Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KENDALA GURU DALAM PENANAMAN NILAI KARAKTER CINTA TANAH AIR PADA SISWA DI SD NEGERI 54 BANDA ACEH Nurrahmah, Nurrahmah; Sulaiman, Sulaiman; Habibah, Syarifah
Elementary Education Research Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/primary.v4i2.13329

Abstract

Upaya dalam menanamkanii nilaii cinta tanah air tidak mudah diomongkan ataui dimusyawarahkan. Tujuani dan materii dari nilaii cintai tanahi airi disekolah perlui direncanakan dengan matan g agar muncul peradabani barui yangi mengedepankani ikepentingan tanahi airi diatas kepentingani diri sendiri lalu dapat dibentuk kepribadiannya cerminkan nilai-nilai pancasilai terutamai saatt beradai dilingkungan sekolahi. Salah satunya merasa bangga dan mencintai produk-produk dalam negeri seperti pakaian, makanan, mainan dan produk domestik lainnya.Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kendala yang sering dihadapi oleh guru-guru saat menanamkan karakter cinta tanah air pada peserta didik di SD Negeri 54 Banda Aceh.Pendekatan dalam penelitian ini kualitatif.Subjek nya adalah guru di SD Negeri 54 Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Analisis data menggunakan Reduksi Data, Model Data (Data Display) dan Penarikan/Verifikasi Kesimpulan.Hasill penelitian menunjukkani guru-guru di SD negeri 54 Banda Aceh menghadapi kendala dalam penanaman karakter cinta tanah air yaitu keenam indikator dari karakter terebut, tidak dapat dimasukkan dalam seluruh mata pelajaran, seperti menyukai budaya nusantara, lrela iberkorban demii nusa bangsa, banggai berbangsai dani bertanaha air Indonesia, menempatkani kepentingani bangsai dani Negarai hanya sering ditanamkan dalam pelajaran tertentu saja. Sedangkan indikator penggunaani bahasai Indonesiai yangi baik idan benari tiak mengalami kendala, karena penggunaani bahasai Indonesia ini dapat diterapkan disaat proses pembelajaran semua mata pelajaran. Akan tetapi terdapat kendala dari lingkungan sekitar siswa, seperti lingkungan pergaulan siswa yang tidak mendukung terbentuknya karakter cinta tanah airr pada siswai.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru menghadapi kendala dalam menanamkan nilai karakter cinta tanah air dikarenakan terkendala dalam penyesuaian dengan mata pelajaran dan juga kondisi belajar siswa baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulan
Exploring the intricacies of politeness and impoliteness in Acehnese speech variations Taib, Rostina; Wardana, Muhammad Kiki; Safhida, Maya; Nurrahmah, Nurrahmah; Subhayni, Subhayni
Studies in English Language and Education Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v11i2.35005

Abstract

This study examines politeness and impoliteness in Acehnese speech variations conveyed through various linguistic features, including honorifics, politeness markers, and respectful forms of address. The research employed a descriptive qualitative method, commencing with observation in different social settings in Acehnese society to identify instances of polite and impolite speech. The data for this study consists of oral data obtained from 13 informants residing in North Aceh, Aceh Pidie, Aceh Besar, and South West Aceh. Data were collected using direct observation techniques and free recall techniques. To ensure well-documented data collection, the researcher recorded the data in manual notes and electronic recordings. Data analysis was conducted using contextual methods. The results demonstrate that in Acehnese language, the politeness and grammaticality of an utterance are highly dependent on the region of use or dialect. Generally, in Acehnese, language is considered polite if the utterance uses proclitics corresponding to the actor in a sentence. However, in the South West Aceh dialect, this rule does not apply. In this dialect, language politeness does not rely on the regular use of proclitics. Proclitics are usually not used in speech and should be attached to the verb, given in the repetition of the subject as the doer of the action. Additionally, politeness in this language is highly dependent on pronouns. Conversely, the rules for using honorific pronouns in other dialects do not measure politeness and grammaticality.
Variations in the use of personal pronoun agreement in Acehnese: A sociolinguistic approach Armia, Armia; Iskandar, Denni; Zuriana, Cut; Nurrahmah, Nurrahmah
Studies in English Language and Education Vol 10, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/siele.v10i3.31046

