Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI DISIPLIN ILMU Subandi , Subandi; Syarifuddin Ondeng; Saprin, Saprin
JIP: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): Februari
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic education is a discipline that plays an important role in shaping Muslim individuals and preparing them to face the challenges of modern world life. In this abstract, the basic concepts and principles of Islamic education as a discipline will be discussed. Islamic education is a learning process aimed at forming Muslim individuals who are religiously obedient, moral, noble, and have extensive knowledge of Islam.Islamic education covers not only religious aspects, but also moral, ethical, social, and academic aspects. Islamic education as a discipline has a key role in shaping Muslim individuals who are committed to Islamic teachings and have the ability to make a positive contribution to society. These basic principles form a strong foundation for the development of quality and relevant Islamic education in the context of modern times.
PERANAN MAJELIS TAKLIM DAN LEMBAGA DAKWAH DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM: SEBUAH ANALISIS FUNGSIONAL Barella, Yusawinur; Ondeng, Syarifuddin; Saprin, Saprin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.27429

Abstract

Penelitian ini mengkaji peranan signifikan dari Majelis Taklim dan lembaga dakwah dalam konteks pendidikan Islam, dalam rangka memahami kontribusi nyata mereka pada pengembangan edukatif di komunitas Muslim. Menggunakan pendekatan analisis fungsional, studi ini menyoroti bagaimana kedua entitas tersebut menyediakan sumber belajar yang vital dan membentuk lingkungan pembelajaran bagi umat Islam yang mencakup aspek teologis maupun aplikatif dari agama. Dengan mengumpulkan data melalui kepustakaan dan analisis dokumen, penelitian ini menelisik fungsi pendidikan, sosialisasi, dan konservasi nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh Majelis Taklim dan lembaga dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduanya berperan dalam menyinergikan pengetahuan formal dengan informasi praktis tentang Islam, menanamkan akhlak dan keimanan, serta membentuk kesadaran keislaman yang kuat di tengah masyarakat. Meskipun ada beberapa tantangan seperti keterbatasan metodologi pendidikan, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang terlatih, Majelis Taklim dan lembaga dakwah secara efektif memfasilitasi pendidikan Islam yang inklusif dan adaptif.
HAK DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Syafril Sunusi; Saprin, Saprin; Syarifuddin Ondeng
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 4 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to provide an understanding of children's rights and protection from an Islamic perspective. Specifically about how to fulfill children's needs. Welfare is a condition where all a person's life needs can be fulfilled and can achieve satisfaction. Children are the ones whose welfare must be taken into account, whether it is physical welfare, inner welfare, or social welfare because children are individuals who will carry on their dreams. -the ideals of the nation and becoming the next generation of a country. Currently, the condition of children in Indonesia still needs to be addressed by the government and other parties because their welfare is problematic. There are many things that cause children's needs and rights to not be met, Fulfilling the rights of children who are deprived of them because they have to work and the influence of the psychosocial conditions of children when they work will affect the child's growth and development process. Islam views children as expensive gifts with sacred status. This expensive gift is a trust that must be guarded and protected by parents in particular, because children are assets of parents and assets of the nation. Islam has paid great attention to the protection of children. Protection in Islam includes physical, psychological, intellectual, moral, economic and others. This is explained in the form of fulfilling all their rights, guaranteeing their food and clothing needs, maintaining their good name and dignity, maintaining their health, choosing good friends to associate with, avoiding violence, and so on.
Studi Etnobotani Pemanfaatan Tanaman Obat Masyarakat Desa Sabulakoa Kabupaten Konawe Selatan Haris, Restu Nur Hasanah; Saprin, Saprin; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Burhan, Hesti Trisnianti; Salmiati, Salmiati; Fitriani, Rezky Dwi
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.2989

