Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Kartini, Kartini; Agustina, Degi Alrinda; Lein, Maria Orie
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7a5c7w52

Abstract

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning dikembangkan sebagai salah satu bahan ajar yang bertujuan menstimulasi keterlibatan aktif peserta didik dalam menemukan konsep pembelajaran secara mandiri. Keterbatasan penggunaan LKPD yang secara sistematis menerapkan pendekatan penemuan dalam konteks Kurikulum Merdeka menjadi dasar penting dilaksanakannya penelitian ini. Penyusunan LKPD mengikuti tahapan model Discovery Learning, yaitu stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, verifikasi, dan generalisasi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Discovery Learning serta menguji tingkat validitas dan kemenarikan produk melalui penilaian ahli materi, ahli bahasa, ahli media, dan tanggapan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan bahwa penilaian ahli materi mencapai 92%, ahli bahasa 88%, dan ahli media 90%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, respons peserta didik terhadap aspek kemenarikan mencapai 82% dengan kategori sangat menarik. Dengan demikian, LKPD berbasis Discovery Learning yang dikembangkan dinyatakan valid, menarik, serta layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar kontekstual yang mendukung pembelajaran aktif dan mandiri sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Development of Discovery Learning-Based Student Worksheets for IPAS Learning in Elementary School Abstract The Student Worksheet (LKPD) based on Discovery Learning was developed as one of the teaching materials aimed at stimulating students' active involvement in independently discovering learning concepts. The limited use of LKPD (Student Worksheets) that systematically applies a discovery approach within the context of the Merdeka Curriculum is an important basis for conducting this research. The preparation of the LKPD follows the stages of the Discovery Learning model, namely stimulation, problem identification, data collection, data processing, verification, and generalization. This research aims to develop Discovery Learning-based student worksheets and test the product's validity and attractiveness thru assessments by content experts, language experts, media experts, and student responses. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results show that the material expert assessment reached 92%, the linguist 88%, and the media expert 90%, all of which fall into the very valid category. Meanwhile, student responses to the attractiveness aspect reached 82%, which is considered very attractive. Thus, the Discovery Learning-based LKPD developed is declared valid, interesting, and suitable for use in learning activities. This research also contributes to the development of contextual teaching materials that support active and independent learning in accordance with the principles of the Merdeka Curriculum.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Tema Kewirausahaan di Kelas IV SDN 035 Tarakan Lalong, Cindy Yutabse; Agustina, Degi Alrinda; Saputra, Ady
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode deskriptif kualitatif digunakan, sampel studi ini melibatkan kepala sekolah dan wali kelas IV B SDN 035 Tarakan. Metode pengumpulan informasi yang menggunakan wawancara, observasi dan pengumpulan informasi. Teori Miles dan Huberman digunakan dalam analisis data untuk mereduksi, menyajikan, dan meyimpulkan data. Hasil studi menunjukkan bahwa tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 035 Tarakan adalah perencanaan yaitu pembentukan tim fasilitator, analisis tingkat kesiapan satuan pendidikan, memilih tema dan alokasi waktu proyek, menyusun modul proyek, dan merancang strategi pelaporan hasil proyek. Kemudian pelaksanaan, yaitu tahap pengenalan, aksi, tindak lanjut atau refleksi. Kemudian evaluasi yang digunakan dalam bentuk rapor projek. Jadi, terdapat tiga tahapan dalam implementasi P5 yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kewirausahaan di kelas IV B SDN 035 Tarakan.
Development of Teaching Modules on Independent Curriculum Implementation Noviantari, Ika; Agustina, Degi Alrinda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.626 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71154

