Articles
MODEL ESTIMASI KEJADIAN DIARE DI KOTA MAKASSAR
Ramlawati Ramlawati;
Anwar Anwar;
Ridwan M. Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8697
Estimasi Kejadian Diare di masa yang akan datang merupakan aspek penting mengingat tingginya prevalensi Diare di Kota Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi kejadian Diare di Kota Makassar selama 10 tahun (2017 – 2027) dengan pendekatan model dinamik tanpa skenario (tingkat pesimis), mengestimasi kejadian Diare di Kota Makassar selama 10 tahun (2017 – 2027) dengan pendekatan model dinamik dengan skenario gabungan perbaikan sanitasi dasar, sanitasi makanan dan minuman, skenario pengurangan konsumsi jajanan dan skenario personal hygiene tingkat moderat. Penelitian dilaksanakan di Kota Makassar yang dipilih secara purposive.Untuk model estimasi kejadian diare menggunakan pemodelan dinamis dengan Stella 5,0. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang berada di Kota Makassar. Adapun sampel penelitian yaitu masyarakat yang terkena diare yang tercatat dalam catatan laporan kasus di Dinas Kesehatan Kota Makassar 2012-2016.Hasil penelitian estimasi kejadian Diare di Kota Makassar selama 10 tahun (2017 – 2027) tanpa skenario (tingkat pesimis) menunjukkan bahwa 10 tahun yang akan datang (2017 – 2027) kejadian Diare mengalami peningkatan sampai 1,10 kali lipat tiap bulan dalam kurun waktu 10 tahun dengan kasus Diare sebesar 145.855 kasus pada tahun 2017 menjadi 471.884 kasus pada tahun 2027. Estimasi kejadian diare (2017- 2027) dengan pendekatan model dinamik dengan skenario gabungan perbaikan sanitasi dasar, sanitasi makanan dan minuman, skenario pengurangan konsumsi jajanan dan skenario personal hygiene tingkat moderat menunjukkan bahwa (2017 – 2027) kejadian Diare mengalami penurunan sampai 3,00 kali lipat tiap bulan jika dibandingkan dengan skenario tingkat pesimis dalam kurun waktu 10 tahun dengan kasus Diare sebesar 48.167 kasus pada tahun 2017 menjadi 155.057 kasus pada tahun 2027.
KUALITAS HIDUP PENDERITA INSOMNIA PADA MAHASISWA PASCASARJANA UNIVERSITAS HASANUDDIN
Muhammad Akbar Nurdin;
A. Arsunan Arsin;
Ridwan M. Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 2: Maret 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v1i2.8720
Insomnia adalah kelainan dalam tidur berupa kesulitan berulang untuk tidur atau mempertahankan tidurwalaupun ada kesempatan untuk itu dan gejala tersebut biasanya diikuti gangguan fungsional saat bangun danberaktivitas di siang hari. Sepertiga orang dewasa mengalami kesulitan memulai tidur dan mempertahankantidur dalam setahun, dengan 17% diantaranya mengganggu kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui faktor yang mempengaruhi kualitas hidup penderita insomnia pada Mahasiswa PascasarjanaUniversitas Hasanuddin. Jenis penelitian yang digunakan rancangan cross sectional study. Sampel penelitianmenggunakan metode exhaustive sampling sebanyak 215 responden yang menderita insomnia. Data dianalisismenggunakan analisis jalur. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada pengaruh antara perilaku merokok terhadaptingkat insomnia dengan nilai koefisien 0.425 dan terhadap kualitas hidup dengan nilai koefisien -0.205. Adapengaruh konsumsi kafein terhadap tingkat insomnia dengan nilai koefisien 0.392 dan terhadap kualitas hidupdengan nilai koefisien -0.142. Ada pengaruh aktivitas fisik terhadap tingkat insomnia dengan nilai koefisien0.192 dan terhadap kualitas hidup dengan nilai koefisien -0.409. Hasil analisis multivariat efek tidak langsungperilaku merokok terhadap kualitas hidup melalui tingkat insomnia yaitu -0.174. Efek tidak langsung konsumsikafein terhadap kualitas hidup melalui tingkat insomnia adalah -0.160. Efek tidak langsung aktivitas fisikterhadap kualitas hidup melalui tingkat insomnia adalah -0.079.
