Articles
Optimizing mental health: smartphone discharge planning's on impact on stroke survivor' mood
Retnaningsih, Dwi;
Ramadhani, Desi;
Suara, Eviwindha
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 1: March 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijphs.v14i1.24654
Stroke is a disease that causes a variety of physical and psychological disorders, resulting in limitations in a person's life. Stroke patients often experience psychological problems such as depression, anxiety, and stress as a result of changes in their life activities. Discharge planning is considered an intervention that can reduce complications and improve the quality of life of stroke patients. However, there are still reports that the implementation of discharge planning is not optimal, and one of the reasons is the use of inappropriate methods. The aim of the study was to demonstrate the impact of the use of discharge planning applications on the levels of depression, anxiety, and stress in stroke patients. The research method used is quasi-experimental quantitative research with a one-group pretest and posttest design. A total of 21 respondents used purposive sampling techniques. The results showed changes in levels of depression, anxiety, and stress after application-based discharge planning. The Wilcoxon statistical test results obtained a p-value of 0.000 (p<0.005), which suggests that there is an influence of application-based discharge planning on the levels of depression, anxiety, and stress in stroke patients.
The effect of lavender aromatherapy and deep breathing exercise on anxietas level in hemodialysis patients
Retnaningsih, Dwi;
Jumiati, Jumiati;
Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23569
Chronic kidney failure is a chronic disease that requires treatment and hemodialysis therapy. Hemodialysis therapy has physical and psychological impacts on patients, such as stress. Patients who experience stress require management techniques such as lavender aromatherapy and deep breathing relaxation. The purpose of the study was to compare the effects of lavender aromatherapy and deep breathing relaxation on patients receiving hemodialysis who were experiencing the stress of chronic kidney failure. The study's quasi-experimental design includes two groups for the pretest and posttest. The 32 patients with chronic renal failure receiving hemodialysis made up the research sample; 16 of them participated in the lavender aromatherapy intervention and 16 were part of the deep breathing relaxation group. The research instrument used is the perceived stress scale (PSS) questionnaire. With a p-value of 0.000, data analysis employing an independent t-test reveals a difference between the deep breathing relaxation and lavender aromatherapy interventions on the stress of chronic renal failure patients receiving hemodialysis. Lavender aromatherapy and breathing relaxation can reduce stress in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Lavender aromatherapy reduces stress in chronic kidney failure patients more effectively than deep breathing relaxation. Lavender aromatherapy can be an alternative therapy to reduce stress while undergoing hemodialysis.
Edukasi untuk Mengoptimalkan Monitoring Resiko Jatuh
Retnaningsih, Dwi;
Suara, Eviwindha
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1873
Pemantauan risiko jatuh yang kurang optimal meningkatkan risiko pasien jatuh dan pada akhirnya pasien bertanggung jawab untuk mendanai biaya perawatan rumah sakit. Risiko pasien jatuh dan harus dirawat kembali di rumah sakit tentu sangat merugikan pasien dan keluarganya serta pihak rumah sakit. Oleh karena itu perlunya edukasi optimalisasi monitoring resiko jatuh kepada perawat di RSUD Tugurejo. Pengabdian masyarakat dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 2023. Lokasi pengabdian masyarakat di ruang Amarilis I RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah. Sasaran pengabdian masyarakat adalah seluruh perawat diruang Amarilis I sejumlah 12 orang. proses kegiatan pengabdian meliputi beberapa tahapan yaitu: 1). Persiapan 2). Pelaksanaan penyegaran materi; pre test; pemberian materi; post test dan 3) Evaluasi. Kegiatan pengabdian masyarakat berjalan lancar, terjadi peningkatan tingkat pengetahuan perawat dalam melakukan monitoring resiko jatuh pada pasien seperti pengertian, faktor resiko, asuhan keperawatan pasien jatuh, menilai pasien risiko jatuh, asesmen awal dan asesmen ulang. Peningkatan pengetahuan sebagai salah satu upaya optimalisasi pelaksanaan monitoring resiko jatuh.
