Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pembuatan Masterplan Kawasan Pusat Produksi Benih dan Induk Ikan Lokal di Desa Buko Poso, Way Serdang, Mesuji, Lampung Nurussalam, Wildan; Supriyono, Eddy; Jariyah, I’it Rohmatul; Mahmud, Moh Burhanuddin
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 9, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v9i2.231

Abstract

Kabupaten Mesuji has many rivers, canals, reservoirs, and swamps that can be utilized as facilities for the development of fisheries. However, the level of fish production still relies on catches, which can result in reducing the availability and population of fish. The objective of this research is to create a master plan for establishing a center for local fish seed and broodstock production, considering the land suitability in Buko Poso Village, Way Serdang Sub-district, Mesuji District, Lampung Province. Field observation activities include in-situ and ex-situ water quality measurements at four observation stations, soil sampling at five points with three. The results of the soil texture analysis using the soil triangle indicate clay-textured soil. The suitable species for cultivation include Asian Redtail Catfish, Striped Snakehead, Clown Knifefish, Hoven's Carp, and Nile Tilapia. Infrastructure that can be built includes filter tank ponds, wastewater treatment plants, hatcheries, nursery ponds, broodstock maintenance ponds, breeding ponds, and other supporting facilities.
Optimum salinity for growth of mangrove crab Scylla serrata seed in recirculation systems Hastuti, Yuni Puji; Affandi, Ridwan; Safrina, Mafatih Devi; Faturrohman, Kurnia; Nurussalam, Wildan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 14 No. 1 (2015): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2897.309 KB) | DOI: 10.19027/jai.14.50-57

Abstract

ABSTRACT One of the abiotic factors that affects the growth and the survival of crabs is salinity. The optimum salinity media will give maximum impact on mangrove crab Scylla serrata due to the osmoregulation process. This study aimed to examine the effect of salinity on the survival rate (SR) and spesific growth rate (SGR) of mangrove crab through the reaction of physiological condition. The treatments were rearing mangrove crab at the salinity medium of 15 ppt (A), 20 ppt (B), 25 ppt (C), and 30 ppt (D). Result showed that different salinity performed a significant effect (P<0.05) on the survival rate and specific growth rate of the crabs. The low level of stress, shown by the high value of total hemocyte and the low osmotic pressure, has made salinity of 25 ppt was the optimum condition for the mangrove crab rearing. Keywords: salinity, survival, specific growth rate, mangrove crab  ABSTRAK Salah satu faktor abiotik yang memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup kepiting adalah salinitas. Salinitas media optimum akan memberikan efek yang maksimal pada kepiting bakau Scylla serrata sehubungan dengan proses osmoregulasi tubuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh salinitas pada kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan spesifik kepiting bakau melalui reaksi kondisi fisiologis. Penelitian ini terdiri atas perlakuan salinitas media 15 ppt (A), 20 ppt (B), 25 ppt (C), dan 30 ppt (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan salinitas media pemeliharaan kepiting bakau memberikan perbedaan nyata (P<0,05) pada kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan spesifik kepiting bakau. Rendahnya tingkat stres pada salinitas 25 ppt dijelaskan dengan tingginya jumlah total hemosit dan rendahnya tekanan osmotik sehingga salinitas 25 ppt merupakan kondisi optimum bagi pemeliharaan kepiting bakau. Keywords: salinitas, kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, kepiting bakau
The frequency of calcium and magnesium differences in recirculation systems for increasing production of mudcrab Scylla serrata seed Nurussalam, Wildan; Nirmala, Kukuh; Supriyono, Eddy; Hastuti, Yuni Puji
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 16 No. 2 (2017): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3436.105 KB) | DOI: 10.19027/jai.16.2.144-153