Abstract

This study aims to identify variations in the use of personal pronoun agreements in the Acehnese language based on a sociolinguistic approach, by focusing on the North Aceh dialect. A descriptive-qualitative method was used and data were collected through interviews. These interviews were recorded, transcribed, and analyzed using the sociolinguistic approach by structure and semantics. The results of the study showed that the personal pronouns of the Acehnese language are influenced by social factors such as age, social status, and familiarity. In the context of the age factor, there are variations in the use of personal pronoun agreements related to communication patterns between the younger and older generations. In social interactions with differences in social status, the use of personal pronoun agreements that reflect respect and recognition of social status is more dominant. Meanwhile, in familiarity, the use of more formal or informal personal pronouns depends on the degree of familiarity between the speakers. Overall, variations in the use of agreement personal pronouns in the Acehnese language are influenced by sociolinguistic factors that reflect social dynamics, cultural norms, and relationships between individuals. Understanding these variations can provide better insight into social interactions, social hierarchies, and familiarity norms in Acehnese society.
PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA MELALUI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 MAKASSAR Satriani, Irma; Abidin, Aslan; Indryani, Rahmah; Nurrahmah, Nurrahmah; Asriadi, Asriadi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 02 (2025): APRIL 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan karakter siswa SMA Negeri 12 Makassar melalui proses pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang didukung oleh kegiatan asistensi mengajar. Program studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Makassar secara aktif memperbarui kurikulum dan melaksanakan kegiatan asistensi mengajar selama satu semester, yang meliputi pengajaran di kelas, pembekalan materi drama, dan pementasan drama. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik dan keterampilan berbahasa mahasiswa, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan moral siswa melalui penanaman nilai-nilai etika, empati, dan keberagaman. Pendidikan karakter di Indonesia, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, menekankan pembentukan individu beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, dimana sastra Indonesia berperan penting dalam menanamkan nilai moral dan pengalaman hidup. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan karakter melalui pembelajaran bahasa dan sastra yang didukung kegiatan asistensi mengajar mampu menghasilkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki moral dan kemampuan sosial yang baik.
Exploring Thinking and Speaking Patterns of Pre-service Teachers in Microteaching: A Cognitive-Reflective Perspective Nurrahmah, Nurrahmah; Rahman, Abdul; Annas, Suwardi
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ppm.v2i3.1652

Abstract

This study aims to explore patterns of reflective thinking in pre-service teachers’ oral communication during microteaching sessions. It employed a qualitative approach with an exploratory case study design. The participants were sixth-semester students of the Mathematics Education Study Program enrolled in a microteaching course. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and video documentation of teaching practices, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed five key patterns: (1) internal selection of main ideas prior to speaking, (2) a tendency to lose the main ideas during elaboration, (3) the significant influence of content mastery on communication structure, (4) limitations in idea development, and (5) irregularities in oral delivery. These patterns suggest that students have not fully engaged in reflective thinking processes when speaking in front of the class. The study concludes that integrating a cognitive-reflective approach into microteaching training is essential to enhance students' ability to manage ideas and construct systematic, meaningful communication. This research contributes to the development of more reflective and idea-focused learning designs for pre-service teacher education.
The Representation of Mystical Elements in the Character of Teungku Don in the Novel Percikan Darah di Bunga by Arafat Nur: A Mimetic and Expressive Perspective Nurrahmah, Nurrahmah; Wulanda, Wulanda; Furqan, Al
Wacana : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran Vol 9 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbsp.v9i1.4

