Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Pre-Operative Care on Pre-Operative Anxiety of Fracture Patients Suara, Eviwindha; Retnaningsih, Dwi; Sugianto, Emilia Puspitasari
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6419

Abstract

Fraktur adalah kondisi terputusnya kontinuitas tulang akibat trauma atau tekanan berlebih. Salah satu penanganannya memerlukan tindakan operasi untuk mengembalikan posisi tulang dan memastikan proses penyembuhan berjalan optimal. Tindakan operasi dilakukan, pasien harus melewati tahapan pra-operasi, yang melibatkan evaluasi fisik, laboratorium, dan asesmen psikologis. Proses ini sering kali memicu reaksi stres, baik secara fisiologis maupun psikologis, yang paling umum berupa kecemasan. Kecemasan pra-operasi merupakan respons wajar terhadap ketidakpastian dan rasa takut akan prosedur medis yang akan dijalani.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perawatan pre operasi terhadap Tingkat kecemasan pasien fraktur yang akan menjalankan operasi. Penelitian ini menggunakan metode design Quasy Experimental dengan menggunkaan pre-post. Penilaian kecemasan menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Populasi penelitian ini adalah pasien fraktur dengan 30 sampel dipilih menggunakan Purposive Sampling dengan teknik Non-probabilty sampling, dan analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian menunjukan bahwa perawatan pre operasi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kecemasan. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Sign Rank Test menunjukan nilai p value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpilkan terdapat pengaruh perawatan pre operasi terhadap penurunan kecemasan pasien fraktur yang akan menjalankan operasi.
Enhancing cancer patient care via nursing apps: a systematic review Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Nugraha, Rozaq Isnaini; Deraya, Reanita Anggis; Ni’mah, Maulida Izzatin; Putri, Iva Anissya; Selviana, Sinta
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 14, No 3: September 2025
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v14i3.26000

Abstract

Digital health interventions have been shown to be effective in improving the quality of life for cancer patients through education, symptom management, and psychosocial support. This research aims to identify application content that can enhance the quality of life for cancer patients. The method used is a systematic review based on the population, intervention, comparison, outcome, study design (PICOS) criteria. From the search, 941 articles were found in the JSTOR database (n = 11), Science Direct (n = 54), ProQuest (n = 609), and Springer Link (n = 267), with a publication period from 2019 to 2024. The keywords used include: nursing applications, cancer, application content, quality of life, and randomized clinical trials (RCT). The inclusion criteria encompass RCT published in peer-reviewed journals, written in English, and utilizing digital applications as interventions to improve the quality of life for cancer patients. This research includes patients aged 16-80 from various countries, including China, Turkey, Ireland, Taiwan, and Australia. The results show that digital interventions such as digital storytelling, education through applications, nurse support programs, and virtual reality significantly improve patients' quality of life. The intervention content includes six main themes: medical education, symptom management, psychosocial support, multidisciplinary interventions, physical activity, and relaxation, as well as interactive digital platforms.
Penerapan terapi rendam kaki air hangat garam terhadap tingkat nyeri pada lansia penderita gout athritis Nur Amelia, Alda; Retnaningsih, Dwi
Link Journal of Health Science Vol 2 No 2 (2025): September : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v2i1.78

Abstract

Latar Belakang: Asam urat yaitu gangguan yang ditandai dengan adanya nyeri pada persendian. Seseorang yang paling sering terserang asam urat biasanya lansia. Rendam air hangat adalah tindakan yang dilakukan dengan memberikan cairan hangat untuk memberikan rasa hangat, dan mengurangi nyeri. Tujuan: Mengetahui terapi rendam kaki menggunakan air hangat terhadap tingkat nyeri lansia penderita gout arthritis. Metode:  Studi kasus ini deskriptif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel sebanyak 4 pasien lanjut usia yang menderita asam urat di panti wredha harapan ibu Semarang. Instrument berupa SOP terapi rendam kaki air hangat garam pada lansia, cek kadar asam dengan alat GCU asam urat dan pengukuran skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Penyajian data studi kasus disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. Hasil: Setelah dilakukan terapi rendam kaki air hangat garam didapatkan hasil terhadap 4 responden di hari ke 7 yaitu Ny.S :5,5 mg/dl dengan skala nyeri 2, Ny.S: 5.4 mg/dl skala 2, Ny.S: 5.6 mg/dl skala 3 dan Ny.P: 6.0 mg/dl dengan skala 3. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat garam terbukti efektif dalam menurunkan kadar asam urat dan tingkat nyeri pada lansia penderita asam urat. Terapi ini dapat menjadi metode nonfarmakologis yang bermanfaat dalam mengatasi keluhan nyeri pada lansia penderita asam urat.
Aplikasi Senam Disminorea untuk Mengatasi Nyeri Menstruasi pada Remaja Pawestri, Pawestri; Handayani, Luh Titi; Asih, Susi Wahyuni; Muafiro, Adin; Retnaningsih, Dwi; Manurung, Sarida Surya; Wahyuni, Sri; Nurrahima, Artika; Aden, Christine
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3165