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN KOMUNITAS WARIA BERISIKO PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI KOTA PALOPO
Nur Hikmah Baharuddin;
Ridwan M. Thaha;
A. Ummu Salamah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8728
Perilaku pencarian pengobatan adalah upaya yang dilakukan oleh setiap orang untuk mendapatkan pengobatanyang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan memperoleh kesembuhan ketika menderita sakit. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji perilaku pencarian pengobatan komunitas waria yang berisiko penyakit menularseksual di Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.Informan dalam penelitian ini ialah waria yang berisiko penyakit menular seksual di Kota Palopo. Penentuaninforman dilakukan dengan menggunakan teknik snowballing dan diperoleh sebanyak 12 orang informan.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan observasi langsung kemudian datadianalisis dengan menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktorpredisposisi tidak berperan dengan keputusan informan dalam melakukan pemilihan pencarian pengobatangejala penyakit menular seksual (PMS) yang dirasakan. Informan sudah mengerti tentang PMS walaupun masihperlu pemahaman lebih lanjut. Persepsi kerentanan dan keparahan informan mempengaruhi perilaku waria dalammelakukan pencarian pengobatan. Hambatan waria dalam melakukan pengobatan ialah mereka tidak memilikibanyak waktu luang untuk berobat karena sibuk dengan pekerjaannya.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN PESERTA JKN-KIS DI BAGIAN RAWAT JALAN RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA PERSPEKTIF PELANGGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL
Zilfadhilah Arranury;
H. Indar;
Ridwan M. Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8822
Kualitas pelayanan pada dasarnya terkait dengan pelayanan yang baik, yaitu suatu sikap atau cara karyawandalam melayani pelanggan atau masyarakat secara memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien peserta JKN-KIS di bagian rawat jalan RSUDSyekh Yusuf Kabupaten Gowa dari perspektif pelanggan eksternal. Jenis penelitan yang digunakan adalahpenelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasienpeserta JKN-KIS di bagian rawat jalan sebanyak 54.489 pasien. Teknik pengambilan sampel pada penelitian inimenggunakan teknik accidental sampling dengan besar sampel 369 orang. Analisis data yang dilakukan adalahunivariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan kualitaspelayanan variabel kehandalan (p= 0,032), jaminan (0,000), bukti fisik (0,027), empati (0,001), dan dayatanggap (0,000) terhadap kepuasan pasien di bagian rawat jalan RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa Tahun2018. Diharapkan semua variabel kualitas pelayanan yang berhubungan dengan kepuasan pasien lebihdiperhatikan dan dijadikan tolak ukur dalam peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit.
PENGARUH MOTIVATIONAL INTERVIEWING DAN SENAM TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DM TIPE 2 DI PUSKESMAS PATTINGALOANG
Uliadi Barrung Limbong;
Ridwan Amiruddin;
Ridwan M. Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8827
DM tipe 2 merupakan suatu penyakit kronik yang tidak bisa disembuhkan secara total sehingga menyebabkanprevalensinya justru meningkat setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh motivationalinterviewing dan senam terhadap kualitas hidup domain Hubungan Sosial dan Kondisi Lingkungan penderita DMtipe 2. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu eksperimen semu dengan rancangan Non Randomized Control GroupPretest Posttest Design. Populasi adalah semua penderita diabetes melitus tipe 2 yang tercatat pada rekam medisdi Puskesmas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik exhaustive sampling dengan besar sampelsebanyak 60 orang. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji beda dua mean dependen.Analisis statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh intervensi yang diberikan terhadap kualitas hidup penderitaDM tipe 2, pada domain hubungan sosial terjadi peningkatan skor mean kelompok intervensi dari 9,4 menjadi11,27 (p = 0,000); domain kondisi lingkungan nilai rata – rata (mean) kelompok intervensi saat pretest sebesar26,6 meningkat saat posttest menjadi 31,23 (p = 0,000). Intervensi melalui motivational interviewing dan senamefektif dalam meningkatkan kualitas hidup domain hubungan sosial dan kondisi lingkungan penderita DM tipe 2.
POLA MAKAN PASIEN RAWAT JALAN DM TIPE 2 DI RUMAH SAKIT PENDIDIKAN UNHAS
Devy Febrianti;
Ridwan M Thaha;
Healty Hidayanty
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10284
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit menahun yang akan di derita seumur hidup yang di kenal dengan penyakit kencing manis, dan di juluki “the mother of disease” penyakit ini disebut penyakit metabolic yang ditandai hyperglekemia kronik dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang berkaitan dengan kelainan sekresi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola makan penderita DM type 2. Sebuah Penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional. Wawancara di lakukan pada 58 penderita DM type 2 dari 98 total penderita DM di poli interna Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Untuk melihat hubungan Health Belief Model terhadap pola makan pendeita DM type 2, data di analisis dengan menggunakan aplikasi Nutrisuvery versi Indonesia dan uji chi-square pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan hubungan pengetahuan dengan ancaman yang dirasakan adalah (p value = 0.391), hubungan manfaat yang dirasakan dengan asupan Energi (p value = 0.001), asupan Karbohidrat (p value = 0.003), asupan protein (p value = 0.012), dan asupan Lemak (p value = 0.019), hubungan ancaman yang dirasakan dengan Asupan Energi (p value = 0.342), asupan Karbohidrat (p value = 0.012), asupan protein (p value = 0.005), dan asupan Lemak (p value = 0.015). Kepada pihak Rumah Sakit Pendidikan Unhas agar melakukan edukasi kepada penderita DM type 2 tentang pola makan dan asupan zat gizi.
