Carolus Paulus Paruntu
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi. Jl. Kampus Unsrat Bahu, Manado 95115, Sulawesi Utara, Indonesia

Published : 41 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Estimation of Carbon Stock in Mangrove Communities in Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency Ruru, Ricky Andreas; Rumengan, Antonius Petrus; Paransa, Darus Sa'adah Johanis; Paruntu, Carolus Paulus; Bara, Robert Antonius; Rondonuwu, Ari B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.43629

Abstract

Mangrove is an ecosystem consisting of a collection of trees and grows in the area around the coastline, living in conditions influenced by tides, muddy and sandy sediments. Has an important function in the effort to absorb carbon levels through the photosynthesis process which is better than other forest vegetation. The purpose of this study, namely to identify mangrove species, examine vegetation and determine the value of biomass and estimated carbon stock in Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency, North Sulawesi. Data collection in this study used the line transect method with the transect position being on the left, middle and right of the mangrove ecosystem of Budo Village which was pulled along 100 meters per transect, then the quadrants were measured 10 m x 10 m using raffia rope to limit each quadrant with an interval of 10 m. m and the distance between transects is about 50 m. Based on the results of the study, found 4 types of mangroves, namely: Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, and Bruguiera gymnorrhyza. The highest density values and relative density of species were on transect 3 with a value of 900 trees/ha and 86.53% by Rhizophora apiculata. The species frequency and relative species frequency were highest in each transect owned by Rhizophora apiculata with values of 0.8 and 55.66%, respectively. The highest species cover was Rhizophora apiculata with a value of 2.56 cm/m with a relative species cover of 72.21%. The highest important value index was Rhizophora apiculata on transect 3 with a value of 214.31%. The highest biomass content was on transect 3 with a value of 592.27 tons/ha. The highest carbon content is on transect 3 with a value of 55.67 tons/ha.
Sustainable Development Strategy For Water Tourism Park Conservation Area In North Minahasa Regency Mokoginta, Junio Marzuki Pratama; Paruntu, Carolus Paulus; Angmalisang, Ping Astony; Rompas, Rizald Max; Wullur, Stenly; Rondonuwu, Arie B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.47581

Abstract

Abstract The Government of Indonesia has targeted 32.5 million hectares of marine conservation areas or 10% of the total area of ​​Indonesian waters in 2030. The location of the Water Tourism Park Conservation Area of North Minahasa Regency has been reserved by the North Sulawesi Provincial Government through Governor Decree Number 407 of 2018 covering an area of ​​25,838.91 hectares. The purpose of this research is to formulate a strategy for the sustainable development of the Water Tourism Park Conservation Area in North Minahasa Regency. This research was conducted for 6 months starting from June - December 2022. The method used in this research is a descriptive research method with survey techniques, namely by collecting data through interviews with relevant stakeholders as respondents. The results of this study obtained 10 (ten) priority strategies for the sustainable development of Water Tourism Park Conservation Area in North Minahasa Regency which will be recommended to the local government, in this case the Marine and Fisheries Office of North Sulawesi Province and related stakeholders as suggestions and materials that can be proposed in the context of making public policy in the field of marine and fisheries. Key words: Conservation; North Minahasa; Sustainable Development; Strategy; Water Tourism Park Abstrak Pemerintah Indonesia telah menargetkan 32,5 juta hektar kawasan konservasi perairan atau 10% dari luas perairan Indonesia pada tahun 2030. Lokasi Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan Kabupaten Minahasa Utara telah dicadangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Surat Keputusan Gubernur Nomor 407 Tahun 2018 seluas 25.838,91 hektar. Tujuan penelitian ini untuk merumuskan strategi pengembangan berkelanjutan Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan di Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan dimulai dari Juni - Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan teknik survey, yaitu dengan cara pengumpulan data melalui wawancara dengan para stakeholders terkait sebagai responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 (sepuluh) strategi prioritas untuk pengembangan berkelanjutan Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan di Kabupaten Minahasa Utara yang akan direkomendasikan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara beserta stakeholders terkait sebagai saran dan bahan yang dapat dipertimbangkan dalam rangka pembuatan kebijakan publik pada bidang kelautan dan perikanan. Kata kunci: Konservasi; Minahasa Utara; Pengembangan Berkelanjutan; Strategi; Taman Wisata Perairan
Strategies for Sustainable Use of Seagrass Ecosystem in Coastal Area around Borgo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency Losung, Agung; Paruntu, Carolus Paulus; Wagey, Billy Theodorus; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Losung, Fitje; Sambali, Hariyani
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.49000

