Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Model SCL (Student Center Learning) Berbasis Lesson Study Content Learning Loss di SDN 005 Tarakan Kartini, Kartini; Wahid, Sucahyo Mas’an Al; Andari, Kadek Dewi Wahyuni; Pratiwi, Enditiyas; Noer, Roby Zulkarnain; Agustina, Degi Alrinda; Ramdhan, Donna
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 3 (2022): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i3.16969

Abstract

The learner-centred learning model (SCL) has been released by the government with a variety of syntax examples at every level of education and provides enough space for modification, innovation and creativity, but not many schools have done it. Regarding the lack of training in the application of the student center learning learning model, which causes the lack of planning as outlined in the lesson plans in schools so that there is no clear reflection that is suitable for implementation in elementary schools in the city of Tarakan. The method of implementing the activities is carried out online and for the implementation of Lesson Study, activities are carried out offline but only in a smaller capacity. The targets and targets in these problems are as follows: 1) Brainstorming the application of the SCL model; 2) Assistance in making online-based plans, do, see; 3) Monitoring and evaluation of Learning Loss; 4) Formation of WhatsApp Groups with SCL Model content in schools. The results found during the service, namely: 1) Training on the application of learning models needs to be studied considering the development of science and how to get information; 2) The readiness of the participants to take part in the workshop is quite good; 3) Some of the participants were actively consulted via WhatsApp Groups; 4) Participants are able to work on assignments according to the specified time starting from identifying the SCL model to applying it according to offline and online learning media.
Pengembangan Modul Ajar IPAS berbasis Understanding by Design di Sekolah Dasar Agustina, Degi Alrinda; Kartini; Nurhariska
Jurnal Pendidikan Modern Vol. 11 No. 1 (2025): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v11i1.1278

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang mencakup pembelajaran intrakurikuler yang lebih beragam dan berfokus pada konten secara lebih efektif, memberikan siswa lebih banyak waktu untuk mengeksplorasi topik dan meningkatkan kompetensi. Selama proses pembelajaran, guru mempunyai pilihan untuk menggunakan berbagai alat bantu pembelajaran untuk mempersonalisasi pembelajaran sesuai kebutuhan dan minat belajar siswa. SDN 015 Tarakan merupakan salah satu sekolah yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Understanding by Design (UbD) merupakan rancangan pengetahuan mendalam yang menggunakan alur desain mundur untuk mengingat tugas-tugas yang harus diselesaikan sehingga guru dapat merencanakan kegiatan untuk menyelesaikannya, disebut juga pelatihan terencana. UbD digunakan sebagai desain alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengintegrasikan ketiga komponen tersebut dan membalikkan urutan desain pembelajaran: menyusun tujuan pembelajaran terlebih dahulu, kemudian pertanyaan penilaian, dan terakhir langkah pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul ajar berbasis Understanding by Design yang ditinjau melalui tahap validasi ahli kurikulum, ahli materi dan ahli bahasa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli kurikulum mencapai presentase 82%, validasi materi mencapai presentase 86%, dan validasi bahasa mencapai presentase 88%. Berdasarkan hasil tersebut maka, modul ajar berbasis Understanding by Design sangat layak dengan rata-rata kelayakan 85,3 % dan dapat diterapkan bagi guru dalam pembelajaran
Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Kartini, Kartini; Agustina, Degi Alrinda; Lein, Maria Orie
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7a5c7w52

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dikembangkan sebagai salah satu bahan ajar yang bertujuan menstimulasi keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan penggunaan LKPD yang secara sistematis menerapkan pendekatan penemuan dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Penyusunan LKPD mengikuti tahapan model Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Discovery Learning serta menguji tingkat validitas dan kemenarikan produk melalui penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan tanggapan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, respons peserta didik terhadap aspek kemenarikan mencapai 82% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, menarik, serta layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran aktif dan mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Abstract The Student Worksheet (LKPD) based on Discovery Learning was developed as one of the teaching materials aimed at stimulating students' active involvement in independently discovering learning concepts. The limited use of LKPD (Student Worksheets) that systematically applies a discovery approach within the context of the Merdeka Curriculum is an important basis for conducting this research. The preparation of the LKPD follows the stages of the Discovery Learning model, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This research aims to develop Discovery Learning-based student worksheets and test the product's validity and attractiveness thru assessments by content experts, language experts, media experts, and student responses. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results show that the material expert assessment reached 92%, the linguist 88%, and the media expert 90%, all of which fall into the very valid category. Meanwhile, student responses to the attractiveness aspect reached 82%, which is considered very attractive. Thus, the Discovery Learning-based LKPD developed is declared valid, interesting, and suitable for use in learning activities. This research also contributes to the development of contextual teaching materials that support active and independent learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.
The Application of The “Ludo” Media on The Human Digestive System on Student Learning Outcomes in Elementary Schools Kartini; Agustina, Degi Alrinda; Rhamdan, Donna; Susanti, Weli
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v4i2.102

