Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TERAPI BERMAIN PUZZLE TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN SOSIAL PADA ANAK RETARDASI MENTAL DI SLB N KABUPATEN REMBANG Retnaningsih, Dwi; astuti, Windy; A, Ardha Yuniar
Jurnal Ners Widya Husada Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.24 KB) | DOI: 10.33666/jners.v3i2.176

Abstract

Latar Belakang : Retardasi mental adalah suatu keadaan perkembangan mental yang berhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai oleh adanya keterbatasan keterampilan selama masa perkembangan, sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Sebagai anggota masyarakat anak retardasi mental tidak mampu mandiri, tidak dapat melakukan komunikasi dua arah dengan teman sebaya, hal ini disebabkan oleh kemampuan sosialisasi anak retardasi mental tidak berkembang secara optimal. Maka dari itu di perlukan sebuah terapi yang dapat meningkatkan perkembangan sosial anak retardasi mental, slaah satunya adalah dengan terapi bermain puzzle yang di lakukan secara berkelompok untuk menstimulus interaksi sosial anak retardasi mental. Tujuan Penelitian : Mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat perkembangan sosial pada anak retardasi mental di SLB N Kabupaten Rembang. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimental. Desain penelitian menggunakan one-group pre-test post-test design. Jumlah populasi responden yaitu 34 responden. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan intervensi. Hasil : Mengetahui perbedaan tingkat perkembangan sosial pada anak retardasi mental sebelum dan setelah diberikan terapi bermain puzzle menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil p value 0,011 (? 0,05%) dan nilai Z hitung -2,556 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Ada pengaruh terapi bermain puzzle terhadap tingkat perkembangan sosial pada anak retardasi mental di SLB Kabupaten Rembang. Kata Kunci : Retardasi mental, perkembangan sosial, terapi bermain, Puzzle. Daftar Pustaka : 35 literatur (2007-2013)
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA KELUARGA DI GAGAKAN KECAMATAN SAMBONG KABUPATEN BLORA TAHUN 2017 Apriliana, Rista; Retnaningsih, Dwi; Damayanti, Widya Putri
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.383 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.145

Abstract

Latar Belakang         : Demam Berdarah Dengue(DBD) banyak ditemukan di daerah tropis dan sub-tropis, termasuk di Indonesia.. Penelitian-penelitian tentang demam berdarah telah banyak dilakukan, baik yang berhubungan dengan faktor etiologik, salah satu faktor etiologik adalah kondisi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dengan kejadian DBD di Gagakan Kecamatan Sambong Kabupaten Blora tahun 2017.Metode : Penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 86 keluarga yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi. Data yang terkumpul dianalisa secara analisa univariat dan analisa bivariat. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square.Hasil : tidak ada hubungan jarak antar rumah dengan kejadian DBD (x2hitung = 0,293 <x2tabel dan p value = 0,588 > ? = 0,05). Ada hubungan kondisi kontainer/TPA dengan kejadian DBD (x2hitung = 4,227 >x2tabel = 3,841 dan p value = 0,040 < ? = 0,05). Ada hubungan keberadaan jentik di tempat penampungan air di dalam rumah dengan kejadian DBD (x2hitung = 8,017 >x2tabel = 3,841 dan p value = 0,005 < ? = 0,05). Tidak ada hubungan kondisi selokan/got dengan kejadian DBD (x2hitung = 1,325 <x2tabel = 3,841 dan p value = 0,250 > ? = 0,05). Tidak ada hubungan keberadaan tanaman di dalam/di pekarangan rumah dengan kejadian DBD (x2hitung = 1,451 <x2tabel = 3,841 dan p value = 0,228 < ? = 0,05).Kesimpulan : Kondisilingkungan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) pada keluarga di Gagakan Kecamatan Sambong Kabupaten Blora adalah kondisi kontainer/tempat penampungan air dan keberadaan jentik nyamuk, sedangkan kondisi lingkungan yang tidak berhubungan adalah jarak antar rumah, kondisi selokan/got dan keberadaan tanaman di dalam /di pekarangan rumah.Kata kunci     : Demam Berdarah Dengue, Lingkungan, Keluarga
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES PADA MAHASISWATINGKAT AKHIR S1 ILMU KEPERAWATAN DI STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Retnaningsih, Dwi; Aini, Khusnul; Triyantini, Oki
Jurnal Ners Widya Husada Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.59 KB) | DOI: 10.33666/jners.v2i1.141