Abstract

ABSTRACTMolting phase is one of many factors that can inhibit mudcrab growth. Recirculation system in culturing mudcrab has a weakness which is the decreasing of ions. Calcium and magnesium in the water can affect the molting phase. The aim of this study was to evaluate the best additional frequency of calcium and magnesium in recirculation system. This research used mudcrab seeds that have weight of 54.856±2.195 gram. This research used completely randomized design with four treatments and three replicates. The treatments were additional frequency of Ca and Mg, comprised of four levels, without additional Ca and Mg (A), additional 30 mg/L Ca and 30 mg/L Mg in every five days (B), additional 30 mg/L Ca, and 30 mg/L Mg in every 10 days (C), and additional 30 mg/L Ca and 30 mg/L Mg in every 15 days (D). The result showed that total of biomass in every treatments were A (379.99±86.16 gram), B (517.65±103.94 gram), C (808.68±59.29 gram), and D (1,054.41±73.54 gram). The highest final biomass was the D treatment (1,054,41±73.54), which was significantly different to others (P<0.05).Keywords: mudcrab, resirculation, calcium, magnesium, molting, production  ABSTRAKSalah satu faktor penghambat pertumbuhan kepiting bakau adalah fase molting. Sistem resirkulasi budidaya kepiting bakau memiliki kelemahan yaitu berkurangnya ion-ion. Fase moting pada kepiting bakau sangat dipengaruhi oleh keberadaan ion kalsium dan magnesium dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan frekuensi waktu penambahan kalsium dan magnesium terbaik dalam sistem resirkulasi. Penelitian ini menggunakan benih kepiting bakau dengan berat rata-rata 54,856±2,195 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan penambahan Ca dan Mg sebanyak 30 mg/L terdiri atas empat macam frekuensi, yaitu tanpa penambahan Ca dan Mg (A), frekuensi lima hari sekali (B), frekuensi 10 hari sekali (C), dan frekuensi 15 hari sekali (D). Hasil penelitian menunjukkan jumlah biomassa masing-masing perlakuan adalah A (379,99±86,16 gram), B (517,65±103,94 gram), C (808,68±59,29 gram), dan D (1.054,41±73,54 gram). Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan D dengan jumlah biomassa sebesar (1.054,41±73,54 gram) ini berbeda nyata (P<0,05) dengan perlakuan lainnya. Kata kunci: kepiting bakau, resirkulasi, kalsium, magnesium, molting, produksi
The effects of LED light spectrum manipulation on growth and color performance of giant gourami Osphronemus gouramy Lacepede Padang strain Gunawan, Bambang Kusmayadi; Nirmala, Kukuh; Soelistyowati, Dinar Tri; Djokosetiyanto, Daniel; Nurussalam, Wildan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 21 No. 1 (2022): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.21.1.11-21

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of light spectrum on growth and color performance of giant giant gourami Padang strain. The experiment used a completely randomized design (RAL) with four light emitting diode (LED) treatments in different emission spectra (white, red, green, and blue) at 550 Lux intensity, compared to the control treatment (light room with white tubular lamp at 50 Lux intensity). The irradiation was carried out for 12 hours of photoperiod. The fish used had the total length of 82.90±4.2 mm and body weight of 9.87 ± 0.99 g. The highest growth performance was found in blue LED treatment with the specific growth rate of 2.73 ± 0.2% and feed efficiency of 86.26 ± 2.71%. The best color performance was found in red LED treatment with the RGB ratio of 44.57 ± 0.62% in dorsal fin, 38.41 ± 1.36% in pectoral fins, and 45.33 ± 2.25% in anal fin with the chromatophore cell concentration at 1.973±58 cells/mm2. Keywords : Osphronemus gouramy, blue LED, spectrum, chromatophore, light ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh spektrum cahaya terhadap kinerja pertumbuhan dan warna ikan gurami strain Padang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan cahaya lampu light emitting diodes (LED) yang memiliki spektrum panjang gelombang berbeda (putih, merah, hijau dan biru) intensitas 550 Lux dan kontrol (cahaya ruang berasal dari lampu tubular putih intensitas 50 Lux). Penyinaran dilakukan selama 12 jam mengikuti fotoperiod. Ikan uji yang digunakan memiliki panjang total 82,90 ± 4,2 mm, dengan bobot 9,87 ± 0,99 g. Kinerja pertumbuhan terbaik terdapat pada perlakuan LED biru dengan laju pertumbuhan spesifik sebesar 2,73 ± 0,2% dan efisiensi pakan sebesar 86,26 ± 2,71%. Performa warna terbaik terdapat pada perlakuan LED merah dengan rasio warna merah pada RGB bagian dorsal sebesar 44,57 ± 0,62%, sirip pektoral sebesar 38,41 ± 1,36%, dan sirip anal sebesar 45,33 ± 2,25% dengan jumlah sel kromatofor sebanyak 1973 sel/mm2. Kata kunci : Osphronemus gouramy, LED biru, spektrum, kromatofor, cahaya
Production performance and water quality of Caulerpa lentillifera with fermented fruit vegetable fertilizer Supriyono, Eddy; Chrisliana, Chrisliana; Puji Hastuti, Yuni; Lila Antara, Kadek; Ee Ling, Yong; Nurussalam, Wildan
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.23.2.224-236

