Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PROVINSI LAMPUNG Rossa, Putri Emylia; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Aditya, Muhammad; Kurniawaty, Evi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38194

Abstract

Dengan memberikan lebih banyak pengetahuan dan mendorong lebih banyak kepatuhan, edukasi bertujuan untuk mengurangi kemungkinan timbulnya masalah. Edukasi kesehatan juga dapat mengubah perspektif dan perilaku masyarakat dalam hal pencegahan penyakit. Ketika diukur dalam dua interval 5 menit yang terpisah, hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 140 mmHg atau lebih dan peningkatan tekanan darah diastolik sebesar 90 mmHg atau lebih. Peneliti bertujuan untuk mengetahui seberapa baik tingkat kepatuhan pasien hipertensi meningkat setelah menerima edukasi kesehatan. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, yang mengikuti desain kuasi-eksperimental berdasarkan eksperimen seri waktu atau desain pra dan pasca-tes dengan satu kelompok. Metode seperti pengambilan sampel non-probabilitas berdasarkan pengambilan sampel insidental digunakan untuk mengumpulkan sampel. Nilai p-value sebesar 0,03 ditemukan dari hasil uji-t berpasangan. Jumlah kepatuhan hipertensi berbeda sebelum dan sesudah sekolah, seperti yang ditunjukkan oleh hasil p Value <0,05
Transformasi Kepemimpinan Nasional: Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi Setyawan, Filippus Cahyo; Aditya, Muhammad; Pratama, Ilham Okta; Purnama, Iwan; Rihi Hina, Bara Jonathan; Naibaho, Nora; Sukmawati, Anita; Seran, Ardi Peterson; Makanoneng, Jacqueline; Arsanto, Hugeng Wimbo; Tangkudung, Audrey G.
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8679

Abstract

Artikel ini mengkaji peran penting transformasi kepemimpinan dalam menghadapi tantangan yang kompleks dan peluang yang muncul di era globalisasi. Dengan memahami dinamika hubungan internasional, dampak perubahan ekonomi, dan peran media sosial, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi kepemimpinan yang responsif terhadap konteks global. Melalui analisis literatur dan pendekatan penelitian kualitatif, artikel ini meneliti karakteristik kepemimpinan transformasional sebagai solusi untuk mengatasi tantangan global. Pendidikan dan pengembangan kepemimpinan, bersama dengan responsivitas terhadap perubahan global, diidentifikasi sebagai elemen kunci dalam proses transformasi kepemimpinan. Tantangan utama termasuk kompleksitas isu-isu global seperti krisis keamanan dan perubahan iklim, yang memerlukan kepemimpinan yang visioner, terbuka terhadap ide-ide baru, dan bersifat responsif terhadap dinamika global. Artikel ini juga mengidentifikasi peluang melalui diplomasi, kerjasama internasional, inovasi dalam tata kelola negara, dan pembangunan sumber daya manusia sebagai cara untuk memperkuat kepemimpinan nasional. Transformasi kepemimpinan menjadi suatu keharusan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang di era globalisasi. Penguatan pendidikan kepemimpinan, responsivitas terhadap perubahan global, dan kolaborasi internasional menjadi kunci dalam menciptakan pemimpin yang mampu membawa bangsa melangkah maju di panggung global. Artikel ini mengundang pemikiran lebih lanjut dan tindakan konkret dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan nasional demi keberlanjutan dan kemajuan bangsa.
Identifikasi Kandungan Senyawa Aktif Antibakteri Ekstrak Bawang Putih dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes Penyebab Acne Vulgaris Aprianti, Shervia Dwi; Sibero, Hendra Tarigan; Aditya, Muhammad; Himayani, Rani
Medula Vol 14 No 12 (2024): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i12.1302