Abstract

Gangguan atau kelainan yang muncul saat menstruasi tiba seperti rasa nyeri pada perut bagian bawah, hal tersebut dinamakan dysmenorrhea. Dismenorea merupakan nyeri pada abdomen tepatnya dibagian Hypogastric (pubic region)  yang menjalar sampai ke pelvis (panggul) hal tersebut disebabkan karena adanya kontraksi otot pada uterus (rahim) pada saat menstruasi. Berdasarkan fenomena yang terjadi kebanyakan remaja saat mengalami disminorea tidak dapat mengontrol emosi, tidak masuk sekolah serta mengurungkan diri sehingga berpengaruh pada psikologis remaja. Beberapa perempuan mengalami nyeri haid, mengatasi nyeri dengan mengkonsumsi  obat-obat anti nyeri secara berkala.. Diperlukan penanganan nyeri menstruasi dengan senam disminorea. Tujuan pengabdian masyarakat ini melakukan Pendidikan Kesehatan tentang managemen nyeri menstruasi dengan senam disminorea pada siswi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.  Kegatan  diawali  dengan  perijinan, koordinasi  pelaksanaan  kegiatan  dan  kegiatan  pengabdian  masyarakat.  Pengabdian  masyarakat  dilaksanakan dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepaada remaja putri siswi SMP sejumlah 52 orang. Hasil pre tes didapatkan bahwa pengetahuan sedang sebesar 27 orang (51,9 %) sedangkan hasil post test didapatkan pengetahuan baik sebesar 46 orang (88,5%). Dari hasil analisis Hasil uji paired t-test menunjukkan p < 0,05, artinya edukasi yang diberikan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan responden. Dengan adanya intervensi pendidikan yang tepat, seperti penyuluhan atau pelatihan senam dismenorea di sekolah, diharapkan remaja dapat lebih mandiri dalam mengelola nyeri haid, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka.
Perbedaan Tehnik Relaksasi Genggam Jari dan Terapi Kompres Dingin terhadap Kecemasan Tindakan Pemasangan Infus Wilantika, Dyas Sukma; Retnaningsih, Dwi; Sugiyanto, Emilia Puspitasari
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 13, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.13.1.2025.165-172

Abstract

Kondisi gawat darurat juga akan menimbulkan suatu kecemasan yang dialami keluarga pasien yang berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penatalaksanaan cemas dapat dilakukan dengan cara terapi farmakologis dan non farmakaologis. Genggam jari merupakan teknik pengolahan diri yang didasarkan pada cara kerja system saraf simpatis. Kompres dingin untuk cemas temperatur yang sangat dingin pada seluruh tubuh dapat menimbulkan respons hormonal fisiologis, termasuk pelepasan adrenalin, nonadrenalin, dan endorfin. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan Teknik relaksasi genggam jari dan terapi kompres dingin terhadap tingkat kecemasan pasien yang akan dilakukan pemasangan infus. Metode penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan rancangan two group pretest and posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang masuk di IGD RSUD Limpung di sebanyak 30 pasien dengan menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah HARS. Hasil penelitian menunjukkan kelompok genggam jari tingkat kecemasan ringan 8 pasien, tingkat kecemasan sedang 7 pasien. Kelompok kompres dingin kecemasan ringan 13 pasien dan kecemasan sedang 2 pasien. uji statistik Mann Whitney dengan uji ini pada dua variabel yaitu tehnik genggam jari dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan di pasang infus dengan nilai p= 0,000. Disimpulkan terdapat perbedaan tehnik relaksasi genggam jari terhadap kecemasan tindakan pemasangan infus di IGD RSUD Limpung.
Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi Putri, Iva Anissya; Retnaningsih, Dwi; Ni’mah, Maulida Izzatin; Deraya, Reanita Anggis; Selviana, Sinta
Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences Vol 6 No 1 (2025): Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences: April 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijnhs.v6i1.5961