Abstract

The objective of this research is to formulate strategies for the sustainable use of the seagrass ecosystem in the coastal area around Borgo Village, Belang District, Southeast Minahasa Regency as a public policy recommendation that can be given to the local regional government. The research method is a survey method with an interview technique using a questionnaire addressed to the heads of relevant agencies as resource persons.  The formulation of priority strategies is analyzed through the following stages: 1) Establishing the vision, mission, and values ​of the organization, 3) Analysis of the strategic environment, 4) Analysis of the final conclusions of internal and external factors, 5) SWOT analysis matrix, and (6) Determining critical success factors through strategic choice analysis. The research results obtained 6 priority strategies, namely: 1) Make academic papers as a data base on: a) coastal and marine resource profiles, b) social, economic and cultural data, and c) legal data and community institutions in the region the coast of Borgo Village and its surroundings; 2) Carry out technical guidance, counseling and outreach to the coastal communities of Borgo Village and its surroundings; 3) Provide guidance to fishermen and input to the government of Southeast Minahasa Regency so that the seagrass ecosystem area on the coast of Borgo Village and its surroundings is not used as a boat mooring location and a location for disposal of marine debris or household waste; 4) Make standard operational procedures on boat moorings, disposal of marine debris, household waste, and marine conservation techniques for the coastal communities of Borgo Village and its surroundings; 5) Empowerment of fishermen or coastal communities in Borgo Village and its surroundings in order to carry out the task of supervising and monitoring coastal and marine resources, as well as fostering the quality and processing of fishery products; and 6) Make a spatial plan for the Minapolitan area in the coastal area of Belang Regency based on Regional Regulation Number 1 of 2017 of North Sulawesi Province. Keywords: Borgo Village, seagrass ecosystem, sustainable use, priority strategy Abstrak Tujuan penelitian adalah merumuskan strategi pemanfaatan berkelanjutan ekosistem padang lamun di pesisir sekitar Desa Borgo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara sebagai rekomendasi kebijakan publik untuk diberikan kepada Pemerintah Daerah setempat.  Metode penelitian adalah metode survei dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner ditujukan kepada pimpinan instansi terkait sebagai narasumber.  Perumusan strategi prioritas dianalisis melalui tahapan: 1) Menetapkan visi, misi dan nilai organisasi, 3) Analisis lingkungan strategis, 4) Analisis kesimpulan akhir faktor internal dan eksternal, 5) Matriks analisis SWOT, dan (6) Menetapkan faktor-faktor kunci keberhasilan melalui analisis pilihan strategis.  Hasil penelitian diperoleh 6 strategi prioritas, yaitu: 1) Membuat naskah akademik sebagai database tentang: a) profil sumber daya pesisir dan laut, b) data sosial, ekonomi dan budaya, dan c) data hukum dan kelembagaan masyarakat di pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 2) Melaksanakan bimbingan teknis, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 3) Memberikan pembinaan kepada nelayan dan masukan kepada Pemerintah Kab. Minahasa Tenggara, agar di area ekosistim lamun pesisir Desa Borgo dan sekitarnya tidak dijadikan lokasi penambatan perahu dan tempat pembuangan sampah laut atau limbah rumah tangga; 4) Membuat SOP tentang tambatan perahu, tempat pembuangan sampah laut dan limbah rumah tangga, dan teknis konservasi laut kepada masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya; 5) Memberdayakan nelayan atau masyarakat pesisir Desa Borgo dan sekitarnya dalam rangka melaksanakan tugas pengawasan dan pemantauan sumber daya pesisir dan laut, serta pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan; dan 6) Membuat perencanaan penataan ruang di kawasan Minapolitan wilayah pesisir Belang berdasarkan Perda No. 1 Tahun 2017 Prov. SULUT. Kata kunci: Desa Borgo, ekosistim lamun, pemanfaatan berkelanjutan, strategi prioritas
The Suitability Index of Mangrove Tourism in the Coastal Area around Budo Village, Wori Sub-District, North Minahasa Regency for Marine Ecotourism Tambunan, Rose Agustin; Rumengan, Antonius Petrus; Paruntu, Carolus Paulus; Rampengan, Royke M.; Ompi, Medy; Rompas, Rizald Max
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50039

