Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengenalan Bioteknologi Sederhana untuk Siswa Sekolah Dasar Kartini, Kartini; Agustina, Degi Alrinda; Bua, Agustinus Toding; Apriliyana, Nur Pangesti; Saputra, Ady; Kusnadi, Dedi; Bua, Mety Toding
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i2.1778

Abstract

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) menjadi salah satu prioritas pembelajaran, dengan menekankan kreativitas, gotong royong, dan keberlanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep fermentasi ke dalam salah satu tema P5, yaitu kewirausahaan atau keberlanjutan pangan, siswa tidak hanya memahami teori, dapat melihat relevansi ilmu sains dalam keseharian. Kegiatan diawali dengan menyimak materi terkait fermentasi dan video terkait pembuatan tape ketan. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan siswa  serta memberikan reward. Setelah diskusi, siswa diajak untuk praktik membuat tape. Kegiatan sosialisasi pengenalan bioteknologi sederhana pada kelas V di SDN 005 Tarakan mendapatkan respon positif dari kepala sekolah, guru dan siswa kelas V. Pada kegiatan ini siswa antusias dalam menyimak, diskusi dan tanya jawab serta praktik pembuatan tape ketan. Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan pada kegiatan Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
Pengenalan Kompos di Sekolah Dasar Kartini; Degi Alrinda Agustina; Nur Pangesti Apriliyana; Agustinus Toding Bua; Kristiani, Maya
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2b (2025): Edisi khusus Dies Natalis Universitas Mataram
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/98hkr491

Abstract

Environmental issues, particularly organic waste management, are an urgent global problem that needs to be introduced from an early age. This service activity aims to introduce simple biotechnology through composting to the 5th-grade students of SDN 005 Tarakan City as part of the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the Independent Curriculum. The methods used include a school needs survey, facilitator training, socialisation, and hands-on practice in making compost using organic materials easily found in the school environment. The results of the activity show that students were enthusiastic about participating in the entire series of activities and were able to understand the concept of recycling and the benefits of compost for the environment. Additionally, this activity raises students' awareness of the importance of maintaining environmental cleanliness and provides contextual experiences that support meaningful learning. Composting has proven to be an effective educational medium for fostering environmental awareness, practical skills, and collaborative and socially responsible attitudes in elementary school students.
Analisis buku teks tematik integratif berbasis scientific approach dan authentic assessment pada kurikulum 2013 Agustina, Degi Alrinda; Mustadi, Ali
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2016): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.369 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i1.10689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan tematik integratif, scientific approach, dan authentic assessment pada buku teks Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga buku teks Kurikulum 2013 kelas V Tema I yang diterbitkan oleh Puskurbuk, Non Puskurbuk 1, dan Non Puskurbuk 2 tahun 2014. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi sebagian besar muatan tematik integratif, yaitu pada aspek pengalaman bermakna dan student centered learning. Sebagian kecil indikator yang belum terpenuhi adalah pada aspek multidisipliner karena kekurang-telitian dan perbedaan pandangan yang digunakan oleh penulis. (2) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi semua muatan scientific approach. Kegiatan mengumpulkan informasi merupakan kegiatan yang mendominasi. (3) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi sebagian besar muatan authentic assessment. Rubrik penilaian pada buku teks berupa contoh format penilaian yang dapat dikembangkan oleh guru.
Pelatihan dan Pendampingan Model SCL (Student Center Learning) Berbasis Lesson Study Content Learning Loss di SDN 005 Tarakan Kartini, Kartini; Wahid, Sucahyo Mas’an Al; Andari, Kadek Dewi Wahyuni; Pratiwi, Enditiyas; Noer, Roby Zulkarnain; Agustina, Degi Alrinda; Ramdhan, Donna
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i3.16969

Abstract

The learner-centred learning model (SCL) has been released by the government with a variety of syntax examples at every level of education and provides enough space for modification, innovation and creativity, but not many schools have done it. Regarding the lack of training in the application of the student center learning learning model, which causes the lack of planning as outlined in the lesson plans in schools so that there is no clear reflection that is suitable for implementation in elementary schools in the city of Tarakan. The method of implementing the activities is carried out online and for the implementation of Lesson Study, activities are carried out offline but only in a smaller capacity. The targets and targets in these problems are as follows: 1) Brainstorming the application of the SCL model; 2) Assistance in making online-based plans, do, see; 3) Monitoring and evaluation of Learning Loss; 4) Formation of WhatsApp Groups with SCL Model content in schools. The results found during the service, namely: 1) Training on the application of learning models needs to be studied considering the development of science and how to get information; 2) The readiness of the participants to take part in the workshop is quite good; 3) Some of the participants were actively consulted via WhatsApp Groups; 4) Participants are able to work on assignments according to the specified time starting from identifying the SCL model to applying it according to offline and online learning media.
Pengembangan Modul Ajar IPAS berbasis Understanding by Design di Sekolah Dasar Agustina, Degi Alrinda; Kartini; Nurhariska
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i1.1278