Abstract

Latar Belakang : Pada tingkat akhir S1 Ilmu Keperawatan, banyak mahasiswa mengalami stres. Faktor yang menyebabkan stres, seperti faktor pribadi, faktor keluarga dan faktor akademik. Studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 7 Desember 2016, didapatkan 80 % mahasiswa mengalami stres yang ditandai dengan nafsu makan menurun, sakit kepala,  insomnia dan mudah sakit. Metode Penelitian : 76 responden diambil dari mahasiswa tingkat akhir S1 Ilmu Keperawatan dengan teknik Total Sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hubungan variabel menggunakan uji Rank Spearman. Hasil : Terdapat 50% mahasiswa mengalami stres karena faktor pribadi, 6,6% mahasiswa mengalami stres karena faktor keluarga, 73,7% mengalami stres karena faktor akademik dan 87,4% mahasiswa mengalami stres dengan rentang ringan sampai sedang. Kesimpulan : Ada hubungan antara faktor pribadi, faktor keluarga, faktor akademik dengan stres pada mahasiswa tingkat akhir. Kata Kunci : faktor-faktor stres, stres, mahasiswa tingkat akhir S1 Ilmu Keperawatan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Makan Toddler Setyaningrum, Fitri Wahyuni; Retnaningsih, Dwi; Windyastuti, Windyastuti
Jurnal Ners Widya Husada Vol 5, No 1 (2018): MARET
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.283 KB) | DOI: 10.33666/jners.v5i1.329

Abstract

Pola makan toddler di posyandu Kuncup Mekar 8 ini, terdapat beberapa anak yang makannya teratur dan tidak teratur karena sebagian ibu ada yang bekerja dan ibu rumah tangga tetapi sibuk dengan aktivitasnya sehari - hari dengan kurang memperhatikan sehingga pola makan anak tidak baik,tujuan penelitian untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan pola makan toddler. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif  korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu yang mempunyai toddler di Posyandu Kuncup Mekar Kelurahan Krapyak Semarang Barat. Hasil Penelitian nilai rho 0,546, dan p value 0,002 (p < 0,05), kondisi kesehatan dengan pola makan toddler. Hasil bahwa nilai rho 0,461 dan p value 0,010 (p < 0,05), makanan dengan pola makan toddler. Data yang diperoleh dari penelitian,hasil bahwa nilai rho 0,546 dan p value 0,002 (p < 0,05). Kesimpulannya ada hubungan pengetahuan ibu, kondisi kesehatan, makanan dengan pola makan toddler.Kata kunci: faktor - faktor pola makan, posyandu balita, usia toddlerFACTORS - FACTORS RELATED TO DIET OF TODDLERABSTRACTA diet toddler in posyandu Kuncup Mekar 8, there are some children who eat regular and irregular because some mothers worked and housewives but busy with daily activities - day with less attention to child's diet is not good, purpose research to identify factors - factors related to diet toddler. This study used a descriptive correlation design with cross sectional approach. The population is all mothers with toddler in Posyandu Kuncup Mekar Krapyak Semarang Barat. Results: Data obtained from the study, the results that rho value of 0.546, and p value 0.002 (p <0.05), the health condition of the toddler diet. Data obtained from the study, the results that rho value of 0.461 and p value 0,010 (p <0.05), with diet food toddler. Data obtained from the study, the results that rho value of 0.546 and p value 0.002 (p <0.05), so that these three factors Ho denied that there is a relationship of mother's knowledge, health, diet food with toddler. Conclusions: There was a relationship mother's knowledge, health, diet food with toddler.Keywords: factor - factor diet, posyandu balita, toddler
Hubungan Kepatuhan Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis BPJS dengan Kadar Gula Darah Diabetesi Moerland, Theodhora Albertiene; Retnaningsih, Dwi; Tamrin, Tamrin
Jurnal Ners Widya Husada Vol 4, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.525 KB) | DOI: 10.33666/jners.v4i1.298