Abstract

Kemoterapi pada pasien kanker dapat menyebabkan ketidaknyamanan, meningkatkan stres, serta mempengaruhi kualitas hidup. Mereka perlu menjaga kualitas hidup untuk mendukung kelangsungan hidup dan pemulihan mereka. Orang terdekat yang dibutuhkan oleh pasien kanker saat menjalani kemoterapi yaitu keluarga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan 82 responden dan kriteria dapat berkomunikasi secara verbal, memiliki kasadaran composmentis serta kooperatif dan bersedia menandatangani informed consent. Semua analisis menggunakan Rank Spearman. Dengan nomor etik 068/Kom.EtikRSWN/VI/2024. Hasilnya menunjukkan bahwa 53 responden (64,6%) memiliki dukungan keluarga baik, dan untuk kualitas hidup 38 responden (46,3%) memiliki kualitas hidup baik. Menurut hasil uji statistik rank spearman menunjukan hubungan dengan tingkat signifikansi 0,000 ≤ (0,05), dan koefisien +0,446, yang menunjukkan hubungan positif.
OPTIMALISASI DISCHARGE PLANNING STROKE DI RUMAH SAKIT Retnaningsih, Dwi; Suara, Eviwindha
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 2 (Sept) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i2.103

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan penyebab kematian ketiga di dunia, setelah penyakit jantung dan kanker, baik di negara maju maupun negara berkembang. Penanganan stroke meliputi pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Perawat bekerja sepanjang waktu untuk terus memantau kesehatan dan kondisi pasien. Rencana pemulangan untuk penderita stroke menjadi perhatian dan harus diberikan pada saat pemulangan penderita stroke dan anggota keluarga, dengan memberikan informasi tentang penyakit dan perawatan, serta tindak lanjut pasca pulang. Proses ini dapat dicapai dengan menyediakan discharge planning. Oleh karenanya diperlukan kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan perawat tentang discharge planning stroke dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode program kemitraan masyarakat dengan memberikan informasi kepada perawat tentang discharge planning stroke. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di ruang amarilis I RSUD Tugurejo Provinsi Jawa Tengah. Pelatihan diberikan kepada 24 perawat. Kegiatan pengabdian masyarakat telah memberikan luaran perupa pemahaman perawat dalam melakukan discharge planning pada pasien stroke yaitu tentang pemahaman secara umum stroke seperti definisi, tanda gejala, faktor resiko, penangan segera saat serangan, diet yang diperbolehkan atau dibatasi dan adaptasi pasien terhadap gejala sisa stroke seperti kelumpuhan, gangguan menelan, gangguan komunikasi, gangguan penglihatan serta gangguan lainnya. Terjadi peningkatan pemahaman sebagai salah satu upaya optimalisasi pelaksanaan discharge planning pasien stroke.
PENGABDIAN MASYARAKAT PADA KELOMPOK KADER POSYANDU LANSIA DI KELURAHAN TAMBAKHARJO Retnaningsih, Dwi; Winarti, Rahayu
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v4i2.74