Abstract

The purpose of this study was to analyze the tourism suitability index and the carrying capacity of the mangrove ecotourism area in Budo Village, Wori District, North Minahasa Regency. The research method used was a cruising survey method using line transects and visual method which were carried out on three transects to obtain mangrove bio-ecological parameter values, namely thickness, species, density, biota objects associated with mangroves, and sea tides. The results showed that the mangrove thickness values ​​on transects 1-3 were 157 m, 138 m, and 135 m respectively, with an average value of 143.3 m; a number of mangrove species, namely 6 species (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Avicennia marina, and Nypa fruticans); mangrove density values ​​on transects 1-3, respectively 10.2 ind/100 m2, 11.8 ind/100 m2 and 6.2 ind/100 m2, with an average value of 9.4 ind/100 m2; mangrove association biota objects in transects 1-3, including fishes, shrimps, crabs, mollusks, birds and reptiles; and the average tidal value is as high as 2 m. The average value of the tourism suitability index was 54.6% with the conditionally appropriate category on all transects; and the carrying capacity of the mangrove tourism area was 116 people/day, with an operational time of 14 hours/day. Further research requires a sustainability analysis to produce efficient and effective programs for the development of mangrove ecotourism in Budo Village. Keywords: Area carrying capacity, Budo Village, Ecotourism, Tourism suitability index, Mangrove Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan ekowisata mangrove Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei jelajah dengan menggunakan line transect dan metode visual pada tiga transek untuk memperoleh nilai-nilai parameter bio-ekologi mangrove, yaitu ketebalan, jenis, kerapatan jenis, objek biota asosiasi mangrove, dan pasang surut air laut. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ketebalan mangrove pada transek 1-3, masing-masing adalah 157 m, 138 m, dan 135 m, dengan nilai rata-ratanya 143,3 m; jumlah jenis mangrove 6 spesies (Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Avicennia marina dan Nypa fruticans); nilai kerapatan mangrove pada transek 1-3, masing-masing adalah 10,2 ind/100 m2, 11,8 ind/100 m2 dan 6,2 ind/100 m2, dengan nilai rata-ratanya 9,4 ind/100 m2; objek biota asosiasi mangrove pada  transek 1-3 meliputi ikan, udang, kepiting, moluska, burung, dan reptil; dan nilai rata-rata pasang surut air laut setinggi 2 m;  nilai rata-rata Indeks kesesuaian wisata sebesar 54,6 % dengan kategori “sesuai bersyarat” pada semua transek; dan daya dukung kawasan wisata mangrove Desa Budo adalah 116 orang/hari dengan waktu operasional 14 jam/hari. Penelitian selanjutnya diperlukan analisis keberlanjutan untuk menghasilkan program-program yang efisien dan efektif dalam rangka pengembangan ekowisata mangrove Desa Budo. Kata kunci: Daya dukung kawasan, Desa Budo, Ekowisata, Indeks kesesuaian wisata, Mangrove
Strategy for Sustainable Use of Mangrove Ecosystem In Coastal Tatengesan, Southeast Minahasa Regency Pamungkas, Yogo; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Antonius Petrus; Manembu, Indri Shelovita; Sondak, Calvyn Fredrik Aldus; Ginting, Elvy Like
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.51570