Abstract

The use of fermented vegetable and fruit waste (FVF) based fertilizers as an effort to reduce waste has the potential to be used to support aquaculture activities. This study aims to evaluate the effectiveness of Caulerpa lentillifera cultivation with the addition of fertilizer based on fruit and vegetable waste fermentation on water quality parameters and production performance. The experimental design used was a completely randomized design with three replications for four different doses of FVF fertilizer treatments, namely 0, 0.05, 0.1, and 0.2 µl/L. This study used an initial weight of 500 g which was reared in a concrete tank with a capacity of 1000 L for 30 days growth period. The results showed that the use of FVF of 0.1 µl/L gave a better net harvest weight (p<0.05), namely 0.08 ± 0.06 kg. Keywords: Caulerpa lentillifera, fermentation, fertilizer, seaweed, waste ABSTRAK Penggunaan pupuk berbasis fermentasi limbah sayur dan buah (FVF) sebagai salah satu upaya pengurangan limbah memberikan potensi sebagai larutan pendukung kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas budidaya Caulerpa lentillifera dengan penambahan pupuk berbasis fermentasi limbah buah dan sayur terhadap parameter kualitas air dan kinerja produksi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan pada empat perlakuan pupuk, yaitu 0, 0.05, 0.1, dan 0.2 µl/L. Penelitian ini menggunakan bobot awal 500 g yang dipelihara dalam bak beton berkapasitas 1000 L. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penggunaan FVF sebesar 0.1 µl/L memberikan bobot panen bersih yang lebih baik (p<0.05) yaitu 0.08 ± 0.06 kg. Kata kunci: Caulerpa lentillifera, fermentasi, limbah, pupuk, rumput laut
VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI: VARIASI GLUKOSA DAN KORTISOL: STUDI AWAL RESPONS FISIOLOGIS KEPITING BAKAU SETELAH KEGIATAN TRANSPORTASI Sulistiono, Sulistiono; Marisa, Marisa; Wildan, Dudi Muhammad; Nurussalam, Wildan
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2025): FEBRUARY 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.16.85-91

Abstract

Sistem pengangkutan kepiting bakau (Scylla spp.) yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dengan meletakkan pada kotak sterofoam diperkirakan dapat menjadi pemicu tingkat stress pada biota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai variasi glukosa dan kortisol kepiting bakau sebagai respons fisiologis setelah kegiatan transportasi. Analisis dilakukan terhadap 2 kelompok populasi kepiting bakau (I-Februari dan II-Maret 2024). Masing-masing populasi diamati sebanyak 3 kali, yaitu populasi kepiting yang baru datang dari pengambilan di lapang (H0), populasi kepiting yang sudah dipelihara 5 hari (H5), dan populasi kepiting yang sudah dipelihara selama 10 hari (H10) di karanjang plastik (30x25x20 cm3) dalam bak semen (180x180x75 cm3) yang berisi air laut (25 PSU). Kepiting diberi pakan berupa potongan ikan sebanyak dua kali. Pada populasi I, nilai glukosa dan kortisol rata-rata dari perlakuan H0 adalah 78,3±30,5 mg/100ml dan 0,5±0,1 ng/dL, pada H5 berkisar 42,7±4,9 mg/100ml dan 1,0±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 47,0±8,5 mg/100ml dan 0,6±0,2 ng/dL. Pada populasi II, pada H0 berkisar 60,4±37,4 mg/100ml dan 0,5±0,2 ng/dL, pada H5 berkisar 44,2±3,6 mg/100ml dan 0,9±0,3 ng/dL, dan pada H10 berkisar 75,2±19,7 mg/100ml (glukosa). Berdasarkan pengamatan tersebut, nilai glukosa pada kedua populasi kepiting bakau bervariasi (3,6-37,4 mg/100ml), dan melalui ANOVA nilai tersebut tidak berbeda nyata (p>0,05). Namun demikian terdapat tren penurunan pada H0 sampai H5.
Kelayakan Kualitas Air dan Tanah Budidaya Segmentasi Pembesaran di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Supriyono, Eddy; Nurussalam, Wildan; Rirojoyo, Gerald P P; Faturochman, Ilman; Rohman, Rohman; Hastuti, Sri; Mahmud, Moh Burhanuddin
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.26209

