Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PERAN MADRASAH SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM APRIYANI, NUR; SAPRIN, SAPRIN; MUNAWIR, MUNAWIR
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i4.4086

Abstract

Madrasahs play a central role in Islamic education in Indonesia, aiming not only to improve religious knowledge, but also to develop students' character and contribute to society. However, madrasas face a number of challenges, including limited quality of education, availability of qualified teachers, limited facilities, and competition with public schools. This study aims to explore the role of madrasas in Islamic education, the challenges faced, and hopes for future development. The research method used is a literature review with a qualitative descriptive approach. The data used comes from books, academic journals, and relevant institutional reports regarding madrasas and Islamic education. The results of the study indicate that madrasas play an important role in developing students' morals and religious knowledge and are centers for community development. Integration of technology and collaboration with other institutions are strategic steps that can help madrasas overcome challenges and improve the quality of education. In conclusion, madrasas need to innovate in learning methods, strengthen cooperation with other educational institutions, and improve the quality of teachers to remain relevant and competitive in the modern era. ABSTRAKMadrasah memiliki peran sentral dalam pendidikan Islam di Indonesia, bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan agama, tetapi juga mengembangkan karakter peserta didik dan berkontribusi pada masyarakat. Meskipun demikian, madrasah menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan kualitas pendidikan, ketersediaan guru berkualitas, keterbatasan fasilitas, serta persaingan dengan sekolah umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran madrasah dalam pendidikan Islam, tantangan yang dihadapi, dan harapan pengembangan di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan berasal dari buku, jurnal akademik, dan laporan institusi yang relevan mengenai madrasah dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa madrasah berperan penting dalam pengembangan akhlak dan pengetahuan agama peserta didik serta menjadi pusat pengembangan komunitas. Integrasi teknologi dan kolaborasi dengan institusi lain adalah langkah strategis yang dapat membantu madrasah dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Kesimpulannya, madrasah perlu melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, memperkuat kerjasama dengan institusi pendidikan lainnya, serta meningkatkan kualitas guru untuk tetap relevan dan berdaya saing di era modern.
Implementasi Strategi Discovery Learning dalam Pembelajaran PAI di SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu Sumatera Utara Indriani, Fitri; Saprin, Saprin; Yusuf T, M.
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 24.2 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan strategi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan sangat berpengaruh pada suasana belajar di kelas. Untuk menanggulangi hal tersebut perlunya strategi guru dalam proses pembelajarannya yaitu dengan menerapkan suatu metode atau strategi pembelajaran yang tepat demi kelangsungan proses pembelajaran yang baik. Salah satunya dengan menggunakann strategi pembelajaran discovery learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan strategi pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran PAI. (2) pelaksanaan strategi discovery learning dalam pembelajaran PAI. (3) evaluasi strategi pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, subjek penelitiannya adalah guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan siswa /I di SMA Muhammadiyah 9 Kualuh Hulu.strategi pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran discovery learning pada mata dalam pembelajaran PAI. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrument penelitian tersebut nantinya akan dianalisis hasilnya secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan: (1) perencanaan implementasi strategi discovery learning melalui tahap pembuatan modul dan RPP, menyiapkan buku pegangan untuk kesiapan materi. (2) implementasinya dibagi menjadi 3 tahapan, tahap pendahuluan; guru membuka pembelajaran dengan salam, menyampaikan tujuan pembelajaran, dan apersepsi. Tahap isi: dilakukan dengan memberi stimulus, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengelolahan data, pembuktian, dan generalisasi, tahap penutu; guru menutup pembelajaran dengan mengapresiasi kinerja siswa diikuti pemberian motivasi penutup. (3) evaluasi strategi discovey learning dalam pembeljaaran menggunakan 3 penilaian, penilaian sikap, penilaian pengetahuan, dan penilaian keterampilan.
Revitalisasi Pendidikan Sains Melalui Pendekatan Islamisasi Mulyani, Sri; Wahyuni, Andi Eki Dwi; Usman, Syahruddin; Saprin, Saprin
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, Mei 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v6i2.3565

Abstract

This article reviews the importance of revitalizing science education through an Islamization approach as an effort to integrate Islamic values ​​in modern science. By emphasizing the concept of integration between religion and science, this approach aims to overcome the dichotomy between religious science and secular science. The research method used is a literature review, involving analysis of theories and practices related to the Islamization of science proposed by figures such as Syed Muhammad Naquib al-Attas and Ismail Raji al-Faruqi. The Islamization of science is considered capable of enriching science education with a holistic perspective that includes moral and spiritual dimensions, thereby creating a generation of scientists who are not only intellectually superior, but also have ethical awareness. The main challenges to this approach involve the dominance of the secular science paradigm in education and the need to develop methodologies that are in line with Islamic principles. This article recommends developing a curriculum based on Islamic values ​​and global collaboration to strengthen the position of Islamic science in the international arena.
Peran SPSS dalam Meningkatkan Akurasi Analisis Data Musdalifah, Musdalifah; Faizah, Siti Nur; Gasali, Muhammad; HS, Muh Nur Ihsan; Saprin, Saprin; Majid, Jamaluddin
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6330