Abstract

The mangrove ecosystem area in the coastal area of Tatengesan Village, Pusomaen District, Southeast Minahasa Regency has been developed as a mangrove ecotourism area which has been managed by Village-Owned Enterprises (BUMD) since January 2019 with assistance from the Mandiri Rural National Community Empowerment Program (PNPM) team. The development of this mangrove ecotourism activity was stopped for a moment due to the impact of the COVID-19 pandemic, but currently, COVID-19 cases are considered endemic so this mangrove ecotourism activity will be developed again. This research aims to formulate some strategies for the sustainable use of the mangrove ecosystem on the Tatengesan coast, Southeast Minahasa Regency. This research lasted for 5 months, from September 2022 - February 2023. This research used descriptive qualitative methods with survey technique, i.e., in-depth direct interviews with resource persons (respondents). The formulation of priority strategies (key success factors) was analyzed using S.W.O.T and strategy choice analysis. This research produced 9 (nine) priority strategies as academic texts, which can be recommended to governments related to the marine and fisheries sector as elements of public policy-making officials. Keywords: Tatengesan village, mangrove ecotourism, sustainable use, priority strategies. Abstrak Kawasan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Desa Tatengesan, Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara dikembangkan sebagai kawasan ekowisata mangrove yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMD) sejak Januari 2019 dengan pendampingan oleh tim Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.  Kegiatan ekowisata mangrove ini pengembangannya terhenti sejenak dikarenakan adanya dampak pandemi Covid-19, namun saat ini kasus Covid-19 sudah dianggap endemi sehingga kegiatan ekowisata mangrove ini akan dikembangkan kembali.  Tujuan penelitian ini yaitu merumuskan strategi pemanfaatan berkelanjutan ekosistem mangrove ke arah berkelanjutan di pesisir Tatengesan Kabupaten Minahasa Tenggara.  Riset ini berlangsung selama 5 bulan, dari September 2022 - Februari 2023.  Riset ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik survei, yaitu wawancara langsung secara mendalam (in-depth interview) kepada narasumber (responden).  Perumusan strategi prioritas (faktor kunci keberhasilan) di analisis dengan menggunakan S.W.O.T dan analisis pilihan strategi.  Penelitian ini menghasilkan 9 (sembilan) strategi prioritas sebagai naskah akademik, yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah terkait pada sektor kelautan dan perikanan sebagai unsur pejabat pembuat kebijakan publik. Kata kunci: Desa Tatengesan, ekowisata mangrove, pemanfaatan berkelanjutan, strategi prioritas.
Suitability Index and Supporting Capacity of Mangrove Ecotourism in Darunu Mangrove Park Wori District North Minahasa Regency Gultom, Fernando; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Antonius Petrus; Rumampuk, Natalie D. C.; Paransa, Darus S. J.; Ompi, Medy
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 1 (2024): ISSUE JANUARY-JUNE 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i1.54566

Abstract

The purpose of the study was to determine the type of mangrove, mangrove density, mangrove thickness, tides, associated biota objects, tourism suitability index, and carrying capacity of the Darunu mangrove tourism area.  The research period is October-December 2023.  The research methods used are cruising survey for mangrove species, line transect for mangrove density, remote sensing for mangrove thickness, and visualization for associated biota objects.  Data analysis for the tourism suitability index (IKW) and area carrying capacity (DDK) is guided by the provisions of Yulianda (2019).  The IKW value is 2.0 with the appropriate category and the DDK value is 25 people per day.  The size of the DDK value of the mangrove tourism area depends on two main factors, namely the length of tracking and the length of operating time.  The greater the value of tracking length and the length of operating time, the greater the DDK value, conversely the smaller the value of tracking length and the length of operating time, the smaller the DDK value.  As a recommendation to the village government to be able to extend the tracking distance by utilizing the mangrove spaces that are still available, in addition to the tourist period can be extended with adequate facilities such as electricity, lighting, etc. so that the value of DDK can still be achieved as much as possible to increase the economic income of the village community while still paying attention to environmental sustainability.  Furthermore, community participation to preserve this mangrove forest area is needed for the sustainability of ecotourism-based mangrove tourism at Darunu Mangrove Park. Keywords: Area carrying capacity, Darunu Mangrove Park, Ecotourism, Mangrove, Tourism suitability index. Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis mangrove, kerapatan mangrove, ketebalan mangrove, pasang surut air laut, objek biota asosiasi, indeks kesesuaian wisata dan daya dukung kawasan wisata Darunu Mangrove Park.  Periode penelitian yaitu Oktober-Desember 2023.  Metode penelitian yang digunakan yaitu survey jelajah untuk jenis mangrove, transek garis untuk kerapatan mangrove, penginderaan jauh untuk ketebalan mangrove, visualisasi untuk objek biota asosiasi.  Analisis data untuk indeks kesesuaian wisata (IKW) dan daya dukung kawasan (DDK) berpedoman pada ketentuan dari Yulianda (2019).  Nilai IKW sebesar 2,0 dengan kategori sesuai dan nilai DDK sebanyak 25 orang per hari.  Besar kecilnya nilai DDK kawasan wisata mangrove tergantung pada dua faktor utama, yaitu panjang tracking dan lamanya waktu operasi. Semakin besar nilai panjang tracking dan lamanya waktu operasi, maka semakin besar pula nilai DDK tersebut, sebaliknya semakin kecil nilai panjang tracking dan lamanya waktu operasi maka semakin kecil nilai DDK tersebut.  Sebagai rekomendasi kepada pemerintah desa untuk dapat memperpanjang jarak tracking dengan memanfaatkan ruang-ruang mangrove yang masih tersedia, disamping itu periode waktu wisata dapat diperpanjang dengan dilengkapi fasilitas yang memadai seperti listrik, penerangan, dan lain-lain, agar nilai DDK masih dapat dicapai semaksimal mungkin dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat desa dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungannya. Selanjutnya peran serta masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove ini sangat dibutuhkan demi keberlanjutan wisata mangrove berbasis ekowisata di Darunu Mangrove Park. Kata kunci: Daya dukung kawasan, Darunu Mangrove Park, Ekowisata, Indeks kesesuaian wisata, Mangrove.
Study On Nematocysts Of Scleractinia Coral, Stylophora subseriata From Coral Reef Area In The Coast Of Bulutui, North Minahasa Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien; Paruntu, Carolus Paulus; Roeroe, Kakaskasen Andreas; Lintang, Rosita Anggreiny J; Manembu, Indri Shelovita; Schaduw, Joshian Nicolas William
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.58486

