Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search
Journal : CJPP

Hubungan Antara Iklim Organisasi Dengan Work Life Balance Pada Karyawan PT. X Panjaitan, Kristina Natalia; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p370-380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan work life balance pada karyawan di PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 130 karyawan di PT. X sebagai sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilaksanakan menggunakan instrumen berupa skala psikologi yang dikembangkan peneliti. Skala psikologi yang dikembangkan peneliti terdiri dari iklim organisasi dan work life balance. Analisis data dilaksanakaan dengan uji korelasi pearson product moment menggunakan software SPSS 27.0 for Windows. Hasil analisis data memperhatikan tingkat signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) yang mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara iklim organisasi dengan work life balance. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0.679 (r = 0.679) sehingga menandakan bahwa hubungan tersebut tergolong dalam kategori kuat. Berdasarkan hasil dari uji hipotesis, dapat disimpulkan bahwa hubungan antar variabel signifikan sehingga memiliki makna terdapat hubungan antara iklim organisasi dengan work life balance pada karyawan di PT. X. Abstract This study aims to determine the relationship between organizational climate and work life balance in employees at PT. X. The research method used is quantitative correlation involving 130 employees at PT X as research samples. The research sample was selected using a saturated sample. Data collection techniques were carried out using instruments in the form of psychological scales developed by researchers. The psychological scale developed by the researcher consists of organizational climate and work life balance. Data analysis was carried out with the Pearson product moment correlation test using SPSS 27.0 for Windows software. The results of data analysis noticed a significance level of 0.000 (p<0.05) which indicates that there is a significant relationship between organizational climate and work life balance. The correlation coefficient obtained is 0.679 (r = 0.679), indicating that the relationship is classified in the strong category. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded that the relationship between variables is significant so that it means that there is a relationship between organizational climate and work life balance in employees at PT X.
Hubungan antara Kepuasan Kerja dengan Kesejahteraan Psikologis pada Karyawan PT. X Sati, Putri Lara; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p392-403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan pada PT. X. Metode penelitian ini memakai metode penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dengan skala psikologi yang dikembangkan peneliti untuk pengumpulan data. Pemilihan sampel penelitian memakai teknik purposive sampling. Sampel yang dipakai sebanyak 120 karyawan office di PT. X yang mempunyai masa kerja minimal dua tahun dan berstatus sebagai karyawan tetap. Penelitian ini memakai bantuan dari software SPSS versi 26 for windows untuk uji normalitas dengan uji Kolmogorov Smirnov dan untuk menganalisa data dalam melakukan uji korelasi pearson product moment. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa kedua variabel berdistribusi normal dan terdapat hubungan positif dan signifikan dari kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi 0,769 yang masuk dalam kategori kuat. Hasil peneltiian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dengan kesejahteraan psikologis pada karyawan PT. X. Abstract This study aims to determine the relationship between job satisfaction and psychological well-being of employees at PT. X. This research method uses a quantitative research method with a correlational method with a psychological scale developed by researchers for data collection. The selection of research samples uses a purposive sampling technique. The sample used was 120 office employees at PT. X who have a minimum work period of two years and are permanent employees. This study uses the help of SPSS software version 26 for Windows for normality testing with the Kolmogorov Smirnov test and to analyze data in conducting the Pearson product moment correlation test. The results of this study indicate that both variables are normally distributed and there is a positive and significant relationship between job satisfaction and psychological well-being with a significance value of 0.000 (p <0.05) and a correlation coefficient value of 0.769 which is included in the strong category. The results of this study indicate that there is a positive and significant relationship between job satisfaction and psychological well-being of employees at PT. X.
Hubungan antara Optimisme dengan Kesejahteraan Subjektif pada Guru Yayasan X Nuswantari, Putri Prabasari; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p428-439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kesejahteraan subjektif pada guru tetap yang bekerja di lingkungan Yayasan X. Optimisme merupakan sikap positif individu dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan, sedangkan kesejahteraan subjektif mengacu pada evaluasi individu terhadap kebahagiaan dan kepuasan dalam hidupnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, di mana seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang guru tetap. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala optimisme dan skala kesejahteraan subjektif yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 27.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara optimisme dengan kesejahteraan subjektif pada guru. Artinya, semakin tinggi tingkat optimisme yang dimiliki guru, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengembangan sikap optimis dalam mendukung kesejahteraan psikologis guru di lingkungan kerja pendidikan. Abstract This study aims to determine the relationship between optimism and subjective well-being in permanent teachers working in the X Foundation environment. Optimism is a positive attitude of individuals in dealing with various life situations, while subjective well-being refers to an individual's evaluation of happiness and satisfaction in his life. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The sampling technique used is a saturated sample, where the entire population is used as a sample. The sample in this study amounted to 100 permanent teachers. The instruments used in this study are optimism scale and subjective well-being scale compiled by researchers based on relevant theories. Data analysis was carried out using the help of SPSS software version 27.0 for Windows. The results showed that there is a positive and significant relationship between optimism and subjective well-being in teachers. That is, the higher the level of optimism that teachers have, the higher the level of subjective well-being felt. This finding shows the importance of developing an optimistic attitude in supporting the psychological well-being of teachers in the educational work environment.
Hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dengan Loyalitas pada Karyawan PT. X Angraini, Niken; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p417-427