Perspectives of Clinical Instructors of Nursing Student Competences in Acute and Critical Care
Retnaningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.2.7027
Nursing students must be competent in providing acute and critical care. This study investigated the perspectives of clinical instructors on these competencies in challenging nursing environments. Ten clinical instructors from the Regional Hospital of Semarang City, Central Java, Indonesia, participated in this study to observe students during their clinical practice in acute and critical care. Qualitative data was collected between May and December 2020. Face-to-face and virtual in-depth interviews lasted 30 to 40 minutes per informant. Data validity was ensured by member verification, which involved participants reviewing the recorded interviews. The nursing competency perspectives were divided into nine themes: (1) addressing biological, psychological, social, and spiritual needs; (2) involving families in patient care; (3) integrating attitudes, morals, and ethics; (4) developing communication skills; (5) working in multidisciplinary teams and complementary therapies; (6) effectively managing emergencies effectively; (7) recognizing and addressing spiritual aspects; (8) developing critical thinking and technology mastery; and (9) improving quality. This study’s findings serve as a valuable reference and guide for refining nursing student competencies in acute and critical care and creating assessment instruments.
Pengaruh Discharge Planning Berbasis Aplikasi terhadap Tingkat Stres pada Pasien Stroke
Ramadhani , Desi;
Retnaningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1906
Stroke merupakan penyakit yang dapat menimbulkan berbagai kecacatan fisik maupun psikologis yang mengakibatkan keterbatasan dalam hidupnya. Stress adalah masalah psikologis yang sering dialami pasien stroke karena mengalami perubahan aktivitas dalam hidupnya. Discharge planning merupakan intervensi yang bisa meminimalisir komplikasi dan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien stroke. Namun masih banyak laporan mengenai pelaksanaan discharge planning yang belum optimal. Penggunaan metode yang kurang tepat menjadi penyebabnya. Penelitian ini mengusulkan penggunaan metode baru yaitu dengan metode discharge planning berbasis aplikasi yang bertujuan untuk membuktikan pengaruh penggunaan aplikasi discharge planning terhadap tingkat stress pada pasien stroke. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif quasi-eksperiment dengan desain penelitian one group pretest and posttest design. Total responden sebanyak 21 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian di RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang dengan meminta inform concent kepada responden. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh tingkat stress antara sebelum dan sesudah diberikan discharge planning berbasis aplikasi. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan hasil p-value 0,000 (p<0,005), hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh discharge planning berbasis aplikasi terhadap tingkat stress pada pasien stroke.
Pengaruh Aplikasi Edukasi terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Tuberkulosis Paru
Maisyaroh, Dina Siti;
Retnaningsih, Dwi
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan: September 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i3.1947
TB adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan berlangsung lama tanpa pengobatan. Proses pengobatan terdiri dari dua tahap: tahap awal dan tahap lanjutan. Pengobatan TB membutuhkan enam bulan untuk menghindari resistensi obat. Penderita tuberkulosis paru berisiko mengalami masalah psikososial seperti depresi, kecemasan, dan stress sebagai akibat dari penyakit mereka. Ada beberapa cara bagi penderita tuberkulosis untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan mereka tentang mengelola faktor resiko penyakit mereka. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan aplikasi edukasi tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis. Metode: yang digunakan dalam penelitian yaitu metode quasi experiment dengan rancangan one grup pre test – post test design. Dengan sampel sebanyak 37 responden dengan TB dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuisioner DASS-42 dengan item 14 pertanyaan. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian: sebelum diberikan aplikasi edukasi tuberkulosis mayoritas dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 31 responden (83.8%). Setelah diberikan aplikasi edukasi tuberkulosis, responden mengalami perubahan pada tingkat kecemasan. Dimana pada tingkat kecemasan sebanyak 20 responden (54.1%) dengan kecemasan ringan. Hasil analisa data uji Wilcoxon menunjukan pada kategori kecemasan sebelum dan sesudah nilai p value = 0,000,. Kesimpulan: terdapat pengaruh aplikasi edukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Kota Semarang.