Abstract

This study aims to identify the type, size dimension, and composition of nematocysts from the Scleractinia coral, Stylophora subseriata. This study was carried out from March to May 2023. Observations and measurements of nematocyst cells were conducted using an Optika 4083 B3 microscope connected to a computer equipped with Optika View 7 software. S. subseriata has three main types of nematocyst, i.e., type I micro basic p-mastigophore (MpM- I), type II micro basic p-mastigophore (MpM-II) and micro basic b-mastigophore (MbM).  Type MpM-I has an average capsule length of 182.10 µm, capsule width of 38.98 µm, and shaft length of 76.45 µm;  MpM-II has an average capsule length of 166.72 µm, capsule width of 41.60 µm, and shaft length of 108.48 µm; and MbM has an average capsule length of 154.84 µm and capsule width of 30.96 µm. The nematocysts composition consists of MpM-I 26.67 %, MpM-II 23.33 %, and MbM 50.00 %.  The MbM type is nematocyst dominant in this coral species.  Future study is recommended to examine the comparative characteristics of nematocysts from S. subseriata with other species of corals in the same genus to determine the specific nematocyst of each type of coral with the role of their particular types of nematocyst. Keywords: Bulutui coast, nematocyst, North Minahasa, Scleractinia, Stylophora subseriata Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tipe, dimensi ukuran dan komposisi nematosit dari karang Scleractinia, Stylophora subseriata. Studi ini dilakukan dari Maret - Mei 2023. Pengamatan dan pengukuran sel nematosit dilakukan menggunakan mikroskop Optika 4083 B3 yang terhubung dengan komputer yang dilengkapi software Optika View 7. S. subseriata memiliki tiga tipe nematosit utama, yaitu microbasic p-mastigophore tipe I (MpM-I), microbasic p-mastigophore tipe II (MpM-II) dan microbasic b-mastigopore (MbM).  Tipe MpM-I memiliki rata-rata panjang kapsul 182,10 µm, lebar kapsul 38,98 µm, dan panjang tangkai 76,45 µm;  MpM-II memiliki rata-rata panjang kapsul 166,72 µm, lebar kapsul 41,60 µm, dan panjang tangkai 108,48 µm; serta MbM dengan panjang kapsul 154,84 µm dan lebar kapsul 30,96 µm. Komposisi nematositnya terdiri dari MpM-I 26,67 %, MpM-II 23,33 % dan MbM 50.00 %.  Tipe MbM adalah nematosit yang dominan dalam spesies ini.  Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti perbandingan antara karakteristik nematosit dari S. subseriata dengan jenis karang lainnya dalam satu genus untuk mengetahui nematosit spesifik dari masing-masing jenis karang tersebut sehubungan dengan peran dari tipe-tipe nematosit spesifiknya.       Kata kunci: Minahasa Utara, nematosit, Pesisir Bulutui, Scleractinia, Stylophora subseriata
Morphometry of Limpet, Patelloida heroldi (Dunker, 1861) on Exposed and Sheltered Intertidal Stony Shores at Magarizaki Beach, Amakusa, Japan Roring, Jordan Iglesias; Paruntu, Carolus Paulus; Rumengan, Inneke Fenny Melke
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.58533

Abstract

This study aims to determine the differences in shell dimensions (length, width, and height) of Patelloida heroldi between two locations: an exposed intertidal stony shore and a sheltered intertidal stony shore. The research was conducted at Magarizaki Beach, Tomioka Peninsula, Amakusa, Japan, over two months from March to April 2024. Sampling was conducted using 25 x 25 cm quadrats along a line transect. The results showed that the average shell size of P. herolda at the exposed shore was 7.52 mm in length, 5.57 mm in width, and 2.23 mm in height, while, at the sheltered shore was 5.34 mm in length, 4.10 mm in width, and 1.81 mm in height. The shell size of limpets living on the exposed shore was significantly larger than those on the sheltered shore (t-student, P < 0.05). This study suggests that the difference in limpet shell sizes between the two locations was not influenced by population density, but was likely affected by differences in food supply and sedimentation levels in the areas. The impacts of environmental factors and food supply on the growth of limpets at the two locations are necessary to study in the future. Keywords: Exposed intertidal stony shore, morphometry, Patelloida heroldi, shell, sheltered intertidal stony shore Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perbedaan dimensi cangkang P. heroldi (panjang, lebar, dan tinggi) di antara dua lokasi berbeda, yaitu pantai berbatu intertidal terbuka dan pantai berbatu intertidal terlindung. Penelitian ini dilaksanakan di Pantai Magarizaki, Semenanjung Tomioka, Amakusa, Jepang selama 2 bulan, Maret-April 2024. Metode yang digunakan yaitu metode sampling kuadrat dengan menggunakan transek garis dan kuadrat yang berukuran 25 x 25 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata ukuran cangkang Patelloida heroldi di pantai berbatu terbuka, yaitu masing-masing panjang, lebar, dan tinggi cangkang sebesar 7,52 mm, 5,57 mm, dan 2,23 mm, sedangkan yang di pantai berbatu terlindung, yaitu masing-masing panjang, lebar, dan tinggi cangkang sebesar 5,34 mm, 4,10 mm, dan 1,81 mm. Ukuran cangkang limpet yang hidup di pantai berbatu terbuka lebih besar dibandingkan dengan yang hidup di pantai terlindung (t-student, P < 0,05). Penelitian ini memperlihatkan bahwa perbedaan ukuran cangkang limpet di kedua lokasi tidak dipengaruhi oleh faktor kepadatan, melainkan diduga dipengaruhi oleh perbedaan suplai makanan dan tingkat sedimentasi pada kedua area pantai intertidal berbatu yang terbuka dan terlindung. Pengaruh faktor-faktor lingkungan dan suplai makanan terhadap pertumbuhan limpet pada kedua lokasi perlu diteliti lebih lanjut. Kata kunci: Cangkang, morfometri, pantai berbatu intertidal terbuka, pantai berbatu intertidal terlindung, Patelloida heroldi
Study of Scleractinian Coral Recruitment in the Waters of Tanjung Pisok and Siladen Island, Bunaken National Park Lenak, Maria Magdalena; Roeroe, Kakaskasen; Paruntu, Carolus; Mangindaan, Remy; Manembu, Indri; Rimper, Joice
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.58540