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara kepemimpinan transformasional dengan loyalitas pada karyawan PT. X. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan  menggunakan skala psikologi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengumpulan data. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Studi ini melibatkan 103 karyawan di divisi pengiriman barang di PT. X, yang merupakan karyawan tetap, sebagai populasi yang diteliti. Penelitian ini didukung oleh perangkat lunak SPSS versi 26.0 for Windows untuk menganalisis data, untuk melakukan pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan pengujian korelasi pearson product moment oleh Carl Pearson. Temuan dari studi ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan loyalitas, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,767 (r=0,767) yang tergolong dalam korelasi kategori kuat. Mengacu pada penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan transformasional dengan loyalitas pada karyawan PT. X. Abstract This research was conducted to find out the relationship between transformational leadership and employee loyalty at PT X. Using a quantitative research methodology with a correlational framework, this study utilized psychological scales created by the researchers for data collection purposes. Saturated sampling method was used for participant selection. The study involved 103 permanent employees of the freight forwarding division at PT X as the target population. Data analysis was facilitated using SPSS version 26.0 software for Windows, which conducted normality test through Kolmogorov-Smirnov method and Pearson product-moment correlation analysis by Carl Pearson. The results showed a significant positive correlation between transformational leadership and loyalty, with a significance level of 0.000 (p<0.05) and a correlation coefficient value of 0.767 (r=0.767) which is included in the strong category correlation. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a significant positive relationship between transformational leadership and loyalty in PT X employees.
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior pada Guru di Yayasan X Lathifatunnisa, Salsabila; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p404-416

Abstract

Guru merupakan sumber daya yang penting dalam pendidikan yang bertugas lebih dari pengajar di dalam kelas, namun juga dituntut memiliki kepedulian tinggi untuk menjalankan tugas di luar tanggung jawab formal. Perilaku ekstra tersebut dikenal sebagai organizational citizenship behavior dan penting untuk ditingkatkan dalam lingkungan pendidikan. Organizational citizenship behavior dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, budaya organisasi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dapat diterapkan di institusi pendidikan.  Tujuan dalam penelitian ini ialah menelaah hubungan antara budaya organisasi dan organizational citizenship behavior (OCB) pada guru di Yayasan X. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan seluruh populasi sebanyak 126 guru sebagai responden melalui teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala psikologi yang dikembangkan berdasarkan teori Organ (1988) untuk variabel organizational citizenship behavior dan teori Robbins & Judge (2017) untuk budaya organisasi. Analisis data dengan uji korelasi Pearson Product Moment mengungkap koefisien korelasi sebesar 0,762 (p=0,000 < 0,05), menunjukkan hubungan positif yang signifikan dan kuat antara kedua variabel. Temuan ini mengkonfirmasi adanya hubungan antara budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada kalangan guru di Yayasan X. Kesimpulan dalam penelitian ialah terdapat hubungan yang signifikan anatra budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada guru di Yayasan X. Abstract Teachers serve as vital educational resources whose responsibilities extend beyond classroom instruction, requiring high commitment to extra-role behaviors. These voluntary actions, known as organizational citizenship behavior (OCB), are particularly crucial for enhancement in educational settings. Among various influencing factors, organizational culture emerges as a significant determinant applicable to educational institutions. This study examines the correlation between organizational culture and organizational citizenship behavior among teachers at Foundation X. Employing a quantitative correlational design, the research implemented saturated sampling of all 126 teacher populations. Data collection utilized psychological scales developed from Organ's (1988) theory for OCB measurement and Robbins & Judge's (2017) framework for organizational culture assessment. Pearson Product Moment correlation analysis revealed a significant positive relationship (r=0.762, p<0.001), strongly indicating organizational culture's substantial association with organizational citizenship behavior manifestations. The findings confirm a statistically significant relationship between organizational culture and teachers' organizational citizenship behavior at Foundation X.
Hubungan antara Work Life Balance dengan Kepuasan Kerja pada Karyawan PT. X Meylda, Serly Delianna; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p479-489