Abstract

Kontribusi posyandu lansia dalam meningkatkan kesehatan lansia sangat besar, sehingga kualitas pelayanan posyandu lansia perlu ditingkatkan. Keberadaan kader lansia dan sarana posyandu, merupakan modal dalam keberlanjutan posyandu lansia di Kelurahan Tambakharjo. Berdasarkan hasil wawancara kepada salah satu kader lansia disampaikan bahwa kegiatan posyandu lansia sejak 2019 sampai Juni 2022 tidak berjalan dan hanya ada kegiatan senam lansia. Permasalahan mitra: Kurangnya pelatihan kader, masih rendahnya peran dan kegiatan masyarakat. Tujuan Kegiatan; mengaktifkan dan meningkatkan keberadaan Posyandu lansia dan memberikan motivasi kader posyandu lansia. Kegiatan PKM dilaksanakan berupa penyuluhan materi Posyandu lansia, materi DM dan praktik senam kaki DM, dilanjutkan diskusi bersama. Peserta yang berpartisipasi sebanyak 10 orang dan keterlibatan mahasiswa sebanyak empat (4) orang, instrumen yaitu alat tulis, seperti buku, pulpen, kertas materi, handphone dan Laptop dengan empat sesi, dimana setiap sesi kegiatan dilaksanakan selama 50 menit. Ada peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan pengabdian masyarakat, sebelum diberikan pengetahuan nilai rata-rata 70,31 dan sesudah diberikan pengetahun nilai rata-rata 81,25. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan lancar dan kader posyandu lansia bisa mempraktikkan senam kaki DM. Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik dan lancar, serta mendapatkan respon yang antusias dari para kader lansia, sehingga diharapkan kader posyandu lansia dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan bagi lansia dengan DM.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBIMBING KLINIK MELALUI PELATIHAN METODE PRECEPTORSHIP Retnaningsih, Dwi; Sukesi, Niken; Aini, Dwi Nur; Wahyuningsih, Wahyuningsih; Arifianto, Arifianto; Widyaningsih, Tri Sakti; Karunianingtyas, Maulidta; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 5, No 1 (Maret) (2023): Jurnal implementasi pengabdian masyarakat kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v5i1.82

Abstract

Peran perawat dalam meningkatkan kualitas asuhan adalah sebagai Preceptor. Preseptor bertugas untuk membimbing mahasiswa keperawatan atau perawat baru untuk belajar menerapkan teori dan pengetahuan yang dimiliki. Perawat, sebagai instruktur keperawatan, bertindak sebagai guru dengan tanggung jawab khusus kepada peserta didiknya yaitu mahasiswa (mentee). Preceptorship adalah salah satu metode bimbingan dengan one to one relationship dalam ruang lingkup keperawatan yang dinilai cukup baik untuk menambah keterampilan dalam perawatan, baik soft skills, hard skills dan attitude profesi keperawatan. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk membimbing pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship, baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Metode pengabdian dilakukan dengan format kuliah didaktif, roleplay, latihan ketrampilan dan evaluasi kegiatan. Peserta akan belajar memahami kurikulum pendidikan Klinik, konsep model preseptorship, merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, ketrampilan memberikan feedback, menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mendapatkan respon yang baik, dan terlaksana dengan lancar. 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KADER DI KELURAHAN TAMBAKHARJO DALAM PERAWATAN PASIEN STROKE Retnaningsih, Dwi; Suara, Eviwindha; Ramadhani, Desi; Maesaroh, Dina Siti; Wahab, Kenan Aditya
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v6i2.152

Abstract

Latar belakang didasarkan pada urgensi penanganan efektif terhadap pasien stroke di tingkat komunitas, khususnya di Kelurahan Tambakharjo. Kelompok kader di kelurahan ini memiliki peran integral dalam mendukung kesehatan masyarakat. Stroke merupakan penyakit neurologis dengan dampak signifikan terhadap kesehatan global, termasuk perubahan kognitif dan emosional. Kelurahan Tambakharjo memiliki kekhasan struktur sosialnya, di mana kelompok kader memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan masyarakat. Pengabdian dilakukan untuk menggali potensi dan tantangan pemberdayaan kelompok kader dalam perawatan pasien stroke melalui PKM. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok kader di Kelurahan Tambakharjo mengenai penyakit stroke melalui implementasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Metode pengabdian masyarakat melibatkan langkah-langkah sistematis, termasuk studi pendahuluan, pemilihan kelompok kader, pelatihan intensif, pengembangan materi informasi masyarakat, dan pendampingan aktif dengan monitoring. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tingkat pengetahuan kelompok kader setelah intervensi edukasi mengenai penyakit stroke. Dalam pembahasan, efektivitas program edukasi tergambar dari hasil yang menunjukkan seluruh kelompok kader mencapai tingkat pengetahuan yang sangat baik. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan peran kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, mendukung upaya pencegahan penyakit stroke, dan memberikan perawatan yang adekuat. Kesimpulan dari pengabdian adalah bahwa intervensi edukasi memberikan dampak positif pada pengetahuan kelompok kader tentang penyakit stroke di Kelurahan Tambakharjo.