Abstract

Akurasi analisis data menjadi krusial dalam penelitian modern, namun masih terdapat kesenjangan pemahaman mengenai kontribusi spesifik SPSS terhadap peningkatan akurasi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran SPSS dalam meningkatkan akurasi analisis data melalui evaluasi fitur-fitur utama dan mekanisme validasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis kepustakaan. Data dikumpulkan melalui telaah komprehensif terhadap buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik tahun 2021-2025 yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan SPSS berperan signifikan dalam meningkatkan akurasi melalui kemampuan validasi dan uji reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha, penanganan analisis statistik kompleks, serta integrasi dengan metodologi penelitian modern. SPSS terbukti tidak hanya sebagai software analisis statistik tetapi juga instrumen quality assurance yang memastikan reproducibility dan kredibilitas penelitian dengan interface user-friendly namun tetap mempertahankan kedalaman analisis.
Implementasi Program Roots dalam Meminimalisir Perilaku Bullying di SMPN 35 Makassar Abidin, Pebrianti; Saprin, Saprin; Afif, Ahmad
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Januari - April 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.1.2025.5520

Abstract

Bullying remains a significant issue in educational settings, affecting students' psychological well-being and academic performance. SMPN 35 Makassar implemented the Roots Program, which focuses on minimizing bullying through peer influence and student-led advocacy. This study aims to analyze the planning, implementation, challenges, and outcomes of the Roots Program at SMPN 35 Makassar using a qualitative descriptive approach. The research involved semi-structured interviews, observations, and document analysis with key stakeholders, including the school principal, counseling teachers, facilitator teachers, and Student Agents of Change. The findings reveal that the planning phase was well-structured, supported by the school’s designation as a Sekolah Penggerak and financial aid from UNICEF, which provided essential digital facilities. However, the selection of facilitators from social studies (IPS) teachers instead of counseling teachers (BK) raised concerns about their expertise in handling bullying-related issues. Despite this, facilitators demonstrated competence through prior training. During implementation, the program adhered to the Roots Program guidelines, consisting of 15 training sessions for Student Agents of Change, culminating in Roots Day, an anti-bullying awareness event involving the entire school community. The initiative successfully raised awareness, promoted peer support, and fostered a positive school environment. However, challenges included a lack of facilitator continuity, absence of an annual regeneration system for Student Agents of Change, and insufficient monitoring and evaluation mechanisms. The study concludes that while the Roots Program significantly enhanced anti-bullying awareness, its long-term sustainability remains uncertain. The school should involve more counseling teachers as facilitators, establish an annual recruitment system for Student Agents of Change, and implement structured monitoring and evaluation. Additionally, integrating digital and social media campaigns could further amplify the program’s impact. The Roots Program can achieve long-term sustainability and contribute to a safer, bullying-free school environment.
Strategi Pembelajaran Inklusi di Kelas Satu Sekolah Dasar Negeri 9 Pangkajene Sidenreng Rappang Jannah, Raihanil; Saprin, Saprin; Shabir U, Muhammad
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5578

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pembelajaran Inklusi di  Kelas 1 Unit Pelaksanaan Teknis Sekolah Dasar Negeri 9 Pangkajene Sidenreng Rappang bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pembelajaran inklusi yang diterapkan di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. 2) Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran inklusi di kelas1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. 3) Untuk mengkaji dan mengevaluasi cara-cara yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yang ditemukan selama pembelajaran inklusi di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, Sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui kuesioner dan wawancara peneliti dengan narasumber terkait pembelajaran inklusi. Adapun data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh melalui catatan, buku, majalah, dan lain sebagainya. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, Pedoman observasi, pedoman wawancara, daftar ceklis dokumentasi.  Tujuan penelitian  yaitu mendeskripsikan strategi pembelajaran inklusi. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran inklusi di kelas 1 SDN 9 Pangkajene meliputi Pendekatan Individual, Penggunaan Buku Paket, Pembelajaran Kelompok Kecil, Pendampingan Siswa, dan Metode Pembelajaran Variatif. Faktor pendukungnya adalah komitmen guru, dukungan kepala sekolah, peran aktif orang tua, dan lingkungan sekolah inklusif. Faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, beban kerja guru, kurangnya pelatihan, sikap masyarakat, dan perbedaan kemampuan siswa. Upaya mengatasi hambatan dilakukan melalui pelatihan guru, pengembangan media sederhana, pembelajaran berbasis kelompok kecil, sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan dukungan terhadap pendidikan inklusi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusi yang diterapkan di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program inklusi yang efektif. Pendekatan individual, penggunaan buku paket, pembelajaran kelompok kecil, pendampingan siswa, dan metode pembelajaran variatif membuktikan bahwa keberagaman siswa dapat diakomodasi melalui strategi yang terencana dan adaptif. Namun, hambatan seperti keterbatasan fasilitas, beban kerja guru, dan kurangnya pelatihan menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pihak terkait, seperti pemerintah, dinas pendidikan, dan masyarakat, untuk memberikan dukungan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan berupa pelatihan, penyediaan fasilitas, serta peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, pembelajaran inklusi dapat berjalan lebih optimal, menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan ramah bagi semua siswa, baik reguler maupun berkebutuhan khusus.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi dan Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XI IPA SMA Negeri 17 Gowa Irwan, Irwan; Saprin, Saprin; Syamsuddin, Syamsuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5372