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar gula dalam darah. Kepatuhan adalah perilaku sesuai aturan dan berdisiplin. Fenomena yang terjadi di klinik Pratama Banyumanik Semarang lansia yang tidak patuh mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis  BPJS berdampak komplikasi yang bisa berujung dengan kematian di bandingkan yang aktif mengikuti prolanis tidak berisiko terjadinya kompliksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara kepatuhan Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis  BPJS dengan kadar gula darah Diabetesi di klinik Pratama Banyumanik Semarang. Penelitian kuantitatif dengan rancangan korelasional. Sampling dengan teknik consecutive sampling diperoleh 75 responden. Kepatuhan diukur dengan menggunakan kuesioner dan dilakukan pengukuran Kadar Gula darah. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Tingkat kepatuhan terbanyak adalah patuh berjumlah 74.6%dan responden yang kadar gula darah terbanyak adalah kadar gula darah tidak terkontrol berjumlah 65.3%. hasil uji bivariat dengan uji Rank Spearmen diperoleh nilai Rho : 0,174 dengan nilai p Value 0,135. Tidak terdapat hubungan kepatuhan Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis BPJS dengan kadar gula darah Penderita Diabetesdi klinik Pratama Banyumanik Semarang. Banyak faktor yang mempengaruhi kadar gula darah. Diabetesi seharusnya memperhatikan kadar gula darah. Kata kunci: PROLANIS, diabetes, kepatuhan COMPLIANCE RELATIONS PROGRAM FOLLOWING BPJS DISEASE CHRONIC MANAGEMENT WITH DIABETESI BLOOD SUGAR LEVELS ABSTRACTDiabetes Mellitus is a metabolic disorder disease characterized by an increase in blood sugar levels. Obedience is disciplined and disciplined behavior. The phenomenon that occurs in clinics Pratama Banyumanik Semarang elderly who do not obey follow Program Pengelolaan Penyakit Kronis  BPJS impact complications that can lead to death in comparison with active prolanis do not risk the occurrence kompliksi. The purpose of this study to determine the relationship between adherence Following Program Management of Chronic Disease (PROLANIS) BPJS with blood sugar level Diabetesi in Pratama Banyumanik clinic Semarang. Quantitative research with correlational design. Sampling with consecutive sampling technique obtained 75 respondents. Compliance was measured using a questionnaire and measured blood sugar levels. Data were analyzed using Rank Spearman test. Most adherence levels were 74.6% and the respondents who had the highest blood sugar levels were uncontrolled blood sugar levels of 65.3%. result of bivariate test with spermen rank test obtainedRho value: 0,174 with value p value 0,135. There is no relationship of adherence Following Program Management of Chronic Disease (PROLANIS) BPJS with blood sugar level of Diabetes Patient at Pratama Banyumanik Semarang clinic. Many factors affect blood sugar levels. Diabetics should pay attention to blood sugar levels. Keywords: PROLANIS, diabetes, compliance
FAMILY SUPPORT RELATED TO QUALITY OF LIVING ELDERLY WITH DEMENSIA Wardani, Elia Domas Ayu; Retnaningsih, Dwi; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Ners Widya Husada Vol 7, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Widya Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jnwh.v7i2.370