Abstract

Introduction: The cases of antibiotic resistance in the treatment of acne vulgaris have been steadily increasing. A study conducted by the Dermatology Clinic of Hanyang University Hospital, South Korea, showed an increase in antibiotic resistance cases in the management of acne vulgaris, with resistance rates of 30% for clindamycin and 26.7% for erythromycin. One adjunctive therapy believed to be a breakthrough in anticipating the increase in antibiotic resistance causing acne vulgaris is the use of garlic extract. This study aims to conduct antibacterial phytochemical screening of garlic extract in inhibiting the growth of Cutibacterium acnes. Methods: The antibacterial active compounds in garlic plants were identified through phytochemical screening. Meanwhile, the antibacterial test was conducted using the well diffusion method with garlic extract concentrations of 25%, 50%, 75%, and 100%. Clindamycin was used as the positive control. Results: The phytochemical screening results of garlic extract in this study revealed the presence of flavonoids, alkaloids, tannins, phenols, and terpenoids. In the antibacterial test using the well diffusion method, the largest inhibition zone was observed with clindamycin treatment, while the smallest inhibition zone diameter was recorded with 25% garlic extract concentration. Discussion: The active antibacterial compounds found in garlic extract, including flavonoids, alkaloids, tannins, phenols, and terpenoids, have been proven to inhibit the growth of Cutibacterium acnes, as indicated by the formation of inhibition zone diameters in the antibacterial test.
ACNE VULGARIS BERBASIS PATOGENESIS Centya Cheirini; Hendra Tarigan; Aditya, Muhammad; Kurniawan, Betta
Medula Vol 14 No 10 (2025): Medula
Publisher : CV. Jasa Sukses Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53089/medula.v14i10.1308

Abstract

Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease characterized by polymorphic lesions in the form of comedones, papules, pustules, nodules & cysts in predilection locations. Acne vulgaris is the third most frequent case of the 10 most common skin diseases that often come to health services. The incidence of acne vulgaris can occur due to various factors, including increased androgen hormones, increased sebum production and excessive growth of the Cutibacterium acne bacteria. Cutibacterium acnes bacteria play a role in the inflammatory process which increases the worsening of skin conditions with the enzymes and pro-inflammatory factors produced. Young people are the age who suffer from acne vulgaris more often (85%) with a range of 12-25 years. The diagnosis of acne vulgaris is generally easy to make but therapy results are often unsatisfactory. Medications that are often involved in treating acne vulgaris are the use of topical and systemic antibiotics, retinoids, and anti-clindamycin agents. The purpose of this review article is to find out more about acne vulgaris based on pathogenesis. It is hoped that a deeper understanding of the pathogenesis of acne vulgaris will be able to provide much better therapeutic options, resulting in optimal improvements in acne vulgaris therapy.  
Assessing The Legal Position of Intellectual Property Rights in Artificial Intelligence Works Wiwin; Aditya, Muhammad; Ramadhani, Riska; Syahril, Muh. Akbar Fhad
Alauddin Law Development Journal (ALDEV) Vol 7 No 2 (2025): The Development of Law Enforcement in the Artificial Intelligence Era
Publisher : Department of Law, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/aldev.v7i2.56530

Abstract

The development of AI usage raises legal challenges in the protection of intellectual property rights (IPR). One crucial issue is copyright over AI-created works, reflected in various lawsuits in United States and viral case in Indonesia regarding AI altering personal photos in the style of Ghibli anime. This study analyzes: (1)The position of AI as a creator; (2)The position of AI users as creators; and (3)The legal status of AI-produced works. Normative methods used with legislative, analytical, and conceptual approaches. The results show that AI cannot be considered a creator because it does not meet the requirements for a legal subject (intellectuality and legal responsibility), instead AI only seen as a legal object in Indonesia. Additionally, AI users are also not recognized as creators because they do not meet the criteria for originality, fixation, and IPR protection. Therefore, AI works are categorized as being in the public domain.
RESPONSIBILITY OF REGIONAL GOVERNMENT TOWARDS THE IMPLEMENTATION OF AUTONOMOUS EDUCATION ORGANIZATION AND MANAGEMENT IN IMPROVING THE QUALITY OF EDUCATION (CASE STUDY OF SERANG CITY) Suriyanti, Lili; Marpudin, Ade; Aditya, Muhammad
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 002 (2024): Pena Justisia (Special Issue)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.4554