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa dengan tujuan: 1) untuk mengetahui deskripsi Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 2) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 3) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 4) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI Ipa Sma Negeri 17 Gowa sebanyak 35 peserta didik dengan  sampel sebanyak 35 peserta didik berdasarkan pedoman penentuan ukuran sampel menurut Isaac Michael dengan taraf kesalahan 5%, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple stratified random. Instrumen penelitian meliputi angket pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, skala motivasi belajar, dan angket Prestasi belajar. Teknik analisis data dalam penelitian meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis path. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw peserta didik berada pada kategori sedang, motivasi belajar  peserta didik berada pada kategori sedang, dan Prestasi belajar peserta didik berada pada kategori Sangat Tinggi; 2) terdapat pengaruh secara positif pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar ditunjukkan dengan nilai P = 0,000; 3) terdapat pengaruh secara positif pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar dengan nilai P = 0,001; 4) terdapat pengaruh positif pembelajaran berbasis multimedia terhadap perilaku belajar melalui motivasi belajar dengan nilai P = 0,002. Implikasi penelitian ini antara lain: 1) Para guru PAI dan Budi Pekerti diharapkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran hendaknya menyadari bahwa setiap aspek Penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dimiliki peserta didik mempengaruhi prestasi belajar; 2) Sehubungan dengan adanya pengaruh dari Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Motivasi belajar maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru/ pengajar agar memasukkan unsur-unsur Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam menyampaikan materi serta melibatkan Motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran; 3) Guru harus senantiasa mengajarkan kepada peserta didiknya tentang nilai-nilai kehidupan dan juga memberikan nasehat atau motivasi yang dapat mendorong peserta didik lebih semangat lagi untuk belaja4) Peserta didik diharapkan dapat memaksimalkan peralatan teknologi disekitarnya dalam rangka menunjang proses belajar mereka.
Strategi Pembelajaran Inklusi di Kelas Satu Sekolah Dasar Negeri 9 Pangkajene Sidenreng Rappang Jannah, Raihanil; Saprin, Saprin; Shabir U, Muhammad
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5578

Abstract

Penelitian ini berjudul Strategi Pembelajaran Inklusi di  Kelas 1 Unit Pelaksanaan Teknis Sekolah Dasar Negeri 9 Pangkajene Sidenreng Rappang bertujuan untuk 1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi pembelajaran inklusi yang diterapkan di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. 2) Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembelajaran inklusi di kelas1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. 3) Untuk mengkaji dan mengevaluasi cara-cara yang dilakukan dalam mengatasi hambatan yang ditemukan selama pembelajaran inklusi di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, Sumber data dalam penelitian ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui kuesioner dan wawancara peneliti dengan narasumber terkait pembelajaran inklusi. Adapun data sekunder yaitu data penelitian yang diperoleh melalui catatan, buku, majalah, dan lain sebagainya. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, Pedoman observasi, pedoman wawancara, daftar ceklis dokumentasi.  Tujuan penelitian  yaitu mendeskripsikan strategi pembelajaran inklusi. Hasil penelitian menunjukkan strategi pembelajaran inklusi di kelas 1 SDN 9 Pangkajene meliputi Pendekatan Individual, Penggunaan Buku Paket, Pembelajaran Kelompok Kecil, Pendampingan Siswa, dan Metode Pembelajaran Variatif. Faktor pendukungnya adalah komitmen guru, dukungan kepala sekolah, peran aktif orang tua, dan lingkungan sekolah inklusif. Faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas, beban kerja guru, kurangnya pelatihan, sikap masyarakat, dan perbedaan kemampuan siswa. Upaya mengatasi hambatan dilakukan melalui pelatihan guru, pengembangan media sederhana, pembelajaran berbasis kelompok kecil, sosialisasi kepada masyarakat, serta peningkatan dukungan terhadap pendidikan inklusi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inklusi yang diterapkan di kelas 1 SDN 9 Pangkajene Sidenreng Rappang dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam mengembangkan program inklusi yang efektif. Pendekatan individual, penggunaan buku paket, pembelajaran kelompok kecil, pendampingan siswa, dan metode pembelajaran variatif membuktikan bahwa keberagaman siswa dapat diakomodasi melalui strategi yang terencana dan adaptif. Namun, hambatan seperti keterbatasan fasilitas, beban kerja guru, dan kurangnya pelatihan menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pihak terkait, seperti pemerintah, dinas pendidikan, dan masyarakat, untuk memberikan dukungan berkelanjutan. Dengan adanya dukungan berupa pelatihan, penyediaan fasilitas, serta peningkatan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi, pembelajaran inklusi dapat berjalan lebih optimal, menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan ramah bagi semua siswa, baik reguler maupun berkebutuhan khusus.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi dan Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas XI IPA SMA Negeri 17 Gowa Irwan, Irwan; Saprin, Saprin; Syamsuddin, Syamsuddin
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5372