Abstract

Modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar sebagai upaya mencapai pembelajaran dan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan karakteristik, kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan sehingga dapat berbeda satu dengan yang lain. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang pengembangan modul ajar, dimana merupakan alat atau sarana sebagai pedoman sekaligus petunjuk dalam melaksanakan proses pembelajaran yang merupakan implementasi dari alur tujuan pembelajaran dan penyusunannya sesuai dengan fase perkembangan peserta didik. Modul ajar berfungsi sama seperti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), perbedaannya pada komponen modul ajar dibuat secara berurutan atau sistematis serta disesuaikan dengan lingkungan sekolah dan karakter peserta didik. komponen utama yang harus ada dalam modul ajar yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen pembelajaran. Kriteria yang harus dimiliki oleh modul ajar harus esensial, menarik, bermakna, menantang, relevan, kontekstual, dan berkesinambungan. Prosedur awal dalam penyusunan modul ajar adalah melakukan analisis kondisi dan kebutuhan dari guru, peserta didik dan satuan pendidikan itu sendiri, sehingga guru bebas memilih atau melakukan modifikasi modul ajar yang disediakan oleh pemerintah sesuai dengan karakteristik peserta didik yang ada pada sekolahnya yang nantinya akan membantu guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dimana data tersebut diperoleh bukan dari pengamatan langsung dengan teknik analisis data analisis konten.
Development of Animated Video Learning Media Adobe Animate Based on Metamorphosis Material 4th Grade Students at SDN 013 Tarakan Amelia, Mila; Agustina, Degi Alrinda; Al-Wahid, Sucahyo Mas'an
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.82314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis untuk kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu, Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV-C SD Negeri 013 Tarakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi dan lembar respon siswa. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian yakni kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dari hasil validasi ahli media, materi, bahasa, praktisi, dan angket respon siswa. Sedangkan data kuantitatif berasal dari skor penilaian lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respon siswa. Adapun hasil dari uji coba terbatas memperoleh persentase skor 86% dan uji coba lapangan memperoleh persentase skor 88%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis dari hasil validasi media, materi, bahasa dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 84% termasuk kategori sangat layak dan hasil respon siswa terhadap media pembelajaran video animasi berbasis adobe animate materi metamorfosis dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapatkan skor rata-rata sebesar 87% termasuk kategori sangat menarik.
Implementasi Pembelajaran Masa Pandemi di Sekolah Dasar Agustina, Degi Alrinda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.942 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.58303

Abstract

Pandemi Covid 19 menyebabkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. SD Negeri 006 Tarakanmerupakan salah satu SD di Kota Tarakan yang menerapkan pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru di SD Negeri 006 Tarakan pada masa pandemi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memodifikasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran untuk menyesuaikan dengan pembelajaran daring. Perencanaan pembelajaran yang dilakukan guru adalah dengan menyusun RPP, modul dan video pembelajaran serta lembar kerja. Pelaksanaan pembelajaran daring dilakukan guru melalui Whatsapp untuk presensi dan pemberian modul dan video pembelajaran. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan penilaian sikap melalui keaktifan dalam Whatsapp, pengumpulan tugas dan informasi dari orangtua siswa, penilaian pengetahuan dilakukan melalui pengumpulan tugas dari lembar kerja setiap subtema dan tema, penilaian keterampilan dilakukan melalui video dan produk. Guru bersinergi dengan orangtua untuk membimbing pembelajaran daring siswa dari rumah.
Kelayakan Video Berbasis Pembelajaran Jarak Jauh untuk Mahasiswa Agustina, Degi Alrinda; Noviantari, Ika
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.998 KB) | DOI: 10.20961/shes.v6i1.71024

Abstract

Belum tersedianya bahan ajar konsep dasar IPA berbasis audiovisual pada  pembelajaran jarak jauh menyebabkan mahasiswa kesulitan memahami konsep IPA yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan video pembelajaran yang layak bagi mahasiswa pada pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan Penelitian dan Pengembangan (R&D) bahan ajar dengan 4D Thiagarajan, akan tetapi hanya sampai pada tahap ketiga yaitu Develop. Video pembelajaran divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa dan ahli media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dihasilkan sangat layak berdasarkan validasi ahli media, ahli materi dan ahli bahasa. Revisi telah dilakukan berdasarkan saran dari para ahli. Selanjutnya perlu dilakukan uji efektivitas video pembelajaran tersebut untuk mengetahui pengaruh penerapan dalam pencapaian tujuan pembelajaran mahasiswa.
Analisis buku teks tematik integratif berbasis scientific approach dan authentic assessment pada kurikulum 2013 Degi Alrinda Agustina; Ali Mustadi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2016): January–June
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.369 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v9i1.10689