Abstract

Education policy according to Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System is that the state is responsible for the original and absolute responsibility for realizing the ideals of the Indonesian nation. Every citizen has the right to receive education that is in line with human values and justice. Educational problems in Serang City include the many damaged facilities and infrastructure in schools. There were 583 school units that were damaged. However, only 300 classrooms in the seriously damaged category have been proposed, and will be realized in 2024. This article aims to find out the responsibilities of the Serang City Regional Government in Providing Educational Facilities and Infrastructure Based on Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System and looking at the inhibiting factors and solution efforts of the Serang City Regional Government in Providing Educational Facilities and Infrastructure in Serang City . The research method used in this research is empirical juridical methods. The regional government of Serang City has a big responsibility in meeting the needs for providing high quality education, including providing adequate facilities and infrastructure. Providing adequate educational facilities and infrastructure is an important component in efforts to improve the quality of education in Serang City. The Responsibility of the Serang City Regional Government in Providing Facilities and Infrastructure. Educational responsibilities based on Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System have not yet been fulfilled optimally. The Serang City Government, through the Serang City Education and Culture Office, continues to be committed to advancing the world of education. On the other hand, physical construction of new classrooms (RKB), tables, chairs, teachers' and principals' rooms, library rooms, laboratory rooms, prayer rooms, toilets, sports fields, and roads to schools and New School Units (USB) continues to be pursued. For facilities and infrastructure, the Serang City Education Department continues to take inventory of poor facilities so that they can be built so that the facilities and infrastructure are good and appropriate so that teachers and students who carry out teaching and learning activities are comfortable.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Usia Reproduktif melalui Penyuluhan dan Simulasi tentang ASI Eksklusif untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Way Kandis Bandarlampung Aditya, Muhammad; Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1135

Abstract

Masih kurangnya kesadaran ibu-ibu terdapat kebiasaan masyarakat memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif 6 bulan dengan alasan bayi rewel dan baik-baik saja jika diberi susu tambahan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif dan pelaksanaannya. Oleh sebab itu, perlu diberikan informasi mengenai ASI eksklusif melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu usia reproduktif yang ada di wilayah kerja Puskesmas Way Kandis, Kota Bandarlampung. Setelah dilakukan peyuluhan dan simulasi peserta sudah mengetahui tentang cara memberikan ASI eksklusif dan menyimpan air susu ibu perasan (ASIP) yang baik serta benar dengan hasil post-test seluruhnya di atas 80%.Simpulan, peningkatan pengetahuan akan meningkatkan pemahaman akan pentingnya pemberian ASI yang benar. Dengan pemahaman yang baik akan membentuk perilaku pemberian ASI yang baik, sehingga padaakhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.Kata kunci: air susu ibu eksklusif, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
Pemeriksaan IVA Test dan Penyuluhan Tentang Lesi Pra Kanker Serviks Pada Ibu-Ibu Usia Reproduktif Di Desa Simbawaringi Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Utama, Winda Trijayanthi; Puspitasari, Ratna Dewi; Nareswari, Shinta; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1141