Abstract

The research aimed to determine the recruitment density value of scleractinian coral juveniles in Tanjung Pisok (Meras and Bahowo) and Siladen Island. The method for selecting observation locations uses purposive sampling and collecting coral juvenile recruitment data using underwater photo transects. The results of this research obtained data on genus, size, and density values ​​for coral juvenile recruitment. The coral genera found at Station I were 19 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies, Station II 13 genera with the largest number being the Favites genus, 32 colonies, and at Station III 17 genera with the largest number being the Porites genus, 32 colonies. Coral juveniles in this study were more dominant in the 2 cm - 2.9 cm size group, for Station I 63 colonies, Station II 54 colonies and Station III 32 colonies. Based on the results of this research, it shows that the coral recruitment density at Station I with a value of 12.38 colonies/m² is higher than Station II, the coral recruitment density at Station II with a value of 12.23 colonies/m² is higher than Station III with a value of 7.21 colonies/m². Keywords: Recruitment; Scleractinia; Underwater Photo Transect; Bunaken National Park Abstrak Tujuan penelitian menentukan nilai densitas rekrutmen juvenil karang scleractinia di perairan Tanjung Pisok (Meras dan Bahowo) dan pulau Siladen. Metode pemilihan lokasi pengamatan menggunakan purposive sampling dan metode pengumpulan data rekrutmen juvenil karang menggunakan underwater photo transect. Hasil penelitian ini memperoleh data genus, ukuran dan nilai densitas rekrutmen juvenil karang. Genus karang yang didapat di Stasiun I yaitu 19 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni, Stasiun II 13 genus dengan yang terbanyak genus Favites 32 koloni, dan Stasiun III 17 genus dengan yang terbanyak genus Porites 32 koloni. Juvenil karang dalam penelitian ini lebih dominan pada kelompok ukuran 2 cm - 2.9 cm, untuk Stasiun I 63 koloni, Stasiun II 54 koloni dan Stasiun III 32 koloni. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan densitas rekrutmen karang di Stasiun I dengan nilai 12,38 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun II, densitas rekrutmen karang di Stasiun II dengan nilai 12,23 koloni/m² lebih tinggi dari Stasiun III dengan nilai 7,21 koloni/m². Kata kunci: Rekrutmen; Scleractinia; Taman Nasional Bunaken; Underwater Photo Transect
Indicator Species and Diversity in Mangroves at Darunu Mangrove Park Mahmud, Maudy Rusmini; Rumengan, Antonius; Paruntu, Carolus Paulus; Schaduw, Joshian Nicolas William; Rumampuk, Natalie Detty C.; Warouw, Veibe
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.59128