Abstract

Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor khususnya pada Desa Tegal merupakan suatu wilayah atau lokasi yang memiliki luas 4 hektar, luas tersebut sudah dan akan dijadikan untuk kolam budidaya segmentasi pembesaran. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan kualitas air dan tanah di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor sebagai lokasi kegiatan perikanan budidaya segmentasi pembesaran.  Pengambilan serta pengukuran sampel air dilakukan secara langsung (in situ) dan juga tidak langsung (ex situ) pada titik uji lokasi sejumlah 3 titik. Selain itu dilakukan juga pengambilan serta pengukuran sampel tanah, pemetaan menggunakan GPS. Kualitas air yang berada pada titik uji lokasi memiliki hasil dominan pada kategori S2 (Sesuai), hasil tersebut dapat diartikan lokasi tersebut layak untuk dijadikan lokasi budidaya perairan. Kualitas tanah pada lokasi tersebut masuk ke dalam kategori tidak sesuai (N), maka perlu dilakukannya perlakuan agar kualitas tanah menjadi baik untuk budidaya perairan.
Efektivitas Ekstrak Daun Ubi Jalar (Ipomea batatas) Terhadap Tingkat Stres Induk Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Sistem Transportasi Nurussalam, Wildan; Maksum, Ahmad; Supriyono, Eddy; Mahmud, Moh Burhanuddin; Permatasari, Sheny
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i1.249

Abstract

Broodstock transportation is a critical phase in aquaculture in Nile tilapia (Oreochromis niloticus), directly influencing brood quality and reproductive success. This study investigated the effectiveness of sweet potato leaf extract (Ipomoea batatas) at varying concentrations in a closed transport system to reduce stress and improve survival. A completely randomized design (CRD) with four treatments and three replications was employed: N1 (control, no extract), N2 (2 mL/L extract), N3 (4 mL/L extract), and N4 (6 mL/L extract). Parameters measured included survival rate (SR), daily growth rate (DGR), feed consumption (FC), water quality (temperature, pH, dissolved oxygen, ammonia, nitrite), and stress response via blood glucose levels. Results indicated that adding sweet potato leaf extract significantly influenced water quality, reduced stress, and improved fish survival. The 4 mL/L treatment (N3) yielded the best outcomes, with a 100% survival rate and the lowest blood glucose level (77.67 mg/dL), suggesting its potential as an effective natural antistress agent during broodstock transport.
Pemberian Kalsium Karbonat CaCO3 pada Media Bersalinitas 3 g L-1 Untuk Pertumbuhan Ikan Sepat Siam Trichopodus pectoralis Hastuti, Yuni Puji; Mahmud, Moh Burhanuddin; Anwar, Rifky Alwafi; Supriyono, Eddy; Nirmala, Kukuh; Nurussalam, Wildan
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 10, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v10i1.243

Abstract

The snakeskin gourami is a part of the superior commodity of freshwater fisheries in Indonesia because it has economic value and high demand. Technology is needed to optimize the growth of snakeskin gourami so that the production of snakeskin gourami from aquaculture becomes more stable. The method of adding calcium to the salinity water is a part of the technology to optimize the growth of cultured fish. The purpose of this research is to determine the best amount of CaCO3 calcium carbonate lime on the growth of snakeskin gourami that are maintained at 3 g L-1 of salinity. The tank is used in the form of an aquarium measuring 30x30x30 cm3 with a volume of water as much as 20 liters. The snakeskin gourami used were 8.7 ± 0.46 cm in length and weighed 8.3 ± 1.37 g. The fish are fed with the restricted method (5% of fish biomass). The study was conducted by applying calcium carbonate CaCO₃ at concentrations of 50, 100, 150, and 200 mg L⁻¹, with an additional control treatment that received no calcium carbonate application. The results showed that the best amount of CaCO3 calcium carbonate lime, as much as 100 mg L-1, showed 2.5 cm of total length growth, total weight growth of 6.35 g, daily growth rate of 2%, and survival rate of 93.3%. The best amount of CaCO3 calcium carbonate lime for 3 g L-1 of salinity water is 100 mg L-1. The best amount of CaCO3 calcium carbonate lime for the growth of snakeskin gourami that is maintained at 3 g L-1 of salinity is 100 mg L-1.
PELATIHAN DAN PENERAPAN INOVASI PENGELOLAAN KUALITAS AIR PADA KEGIATAN BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KAB. LAMONGAN Nurussalam, Wildan; Mahmud, Moh Burhanuddin; Hanggara, Yudha; Nuradzani, Daffa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i1.2356