Abstract

Kanker serviks adalah kasus keganasan nomor dua yang menyerang wanita dan disebabkan oleh infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Semakin dini stadium yang diketahui maka prognosisnya pun semakin baik. Melihat kondisi tingginya angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks pada penduduk Indonesia, maka dianggap perlu untuk melakukan intervensi pada masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini maka salah satunya adalah tindakan penemuan kasus secara cepat dengan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan teknik IVA (insepeksi visual asam asetat) serta penatalaksanaan secara tepat (early diagnosis and prompt treatment) dari kanker serviks dangan mendeteksi secara dini adanya lesi pra kanker serviks. Dan, perlu diberikan informasi mengenai kanker serviks melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah dengan pemeriksaan tes inspeksi visual dengan asam asestat (IVA) untukmendeteksi kasus lesi pra kanker serviks, konseling ginekologi dan penatalaksanaan lanjutan pada temuan IVA positif, penyuluhan mengenai lesi pra kanker serviks dan pembagian leaflet tentang lesi pra kanker serviks. Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari ibu-ibu yang ada di wilayah Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai kanker serviks, pemahaman masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah mengalami peningkatan. Pada pertanyaan posttest secara umum disimpulkan bahwa masyarakat sudah memiliki pemahaman yang lebih baik, terlihat dari jawaban pertanyaan yang benar oleh kurang lebih 95% masyarakat Desa Simbawaringin Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah. Dan, 10 orang peserta (28,57%) ditemukan curiga kanker serviks. Kemudian dilakukan tatalaksana yang sesuai baik farmakoterapi maupun edukasi dalam upaya penyembuhan dan pencegahan kekambuhan serangan akut penyakit. Simpulan, perlu dilakukan kegiatan penyuluhan dan penemuan kasus secara berkelanjutan bukan hanya untuk kanker serviks saja, tetapi juga jenispenyakit neoplastik dan karsinogenik lainnya juga. Pelatihan staf dan kader kesehatan kampung atau desa dalam rangka mengenali gejala awal penyakit neoplastik dan karsinogenik terutama kanker serviks, sebagai bentuk usaha pencegahan baik pencegahan primer, sekunder maupun tersier.Kata kunci: kanker serviks, Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18, IVA (insepeksi visual asam asetat),peningkatan pengetahuan, penyuluhan, deteksi dini
Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Melalui Penyuluhan dan Simulasi Menjaga Kebersihan Alat Kelamin Luar Wanita Di SMA Muhammadiyah 2 Bandarlampung Puspitasari, Ratna Dewi; Utama, Winda Trijayanthi; Anggraini, Dian Isti; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v1i1.1142

Abstract

Masih kurangnya kesadaran remaja wanita mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar untuk meningkatkan derajat kesehatan. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan remaja wanita mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Oleh sebab itu, perlu diberikaninformasi mengenai cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar melalui media penyuluhan. Metode yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan ini adalah dengan memberikanpenyuluhan berupa ceramah interaktif dan penayangan video sedangkan untuk penerapan perilaku dilakukan dengan latihan atau simulasi. Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari pelajar puteri di SMAMuhammadiyah 2 Bandar Lampung. Setelah dilakukan peyuluhan dan simulasi peserta sudah mengetahui tentang cara menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar dengan hasil post-test seluruhnya di atas 80%. Simpulan, Peningkatan pengetahuan, akan meningkatkan pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Dengan pemahaman yang baik akan membentuk perilaku menjaga kebersihan alat kelamin luar wanita yang baik dan benar. Sehingga pada akhirnya akan meningkatkan derajat kesehatan.Kata kunci: alat kelamin luar wanita, peningkatan pengetahuan, penyuluhan
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) GURU TENTANG DIET UNTUK ANAK AUTISME DI SLB INSAN MADANI METRO Wijaya, Sofyan Musyabiq; Aditya, Muhammad
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 2 No. 1 (2016): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v2i1.1159

Abstract

Di Indonesia saat ini belum diketahui persis jumlah anak autis namun diperkirakan dapat mencapai 150-200 ribu orang. Perbandingan laki dan perempuan 2,6- 4 : 1. Alergi makanan dapat menjadi penyebab autisme serta pentingnya vitamin atau mineral untuk memperbaiki gejala autis, diperlukan edukasi kepada orang tua pasien. FGD merupakan upaya promosi kesehatan bina suasana, hal ini dikrenakan pada proses FGD nantinya akan menghasilkan data yang mendalam mengenai pengetahuan dari responden, serta untuk menentukan program dan mengembangkan teori. metode yang dipilih adalah dengan melalui metode FGD atau diskusi yang terarah. Hasil Kegiatan FGD ini diikuti oleh 13 Guru dari SD dan TK di SLB Insan Madani Metro, terdapat 3 (23%) guru yang masih belum mengerti mengenai diet untuk autis, semua responden mengerti tentang dampak yang ditimbulkan jika tidak menerapkan diet untuk anak autis, 8 responden yang belum mengetahui diet lainnya disamping diet bebas gluten dan bebas kasein, empat responden yang belum mengetahui bagaimana cara pemberian diet kepada anak autis.Simpulan masih banyak responden yang belum memahami mengenai diet autis, sehingga perlu ada pembinaan lebih lanjut.Kata Kunci : Diet Autis, FGD, Guru