DISTRIBUSI GEJALA NEUROLOGI PADA PENGRAJIN EMAS DI KECAMATAN WAJO KOTA MAKASSAR
Reni Suhelmi;
Hasnawati Amqam;
Ridwan M Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10285
Penggunaan merkuri pada pembuatan emas memberikan pengaruh besar terhadap munculnya masalah kesehatan pada pengrajin emas. Salah satu masalah kesehatan yang muncul adalah gejala gangguan neurologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala-gjala neurologi yang terjadi pada pengrajin emas di Kecamatan Wajo. Jenis penelitian adalah observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin emas yang terdapat di Kecamatan Wajo. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan exhausted sampling dengan besar sampel sebanyak 35. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 68,6% penrajin emas yang mengalami gangguan gejala neurologi. Gejala neurologi yang paling tinggi adalah adanya perubahan warna pada guzi dengan presentase 34,3%. Presentasi pengrajin emas yang menggunakan merkuri adalah sebesar 48,6%. Diharapkan agar pemerintah daerah atau Puskesmas melakukan upaya pengawasan terkait penggunaan merkuri dan pemberian penyuluhan akan bahaya merkuri terhadap kesehatan.
FAKTOR RISIKO KASUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS DIABETIK DI RSUD KABUPATEN SIDRAP
Khaeriyah Adri;
Arsunan Arsin;
Ridwan M Thaha
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10298
Diabetes mellitus merupakan penyakit yang rentan menyebabkan komplikasi. Angka kejadian DM tipe 2 semakin meningkat disebabkan peningkatan komplikasi. Kasus komplikasi DM tipe 2 dengan ulkus diabetik salah satu yang terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan ulkus diabetik di RSUD Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control study). Penarikan sampel pada kelompok kasus dilakukan dengan teknik exhaustive sampling, sedangkan pada kelompok kontrol dilakukan dengan teknik simple random sampling dengan menggunakan aplikasi Random Number Generator (RNG). Analisis data menggunakan Chi Square dan Cox Regression. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa umur, pekerjaan IRT dan pensiunan berisiko terhadap kasus DM tipe 2 dengan ulkus diabetik (OR = 11,183, OR=3,477). Berdasarkan uji Cox Regression umur menjadi faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kasus DM tipe 2 dengan ulkus diabetik. DM tipe 2 dengan ulkus diabetik berisiko meningkat 9,846 kali.
Gender aspect of triglyceride, HDL, and their ratio in high school teachers in Makassar City, Indonesia
Nurhaedar Jafar;
Nurzakiah Hasan;
Veni Hadju;
Ridwan Thaha
Al-Sihah : The Public Health Science Journal Volume 12, Nomor 2, July-December 2020
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/al-sihah.v12i2.15911
Triglycerides, HDL, and their ratio are associated with metabolic disorders and diseases. Gender is known to have a relationship with these factors, but not consistent. This study wanted to see the relationship between gender and triglyceride levels, HDL levels, and the triglyceride / HDL ratio in secondary school teachers in Makassar City. The study was conducted with a cross-sectional approach in 6 junior high schools and 6 senior high schools with a total population of 200 teachers and involved 122 samples of teachers from secondary schools in Makassar City. Sampling using a stratified random sampling technique. The measurement of triglyceride and HDL levels was carried out by the Prodia laboratory. Data analysis was performed using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between gender and triglyceride levels (p = 0.004). However, no relationship was found between HDL levels (p = 0.856) and the triglyceride / HDL ratio (p = 0.959) among secondary school teachers in Makassar City. Interventions to improve triglyceride levels must consider gender aspects primarily by paying more attention to male teachers.
Cortisol Level Related Glucose Intolerance in Adult with Obese Central
Nurzakiah Hasan;
Veni Hadju;
Nurhaedar Jafar;
Ridwan Mochtar Thaha
Journal of Health Science and Prevention Vol. 3 No. 3S (2019): Spesial Issue
Publisher : State Islamic University of Sunan Ampel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.436 KB)
|
DOI: 10.29080/jhsp.v3i3S.299
Obesity is associated with an increased risk of diseases, especially central obesity. Central obesity is a risk factor of glucose intolerance. Glucose intolerance is the beginning of diabetes mellitus. Many factors influence glucose intolerance. The aim of this study was to investigate the relationship between cortisol levels and some other factors related glucose intolerance. This study was a cross-sectional study from 12 high schools in Makassar. The analysis for this study was performed with 54 teachers. Characteristic samples, anthropometry, fasting blood glucose (FBG), cortisol were measured for all samples. Blood plasma glucose was measured from venous blood samples. Respondents were mostly female (85.2%), married (87%), bachelor’s degree (79,6%) and Buginesse (66.7%). The average age of respondents was 49.37 years. The results showed a significant relationship formula: between high cortisol levels in respondents who experienced glucose intolerance (p=0.043). Stress variables did not show a significant relationship, but the average score was higher in those who experienced glucose intolerance than those who had normal glucose. The frequency of consumption of carbohydrates, fats, proteins, and Body mass index (BMI) did not show a significant relationship with glucose intolerance. Cortisol levels are associated with glucose intolerance in adults with central obesity.