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa dengan tujuan: 1) untuk mengetahui deskripsi Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 2) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 3) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa; 4) untuk mengetahui adakah pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi Dan Peningkatan Prestasi Belajar  Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas Xi Ipa Sma Negeri 17 Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas XI Ipa Sma Negeri 17 Gowa sebanyak 35 peserta didik dengan  sampel sebanyak 35 peserta didik berdasarkan pedoman penentuan ukuran sampel menurut Isaac Michael dengan taraf kesalahan 5%, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple stratified random. Instrumen penelitian meliputi angket pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, skala motivasi belajar, dan angket Prestasi belajar. Teknik analisis data dalam penelitian meliputi analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linier sederhana dan analisis path. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: 1) pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw peserta didik berada pada kategori sedang, motivasi belajar  peserta didik berada pada kategori sedang, dan Prestasi belajar peserta didik berada pada kategori Sangat Tinggi; 2) terdapat pengaruh secara positif pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap motivasi belajar ditunjukkan dengan nilai P = 0,000; 3) terdapat pengaruh secara positif pembelajaran kooperatif terhadap prestasi belajar dengan nilai P = 0,001; 4) terdapat pengaruh positif pembelajaran berbasis multimedia terhadap perilaku belajar melalui motivasi belajar dengan nilai P = 0,002. Implikasi penelitian ini antara lain: 1) Para guru PAI dan Budi Pekerti diharapkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran hendaknya menyadari bahwa setiap aspek Penggunaan Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang dimiliki peserta didik mempengaruhi prestasi belajar; 2) Sehubungan dengan adanya pengaruh dari Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan Motivasi belajar maka disarankan kepada pihak sekolah terutama guru-guru/ pengajar agar memasukkan unsur-unsur Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam menyampaikan materi serta melibatkan Motivasi belajar peserta didik dalam proses pembelajaran; 3) Guru harus senantiasa mengajarkan kepada peserta didiknya tentang nilai-nilai kehidupan dan juga memberikan nasehat atau motivasi yang dapat mendorong peserta didik lebih semangat lagi untuk belaja4) Peserta didik diharapkan dapat memaksimalkan peralatan teknologi disekitarnya dalam rangka menunjang proses belajar mereka.
Kedudukan Guru Sebagai Pendidik Mutakhir, Nur Said; Abdullah, Subhan; Saprin, Saprin; Yuspiani, Yuspiani
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 2 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 2, Mei - Agustus Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i2.6707

Abstract

Guru profesional harus memenuhi persyaratan sebagai manusia yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan dan dalam waktu yang sama dia juga mengembang sejumlah tanggung jawab dalam bidang pendidikan. Guru sebagai pendidik bertanggung jawab mewariskan nilai-nilai dan norma-norma kepada generasi muda sehingga terjadi proses pelestarian dan penerusan nilai. Data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diambil dari berbagai sumber yang telah ada sebelumnya. Data sekunder yang diperlukan berupa data dokumen tambahan, dimana data ini berguna untuk memberikan informasi penelitian. Hasil menunjukkan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa, negara, dan agamanya. Tugas dan tanggung jawab guru adalah mengajar atau menyampaikan kewajiban kepada peserta didik. Professional teachers must meet the requirements as responsible human beings in the field of education and at the same time they also develop a number of responsibilities in the field of education. Teachers as educators are responsible for passing on values and norms to the younger generation so that the process of preserving and continuing values occurs. The data used is secondary data. Secondary data is data taken from various sources that already exist. The secondary data required is in the form of additional document data, where this data is useful for providing research information. The results show that teachers are professional educators with the main task of educating, teaching, guiding, directing, training, assessing, and evaluating students in early childhood education through formal education, basic education, and secondary education. Professional teachers should be able to shoulder and carry out responsibilities as teachers to students, parents, society, nation, state, and religion. The duties and responsibilities of teachers are to teach or convey obligations to students.