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan muatan tematik integratif, scientific approach, dan authentic assessment pada buku teks Kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analisis konten yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tiga buku teks Kurikulum 2013 kelas V Tema I yang diterbitkan oleh Puskurbuk, Non Puskurbuk 1, dan Non Puskurbuk 2 tahun 2014. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi sebagian besar muatan tematik integratif, yaitu pada aspek pengalaman bermakna dan student centered learning. Sebagian kecil indikator yang belum terpenuhi adalah pada aspek multidisipliner karena kekurang-telitian dan perbedaan pandangan yang digunakan oleh penulis. (2) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi semua muatan scientific approach. Kegiatan mengumpulkan informasi merupakan kegiatan yang mendominasi. (3) Semua buku teks yang dianalisis telah memenuhi sebagian besar muatan authentic assessment. Rubrik penilaian pada buku teks berupa contoh format penilaian yang dapat dikembangkan oleh guru.
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN KELAS 1B SD NEGERI 006 TARAKAN Aprilia Rani Sappa; Degi Alrinda Agustina; Neni Novitasari
Jurnal Imbaya Vol. 6 No. 2 (2024): IMBAYA
Publisher : Pendidikan Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan siswa dalam membaca permulaan kelas 1B SD Negeri 006 Tarakan, Kelurahan kampung Empat, KecamatanTarakan Timur, Kabupaten kota Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan objek yang digunakan adalah siswa kelas 1B SD yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi atau pengamatan langsung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis kemampuan menulis permulaan siswa kelas 1B SD Negeri 006 Tarakan, Kelurahan kampung Empat, KecamatanTarakan Timur, Kabupaten kota Tarakan didapatkan bahwa dari 28 siswa terdapat 7 siswa yang kesulitan dalam membaca permulaan. Ketujuh siswa tersebut masih kesulitan dalam mengenal huruf alfabet, kesulitan membaca suku kata, kesulitan membaca kata, dan kesulitan dalam membaca kalimat. keterampilan membacanya masih kurang, karena adanya beberapa faktor yang mempengaruhi keterampilan membaca anak.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 004 LUMBIS Chatrin Mulyani; Nindya Adiasti; Mety Toding Bua; Degi Alrinda Agustina
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdasborneo.v6i2.5221

Abstract

This research aims to describe the results of the reading literacy skills of class V students at SD Negeri 004 Lumbis. This research uses descriptive qualitative research. A total of 8 fifth grade students participated in the research and took a reading literacy ability test, which was then grouped based on the categories of high, medium and low reading literacy ability. After that, the researcher selected 3 students representing each category of reading literacy ability to be interviewed. The research results show that (1) Subjects in the high category are able to find explicit information, identify changes in intrinsic elements, infer feelings and character traits, draw up inferences, compare characterizations, assess the suitability of illustrations, and reflect knowledge well. When solving AKM reading literacy questions, the subject experienced difficulties because he was not careful in choosing answers. (2) Subjects in the medium category are able to find explicit information, identify changes in intrinsic elements, infer feelings and character traits, compare characterizations, assess the suitability of illustrations, and reflect knowledge well. When solving AKM reading literacy questions, the subject experienced difficulties due to not understanding the content of the reading, not being careful in choosing answers, and not being able to determine the main idea in the reading.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN MATERI ORGAN PEREDARAN DARAH MANUSIA PADA SISWA KELAS V DI SDN 018 TARAKAN Abdul Rahman; Degi Alrinda Agustina; Kadek Dewi Wahyuni Andari
Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo)
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/judikdasborneo.v6i1.6070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berupa media pembelajaran dengan materi organ peredaran darah manusia yang tepat untuk diimplementasikan pada siswa kelas 5 jenjang sekolah dasar. Produk ini akan diuji kelayakannya yang ditinjau dari validator ahli media, materi, bahasa dan praktisi. Penelitian ini juga akan meninjau respon siswa terhadap hasil implementasi. Jenis penelitian yang digunakan yakni Research and Development mengacu pada tahapanmodel pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di kelas 5 sekolah dasar negeri 018 Tarakan. Hasil penelitian tentang kelayakan produk ini diperoleh nilai perolehan persentase rata-rata 96% berada pada kategori sangat layak. Selanjutnya hasil respon siswa uji coba terbatas diperoleh sebesar 94% dengan kategori sangat menarik, sedangkan hasil respon siswa pada uji coba pemakaian sebesar 96% dengan kategori sangatmenarik. Berdasarkan hasil validator ahli materi, media, bahasa, praktisi, serta hasil respon siswa, maka disimpulkan bahwa media pembelajaran multimedia interaktif dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.