Abstract

Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining the ecological balance of coastal areas, including protection against abrasion, providing habitat for marine species, and acting as a carbon sink. This study aims to identify indicator species and analyze biodiversity in Darunu Mangrove Park, Darunu Village, Wori Subdistrict, North Minahasa Regency. The research was conducted over three months (May–July 2024) using a line transect method for vegetation data collection. The results show that three dominant mangrove species were identified: Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, and Sonneratia alba. R. mucronata exhibited significant dominance, both in terms of mature trees and saplings, and had the highest Important Value Index (IVI). The mangrove species diversity in this area is classified as low, with the. Diversity Index (H’) indicates an imbalance in the ecosystem's species composition. The Dominance Index (C) and Evenness Index (E) analyses indicate strong dominance by certain species, particularly R. mucronata. This study recommends the importance of enhanced monitoring and more intensive conservation efforts, including the replanting of threatened mangrove species and raising community awareness of mangrove ecosystem conservation. Keywords: Darunu Mangrove Park, Diversity, Indicator Species, Important Value Index.   Abstrak   Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, meliputi perlindungan terhadap abrasi, penyedia habitat bagi spesies laut, dan sebagai penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies indikator dan menganalisis keanekaragaman hayati di Darunu Mangrove Park, Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan (Mei-Juli 2024) dengan menggunakan metode transek garis untuk pengambilan data vegetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis mangrove dominan, yaitu R. apiculata, R. mucronata, dan S. alba. Jenis R. mucronata menunjukkan dominasi yang signifikan, baik pada tingkat pohon maupun pancang, serta memiliki nilai Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi. Keanekaragaman jenis mangrove di kawasan ini tergolong rendah dengan Indeks Keanekaragaman (H’) menunjukkan ketidakseimbangan spesies dalam ekosistem. Analisis Indeks Dominansi (C) dan Indeks Kemerataan (E) mengindikasikan adanya dominasi yang kuat dari beberapa spesies tertentu, terutama R. mucronata. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pemantauan dan upaya konservasi yang lebih intensif, termasuk penanaman kembali spesies mangrove yang terancam dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem mangrove. Kata kunci: Darunu Mangrove Park, Indeks Nilai Penting, Keanekaragaman, Spesies indicator
Co-Authors Agung B. Windarto, Agung B. Agung Windarto Angmalisang, Ping Astony Antonius Rumengan Ari B. Rondonuwu Arie Dp. Mirah Arnol R. Rau Baring, Vira Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Darus S. Paransa Defny S. Wewengkang, Defny S. Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Deyne Rondonuwu Edwin D Ngangi Ellen J. Kumaat Farnis B. Boneka Fernando Gultom, Fernando Fitje Losung Fontje G. Kaligis Ginting, Elvy Like Hanny Tioho Hendra Patrich Hengky J. Sinjal, Hengky J. Henki Rotinsulu, Henki Husen Rifai Indri Manembu Inneke F. M Rumengan J. E. M. Soputan Janny D Kusen Janny D. Kusen Jeremias R. Tuhumena Johan Tumiwa Johnny Budiman Joice R.T.S.L Rimper Joshian N.W. Schaduw Kamuntuan, Reffando Alfaro Fabio Fabien Kaparang Erens Lenak, Maria Magdalena Lintang, Rosita Anggreiny J Losung, Agung Luturkey, Maureen Fenesya Mahmud, Maudy Rusmini Mamesah, Movrie Mangindaan, Remy Medy Ompi Mokoginta, Junio Marzuki Pratama Natalie D Rumampuk Nicky M. Wowor, Nicky M. Nofrita Souw, Nofrita Ockstan J. Kalesaran Oli, Aris Putra Paransa, Darus Sa'adah Johanis Paulus Kindangen Pemmy Tumewu Podung, Thania Theresia Rizald Max Rompas, Rizald Max Robert A. Bara Roeroe, Kakaskasen Andreas Rondonuwu, Arie B. Roring, Jordan Iglesias Royke M. Rampengan Rumampuk, Natalie Detty C. Rumengan, Antonius Petrus Ruru, Ricky Andreas Sambali, Hariyani Sammy N. J. Longdong Sandra Tilaar Stenly Wullur Stephanus V Mandagi Sumilat, Deiske Adeleine Sumual, Sarah S. Suria Darwisito, Suria Tambunan, Rose Agustin Tommy D. Sondakh Veibe Warouw Yogo Pamungkas, Yogo Yuses Bahagia, Yuses