Abstract

Studi etnomedisin merupakan studi yang mempelajari tentang  penggunaan obat dan cara pengobatan yang dilakukan oleh etnik dan suku bangsa tertentu. Masyarakat Desa Sabulakoa telah mengenal pemanfaatan tanaman untuk kebutuhan sehari-hari, diantaranya dijadikan sebagai makanan, dan berbagai macam bahan obat-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah, jenis, khasiat,  bagian tanaman yang bermanfaat, peracikan dan pemanfaatan tanaman obat oleh masyarakat Desa Sabulakoa, Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan melihat kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan data dengan wawancara terbuka pada masyarakat yang dianggap mengetahui pemanfaatan dan penggunaan tanaman obat serta melibatkan dukun desa setempat yang sering mengobati masyarakat dengan penggunaan tanaman tradisional. Analisis data dalam bentuk tabel disajikan untuk menggambarkan jenis tanaman, family, kegunaan, bagian tanaman yang digunakan dan cara meramu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 28 jenis tanaman, 20 family yang dimanfaatkan sebagai obat oleh masyarakat desa Sabulakoa. Tanaman tersebut dapat mengobati seperti penyakit dalam (diabetes militus, maag, asam lambung, kolesterol, lever, diare) dan luka luar (gatal-gatal, kurap, jerawat, dan luka infeksi). Bagian tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat umumnya adalah bagian daun (57,5%) akar, kulit batang, buah, biji dan rimpang. Cara meracik tanaman obat yang dilakukan masyarakat sangat sederhana yaitu cara direbus (67,8%), ditumbuk (32,1%), diparut dan diperas (14,2%). cara penggunaan tanaman obat untuk penyakit dalam dapat diminum dan untuk luka luar cukup ditempelkan pada area tubuh yang mengalami luka.
Integration Of Islamic Education In The Implementation Of Behaviorism Theory Puspitasari, Dita; Bahnur, Kurnia; Yusuf, Rahmawati; Saprin, Saprin
JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Vol 9 No 2 (2025): JPPI Volume 9 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : UI DDI AGH AD Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jppi.v9i2.184

Abstract

Abstrak Teori behaviorisme ialah salah satu teori belajar yang dituangkan melalui eksperimen terhadap hewan dan menekankan pada tingkah laku, perubahan sikap berdasarkan hasil dari stimulus-respon yang disertai penguatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lebih dalam terkait bagaimana integrasi pendidikan agama Islam dalam penerapan teori behaviorisme sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran terutama pendidikan agama Islam. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (Library Research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Teori behaviorisme selaras dengan tujuan pendidikan agama Islam dalam menanamkan pengetahuan melalui pembentukan perilaku dengan pengulangan kebiasaan bernuansa islami yang dapat digunakan pada proses pembelajaran 2) Komponen yang saling melengkapi terutama dalam memenuhi kebutuhan biologis dan rohani peserta didik dan 3) Integrasi pendidikan agama Islam dengan teori behaviorisme dikatakan sepadan, sebab dapat dikaitkan dengan penjelasan yang ada pada pendidikan agama Islam terutama ayat suci al-Qur’an dalam meliputi Connectionism, Classical, Operant Conditioning, dan teori dari Clark Hull serta prinsip-prinsipnya mencakup prinsip konsekuensi, perubahan sikap dan stimulus-respon sehingga dapat digunakan pada pembelajaran.
Integrasi Teori Pembelajaran Dalam Pendidikan Agama Islam Aminuddin, Yahya; Iskandar, Wahyuni; Syarif, Syarif; Saprin, Saprin
JPPI (Jurnal Pendidikan Islam Pendekatan Interdisipliner) Vol 9 No 2 (2025): JPPI Volume 9 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : UI DDI AGH AD Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jppi.v9i2.185

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna penerapan teori pembelajaran dalam proses Pendidikan Agama Islam (PAI), serta bagaimana implementasi teori-teori tersebut dapat meningkatkan efisiensi pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Penelitian ini berfokus pada kombinasi berbagai metode pembelajaran untuk mencapai pendidikan Islam yang komprehensif, mencakup dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif melalui studi literatur. Informasi diperoleh dengan meninjau berbagai sumber literatur ilmiah, seperti buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan teori pembelajaran dan pendidikan Islam. Data kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola integrasi dan dampaknya dalam konteks pembelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi teori pembelajaran behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme dapat meningkatkan efektivitas pendidikan Islam. Teori behaviorisme membantu membangun kebiasaan belajar dan disiplin; teori kognitif memperkuat pemahaman dan penalaran terhadap ajaran Islam; teori konstruktivisme mendorong partisipasi aktif siswa dalam membangun pengetahuan agama; sementara teori humanisme menekankan pengembangan potensi dan kepribadian Islam secara keseluruhan.
THE FORMATION OF STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH A SCIENTIFIC APPROACH TO LEARNING AKIDAH AKHLAK CLASS VIII MTS DDI LAPEO CAMPALAGIAN DISTRICT, POLEWALI MANDAR REGENCY Muhdar, Muhdar; Achruh, Andi; Saprin, Saprin
Jurnal Diskursus Islam Vol 10 No 3 (2022): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v10i3.33643