Abstract

Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar dalam akuakultur polikultur bandeng dan udang, namun produktivitasnya terhambat oleh kualitas air yang buruk. Pemantauan kualitas air dan inovasi teknologi, seperti sensor dan biofilter alami, dapat meningkatkan efisiensi budidaya. Langkah ini mendukung SDGs, termasuk pengentasan kemiskinan, penyediaan pangan bergizi, dan pelestarian ekosistem. Pelatihan pengelolaan kualitas air dalam budidaya ikan bandeng dan udang di Kabupaten Lamongan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pembudidaya dalam mengelola kualitas air secara berkelanjutan. Program ini dilaksanakan oleh tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan. Metode pelatihan dilakukan secara hybrid (daring dan luring) dengan materi mengenai pengelolaan kualitas air, pencegahan penyakit, dan penerapan teknologi pakan alami. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, khususnya dalam aspek pengelolaan kualitas air dan penggunaan teknologi pakan alami. Hasil ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas tambak, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat pesisir. Program ini juga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan. Keberhasilan program ini mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), Pertama, SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) dapat dicapai dengan meningkatkan pendapatan para pembudidaya melalui peningkatan produktivitas tambak. Kedua, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dapat diwujudkan dengan memastikan ketersediaan pangan bergizi melalui produksi perikanan yang berkelanjutan. Ketiga, SDG 14 (Ekosistem Lautan) dapat didukung melalui praktik budidaya yang ramah lingkungan, seperti integrasi rumput laut dan penggunaan teknologi biofilter alami untuk menjaga kualitas air.
Co-Authors Abrisam Hadi Bintoro Achmad Zidan Akmal Maulana Ahmad Maksum Aisya Sonia Alamanda Alhaq, ⁠Sofyan Ammar Dzaky Maulana Anwar, Rifky Alwafi Apriana Vinasyiam Aulia Herlita Aziz, Haikal Bintan Naktavia Bintang Lazuardi Bintang Lazuardi Bintoro, Abrisam Hadi Brandon Mustafa Hidayat Bulan Puspa Adamy Bulan Puspa Adamy Chrisliana, Chrisliana Daffa Nuradzani Daniel Djokosetiyanto Devita Adianti Dinamella Wahjuningrum Dinar Tri Soelistyowati Eddy Supriyono Ee Ling, Yong Erwan Rusdiawan Erwan Rusdiawan Fadly Adams Hamsyana Fajar Maulana . Faturochman, Ilman Fierly January Ramadhina Fika Ismaladewi Firdausi, Amalia Putri Firjatullah, Muhammad Sahlan Gunawan, Bambang Kusmayadi Hanggara, Yudha Hendriana, Andri Herlita, Aulia Hikmal Yumilzam Husnadiva Naurah Kamal Ian Basmallah Nurdiansyah Ima Kusumanti Intan Elisa Rahmawati Irzal Effendi Ishaq, ⁠Maulana Ismaladewi, Fika I’ana Rahma Salisa Jariyah, I’it Rohmatul Jemmy Erwanda Maulana Josua Daniel Manurung Julia Eka Astarini Khalisha, Nadira Kukuh Nirmala Kurnia Faturrohman Lesmana, Dudi Lila Antara, Kadek Linayati Lutfi Nurhendra M. Egi Fahlisya Aditya P M. Isya Rais A. Mafatih Devi Safrina, Mafatih Devi Maghfiroh Maghfiroh Marisa Marisa Maulana, Achmad Zidan Akmal Maulana, Fajar Maulana, Jemmy Erwanda Mia Setiawati Moh. Burhanuddin Mahmud Muhamad Saepul Akbar Muhammad Ammar Muhammad Aqshol Dafa Ramadhan Muhammad Sahlan Firjatullah Muhammad Saifuddin Muhammad Subhan Hamka Mulanti, Rahmah Mutia Amanda N Hutomo Nadia Cahyawati Nadira Khalisha Nainggolan, Zacky Naoval Naktavia, Bintan Namirah Fitri Ramadhani Naufal Taufiqurrahman Noval Restuaji Nuradzani, Daffa Permatasari, Sheny Prastomo, Arul Tabah Puji Hastuti, Yuni Purnama, Candra Adi Quynh Anh, Nguyen Duc Radhita Millaty Rahmah Mulanti Rahman, Riem Rahayu Rais A., M. Isya Ramadhan, Muhammad Aqshol Dafa Reta Sagita Retnosari Retnosari Revfvi Al Ghaney Rizal RIDWAN AFFANDI Riem Rahayu Rahman Rirojoyo, Gerald P P Risma Arafah Tunisa Rohman Rohman Sagita, Reta Samara, Syifania Hanifah Saputra, Henry Kasmanhadi Shofii Amaliah Putri Siska Tridesianti Solly Aryza Sundari Rahayu Ningsih Surya Baskara Syamsiar, Syamsiar Syamsul Bahri Agus, Syamsul Bahri Tiara Tiara Tri Yusufi Mardiana Tunisa, Risma Arafah Wildan, Dudi Muhammad Yumilzam, Hikmal Yuni Puji Hastuti Yuni Puji Hastuti Zacky Naoval Nainggolan ⁠Maulana Ishaq ⁠Sofyan Alhaq