan aplikasi CPCe (Coral Point Count with Excel extensions).  Hasil analisa kondisi terumbu karang di perairan Bahowo masuk dalam kategori rusak/buruk dengan data presentase tutupan karang hidup sebesar 16,33%.Kata kunci: Tutupan karang hidup; Underwater photo transect (UPT); Kondisi terumbu karang; Perairan Bahowo
Study Of Hard Coral (Scleractinia) Recruitment In The Molas Waters, Manado City Oli, Aris Putra; Roeroe, Kakaskasen A; Paruntu, Carolus P; Kusen, Janny D; Manembu, Indri S; Mandagi, Stephanus V
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.37489

Abstract

Coral recruitment is the entry of new coral individuals into coral reef populations due to reproduction or migration. Juvenile coral is the result of metamorphosis and growth of coral planula measuring 5 cm and attached to certain substrates. There are two types of substrates in the waters, stable substrates and unstable substrates such as rubble. The purpose of this study was to study hard coral recruitment, both in terms of density, the composition of juvenile coral colony types, size, and the type of substrate occupied by juvenile corals. This research was conducted in August 2021 in the waters of Molas, Bunaken District, Manado City. The method used for site selection is the purposive sampling method and data collection using a sampling method with quadrant transects. The results showed that the density of coral recruitment at the study site was 8,43 colonies/m2. The percentage of juvenile coral attachment on stable substrates is 90% and 10% on unstable substrates. The average size of juvenile corals at the study site was 2.4cm. The composition of the juvenile coral genus found at the research site were corals of the genus Acropora, Anacropora, Coeloseris, Cycloseris, Cyphastrea, Echinopora, Favites, Fungia, Galaxea, Goniastrea, Isopora, Leptastrea, Leptoseris, Lobophyllia, Merulina, Montastrea, Montipora, Oulophyllia, Pachyseris, Pavona, Platygyra, Plasiastrea, Pocillopora, Porites, Psammocora, Scolymia, Seriatopora, Symphyllia, and Trachyphyllia. Of the entire genus, corals of the genus Porites were dominated by the number of juveniles as many as 36 colonies.Keywords: Molas, coral, recruitment, ScleractiniaAbstrakRekrutmen karang adalah masuknya individu karang baru pada populasi terumbu karang dikarenakan reproduksi ataupun migrasi.  Juvenil karang merupakan bentuk hasil metamorphosis dan pertumbuhan planula karang yang berukuran ≤ 5 cm dan menempel pada substrat tertentu.  Terdapat dua tipe substrat di perairan, substrat yang stabil dan substrat yang tidak stabil seperti pecahan karang (rubble).  Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari tentang rekruitmen karang keras, baik dari densitas, komposisi jenis koloni juvenil karang, ukuran, hingga tipe substrat yang ditempati oleh juvenil karang.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2021 di perairan Molas Kecamatan Bunaken Kota Manado.  Metode yang digunakan untuk pemilihan lokasi adalah metode purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan transek kuadran.  Hasil penelitian menunjukan bahwa densitas rekruitmen karang pada lokasi penelitian sebesar 8,43 koloni/m2.  Persentase penempelan juvenil karang pada substrat stabil sebesar 90% dan pada substrat yang tidak stabil sebesar 10%.  Ukuran rata-rata dari juvenil karang pada lokasi penelitian adalah 2,4cm.  Komposisi genus juvenil karang yang ditemukan pada lokasi penelitian adalah karang genus Acropora, Anacropora, Coeloseris, Cycloseris, Cyphastrea, Echinopora, Favites, Fungia, Galaxea, Goniastrea, Isopora, Leptastrea, Leptoseris, Lobophyllia, Merulina, Montastrea, Montipora, Oulophyllia, Pachyseris, Pavona, Platygyra, Plasiastrea, Pocillopora, Porites, Psammocora, Scolymia, Seriatopora, Symphyllia, dan Trachyphyllia.  Dari keseluruhan genus, didominasi oleh karang genus Porites dengan jumlah juvenil sebanyak 36 koloni.Kata kunci: Molas, karang, rekrutmen, scleractinia
Co-Authors Agung B. Windarto, Agung B. Agung Windarto Angmalisang, Ping Astony Antonius Rumengan Ari B. Rondonuwu Arie Dp. Mirah Arnol R. Rau Baring, Vira Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Darus S. Paransa Defny S. Wewengkang, Defny S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deyne Rondonuwu Edwin D Ngangi Ellen J. Kumaat Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Fitje Losung Fontje G. Kaligis Ginting, Elvy Like Hanny Tioho Hendra Patrich Hengky J. Sinjal, Hengky J. Henki Rotinsulu, Henki Husen Rifai Indri Manembu Inneke F. M Rumengan J. E. M. Soputan Janny D Kusen Janny D. Kusen Jeremias R. Tuhumena Johan Tumiwa Johnny Budiman Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien Kaparang Erens Lenak, Maria Magdalena Lintang, Rosita Anggreiny J Losung, Agung Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mamesah, Movrie Mangindaan, Remy Medy Ompi Mokoginta, Junio Marzuki Pratama Natalie D Rumampuk Nicky M. Wowor, Nicky M. Nofrita Souw, Nofrita Ockstan J. Kalesaran Oli, Aris Putra Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus Kindangen Pemmy Tumewu Podung, Thania Theresia Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rondonuwu, Arie B. Roring, Jordan Iglesias Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Rumengan, Antonius Petrus Ruru, Ricky Andreas Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sandra Tilaar Stenly Wullur Stephanus V Mandagi Sumilat, Deiske Adeleine Sumual, Sarah S. Suria Darwisito, Suria Tambunan, Rose Agustin Tommy D. Sondakh Veibe Warouw Yogo Pamungkas, Yogo Yuses Bahagia, Yuses