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang mencakup pembelajaran intrakurikuler yang lebih beragam dan berfokus pada konten secara lebih efektif, memberikan siswa lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi topik dan meningkatkan kompetensi. Selama proses pembelajaran, guru mempunyai pilihan untuk menggunakan berbagai alat bantu pembelajaran untuk mempersonalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat belajar siswa. SDN 015 Tarakan merupakan salah satu sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Understanding by Design (UbD) merupakan rancangan pengetahuan mendalam yang menggunakan alur desain mundur untuk mengingat tugas-tugas yang harus diselesaikan sehingga guru dapat merencanakan kegiatan untuk menyelesaikannya, disebut juga pelatihan terencana. UbD digunakan sebagai desain alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan ketiga komponen tersebut dan membalikkan urutan desain pembelajaran: menyusun tujuan pembelajaran terlebih dahulu, kemudian pertanyaan penilaian, dan terakhir langkah pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul ajar berbasis Understanding by Design yang ditinjau melalui tahap validasi ahli kurikulum, ahli materi dan ahli bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli kurikulum mencapai presentase 82%, validasi materi mencapai presentase 86%, dan validasi bahasa mencapai presentase 88%. Berdasarkan hasil tersebut maka, modul ajar berbasis Understanding by Design sangat layak dengan rata-rata kelayakan 85,3 % dan dapat diterapkan bagi guru dalam pembelajaran
Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Kartini, Kartini; Agustina, Degi Alrinda; Lein, Maria Orie
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7a5c7w52

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dikembangkan sebagai salah satu bahan ajar yang bertujuan menstimulasi keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan penggunaan LKPD yang secara sistematis menerapkan pendekatan penemuan dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Penyusunan LKPD mengikuti tahapan model Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Discovery Learning serta menguji tingkat validitas dan kemenarikan produk melalui penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan tanggapan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, respons peserta didik terhadap aspek kemenarikan mencapai 82% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, menarik, serta layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran aktif dan mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Abstract The Student Worksheet (LKPD) based on Discovery Learning was developed as one of the teaching materials aimed at stimulating students' active involvement in independently discovering learning concepts. The limited use of LKPD (Student Worksheets) that systematically applies a discovery approach within the context of the Merdeka Curriculum is an important basis for conducting this research. The preparation of the LKPD follows the stages of the Discovery Learning model, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This research aims to develop Discovery Learning-based student worksheets and test the product's validity and attractiveness thru assessments by content experts, language experts, media experts, and student responses. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results show that the material expert assessment reached 92%, the linguist 88%, and the media expert 90%, all of which fall into the very valid category. Meanwhile, student responses to the attractiveness aspect reached 82%, which is considered very attractive. Thus, the Discovery Learning-based LKPD developed is declared valid, interesting, and suitable for use in learning activities. This research also contributes to the development of contextual teaching materials that support active and independent learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.
Keterampilan Numerasi Sains Mahasiswa dalam materi Fluida: Implementasi Lebih Lanjut Model Pembelajaran Inovatif RODE Kusuma, Arief Ertha; Suciati; Agustina, Degi Alrinda; Mazidah, Nurul; Agustina, Pradini; Rusmansyah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13504

Abstract

This study examines the application of the RODE (Read, Outline, Discussion, Evaluation) learning approach to improve pre-service teachers' science numeracy skills, aligned with the Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). A quantitative study with a one-group pretest-posttest design was conducted with 37 PGSD FKIP UBT students. The assessment of scientific numeracy was conducted via a written examination featuring five distinct indicators related to fluid concepts. Given the non-normal distribution of the data (p < 0.05), the Wilcoxon signed-rank test was utilized. The results demonstrated a statistically significant improvement in skills post-intervention (p < 0.001), with the mean score increasing from 45.57 to 68.94. The computed N-gain score of 0.43 indicates a moderate enhancement in numeracy proficiency. The data indicate a positive trend across all measures; however, the one-group design suggests that these gains should be viewed as indicative improvements within the cohort rather than conclusive evidence of the RODE model's sole causality, as external factors were not controlled. In conclusion, the RODE model is an effective pedagogical framework for enhancing foundational numeracy skills in prospective educators, therefore supporting the formulation of sustainable teaching practices.
Implementasi Proyek Sains Sederhana: Bioteknologi Konvensional melalui Pembuatan Tempe di Sekolah Dasar: The Implementation of Simple Science Project: Conventional Biotechnology through Tempeh Production in Elementary School Agustina, Degi Alrinda; Kartini, Kartini; Andari, Kadek Dewi Wahyuni; Bua, Agustinus Toding; Kusuma, Arief Ertha; Amalia, Azika; Siskawati, Siskawati; Amanda, Tia
DARMADIKSANI Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i1.9479

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar melalui pengenalan konsep bioteknologi konvensional, khususnya peran fermentasi asam laktat dalam proses pembuatan tempe. Seringkali, pembuatan tempe hanya dipahami sebatas peragian jamur (Rhizopus sp.), padahal tahapan fermentasi asam laktat saat perendaman kedelai memegang peranan vital dalam menciptakan kondisi asam untuk menghambat bakteri patogen. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di SD Negeri 016 Tarakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Project Based Learning (PBL) yang meliputi sosialisasi, demonstrasi, dan praktik langsung pembuatan tempe. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan produk sebesar 83%, di mana 5 dari 6 sampel tempe berhasil terfermentasi dengan baik. Kegagalan terjadi pada satu sampel di kelompok dengan anggota terbanyak (9 siswa), yang dianalisis akibat faktor kontaminasi dan kurangnya sterilitas. Meski demikian, pemahaman siswa dinilai sangat baik dengan rata-rata nilai Lembar Kerja Peserta Didik mencapai 88,5. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pembelajaran berbasis praktik efektif untuk menanamkan pemahaman konsep ilmiah dan melatih sikap ilmiah siswa dalam memecahkan masalah.