Abstract

This study examines mystical elements in Teungku Don’s character in Arafat Nur’s novel Percikan Darah di Bunga, exploring their interplay with Acehnese spirituality, social conflict, and cultural identity. Employing a descriptive qualitative design with mimetic and expressive approaches, primary data were drawn from the novel’s text and supplemented by relevant secondary sources. Data were collected through literature review and document analysis, then analyzed using Miles and Huberman’s three-stage model (data reduction, data presentation, and conclusion drawing). Findings reveal seven dimensions of mystical representation: (1) an innate spiritual aura; (2) dhikr practices enabling transcendental experiences and soul release; (3) perception of supernatural phenomena; (4) telepathic insight into others’ thoughts and feelings; (5) prophetic visions through dreams; (6) eccentric behavior as a social marker of mysticism; and (7) the limits of mystical power in shaping conflict outcomes. These dimensions not only reflect entrenched spiritual traditions within Acehnese society but also serve as a literary vehicle to probe themes of social tension, identity formation, and the search for meaning amid violence. The study contributes to literary and cultural scholarship by demonstrating how mystical motifs articulate and negotiate socio-cultural dynamics in Aceh.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK terhadap Efektivitas Metode SQ3R dalam Kegiatan Membaca Kritis A'yunin, Qurrata; Munthe, Sediken Tara; Tanjung, Dessi Chairani; Nurrahmah, Nurrahmah; Afrodita, Meli
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, USK, terhadap efektivitas metode SQ3R dalam kegiatan membaca kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, USK yang telah mengikuti mata kuliah keterampilan membaca dan menggunakan metode SQ3R dalam kegiatan membaca berjumlah 35 orang. Sedangkan, data dalam penelitian ini adalah catatan hasil penerapan teknik membaca SQ3R dan tanggapan mahasiswa terhadap penerapan teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan google form untuk menggali persepsi, pendapat, dan pengalaman mereka terhadap metode SQ3R. Selanjutnya, observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran membaca menggunakan SQ3R, baik dalam aktivitas kelas maupun diskusi kelompok. Terakhir, dokumentasi berupa tugas mahasiswa yang relevan untuk memperkuat temuan dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa yang menjadi responden memiliki persepsi positif terhadap penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca kritis. Secara umum, mahasiswa memahami langkah-langkah SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review) dengan baik dan dapat mendeskripsikan tahapan tersebut dengan rinci
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP USK terhadap Efektivitas Metode SQ3R dalam Kegiatan Membaca Kritis A'yunin, Qurrata; Munthe, Sediken Tara; Tanjung, Dessi Chairani; Nurrahmah, Nurrahmah; Afrodita, Meli
Jurnal Basicedu Vol. 9 No. 4 (2025): August
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v9i4.10562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, USK, terhadap efektivitas metode SQ3R dalam kegiatan membaca kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, USK yang telah mengikuti mata kuliah keterampilan membaca dan menggunakan metode SQ3R dalam kegiatan membaca berjumlah 35 orang. Sedangkan, data dalam penelitian ini adalah catatan hasil penerapan teknik membaca SQ3R dan tanggapan mahasiswa terhadap penerapan teknik tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan menggunakan google form untuk menggali persepsi, pendapat, dan pengalaman mereka terhadap metode SQ3R. Selanjutnya, observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran membaca menggunakan SQ3R, baik dalam aktivitas kelas maupun diskusi kelompok. Terakhir, dokumentasi berupa tugas mahasiswa yang relevan untuk memperkuat temuan dari wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh mahasiswa yang menjadi responden memiliki persepsi positif terhadap penerapan metode SQ3R dalam kegiatan membaca kritis. Secara umum, mahasiswa memahami langkah-langkah SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review) dengan baik dan dapat mendeskripsikan tahapan tersebut dengan rinci
Penggunaan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Bidang Studi IPS Nurrahmah, Nurrahmah; Turmuzi, Ahmad; Deni, Sutra; Yakin, Nurul; Anam, M Chairul
TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2024): TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora
Publisher : Yayasan Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/tamaddun.v2i3.313

Abstract

This study aims to examine the use of learning media in enhancing student motivation in the subject of Social Studies Geography at MA Darul Ijtimak Lombok Tengah for the academic year 2020/2021. The data collection methods used were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique employed was qualitative analysis. The findings indicate that the use of learning media, especially maps, can enhance student motivation. The application of map media in Social Studies Geography lessons makes students more enthusiastic and prevents them from becoming bored or uninterested, thus making the teaching and learning process more engaging and effective.
Model Penguatan Literasi Dasar Siswa Kelas Awal melalui Pendekatan Teaching at the Ringht Level (TaRL) Syarifudin , Syarifudin; Nurrahmah, Nurrahmah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v3i2.885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan pembelajaran literasi dasar siswa kelas awal melalui model pembelajaran Teaching at the Right Level (TaRL) pada 21 SD dan 4 MI yang Kabupaten Bima. Instrumen tes berupa tes diagnosis awal dan tes progres selama pelaksanaan pembelajaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes lisan dan dilakukan dua kali tes yaitu tes awal dan tes progres untuk mengetahui perkembangan literasi membaca peserta didik. Pengelompokkan siswa di dasarkan pada level kemampuan membaca siswa, untuk level pemula dan huruf diberi nama kelompok A, level kata dan paragraph diberi nama kelompok B, dan level cerita diberi nama kelompok C. Setiap kelompok siswa dibimbing oleh masing-masing 2 orang guru. Setiap kelompok dibekali dengan modul pembelajaran TaRL yang terdiri dari beberapa paket kegiatan literasi. Pada kelompok A terdiri dari 12 paket, kelompok B sebanyak 11 paket, dan kelompok C sebanyak 10 paket kegiatan literasi. Pada akhir bulan kedua, maka dilakukan penilaian tengah (middle) untuk mengetahui perkembangan siswa dan pada akhir bulan ketiga dilakukan penilaian akhir (endline). Instrumen penilaian menggunakan instrument asesmen diagnostik dan dapat guru juga menggunakan instrument lain yang sejenis atau yang dikembangkan sendiri.