Abstract

One of the many disease problems that arise in the elderly due to aging is dementia. Elderly people who experience dementia will gradually experience cognitive weakness. Family support is important for older people with dementia to improve quality of life. With the support of families in the elderly who experience dementia, the elderly lead a more vibrant and confident life. This study aims to determine the relationship of family support with the quality of life of the elderly who experience dementia. This research was non-experimental quantitative research with the correlational method, cross sectional approach. Respondents of 100 elderly who have dementia, the study was conducted in Margosari Village, Limbangan District with stratified random sampling technique based on inclusion and exclusion criteria. Using a questionnaire instrument. Processing data using Spearman rank statistics, with SPSS 22. The results of family support with the quality of life of the elderly who experience dementia obtained p value of 0.046 < 0,05. There was correlation between family support with the quality of life of the elderly who suffer from dementia.
HUBUNGAN KUALITAS PERPUSTAKAAN DENGAN MINAT BACA MAHASISWA DI STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Winarti, Rahayu; Retnaningsih, Dwi; Wulandari, Priharyanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 12, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v12i1.277

Abstract

Latar Belakang : Minat baca mahasiswa tidak bisa lepas dari kualitas pelayanan yang diberikan perpustakaan, karena adanya pelayanan maka minat yang sudah terbentuk pada diri individu maka akan berhubungan pada tingkah laku yang bersangkutan terhadap stimulus tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan kualitas perpustakaan dengan minat baca mahasiswa di STIKES Widya Husada Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 63 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Penggumpulan data dengan cara pengisian kuesioner.Hasil : Berdasarkan penelitian menggunakan uji statistik  rank spearmen keandalan (p=0,021), ketanggapan (p=0,733), jaminan (p=0,783), empati (p=0,749) dan bukti fisik (p=0,014).Kesimpulan : Ada hubungan keandalan dan bukti fisik dengan minat baca mahasiswa di STIKES Widya Husada Semarang, tidak ada hubungan ketanggapan, jaminan, dan empati dengan minat baca mahasiswa di STIKES Widya Husada Semarang. Kata Kunci : Kualitas Perpustakaan, Minat Baca Abstract RELATED FACTORS TO THE QUALITY OF THE LIBRARY WITH STUDENTS READING INTEREST IN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG Background : Students reading interest cannot be separated from the quality of services provided by the library, because of the servic, the interest that has been formed in the individual will relate to the behavior concerned with the stimulus. The purpose of this study was to investigate factors related to the quality of the library on students reading interest at Stikes Widya Husada Semarang.Methods : This research is a quatitative research with cross sectional approach. Number of sample 41 respondents. The sampling technique uses proportional random sampling. Data collection by filling out questionnaires.Results : Based on the research using rank spearmen reliability (p=0,021), responsiveness (p=0,733), anssurance (p=0,783), empathy (p=0,749) dan tangibles (p=0,014).Conclusion : There is a reliability and tangibles with students reading interest in Stikes Widya Husada Semarang, there is no responsiveness, anssurance, and empathy with students interest in reading at Stikes Widya Husada Semarang. Keywords : library quality, reading interest 
Analisis Faktor Minat Lansia Datang ke Posyandu Retnaningsih, Dwi; Tamrin, Tamrin; Restuning, Dyah; Fitrianingsih, Fitrianingsih
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2 (2016): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v16i2.4452