Pruritus and long-term hemodialysis among patients with chronic renal failure
Retnaningsih, Dwi;
Puspitasari, Putri;
Prihati, Dyah Restuning
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 3: September 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.11591/ijphs.v12i3.23067
Patients with hypertension and diabetes are at risk of developing chronic kidney failure. A common occurrence in patients with chronic kidney disease is pruritus. Pruritus can affect all parts of the body, which can have an emotional impact on the patient, affect the quality of sleep and mood of the patient, and cause discomfort. The study's goal was to determine whether there was a long-term link between hemodialysis and the onset of pruritus among patients with chronic renal failure who were receiving hemodialysis. Quantitative research with the cross-sectional method A total of 45 patients are in the RSI Sultan Agung Semarang Hemodialisa Unit, Central Java, Indonesia. The instrument in this study was the 5D pruritus scale. Data analysis was done using SPSS version 24. The Spearman rank test was conducted to test the relationship between two variables of the study, namely the duration of hemodialysis and the occurrence of pruritus. The study was conducted in April–June 2022, along with the ethical test. The results of the study obtained a p value of 0.004≤0.05, which means there is a relationship between long-term hemodialysis and the occurrence of pruritus in patients with chronic kidney failure. In conducting treatment, it is important to pay attention to basic needs and comfort, as well as implement pruritus management.
Hubungan antara Depresi dan Kelelahan pada Pasien Kanker Payudara
Deraya, Reanita Anggis;
Retnaningsih, Dwi
Journal of Language and Health Vol 6 No 1 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v6i1.5371
Kelelahan akibat kemoterapi secara signifikan memengaruhi aktivitas harian dan kualitas hidup pasien. Gejala yang sering dilaporkan meliputi kelelahan fisik, hilangnya minat, perasaan bersalah, gangguan tidur dan nafsu makan, serta penurunan konsentrasi. Objective: Penelitian ini meneliti korelasi antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Method: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen HADS untuk mengukur depresi dan FAS untuk mengukur tingkat kelelahan. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling, melibatkan 55 responden yang memenuhi kriteria sebagai pasien kanker dengan kemoterapi. Seluruh responden memberikan persetujuan yang telah diinformasikan sebelumnya, dengan peneliti menjamin kerahasiaan dan anonimitas mereka. Results: Uji Rank Spearman menunjukkan korelasi kuat antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi (p=0,000, rho=0,744) yang berarti ada hubungan antara depresi dan kelelahan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi.
Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Perawat dalam Deteksi Dini Kegawatan Pasien dengan Early Warning Scoring System (EWSS)
Suara, Eviwindha;
Retnaningsih, Dwi
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.153
Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama bagi penyedia layanan kesehatan untuk membuat perawatan pasien di rumah sakit lebih aman. Hal ini mencakup penilaian risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien, serta solusi untuk meminimalkan risiko dan mencegah cedera akibat mengambil tindakan atau tidak mengambil tindakan. Penerapan deteksi dini perubahan kondisi pasien dapat dilakukan dengan menggunakan Early Warning Score System (EWSS). Penerapan EWSS masih berada dalam konteks suboptimal dan masih terdapat penyimpangan yang ditemukan dalam penerapannya. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan perawat dalam implementasi EWSS sebagai deteksi dini pada pasien di rawat inap. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan persepsi perawat terhadap deteksi dini dengan Early Warning Scoring System (EWSS) serta meningkatkan pelaksanan serta motivasi perawat dalam melaksanakan deteksi dini pasien dengan Early Warning Scoring System (EWSS). Metode yang digunakan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah dengan memberikan informasi kepada perawat tentang. Evaluasi keberhasilan dari program kemitraan masyarakat ini dilakukan dengan pre dan post test sebelum dan setelah dilakukannya kegiatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya respon positif yang diberikan perawat terhadap kegiatan dan peningkatan penegtahuan perawat terhadap implementasi EWSS setelah kegiatan.
Peningkatan Pengetahuan Perawat terhadap Perawatan Pre Operasi
Suara, Eviwindha;
Retnaningsih, Dwi;
Sugianto, Emilia Puspitasari
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Peduli Masyarakat: Mei 2025
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v7i3.6422
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai perawatan pra-operasi sebagai upaya memaksimalkan keberhasilan tindakan bedah pada pasien. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa Rumah Sakit Adhyatma merupakan rumah sakit rujukan yang menangani banyak pasien operasi, sehingga edukasi mengenai perawatan pra-operasi menjadi sangat penting. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan kegiatan sosialisasi melalui metode ceramah dan praktik langsung menggunakan daftar periksa (checklist) persiapan operasi. Evaluasi dan monitoring dilakukan untuk menilai efektivitas program perawatan pre operasi dengan memberikan transfer konowledge mengenai perawatan pre operasi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 perawat. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan perawat terkait asuhan keperawatan pra-operasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi mengenai konsep perawatan pra-operasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat.