Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN HIPERTENSI DENGAN CERDIK DAN PATUH DI PUSKESMAS ALAHAIR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI TAHUN 2024 Alendra, Verani; Syafrani, Syafrani; Dewi, Oktavia; Kiswanto, Kiswanto; Abidin, Zainal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34819

Abstract

Hipertensi adalah penyakit paling banyak di Puskesmas Alahair, dengan prevalensi 34% pada tahun 2023. Ini menegaskan perlunya penatalaksanaan pada hipertensi melalui program CERDIK dan PATUH. Namun, tantangan seperti kekurangan SDM, peran kader yang minim, dan keterbatasan dana menghambat implementasi program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan program pelayanan kesehatan hipertensi dengan CERDIK dan PATUH di Puskesmas Alahair Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan Grindle. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 10 orang. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber, metode dan data. Hasil penelitian menunjukkan Puskesmas Alahair menjalankan program hipertensi CERDIK dan PATUH sesuai Permenkes No. 71 tahun 2015, didukung oleh pemerintah pusat, anggaran, dan partisipasi masyarakat. Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengobatan hipertensi, dengan target 100% pelayanan kesehatan sesuai Permenkes No. 4 tahun 2019. Pengambilan keputusan melibatkan data dari berbagai sumber dan stakeholder. Pelaksanaan program mencakup promosi kesehatan, skrining hipertensi, dan pengobatan. Sumber daya manusia dan pendanaan belum mencukupi, sarana prasana belum lengkap. Puskesmas Alahair berupaya mengatasi hambatan dengan strategi komunikasi, edukasi, dan kunjungan rumah. Struktur organisasi melibatkan berbagai peran, namun kesadaran masyarakat masih rendah. Monitoring dan evaluasi dilakukan rutin, dengan umpan balik positif dari masyarakat meski beberapa masih meremehkan pentingnya program. Puskesmas Alahair perlu meningkatkan koordinasi lintas sektor, kerjasama multisektoral dengan aswasta, melibatkan tokoh masyarakat laki-laki dalam mensosialisasikan CERDIK dan PATUH hipertensi.
ANALISIS PELAKSANAAN POSYANDU BALITA DI PUSKESMAS BANGKO JAYA KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR Saragi, Novita; Dewi, Oktavia; Syafrani, Syafrani; Kiswanto, Kiswanto; Widodo, Dedi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.35823

Abstract

Balita yang tidak terpantau tumbuh kembangnya dapat mengakibatkan permasalahan gizi. Upaya untuk memperbaiki masalah gizi balita salah satunya adalah penimbangan balita di posyandu. Namun capaian kunjungan posyandu balita di Kecamatan Bangko Pusako tahun 2023 yaitu 24,62%, masih jauh dari target 80%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pelaksanaan Posyandu Balita di Puskesmas Bangko Jaya Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Lokasi penelitian ini dilakukan di posyandu wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir pada bulan Juni-Juli 2024. Informan penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas sebagai informan kunci. Informan utama terdiri dari pemegang program gizi, 3 orang kader dan 3 orang bidan. Sedangkan informan pendukung yaitu penghulu. Teknik pemilihan informan yaitu menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian ini yaitu sumber daya manusia aktif adalah puskesmas, kader, dan bidan, dengan peran tokoh masyarakat yang terbatas. Dana desa menjadi sumber utama anggaran, digunakan untuk makanan tambahan dan operasional. Sarana prasarana posyandu seringkali kurang memadai. Kebijakan pemerintah mendukung namun terdapat tantangan administratif. Ketersediaan peralatan penting namun terbatas oleh pelatihan dan infrastruktur. Perencanaan melibatkan berbagai pihak, dan pelaksanaan umumnya baik. Pemantauan dan evaluasi dilakukan oleh puskesmas, dengan hasil yang bervariasi. Saran untuk Puskesmas yaitu inovasi pelatihan, syarat usia kader 20-50 tahun, media sosial, jadwal sesuai ibu balita, evaluasi rutin, promosi oleh tokoh masyarakat, dan koordinasi lintas sektor.
An Analysis of Filling Completeness and Return Punctuality of Inpatient Medical Record Document at Hospital Rahayu, Yessi; Dewi, Oktavia; Herniwanti, Herniwanti; Rahayu, Endang P; Abidin, Aldiga Rienarti
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 13 No 2 (2024): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v13i2.760

Abstract

The completeness of the form, accuracy, accuracy of the records, and timeliness of returns are indicators of quality medical records and have not yet been achieved. This research aims to obtain information about the completeness of filling in and the timeliness of returning inpatient medical records at Bina Kasih Hospital Pekanbaru. This type of research is qualitative, with a case study approach, with thematic analysis by conducting interviews with 6 informants, conducting observations, and reviewing documents. It was found that the results of the input mechanism were that the high workload caused the open assessment of medical records to not be carried out properly, the skills of the staff were in line with the job description, the forms still used paper on patient status, this affected the incompleteness of filling in medical records, the filling method was carried out after an action had been taken on the patient. weak control and no sanctions for those who are not disciplined, in the aspect of the process of filling out the equipment in stages, the level of indiscipline is high. The output has not produced the expected results with a value of 60%, this result is below the hospital's minimum standard value of 80%.
Rendahnya Capaian Imunisasi Difteri: Pemicu Lonjakan Kasus Difteri di Provinsi Riau Tahun 2024 Silvia, Sherly; Dewi, Oktavia; Anusirwan, Anusirwan
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JANUARI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6169

Abstract

Terjadi peningkatan kasus Difteri di Provinsi Riau  dan menyebar hampir di seluruh Kabupaten/Kota. Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphtheriae. Difteri dapat ditularkan melalui droplet. Difteri ditandai dengan gejala seperti badan lemas,sakit tenggorokan, dan pilek. Gejala ini akan berlanjut hingga munculnya bercak merah pada pangkal tenggorokan, suara serak, batuk, dan nyeri saat menelan. Kemudian akan muncul pseudomembran putih keabu-abuan yang sulit lepas dipangkal tenggorokan. Pada Tahun 2022 terdapat jumlah kasus suspek difteri sebanyak 3 suspek, tahun 2023 terjadi peningkatan menjadi 20 suspek, dan pada tahun 2024 sampai (17 November 2024) terjadi peningkatan menjadi 35 suspek dan 3 diantaranya meninggal dunia. Semua kasus difteri yang ada di Provinsi Riau mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tujuannya untuk mengetahui dan mengevaluasi terjadinya kasus difteri di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yaitu menggambarkkan keadaan subjek dan objek, baik seseorang, lembaga masyarakat, serta didasarkan atas hasil observasi dan wawancara mendalam. Lokasi Penelitian di lakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Waktu Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 11-29 November 2024. Hasil didapatkan kenaikan kasus difteri disebabkan karena rendahnya capaian Imunisasi difteri. Kesimpulan rendahnya capaian imunisasi difteri menyebabkan terjadinya kenaikan kasus difteri di Provinsi Riau.Kata Kunci: Difteri, Imunisasi, Kejadian Luar Biasa    
Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan dalam Menghadapi Kematian Mendadak: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pencegahan Sindrom Metabolik di PT. Manggala Alam Lestari: Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan Dalam Menghadapi Kematian Mendadak: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Dan Pencegahan Sindrom Metabolik Di PT. Manggala Alam Lestari fernando, jansen; Dewi, Oktavia; Febiyan, Hafis Jauhar
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss3.2123

Abstract

Sudden cardiac Arrest caused by cardiovascular disorders and metabolic syndrome is a significant concern in high-risk workplaces, such as the mining industry. At PT. Manggala Alam Lestari, employees' lack of preparedness for medical emergencies, coupled with high rates of metabolic syndrome, presents a critical challenge. This study aimed to enhance employee readiness through Basic Life Support (BLS) training and metabolic syndrome prevention programs. The methods implemented included hands-on CPR training, the use of Automated External Defibrillators (AED), routine health screenings, and health education campaigns focusing on healthy lifestyles. The training significantly improved employees' knowledge and skills, with 85% of participants mastering CPR and AED use. Annual screenings revealed hypertension prevalence at 17%, diabetes at 10%, and a reduction in obesity to 43%. Health education sessions increased employee awareness of lifestyle modifications, stress management, and early disease detection. The program demonstrated that combining BLS training with systematic health interventions effectively reduces risks and improves safety outcomes in remote and high-risk environments. It is recommended that similar programs be implemented in other high-risk industries to ensure workplace safety and enhance overall health. Abstrak Kematian mendadak akibat gangguan kardiovaskular dan sindrom metabolik menjadi perhatian besar di tempat kerja berisiko tinggi, seperti industri pertambangan. Di PT. Manggala Alam Lestari, kurangnya kesiapan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat medis, ditambah dengan tingginya angka sindrom metabolik, menjadi tantangan utama. Pengbadian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan karyawan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan program pencegahan sindrom metabolik. Metode yang digunakan meliputi pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), skrining kesehatan rutin, dan edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, dengan 85% peserta mampu menguasai teknik RJP dan penggunaan AED. Skrining tahunan menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 17%, diabetes 10%, serta penurunan obesitas menjadi 43%. Sesi edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pola hidup sehat, manajemen stres, dan deteksi dini penyakit. Program ini membuktikan bahwa kombinasi pelatihan BHD dengan intervensi kesehatan yang sistematis secara efektif mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan terpencil dan berisiko tinggi. Disarankan agar program serupa diterapkan di sektor lain untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan secara keseluruhan.
the HEALTH PROMOTION FOR TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH COMPLICATION AT THE LANGSAT COMMUNITY HEALTH CENTER: PROMOSI KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI PUSKESMAS LANGSAT fenty fajri handayani; Dewi, Oktavia; Anwir, Harvandy; Leonita, Emi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol4.Iss3.2183

Abstract

One of the non-communicable diseases (NCD) is Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by increased blood sugar levels in the body because the body cannot produce insulin or cannot use insulin effectively. Type 2 DM often occurs in adults, especially those who have risk factors such as being overweight, lack of physical activity, unhealthy eating patterns, and genetic factors. One of the factors causing the increase in cases of type 2 DM is the patient's lack of knowledge about type 2 DM. If left unchecked, it will result in complications. Therefore, an effort to increase patient knowledge is to carry out health promotion regarding type 2 DM. This activity was carried out with the aim of finding out health promotion efforts in reducing the number of complications in type 2 DM sufferers at the Langsat Community Health Center. The methods used are observation, document review and interviews. The results obtained after providing education are an increase in patient knowledge regarding prevention that can be done in type 2 DM patients.  Abstrak Salah satu penyakit tidak menular (PTM) adalah Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pada DM tipe 2 ini sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang memiliki faktor resiko seperti kelebihan berat badan, kurangnya melakukan aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik. Salah satu faktor penyebab terjadinya kenaikan kasus DM tipe 2 adalah kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit DM tipe 2. Apabila dibiarkan akan berlanjut menjadi lebih parah sehingga menjadi DM dengan komplikasi. Oleh sebab itu, upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien adalah dengan melakukan promosi kesehatan mengenai DM tipe 2 berupa penyuluhan tentang DM tipe 2 dan Komplikasi. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dalam menurunkan angka komplikasi bagi penderita DM tipe 2 di Puskesmas Langsat. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu berupa penyuluhan dengan ceramah dan video disertai adanya pre dan post test terhadap pengetahuan yang diberikan terkait DM tipe 2 dengan Komplikasi. Hasil yang didapatkan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan pasien terkait pencegahan yang dapat dilakukan bagi pasien DM tipe 2 dengan komplikasi. Dengan hasil rata-rata pre-test 39% dan rata-rata post-test 87%.
The Relationship of Community-Based Total Sanitation with Stunting Incidences in Toddlers Fajriyati, Auliya; Rany, Novita; Yunita, Jasrida; Dewi, Oktavia; Leonita, Emy
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 6 No. 3 (2021)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Stunting is a condition where toddlers have a length or height that is less than their age. The prevalence of stunting in Riau Province in 2019 based on survey data on the nutritional status of Indonesian toddlers was 23.7%, at the Sidomulyo Health Center there were 161 stunting toddlers and the results of the study found stunting toddlers 36.9%. The purpose of this study was to determine the relationship between Community Based Total Sanitation (cbts) and the incidence of stunting in children under five in the working area of the Sidomulyo Health Center Pekanbaru City in 2021.Subjects and Method: The cross-sectional study was conducted in the working area of the Sidomulyo Public Health Center, Pekanbaru, Riau, Sumatra from July to August 2021. A total of 163 subjects were selected in this study using a purposive sampling technique. The dependent variable is the incidence of stunting. The independent variables are open defecation (stop defeca­tion), hand washing with soap, household drinking water and food management, household waste protection, and household liquid waste protection. Data were collected using a questionnaire and analyzed using chi-square test and multiple regression test.Results: Open defecation (OR= 20.25; 95% CI= 6.59 to 62.15; p<0.001), household waste management (OR= 13.84; 95% CI= 6.27 to 30.55; p<0.001), household waste (OR= 11.91; 95% CI= 5.53 to 25.58; p<0.001) associated with stunting and was statistically significant.Conclusion: Open defecation, household waste, household waste are associated with stunting and are statistically significant.Keywords: toddler, Community Based Total Sanitation, stuntingCorrespondence:Auliya Fajriyati. School of Health Sciences Hang Tuah, Pekanbaru, Indonesia. Jl. Mustafa Sari No.5, Tengkerang Selatan, Bukit Raya, Pekanbaru, Riau. Email: auliyafrh@gmail.com. Mobile: +6281261668168.Journal of Health Promotion and Behavior (2021), 06(03): 224-232DOI: https://doi.org/10.26911/thejhpb.2021.06.03.06 
Integrasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dalam Manajemen Puskesmas di Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru Riau Tahun 2023 Anna, Deddy; Harnani, Yessi; Marlina, Hastuti; Dewi, Oktavia; Ennimay, Ennimay
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 10 No 3 (2024): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol10.Iss3.1795

Abstract

The Healthy Indonesia Program with a Family Approach (PIS-PK) integrates program implementation through an approach of 6 main components in strengthening the health system (Six building blocks), namely health service efforts, availability of health workers, health information systems, access to the availability of essential medicines, financing and government leadership. Indonesia Health Program with Family Approach (PIS-PK) is a program that focuses on strengthening basic quality health through a family approach. However, its implementation is not easy because it requires strong motivation and adequate infrastructure. The purpose of the research was to determine the integration of the PIS-PK program in the management of Sidomulyo Community Health Center, Pekanbaru City. Method: The research used a qualitative research design with phenomenological approach. Participants consist of 7 people with interviews conducted since August 2023. Results of the research planned input stage P1 were limited because of a lack of human resources, inconsistent data input and entry and unclear sources of funding plans, difficult process for implementation of P2 intersectoral such as adjusting schedules with stakeholders and meeting target families because they were rarely at home and P3 monitoring, control and assessment was limited infrastructure and facilities such as a small number of computers, frequent interruptions of applications, and inadequate interventions. It is hoped that the health community centre to add human resources, and infrastructure and establish partnerships to complete the PIS-PK roadmap.
Peningkatan Pengetahuan Higiene Sanitasi di Depot Air Minum: Studi Kasus Pelatihan di Puskesmas Rumbai Bukit Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Rany, Novita; Nashabila, Rafni
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v5i3.3621

Abstract

Purpose: This study aims to enhance hygiene and sanitation knowledge among drinking water depot operators in the working area of Rumbai Bukit Public Health Center, Pekanbaru. Through the training conducted, participants are expected to meet the requirements to obtain hygiene sanitation certificates from the Health Department. Methodology: The methodology employed is a collaborative approach, where drinking water depot operators are invited to participate in training that includes both theory and practice of sanitation. This training involves experts from the local Public Health Center at Puskesmas Rumbai Bukit. Results: The results indicate that the training was attended by 90% of the invited operators, with an average pre-training evaluation score of 60%, which increased to 78% post-training, reflecting a 21% improvement in knowledge. Conclusions: The training on sanitation hygiene in drinking water depots conducted at Puskesmas Rumbai Bukit, Pekanbaru, proved effective in improving participants' understanding, as seen from the increase in the average score from 60% (pre-test) to 78% (post-test). The high participation rate (90%) indicates the community's enthusiasm and need for increased knowledge in this area. Limitations: However, there are challenges in participation due to the self-funded nature of the training and some operators considering the certification process too complicated. Contribution: The contribution of this research is expected to provide recommendations for raising awareness of the importance of hygiene sanitation in drinking water depots and to support public health policies. Thus, this activity not only benefits the participants but also the wider community through the provision of safer and higher-quality drinking water.
ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT : STUDI KASUS DI PUSKESMAS BANGKINANG KOTA TAHUN 2024 nabilla, muthia; Irianti, Sri; Herniwanti, Herniwanti; Dewi, Oktavia; Susanti, Nurvi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38781

Abstract

Pengelolaan limbah medis layanan kesehatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan melindungi lingkungan dari risiko pencemaran. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kelola Limbah (Sikelim) Kementerian Kesehatan, hanya 16,1% Puskesmas di Kabupaten Kampar yang telah melakukan pemilahan limbah medis sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis di Puskesmas Bangkinang Kota. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif, penelitian ini melibatkan 13 informan, termasuk kepala Puskesmas, penanggung jawab kesehatan lingkungan, petugas kesehatan di setiap unit penghasil limbah medis, dan petugas kebersihan. Aspek yang diteliti mencakup sumber daya manusia dan sarana prasarana, proses pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, tempat penampungan sementara, pemusnahan, dan kejadian tertusuk limbah padat tajam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Bangkinang Kota masih belum memenuhi standar, ditandai dengan kurangnya kualifikasi pendidikan petugas kesehatan lingkungan, ketidakteraturan pengumpulan limbah medis di lokasi, serta ketiadaan jalur khusus pengangkutan limbah dan tempat penampungan sementara yang sesuai dengan Permen LHK No.56/2015. Kesimpulannya, pengelolaan limbah medis di Puskesmas ini perlu diperbarui agar tidak menimbulkan risiko penyakit. Disarankan agar Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar memperbarui kebijakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pengelolaan limbah medis di Puskesmas Bangkinang Kota guna mencegah penularan penyakit dan memenuhi persyaratan teknis serta mengikuti kebijakan nasional dalam pengelolaan limbah layanan kesehatan yang aman sebagai bagian dari upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).