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk menguji adanya hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja karyawan PT. X. Pendekatan yang diterapkan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Proses analisis data dikerjakan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27.0 for Windows. Menguji asumsi normalitas data, digunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Seluruh populasi dilibatkan sebagai responden dalam penelitian ini melalui penerapan teknik sampling jenuh, dengan total partisipan sebanyak 122 orang karyawan. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen skala psikologis yang disusun oleh peneliti berlandasan teori yang relevan dengan masing-masing variabel yang diteliti. Berlandasan hasil analisis, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) serta nilai koefisien korelasi sebesar r = 0.613. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan yang sejalur dan positif bersignifikan antara work life balance dengan kepuasan kerja. Hal tersebut berarti semakin meningkat work life balance yang dirasakan oleh karyawan, maka semakin meningkat pula kepuasan kerja mereka. Hipotesis dalam penelitian ini, yakni terdapat hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada karyawan PT. X, dapat diterima. Abstract This study aims to examine the relationship between work life balance and job satisfaction of PT X employees. The approach applied in this research is quantitative with a correlational design. The data analysis process was carried out with the help of SPSS software version 27.0 for Windows. Testing the assumption of data normality, the Kolmogorov-Smirnov method was used. The entire population was involved as respondents in this study through the application of saturated sampling technique, with a total of 122 employees. Data collection was carried out through psychological scale instruments prepared by researchers based on theories relevant to each variable under study. Based on the results of the analysis, a significance value of 0.000 (p < 0.05) was obtained and a correlation coefficient value of r = 0.613. These results indicate a significant and positive relationship between work life balance and job satisfaction. This means that the more work life balance felt by employees, the more their job satisfaction will increase. The hypothesis in this study, namely that there is a relationship between work life balance and job satisfaction in employees of PT X, can be accepted.
Hubungan antara Perceived Organizational Support dengan Work Engagement pada Karyawan PT. X Sabila, Salsa; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p467-478

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan PT. X.  Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah subjek pada 153 karyawan. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh dengan 33 karyawan produksi untuk uji coba dan 120 karyawan produksi untuk penelitian.  Instrumen yang digunakan terdiri dari skala perceived organizational support dan skala work engagement yang dikembangkan peneliti dari kedua teori variabel. Data yang terkumpul selanjutnya akan di analisis menggunaka korelasi product moment dengan bantuan dari software spss versi 27.0 for windows. Hasil analisis data diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan bagian produksi. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh dari penelitian ini yakni 0,702 (r=0,702), yang menunjukkan korelasi yang positif antara perceived organizational support dengan work engagement pada karyawan bagian produksi di PT X tersebut. Artinya, karyawan yang telah mendapatkan perceived organizational support akan meningkatkan work engagement mereka ketika bekerja. Begitupun sebaliknya karyawan yang kurang merasakan adanya dukungan dari organisasinya maka tingkat keterikatan kerja mereka juga ikut menurun. Abstract This study aims to identify the relationship between perceived organizational support and work engagement in PT X employees. This research method uses a quantitative approach and a correlational approach. The research population amounted to 153 employees. The sample in this study used saturated sampling with 33 production employees for testing and 120 production employees for research. The instrument used consists of a perceived organizational support scale and a work engagement scale developed by researchers from both variable theories. The data collected will then be analyzed using product moment correlation with the help of spss software version 27.0 for windows. The results of data analysis obtained a significance value of 0.000 (p <0.05), this indicates a significant relationship between perceived organizational support and work engagement in production employees. The correlation coefficient value obtained from this study is 0.702 (r=0.702), which shows a positive correlation between perceived organizational support and work engagement in production employees at PT X. This means that employees who have received perceived organizational support and work engagement in the production department at PT X. This means that employees who have received perceived organizational support will increase their work engagement when working. Likewise, on the contrary, employees who do not feel the support of their organization, their level of work engagement will also decrease.
HUBUNGAN ANTARA COPING DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA KARYAWAN Rahmadani, Gilang; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.41119