Abstract

The purpose of this study was to describe the application of a scientific approach to learning akidah akhlak for class VII MTs DDI Lapeo, then to describe the formation of students' critical thinking ability in learning akidah akhlak for class VIII MTs DDI Lapeo, as well as to analyze the critical thinking abilities of students in learning akidah akhlak. class VIII MTs DDI Lapeo. The research method used in this research is qualitative. The results of this study indicate that the application of the scientific approach to the learning akidah akhlak for class VIII MTs DDI Lapeo has been implemented properly in accordance with the five stages of the scientific approach. As for the formation of students' critical thinking abilities in these five stages, The activity of observing students is directed to analyze and formulate problems. In the activity of asking questions, students are facilitated to make questions. Exploring activities, students are directed to collect information related to the material. In reasoning activities, students are facilitated to process the information received. In networking activities, students are directed to convey opinions and solutions in response to the formulation of problems that are made. Meanwhile, the critical thinking ability of class VIII students of MTs DDI Lapeo after applying the scientific approach is the ability to analyze and formulate a problem, provide ideas, assess the truth of information received, accept or be open to other people's opinions, solve problems on a problem, know the essence of learning akidah akhlak, analyzing the information received, and making questions and answering questions about akidah akhlak lessons. The implication of this research is that the scientific approach is a scientific approach that is very supportive in shaping the critical thinking abilities of students, because it focuses on the activeness of students, so that learning does not occur in one direction.
THE IMPLEMENTATION OF AUTHENTIC ASSESSMENT ON AKIDAH AKHLAK SUBJECT OF THE 5th GRADE IN MIS MAKKARAENG MAROS Nurhadijah, Nurhadijah; Ibrahim, Misykat Malik; Saprin, Saprin; Arif, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 10 No 3 (2022): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v10i3.33645

Abstract

This study aims to describe the implementation of authentic assessment in Akidah Akhlak subject. Sub problem, i.e., 1). How is the authentic assessment process on the 5th grade of Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros? 2). How are the authentic assessment results on the 5th grade of Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros?? This type of research is descriptive qualitative research—the data collection is from two primary and secondary sources. The research method used interviews, observation, and documentation, while the data analysis techniques consisted of data reduction, presentation, and verification. The data validity technique is in the form of a triangulation technique. The results showed: (1) The implementation of authentic research in the Akidah Akhlak subject at MIS Makkaraeng Maros went well in the authentic assessment process, which prepared the assessment plan, carried out the assessment, and then carried out the assessment process. (2) The results of the authentic assessment have been carried out in three domains, namely knowledge competence (cognitive), attitude competence (affective), and skill competence (psychomotor). All forms of assessment on the cognitive aspect were already to the maximum. At the same time, we carried out the affective and psychomotor aspects, although only on the primary assessment technique. In contrast, supporting assessments, such as self-assessment, peer-to-peer assessment, portfolio assessment, and project assessment, have not been used by the teachers of Akidah Akhlak subject in the 5th grade at MIS Makkaraeng Maros. In conclusion, the Akidah Akhlak teacher has carried out value from the authentic assessment process with different steps in terms of attitudes, knowledge, and skills. This research implies that authentic assessment requires teachers to broaden their horizons and increase their knowledge to carry out authentic assessments with various assessment forms and many students.
Transformasi Kondisi Belajar Dan Pembelajaran Abad Ke-21: Dari Tantangan Ke Inovasi Pendidik Masa Depan Haq, Ahmad Izzul; Munadira, Munadira; Akhyarur Rijal; Saprin, Saprin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13219

Abstract

Abad ke-21 menandai perubahan besar dalam paradigma pendidikan yang menuntut transformasi cara belajar dan mengajar. Perkembangan teknologi digital, globalisasi, serta perubahan karakteristik peserta didik mengharuskan guru beradaptasi dengan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada kompetensi. Artikel ini membahas dinamika perubahan paradigma pendidikan abad ke-21, tantangan utama yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran inovatif, serta arah dan strategi transformasi yang dapat dilakukan oleh pendidik masa depan. Metode kajian yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan meninjau berbagai literatur dan kondisi lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah membuka peluang besar bagi modernisasi pendidikan, banyak guru masih kesulitan mengintegrasikan pendekatan berbasis proyek, literasi digital, dan pembelajaran reflektif. Diperlukan transformasi paradigma yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif, penguatan kompetensi pedagogik guru, serta dukungan sistemik sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar adaptif, inovatif, dan berkelanjutan sesuai tuntutan abad ke-21.