Abstract

The Ludo game is a teaching tool used in science education. This study aims to explore the effectiveness of using the ludo game in teaching the digestive system to students and its impact on their learning outcomes. The study was conducted in the fifth-grade class at SDN 005 Tarakan. It employed a one-group pretest-posttest design, with data analyzed using a t-test. The researcher administered a pretest before the instructional activities began. After the implementation of the Ludo game was completed, a posttest was administered at the end of the learning process. The result showed a significant difference between the pretest and posttest scores for the digestive system Ludo game, as well as an excellent student response with a score of 82.08. the game encourage student to compete and collaborate in achieving learning objectivies simultaneously.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kewirausahaan di Kelas IV SDN 035 Tarakan Lalong, Cindy Yutabse; Agustina, Degi Alrinda; Saputra, Ady
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode deskriptif kualitatif digunakan, sampel studi ini melibatkan kepala sekolah dan wali kelas IV B SDN 035 Tarakan. Metode pengumpulan informasi yang menggunakan wawancara, observasi dan pengumpulan informasi. Teori Miles dan Huberman digunakan dalam analisis data untuk mereduksi, menyajikan, dan meyimpulkan data. Hasil studi menunjukkan bahwa tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 035 Tarakan adalah perencanaan yaitu pembentukan tim fasilitator, analisis tingkat kesiapan satuan pendidikan, memilih tema dan alokasi waktu proyek, menyusun modul proyek, dan merancang strategi pelaporan hasil proyek. Kemudian pelaksanaan, yaitu tahap pengenalan, aksi, tindak lanjut atau refleksi. Kemudian evaluasi yang digunakan dalam bentuk rapor projek. Jadi, terdapat tiga tahapan dalam implementasi P5 yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kewirausahaan di kelas IV B SDN 035 Tarakan.
Development of Teaching Modules on Independent Curriculum Implementation Noviantari, Ika; Agustina, Degi Alrinda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.626 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71154

Abstract

Modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar sebagai upaya mencapai pembelajaran dan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan karakteristik, kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan sehingga dapat berbeda satu dengan yang lain. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang pengembangan modul ajar, dimana merupakan alat atau sarana sebagai pedoman sekaligus petunjuk dalam melaksanakan proses pembelajaran yang merupakan implementasi dari alur tujuan pembelajaran dan penyusunannya sesuai dengan fase perkembangan peserta didik. Modul ajar berfungsi sama seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), perbedaannya pada komponen modul ajar dibuat secara berurutan atau sistematis serta disesuaikan dengan lingkungan sekolah dan karakter peserta didik. komponen utama yang harus ada dalam modul ajar yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran. Kriteria yang harus dimiliki oleh modul ajar harus esensial, menarik, bermakna, menantang, relevan, kontekstual, dan berkesinambungan. Prosedur awal dalam penyusunan modul ajar adalah melakukan analisis kondisi dan kebutuhan dari guru, peserta didik dan satuan pendidikan itu sendiri, sehingga guru bebas memilih atau melakukan modifikasi modul ajar yang disediakan oleh pemerintah sesuai dengan karakteristik peserta didik yang ada pada sekolahnya yang nantinya akan membantu guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dimana data tersebut diperoleh bukan dari pengamatan langsung dengan teknik analisis data analisis konten.
Development of Animated Video Learning Media Adobe Animate Based on Metamorphosis Material 4th Grade Students at SDN 013 Tarakan Amelia, Mila; Agustina, Degi Alrinda; Al-Wahid, Sucahyo Mas'an
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis untuk kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu, Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV-C SD Negeri 013 Tarakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dan lembar respon siswa. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian yakni kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dari hasil validasi ahli media, materi, bahasa, praktisi, dan angket respon siswa. Sedangkan data kuantitatif berasal dari skor penilaian lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respon siswa. Adapun hasil dari uji coba terbatas memperoleh persentase skor 86% dan uji coba lapangan memperoleh persentase skor 88%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis dari hasil validasi media, materi, bahasa dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 84% termasuk kategori sangat layak dan hasil respon siswa terhadap media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapatkan skor rata-rata sebesar 87% termasuk kategori sangat menarik.
Implementasi Pembelajaran Masa Pandemi di Sekolah Dasar Agustina, Degi Alrinda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.942 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.58303

Abstract

Pandemi Covid 19 menyebabkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. SD Negeri 006 Tarakanmerupakan salah satu SD di Kota Tarakan yang menerapkan pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru di SD Negeri 006 Tarakan pada masa pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memodifikasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk menyesuaikan dengan pembelajaran daring. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah dengan menyusun RPP, modul dan video pembelajaran serta lembar kerja. Pelaksanaan pembelajaran daring dilakukan guru melalui Whatsapp untuk presensi dan pemberian modul dan video pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap melalui keaktifan dalam Whatsapp, pengumpulan tugas dan informasi dari orangtua siswa, penilaian pengetahuan dilakukan melalui pengumpulan tugas dari lembar kerja setiap subtema dan tema, penilaian keterampilan dilakukan melalui video dan produk. Guru bersinergi dengan orangtua untuk membimbing pembelajaran daring siswa dari rumah.
Kelayakan Video Berbasis Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Agustina, Degi Alrinda; Noviantari, Ika
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.998 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71024

Abstract

Belum tersedianya bahan ajar konsep dasar IPA berbasis audiovisual pada  pembelajaran jarak jauh menyebabkan mahasiswa kesulitan memahami konsep IPA yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran yang layak bagi mahasiswa pada pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan Penelitian dan Pengembangan (R&D) bahan ajar dengan 4D Thiagarajan, akan tetapi hanya sampai pada tahap ketiga yaitu Develop. Video pembelajaran divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dihasilkan sangat layak berdasarkan validasi ahli media, ahli materi dan ahli bahasa. Revisi telah dilakukan berdasarkan saran dari para ahli. Selanjutnya perlu dilakukan uji efektivitas video pembelajaran tersebut untuk mengetahui pengaruh penerapan dalam pencapaian tujuan pembelajaran mahasiswa.