Abstract

Abstrak Perusahaan perlu memperhatikan kondisi kesejahteraan para karyawannya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping dengan subjective well-being pada karyawan produksi. Penelitian ini menerapkan metode penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan tetap bagian produksi di PT. X dengan jumlah 150 karyawan dan sampel pada penelitian ini adalah sampel jenuh dengan pembagian 120 karyawan untuk penelitian serta 30 karyawan untuk uji coba skala. Skala yang digunakan adalah skala coping dan skala subjective well-being. Analisis data yang diterapkan adalah analisis korelasi pearson product moment dengan bantuan program aplikasi SPSS versi 24.0 for windows. Analisis pada data yang didapatkan mengenai coping dan subjective well-being memiliki koefisien korelasi bernilai 0,723 (r = 0,723) dengan signifikansi bernilai 0,000 (p = 0,000) sehingga dapat dikonklusikan bahwa terdapat korelasi antara coping dengan subjective well-being dan korelasi tersebut bermakna positif artinya semakin tinggi coping yang dimiliki maka semakin tinggi pula subjective well-beingnya. Hasil penelitian tersebut juga menekankan bahwa hubungan yang terjadi antara coping dengan subjective well-being memiliki hubungan yang terkategori kuat. Kata Kunci: Coping, Subjective Well-Being, Karyawan Abstract Companies need to pay attention to the welfare conditions of their employees. This research aims to reveal the relationship between coping with subjective well-being in production employees. This research applies quantitative research methods. The population in this study were permanent employees of the production department at PT. X with 150 employees and the sample in this study is a saturated sample with a division of 120 employees for research and 30 employees for scale testing. The scale used is a coping scale and a subjective well-being scale. Data analysis applied is Pearson product moment correlation analysis with the help of SPSS application program version 24.0 for Windows. Analysis of the data obtained regarding coping and subjective well-being has a correlation coefficient of 0.723 (r = 0.723) with a significance value of 0.000 (p = 0.000) so that it can be concluded that there is a correlation between coping with subjective well-being and the correlation is positive meaning the higher the coping, the higher the subjective well-being. The results of this study also emphasize that the relationship between coping and subjective well-being has a strong category relationship. Keywords: Coping, Subjective Well-Being, Employees
Hubungan antara Persepsi Dukungan Organisasi dengan Keterikatan Kerja pada Guru Hartono, Benedicta Cyntia; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54071

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja pada guru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah guru berjumlah 45 orang. Penelitian ini dilakukan pada salah satu institusi pendidikan yaitu yayasan X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala ukur psikologis variabel persepsi dukungan organisasi dan variabel keterikatan kerja. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pearson product moment dan penghitungan dilakukan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS versi 25.0 for windows. Hasil analisis data menunjukkan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan keterikatan kerja. Nilai koefisien korelasi yang didapatkan yaitu sebesar 0,576 (r=0,576) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif atau searah. Semakin tinggi nilai persepsi dukungan organisasi, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja pada guru. Sebaliknya, semakin rendah nilai persepsi dukungan organisasi, maka semakin rendah pula keterikatan kerja pada guru.
Hubungan antara Budaya Organisasi dengan Loyalitas pada Karyawan Bagian Produksi Febriyanti, Ainniya Berlin; Izzati, Umi Anugerah
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 11 No. 1 (2024): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v11i1.61274

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan subjek penelitian yang berjumlah 75 karyawan bagian produksi di CV X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua skala, yaitu skala budaya organisasi dan skala loyalitas. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS 25.0 for windows . Dari hasil analisis data, ditemukan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), hal ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Nilai koefisien korelasi adalah 0,754 (r=0,754), menunjukkan korelasi yang kuat antara budaya organisasi dengan loyalitas pada karyawan bagian produksi. Semakin tinggi nilai budaya organisasi, maka semakin tinggi pula tingkat loyalitas karyawan pada bagian produksi. Sebaliknya, jika budaya organisasi rendah, maka loyalitas yang dimiliki karyawan di bagian produksi cenderung menurun.