Abstract

Posyandu lansia merupakan program pemerintah untuk melayani kesehatan lansia, namun demikian tidak semua lansia memanfaatkan pelayanan ini. Kurangnya minat lansia datang ke Posyandu menyebabkan pelayanan kesehatan lansia kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan minat lansia datang ke Posyandu Lansia. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelatif, dengan desain cross sectional. Sampel adalah seluruh lansia yang ada di RW 3 Kelurahan Cangkiran Kecamatan Mijen Semarang yang berjumlah 43 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Rank Spearman (± = 0,05). Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 14 (33,33%) lansia menempuh jarak jauh 21 (49,9%) dan kurang mendapat dukungan keluarga 14 (33,32%). Berdasarkan analisis bivariat dari tiga variabel yaitu pengetahuan (p-value = 0,049), jarak ( p-value = 0,046) dan dukungan keluarga (p-value = 0,047) terdapat hubungan antara pengetahuan, jarak tempat tinggal dan dukungan keluarga terhadap minat lansia.Posyandu elderly is a government program to serve the health of the elderly. However not all elderly people take advantage of this service. Lack of interest in the elderly the elderly come to Posyandu  cause less than optimal elderly health care. This research aimed to knowing factors associated with elderly interests come to Posyandu elderly. The method research is correlative, with cross sectional design. The population of research was all elderly in RW 3 village Cangkiran Mijen district of semarang amounted to 43 respondents. Data were collected using a questionnaire and analysi using spearman rank test (± = 0,05). The majority of respondents lack knowledge 14 (33,33%) elderly over long distances 21 (49,9%) elderly family support lack 14 (33,32%). Based on nivariate analysis of thee variables : knowledge (p-value= 0,049), distance (p-value= 0,046), and family support (p-value= 0,047). There was associated between knowledge, the distance of residence, and family support against the interests of the elderly.
Penyegaran Kader Posyandu Balita dan Lansia dalam kondisi Pandemi Covid-19 di Wilayah Kelurahan Ngaliyan Kota Semarang Retnaningsih, Dwi; Astuti, Luthfia Indah; Ulya, Muniroul; Listiowanti, Listiowanti; Ramadhan, Pradipta
Jurnal of Community Health Development Vol 2 No 1 (2021): Journal Of Community Health Development terbitan bulan Januari 2021
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman, Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.069 KB) | DOI: 10.20884/1.jchd.2021.2.1.3168

Abstract

Abstrak. Posyandu adalah kegiatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat, yang dibantu oleh petugas kesehatan disuatu wilayah kerja Puskesmas, dimana program ini dapat dilaksanakan di balai dusun, balai kelurahan, maupun tempat yang mudah didatangi oleh masyarakat. Kegiatan dilaksanakan sebagai salah satu bentuk penyegaran kader balita dan lansia pada kondisi pandemic covid-19. Tujuan. Untuk meningkatkan pengetahuan kader balita dan lansia pada kondisi pandemik covid-19, sehingga kader mendapatkan penyegaran materi mengenai konsep dasar posyandu, kartu menuju sehat untuk balita dan lansia, kegiatan lima meja posyandu, dan tentang konsep teori virus covid-19. Metode. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat adalah kader balita dan lansia. Kegiatan dilaksanakan secara virtual daring dengan menggunakan zoom. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap dan terdapat 8 orang kader yang terlibat. Kesimpulan: Kader tetap perlu mendapatkan penyegaran materi kegiatan posyandu balita dan lansia dengan tetap memperhatikan protocol covid-19. Posyandu dapat menjadi fasilitator masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan anak, lansia, dan ibu hamil dalam kondisi pandemi covid-19. Kegiatan penyegaran kader diperlukan sebagai persiapan kondisi posyandu dalam kondisi new normal.
Harga Diri Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa Ikhwati, Laila; Retnaningsih, Dwi; Supriyanti, Endang
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i3.2028

Abstract

Penyakit gagal ginjal kronik memerlukan tindakan menggantikan fungsi ginjal yaitu terapi hemodialisis yang harus dijalani seumur hidup. Lamanya pasien yang menjalani hemodialisis berdampak pada masalah psikososial seperti pada konsep diri yaitu harga diri. Harga diri merupakan respon pasien terhadap situasi yang dialami. Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan lamanya hemodialisis dengan harga diri pada responden. Penelitian kuantitatif analitik korelasional, dengan jumlah responden 58 di ruangan hemodialisis. Lokasi penelitian di RSUD dr Gondo Suwarno Ungaran. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2023. Kriteria inklusi responden pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis, dapat berkomunikasi secara verbal, bersedia menjadi responden. Analisa data menggunakan uji kendall tau. Hasil penelitian didapatkan p value 0.041 < 0.05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang artinya ada hubungan antara lamanya hemodialisis dengan konsep diri (harga diri) pada pasien yang menjalani hemodialisis.